PERAN SERTA MASYARAKAT DAN UPAYA KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAUH

Oleh: Erni Yessyca Preseptor : Abdiana , SKM, M.Epid

PENDAHULUAN
• Partisipasi atau peran serta masyarakat jelas dirasakan keberadaan dan perannya dalam segala bidang pembangunan • Di bidang kesehatan, wujud nyata peran serta masyarakat berupa Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) • UKBM diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin desa), Desa Siaga

LATAR BELAKANG

Batasan Masalah Tujuan Penulisan

• peran serta masyarakat dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat di Puskesmas Pauh

• menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai peran serta masyarakat dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat di Puskesmas Pauh

Metode Penulisan

• tinjauan kepustakaan merujuk kepada literatur dan pengolahan serta diskusi

lintas sektor dan lembaga terkait . ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya UKBM wahana pemberdayaan masyarakat yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat.TINJAUAN PUSTAKA Peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan  keadaan dimana individu. dari. dikelola oleh. untuk dan bersama masyarakat dengan bimbingan dari petugas Puskesmas. keluarga maupun masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri. keluarga.

Faktor yang Mempengaruhi Peran Serta Masyarakat .

Prinsip Kepemimpinan Tujuan pemimpin kelompok masyarakat baik formal maupun informal  mempunyai wawasan kesehatan UKBM yang merupakan wujud partisipasi mereka dalam menanggulangi masalah kesehatan Pengorganisasian Pendanaan mengembangkan dana sehat menggunakan pola yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat .

POSYANDU suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan Keluarga Berencana dari masyarakat. oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana ≈ 1 posyandu melayani 100 bayi/balita .

Kegiatan Pokok KIA KB lmunisasi Gizi Penanggulangan Diare .

pembagian Pil KB dan Kondom. Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi .Sasaran Posyandu: Bayi/Balita. WUS dan PUS. Pemberian Oralit dan pengobatan. Pelayanan Kesehatan ibu dan anak : Ibu hamil/ibu menyusui. Keluarga berencana.

Keberhasilan Posyandu .

TOGA .

Desa/Kelurahan Siaga .

.

SAKA BAKTI HUSADA (SBH) Wadah pramuka untuk mengembangkan pengetahuan. pengalaman dan kesempatan dalam membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam pembangunan kesehatan Tujuan : mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat di lingkungannya . keterampilan.

teratur dan berkesinambungan yang diselenggarakan oleh masyarakat pekerja atau kelompok pekerja yang memiliki jenis kegiatan usaha yang sama dan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja .Pos UKK Wadah dari serangkaian upaya pemeliharaan kesehatan pekerja yang terencana.

Kegiatan spesifik Adanya komunikasi. informasi. pencegahan kecelakaan dan penyakit Kegiatan yang bersifat lintas sektor Pelayanan dasar kesehatan kerja . edukasi dan motivasi tentang ergonomic.

ANALISIS SITUASI Data Sasaran Kesehatan Puskesmas Pauh Tahun 2012 .

PEMBAHASAN  Hanya 3 jenis UKBM yang aktif dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pauh. yaitu  Posyandu  TOGA  Kelurahan Siaga (Poskeskel/poskesdes termasuk kedalamnya) .

2. 8. 3. 6. Limau Manis Selatan Pisang Cupak Tangah Koto Luar Piai Tangah Binuang Kp. 7. 4.POSYANDU Jumlah Kader dan Posyandu Puskesmas Pauh Tahun 2012 NO. Lambung Bukit Jumlah 12 280 3 70 . 5. KELURAHAN JUMLAH KADER AKTIF JUMLAH POSYANDU 1. Dalam Kapalo Koto Limau Manis 48 40 32 32 32 28 28 28 12 10 8 8 8 7 7 7 9.

rata-rata 4 kader per posyandu. . semua kelurahan telah terjangkau posyandu.  Kader aktif 280 kader . 70 posyandu  paling banyak di kelurahan Limau Manis Selatan.  Bila ditinjau dari segi geografis.

Tingkat Perkembangan Posyandu Puskesmas Pauh Tahun 2012 .

Pencapaian D/S Puskesmas Pauh tahun 2012 .

PKK) juga masih rendah.  Kendala : -masih rendahnya keterampilan kader posyandu dalam melakukan penimbanganpencatatan atau pengisian KMS -masih kurangnya kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan -dukungan lintas sektor (pejabat kelurahan. Tingkat partisipasi masyarakat pencapaian D/S belum mencapai target 70%. kecamatan. .

TOGA Tingkat Perkembangan TOGA Puskesmas Pauh Tahun 2012 .

52 KK yang memanfaatkan TOGA KK yang BELUM memanfaatkan TOGA 95.48 UKBM TOGA di wilayah kerja Puskesmas Pauh sudah berjalan dengan baik. Namun untuk pembinaan oleh petugas Puskesmas sendiri masih terdapat kendala yaitu belum adanya pedoman baku dari DKK Padang tentang pembinaan TOGA dan tingkat pengetahuan petugas tentang TOGA masih belum menyeluruh .Tingkat Pemanfaatan TOGA Puskesmas Pauh Tahun 2012 4.

KELURAHAN SIAGA Kelurahan Siaga Puskesmas Pauh Tahun 2012 .

Dari 9 kelurahan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Pauh semuanya sudah merupakan kelurahan siaga. Kelurahan siaga yang aktif di semua kelurahan dan hanya 2 kelurahan yang telah memiliki sarana bangunan poskeskel.  Berdasarkan data tersebut maka cakupan desa/kelurahan siaga aktif di Puskesmas Pauh yaitu 100%. Terlihat bahwa cakupan kelurahan siaga aktif di Puskesmas Pauh telah melampaui target tahun 2010 (50%) namun telah mencapai target tahun 2015 (80%) .

TOGA dan Kelurahan Siaga . Indikator utama meningkatnya peran serta masyarakat adalah makin banyaknya UKBM dengan kualitas yang memadai.PENUTUP Kesimpulan UKBM merupakan wujud nyata dari peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. UKBM yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Pauh adalah Posyandu.

bila ditinjau dari segi geografis. Dengan demikian. TetapiTingkat partisipasi masyarakat di Puskesmas Pauh yang ditandai dengan pencapaian D/S dapat dikatakan belum mencapai target 70%. .Jumlah posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pauh saat ini sebanyak 70 posyandu dengan jumlah kader aktif sebanyak 280 kader dengan jumlah rata-rata 4 kader per posyandu. semua kelurahan telah terjangkau posyandu.

hal ini menunjukkan bahwa UKBM TOGA di wilayah kerja Puskesmas Pauh sudah berjalan dengan baik. Tetapi hanya 2 kelurahan yang telah memiliki sarana bangunan poskeskel .  Cakupan desa/kelurahan siaga aktif di Puskesmas Pauh tercatat yaitu 100%.48%. Setiap kelurahan sudah memiliki TOGA dengan keluarga yang memanfaatkan TOGA sebanyak 95. Terlihat bahwa cakupan kelurahan siaga aktif di Puskesmas Pauh telah melampaui target tahun 2010 (50%) namun telah mencapai target tahun 2015 (80%).

sarana atau sumber daya .Saran  Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan jumlah pencapaian D/S Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Pauh   peningkatan dari kinerja petugas kesehatan dalam promosi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga  kerjasama lintas sektoral untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang terbatas akan dana.

 Untuk lebih meningkatkan pemanfaatan TOGA  diperlukan pedoman baku dari DKK Padang tentang pembinaan pengetahuan khusus mengenai TOGA secara keseluruhan baik untuk petugas maupun untuk masyarakat .

TERIMA KASIH .