Anda di halaman 1dari 52

HIZBIYYAH LUQMAN BA ABDUH

(TERJEMAHAN BARU UNTUK SERI DUA)



Telah Mengidzinkan Penyebarannya:
Syaikhunal Allamah Yahya bin Ali Al Hajury
Syaikhunal Fadhil Abu Amr Abdul Karim Al Hajury,
Syaikhunal Fadhil Abu Bilal
Syaikhunal Fadhil Abu Abdillah Thoriq Al Khoyyath Al Badaniy
Dan Syaikhunal Mufid Abu Hamzah Muhammad Al Amudy,
Ditulis dan diterjemahkan Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsi Al Indonesiy afallohu anhu
Di Darul

HIZBIYYAH LUQMAN BA ABDUH
(TERJEMAHAN BARU UNTUK SERI DUA)
Telah Mengidzinkan Penyebarannya:
Syaikhunal Allamah Yahya bin Ali Al Hajury -hafizhohulloh

Telah diperiksa Oleh:
Syaikhunal Fadhil Abu Amr Abdul Karim Al Hajury,
Syaikhunal Fadhil Abu Bilal Kholid Al Hadhromy,
Syaikhunal Fadhil Abu Abdillah Thoriq Al Khoyyath Al Badaniy
Dan Syaikhunal Mufid Abu Hamzah Muhammad Al Amudy,
-hafizhohumulloh-

Ditulis dan diterjemahkan Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsi Al Indonesiy afallohu anhu
Di Darul Hadits Dammaj Yaman
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2

HIZBIYYAH LUQMAN BA ABDUH
(TERJEMAHAN BARU UNTUK SERI DUA)
Telah Mengidzinkan Penyebarannya:
hafizhohulloh-
Syaikhunal Fadhil Abu Amr Abdul Karim Al Hajury,
Kholid Al Hadhromy,
Syaikhunal Fadhil Abu Abdillah Thoriq Al Khoyyath Al Badaniy
Dan Syaikhunal Mufid Abu Hamzah Muhammad Al Amudy,
Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsi Al Indonesiy afallohu anhu

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3

PENDAHULUAN
Segala pujian yang sempurna bagi Alloh. Dan aku bersaksi bahwasanya
tiada sesembahan yang benar selain Alloh dan bahwasanya Muhammad itu
adalah hamba dan utusan-Nya. Wahai Alloh limpahkanlah shalawat dan
salam kepada Muhammad dan keluarganya, kemudian daripada itu:
Seri yang kedua untuk terjemahan kitab Inbiatsut Tanabbuh Bi Inkisyafi
Hizbiyyati Luqman Ba Abduh sudah ana tulis dan ana sebarkan sekitar dua
tahun yang lalu, akan tetapi belum ana masukkan ke situs Al Ulum As
Salafiyyah. Berhubung file yang ada pada ana telah rusak, dan beberapa
teman yang ana kirimi file juga tidak mengirimkan salinannya pada ana
setelah diminta, maka ana dengan taufiq Alloh taala memulai lagi
penerjemahan seri kedua, berdasarkan naskah yang telah diperiksa oleh
Syaikhuna Abu Abdillah Thoriq Al Khoyyath Al Badaniy -hafizhohulloh-.
Dammaj, tanggal 25 Robiul Awwal 1431 H.
Selamat menyimak.

BAB KEENAM: PUJIAN LUQMAN TERHADAP SEBAGIAN
HIZBIYYIN
Luqman Ba Abduh hadahulloh- berkata: Asy Syaikh Abdurrohman Al
Adniy min afadhilil ulama di Yaman sudah dijelek-jelekkan yang tadi sudah
saya ceritakan sebelumnya sedikit tentang beliau hafizhohullohu taala-
sudah divonis sebagai hizbiy([1]). Bagaimana sikap masyayikh? Asy Syaikh
Abdulloh dinyatakan sebagai maling padahal kedua syaikh ini luar biasa
pembelaannya terhadap manhaj dakwah Ahlussunnah, menentang ahlul
batil, memiliki musuh-musuh Islam: sufi, sururiy dan yang lainnya.
Jawaban pertama: Kami katakan padamu sebagaimana firman Alloh taala:
(@%(#q?$ydN6uZyd /b)OGZ2 % |
Katakanlah: Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang
yang benar. (QS. Al Baqoroh: 111).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4

