Anda di halaman 1dari 30
OLEH : AMALIA
OLEH : AMALIA

OLEH : AMALIA

POKOK BAHASAN/TOPIK 1. Pendahuluan 2. Balok bertulangan tunggal 3. Pelat 4. Balok bertulangan Rangkap 5.

POKOK BAHASAN/TOPIK

1. Pendahuluan
2. Balok bertulangan tunggal
3. Pelat

4. Balok bertulangan Rangkap

5. Geser pada balok

6. Kolom

7. Pondasi Telapak

8. Beton Pra tegang (prestress)

PERATURAN ‐ PERATURAN YANG DIGUNAKAN : RSNI ‐ T ‐ 12 ‐ 2004 Perencanaan struktur

PERATURANPERATURAN YANG DIGUNAKAN :

RSNI ‐ T ‐ 12 ‐ 2004 Perencanaan struktur beton untuk jembatan RSNI ‐ T
RSNI ‐ T ‐ 12 ‐ 2004 Perencanaan struktur beton untuk
jembatan
RSNI ‐ T ‐ 02 ‐ 2005 Pembebanan untuk jembatan

PENDAHULUAN

BETON BERTULANG
BETON BERTULANG
MATERIAL PEMBENTUK
MATERIAL PEMBENTUK
PENDAHULUAN BETON BERTULANG MATERIAL PEMBENTUK BETON BAJA TULANGAN
BETON
BETON
BAJA TULANGAN
BAJA TULANGAN

Kelebihan Beton Bertulang

1. Bahan-bahannya mudah didapat.
1. Bahan-bahannya mudah didapat.
2. Harganya lebih murah.
2. Harganya lebih murah.
3. Mudah dibentuk sesuai dengan keinginan arsitek.
3. Mudah dibentuk sesuai dengan keinginan arsitek.
4. Tidak memerlukan perawatan.
4. Tidak memerlukan perawatan.
5. Lebih tahan terhadap api/suhu tinggi.
5. Lebih tahan terhadap api/suhu tinggi.
KELEMAHAN Beton Bertulang 1. Kekuatan tariknya rendah. 2. Membutuhkan acuan perancah selama pekerjaan berlangsung. 3.

KELEMAHAN Beton Bertulang

1. Kekuatan tariknya rendah.

2. Membutuhkan acuan perancah selama pekerjaan berlangsung.

3. Stabilitas volumenya relatif rendah

SISTEM BETON BERTULANG Sifat Material Beton : Kuat terhadap tekan (fc’) Lemah terhadap tarik, Kuat

SISTEM BETON BERTULANG

Sifat Material Beton :

Kuat terhadap tekan (fc’) Lemah terhadap tarik, Kuat tarik langsung beton

f ct

= 0,33

f 'c
f 'c

, kuat tarik lentur

(Ps. 4.4.1 RSNI T-12-2004) Getas/britle Modulus elastisitas beton normal = Regangan maksimum = 0,003

f cf

= 0,6

f 'cf cf = 0,6

Ec = 4700

f ' c ' c

Lanjutan Sifat Material Beton :

Massa jenis beton (berat isi) beton normal = 2400 kg/m 3

Angka poison/poisson ratio RSNI T-12-2004)

ν = 0,2

(Ps. 4.4.1.6

BENTUK DIAGRAM TEGANGAN REGANGAN BETON (source :

Nuroji’s slide)

Stress

(MPa) ’ f c ε’ cu Strain (0.003) f ct
(MPa)
f c
ε’ cu
Strain
(0.003)
f ct

Where:

f c

f ct

E c

ε cu

compression stress of concrete (based on cylinder specimen)

Modulus of elasticity of concrete 4700 f c ’ (MPa)

Ultimate compression strain of concrete

=

= tension stress of concrete 0.5 f c ’ (MPa)

