Anda di halaman 1dari 48

Air dan sanitasi

Gambaran Umum Air dan Sanitasi dalam Kondisi darurat

Tujuan Pembelajaran:
1 Peserta mengetahui hal hal yang berhubungan dengan air dan sanitasi pada bencana 2 Dapat menjelaskan kegiatan apa saja yang dilaksanakan dalam bidang air dan sanitasi pada fase emergency 3 Dapat melaksanakan Kegiatan Air dan Sanitasi di daerah bencana

Mengapa Air Penting..?


Di DUNIA Air Kebutuhan dasar yang paling utama Anak-anak meninggal Setiap hari 6000 (1/15 dtk) Satu Milyar Penduduk Kekurangan ketersediaan air sebagai kebutuhan dasar Hanya bisa hidup 3 hari tanpa air minum Merendahkan derajat wanita, Waktu, Tenaga

Air dan Sanitasi dlm kondisi darurat terdiri dari :


Ketersesdiaan Air Pembuangan Tinja Pengedalian Vektor (hama) Pengelolaaan Sampah Padat Pengelolaan limbah Medis Penanganan Mayat Pengelolaan limabh Cair/domestik Drainase Penyuluhan Kesehatan

Sources: The Sphere Project (2004) Humanitarian Charter and Minimum Standards in Disaster Response WEDC (2002) Emergency Sanitation: Assessment and Programme Design, Loughborough University, UK

Assessmen Wat-San
Apa Kebutuhan yang harus dipenuhi?
Penyediaan air Sanitasi Higiene

Dimana sumber air dalam keadaan normal? Bagaimana perilaku normal dalam Wat-San? Apa kapasitas masyarakat lokal/sumber daya?

Prinsip Kegiatan Darurat


Assessment Supply air dan kebutuhan sanitasi di lokasi penduduk yang terkena bencana. Rancang dan bangun system tanggap darurat untuk kebutuhan penyuluhan kesehatan Bekerja dengan berkolaborasi dengan pihak yang terkait dan terlibat dalam penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pendekatan yang terintegrasi pada penduduk yang terkena dampak. Pastikan sistem keberlanjutan di tempat yang dikenakan pelayanan watsan untuk kegitan jangka panjang Pastikan berjalan lancar semua terlibat (partisipatif) dan memperhatikan isu gender

Penyediaan Air
Sumber air Water treatment Penyimpanan Transportasi Distribusi

Jenis Sumber Air


Air Permukaan Termasuk Mata Air, Sungai, Danau, Kolam Air Tanah Dalam umumnya jernih, disebut SUMUR Dangkal tergantung pada musim Air Hujan

Pertimbangan Kualitas dan Kuantitas

Segera Lindungi Sumber air untuk meminimalisir resiko terkontaminasi Sediakan air dari segi kuantitas dan kualitas Jangka Menengah Perbaiki kualitas air dari segi fisik dan biologi Perbaiki jalur masuk untuk jaringan distribusi dan fasilitas penampungan

Analisa Kualitas Air Pemeriksaan Fisik (Warna, Rasa, Bau) Pemeriksaan Kimia ( PH, Chlor,Ni,Na, Fe, dll) Pemeriksaan Bakteriologis Kepercayaan masyarakat (Air direbus)
Masalah Utama Air terkontaminasi oleh bakteri E- Colli (tercemar oleh Tinja)

Tingkat Ketersediaan Air


Tingkat ketersediaan utk bertahan hidup (SPHERE) Respon segera pada masa darurat Tingkat ketersediaan jangka panjang (W.H.O) Pelayanan masa darurat dan pendampingan perbaikan/penyediaan sumber air untuk jangka panjang

Indikator Penyediaan Air (SPHERE)

Paling kurang 15 liters air per orang per hari Paling kurang 1 titik air per 250 orang Waktu tunggu maksimal 15 Jarak maksimal 500 meter Undisinfected: max. 10 FC / 100ml Air dari pipanisasi: klorine 0.2 0.5 mg/l Rumah tangga: penampungan air yang cukup

Air Siap Minum/Botol, dan Pendistribusian

Watsan dalam Kondisi Darurat

Respons Komunitas Palang Merah

Specialized water ERU

Mengapa menampung Air?

