Anda di halaman 1dari 22

Apa itu LNB

Sinyal satelit sangat lemah. Sehingga kita memerlukan antena parabola untuk memokuskan sinyal tersebut dan sebuah LNB (low noise block), atau LNBF, LNB universal LNB atau feedhorn yang dipasang di titik fokus untuk mengumpulkan sinyal. Akan tetapi apa yang sebenarnya terjadi di dalam komponen kecil ini? Elektronik LNB merupakan jantung dari antena satelit. Pada dasarnya, merupakan sebuah rongga resonator yang menerima sinyal satelit yang difokuskan dari pantulan antena dan memproses sinyal tersebut. Serupa dengan pipa organ yang mengubah energi transmisi menjadi sinyal elektrik. Sebuah switch elektonik tambahan memperkuat sinyal ini sebelum dikirim ke kabel coax dan mengubahnya menjadi frekuensi yang lebih rendah untuk mengurangi kehilangan sinyal di kabel. Meskipun penjelasannya akan terdengar terdapat perbedaan besar antar masing-masing model, tipe LNB yang banyak digunakan saat ini menggunakan teknologi yang sama, faktor pembeda utama adalah noise figureyangtelahditurunkanmenjadinilai yang serendah mungkin secara teori yaitu 0.3 dB pada kebanyakan model. LNB universal digunakan untuk membagi Ku band yang umum digunakan di Eropa menjadi dua rentang frekuensi. Setiap LNB hanya dapat digunakan untuk band frekuensi tunggal, sebab S, C dan Ku band masing-masing memerlukan rongga resonator yang berbeda. Terdapat juga tipe untuk sinyal linear dan circular, yang dibedakan berdasarkan peletakan dipole internal. Catu daya untuk switch elektronik juga menarik. Daya disediakan oleh receiver dan disalurkan melalui kabel coax. Sehingga kabel coax tidak hanya menyalurkan sinyal yang diterima dari antena ke receiver, tetapi juga memerlukan daya operasi dari receiver ke LNB (beserta sinyal kendali tambahan). Fitur Switch Ketika berpindah saluran Transponder memiliki satu atau dua polarisasi yang berbeda (horizontal/vertical dan sirkuler kiri/kanan). Sehingga receiver harus memberitahu LNB polarisasi untuk sinyal yang diberikan, sehingga dipole yang sesuai dapat diaktifkan. Voltase catu daya sebagai berikut: 14 V mengaktifkan polarisasi vertikal, sedangkan 18 V mengaktifkan polarisasi horizontal. Meskipun DiSEqC telah dikembangkan sebagai perangkat kendali yang handal dengan lebih dari 256 perintah, tetap tidak digunakan untuk memindahkan polarisasi. LNB universal mempunyai mode switch kedua untuk extended Ku band. Karena rentang frekuensi receiver satelit tidak cukup lebar, maka rentang frekuensi harus dipisahkan menjadi dua rentang frekuensi. Perpindahan antara kedua rentang ini dikendalikan oleh sinyal 22 kHz yang juga dikirim oleh receiver ke LNB ketika memilih saluran tertentu. Sinyal 22 kHz ini juga

digunakan untuk frekuensi pembawa bagi perintah kendali DiSEqC dalam konfigurasisistemyanglebihrumit.PerintahDiSEqC ini dapat mengendalikan multiswitch dan motor antena. Berbagai Desain Terdapat beberapa tipe rancangan untuk kegunaan yang berbeda. Tabel berikut menyajikan tipe LNB yang umum untuk extended Ku band dan menunjukkan bagaimana penggunaannya:

Single LNB sesuai untuk penerimaan individu. Prinsip penerimaan LNB tunggal juga termasuk antena rata (flat).Jikadireceiverterdapat DiSEqC 1.2 dan menyediakan perintah yang diperlukan untuk mengendalikan piringan bermotor, LNB tunggal dikombinasikan dengan motor piringan memungkinkan untuk menerima sinyal dari sejumlah satelit. Ini merupakan konfigurasiyangmantap,kecualimemerlukan waktu tunggu sampai antena digerakkan ke posisi yang tepat ketika memilih saluran dari satelit yang berbeda. Desain lainnya hanya sesuai untuk antena tetap. LNB twin, quad dan octo adalah untuk mendukung dua, empat atau delapan receiver. Masing-masing receiver dihubungkan ke LNB dengan kabel coax tersendiri, sehingga memungkinkan sinyal diterima secara tersendiri oleh masing-masing receiver. LNB quattro dengan switch output dapat menyalurkan konfigurasi empat sinyal (horizontal/vertikal dan band rendah/tinggi) secara simultan dan tidak sesuai untuk dihubungkan secara langsung ke receiver. Sinyal output-nya dihubungkan ke switch matrix. Dengan bantuan matrix menyalurkan dan memperkuat sehingga memungkinkan untuk menghubungkan sejumlah receiver ke sistem ini. Multifeed untuk profesional Multifeed berarti penerimaan sinyal dari beberapa satelit secara simultan dengan satu antena tetap. Keuntungan dari cara ini adalah perpindahan antar satelit yang sangat cepat. Akan tetapi, beberapa kekurangan atau pembatas sehubungan dengan penerimaan multifeed adalah: Terjadi penurunan efisiensidalampenerimaan sehingga memerlukan piringan yang lebih besar. Tidak bisa memilih lebih dari empat satelit. Rentang orbital tidak lebih dari 10 derajat (kurang daripada lebih). Jarak satelit paling tidak 3 derajat. Diperlukan perintah DiSEqC untuk berpindah sinyal. Jika lebih dari satu receiver yang akan dihubungkan, maka diperlukan matrix sinyal.Agak sulit untuk mengatur arah antena. LNB monoblock Praktis LNB dual ini merupakan solusi paling sederhana untuk mendapatkan penerimaan multifeed dari dua satelit. Rancangan ini terdiri dari dua LNB terpisah dalam satu tabung tunggal. Kedua LNB ini dapat dipilih secara otomatis oleh receiver DiSEqC 1.1. Namun, hanya tersedia untuk satelit dengan jarak tetap 3-derajat atau 6-derajat. Di Eropa, misalnya, terdapat LNB monoblock single, twin dan quad untuk Ku band, dengan jarak yang telah ditentukan 6 derajat (misalnya untuk Astra1/Hotbird atau Astra2/Astra3A).

