Anda di halaman 1dari 35

RAHASIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA COPY KE . . . . . . DARI . . . . . .

COPY KEPOLISIAN DAERAH BALI DAERAH BALI DENPASAR, A P R I L 2013

Rencana Operasi : PEMILUKADA PROVINSI BALI - 2013 Nomor Penunjukan : R / Renops / : 1. 2. Peta Kedar Dokumen a. b. c. / IV / 2013 : Pulau Bali : 1 : 500.000 :

Undang Undang No : 1 tahun 1946 tentang KUHP; Undang Undang RI No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP; Undang Undang No. 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum; Undang Undang Darurat RI No. 12 tahun 1951 tentang Senpi, Amunisi dan bahan peledak; Undang Undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia; Undang Undang No. 15 tahun 2003 tentang terorisme; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 49 tahun 2008 tentang perubahan ke tiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; Undang Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang Undang No. 8 tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 3 tahun 2005 tentang perubahan atas undang undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang Undang;

d.

e. f. g.

h.

RAHASIA

i.

RAHASIA 2 Undang Undang No. 22 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum;

j.

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 44 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Belanja Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali Nomor : 217/Kpts/KPU-Prov.016/2012 tentang Perubahan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali Nomor : 02/KptsKPU-Prov-016/2012 tentang tahapan Program; Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Bali tahun 2013; Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2011 tanggal 26 Juni 2011 tentang Manajemen Operasi Kepolisian; Rencana Kerja Polda Bali Tahun 2013; Perkiraan Khusus Dit Intelkam Polda Bali Nomor : R/Kirsus/02/I/2013 tanggal 21 Januari 2013 tentang pelaksanaan Operasi MANTAP PRAJA AGUNG 2013 dalam rangka Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Bali.

k.

l.

m.

n. o.

Daerah Waktu Sandi Operasi I.

: Wita. : MANTAP PRAJA AGUNG 2013

SITUASI 1. Umum a. pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah merupakan peristiwa yang monumental bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia khususnya di Provinsi Bali, maka untuk kesekian kalinya Provinsi Bali akan melaksanakan Pemilukada tahun 2013; pemilihan Umum Kepala Daerah secara langsung menimbulkan beberapa kerawanan, yang kalau tidak secara dini diantisipasi oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) khususnya Polda Bali dan jajarannya yang bertanggung jawab atas keamanan penyelenggaraan RAHASIA

b.

RAHASIA 3 Pemilukada akan berpotensi menjadi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap pelaksanaan Pilkadakada secara aman, tertib, lancar dan demokratis; 3. c. antisipasi . . . . .

antisipasi kerawanan dari penyelenggaraan Pemilukada 2013 ini harus disusun secara konseptual, yang berisi langkah-langkah antisipatif dengan mempertimbangkan identifikasi kerawanan yang ada pada setiap tahapan penyelenggaraan Pilkada dan rencana penggelaran kekuatan yang akan dilaksanakan, sehingga akan dihasilkan suatu Rencana Operasi yang komprehensif dan mudah dipahami oleh seluruh anggota dilapangan; Polda Bali sebagai bagian integral dari Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama jajarannya bertanggung jawab atas pengamanan pelaksanaan Pemilukada Tahun 2013.

d.

2.

Khusus Trend perkembangan situasi Kamtibmas tahun 2011 dan tahun 2012 sebagai berikut : a. Trend Sutuasi Kamtibmas 1) N O 1 2 3 4 Trend Gangguan Kamtibmas. URAIAN KEJAHATAN PELANGGARAN GANGGUAN BENCANA JUMLAH TAHUN 2011 2012 7.922 8.511 208 279 682 724 32 86 8.844 9.600 TRAND 7,438 34,133 6,16 168,75 8,55

2) N O 1 2 3 4

Trend Gangguan Kamtibmas. URAIAN KONVENSIONAL TRANSNASIONAL KEKAYAAN NEGARA IMPLIKASI KONTIJENSI JUMLAH TAHUN 2011 2012 7.506 8.008 333 362 81 140 2 7.922 1 8.511 TRAND 6,69 8,71 72,84 - 50 7,43

RAHASIA

RAHASIA 4

3) Trend . . . . . .

3) N O 1 2 3 4 5 6

Trend Kejahatan menonjol. URAIAN CURAT CURANMOR CURANMOR ANIRAT PEMBUNUHAN NARKOBA JUMLAH TAHUN TRAND 2011 2012 816 637 - 21,94 89 67 - 24,72 344 403 17,15 16 7 - 56,25 12 15 25 330 332 0,61 1.607 1.461 9,09

b.

Data laka lantas a)


NO 1 2 3

Trend Pelanggaran lalu lintas


URAIAN TAHUN 2011 2012 TRAND (%)

PELANGGARAN TILANG TEGURAN JUMLAH

83.993 7.333 10.66 0 101.98 6

72.541 -13,63 65.264 -11 7.27 7 31,73 145.082

b) N O 1 2 3 4 5

Trend Kecelakaan Lalu Lintas URAIAN JUMLAK LAKA KORBAN MD KORBAN LB KORBAN LR KERUGIAN TAHUN 2011 2995 586 1.568 3.199
Rp. 5.975.105.000

2012 2730 594 1.299 2.919


Rp. 407.143.000

TRAND (%) - 8,85 1,37 - 17,16 - 8,75 - 93,19

RAHASIA

3. berikut :

RAHASIA 5 Tahapan Pemilu Kada Gubernur Provinsi Bali 2013 sebagai a. b. tanggal 4 s/d 12 Mei 2012, penyampaian Kartu Pemulih; tanggal 25 Mei s/d 17 Oktober 2012, penyusunan program dan anggaran Pemilu Kada Provinsi Bali 2013;

c) tanggal . . . . .

c. d.

tanggal 17 Nopember 2012, penerimaan DP4 dari Pemda; tanggal 1 Nopember s/d 16 Desember 2012, Pembentukan / pengangkatan dan pelantikan PPK, PPS dan petugas pemutahiran data pemilih; tanggal 28 Desember 2012 s/d 1 Januari 2013, pendaftaran calon perseorangan dan verifikasi dokumen dukungan; tanggal 16 Januari s/d 31 Maret 2013, pembuatan Kartu Pemilih; tanggal 31 Januari s/d 1 Pebruari 2013, pengumuman / pendaftaran pasangan calon yang diajukan partai politik; tanggal 15 Pebruari s/d 7 Maret 2013, pengesahan dan pengumuman DPS; tanggal 7 s/d 13 Maret 2013, perbaikan DPS / daftar pemilih tambahan; tanggal 19 s/d 21 pengumuman DPT; Maret 2013, pengesahan dan

e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p.

tanggal 29 Maret 2013, pengumuman pasangan calon yang memenuhi persyaratan; tanggal 29 s/d 31 Maret 2013, penetapan penentuan nomor urut dan pengumuman pasangan calon; tanggal 4 s/d 12 Mei 2013, penyampaian kartu pemilih; tanggal 28 April s/d 11 Mei 2013, Kampanye; tanggal 12 s/d 14 Mei 2013, masa tenang; tanggal 15 Mei 2013, pemungutan dan penghitungan di TPS; RAHASIA

q. r. s.

