Anda di halaman 1dari 9

AKADEMI TEHNIK MESIN INDUSTRI - SURAKARTA

Jl. Adisucipto Kotak Pos 215 Surakarta 57102 Telepon 0271 714466 , 725253, 725254 Fax 0271 714390 e-mail : atmi@indo.net.id

WORK BOOK

PNEUMATIK DASAR

Soal Latihan diambil dari FESTO Didaktik & Fluidsim-Pneumatik

Latihan 1
Sebuah single acting cylinder berdiameter 25 mm digunakan untuk mencekam benda kerja. Selama tombol ditekan, cylinder pada posisi mencekam. Bila tombol dilepas, cylinder akan kembali ke posisi semula.

Latihan 2
Mesin press menggunakan sebuah double acting cylinder dan akan bekerja apabila tombol ditekan. Bila tombol dilepaskan, cylinder akan kembali ke posisi semula/minimal.

Latihan 3
Sebuah pangkalan pemindah memindahkan sebuah produk dari ban berjalan. Bila produk sudah berada pada posisi yang ditentukan dan apabila operator menekan tombol, cylinder pengambil 1A akan memanjang/bekerja. Posisi produk dideteksi dengan 3/2 way roller valve. Saat tombol dilepas cylinder 1A kembali ke posisi minimal.

Latihan 4
Sebuah5 silinder akan digunakan untuk Latihan sebuah magazine. Bila tombol ditekan atau
memindahkan produk dari injakan kaki dioperasikan, cylinder 1A memanjang/bekerja. Setelah cylinder bekerja penuh, cylinder Sebuah ke double akan kembali posisi acting semula.cylinder mendorong produk dari sebuah magazine. Cylinder bekerja saat tombol ditekan. Cylinder akan kembali ke posisi semula apabila tombol dilepas sebelum mencapai langkah Sebuah 3/2 way roller maksimum. Kecepan cylinder bisa diatur pada kedua arah. lever valve digunakan untuk mendeteksi cylinder telah bekerja penuh. Bila cylinder 1A belum kembali ke posisi minimal, tombol tekan/injakan kaki tidak akan berfungsi.

Latihan 6
Dengan menekan dua tombol, cylinder 1A mendorong sebuah forming tool pada ujung perlengkapan pelipat. Untuk langkah maju menggunakan quick exhaust valve. Sebuah 3/2 way roller lever valve dipasang untuk mendeteksi benda kerja sudah terpasang/belum. Pada saat kedua tombol dilepaskan, maka double acting cylinder tersebut akan pelan-pelan kembali ke posisi minimal.

Latihan 7

Sebuah komponen plastic akan diemboss menggunakan die dengan tenaga dari double acting cylinder. Die akan maju dan mengemboss plastik saat tombol ditekan. Die akan kembali ke posisi semula apabila cylinder telah mencapai langkah maksimum dan tekanan tertentu dicapai (tekanan bisa diatur). Sebuah roller limit valve digunakan untuk menentukan langkah maksimal. Tekanan kerja yang diinginkan dapat dilihat pada manometer.

Latihan 8
Sebuah double acting cylinder digunakan untuk menekan bersamasama komponen yang akan dilem. Saat tombol ditekan, cylinder bekerja. Setelah mencapai langkah maksimum, cylinder berhenti selama 6 detik Dua cylinder pneumatik digunakan untuk memindah part dari dan kemudian segera kembali ke posisi semula. Sebelum kembali ke magazine ke tempat peluncuran. Saat tombol ditekan, cylinder 1A psosisi semula, tombol tidak akan berfungsi untuk menjalankan cylinder. maju mendorong part dari magazine dan kemudian dipindahkan ke tempat peluncuran oleh cylinder 2A. Setelah part selesai dipindahkan, cylinder 1A kembali kemudian disusul cylinder 2A. Kecepatan kedua cylinder dapat diatur untuk langkah maju maupun mundur.

Latihan 9

Diagram kerjanya diatur sbg brkt :

Latihan 10
Gambar sama seperti Latihan 9, namun berbeda gerakan kerja yang diinginkan. Diagram kerjanya diatur sebagai berikut :

Latihan 11

Gambar sama seperti Latihan 10, hanya dalam kasus ini, IDLE RETURN ROLLER VALVES tidak dipergunakan.

Latihan 12
Gambar sama seperti Latihan 9, part didorong cylinder 1A dan kemudian dipindahkan ke tempat peluncuran oleh cylinder 2A. Piston rod Cylinder 2A hanya kembali setelah cylinder 1A mundur penuh.

=1

Latihan 13
Sebuah sistem pengepakan sampah otomatis yang terdiri dari 2 buah silinder pengepres akan bekerja apabila sebuah tombol ditekan. Sistem akan bisa bekerja sebelum silinder 2A mencapai tekanan yang sudah diset sebelumnya. (F 2200 N pada tekanan 5 bar). Diagram kerjanya adalah sebagai berikut :

Latihan 14
Rencanakan sebuah rangkaian pneumatik dengan diagram sebagai berikut :
1 2 3 4 5 6 7

Latihan 15
Rencanakan sebuah rangkaian pneumatik dengan diagram sebagai berikut :
1 2 3 4 5 6 7 Cyl 1A : CLAMPING Cyl 2A : PRESSING

1A 2A

Latihan 16

Jumlah siklus cyl. 2A dapat diatur dengan menggunakan time delay valve.

Sebuah mesin driling dengan sistem pneumatik; Rancanglah diagram langkah cyl. 1A, 2A dan 3A , beserta rangkaian pneumatiknya, sehingga mesin ini bisa berfungsi dengan baik. Tuntutan : Sistem akan berjalan secara continues apabila tombol START ditekan. Saat tombol STOP ditekan, maka sistem akan menyelesaikan 1 siklus kemudian berhenti. Sebuah 3/2 way roller valve dipasang untuk mendeteksi benda kerja. Sistem akan berhenti apabila benda kerja sudah habis. Tombol EMERGENCY STOP dipasang untuk kondisi darurat, semua silinder akan kembali ke posisi minimal.