CARA PASANG ANTENA PARABOLA


Berikut adalah material yang saya siapkan sebelum kegiatan ini dimulai : Satu set piringan parabola, prime focus, 115 cm. Di titik tengah parabola, kedalamannya adalah 18 cm. C Band Low Noise Block Fedhorn (LNBF) yang fungsinya sebagai transverter dari input 3,4 4,2 GHz menj adi output 0,95 1,75 GHz dengan bantuan Local Oscillator (LO) 5,15 GHz. Banyak orang menyebutnya sebagai Feedhorn atau LNB saja. Kabel koaksial khusus 75 penghubung dari LNBF ke Set-Top Box (STB) lengkap dengan jacknya. Digital STB. Gunanya untuk menala sinyal keluaran LNBF, mendecode sinyal dan menghasilkan komponen audio + video yang siap diumpankan ke televisi. Saya menggunakan @Metabox I (http://www.metaware.co.kr) karena kualitas yang baik serta firmwarenya bisa diupdate dengan mudah. Di pasaran, banyak sekali STB ditawarkan, mulai dari kelas Free-to-Air Digital STB (menangkap siaran gratis seperti siaran televisi swasta nasional) sampai yang sanggup membuka Pay Television (siaran teracak, harus berlangganan misalnya siaran IndoVision). Televisi yang memiliki RCA/AV Input (3 kabel: 1 video + 2 stereo audio). Bila Anda memiliki perangkat Home Theatre yang mendukung Dolby Prologic II, suara stereo yang diterima dapat dialihkan ke Home Theatre sehingga siaran yang dibuat dalam tata suara surround (biasanya film-film dengan label DTS, Dolby Surround atau THX) dapat disuarakan bak bioskop pribadi. Setelah semua disiapkan, Anda harus mencatat data berikut: Satelit yang akan kita tala. Demi kemudahan, mari kita tala satelit AsiaSat 3S yang berlokasi di 0,0o S 105,5o E. Informasi posisi, transponder dan channel terkini ada di http://sattracker.mrtian.com/chart Posisi parabola kita (gunakan GPS untuk mengetahuinya). Dalam hal ini QTH saya adalah di 6,12o S 106,5o E. Jika kita telaah, ternyata posisi saya hanya berbeda 6,12o S 1,0o E dengan satelit AsiaSat 3S sehingga nanti pucuk parabolanya kira-kira akan mendongak ke atas langit Jakarta. Menyiapkan Parabola Letakkan parabola di bidang (tempat terbuka) tidak ada halangan ke langit bebas serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, Anda bisa tuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisinya miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.

Gambar 1: Menentukan datar tidaknya bidang peletakkan parabola Buatlah garis vertikal dan horizontal pada parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar parabola (gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut :

Gambar 2: Menggambar arah mata angin di piringan parabola Arahkan piringan parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola (yaitu titik pertemuan garis vertikal horizontal tadi). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.

Gambar 3: Mengarahkan piringan ke arah mata angin. Sumbu S N masih sedang diarahkan Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat, gunakan rumus berikut :

Gambar 4: Menentukan posisi tinggi bracket dari dasar antena Pada badan LNBF ada angka-angka 0,42 sampai 0,30. Angka itu disebut f/D, didapat dengan membagi 45,9 cm / 115 cm = 0,40. Pasanglah LNBF tepat di posisi f/D 0,40

Gambar 5: Mengatur posisi f/D LNBF di 0,40

Pada kepala LNBF ada angka-angka -30o, 0o dan +30o. Angka itu mengatur arah polarisasi antena dalam LNBF. Aturlah garis 0o tepat ke arah W, yang berarti juga searah garis W pada piringan parabola. Tanpa mengubah posisi f/D, kencangkan mur pengunci pada posisi yang pas.

Gambar 6: Mengatur polarisasi antena dalam LNBF Karena saya berada di 6,12o S, yaitu 6,12o di bawah garis katulistiwa maka saya harus mendongakkan piringan parabola sebanyak 6,12o di sumbu N agar posisi antena tepat mengarah ke atas katulistiwa. Karena parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 6,12o x 115 cm didapat 12 cm (ingatlah rumus trigonometri Sine, Cosine dan Tangent. Gunakan scientific calculator untuk memudahkan perhitungan). Yang kita lakukan ini disebut dengan mengatur deklinasi.

Gambar 7: Mengatur deklinasi Karena saya berada di 106,5o E sementara satelit berada di 105,5o E berarti saya harus menurunkan posisi piringan sebesar 1,0o di sumbu W. Karena parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 1,0o x 115 cm didapat 2 cm. Yang kita lakukan ini adalah mengarahkan

piringan parabola tepat pada orbit satelitnya. Karena hanya coba-coba, saya berikan beban tertentu ke sumbu W, diganjal di bawah sedemikian rupa sehingga piringan parabola turun tepat sebanyak 2 cm di sumbu W.

Gambar 8: Menyesuaikan piringan ke arah ke orbit satelit AsiaSat 3S

Gambar 9: Hasil akhir pemasangan parabola Selesailah kita mengatur antena parabola. Kita akan mengatur STB. Karena pengaturan tiap merk STB berbeda-beda, gambar yang ditampilkan hanyalah sekadar acuan belaka. Pertama, masukkan konfigurasi antena pada STB, dan akhiri dengan mencari transponder serta channel yang disediakan pada satelit tersebut (otomatis ada pada STB masing-masing): a. Satellite: AsiaSat 3S; b. LNB Type: Standard (Frequency 5,150 MHz); c. 22 KHz: Off; d. Polarity: Auto.

Gambar 10: Mengatur konfigurasi antena Jika Anda tidak dapat menemukan transponder atau channel masukkan secara manual data salah satu TV, misalnya TV 5 ASIE: a. Frequency: 3.670 GHz; b. Polarity: HORIZONTAL (H); c. Symbol Rate: 26,000 symbols/second; d. FEC: 7/8; e. Name: TV 5 ASIE; f. Video PID: 1120; g. Audio PID: 1121; h. PCR PID: 1120. Jika Anda menemukan beberapa channel TV secara otomatis melalui fasilitas Search di STB pilihlah satu channel misalnya TV 5 ASIE.

Gambar 11: Kekuatan sinyal yang diterima Kemudian, aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi kedudukan piringan parabola. Pada gambar di atas, kekuatan sinyal yang semula hanya 20% setelah dikoreksi menjadi 73%, kualitas tetap 85% tetapi warnanya sudah hijau artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB yang saya miliki, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 80% dan bar persentase menunjukkan warna hijau (bisa berbeda di tiap STB). Setelah sepuluh langkah ini selesai dilalui, kita bisa mengulang pencarian transponder serta channel lain agar seluruh siaran bisa ditangkap. Ada 55 siaran TV gratis + 26 siaran radio gratis yang saya bisa nikmati (di luar siaran teracak yang jumlahnya mendekati 100). Setelah itu siaplah kita menikmati siaran dari luar negeri melalui satelit AsiaSat 3S dengan kualitas video tanpa cacat serta suara stereo yang membahana.