RAHASIA 6 tanggal 16 s/d 18 Mei 2013, perekapan suara ditingkat PPK ke KPU; tanggal 25 s/d 27 Mei 2013, perekapan suara dan penetapan pasangan calon terpilih; tanggal 28 s/d 30 Mei 2013, penyampaian gugatan oleh Pasangan Calon / pemohon; t. tanggal . . . . .

t. u. 4.

tanggal 31 Mei 19 Juni 2013, penyelesaian perselisihan hasil Pemilu oleh Mahkamah Konstitusi; tanggal 28 Agustus 2013, pelantikan pasangan Gubernur / Wakil Gubernur terpilih;

Kerawanan yang perlu diwaspadai. a. Pada tahap pendaftaran pemilih, perkiraan ancaman : 1) manipulasi data jumlah dan pemalsuan identitas penduduk (umur, status, dll) agar dapat didaftarkan sebagai pemilih; intimidasi sampai dengan tindakan fisik terhadap penduduk oleh masa kandidat Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah; pengancaman sampai dengan tindakan fisik terhadap petugas pendaftaran pemilih (anggota PPS) dari : a) orang orang yang kecewa karena dinyatakan memenuhi syarat sebagai pemilih / tidak masuk dalam daftar pemilihan tetap; pengurus Partai atau calon calon Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah yang kecewa karena tidak masuk dalam daftar pemilihan tetap; tindakan sabotase terhadap kegiatan PPS dalam melaksanakan proses pendaftaran pemilihan dari orang orang / kelompok yang ingin menghambat / menggagalkan jalannya Pemilukada; protes dari warga masyarakat karena adanya kesalahan dalam adiministrasi, antar lain RAHASIA

2)

3)

b)

c)

d)

RAHASIA 7 berupa duplikasi catatan, salah catat, tidak terdaftar dll; b. pada tahap Pendaftaran dan Penetapan Calon Kepala daerah dan Calon Wakil Kepala daerah, perkiraan ancaman : 1) 2) manipulasi data ( pemalsuan data identitas bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ); suap (money politic) yang ditujukan kepada pengurus parpol dari orang orang yang ingin dirinya atau orang yang didukung didaftarkan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah; 3) 3) suap . . . . .

suap (money politic) terhadap petugas KPUD dari orang orang yang ingin pasangan bakal calon yang diajukan agar ditetapkan sebagai calon Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah; pengancaman sampai dengan tindakan fisik (termasuk unjuk rasa) terhadap petugas KPUD oleh orang orang Parpol (termasuk massa pendukungnya ) yang kecewa karena pasangan bakal calon yang diajukan ditolak oleh KPUD karena dinyatakan tidan memenuhi syarat; protes dari parpol (massa pendukungnya) yang tidak lolos verifikasi; pengrusakan Kantor KPUD oleh simpatisan / kader parpol termasuk massa pendukungnya; pengrusakan data / dokumen hasil verifikasi; tindakan sabotase terhadap kegiatan KPUD didalam melaksanakan proses pendaftaran, verifikasi dan penetapan pasangan calon Kepala Daerah dan calon Wakil Kepala Daerah oleh orang orang / kelompok yang ingin menghambat / menggagalkan Pemilukada; pengancaman sampai dengan tindakan fisik (termasuk unjuk rasa) terhadap pengurus parpol oleh orang orang (termasuk massa pendukungnya) yang kecewa karena tidak didaftarkan sebagai bakal calon Kepala daerah / Wakil Kepala Daerah; RAHASIA

4)

5) 6) 7) 8)

9)

10)

RAHASIA 8 pengancaman sampai dengan tindakan fisik (termasuk unjuk rasa) terhadap ketua dan anggota KPUD oleh bakal calon (termasuk massa pendukungnya) yang tidak lolos verifikasi; pengancaman sampai dengan tindakan fisik terhadap calon Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah yang lolos verifikasi oleh bakal calon (termasuk pendukungnya) yang tidak lolos verifikasi; penyebaran fitnah (termasuk unjuk rasa) terhadap bakal calon Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah yang telah didaftarkan oleh massa yang digerakkan oleh orang orang yang tidak senang dengan pasangan bakal calon yang didaftarkan tersebut;

11)

12)

c. c.

pada tahap . . . . .

pada tahap Kampanye, perkiraan ancaman : 1) 2) 3) 4) pelanggaran jadwal kampanye diluar jadwal yang ditetapkan; pengrusakan terhadap alat peraga; pelanggaran tempat / lokasi Kampanye; pawai / arak arakan yang dapat mengganggu ketertiban umum antara lain : a) b) 5) 6) 7) 8) terjadinya pelanggaran lalu lintas; terjadinya kemacetan lalu lintas;

kerusuhan massa atau huru hara; jadwal kampanye yang bersamaan dapat mengakibatkan bentrokan antara pendukung; materi kampanye yang melanggar per Undang Undangan; tindakan lain yang dapat mengganggu pelaksanaan kampanye (pelanggaran ketentuan kampanye) seperti : a) b) penghinaan; penghasutan; RAHASIA

c) d) e) f) d.

RAHASIA 9 mengganggu keamanan dan ketertiban umum; mengunakan tindakan kekerasan / ancaman kekerasan; pengerusakan dll; money politic kepada massa untuk menghadiri kampanye;

pada tahap massa tenang, perkiraan ancaman : 1) 2) terjadinya rapat gelap; terjadinya Kampanye terselubung; 3) terjadinya . . . . .