Manakah kaset-kaset dan tulisan-tulisan kedua orang itu dalam
membantah tokoh-tokoh shufiyyah, sururiyyah, Abul Hasan, Sholih Al
Bakriy, dan yang lainnya? Tidak mustahil kedua punya sedikit desah
bantahan terhadap mereka. Akan tetapi jika dikatakan bahwa keduanya
mencapai kedudukan Pembelaan terhadap manhaj Ahlussunnah yang luar
biasa harus diteliti kembali. Barangkali itu cuma ada dalam igauan
Luqman Ba Abduh yang akan didustakan oleh orang yang mengenal dekat
kedua anak Mari tersebut dan menyertainya. Kalau Alloh menghendaki
niscaya aku sebutkan ucapan-ucapan sebagian ucapan tokoh-tokoh utama
Yaman yang menyebutkan lemahnya kecemburuan kedua anak Mari
tersebut dalam memerangi hizbiyyin.
Jawaban kedua: Sungguh Syaikhmu Abdulloh Mari itu maling atau
koruptor, sama saja, kamu menyetujui ucapan ini atau menolaknya. Dan di
antara contohnya adalah bahwasanya Abdulloh bin Mari telah meminta
kepala Jamiyyah Shoyyadil Khowar (jamiyyah nelayan yang ada di
Khowar) di Syihr agar Jamiyyah ini ikut ambil bagian menyumbang
pembangunan atap yang tinggi dari masjid At Taqwa, maka sang kepala
memberinya seratus ribu real (sekitar lima juta rupiah). Namun setelah
serah terima uang mestinya mereka ambil untuk membangun atap menara
masjid At Taqwa, ternyata mereka tidak juga melaksanakan
pembangunannya sedikitpun sampai sekarang (sekitar tahun 1428 H([2]))
padahal sudah lewat hampir tiga tahun. (lihat risalah At Tajawwul karya
Akhunal fadhil Muhammad Ba Roidiy Al Hadhromiy -hafizhohulloh- hal. 6-
7).
Luqman berkata: Sudah sampai marhalah (tahapan) tahdzir pada para
ulama. Kasus Al Haddadiyyah pengikut Mahmud Al Haddad. Dia itu
mujtahid, ada penyimpangan.
Jawaban pertama: di sini ada semacam pujian([3]) terhadap Mahmud Al
Haddad, padahal fadhilatusy Syaikh Robi bin hadi Al Madkholiy -
hafizhohulloh- telah mengkritiknya di dalam kitab beliau Thonul Haddad
Fi Ulamais Sunnah/Majmu Badhir Rosail dengan sebutan: Al Haddad
si tukang makar (hal. 27), Orang bodoh yang zholim yang tidak sanggup
adu argumentasi dengan murjiah (hal. 32), Hal itu telah dilakukan oleh Al
Haddad yang sangat zholim dan sangat bodoh (hal. 35), Kemudian kami
dapati bahwasanya orang yang paling keras cercaannya di antara mereka

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

5

terhadap beliau adalah orang yang bodoh tapi berlagak pintar ini, dan
menampakkan diri sebagai salafiy padahal dia memerangi Salafiyyin, dan
dia berusaha mengobarkan kejahatan terhadap mereka, dia adalah
Mahmud Al Haddad (Hal. 37), Dan ini adalah bagian dari kezholimannya,
dan kegelapan hati dan akalnya (hal. 39), Dan dia beserta para
pengikutnya telah dituntut untuk menerangkan bencana-bencana ini tapi
mereka tidak sanggup, dan syaikh mereka juga tak mampu
menjelaskannya. Dan kelemahan ini merupakan salah satu dalil terbesar
yang menunjukkan kedustaan Al Haddad dan seterusnya. (hal. 40)
Selesai penukilan dengan peringkasan.
Maka apakah pelaku kebatilan lagi sesat seperti orang ini dikatakan sebagai
Mujtahid yang punya ketergelinciran.?
Jawaban kedua: Hak seorang ahlil bidah adalah untuk direndahkan dan
dihinakan. Alloh taala berfirman:
b)t%!$#tbr !$pt !$#&s!q u ury7s9r& tj9s F{$
#
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rosul-Nya, mereka
termasuk orang-orang yang sangat hina. (QS. Al Mujadilah: 20)
Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahulloh- berkata: Yang wajib
bagi mereka semua adalah untuk menjadi satu tangan bersama pihak yang
benar untuk menghadapi pihak yang batil, sehingga jadilah sesuatu yang
diagungkan di sisi mereka adalah orang yang dinilai agung oleh Alloh dan
Rosul-Nya, dan yang dikedepankan di sisi mereka adalah orang yang
dikedepankan oleh Alloh dan Rosul-Nya, dan yang dicintai di sisi mereka
adalah orang yang dicintai oleh Alloh dan Rosul-Nya, sementara yang
terhina di sisi mereka adalah orang yang dihinakan oleh Alloh, sesuai
dengan apa yang diridhoi oleh Alloh dan Rosul-Nya, bukan sesuai dengan
hawa nafsu, karena barangsiapa taat pada Alloh dan Rosul-Nya maka
sungguh dia telah terbimbing, tapi barangsiapa mendurhakai Alloh dan
Rosul-Nya maka tidaklah dia membahayakan kecuali dirinya sendiri. Maka
inilah dia prinsip yang mereka harus bersandar padanya. (Majmuul
Fatawa/28/hal. 17).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