Gambar 12: Beberapa channel yang bisa ditangkap. Gambar di sini kurang cerah karena kamera digital memfoto langsung layar televisi Sangat puas bisa menemukan posisi satelit secara mandiri, biar pun sinyal yang diterima paspasan tetapi karena mencari dengan usaha sendiri, ada ilmu berharga yang bisa kita serap. Tantangan ke depannya adalah bagaimana mencari satelit untuk TVRO lainnya seperti Palapa C2, Panamsat 7 + 10, ST 1, Thaicom23, Apstar 2R, AsiaSat 2 serta Telkom 1. Mengganti C Band LNBF dengan antena receiver/transverter band amatir radio adalah hal yang mudah setelah Anda tahu posisi satelitnya berada di mana. Antena transmitter untuk komunikasi dua arah dengan satelit biasanya Yagi; tentunya mudah ditentukan arahnya dengan bantuan referensi posisi piringan parabola kita. Catatan: Pengaturan posisi piringan parabola ini hanya untuk menerima sinyal satelit Geostationer Earth Orbit (GEO) yang orbitnya di sekitar garis katulistiwa, bukan untuk satelit Low/Medium Earth Orbit (LEO/MEO) atau yang orbitnya tidak berada di garis katulistiwa.

Pedoman Dasar untuk Receiver Satelit


Sering terjadi bahwa Anda membeli receiver murah tanpa buku pedoman atau Anda kehilangan buku pedoman yang disertakan, dan sekarang Anda tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan receiver tersebut. Lusinan email kami terima setiap hari dalam bahasa yang jelas dan kebanyakan pengguna mempunyai masalah tentang cara mendapatkan saluran baru, menyusun atau menghapus saluran tersebut tanpa buku pedoman. Artikel ini akan mencoba membantu Anda menemukan dan menggunakan fungsi dasar pada receiver. Setelah itu, Anda bahkan akan dapat mengoperasikan fituryang lebih khusus, dengan cara coba dan coba lagi (try and error). Receiver satelit dirancang untuk penerimaan sinyal televisi, yang berarti harus dihubungkan ke pesawat TV, yang dapat digunakan sebagai OSD (on screen display). Dalam kenyataannya, sisi depan umumnya sangat sedikit dilengkapi dan hanya terdapat beberapa tombol dan peraga, hanya sangat sedikit receiver yang bisa menampilkan nama serta informasi lainnya melalui

tampilan alphanumeric, kadang-kadang tanpa tampilan sama sekali. Sehingga jika Anda adalah pehobi radio, Anda harus menyalakan TV untuk mengetahui saluran yang sedang didengarkan. Sisi depan umumnya kurang perlengkapan Beberapa receiver menyediakan sedikit tombol untuk mengoperasikannya tanpa kendali jarak jauh, namun tombol-tombol ini hanyalah duplikat dari yang ada di kendali jarak jauh, dengan satu pengecualian: beberapa di antaranya terdapat tombol on/off catu daya manual, yang juga kadang-kadang terdapat di sisi belakang. Tombol-tombol lainnya hanyalah saluran ke atas/bawah dan mungkin volume atas/bawah. Jika sebuah tombol khusus untuk masuk ke menu tersedia, umumnya tidak begitu berguna, karena tidak ada tombol angka pada bagian depan receiver sehingga tidak bisa menggunakan sebagian besar menu tersebut. Konektor yang tersedia berada di sisi belakang Untung saja, ada satu hal, yang serupa di semua receiver, yaitu menyediakan konektor (biasanya juga standar) pada sisi belakang. Umumnya, receiver sudah bisa digunakan jika hanya ada masukan sinyal dan keluaran video. Kabel antena harus dihubungkan ke masukan sinyal, umumnya diberi label masukan IF atau LNB-IN. Pesawat TV dihubungkan ke colokan Scart (di Eropa). Untuk wilayah lain, Anda dapat menggunakan keluaran Video melalui colokan RCA warna kuning (misalnya di USA). Beberapa receiver juga menyediakan keluaran RF dalam rentang UHF. Sinyal audio misalnya untuk keluaran radio dapat diambil dari colokan RCA warna putih dan merah (Stereo). Komputer Anda dapat dihubungkan melalui konektor 9 pin RS232. Kadang-kadang sebuah switch catu daya manual juga tersedia.

Hubungkan TV melalui Scart Setelah menghubungkan receiver dengan antena melalui masukan IF dan keluaran Scart ke pesawat TV, Anda dapat menyalakannya dan akan segera terlihat gambar. Jika Anda menggunakan pesawat TV lama yang tidak mempunyai masukan Scart atau video, Anda harus menghubungkannya melalui keluaran RF. Dalam kasus ini Anda harus mengatur saluran yang tepat pada TV terlebih dahulu (di Eropa umumnya saluran 38 UHF). Kadangkadang terjadi bahwa modulator receiver dan pesawat TV menggunakan tipe modulasi yang berbeda dan TV harus diatur terlebih dahulu. Maka Anda memerlukan TV lain untuk mengatur receiver dengan benar, sebelum menghubungkannya dengan TV tadi. Masukan Scart dan video seharusnya selalu menampilkan gambar dan jika Anda sangat beruntung, receiver Anda telah diprogram dengan daftar saluran dan Anda dapat segera menikmati tayangannya. Namun, jika muncul pesan aneh di TV, jangan panik, receiver tertentu memerlukan waktu beberapa detik sebelum menampilkan saluran pertama. Secara umum kami merekomendasikan Anda untuk melakukan pengaturan sistem yang baru, hal ini untuk membantu Anda untuk mengatur receiver dengan benar dan mendapatkan saluran yang baru, namun harus diperhatikan bahwa Anda memerlukan kendali jarak jauh untuk menggunakan seluruh fiturkhususpadareceiverAnda. Untuk membuka menu utama, carilah sebuah tombol, yang diberi label Menu atau Setup pada kendali jarak jauh. Kadang-kadang menu utama juga muncul jika Anda menekan tombol OK. Prosedur instalasi pada dasarnya sama untuk setiap receiver, tetapi menu yang diperlukan kadang-kadang diberi nama yang berbeda. 1. Search (atur satelit, pilih transponder, lacak saluran) 2. Edit (antena, transponder, sortir/hapus program) 3. Pengaturan Dasar (bahasa, keluaran video, atur waktu, PIN) 4. Informasi (status, reset pabrik, pembaruan peranti lunak, permainan) Pertama kali Anda harus mengatur bahasa OSD ke Bahasa Inggris. Hal ini akan membantu Anda menemukan tombol yang tepat pada kendali jarak jauh, yang umumnya diberi label dalam Bahasa Inggris. Lebih lanjut Anda bisa menghindari beberapa kebingungan, karena sering terjadi bahwa menu yang diterjemahkan terdapat teks yang asing dan sulit dimengerti. Juga buku pedoman kadang-kadang terdapat kesalahan terjemahan, yang membuatnya agak sulit bagi pemula untuk mengerti maksudnya. Setelah mengatur bahasa OSD, beberapa pengaturan dasar seperti pengaturan waktu atau keluaran video harus disesuaikan. Beberapa receiver meminta Anda untuk mengisi kode pin untuk mengakses menu ini, umumnya adalah 0000 atau 1234. Langkah selanjutnya, waktunya untuk pembersihan. Jika Anda membeli sebuah receiver bekas, mungkin terdapat ratusan saluran lama, bahkan sebuah receiver baru juga mungkin mengandung data yang kadaluarsa. Untuk itu sangat membantu jika melakukan reset pabrik. Reset pabrik yang penting umumnya terdapat pada setiap receiver Reset pabrik dapat ditemukan hampir pada setiap receiver dan biasanya hanya mereset data saluran dan beberapa pengaturan pengguna, data transponder dan satelit yang penting tidak akan terhapus, karena receiver menjadi tak berguna tanpa data tersebut. Akan tetapi, mempertimbangkan bahwa receiver dibuat beberapa bulan yang lalu atau bahkan beberapa tahun yang lalu, data transponder ini mungkin telah kadaluarsa dan Anda harus menambahkan transponder baru, yang dapat ditemukan di http://sattracker.mrtian.com/chart