3) 4) e.

terjadinya pelanggaran pemasangan alat peraga disekitar TPS; terjadinya pengancaman, penculikan, penganiayaan, teror dan sabotase;

pada tahap pemungutan dan penghitungan suara di TPS, PPS, PPK dan KPUD, perkiraan ancaman : 1) 2) 3) 4) 5) terjadinya pengancaman, intimidasi, penganiayaan dan perkelahian di TPS, PPS, PPK dan KPUD; terjadinya pembakaran di lokasi TPS; terjadinya pengursakan dan sabotase; upaya upaya untuk menghalangi / penghasutan terhadap pemilih dalam mengunakan hak pilihnya; terjadinya tindakan menghalang halangi / merintangi / mengancam / intimidasi terhadap saksi di TPS; terjadinya manipulasi suara dan pencurian terhadap kotak suara; pengerusakan TPS, logistik dan sarana pendukung penyelenggaraan Pilkada lainnya; keributan di TPS, Kantor PPS, PPK dan KPUD Kabupaten / Kota karena kekecewaan pemilih / massa atas pelaksanaan tugas KPPS, PPS, PPK dan RAHASIA

6) 7) 8)

RAHASIA 10 KPUD dalam penghitungan profesional; 9) 10)

suara

yang

tidak pisik

pengancaman sampai dengan tindakan terhadap anggota KPPS, PPS, PPK dan KPUD;

tindakan money politic terhadap anggota KPPS, PPS, PPK dan KPUD oleh pasangan calon / orang orang pendukung calon tertentu untuk memenangkan diri / calonnya didalam penghitungan suara dengan cara curang;

f.

pada tahap penetapan pasangan calon terpilih, pengesahan dan pelantikan pelantikan pasangan Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah terpilih dari perkiraan ancaman; 1) ancaman selebaran gelap / pamflet; 2) terjadinya . . . . . 2) terjadinya upaya pengrusakan, pembakaran, sabotase, unjuk rasa dan upaya lainnya yang dapat menggagalkan pelantika Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih; terjadinya upaya pembunuhan; penculikan, penganiyaan dan

3) 4) 5)

terjadinya tindakan penyalah gunaan senpi, amunisi dan bahan peledak; terjadinya keributan (unjuk rasa), pengancaman dan penganiyaan terhadap anggota DPRD pada saat sidang DPRD Kota / Kabupaten untuk mengusulkan calon terpilih kepada Mendagri untuk mendapatkan pengesahan dan pelantikan oleh orang orang (termasuk massa pendukungnya) yang kecewa karena calonnya kalah dalam Pemilikada; terjadinya kerusuhan massa pada saat pelantikan calon terpilih;

6) II. TUGAS POKOK

Polda Bali dan jajarannya dibantu oleh unsur TNI, instasi terkait dan mitra kamtibmas lainnya menyelenggarakan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan pola Pengamanan kegiatan masyarakat dan pemeliharaan keamanan dalam rangka Pengamanan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Bali tahun 2013 selama 29 (dua puluh sembilan) hari meliputi Kampanye, Masa RAHASIA

RAHASIA 11 Tenang, Pemungutan / Penghitungan suara dan Tahap Pengucapan Sumpah Janji/Pelantikan, dengan mengedepankan tindakan Preemtif dan Preventif yang didukung kegiatan intelijen dan kegiatan penegakan hukum sehingga terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif diseluruh wilayah hukum Polda Bali. III. PELAKSANAAN 1. Konsep Umum Operasi. Operasi Kepolisian Kewilayahan yang diselenggarakan Polda Bali dan jajaran dibantu TNI, instansi terkait serta mitra Kamtibmas lainnya dalam rangka Pengamanan Pemilu kada tahun 2013 adalah bersifat terbuka dalam bentuk Operasi pengamanan kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

2. 2. Tujuan, Sasaran Operasi dan Target Operasi. a. Tujuan Operasi 1)

Tujuan . . . . . .

Terselenggaranya pergerakan / distribusi surat suara dan kelengkapan administrasi surat suara Pemilukada tahun 2013 dengan aman dan lancar; terselenggaranya seluruh kegiatan tahapan Pemilukada Provinsi Bali tahun 2013 dengan aman, tertib dan lancar; terwujudnya dan tejaminnya rasa aman para penyelenggara dan peserta Pemilukada tahun 2013 serta masyarakat dapat hadir ke TPS untuk mengunakan hak pilihnya dengan tenang dan terbebas dari rasa takut akan ancaman dalam bentuk apapun;

2)

3)

b.

Sasaran Operasi 1) Orang : a) calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah beserta keluarganya, anggota PPS, PPK dan KPUD / Pamwaslu selama berlangsungnya Pemilukada Provinsi Bali tahun 2013 baik sebelum, pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilukada; RAHASIA

b)

RAHASIA 12 provokator baik perorangan / kelompok yang melakukan penghasutan perorangan / kelompok terhadap tokoh tokoh politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang tidak kondusif; LSM, Ormas dan Orpol yang tidak puas terhadap beberapa kebijaksanaan politik menjelang pelaksanaan Pemilukada Provinsi Bali tahun 2013; para pejabat pemerintahan (Pejabat Pemda, DPRD) yang mempunyai kepentingan tertentu sebagai akibat terdesaknya beberapa jabatan yang diduduki oleh beberapa tokoh Parpol khususnya yang belum mempunyai kemampuan profesional namun mempunyai dukungan mssa yang kuat;

c)

d)

e) e)

para . . . .

para juru kampanye yang mendukung masing masing pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerahnya; massa dari masing masing Parpol maupun pendukung para Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Bali.

f)

2)

Tempat : a) Kantor KPUD, Kantor Panwaslu, Gubernur, DPRD Provinsi Bali dan Pemda; Kantor Kantor

b) c)

tempat kediaman para calon Kepala Daerah Dan calon Wakil Kepala Daerah Provinsi Bali; lokasi tempat pemungutan suara (TPS), Kantor PPS, Kantor PPK, Kantor KPUD, tempat tempat penyelenggaraan kampanye baik didalam gedung maupun dilapangan / are terbuka serta route saat berkampanye; proyek proyek vital yang digunakan sebagai sarana kegiatan pemerintahan, politik dan swasta; RAHASIA

d)