6

Adapun pujian terhadap ahlul batil maka hal itu merupakan penyelisihan
terhadap ijma. Al Imam Abu Utsman Ash Shobuniy -rohimahulloh-
menyebutkan madzhab Salaf ahlul hadits: Bersamaan dengan itu mereka
bersepakat untuk menundukkan Ahlul Bida`, menghinakan mereka, dan
menjauhkan mereka, dan menjauh dari mereka, dan menghindari
persahabatan dengan mereka dan pergaulan dengan mereka, dan
mendekatkan diri kepada Alloh dengan cara menjauhi mereka dan
meninggalkan mereka. (Aqidatis Salaf Ashabil Hadits hal. 123).
Fadhilatusy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi -rahimahulloh- berkata
kepada Qodhi Ibrohim bin Hasan Asy Sya`bi hizbi yang tersembunyi- :
Sesungguhnya pujianmu terhadap mereka, dan udzur yang kau berikan
untuk mereka dan pengingkaranmu terhadap orang yang menerangkan
penyelisihan mereka terhadap syari`ah Islamiyah pada umumnya, dan
terhadap manhaj salaf pada khususnya, dan celaanmu terhadapnya, semua
ini termasuk dalil terbesar bahwasanya engkau adalah hizbi besar.
(Dahrul Hajmah karya beliau hal.19).
Dan Samahatusy Syaikh Abdul Aziz Ibn Baaz -rahimahulloh-
ditanya,Apakah orang yang memuji Ahlul bida` dan menyanjung mereka,
berarti juga mendapatkan hukuman seperti mereka? Beliau menjawab,
Iya, tidak ada keraguan di dalamnya. Orang yang memuji Ahlul bida` dan
menyanjung mereka maka dia itu adalah da`i (penyeru) mereka, menyeru
orang untuk mengikuti mereka. Orang ini adalah termasuk da`i mereka.
Kita mohon kepada Alloh keselamatan. (Syarh Fadhlil Islam/dinukil oleh
Kholid Adz Dzufairi -hafidhahulloh- dalam kitab Ijma`ul Ulama hal. 137).

BAB TUJUH: BERPURA-PURA LEMBUT DAN AKHLAQ
YANG MULIA
Luqman Ba Abduh hadahulloh- berkata([4]): Tentang hubungan
zaujiyyah (suami istri) di depan anak-anak kecil, di depan murid-muridnya
sampai ditegur oleh beberapa asatidz, kaif (bagaimana) berbicara seperti
ini di depan anak-anak kecil? Dia berkata: Di Dammaj asyaddu min hadza
(lebih dahsyat daripada ini). Ana di sini mengajar Shohih Muslim,
Bulughul Marom, begitu melewati masalah thoharoh pas mau melewati

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

7

tentang haid nggak sanggp ana. Bulughul Marom juga begitu, begitu
melewati babul ghusl (mandi) nggak kuat ana. Karena pembahasannya
penting maka anak-anak yang masih di tahfizh tidak diikutkan baina (di
antara) Maghrib wal (dan) Isya. Itu hampir dua bulan, padahal itu ilmu,
sayapun menyampaikannya dalam keadaan malu. Ketika menjelaskan
hubungan antara suami istri, itupun ana punya haya (rasa malu). Tapi ini
subhanalloh tanpa haya.
Jawaban pertama: sejak zaman dulu anak-anak kecil dan orang besar hadir
di majelis yang sama untuk mendengarkan pelajaran para syaikh. Dan sejak
zaman dulu di dalam majelis-majelis ilmu dibacakan hadits Di antara
empat anggota badan wanita itu, juga hadits tata cara mandi, juga hadits
Manakala aku duduk di antara kedua kaki wanita itu dia berkata:
Bertaqwalah engkau pada Alloh. Juga hadits: Kepunyaannya itu hanyalah
seperti ujung kain baju ini, dan juga hadits Dan di kalangan mereka ada
wanita dari Bani Fazaroh yang memiliki kantong dari kulit, dan
bersamanya ada anak perempuannya yang termasuk wanita Arob yang
paling cantik. Dan dalil-dalil tentang hal itu banyak. Maka atas dasar apa
engkau mengingkari Syaikh kami?
Jawaban kedua: tunjukkanlah pada kami dalil bahwasanya Salaf dulu pada
saat menyampaikan hadits-hadits beserta penjelasannya di atas mereka
melarang anak-anak kecil untuk menghadiri majelis-majelis tersebut.
Jawaban ketiga: anak-anak di dalam majelis-majelis tadi disibukkan dengan
imla (dikte), hisab (hitung-menghitung) dan semisalnya.
Jawaban keempat: kalaupun anak-anak tadi mendengarkan pelajaran tadi
yang kamu malu dengannya, maka sungguh ilmu-ilmu tadi merupakan
bagian dari ilmu-ilmu syariah. Ilmu itu juga disampaikan kepada orang-
orang dengan memperhatikan adab-adab dan akhlaq. Dan sampai sekarang
kamu tidak sanggup menampilkan satu dalilpun untuk melarangnya.
Jawaban kelima: apakah telah sampai padamu kabar yang pasti
bahwasanya ada satu saja dari anak-anak Muslimin yang terjatuh ke dalam
kekejian dengan sebab mendengarkan penjelasan dari hadits-hadits tadi
dari salah seorang imam kaum Muslimin?