Aktifkan fungsi "hanya FTApada saat pencarian saluran Jika Anda hanya memiliki receiver FTA yang tidak mempunyai rongga CI atau pembaca kartu, sangat berguna jika melakukan pencarian saluran yang hanya FTA. Umumnya hal ini dapat dilakukan pada menu pencarian dengan memilih hanya FTA. Ini akan membantu untuk mengendalikan daftar saluran dan jika Anda melacak beberapa satelit yang berbeda, Anda akan memenuhi memori saluran pada receiver dengan ratusan saluran teracak dan tidak diinginkan serta mengurangi tempat untuk saluran yang free to air, sebab kebanyakan memori saluran pada receiver terbatas pada 3000 saluran TV dan 1000 saluran radio. Kini, fungsi yang penting adalah mengatur dan memulai menala receiver Anda. Perbarui receiver Andamelalui PC dan Internet Adalah lebih mudah untuk mengatur daftar saluran receiver pada komputer daripada di receiver itu sendiri. Hanya dengan menghubungkan receiver Anda dan komputer melalui kabel RS232 (kabel silang) dan menggunakan program komputer seperti SetEdit atau beberapa program yang ditawarkan oleh pabrikan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hampir setiap pabrikan menyediakan situs di internet. Jika Anda tidak bisa menemukan situs dari pabrikan receiver Anda, cobalah menggunakan mesin pencari dan eksiklopedia seperti Google atau Wikipedia, namun biasanya Anda akan menemukan situs yang tepat dengan memasukkan nama pabrikan dengan .com atau dengan singkatan negara. Hati-hati ketika memperbarui peranti lunak receiver Akhirnya, saya mempunyai peringatan penting untuk Anda: Pabrikan menyediakan pembaruan peranti lunak baru untuk memperbaiki bugs yang baru ditemukan atau untuk meningkatkan fungsi receiver. Jika Anda beruntung, receiver Anda dapat diperbarui peranti lunaknya secara otomatis melalui satelit, namun kebanyakan model lama tidak menyediakan pilihan ini. Anda harus mengunjungi situs pabrikan, unduh peranti lunaknya dan memperbarui receiver Anda melalui konektor RS232 dan komputer. Dalam hal ini, harap pelajari informasi yang disediakan oleh parikan di situsnya dan periksa apakah Anda benar-benar mengunakan peranti lunak yang tepat bagi receiver Anda. Jika Anda menggunakan peranti lunak yang salah, receiver Anda mungkin akan menjadi rusak.

Satellite Finder
Satellite Finder adalah sebuah alat detektor signal, Alat ini mampu mendeteksi signal yang diterima oleh Antena Parabola dan sebuah LNB-C Band maupun KU-Band. Bagaimana cara menggunakannya ? Solusi buat anda pemula jika anda kesulitan dan belum tahu cara tracking antena parabola pertama persiapkan segala sesuatunya seperti Receiver maupun TV jika anda butuhkan, tapi sebenarnya alat ini tak membutuhkan televisi karena sudah mampu mendeteksi satelite dengan akurat :

Caranya sebagai berikut : Jika receiver anda masih belum terprogram alias blank chanel, tekan tombol menu, Installation, Antena configuration (setting satelit yang akan anda tangkap, LNB frekuency (Universal untuk KU dan 5.150 untuk C-Band). Pindah ke manual searching isi dan pastikan Frekuency,Polarity,Simbolrate,FEC (forward error code) . Connect a jump cable dari LNB ke input detektor kemudian sambungkan lagi coaxial cable dari detektor out ke receiver input. Tracking antena anda pada arah dimana satelite berada berdasarkan line garis katulistiwa, pada saat nya nanti detektor akan mengeluarkan suara beb..beb..beb..beb menandakan satelite telah terdeteksi. Jika satelite sudah terdeteksi adjust/trim potensiometer (volume) kekiri dan kanan pastikan level pada meter menunjukkan level 10, tetapi jika tetap tak mau menunjukkan level terakhir ubah atau putar posisi LNB anda. Selamat mencoba

LNB HIGH QUALITY SANTEC

Karakteristik L/O freq: 9.750-12.750GHz Output freq: 950 - 2.150 mhz (dB.5) Itulah namanya KU Band Universal buatan Taiwan ini tergolong LNB yang berkwalitas no wahid diantara single Universal LNB lainya. Bahkan LNB ini tahun 2006 dilarang peredaranya oleh Pemerintah kerajaan Arab, ribuan biji sudah dimusnahkan mengingat LNB ini dikategorikan dapat merusak mental kawula muda di Negeri Arab, mengapa demikian karena sebagian besar Channel esek2 mudah didapat 35 saluran channel Bluefilm nonstop. Hanya dengan antena ukuran 180 cm saja LNB ini dapat memberikan umpan signal dari sattelite manapun yang sangat

fantastic strong. Saya sendiri menggunakan LNB ini untuk menangkap satellite Turkisat dan Astra serta Hotbird 1-8 .