RAHASIA 13 e) 3) tempat / lokasi berkumpulnya massa;

Benda : a) sarana dan prsarana / dokumen dokumen Pemilukada Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Bali tahun 2013 (kotak suara, surat suara dan logistik); dokumen dan sarana administrasi lainnya yang merupakan hasil pelaksanaan Pemilukada Provinsi Bali tahun 2013; selebaran gelap yang bertuliskan / berisi menjatuhkan salah satu pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; sarana transportasi / kendaraan yang digunakan oleh calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, kendaraan yang digunakan oleh massa pada saat pelaksanaan Kampanye; e) e) f) g) paket . . . . .

b)

c)

d)

paket, parcel dan surat pos (bingkisan); senpi, handak, amunisi, bom molotiv, sajam dan miras; serta peralatan lain yang digunakan untuk menimbulkan kekacauan stabilitas kamtibmas;

4)

Kegiatan. a) b) c) d) e) f) pendataan pemilih; pendaftaran calon Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; Kampanye; Pemungutan suara; Pelantikan; Giat lain yang berhubungan Pemilukada tahun 2013. dengan

c.

Target Operasi RAHASIA

RAHASIA 14 1) Terselenggaranya seluruh seluruh kegiatan tahapan Pemilukada Provinsi Bali tahun 2013 dengan aman, lancar dan tertib; terwujudnya situasi dan kondisi Kamtibmas yang aman, kondusif dan terkendali selama pelaksanaan Pemilukada Provinsi Bali tahun 2013.

2)

3.

Cara Bertindak (CB). a. melaksanakan deteksi dini dengan mengumpulkan bahan keterangan atau informasi guna mengantisipasi dan mencegah adanya ancaman dari pihak pihak yang akan mengganggu serta menggagalkan Pemilukada Provinsi Bali tahun 2013;

b.

melaksanakan . . . . .

b.

melaksanakan pencegahan dan penangkalan dengan kegiatan penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli serta melakukan bimbingan, penyuluhan atau penerangan kepada masyarakat dalam upaya membentuk opini yang menguntungkan bagi kegiatan operasi serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat guna mewujudkan dan memelihara sitkamtibmas sehingga Pemilukada Provinsi Bali dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan demokratis; melaksanakan penindakan berupa upaya paksa terhadap setiap pihak yang melakukan perbuatan yang dapat mengganggu atau menggagalkan pelaksanaan Pemilukada Provinsi Bali baik yang dilakukan secara perorangan maupun secara kelompok; melaksanakan penegakan hukum dengan kegiatan penyelidikan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, terutama peraturan perundang undangan tentang Pemilukada sehingga dapat mengungkap dengan tuntas setiap pelanggaran tindak pidana Pemilukada; melaksanakan kegiatan teknis dan taktis lainnya sebagai terobosan kreatif untuk mencegah dan menindak berbagai bentuk pelanggaran Pemilukada;

c.

d.

e.

RAHASIA

RAHASIA 15 4. Daerah Operasi. Daerah Operasi meliputi wilayah hukum Polda Bali. 5. Pentahapan Operasi. a. Tahap Persiapan 1) mempersiapkan, menginventarisir dan menyusun data awal operasi meliputi : a) peraturan perundang undangan dan ketentuan ketentuan lain tentang penyelanggaraan Pemilukada; tahapan atau jadwal Pemilukada; parpol pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali; TPS aman dan rawan. 2) analisa . . . . . 2) 3) analisa dan evaluasi data awal untuk ketajaman penentuan sasaran secara selektif prioritas; mempersiapkan piranti lunak dan piranti keras serta organisasi Satuan Tugas Operasi termasuk penyiapan Posko Operasi; penyiapan personil, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan; melaksanakan rapat koordinasi antar fungsi maupun antar instansi lintas sektoral terkait setempat; melaksanakan apel pengecekan kesiapan akhir atau gelar pasukan; melaksanakan latpraops; melaksanakan pergeseran personel ke daerah operasi atau tempat tempat yang ditentukan.

b) c) d)

4)

5) 6) 7) 8)

b.

Tahap pelaksanaan

RAHASIA

1)

RAHASIA 16 Rencana Manuver a) melaksanakan kegiatan deteksi dalam rangka pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang berkaitan dengan target operasi (TO) guna mengantisipasi / menanggulangi kemungkinan para pihak yang akan mengganggu / menggagalkan pelaksanaan Pemilukada Provinsi Bali tahun 2013; melaksanakan kegiatan pengamanan terbuka dan tertutup maupun pencegahan dan penangkalan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan, patroli selama pelaksanaan pemilukada Provinsi Bali tahun 2013; melaksanakan penegakan hukum dengan kegiatan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan ketentuan perundang undangan yang berlaku sehingga dapat mengungkap dengan tuntas setiap pelanggaran tindak pidana yang terjadi;

b)

c)

2) 2) Pengerahan Satuan Tugas. a) Satgas I (Satama) (1)

Pengerahan . . . . .

mengendalikan satuan tugas fungsi : (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) Satgas Satgas Satgas Satgas Satgas Satgas Satgas Satgas Lantas; Sabhara; Pamobvit; Binmas; Intelkam; Reskrimum; Reskrimsus; Resnarkoba;

(2)

melaksanakan turjawali serta penindakan pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Pemilukada; melaksanakan kegiatan meliputi kegiatan penjagaan, pengawalan pada : pencegahan pengaturan, dan patroli

(3)

RAHASIA

RAHASIA 17 (a) Kantor Panwaslu, Kantor KPUD, kantor Gubernur, Kantor DPRD dan tempat tinngal Cagub / Cawagub; (b) tempat penyiapan atau distribusi logistik Pemilukada, lokasi kampanye, penghitungan, rekapitulasi dan penetapan hasil pemilukada; tempat pelantikan Gubernur Wakil Gubernur terpilih; /

(c) (d)

melakukan sterilisasi pada tempat yang akan digunakan untuk pelantikan Gubernur / Wakil Gubernur terpilih;

(4)

melaksanakan pengawalan melekat terhadap Cagub dan Wacagub selama pelaksanaan Pemilukada; melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat luas untuk ikut berpartipasi aktif dalam Pemilukada serta ikut menjaga dan memelihara sitkamtibmas yang kondusif; (6) melaksanakan . . . . .

