Anda di halaman 1dari 42

BIOLOGYS LABORATORY SAFETY

RISK ASSESMENT & MANAGEMENT

LABORATORY SAFETY

REGULATIONS

SAFETY AUDITS

RISK ASSESSMENT & RISK MANAGEMENT


The five Ps of risk assessment and risk management are:
Pathogen hazardous biological agent. Procedures proposed experimental manipulations and safe work practices. Personnel appropriate training and skills. Personal Protective Equipment (PPE) protective clothing and safety equipment. Place laboratory design.

HAZARD CODES
Hazard codes menekankan pada standar safety dan protokol. Warna dan kode spesifik pada label mengindikasikan bahaya yang mungkin timbul. Ada beberapa macam label:
label hazardous waste label National Fire Protection Association (NFPA) original labels on chemical containers.

Label menjelaskan tingkat proteksi yang diperlukan untuk zat kimia atau larutan spesifik. Informasi mencakup:
health (H) fire (F) reactivity (R) personal protective equipment (PE)

The Hazardous Waste label used for Disposal

Label National Fire Protection Association (NFPA)

Original Container Label

Hazard Categories
Semua kategori bahaya mencakup level health, flammability, dan reactivity.
Tingkat bahaya berkisar dari skala 0 4 (tidak berbahaya sangat berbahaya).

Protective equipment (PE) memiliki simbol tersendiri.

Hazard Rating Index Chart

PROTECTIVE EQUIPMENT
Penggunaan alat pelindung berbeda-beda tergantung pada bahan yang digunakan. Protective equipment adalah pertahanan terhadap luka atau infeksi, harus diketahui:
Jenis peralatan yang digunakan Bagaimana penggunaannya Kapan peralatan itu digunakan

Ada lima cara untuk perlindungan diri di laboratorium: jas lab, sarung tangan, kaca mata pelindung, masker, dan lemari asam (fume hoods).

Jas Lab
Perlindungan terhadap percikan dan tumpahan bahan-bahan yang digunakan. Perlindungan untuk kontak langsung terhadap bahan dan residu kontaminasinya Sebelum meninggalkan lab, selalu lepaskan jas lab untuk mencegah transfer zat keluar lab

Sarung Tangan
Penggunaan sarung tangan direkomendasikan kapanpun kita bekerja di lab, dan diharuskan saat bekerja dengan bahan berbahaya Jika tidak yakin tingkat abhaya dari bahan yang digunakan, gunakan sarung tangan

Kacamata Pelindung
Pelindung mata untuk mencegah percikan atau cipratan bahan ke mata Perlindungan terhadap absorpsi bahan ke tubuh melalui bola mata Kontak lensa sebaiknya tidak digunakan di lab

Masker
Masker untuk penutup mulut dan hidung Berfungsi sebagai penyaring partikelpartikel kimia yang kecil Perlindungan terhadap masuknya bahan berbahaya ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan dan paru-paru

Protective Equipment

(Lemari Asam) Fume Hood


Terdiri atas vakum dan hood (penutup) Uap dari bahan berbahaya akan dihisap masuk ke dalam filter untuk disaring dan dihancurkan (disposed) pintu geser pada fume hood harus ditutup serapat mungkin dan hanya menyisakan sedikit celah untuk bekerja. Lemari asam harus dihidupkan setiap saat

Fume Hood

Personal Hygiene
Jaga kebersihan diri dan kebersihan area kerja untuk menghindari kecelakaan dan kontaminasi residual Setelah bekerja, bersihkan area kerja dan cucilah tangan dengan sabun sebelum meninggalkan lab Aturan keamanan di lab mencakup tidak makan, tidak minum dan tidak merokok di lab.

CHEMICALS AND COMPATIBILITY


Handling (penanganan) Disposal (pembuangan limbah) Storage (penyimpanan)

Handling
Zat kimia dapat memasuki tubuh melalui absorpsi oleh kulit dan membran mukus, inhalasi, pencernaan, dan kontak dengan mata. Perhatikan: arahan laboran atau asisten, peringatan pada protokol kerja, kode bahaya pada label zat kimia. Gunakan peralatan pelindung yang diperlukan Beberapa efek bahaya pada zat kimia mencakup iritasi, racun, karsinogenik, dan alergi.

CHEMICAL
Larutan Acid and Alkaline solutions e.g. Sodium Hydroxide Aliphatic Halogenated Hydrocarbons e.g. Chloroform Metals e.g. Lead and Silver Amines e.g. Diphenylamine Amides e.g. Formamide

TARGET ORGANS
Skin, membranes of eye, nose, throat, trachea, bronchi, and alveoli Liver and Kidneys

HAZARDOUS EFFECTS
Etches Tissue - sometimes leading to irreversible damage to tissue

Necrotic cell death-- Redness, swelling, inflammation, CNS effects, PAIN!