Untuk Proses Pengolahan Mengatur distribusi Untuk stok air, keamanan, kekurangan Bahan bakar, dll

Jenis Bak Penampung

ERU Uganda 1996

ERU Venezuela 2000

ERU Indonesia 2004

Transportasi Peralatan

Pelatihan Penyediaan Air Siap Minum

Pelatihan Sanitasi

Pelatihan Analisa Kualitas Air

Pelatihan Perawatan Pompa

Peltihan Distribusi dg Penyediaan Titik Air

Pelatihan Pengangkuatan air di Truk

Cara Pengiriman

Memperhatihkan Jarak dan keamanan bagi pengambil air (wanita dan anak-anak) Keberlangsungan Dapat dijangkau Melibatkan Laki dan Perempuan dalam kelompok Memperhatikan jalur masuk pada kelompok yang minoritas & Rentan

Resiko Yang Berkaitan dengan Kesehatan:


Masalah : Kekurangan Air Kasus yang Parah Kematian karena Dehidrasi Kualitas air karena Faktor Kimia Rasa yang beda ata adanya warna- menimbulkan efek kronis, keracunan atau terakumulasi menjasi penyakit kanker (jk. Panjang) Kualitas Air karena Faktor Biologi Material Pembawa Bakteri Pathogen (E-Colli) menyebabkan penyakit diare, cholera menimbulkan efek akut (Jk. Pendek)

Community health perspective:


Msls epid
HIS SAR/First Aid HIT/CHW/TBA/VOL Community health Community Basic Healthhealth Care Basic Health Care Epid/disease control Referral System Social Welfare, eg UAM Water & Sanitation Epidemic Control Reprod Health/HIV Water & Sanitation Pych Supp Vector control

Malaria

Diarrhoea

Anemia

Injur

Nutr

Acute Respir Infect

Penyakit yang berhubungan dengan Air


Kolera, Tipus, Diare Cacing Tambang Cacingan, scabies (penyakit kulit) Malaria, Demam berdarah Water stress

Rata- rata angka Kematian pertahun yang disebabkan oleh diare sebanyak 2.2 juta Pada umumnya orang sakit (dinegara berkembang) karena mengkonsumsi air yang kotor dan berada dilingkungan yang buruk. 40% oPenduduk di dunia tingal dekan dengan pinggir sungai.

Kerangka Kerja Kesehatan Dasar untuk Penyakit Diare

Promotive

Air Bersih, Sanitasi Dasar, kemananan makanan, pendidikan kesehatan, kesehatan anak Pendidikan (Kesehatan pribadi, imunisasi. Dehidrasi, dukungan nutrisi, (terapi pengobatan) Nutrisi, rehabilitasi

Preventive Curative Rehabilitative

Penyuluhan Kesehatan
Tipe pesan Media untuk menyampaikan pesan Tindak lanjut Perubahan perilaku
4 Pesan Kunci :
Penggunaan kakus yang sesuai

konsumsi air yang aman Safe water/food handling Cuci tangan

Pertimbangan Penyuluhan Kesehatan


Berdasar pada kebutuhan Berbagi tanggung jawab Menjangkau semua penduduk Target prioritas pada kebiasaan yang buruk dan beresiko Memelihara fasilitas Lingkungan Kumuh

Source: The Sphere Project (2004) Humanitarian Charter and Minimum Standards in Disaster Response

target kita

Sanitasi
Mengapa penting dalam situasi bencana? infrastruktur lokal/setempat rusak/hancur masyarakat tidak terawat dan banyak yang sakit Orang menjadi rentan terhadap penyakit kepadatan penduduk kondisi tempat tinggal yang buruk

Latrines/Kakus

Latrines/Kakus

Indikator Pembuangan Kotoran Manusia (SPHERE)

Maksimal 20 orang per toilet


Jarak toilet maksimum 50 meter dari pemukiman or tidak lebih dari 1 menit berjalan Penggunaan toilet diatur perkeluarga dan atau dipisah sesuai jenis kelamin jarak fasilitas cuci tangan dekat dengan toilet dan dilengkapi sabun mudah dibersihkan dan minimalisasi perkembangan nyamuk dan lalat

Pengendalian Vektor

Tempat-tempat potensial perkembangbiakan Perilaku yang mendukung tempat perkembangbiakan atau peningkatan jumlah vektor Mempertimbangkan ukuran yang sederhana dan efektif sebelum intervensi oleh tim ahli Data kesehatan penting untuk identifikasi dan monitoring permasalahan vektor

Pengendalian Vektor (hama)

Pemgelolaan Sampah Padat


Sampah domestik
Limbah medis

Observasi perilaku masyarakat dalam manajemen sampah padat


Identifikasi pihak yang bertanggung jawab dalam manjemen sampah padat Memilih area yang cocok untuk pembuangan sampah padat

Pengumpulan Sampah

Saluran Air

Air Permukaan

RT
Titik air dan air limbah Rembesan Kakus dan Saluran

Air hujan

Permasalahan kesehatan Keuntungan Saluran air skala kecil vs. Saluran air skala besar

Hygiene Practices

TERIMAKASIH