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

8

Dan Luqman hadahulloh- berkata: Di Dammaj Al Hajuriy dia berbicara
ana hadirs di majelisnya. Syaikh Kholid baca sebuh tulisan transkrip dia
menceritakan rihlahnya ke Eropa tahun itu, mungkin tahun 1995, waktu
dia pulang disuruh menceritakan. Syaikh Kholid menunjukkan tulisan ini
ke Syaikh Robi, Syaikh Robi mengatakan: Naudzubillah, qola man? (kita
berlindung pada Alloh, siapa yang berbicara ini?) Yahya Al Hajuriy. Syaikh
Robi mengatakan: La ilaha Illalloh. Syaikh Kholid ini menyampaikan di
waktu dauroh. Maka ana bilang ke Syaikh Kholid: Ya Syaikh, majelis ini ana
hadir. O ya? Ana dan ikhwah waktu mendengar subhanalloh bagaimana ini
diceritakan? Bagaimana cara kamu bercerita? Dia (Asy Syaikh Yahya Al
Hajuriy) menceritakan bahwa dia di Inggris berjalan-jalan yang di sana
dipenuhi dengan orang homo. Ana melewati jalan-jalan penuh dengan
wanita yang uryanin (telanjang), subhanalloh, yang satu dengan pacarnya,
wa perempuan dengan anjingnya. Ana mau pergi tapi ini di masjid, ndak
ada malu sama sekali. Thoyyib, ente ya akhi, keluar dakwah ke sana mau
dakwah atau cerita syawari (jalan-jalan) London. Ente mau cerita jalan-
jalan di sana atau cerita tentang dakwah? Atau bagaimana? Atau pelajaran?
Atau masalah dakwah Ahlussunnah? Ini yang diceritakan, subhanalloh,
maka tidak heran melahirkan murid yang kayak begini (Abu Hazim).
Jawaban pertama: seluruh perselisihan itu harus dikembalikan kepada
dalil, bukan kepada pendapatmu atapun pendapat orang lain. Maka
datangkanlah kepada kami dalil yang melarang pemberitaan kekejian suatu
kaum di dalam suatu majelis ilmu jika tujuannya tadi adalah sebagai Itibar
(mengambil pelajaran), dan menjauhkan orang dari kaum yang busuk tadi,
serta bersyukur pada Alloh atas karunia-Nya pada kita yang berbentuk
keterjagaan dari kerendahan, juga berbentuk kelurusan dan keselamatan.
Jawaban kedua: Kami punya dalil dan segala pujian yang sempurna
hanyalah bagi Alloh- atas bolehnya menyebutkan kebatilan orang-orang
kafir. Di antaranya adalah:
1- Dari Aisyah -rodhiyallohu anha- bahwasanya beliau mengabarkan:
' =

' = '

, ' ' =

' _ '

-'

'+' _' : -

- , = ' '

= '

- - _ - -

- -'

'

_ ' -

' + ` -

.
Bahwasanya pernikahan pada masa Jahiliyyah memiliki empat bentuk
sampai dengan ucapannya:- dan nikah yang lain adalah: ada seseorang

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

9

yang berkata pada istrinya jika dirinya telah bersih: Pergilah engkau ke si
fulan dan mintalah dia untuk menggaulimu. Al hadits (HR. Al Bukhoriy
(5127)).
2- dari Abdulloh bin Amr -rodhiyallohu anhuma- yang berkata:
'- ,'= - _'- - - ' : '-- ,' '--- _-= ='-' -- ` ' ,-='
-,' - ' -'' .
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Tidak akan terjadi hari
Kiamat sampai kalian berzina di jalanan seperti berzinanya keledai.
Kukatakan: Apakah hal itu benar-benar akan terjadi? Beliau menjawab:
Benar, hal itu pasti akan terjadi. (HR. Ibnu Hibban (15/hal. 162) dan
dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh-).
3- Dari Aisyah -rodhiyallohu anha- bahwasanya Ummu Salamah
menceritakan pada Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- tentang gereja
yang dilihatnya di negri Habasyah yang dinamakan sebagai Mariyah. Dia
menyebutkan gambar-gambar yang dilihatnya di dalam gereja tadi. Maka
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
-' -

'

+, ' -

'

_ '' _ '' -' = '

' - , -

= - -

' =

- -
-

- =

'

' - -

'

-'.
Mereka itu adalah suatu kaum yang jika ada hamba yang sholih atau
orang yang sholih- di kalangan mereka mati mereka membangun di atas
kuburannya suatu masjid, dan membikin di dalamnya gambar-gambar.
Mereka itu adalah makhluk yang paling jelek di sisi Alloh. (HR. Al Bukhoriy
(434) dan Muslim (528)).
Bidah dan kesyirikan itu lebih buruk daripada perzinaan dan keumuman
dosa besar yang lain.
Jawaban ketiga: Sesungguhnya Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- hadir
pada saat Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy menyebutkan kisah tadi, tapi beliau
tidak mengingkarinya. Demikian pula para hadirin yang lain. (Dan
Syaikhuna Abu Bilal Al Hadhromiy -hafizhohulloh- memberikan tambahan:
Bahkan Syaikhunal Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- memuji penjelasan
Syaikhuna Yahya -hafizhohulloh- tentang perjalanan beliau ke Brithonia.)
(Dan Syaikhuna Abu Hamzah Al Amudiy -hafizhohulloh- memberikan