Bones

Sequestered for extended periods of time- Long term toxic effects - enzyme inhibition Strong irritant, corrosive, and carcinogenic Very toxic-- Liver and Kidney toxicity CNS depression

Toxic to all tissues and adversely affect a number of organs Central Nervous System, liver, kidneys

Aldehydes e.g. Formaldehyde

Skin, eyes, mucous membranes

Severe irritant at just a few ppm as well as a strong sensitizer leading to-- Skin rashes, Puffy eyes, Headaches, Respiratory problems. Allergenic properties are worse than its potential

Langkah-langkah Pencegahan
1. Selalu buka botol zat kimia atau larutan dengan mulut botol jauh dari tubuh 2. Tutup kembali botol setelah mengambil larutan untuk mencegah tumpahan dan evaporasi 3. Ada dua pilihan untuk memindahkan zat kimia: A) Gunakan kereta dorong untuk memindahkan banyak botol sekaligus B) bawa satu persatu dengan emnggunakan kedua tangan. Posisikan satu tangan di abgian bawah dan tangan lainnya pada leher botol. Jangan memegang botol pada tutupnya 4. Tempatkan botol larutan jauh-jauh dari tepi meja untuk mencegah kecelakaan

Pembuangan Limbah (Disposal)


Ikuti intruksi pembuangan dan gunakan label pembuangan (UW-RF hazardous waste label) Setiap botol berlabel sampah berbahaya harus ditempatkan pada wadah terpisah yang diberi penutup rapat. Jangan menuang apapun ke saluran pembuangan jika tidak tahu status bahaya dari bahan tersebut

Storage
Ada tiga area penyimpanan zat kimia: lemari, kulkas, dan freezer. Penempatan bahan berdasarkan pada kesesuaian penyimpanan dan kode penyimpanan pada labelnya. Zat kimia yang digunakan di lab dapat bereaksi dengan cepat saat dicampur. Karena itu zat kimia disimpan secara spesifik LETAKKAN KEMBALI ZAT KIMIA YANG TELAH DIAMBIL PADA TEMPATNYA SEMUALA

Acid Cabinet & Flammable Cabinet

Chemical Storage

BAHAN MIKROBIOLOGIS
Mikroorganisme adalah materi berbahaya karena dapat menyebabkan efek bahaya bagi tubuh maupun lingkungan.

Handling
Selalu perlakukan kultur mikroba seolaholah itu adalah bahan yang bisa menginfeksi atau patogen. Selalu cuci tangan sebelum meninggalkan lab

Disposal
Semua kultur mikroba harus dihancurkan pada Microbiology Discard Cart

Autoclave
Untuk mensterilkan alat atau bahan dari bakteri dan jamur

Autoclave

EMERGENCY RESPONSE
Microbial spill response Fire Chemical Exposure Cuts and Punctures Disposal of Broken Glass and Sharps

Tumpahan Mikroba
Tuangkan segera ke atas tumpahan, 5% Lysol , dan biarkan selama 10 menit untuk desinfektan Lap tumpahan dan buang ke kantung Microbiology Discard Cart. Untuk tumpahan yang besar, tuangkan ke atas area tumpahan, 20% pemutih (bleach) dan biarkan selama 10 menit Lap hingga area tumpahan ebnar-benar kering Buang bahan yang terkontaminasi ke dalam kantung Discard Cart.

Fire
Bunsen umumnya digunakan di lab. Untuk mencegah kebakaran, jauhkan bahan apapun yang mudah terbakar dari daerah sekitar bunsen. Hindari melewatkan tangan ke atas nyala api. Jangan menghadapkan muka di atas nyala api dan ikat rambut yang panjang ke belakang Jika terjadi kebakaran segera padamkan sesuai prosedur yang tepat atau segera hubungi petugas laboratorium

Chemical Exposure
1. Mata jika mata terkena zat kimia, SEGERA minta bantuan dan pergi ke eyewash station. Tetap buka mata dan siram mata sedikitnya selama 15 menit. Dapatkan perawatan medis secepatnya. 2. Kulit bilas tangan atau lengan air dingin di atas bak cuci selama 15 menit. Dapatkan perawatan medis secepatnya.

Eyewash Station & First Aid Kit

Luka gores atau terpotong


Periksa retakan atau bagian yang pecah. Ganti dengan alat gelas yang baru. Perhatikan instruksi penanganan alat-alat gelas Jika mencuci alat gelas selalu gunakan sikat untuk mencuci bagian dalamnya Selalu gunakan sarung tangan sebagai perlindungan tambahan Jika terjadi luka, kendalikan pendarahan dan dapatkan perawatan medis secepatnya.

Disposal of Broken Glass and Sharps


Jika Anda memecahkan alat gelas saat bekerja, periksa dulu kondisi Anda baru bersihkan sisa pecahan supaya tidak melukai yang lain Buang sisa pecahan pada kantung berlabel broken glass Untuk benda-benda tajam, dibuang ke kantung terpisah

Sharps & Glass Disposal Boxes

IMPORTANT SAFETY MESSAGES


1. Think safety first. Be prepared for lab. Tentukan peralatan pelindung yang akan digunakan. Pencegahan lebih mudah dilakukan daripada penanganan kecelakaan. 2. Kenali dengan alat dan bahan apa Anda bekerja. Baca label, referensi untuk hazard rating index chart atau MSDS. 3. Ikuti semua prosedur safety. 4. Jaga kebersihan diri dan area tempat bekerja. 5. Laporkan aktivitas dan situasi yang membahayakan. Waspadalah terhadap keadaan di sekitar Anda.

Lanjutan
6. Pelajari cara penganganan keadaan darurat, kenali rute keluar gedung, perhatikan letak alat pemadam kebakaran, eyewash stations & shower, serta kotak P3K. first aid kits. Laporkan semua kecelakaan atau luka pada petugas lab atau asisten. 7. Jangan bercanda di lab. Gunakan perlengkapan pelindung sesuai keperluan. 8. Beritahu petugas lab tentang alergi atau kondisi kesehatan Anda khususnya jika anda sedang hamil atau sedang sakit 9. Jika tidak tahu....TANYA!