LNB with L/R Polarity


Satellite Yamal 202 dan polarisasi L/R, sejauh ini khusus Asian masih bisa menjangkau satellite yang konon diburu para maniak Parabola karena channel RENTv nya. Memang hanya itu satusatunya yang free alias FTA. Sedangkan untuk menjangkau Turkisat 2A dan Hotbird impossible karena beamnya tak sampai, padahal kedua satellite itu lebih banyak channel yang rusak dan bejat. Bagaimana cara menangkap satellite Yamal 202 dengan polarity yang menyimpang dari polarity satellite lainya, LNB apa yang cocok untuk satellite dengan polaritas left/right. Pada intinya polarity LNB itu sama saja V/L & H/R yang membedakan cara tracking dan pemasangan plat di dalam feed horn (resonator). Ada 4 macam Polarity yang perlu di fahami 1. Polarity Vertical : Medan magnetic dengan gelombang pancar tegak lurus dengan line khatulistiwa. 2. Polarity Horizontal : Medan magnetic dengan gelombang pancar sumbu sejajar dengan line khatulistiwa. 3. Right circular polarity : Rambatan medan magnetic melingkar ke kanan. 4. Left circular polarity : Rambatan medan magnetic melingkar ke kiri Pada umumnya jenis C-Band LNBF yang ada dipasaran saat ini sudah dilengkapi dengan Teflon sebagai pelengkap penyekat untuk polarity L/R bahkan bisa juga digunakan pada polarity V/H cuman signal quality nya kurang maksimal. Pada saat anda tracking Satellite Yamal 202 gunakan LNB merk apa saja ingat jangan lupa pasang pula skatnya untuk menghasilkan siqnal yang maksimal, jika belum ada skat/resonator cari dan usahakan untuk membelah telenan yang ada di dapur anda, ukuranya sama dengan lebar diameter feedhorn Contoh skat pada LNB dengan polarity L/R dapat anda lihat dibawah ini :

Antena Fixed
Apa yang dimaksud dengan antena Fixed adalah sebuah antena parabola yang terpasang secara permanent terhadap satellite transmitter. Apa kelebihan dan kekuranganya dan Bagaimana cara memanfaatkan antenna parabola ini agar dapat menangkap satellite lebih dari 2 sekaligus.mari kita bahas bersama : Kelebihan Antena Fixed : Dapat digunakan untuk menerima 3 satellite sekaligus tanpa harus menggerakkan antenna. Dapat menampilkan gambar dari semua TV dari satelit yang ditangkap dalam sekejap. Kondisi permanent sehingga tidak gampang goyah terhadap posisi. Signal quality dapat maksimum Kelebihan Antena Actuator: Bisa dimanfatkan menangkap lebih dari 5 satellite transmitter. Cukup menggunakan sebuah LNBF with KU (dwi fungsi) Lebih banyak Channel TV yang diterima. Tidak membutuhkan DiSEqc switch. Kelemahan Antena Fixed: Tidak dapat digunakan menangkap satelit lebih dari 5 Membutuhkan lebih banyak LNBF Channel yang diterima lebih sedikit Kelemahan Antena Actuator: Tidak dapat menampilkan gambar dalam sekejap dan harus menunggu posisi antenna fixed dulu. Sering berubah posisi Signal quality yang dihasilkan kurang maksimal Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan antara Antena fixed dan antenna yang menggunakan actuator. Saya kira anda bisa menilainya sendiri, yang jelas bagaimana cara memaksimalkan kebutuhan kita akan hiburan keluarga tanpa ada gangguan. Selanjutnya jika anda punya beberapa favorit satellite yang berdekatan saya sarankan menggunakan antenna fixed, apalagi anda tidak bisa cara tracking antenna dan setiap kali ada angin kencang anda harus panggil tukang pasang parabola kan payah, naik turun tangga bongkar genting dan lain sebagainya bisa-bisa kepala kejatuhan genting he..he..he Kombinasi Antena parabola fixed dengan 3 LNB sekaligus 1. Siapkan 2 LNBF C-Band dan LNB KU Band (sesuai kebutuhan) 2. Siapkan sebuah DiSEqc switch one by four for Digital equipment. 3. Channel master untuk LNB Langkah utama Pastikan bahwa anda mau menangkap siaran TV dari Satellite Asiasat 3S 105.5 satellite, Insat 4B 93.5 dan satellite insat 2E/4A 83. pasang LNB KU-Band anda dengan

channel master LNB pada prime focus Antena parabola anda lalu tracking antenna kearah satellite insat 4B dulu kenapa harus ini dulu karena posisi satellite ini ada di tengah diantara ketiganya jadi usahakan signal quality yang dihasilkan semaksimal mungkin kalau semua sudah selesai kencangkan semua baut penyangga antena tadi, usahakan agar antenna tidak bergerak lagi alias patent. Langkah kedua tracking ke satellite Insat 2E/4A setting dulu receiver anda dengan frekuency 3.643 Vertikal simbolrate 19.531 FEC 3/4 pegang LNBF C-Band anda, pasang kabelnya hubungkan dengan receiver poisisinya diatas sudut kanan (bj.timur) gerakkan LNB tadi sedikit demi sedikit perlahan sampai menghasilkan signal. Jika anda berhasil upayakan menggabung LNB tadi dengan apa saja agar posisinya tidak berubah bisa dengan lempengan besi atau apa saja asal tidak dari kayu. Langkah pertama dan kedua sukses project berikutnya tracking ke Asiasat 3S dimana letaknya ada dibawah LNB KU tadi yang terpasang ditengah, jadi posisinya sejajar dengan insat 2E/4A Cuma ini dibawahnya Insat 4B.93.5 agak ke sudut kiri. Untuk mempercepat proses mencari signal gunakan frekuency 4.020 simbolrate 27.250 FEC 3/4 tracking LNB yang lainya ke posisi itu sampai menghasilkan signal quality yang maksimum. Jika anda meninginkan satellite lain daripada yang saya sebutkan tadi gampang saja kunci utamanya anda harus tahu satu persatu posisi satellite nya berapa derajat, kira kira sendiri posisi meletakkan LNB sebagaimana yang saya contohkan tadi. Selamat mencoba

Wideband LNB
Karakteristik LNB KU Wideband sebagai berikut Lo Frequency 9.750 GHz dengan RF Frequency 10.750 GHZ - 11.800 GHz sedangkan pada Lo frequency 10.750 GHz RF Frequency nya 11.700 GHz - 12.750 GHz. Sepintas bentuknya pun terlihat aneh kan, memang kalau kita bandingkan dengan LNBF Universal yang pernah anda lihat atau pergunakan pada antena parabola anda. Begitulah tapi kalau anda pernah berjalan - jalan ke Eropa hal ini sudah terbiasa digunakan untuk menangkap satellite Astra dan Hotbird. LNB ini hanya bisa digunakan pada antena dengan beamwith yang lebar, minimum Antena yang digunakan untuk pemasangan LNB model ini sebesar 240 cm. Kemudian apa kelebihan dari LNB wideband dan bagaimana cara memprogram frequency pada Antena setting di receiver Kelebihannya Signal quality baik Vertical maupun Horizontal cukup strong dan stabil. Dapat digunakan oleh 3 receivers sekaligus. Dapat menangkap sinyal frequency tertinggi.