(5)

(6)

melaksanakan : (a) deteksi dini dengan kegiatan lidikpamgal, observasi, pemetaan, pulbaket/ informasi dan penajaman target operasi (TO) tentang kemungkinan adanya ancaman dan gangguan dari pihak pihak yang ingin mengganggu, menghambat dan menggagalkan pada semua tahapan Pemilukada; melakukan penggalangan terhadap tim sukses, kelompok pendukung maupun Parpol pendukung Cagub/Cawagub untuk siap menerima hasil Pemilukada secara damai dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum;

(b)

RAHASIA

RAHASIA 18 (c) melakukan pengawalan melekat terhadap Cagub / Wacagub; (7) menyelenggarakan : (a) penanganan tindak pidana Pemilukada dan atau tindak pidana lainnya; berkoordinasi dengan JPU dan Panwaslu dalam wadah sentra Gakkumdu Pemilukada dalam proses penanganan tindak pidana Pemilukada;

(b)

b)

Satgas II (Banops) (1) mengendalikan satuan tugas fungsi : (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) Satgas Satgas Satgas Satgas Satgas Satgas Satgas Brimob; Polair; Propam; Humas; TI Pol; Dokkes; Tahti;

2)

melaksanakan . . . . .

(2)

melaksanakan : (a) sterilisasi dan penjagaan pada tempat dan lokasi yang akan digunakan tempat pelantikan Gubernur / Wakil Gubernur terpilih dari ancaman /ledakan bom dan benda berbahaya lainya; kegiatan penindakan terhadap terjadinya kerusuhan atau gangguan keamanan selama pemilukada berlangsung; tugas back up kepada seluruh tugas Satgas I dalam rangka menghadapi peristiwa kontinjensi ( demo, keributan, tindakan anarkis);

(b)

(c)

RAHASIA

RAHASIA 19 (3) mendukung sarana angkutan perairan kepada satgas lainnya guna kelancaran operasi maupun distribusi logistik Pemilukada; melakukan : (a) pengamanan dan pemantauan terhadap personel operasi dari kemungkinan adanya keberpihakan kepada salah satu Cagub / Cawagub (menjaga netralitas; melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap personel yang terlibat dalam operasi.

(4)

(b)

(5)

melaksanakan peliputan / dokumentasi, press realase danpublikasi melalui media cetak / elektronik serta melakukan koter opini untuk kepentingan dan kelancaran operasi; menggelar sarparas komlek berupa jaringan komunikasi, menyipakan vedio Conference dan teleconference serta mengkoordinir dan mengatur pelibatan jaringan komunikasi diluar Polri (RAPI, Orari, Senkom dll);

(6)

(7)

melaksanakan . . . . .

(7)

melaksanakan pelayanan kesehatan lapangan dan evakuasi medik kepada personel yang terlibat operasi; memberikan BKO personel.

(8) c)

Satgas III (Baminops) (1) mengendalikan satuan tugas fungsi : (a) (b) (c) (d) (e) Satgas Satgas Satgas Satgas Satgas Sarpras; Rena; SDM; Keuangan; Binkum;

RAHASIA

RAHASIA 20 (f) Satgas Setum; (g) Satgas Yanma; (2) membantu menyalurkan dukungan materiiil, logistik, sarana dan prasarana bagi personel pengamanan serta kegiatan administrasi operasi; memberikan BKO personel.

(3) d)

Satgas Tugas Kewilayahan. Satgas Kewilayahan terdiri dari fungsi fungsi Polri dengan kekuatan personel yang mengamankan disesuaikan dengan karakteristik kerawanan daerah serta hakekat ancaman yang dihadapi di wilayah masing masing.

3)

Pola Pengamanan a) Pengamanan TPS : Pola pengamanan di TPS diatur dengan pembagian kekuatan ( Polri : Linmas : TPS ) sbb : (1) (2) (3) TPS Aman TPS Rawan II TPS Rawan I : 1 : 3 : 6; : 2 : 2 : 4; : 1 : 1 : 2;

b) b)

Kampanye . . . . .

Kampanye, kegiatan yang dilakukan : (1) melaksanakan himbauan terhadap pada Cagub / Cawagub, kader dan tim suksesnya agar turut memelihara ketertiban dalam berkampanye; melaksanakan deteksi dini kemungkinan adanya ancaman dan gangguan keamanan pada saat pelaksanaan kampanye; menjaga keamanan Cagub / Cawagub;

(2)

(3)

RAHASIA

RAHASIA 21 (4) menjaga dan mengamankan semua kegiatan kampanye baik terbuka maupun tertutup; (5) (6) melaksanakan turjagwali di lokasi atau ditempat kampanye; menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku kepada semua pihak yang mengganggu pelaksanaan kampanye.

c)

Masa Tenang, kegiatan yang dilakukan : (1) melaksanakan sosialisasi dan himbauan terhadap para calon, kader dan tim suksesnya agar tidak melakukan aktifitas politik pada masa tenang; melaksanakan deteksi dini kemungkinan adanya ancaman dan gangguan keamanan pada saat masa tenang; melaksanakan turjagwali pada lokasi / tempat rawan untuk mencegah munculnya gangguan keamanan; melaksnakan pengamanan terhadap proses pembersihan tanda gambar peserta Pemilukada; menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku kepada semua pihak yang mengganggu selama masa tenang; melakukan pergeseran personel menuju TPS; d) Pungut . . . . . kegiatan yang

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

d) dilakukan :

Pungut (1)

dan

hitung

suara,

melaksanakan deteksi dini kemungkinan adanya ancaman dan gangguan keamanan pada saat Pemungutan dan hitung suara; melaksanakan pengamanan TPS baik secara terbuka maupun tertutup bersama dengan unsur terkait lainnya serta membantu Panwaslu dalam menyelesaikan masalah yang timbul;

(2)

RAHASIA

RAHASIA 22 (3) melaksanakan patroli dan pemantauan disekitar TPS dan kawasan pemukiman yang ditinggal untuk melaksnakan pemungutan suara; melaksanakan menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku kepada semua pihak yang mengganggu selama pemungutan suara; mengawal dan mengamankan kotak suara serta administrasinya untuk dikompilasi ditempat yang sudah ditemtukan; melaksanakan patroli dan penjagaan ditempat / lokasi yang digunakan untuk penghitungan suara. / sumpah janji, kegiatan yang

(4)

(5)

(6)

e) Pelantikan dilakukan : (1)

melaksanakan deteksi dini kemungkinan adanya ancaman dan gangguan keamanan sebelum, pada saat dan sesudah pelantikan / sumpah janji dari pihak pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilukada; melaksanakan penjagaan dan pengawalan terhadap Cagub dan cawagub terpilih yang akan dilantik; melaksanakan pengamanan dengan kegiatan sterilisasi, pengaturan, penjagaan dan patroli pada kantor / tempat yang akan digunakan untuk pelantikan / sumpah janji baik secara terbuka maupun tertutup; (4) melaksanakan . . . . .