=

=

12 80 800 11 10 68.9 70 700 9 600 60 8 55.1 500 50
12 80 800 11 10 68.9 70 700 9 600 60 8 55.1 500 50
12
80
800
11
10
68.9
70
700
9
600
60
8
55.1
500
50
7
6
41.3
400
40
34.4
5
300
30
4
27.6
20.7
3
200
20
2
100
10
1
0
0
0.001
0.002
0.003
0.004
Compression strength of concrete, fc’, ksi
kgf/cm 2
MPa

KULIAH

Strain, in/in (mm/mm)

0 0.001 0.002 0.003 0.004 Compression strength of concrete, fc’, ksi kgf/cm 2 MPa KULIAH Strain,
0 0.001 0.002 0.003 0.004 Compression strength of concrete, fc’, ksi kgf/cm 2 MPa KULIAH Strain,
0 0.001 0.002 0.003 0.004 Compression strength of concrete, fc’, ksi kgf/cm 2 MPa KULIAH Strain,

10

RENDAH : fc’ 10 MPa s/d 20 MPa Sedang : fc’ 20 MPa s/d 40
RENDAH : fc’ 10 MPa s/d 20 MPa Sedang : fc’ 20 MPa s/d 40
RENDAH : fc’ 10 MPa s/d 20 MPa Sedang : fc’ 20 MPa s/d 40
RENDAH : fc’ 10 MPa s/d 20 MPa Sedang : fc’ 20 MPa s/d 40
RENDAH : fc’ 10 MPa s/d 20 MPa
Sedang : fc’ 20 MPa s/d 40 MPa
MUTU BETON
Tinggi : fc’ 50 MPa s/d 70 MPa
Sangat tinggi : > 70 MPa

RSNI -T-12-2004 ps. 4.6.2.2 Untuk bagian beton yang diperkirakan akan mengalami abrasi (keausan) akibat lalu lintas disyaratkan harus

memiliki kekuatan tekan fc’ yang tidak kurang dari nilai yang

sebagaimana disyaratkan dalam Tabel 4.6 - 2

Tabel 4.6 – 2 Persyaratan kekuatan beton untuk abrasi

 

Bagian bangunan dan/atau jenis lalu lintas

Kuat tekan minimum fc ’ [MPa]

Jalan untuk pejalan kaki dan sepeda

20

Perkerasan dan lantai jembatan yang berhubungan dengan:

 

1.

Lalu lintas ringan yang menggunakan ban hidup

 

(karet berisi udara), untuk kendaraan yang mempunyai berat sampai 3 ton

20

2.

Lalu lintas menengah atau berat (kendaraan yang

 

mempunyai berat lebih besar dari 3 ton)

25

3. Lalu lintas yang tidak menggunakan ban hidup

35

 

Harus diperkirakan,

4. Lalu lintas dengan roda baja

tetapi tidak kurang dari

35

Sifat Material Baja Tulangan : Lemah terhadap tekan Lentur/ductile Kuat terhadap tarik Modulus elastisitas baja
Sifat Material Baja Tulangan : Lemah terhadap tekan Lentur/ductile Kuat terhadap tarik Modulus elastisitas baja
Sifat Material Baja Tulangan : Lemah terhadap tekan Lentur/ductile Kuat terhadap tarik Modulus elastisitas baja

Sifat Material Baja Tulangan :

Lemah terhadap tekan

Lentur/ductile

Kuat terhadap tarik

Modulus elastisitas baja = 200.000 MPa

Tegangan leleh baja : Fy = 240 MPa, Fy = 300 MPa, Fy = 400 MPa

Gambar diagram tegangan regangan Baja tulangan (source : Nuroji’s slide) Stress Upper yield stress f

Gambar diagram tegangan regangan Baja tulangan

(source : Nuroji’s slide)

Stress

Upper yield stress f su f y E st 1 Tensile rupture E Not to
Upper yield stress
f su
f y
E
st
1
Tensile rupture
E
Not to scale
1
ε y
Strain
ε sh
Strain-hardening
Plastic