Perlu di ingat bahwa LNB Wideband ini tidak sama dengan Universal, pada LNB universal anda tinggal mencari sattelitenya kemudian auto search beres urusan dan gak ada masalah kecuali signal yang didapat kurang memuaskan. Bagaimana cara mengedit pada setup antena setting 1. Pilih antena 1 nama sattelite sembarangan posisi Diseqc pada port 3 Sat.frequency (universal) ganti dengan 9.750 GHz kemudian save. 2. Pilih antena 2 nama sattelite sembarangan posisi Diseqc pada port 4 sat.frequency (universal) ganti dengan 9.750 GHz kemudian save. 3. Pilih antena 3 nama satellite sembarangan posisi Diseqc pada port 3 sat. frequency (universal) ganti dengan 10.750 Ghz kemudian save. 4. Pilih antena 4 nama satellite sembarangan posisi Diseqc pada port 4 sat.frekuency (universal) ganti dengan 10.750 GHz kemudian save. Itu tadi cara mengedit pada setup antena setting, langkah berikutnya adalah searching channel, lalu bagaimana caranya ikuti langkah-langkah berikut ini. 1. Kembali ke setup setting antena no 1 tadi kemudian di ok kan untuk memulai memasukkan data frequency dari channel yang akan kita tala ingat jika polarity dari data aslinya Vertical rubah menjadi horizontal. 2. Setelah memasukkan frequency secara manual lihat signal, jika signal tidak ada pindahkan ke antena no 2 dengan frequency yang sama polarity bisa anda rubah untuk menampakan adanya signal. 3. Frequency dasar yang kita gunakan pada antena 1 dan 2 10.700 GHz hingga 11.800 GHz 4. Frequency dasar untuk antena no 3 dan 4 mulai dari 11.700 GHz hingga 12.750 GHz ingat anda hanya boleh merubah polaritas nya saja sedangkan frequency boleh anda turunkan dari 12.700 Ghz diturunkan 1.000 Ghz menjadi 11.700 GHz hal ini tak berpengaruhpada channel tapi berpengaruh pada posisi searching nya saja.

Sirkuler (L/R) atau Linear (V/H)


Jika Anda memperhatikan daftar satelit, Anda mungkin akan mendapatkan bahwa mayoritas transponder Ku-band beroperasi dengan polarisasi linear (vertikal atau horizontal) sedangkan mayoritas transponder C-band dengan polarisasi sirkuler. Apakah ada alasannya atau ada seseorang yang memulai cara ini dan yang lainnya mengikuti? Ya, ada. Namun sebelum kami coba untuk menjelaskannya, terlebih dahulu akan disampaikan tentang polarisasi secara umum. Gelombang Elektromagnetis merupakan kombinasi medan elektris dan magnetis. Yang 1. Polarisasi selalu muncul secara silmultan. Vektor medanGambar SirkulerPolarisasi elektris tegak lurus terhadap vektor medan

Linear

vs.

magnetis dan keduanya tegak lurus terhadap arah perjalanan gelombang. Dalam Gambar 1 gelombang elektromagnetis bergerak ke atas. Jika tidak terdapat perputaran fase antara vektor elektris dan vektor magnetis, kita mendapat polarisasi linear. Kita menyebut polarisasi vertikal atau horizontal bergantung pada orientasi vektor elektris terhadap garis khatulistiwa. Jika terdapat perputaran 90, kita mendapatkan polarisasi sirkuler. Perputaran 90 (positif atau negatif) berarti bahwa ketika medan elektris mencapai maksimum, maka medan magnetis sama dengan nol dan sebaliknya. Dapat dilihat di Gambar 1. Secara teori, jika mempunya nilai lain untuk perputaran fase (baik 0/180 maupun 90), kita mendapatkan polarisasi eliptikal, namun ini tidak digunakan dalam transmisi satelit sehingga kita tidak akan membahasnya di sini. Bergantung pada tanda sebelum 90, kita mendapatkan polarisasi sirkuler kanan (RHCP) atau polarisasi sirkuler kiri (LHCP). Sekarang, umumnya lebih mudah membuat LNBF yang berkinerja baik untuk sinyal polarisasi linear daripada untuk sirkuler. Itulah sebabnya mayoritas LNBF Ku-band menggunakan polarisasi linear. Salah satu kekurangan yang diketahui pada polarisasi linear adalah perlunya mengatur kemiringan (skew) LNBF bergantung pada lokasi geografisAnda. Hal ini tidak diperlukan untuk sinyal polarisasi sirkuler Anda hanya memasang LNBF di titik fokus piringan dan selesai. Kekurangan lain yang kurang diketahui tapi mungkin faktor yang lebih penting adalah kepekaan sinyal polarisasi linear terhadap rotasi Farraday yang disebabkan oleh medan magnetik bumi. Rotasi vektor EM tidak berpengaruh pada sinyal polarisasi sirkuler. Pengaruh Faraday menurun drastis terhadap frekuensi dan secara praktis diabaikan untuk Ku-band tetapi tidak untuk C-band! Itulah sebabnya, penggunaan polarisasi linear pada C-band lebih beresiko. Hal ini mungkin lebih penting ketika kita perlu mencakup wilayah yang dekat dengan medan magnetik bumi. Penyedia layanan menetapkan areal yang akan dicakupi. Jika areal tersebut mempunyai kemungkinan besar untuk mengalami cuaca buruk (hujan, salju) atau berlokasi di garis lintang yang tinggi (yang berarti jarak yang jauh menembus awan), mereka akan memilih C-band. Seperti yang Anda ketahui, C-band kurang peka terhadap kondisi cuaca buruk daripada Ku-band. Karena C-band peka terhadap pengaruh Faraday, polarisasi sirkuler merupakan pilihan yang lebih baik. Namun jika lokasi terletak di tengah garis lintang dan ukuran piringan merupakan perhatian utama (seperti kota-kota besar di Eropa), Ku-band akan menjadi pilihan. Karena tidak perlu khawatir terhadap pengaruh Faraday di sini, polarisasi linear akan membuat lebih mudah untuk menyediakan LNBF yang berkinerja tinggi. Sehingga, seperti yang dapat dilihat, terdapat alasan di balik pilihan polarisasi ini atau itu. Hal ini selalu mengenai kepastian penerimaan yang paling baik.