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
0

tambahan: Bahkan Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- mendorong beliau
untuk menyebarluaskannya.). maka atas dasar apa kamu mengkhususkan
serangan kepada Syaikhuna Yahya -hafizhohulloh-, bukan kepada Al Imam
Al Wadiiy -rohimahulloh- dan para hadirin yang meridhoi penjelasan itu
tadi? Ada apa di balik makar ini?
Jawaban keempat: Sesungguhnya penyampaian kisah safari dakwah ketika
pulang sudah menjadi kebiasaan di markiz induk ini, sejak zaman Al Imam
Al Wadiiy -rohimahulloh-. Silakan lihat -sebagai contoh- kitab beliau Al
baits Ala Syarhil Hawadits dan yang lainnya. Dan para ulama yang lain
tidak mengingkari Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- pada zaman beliau.
Bahkan seperti ini pula yang dilakukan oleh syaikh kamu yang hizbiy yang
dibanggakan: Salim Ba Muhriz Al Hadhromiy, yang mana dia menceritakan
kepada kami di depan seluruh masyayikh dan pelajar Dammaj tentang apa
yang dia saksikan di Indonesia semoga Alloh memperbaikinya- yang
berupa jalan-jalan, gedung-gedung, perempuan telanjang, dan dia berkata:
Seakan-akan aku ada di negri Barat. Dan yang demikian itu yaitu
menyampaikan kisah ketika tiba dari perjalanan- juga dilakukan oleh
sebagian anak buahmu para asatidzah, sebagaimana telah diketahui
bersama olehku dan yang lain.
Jawaban kelima: aku tidak berdalil dengan perbuatan para tokoh, akan
tetapi aku hanya ingin berkata padamu: Sesuatu yang punya dalil di dalam
syariat, dan telah menjadi kebiasaan syaikhmu Al Imam Al Wadiiy -
rohimahulloh- tanpa ada pengingkaran dari para ulama di masanya,
bahkan juga dilakukan oleh syaikh kamu yang hizbiy: Salim Ba Muhriz Al
Hadhromiy. Maka apa maumu menyerang Syaikhunas Salafiy Yahya -
hafizhohulloh- dengan perkara tadi?
Jawaban keenam: Luqman Ba Abduh telah menampilkan diri dengan gaya
akhlaq yang mulia, sebagai upaya untuk merendahkan Syaikh kita yang
mulia -hafizhohulloh- dan juga orang yang berpandangan sama dengan
beliau. Maka harus ada peringatan kepada manusia dari bahaya sikap
berpura-puranya hizbiyyun, mubtadiah dan orang-orang yang lemah.
Sekedar penampilan yang baik tidaklah menunjukkan istiqomahnya
seseorang. Abu Bakr Ibnu Ayyasy -rohimahulloh- berkata: Dulu aku,
Sufyan Ats Tsauriy, dan Syarik pernah berjalan bersama di antara daerah

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
1

Hiroh dan Kufah. Lalu kami melihat seorang tua yang rambut dan
jenggotnya sudah putih, dan gayanya bagus. Maka kami mengira
bahwasanya dia memiliki beberapa hadits, dan bahwasanya dirinya telah
menjumpai beberapa ahlul hadits. Dan Sufyan Ats Tsauriy adalah orang
yang paling gemar mencari hadits di antara kami. Maka Ats Tsauriypun
menuju ke arahnya seraya berkata: Wahai Bapak, apakah Anda memiliki
barang sedikit hadits? Maka diapun menjawab,Kalau hadits maka aku
tidak punya. Tapi aku punya tuak yang umurnya tahunan. Maka kami
perhatikan dirinya, ternyata dia itu pemabuk. (Al JamiLi Akhlaqir
Rowiy/Al Khothib/4/hal. 424).
Jafar Ath Thoyalisiy menceritakan dari Yahya bin Main yang berkata: Aku
pada suatu hari mendengar dari Abdurrozzaq suatu ucapan, lalu aku
gunakan ucapan tadi untuk mengetahui madzhab yang dinisbatkan
kepadanya (yaitu: tasyayu). Maka kukatakan padanya: Sesungguhnya
kedua ustadzmu yang engkau mengambil ilmu dari mereka adalah para
tsiqot, semuanya adalah Ahlussunnah. Maka dari mana engkau mengambil
madzhab ini? Dia menjawab: Jafar bin Sulaiman datang kepada kami, lalu
aku lihat dia itu orang yang utama, gaya hidupnya baik, maka aku ambil
madzhab ini darinya. Muhammad bin Ayyub ibnudh Dhurois berkata: Aku
bertanya pada Muhammad bin Abi Bakr Al Muqoddamiy tentang suatu
hadits dari Jafar bin Sulaiman, kukatakan padanya: meriwayatkan darinya
Abdurrozzaq. Maka beliau berkata: Aku kehilangan Abdurrozzaq. Tidak
ada yang merusak Jafar selain dia yaitu dalam tasyayyu-. Aku katakan:
Justru tidaklah ada yang merusak Abdurrozzaq selain Jafar bin Sulaiman.
(Siyar Alamin Nubala/9/hal. 570).
Sekedar ketenangan, kekhusyuan dan adanya ilmu pada seseorang
tidaklah menunjukkan bagusnya aqidahnya. Ali bin Abi Kholid berkata:
Saya katakan kepada Ahmad (Al Imam Ahmad bin Hanbal -rohimahulloh-):
Sesungguhnya orang tua ini (yang saat itu bersama kami) adalah seorang
yang terlalu berani, aku telah menasehatinya agar menjauhi seseorang tapi
dia ingin mendengar dari perkataan anda tentang orang itu (yaitu) Harits
Al-Qoshir -maksudnya Harits Al-Muhasibiy- anda pernah melihatku
bersamanya bertahun-tahun lamanya, kemudian anda mengatakan
kepadaku: Janganlah kamu duduk-duduk dengannya dan jangan berbicara
dengannya!! Maka sejak itu aku tidak berbicara dengannya sampai saat ini,
tapi orang tua ini duduk-duduk dengannya, apa pendapatmu tentang orang