(2)

(3)

(4)

melaksanakan menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku kepada semua pihak yang mengganggu pelaksanaan pelantikan / sumpah janji.

c.

Tahap konsolidasi

RAHASIA

1)

RAHASIA 23 melaksanakan Wash Up / kaji ulang / evaluasi pelaksanaan Operasi secara keseluruhan dan menginventarisir kekuatan, data hasil Operasi; menarik kekuatan dari pelaksanaan Operasi; menyiapkan Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi

2) 3) 6.

Struktur organisasi dan penjabaran tugas penjabaran tugas (terlampir).

IV.

PENGENDALIAN 7. Instruksi dan Koordinasi. a. b. Hari H jam J pelaksanaan diberitahukan kemudian; Operasi akan ditetapkan /

pada tahap pemungutan suara personel yang bertugas pengamanan TPS sudah bergeser ke lokasi H 1 dan kembali H + 2; masing masing pejabat yang terlibat dalam struktur operasi agar menjabarkan pelaksanan tugas dalam Sprilakops / Springas sampai ketingkat yang paling bawah, dengan membuat polting anggota dan rengiat harian masing masing Satgas; perhatikan keamanan melakukan penindakan; personel terutama pada saat

c.

d. e.

patuhi prosedur operasi untuk menghindari kesalah pahaman baik dengan sesame petugas pengamanan maupun dengan masyarakat; penggunaan senpi sesuai dengan ketentuan perundang undangan dan prosedur yang berlaku; cegah sedini mungkin tindakan negative aparat pelaksana operasi dan hindari pelanggaran HAM; h. tanda . . . . .

f. g.

h. i.

tanda pengenal opersi mengunakan pita warna merah putih yang disematkan pada lengan kanan; penegakan hukum dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku secara konsisten, tegas dan humanis; RAHASIA

RAHASIA 24 j. k. pengawalan dan pengamanan barang bukti maupun tersangka agar dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku; melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan instansi lintas sektoral terkait maupun mitra kamtibmas lainnya untuk suksesnua Operasi; Operasi menggunakan AGUNG 2013. sandi operasi MANTAP PRAJA

l.

8.

Sistem Pelaporan. laporan dibuat oleh para kasatgas dengan format yang telah ditentukan, ditujukan kepada Kaopsda melalui Posko Operasi; a. Bentuk Laporan meliputi : 1) 2) 3) b. laporan harian; laporan segera; laporan akhir Operasi.

Waktu Laporan : 1) Laporan Harian : a) berisi laporan kegiatan pada hari berjalan, kegiatan / kejadian yang dilaksanakan / terjadi setelah laporan harian dikirim, dimasukkan dalam Laporan Harian hari berikutnya; dikirim dan sudah diterima di Posko Operasi Polda Bali paling lambat jam 20.00 Wib melalui pesawat fax nomor (0361) 233710 atau 0361 234609.

b)

2)

Laporan Segera : a) berisi laporan tentang kejadian menonjol yang terjadi, yang perlu segera diketahui oleh pimpinan;

b) b)

dikirim . . . . .

dikirim dalam waktu sesegera mungkin ke Posko Operasi Polda Bali, dan didahului dengan laporan lisan pertelepon kepada Kasatgasda / Wakasatgasda. RAHASIA

3)

RAHASIA 25 Laporan Akhir Operasi ( dibuat oleh Ka Anev ) Setelah berakhir operasi, segera dibuat laporan akhir pelaksanaan operasi yang ditujukan kepada Kapolda Bali dan dilanjutkan ke Mabes Polri.

9.

Jaringan Komunikasi a. Posko UtamaOperasi Polda Bali berada di Biro Operasi Polda Bali Jln W.R. Supratman No. 7 Denpasar, Telepon/Faximile 0361 233710; Sarana Komunikasi : 1) 2) Telepon / Fakximile nomor : 0361-7218154 dan 0217244540; Komsat mengunakan VSAT Flyaway dan Kommob Sistem Vidio Converence: Internet (via Website : www.bali.polri.go.id dan email : ro_ops_bali@yahoo.co.id; Internet (MIS Opsnal, Sislaphar); Sistem Monitor Kamera CCTV jalur pam VVIP; Sistem monitoring teknologi AVL GPS; kendaraan Patroli melalui

b.

Polda Bali; 3) 4) 5) 6) 7) 8)

Radio komunikasi sistem Trunking Radio Polda Bali (jalur K3I, Jarkomsus PJR se Bali dan Jalur Sispamta Polres/ta se Bali.

V.

ADMINISTRASI, PERSONEL, SARANA PRASARANA, PEDOMAN PENGERAHAN KEKUATAN DAN ANGGARAN 10. Administrasi. a. administrasi operasi mengunakan administrasi umum dan petunjuk operasi Kepolisian yang sudah ada; b. b. kebutuhan . . . . .

kebutuhan operasi diluar yang dialokasikan agar diajukan terlebih dahulu kepada Kapolda Bali selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi untuk mendapatkan persetujuan. RAHASIA

RAHASIA 26 12. Personel. Kekuatan yang dilibatkan : a. 11. Tahap Kampanye 5.634 :

Sarana dan Prasarana. a. mengunakan sarana dan prasarana serta perlengkapan organik yang tersedia sesuai dengan kebutuhan operasi dan hakekat ancaman. peralatan. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Kendaraan R2 : 9.069 Kendaraan R4 : 402 Kendaraan R6 : 28 Rantis : Speed boat : 10 Satwa anjing : Kendaraan R4 Ambulance : Tonkat Polisi : Borgol : Kelengkapan Damas : Kelengkapan Posko : unit; unit; unit; 6 unit; unit; 10 ekor 2 unit; 858 unit; 858 unit; 720 unit; 1 unit.

b.

