Anda di halaman 1dari 33

Integumentum

Melapisi lapisan terluar pada tubuh

Integumentum terdiri dari : 1. Kulit 2. Kuku 3. Rambut 4. Kelenjar kulit : - Kelenjar Sudoriferous = yang memproduksi keringat - Kelenjar Sebasea = memproduksi minyak dan berfungsi menghambat masuknya bakteri - Kelenjar Ceruminous =menghasilkan kotoran telinga - Kelenjar Mammary = memproduksi susu

Fungsi Integumentum : Perlindungan : Kulit melindungi tubuh dari mikroorganisme, mencegah kehilangan cairan Pengatur suhu tubuh : adanya pembuluh darah dan kelenjar keringat dalam kulit Ekskresi : Zat berlemak, air dan ion dieksresikan melalui kelenjar kulit Metabolisme : Sintesis vitamin D untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang Komunikasi : stimulus dari lingkungan diterima oleh kulit melalui reseptor khusus yang mendeteksi sensasi berkaitan dengan suhu, sentuhan, tekanan dan nyeri.

Kulit
Fungsi : memberikan perlindungan kepada jaringan dibawahnya mencegah keluarnya cairan tubuh secara berlebihan pengaturan suhu Struktur kulit ada 3 lapisan : Kulit ari (Epidermis) Kulit jangat (Dermis/Korium/Kutis) Jaringan penyambung (subkutis/hipodermis/tela subkutanea)

Epidermis
Tersusun dari epitelium berlapis Secara umum terdiri atas : - Lapisan tanduk : lapisan mati dan selalu mengelupas - Lapisan Malpighi : terdiri dari sel-sel yang aktif membelah dan menghasilkan pigmen melanin Sel-sel epidermis disebut keratinosit Tidak ada pembuluh darah

Pada epidermis terdiri dari 5 lapisan : - Lapisan tanduk (Stratum Corneum) - Lapisan Bening (Stratum Lucidum) - Lapisan Berbutir (Stratum Granulosum) - Lapisan Malphigi (Stratum Spinosum) - Lapisan benih ( Stratum Germinativum atau Stratum Basale )

Stratum Corneum
Terdiri dari sel-sel mati yang berbentuk pipih dan tidak berinti, Protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk)

Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang membentuk barier terluar kulit yang berfungsi: - Mengusir mikroorganisme patogen. - Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh. - Unsur utama yang mengeraskan rambut dan kuku.

Stratum lucidium

Lapisan yang membantu mengurangi gesekan antara stratum corneum dan stratum granulosom. bersifat translusen sehingga dapat dilewati sinar (tembus cahaya). Proses keratinisasi

Proses keratinisasi
Keratinisasi merupakan suatu proses pembentukan lapisan keratin dari sel-sel yang membelah. Keratinosit dimulai dari sel basal mengadakan pembelahan, lalu sel basal akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum, makin ke atas sel menjadi makin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Makin lama inti menghilang, mengalami apoptosis dan menjadi sel tanduk Mekanisme pertumbuhan ini terutama dipengaruhi oleh hormon epidermal growth factor (EPF).

Stratum Granulosum

Sel dalam stratum granulosum telah kehilangan inti nukleus dan memiliki material sitoplasma yang berwarna hitam. Ada banyak aktivitas dalam lapisan ini seperti pembentukan protein keratin dan lemak

Stratum spinosum

Stratum spinosum
Lapisan epidermis yang paling tebal. Terdiri dari sel polygonal, besarnya berbedabeda karena ada proses mitosis Proses keratinisasi

Stratum basale

Stratum basale
Terdiri dari sel sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis. Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade. Lapisan terbawah dari epidermis. Mengadakan mitosis dan berfungsi reproduktif Terdapat melanosit (clear cell) yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin melindungi kulit dari sinar matahari. Dengan sitoplasma yang basofilik dan inti gelap, mengandung butir pigmen (melanosomes)

Proses terbentuknya melanin oleh melanosit

Dermis
Di dalam lapisan ini mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe, dan saraf dan juga lapisannya elastic, kelenjar keringat, fibrosanya padat dan terdapat folikel rambut.

Dermis terdiri dari 2 lapisan : Bagian atas, pars papilare (stratum papilar) Menonjol ke epidermis, terdiri dari serabut saraf, dan pembuluh darah yang memberi nutrisi pada epidermis yang diatasnya. Bagian bawah, pars retikulare (stratum retikularis) Menonjol ke arah sub kutan, serabut penunjang yaitu serabut kolagen, elastic dan serabut retikulus. Kolagen tugasnya memberikan kekuatan kepada kulit dan serabut elastic tugasnya memberikan kelenturan kepada kulit dan memberikan kekuatan pada alat disekitar kelenjar dan folikel rambut

Jaringan sub kutan


Lapisan ini mengandung jaringan lemak, pembuluh darah, dan limfe, saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit. Cabang dari pembuluh-pembuluh dan sarafsaraf menuju lapisan dermis. Jaringan ikat bawah kulit berfungsi sebagai bantalan atau penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh dan sebagai cadangan makanan.

Kelenjar Kulit
Dibagi menjadi 2, yaitu : a. Kelenjar sebasea
Ekrin

b. Kelenjar keringat
Apokrin

seruminosa

Mammae

Kelenjar Sebasea
untuk mengontrol sekresi

minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi lentur dan lunak. berbentuk seperti botol dan dan bermuara dalam folikel rambut Sebum (campuran lemak, minyak, dan pecahanpecahan sel) untuk melembabkan kulit

Kelenjar Keringat
Disebut juga kelenjar sudorifera Alat utama utk mengendalikan suhu tubuh Dibawah pengendalian saraf simpatik Dibagi menjadi 2, yaitu : a. ekrin b. Apokrin, terdiri atas :
kelenjar seruminosa Kelenjar Mammae

Kelenjar Eskrin
terdapat di semua kulit tubular simple dan berpilin dikendalikan oleh saraf simpatik berfungsi dalam pengaturan suhu tubuh

Kelenjar Seruminosa
terdapat pada telinga dan menghasilkan serumen atau getah telinga diproduksi pada membran rawan rawan yang ada pada saluran telinga berbentuk pipa dan mensekresikan minyak lilin yang disebut dengan seruminus

Kelenjar Mammae

untuk produksi air susu pada saat kehamilan

Homeostasis