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
2

ini? Maka aku lihat Ahmad merah padam mukanya, urat leher dan
matanya membesar. Aku tidak pernah melihat dia seperti itu sama sekali.
Kemudian dia mengibaskan tangannya seraya berkata: Orang itu (Harits
Al-Muhasibiy) semoga Alloh memperlakukannya dengan seperti ini dan itu.
Tidak ada yang mengenalnya kecuali orang yang telah bergaul dan
mengenalnya dengan baik. Uwaih, uwaih, uwaih([5]), orang itu tidak ada
yang mengenalnya kecuali orang yang pernah bergaul dengannya dan
mengenalnya dengan baik. Orang itu berteman dengan Al-Mughoziliy,
Yaqub dan juga fulan kemudian menjerumuskan mereka ke dalam
pemikiran Jahm (bin Sofwan, pencetus paham jahmiyyah), mereka binasa
karena ulahnya. Kemudian orang tua itu berkata: Wahai Abu Abdillah, dia
(Harits Al-Muhasibiy) meriwayatkan hadits, pembawaannya tenang,
khusyu dan seperti ini dan seperti itu. Maka Abu Abdillah marah kemudian
berkata: Janganlah kamu tertipu dengan kekhusyuan dan
kelembutannya!! dan berkata: Janganlah tertipu karena dia
menundukkan kepala, dia itu adalah seorang yang jahat, tidak ada yang
mengenalnya kecuali orang yang telah bergaul dengannya. Janganlah kamu
berbicara dengannya, tidak ada kemuliaan baginya. Apakah setiap orang
yang membawakan hadits dari Rosululloh r tapi dia adalah seorang ahlul
bidah kamu duduk dengannya?!! Tidak, tidak ada kemuliaan baginya
Kemudian dia terus mengatakan dia itu begini dan begitu. (kitab Thobaqot
Al-Hanabilah/ (1/234)/ Ibnu Abi Yala).
Al Imam Malik -rohimahulloh- berkata tentang Abdul Karim bin Abil
Mukhoriq: Aku tertipu dengan banyaknya tangisannya di masjid. Atau
seperti itu. (Mizanul Itidal/2/hal. 647).
Maka tidak pantas untuk tertipu dengan ini semua. Bahkan wajib bagi
semuanya untuk memperhatikan keshohihan manhaj seseorang dan
bagusnya agamanya. Al Imam Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- berkata: Asy
Syabiy -rohimahulloh- berkata: Aku menyaksikan Syuroih dalam keadaan
ada seorang wanita mendatanginya sambil menangis untuk menuntut
seorang pria. Maka kukatakan padanya: Wahai Aba Umayyah, tidaklah
kukira wanita ini yang malang ini kecuali dia itu terzholimi. Maka beliau
berkata: Wahai Syabiy, sesungguhnya saudara-saudara Yusuf mendatangi
ayah mereka pada waktu Isya dalam keadaan mereka menangis.. (Ath
Thuruqul Hukmiyyah/1/hal. 38).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
3