Elastic

BENTUK TEGANGAN REGANGAN BAJA TULANGAN BERBAGAI MUTU

BENTUK TEGANGAN REGANGAN BAJA TULANGAN BERBAGAI MUTU
BENTUK TEGANGAN REGANGAN BAJA TULANGAN BERBAGAI MUTU
f s (MPa) f y2 = 400 MPa 400 f y1 = 240 MPa 240
f s (MPa) f y2 = 400 MPa 400 f y1 = 240 MPa 240
f s (MPa)
f y2 = 400 MPa
400
f y1 = 240 MPa
240
f s
E s =
ε s
ε y1
ε y2
ε s
Where :
= stress of steel
= strain of steel;
;
= yield stress
f s
f y
= yield strain
ε s
ε y

E s = Modulus of elasticity = 200.000 MPa

For

:

ε s < ε y ε s ≥ε y

f s = E s . ε s f s f y

elasticity = 200.000 MPa For : ε s < ε y ε s ≥ε y f

BentukBentuk Baja tulangan untuk beton :

1. Tulangan polos

Bentuk ‐ Bentuk Baja tulangan untuk beton : 1. Tulangan polos
Bentuk ‐ Bentuk Baja tulangan untuk beton : 1. Tulangan polos

2. Tulangan ulir

2. Tulangan ulir
2. Tulangan ulir
2. Tulangan ulir
3. Kabel (strand)/tendon. Biasanya digunakan untuk beton prategang.
3. Kabel (strand)/tendon. Biasanya digunakan untuk beton prategang.
3. Kabel (strand)/tendon. Biasanya digunakan untuk beton prategang.

3. Kabel (strand)/tendon. Biasanya digunakan untuk beton prategang.

3. Kabel (strand)/tendon. Biasanya digunakan untuk beton prategang.
3. Kabel (strand)/tendon. Biasanya digunakan untuk beton prategang.
3. Kabel (strand)/tendon. Biasanya digunakan untuk beton prategang.
4. Jaring kawat baja (wiremash), merupakan sekumpulan tulangan polos atau ulir yang dilas satu sama

4. Jaring kawat baja (wiremash), merupakan sekumpulan tulangan polos atau ulir yang dilas satu sama lain sehingga membentuk grid. Biasanya digunakan pada lantai/slab dan dinding.

polos atau ulir yang dilas satu sama lain sehingga membentuk grid. Biasanya digunakan pada lantai/slab dan

SELIMUT BETON

Fungsi :

Mencegah korosi

Mencegah lelehnya baja bila terjadi kebakaran Tebal selimut beton menurut RSNI T-12-2004 Ps. 4.6.3

Tabel 4.6.7 Selimut beton berdasarkan diameter tulangan

No

Letak Struktur Beton

Diameter Tulangan

Selimut

(mm)

Beton (mm)

 

Cor langsung di atas tanah dan selalu

Bebas

 

1

berhubungan dengan tanah

70

2

Yang berhubungan dengan tanah atau cuaca

D19 s/d D56

50

<

D16

40

3

Yang tidak langsung berhubungan dengan tanah atau cuaca

   

a. Pelat, dinding dan pelat berusuk

D44 dan D56

40

<

D36

25

b. Balok dan Kolom

Tulangan Utama, pengikat, sengkang, lilitan spiral > D19

40

c. Komponen struktur cangkang dan pelat

25

<

D16

20

JARAK/SPASI TULANGAN

RSNI T-12-2004 ps. 5.1.1.7

Jarak bersih minimum antara tulangan sejajar, seikat tulangan dan sejenisnya tidak boleh kurang dari:

a) 1,5 kali ukuran nominal maksimum agregat; atau

b) 1,5 kali diameter tulangan; atau

c) 40 mm

Jarak bersih antara tulangan yang sejajar dalam lapisan tidak

boleh kurang dari 1,5 kali diameter tulangan atau 1,5 kali diameter seikat tulangan.