PEMANFAATAN ANTENA PARABOLA SEBAGAI PENANGKAP SINYAL WI-FI

TELEVISI

Antena Parabola Antena parabola adalah sebuah antena berdaya jangkau tinggi yang digunakan untuk komunikasi radio dan dan juga untuk radiolocation (RADAR), pada bagian UHF and SHF dari spektrum gelombang elektromagnetik. Panjang gelombang energi (radio) elektromagnetik yang relatif pendek pada frekuensi-frekuensi ini menyebabkan ukuran yang digunakan untuk antena parabola

masih dalam ukuran yang masuk akal dalam rangka tingginya unjuk kerja respons yang diinginkan baik untuk menerima atau pun memancarkan sinyal. Antena parabola berbentuk seperti piringan. Antena parabola dapat digunakan untuk mentransmisikan berbagai data, seperti sinyal telepon, sinyal radio dan sinyal televisi, serta beragam data lain yang dapat ditransmisikan melalui gelombang. Fungsi antena parabola adalah sebagai alat untuk menerima siaran televisi satelit Prinsip Kerja Parabola Bentuk antena yang seperti piring memantulkan sinyal ke titik fokus piringan tersebut. Di titik fokus tersebut ditempatkan sebuah alat yang disebutfeedhorn. Alat ini menjadi titik pusat untuk pemandu gelombang yang mengumpulkan sinyal di atau dekat di titik fokus dan mengubahnya menjadi low-noise block downconverter (LNB). LNB mengubah sinyal dari gelombang elektromagnetik atau gelombang radio menjadi sinyal listrik dan menggeser rentangnya dari Cband atau Ku-bandL-band. Antena parabola untuk penyiaran langsung menggunakan LNFB, yang mengintegrasikan feedhorn dengan LNB. Theoretical gain dari sebuah antena parabola meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensi. Gain yang sebenarnya bergantung dari banyak faktor, diantaranya hasil akhir permukaan parabola, akurasi bentuk, dan kesesuaian feedhorn. Nilai umum bagi konsumen yang memiliki antena parabola 60cm 11.75 GHz adalah 37.50 dB. Dengan menggunakan frekuensi lebih rendah seperti C-band, pembuat antena parabola memiliki pilihan lebih luas untuk bahan pembuatannya. Ukuran antena parabola besar yang dibutuhkan untuk frekuensi lebih rendah mendorong antena parabola untuk dikonstruksi dari lempengan logam dan kerangka logam. Pada frekuensi lebih tinggi desain tipe lempengan lebih sedikit meskipun beberapa desain menggunakan piringan padat. Miskonsepsi yang umum terjadi adalah LNBF, alat di depan piringan, menerima sinyal langsung dari atmosfer. Sebagai contoh, hitung mundur BBC News menunjukkan arus data merah diterima langsung oleh LNBF daripada diterima oleh piringannya lebih dulu. Seharusnya bentuk parabola akan mengumpulkan sinyal ke wilayah yang lebih kecil dan mengirimkannya ke LNBF. Piringan modern yang ditujukan untuk digunakan pada televisi rumahan umumnya berdiameter 43-80 cm. Antena parabola tersebut tidak bisa dipindah-pindahkan (fixed position). Ini berlaku untuk antena parabola untuk menerima sinyal Ku-band. Sehubungan dengan adanya layanan direct broadcast satellite, antena-antena parabola untuk keperluan rumah biasanya memiliki parabola C-Band yang memiliki motor. Diameter parabola ini sebesar 3 meter. Tujuan adanya motor adalah untuk menerima saluran-saluran dari satelit penyiaran yang berbeda. Piringan yang terlampau kecil untuk antena parabola masih memiliki gangguan, seperti gangguan sinyal akibat hujan dan gangguan dari satelit-satelit lain. Desain Sistem Parabola Untuk instalasi receiver di rumah, sebuah kabel digunakan untuk menghubungkan receiver dengan LNB. Receiver tersebut menggunakan penyedia dayaberbeda (14/18V) untuk memilih polarisasi dan pilot tones (22kHz) untuk menginstruksikan kepada LNB agar memilih satu dari dua gelombang frekuensi yang ada. Untuk instalasi yang lebih besar, setiap gelombang dan polarisasi diberikan kabel masing-masing. Maka, akan ada empat kabel dari LNB ke switching matrix. Switching matrix memungkinkan koneksi dari beberapa receiver berbeda dalam sebuah topologi bintang (star topology) yang menggunakan metode signalisasi signalling yang sama dalam sebuah instalasi receiver.

Kelebihan dan Kekurangan Parabola Menggunakan antena parabola dan koneksi satelit memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Kelebihan menggunakan antena parabola dan koneksi satelit adalah kualitas video dan kualitas audio yang lebih baik jika digunakan untuk menerima siaran dari televisi satelit. Bentuk antena parabola seperti piringan membuat transmisi lebih mudah diterima, sangat cocok untuk menangkap gelombang di tempat-tempat yang jauh dari pusat transmisi. Untuk televisi satelit, antena parabola sangat memudahkan untuk menangkap siaran, bahkan di tempattempat yang jauh dibandingkan menggunakan antena televisi biasa. Sedangkan kelemahan yang paling mempengaruhi antena parabola dan layanan satelit adalah harga yang mahal untuk peralatan yang dibutuhkan. Antena parabola juga tidak bisa langsung membagi saluran jika di dalam satu rumah memiliki dua atau lebih perangkat televisi. Semua televisi di suatu rumah akan menyiarkan program yang sama, karena tidak ada pembagian transmisi. Untuk melakukannya, dibutuhkan peralatan tambahan seperti tuner digital yang dapat membagi transmisi agar televisi berbeda di satu rumah mampu mengakses program yang berbeda. Kelemahan yang juga harus diperhatikan adalah gangguan cuaca. Antena parabola dapat mengalami gangguan dalam menerima transmisi jika cuaca terlalu buruk.