Asy Syaikh Hamud At Tuwaijiriy -rohimahulloh- berkata tentang firqoh
Tabligh: Mereka adalah orang-orang yang mengkhianati diri sendiri,
maka mereka menampakkan penampilan yang bagus di hadapan manusia,
menyembunyikan dari mereka bidah-bidah, kesesatan, dan berbagai jenis
penyelisihan. (Al Qoulul Baligh hal. 326).
Dan Asy Syaikh Saifurrohman -rohimahulloh- berkata tentang
Tablighiyyin,Dan di antara perkara yang dikenal tentang mereka adalah
bahwasanya mereka bertawadhu (merendahkan diri) dan menampakkan
tawadhu yang melampaui kebiasaan, namun tawadhu mereka ini tiada
lain kecuali bergaya semata, karena mereka hanyalah melakukannya untuk
menyenangkan sesama mereka dan yang bersama mereka saja. (Al Qoulul
Baligh hal. 19).
Syaikhuna Yahya bin Ali Al Hajuriy -hafizhohulloh- berkata tentang
keadaan hizbiyyin,Maka mereka sekarang melancarkan makar baru yaitu
mendekati ulama sunnah dan berdiam di telapak kaki mereka serta
mempergunakan akhlaq palsu yang mana hal itu adalah ibarat untuk
mencabut dan menyedot kemarahan si alim terhadap mereka. (Adhrorul
Hizbiyyah/hal. 21).
Beliau -hafizhohulloh- juga berkata: Akhlaq itu dituntut untuk ada. Dan
akhlaq yang baik itu dituntut untuk ada. Tapi bukanlah dia itu akhlaq
dengan tebusan aqidahmu, dan bukan pula dengan tebusan dakwah
Salafiyyah. Dia memberimu akhlaq yang baik, tapi menipu orang dengan
dirimu dan menjauhkanmu dari ilmu dan sunnah. (Adhrorul
Hizbiyyah/hal. 42-43).

BAB DELAPAN: TUDUHAN LUQMAN BA ABDUH TERHADAP
SYAIKHUNA -HAFIZHOHULLOH- BAHWASANYA BELIAU
MUTASYADDID
Luqman Ba Abduh hadahulloh- berkata: Muncul kelompok Al
Haddadiyyah sangat keras dalam bersikap, tidak mau mengikuti petuah
para ulama, para ulama disikat satu per satu. Sekarangpun mulai muncul
ini, muncul kalau dulu di Saudi, sekarang di Yaman.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
4

Jawaban pertama: (Tambahan dari Syaikhuna Abu Hamzah Al Amudiy -
hafizhohulloh-): sebagian mubtadiah itu munafiqun, dan Alloh taala telah
memerintahkan kita untuk bersikap keras kepada mereka. Alloh taala
berfirman:
$pk rt <Z9$# gy_u $69$#t)oYJ9$#ur=$#
urNk n=t4Ng1urtBurOYygy_(}/ur yJ9$#
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang
munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah
Jahannam. dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS. At
Taubah: 73)
Jawaban kedua: ini sudah menjadi syiar para musuh Ahlussunnah([6]). Al
Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- berkata: Jika Muhammad Al Ghozaliy atau
Al Ikhwanul Muflisun menuduh Ahlussunnah sebagai kelompok yang
mutasyaddid (garis keras) karena Ahlussunnah berkata: Kita tidak
menggambar, dan kita tidak melakukan apa yang diharomkan Alloh, tidak
masuk ke majelis parlemen, tidak bekerja di perpajakan, tidak melakukan
perkara yang di situ ada keharoman, dan kita bersabar terhadap
kemiskinan. Maka ini bukanlah termasuk sikap keras, bahkan ini
merupakan sikap berpegang teguh dengan agama. Dan agama inilah yang
mewajibkan kita untuk ini dst. (Ghorotul Asyrithoh/1/hal. 191).
Demikianlah orang-orang masa kini([7]), sebagaimana perkataan Al Imam
Al Wadiiy -rohimahulloh-: Setiap orang ini menyeretmu kepada
pemikirannya, tapi jika engkau tidak terseret kepada pemikirannya diapun
mencelamu dan berkata: Mereka adalah orang-orang yang keras, yang
tidak mengenal kecuali haddatsana dan akhbarona. Dst. (Lihat Tuhfatul
Mujib/hal. 115).
Demikian pula yang yang dilakukan oleh Abdul Majid Az Zindaniy dan yang
lainnya dari Ikhwanul Muslimin, juga Abdulloh bin Gholib As Sururiy, Abul
Hasan Al Mishriy, Al Qodhi Ibrohim bin Hasan Asy Syabiy al hizbiy, Abdul
Hafizh bin Malik Al Makkiy Ash Shufiy, dan Hasan Al Malikiy.
Ketika Ibrohim bin Hasan Asy Syabiy mencerca sebagian salafiyyin dan
mengangkat syiar Harus punya kelembutan, Asy Syaikh Ahmad An
Najmiy -rohimahulloh- berkata: Apa yang dilakukan oleh Salafiyyun selain