JARAK/SPASI TULANGAN

a. Jarak (spasi) bersih antar tulangan, min = db atau min 25 mm

b. Jarak (spasi) bersih untuk tulangan berlapis, min = db atau min 25 mm

tiap lapis

c. Jarak (spasi) bersih untuk tulangan tekan, min = 1,5 db atau min

40 mm

db
db

(a)

1.5 db min db db (b) (c)
1.5 db min
db
db
(b)
(c)
BENTUK ‐ BENTUK STRUKTUR BETON BERTULANG 1. STRUKTUR SEDERHANA / SIMPLE BEAM (a) ( b

BENTUKBENTUK STRUKTUR BETON BERTULANG

1. STRUKTUR SEDERHANA / SIMPLE BEAM

BETON BERTULANG 1. STRUKTUR SEDERHANA / SIMPLE BEAM (a) ( b ) Gambar Struktur sederhana (a)

(a)

BETON BERTULANG 1. STRUKTUR SEDERHANA / SIMPLE BEAM (a) ( b ) Gambar Struktur sederhana (a)

(b)

Gambar Struktur sederhana (a) Jembatan (b) shelter

2. STRUKTUR LENGKAP / PORTAL (a) (b) (d) (c) (e) Gambar Struktur Lengkap (a) Portal

2. STRUKTUR LENGKAP / PORTAL

2. STRUKTUR LENGKAP / PORTAL (a) (b) (d) (c) (e) Gambar Struktur Lengkap (a) Portal (b)

(a)

(b)
(b)
2. STRUKTUR LENGKAP / PORTAL (a) (b) (d) (c) (e) Gambar Struktur Lengkap (a) Portal (b)

(d)

2. STRUKTUR LENGKAP / PORTAL (a) (b) (d) (c) (e) Gambar Struktur Lengkap (a) Portal (b)
(c)
(c)

(e)

Gambar Struktur Lengkap (a) Portal (b) Portal dengan dinding geser (c) Portal dengan setback (d)
Gambar Struktur Lengkap (a) Portal (b) Portal dengan dinding geser
(c) Portal dengan setback (d) Jembatan busur (e) jemabatan Gantung
KRITERIA PERENCANAAN 1. Struktur harus kuat di dalam memikul beban yang bekerja 2. Ekonomis 3.

KRITERIA PERENCANAAN

1. Struktur harus kuat di dalam memikul beban yang bekerja 2. Ekonomis 3. Struktur harus memenuhi syarat kenyamanan ( sesuai fungsinya/ serviceability ). 4. Mudah perawatannya (durabilitas tinggi)

KEKUATAN DAN KEMAMPUAN LAYAN STRUKTUR BETON BERTULANG

Struktur dan komponen struktur harus direncanakan kuat memikul beban-beban yang bekerja.

Struktur dikatakan kuat bila kuat rencana minimum sama dengan

kuat perlu yang dilakukan dengan cara mereduksi kekuatan nominal bahan dan memperbesar beban yang bekerja dengan faktor tertentu, atau dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut :

φR ≥ γ .Q

n

ii

Ø : Faktor reduksi

R n

i : Faktor pembesaran

wi : Pengaruh beban yang bekerja

: Kekuatan nominal dari material elemen struktur

Kombinasi Pembebanan
Kombinasi Pembebanan

Faktor pembesaran beban disebut dengan KUAT PERLU atau U.

Sesuai dengan Ps. 9 RSNI T 02-2005, Kombinasi pembebanan pada jembatan beton adalah :

dengan KUAT PERLU atau U . Sesuai dengan Ps. 9 RSNI T 02-2005, Kombinasi pembebanan pada

KUAT RENCANA

Kuat rencana komponen struktur yang memikul beban lentur, geser, normal, dan torsi dihitung dengan cara mengalikan kekuatan nominal dengan faktor reduksi kekuatan, ø.

RSNI T-12-2004 Faktor reduksi kekuatan, ø dtentukan sebagai berikut :

Lentur

0,80

- Geser dan To rsi

0,70

- Aksial tekan

* dengan tulangan spiral

0,70

* dengan sengkang biasa

0,65

- Tumpuan beton

0,70