Wi-Fi Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant> (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat. Mode Akses Koneksi Wi-fi Terdapat dua mode akses koneksi wi-fi yaitu : 1. Ad-Hoc Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point. 2. Infrastruktur Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network). Digital Video Broadcasting DVB Card adalah penerima siaran TV satelit untuk komputer. Kualitas gambarnya setara dengan gambar DVD, bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan menonton melalui televisi. DVB Card ini dapat untuk merekam siaran TV satelit dengan hasil gambar kualitas digital. DVB Card ini juga dapat digunakan untuk akses internet via satelit baik yang bayar maupun yang gratis.

DVB Card ini dikenal sebagai penerima satelit digital, akan tetapi karena menggunakan komputer, maka perangkat ini dapat dimanfaatkan sebagai perangkat internet via satelit. Digital Video Broadcasting disingkat DVB merupakan konsorsium dengan anggota lebih dari 270 yang terdiri dari stasiun televisi, pabrikan, operator telekomunikasi, pengembang perangkat lunak, badan penyiaran, dari sekitar 35 negara yang berkomitmen untuk menyusun standar penyiaran televisi digital. Kini standar penyiaran televisi digital DVB diadopsi oleh negara-negara Eropa (Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Spanyol dan Swedia, Cina, Singapura, Taiwan dan Austraila). Jenis yang paling populer konten untuk DVB adalah televisi, yang terdiri dari aliran video, dan audio streaming, dan biasanya teleteks data dan EPG (Electronic Program Guide). Cara kerja Digital Video Broadcasting (DVB) Seperti penyimpanan digital dan sistem komunikasi, DVB menggunakan satu dan nol untuk mewakili konten yang sedang dikirim. Dengan bantuan deteksi dan koreksi kesalahan data yang tersimpan dalam sinyal itu sendiri, sinyal DVB lebih kuat untuk kebisingan, dan karenanya tidak mengalami gangguan dalam cara yang sama tidak seperti sinyal analog. Selain itu, sifat secara digital akan menjamin bahwa kualitas gambar yang sedang dikirim tidak terlihat buruk akibat kebisingan elektromagnetik yang diperkenalkan dari stasiun pemancar ke penerima entitas (misalnya set-top box). Hal ini menjamin gambar yang tajam yang hanya dibatasi oleh kualitas transmisi dan kualitas televisi (atau layar). Selain itu, keuntungan utama dari transmisi digital tidak terletak hanya pada isinya yang terbatas pada audio dan video, namun data seperti Internet paket, teleteks dan EPG informasi dapat disiarkan bersama dengan layanan lainnya. Tidak hanya itu, satu saluran (band frekuensi) dapat membawa sejumlah layanan (misalnya stasiun TV), tidak seperti transmisi analog yang hanya bisa membawa hanya satu stasiun TV per saluran. Inilah sebabnya mengapa satu set-top box (satelit, kabel atau terrestrial digital) dapat menyediakan layanan ratusan, termasuk radio, sementara transmisi analog (VHF atau UHF) hanya dapat memberikan sedikit didalam layanan. Low Noise Block (LNB) Low Noise Block (LNB) adalah antena penerima yang sering disebut piringan satelit parabola yang biasa digunakan untuk penerimaan satelit TV. Hal ini secara fungsional setara dengan antena dipol yang digunakan untuk sebagian keperluan penerimaan TV lain, meskipun sebenarnya berbasis Waveguide. Sedangkan antena dipol tidak dapat menyesuaikan diri dengan berbagai polarisasi pesawat tanpa diputar, LNB dapat diaktifkan secara elektronik antara penerimaan polarisasi horizontal dan vertikal. LNB biasanya tetap berada pada parabola. Antena Parabola sebagai Penangkap Wi-fi Jika kita ingin memanfaatkan parabola sebagai wi-fi sehingga kita dapat menggunakan internet secara gratis, kita dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan mudah. Peralatan yang dibutuhkan untuk mengakses internet melalui teknologi ini membutuhkan perangkat hardware, yaitu :

1.Komputer. Direkomendasikan untuk menggunakan Pentium IV (setara) dengan OS Win XP serta memori yang tinggi (sekitar 512) dan harddisk yang besar mungkin sekitar 80G. Jangan lupa untuk menyisakan 1 slot PCI untuk DVB Cardnya. Kenapa harus Pentium IV, karena kebutuhan Minimum untuk Hardware Computer: Clock speed adalah 700 MHz, Memory 128 MB, VGA 32 MB Hard Disk 40 GB Processor Celeron pun sudah mampu. Dibawah spesifikasi diatas mungkin bisa jalan tapi gambar akan terputus putus. 2.DVB Card Merupakan card slot PCI yang dapat dipasang pada komputer pada slot PCI yang tersedia. Untuk saat ini yang paling populer adalah merk SkyStar2. Dengan harga kurang lebih 800ribuan (per januari 2007). 3.Satu set parabola. Ada dua macam parabola, mesh dan solid. Bentuk parabola mesh adalah yang piringannya (dish) berlubang-lubang sedangkan yang solid, piringannyanya (dish) utuh. Untuk mesh biasanya penggunaannya pada C-Band dan solid pada KU-Band. Untuk harga, yang mesh (ukuran 10feet) dengan LNBnya atau yang solid (6 feet) dengan LNBnya. Untuk di Indonesia kurang populer channel dengan Ku-Band maka sebaiknya menggunakan parabola model Mesh. 4.Penggerak parabola (optional) Dengan adanya penggerak, parabola kita bisa bergerak ke arah barat-timur melalui remote. Perlu diketahui bahwa barisan satelit untuk broadcasting adalah menempati garis khatulistiwa. Jadi agar kita bisa menangkap satelit lebih banyak, maka kita harus mempunyai penggerak tersebut. Dengan penggerak tersebut, channel televisi yang bisa kita terima sekitar 300 channel. Tapi untuk data tidak semua satelit memancarkan. Dengan menggunakan penggerak kita bisa menangkap kurang lebih 18 satelit (tergantung lokasi). Ada yang bertanya, tanpa penggerak bisakah kita menangkap lebih dari satu satelit? Jawabannya, Bisa. Asalkan kita memasang lebih dari satu LNB pada parabola kita. Jadi satu LNB mewakili satu satelit. 5.LNB LNB untuk alat yang ada di ujung parabola ada 2 macam C-Band & KU-Band untuk di Jawa pakai C-Band. LNB sudah mendekati harga penggerak (yang kemampuannya bisa menangkap lebih dari 5 satelit). Dan untuk pemasangan 5 LNBF pada satu parabola memerlukan keahlian yang khusus.