12.

Pedoman pengerahan kekuatan. a. Pemilukada Provinsi Bali. 1) 2) 3) 4) 5) 6) b. kekuatan yang dilibatkan ditingkat Polda adalah 2/3 dari kekuatan organic; pelibatan kekuatan TNI adalah 1/5 dari 2/3 kekuatan organic Polda; Hansip / Linmas sesuai kebutuhan (hasil koordinasi dengan Pemda); kekuatan yang dilibatkan ditingkat Polres / ta adalah 2/3 dari kekuatan organic; cadangan kekuatan dari Polda 3 SSK; pelibatan kekuatan TNI adalah 1/5 dari 2/3 kekuatan organik Polresra / Polres;

Ketentuan penggunaan kekuatan TNI agar mempedomani ketentuan sebagai berikur; 1) bantuan TNI kepada Polri dengan status BKO; RAHASIA

RAHASIA 27 2) 3) 4) 5) bantuan TNI dalam rangka menanggulangi huru hara; mencegah dan

bantuan TNI dengan kemampuan penanggulangan terror, jihandak dan Polisionil; membantu pengamnan Obyek Vital Nasional, Obyek Vital Daerah dan sentra sentra ekonomi; tidak diberikan sector khusus (selalu bergabung dengan Satuan Tugas Polri) dan Kodal oleh Polri;

14.

Anggaran. a. b. Anggaran Operasi menggunakan didukung anggaran DIPA Spimda Polda Bali tahun 2013; penggunaan indeks jasa dan barang ketentuan petunjuk Polri yang sudah ada. sesuai dengan

VI.

PENUTUP Demikian Rencana Operasi Kepolisian Kewilayahan ini dibuat untuk dijadikan pedoman dalam perencanaan dan pelaksanaan Operasi MANTAP PRAJA AGUNG - 2013 Polda Bali dalam rangka Pengamanan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Bali Denpasar, Maret 2013

KEPALA KEPOLISIAN DAERAH BALI

Lampiran : A B C Paraf : 1. Konseptor / Karo Ops 2. Kasetum 3. Wakapolda : ...... :....... : ...... : SURAT PERINTAH : KIRSUS DIT INTELKAM : RENFUNG

Drs. ARIF WACHYUNADI INSPEKTUR JENDERAL POLISI

RAHASIA

RAHASIA 28

b. a. Penjabaran tugas. 1)

penjabaran tugas . . . . .

Penanggung Jawab Kebijakan Operasi a) Tugas. arah kebijakan operasi

(1) menetapkan kepolisian; (2) b) 2)

memberian direktif operasi Kepolisian;

penyelenggaraan

Pejabat Penanggung Jawab Kebijakan Operasi, Kapolda Bali.

Wakil Penanggung Jawab Kebijakan Operasi a) Tugas. (1) membantu tugas penanggung jawab kebijakan oeprasi dalam menetapkan arah kebijakan operasi Kepolisian; memberikan saran pertimbangan dan membantu pelaksanaan tugas penanggung jawab kebijakan operasi; dan mewakili tugas penanggung jawab kebijakan operasi apabila berhalangan dan melaporkan hasilnya pada kesempatan pertama;

(2)

(3)

b) 3)

Pejabat Wakil Penanggung Jawab Kebijakan Operasi, Wakapolda Bali. dan Pengendali Operasi

Kepala Perencana (Karendalops) a) Tugas. (1)

menerima arahan dan petunjuk dari penanggung jawab kebijakan operasi untuk diteruskan kepada jajaran pelaksana operasi;

RAHASIA

RAHASIA 29 (2) membantu penanggung jawab kebijakan operasi dalam mengendalikan operasi; (3) melaksanakan rapat koordinasi dengan fungsi yang dilibatkan / instansi terkait; (4) (4) (5) (6) (7) (8) (9) menyusun Renops; menyusun Sprinlakops; menyusun Renlat dan meyelenggarakan Latpraops; menyusun dan mengirim PO; menyiapkan format dan / atau belangko dan dokumen lain yang diperlukan; menyalurkan anggaran kepada yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku; Menyususn . . . . .

(10) melaksanakan pengecekan akhir dan pembagian dukungan sarana prasarana operasi kepolisian sesuai kebutuhan; (11) melaksanakan asistensi; supervisi dan / atau

(12) memantau setiap pentahapan operasi dan hasil yang dicapai; (13) memberikan petunjuk dan arahan secara langsung, melalui surat dan / atau voice data vedio (teleconference); (14) melakukan konsoliasi sumber daya yang digunakan dalam operasi kepolisian; (15) melakukan penilaian terhadap keberhasilan operasi kepolisian dengan berpedoman pada standar keberhasilan operasi kepolisian; dan (16) melaporkan hasil kepada penanggung jawab kebijakan operasi; b) 3) Pejabat Karendalops, Karoops Polda Bali.

Kepala Operasi Daerah (Kaopsda) RAHASIA

RAHASIA 30 a) Tugas. (1) melaksanakan Latpraops;

(2) (2)

menyiapkan . . . . .

menyiapkan ruang pengendali operasi yang berisikan tentang peta situasi, tugas pokok, pelaksanaan, administrasi, dan kodal operasi kepolisian yang ditempatkan di ruang pengendali operasi dalam bentuk digital; melaksanakan operasi; dan mengendalikan

(3) (4)

memimpin kegiatan Anev dan melaporkan hasilnya kepada penanggung jawab kebijakan operasi; dalam pelaksanaan tugas dibantu oleh Kasetops, Kapusdataops dan, Kasatgas; bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Kapolda Bali selaku penanggung jawab kebijakan operasi.

(5) (6)

b) 5)

Pejabat Kaops, Dirsabhara Polda Bali;

Wakil Kepala Operasi Daerah (Wakaopsda) a) Tugas (1) memberikan saran dan pertimbangan dan membantu pelaksanaan tugas Kaopsda; mewakili dan mengendalikan pelaksanaan operasi apabila Kaops berhalangan dan melaporkannya pada kesempatan pertama; mengkoodinir tugas yang dilaksanakan Karendalops, Kasetops dan Kapusdataops; dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kaopsda.

(2)

(3)

(4) b)

Pejabat Wakaopsda, Kasat Brimobda Bali. RAHASIA

RAHASIA 31 6) Kepala Sekretariat Operasi Daerah (Kasetops) a) Tugas (1) (2) menyelenggarakan adminstrasi operasi; menyusus rengiat harian dan mingguan Kaops; (3) (3) (4) menghimpun . . . . . harian dan

menghimpun rengiat mingguan Kasatgas; membuat mingguan operasi; laporan anev dan laporan

harian dan akhir hasil

(5)

dalam pelaksanaan tugasnya Kasetops dibantu oleh unsur administrasi dan sarpras dan berrtanggung jawab kepada Kaops;

b)

Pejabat : (1) (2) (3) (4) Kasetops, Kabag Binops Roops; Kaminops, Kasubbag Bagbinops Roops; Kasarprasops, Kasubbag Bagbinops Roops; Renminops Kermaops

Ka Anev, Ksb Pulahjianta Bagdalops Roops.

7)

Kepala Pusat Data Operasi (Kapusdataops) a) Tugas Posko dan laporan

(1) menyiapkan perlengkapannya; (2) (3)

menghimpun dan mencatat harian dari para Kasatagas;

memantau perkembangan situasi;

RAHASIA

RAHASIA 32 (4) menyiapkan akses komunikasi (voice data video / teleconference, internet, faximile, handy talky dan telepon; (5) b) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kaops.

Pejabat : (1) (2) Kapusdataops, Kabag Dalops Roops; Ka Posko, Anjak Roops Polda Bali;

8) 8) Kepala Satuan Tugas I (Kasatgas I) a) Tugas (1) (2) (3)

Kepala . . . . .

membuat rengiat harian dan mingguan satgas I; menetapkan CB taktis dan teknis satgas I; memimpin dan mengendalikan tugas satgas I berupa kegiatan deteksi dini serta lidikpamgal; bertanggung jawab atas tugasnya kepada Kaopsda. pelaksanaan

(4) b)

Pejabat : (1) (2) Kasatgas I, DirIntelkam Polda Bali; Kasatgas I, Pamen Ditintelkam Polda Bali.

9)

Kepala Satuan Tugas II (Kasatgas II) a) Tugas. (1) (2) (3) membuat rengiat harian dan mingguan Satgas II; menetapkan CB taktis dan teknis Satgas II; memimpin dan mengendalikan tugas Satgas II berupa pengamanan TPS,

RAHASIA

RAHASIA 33 pengamanan Perkantoran, Pengamanan Kampanye, pengamanan tempat tinggal dan Patroli; (4) b) bertanggung jawab atas tugasnya kepada Kaopsda. pelaksanaan

Pejabat : II, Kasubdit A Gasum Pelopor

(1) Kasatgas Ditsabhara; (2) (3) (4)

Wakasatgas II, Kaden Satbrimob Polda Bali;

Kasubsatgas Pam TPS, Ksbdt Bintibluh Ditbinmas Polda Bali; Wakasubsatgas Pam Brimob Polda Bali; (5) TPS, Wakasat

Kasubsatgas . . . . .

(5) (6) (7) (8) (9)

Kasubsatgas Pam Perkantoran, Kabag Binops Ditsabhara Polda Bali; Wakasubsatgas Pam Perkantoran, Pamen Satbrimob Polda Bali; Kasubsatgas Pam Kampanye, Kaden B Pelopor Satbrimob Polda Bali; Wakasubsatgas Pam Kampanye, pamen Ditsabhara; Kasubsatgas Pam Tempat Tinggal, Pamen Ditpamobvit Polda Bali;

(10) Wakasubsatgas Pam Tempat Tinggal, Pama Ditsabhara Polda Bali; (11) Kasubsatgas Patroli Ditsabhara Polda Bali; ; Pamen

(12) Wakasubsatgas Patroli, Pama Sabrimob Polda Bali; 10) Kepala Satuan Tugas III (Kasatgas III) a) Tugas. (1) membuat rengiat harian dan mingguan Satgas III;

RAHASIA

RAHASIA 34 (2) (3) menetapkan CB taktis dan teknis Satgas III; memimpin dan mengendalikan tugas Satgas III berupa pengendalian massa dan selalu dalam keadaan siaga guna mengantisipasi dan menanggulangi trend perkembangan gangguan kamtibmas; bertanggung jawab atas tugasnya kepada Kaopsda. pelaksanaan

(4) b)

Pejabat : (1) (2) Kasatgas III, Kasatbrimobda Bali; Wakasatgas III, Kasubdit Ditsabhara Polda Bali; 11) Dalmas

Kepala . . . . .

11)

Kepala Satuan Tugas IV (Kasatgas IV). a) Tugas (1) (2) (3) membuat rengiat harian dan mingguan Satgas IV; menetapkan CB taktis dan teknis Satgas IV; memimpin dan mengendalikan tugas Satgas IV dengan kegiatan penyelidikan dan penyidikan berupa pemanggilan, penangkapan, penahanan, penggeledahan dan penyitaan serta pemeriksaan tersangka dan saksi pelanggaran Pemilukada dan menyerahkan berkas berkara ke JPU; bertanggung jawab atas tugasnya kepada Kaopsda. pelaksanaan

(4) b)

Pejabat : (1) (2) Kasatgas IV, Dirreskrimum Polda Bali; Wakasatgas Polda Bali. IV, Wadir Reskrimsus

13)

Kepala Satuan Tugas V (Kasatgas V) RAHASIA

RAHASIA 35 a) Tugas (1) (2) (3) membuat rengiat harian dan mingguan Satgas V; menetapkan CB taktis dan teknis Satgas V; memimpin dan mengendalikan tugas Satgas V berupa pasukan, dukungan tenaga medis / kesehatan, pengamanan personel, penggelaran sarana telekomunikasi, binluh, publikasi hasil pelaksanaan operasi dan kendaraan angkutan yang sewaktu waktu dapat digerakkan selama pelaksanaan operasi; bertanggung jawab atas tugasnya kepada Kaopsda. pelaksanaan

(4) b)

Pejabat : (1) (2) Kasatgas V, Kabid TI Pol Polda Bali; Wakasatgas V, Wakasat Brimob Polda Bali. IV. PENGENDALIAN . . . . .

RAHASIA

Anda mungkin juga menyukai