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
5

bahwasanya mereka itu mengingkari kebatilan, mengingkari kesyirikan
dan kebidahan di ceramah-ceramah mereka, tulisan-tuliasn mereka dan
pertemuan mereka? (lihat Ar Roddul Muhabbir/hal. 110).
Jawaban ketiga: orang-orang yang bermudah-mudah dalam agama akan
menuduh kita sebagai garis keras. Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh-
berkata: Orang-orang yang berkata bahwasanya Ini boleh, fulan itu
mutasyaddid maka wajib bagimu untuk menghindar dari mereka dan
menjauh dari mereka, dan tuntutlah dalil dari mereka (atas setiap apa yang
mereka dakwakan). Alloh taala berfirman:
tPqt ur yt N9$9$#4 n?tm y t Aq)t _tF n=t N s
B$#ytBAq 9$#Wx 6y
4tLn= uqt _tF s9Os9 Br&$R xWx =yz
s)9_=|r&`t 2e%!$#y t/ ) Tu!$y_3 c% 2ur`s
9$#`|SM~9Zwr s{
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya,
seraya berkata: Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama
Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan
sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya Dia telah menyesatkan aku dari
Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu
tidak mau menolong manusia. (QS. Al Furqon: 27-29). (selesai dari
Tuhfatul Mujib/hal. 115). Beliau -rohimahulloh- juga berkata:
Andaikata kita mengikuti orang-orang yang hilang atau telantar tadi
niscaya kita tak akan bisa merealisasikan Islam sedikitpun. Maka engkau
tidak rugi jika disifati sebagai mutasyaddid (orang yang keras). Keras
menurut siapa? Menurut orang yang telantar dan lembek. Pada
kenyataannya sesungguhnya tasyaddud (sikap keras) itu adalah yang
mengharomkan apa yang dihalalkan oleh Alloh, atau naik dengan perkara
yang mustahab atau mubah kepada pengharoman. Demikian pula dengan
yang mustahab dibawa ke hukum wajib, maka ini dia yang dinamakan
tasyaddud. (Ghorotul Asyrithoh/1/hal. 99).
Jawaban keempat: Kami tidak membebaskan diri kami dari terjatuh kepada
sikap keras yang terkadang bukan pada tempatnya. Akan tetapi hizbiyyun
menjadikan ketergelinciran Ahlussunnah sebagai syiar untuk
memperburuk citra mereka dan menjauhkan manusia dari mereka. Al

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
6

Imam Al Albaniy -rohimahulloh- ditanya: Wahai Syaikhuna, didapatkan
pada sebagian Salafiyyin yang memiliki sifat keras dan tidak terbimbing.
Apakah menurut Anda ciri-ciri ini adalah ciri-ciri mayoritas generasi
Thoifah Manshuroh ini insya Alloh, atau Ghuroba, ataukah hal itu
merupakan ciri khas sebagian individu saja? Apa nasihat Anda seputar
masalah ini?
Beliau -rohimahulloh- menjawab: Wahai saudaraku, aku berkeyakinan
bahwasanya tuduhan ini ada asalnya, akan tetapi tidak sepatutnya dibesar-
besarkan([8]). Kita tidak bisa membebaskan diri kita sendiri dari
kekurangan ini, tetapi aku juga berkeyakinan dengan pasti bahwasanya
para musuh dakwah berlebihan dalam mengukurnya. Yang demikian itu
ada sebabnya: sebagiannya adalah tabiat dari jamaah ini, dan sebagiannya
adalah dari pihak musuh. Adapun tabiat jamaah ini: jika ada jamaah yang
memerintahkan perkara yang maruf dan melarang dari kemungkaran dari
kalangan Muslimin secara umum, maka jamaah tadi adalah Thoifah
Manshuroh ini. Karena itulah ketika mereka berkali-kali berbicara tentang
beberapa perkara dengan amar maruf nahi mungkar jadilah perkara ini
menurut kelompok lain yang menyepelekan kewajiban ini sebagai suatu
sikap keras, berlebihan, begini dan begitu([9]). sampai pada ucapan
beliau:- bisa jadi hal itu sebagai suatu aib bagi mereka atau sebagian dari
mereka. Dan tiada satu kelompokpun atau jamaahpun yang kosong dari
sikap keras. Terkadang muncul dari mereka kekerasan, misalnya dalam
perkara yang tidak sepantasnya di situ engkau marah. Akan tetapi kasus ini
memang dibesar-besarkan, mencakup setiap orang yang menisbatkan diri
kepada manhaj yang shohih inidst. (Al fatawal Manhajiyyah/Asilah
Haulas Salafiyyah/Al Imam Al Albaniy/Amr bin Abdul Munim Salim/hal.
37-38).
Jawaban kelima: Ketika Abul Hasan menyindir Salafiyyun bahwasanya
mereka memakai metode cercaan keras, berkatalah Asy Syaikh Robi -
hafizhohulloh-:
Dan para Salaf telah mencerca keras ahlul bida, dan kitab-kitab mereka
penuh dengan cercaan keras terhadap individu-individu dan jamaah-
jamaah. Terkadang tak bisa kejahatan ahlul bida ditolak kecuali dengan
senjata ini. Dan Rosululloh -shalallohu alaihi wa sallam- telah
memerintahkan Hassan untuk menyerang musuh-musuh Alloh dengan

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
7

syairnya, dan beliau bersabda:Sesungguhnya syair tersebut lebih keras
bagi mereka daripada tusukan panah-panah. Dan bukannya aku melarang
orang untuk bersikap lembut dan hikmah, sebagaimana aku tidak melarang
untuk menggunakan kekerasan secara mutlak. Dan pada setiap tempat ada
perkataan yang sesuai dengannya. Maka kekerasan kepada ahlil batil
terkadang bisa sampai pada cambukan, dan terkadang bisa mencapai
tingkatan pembunuhan. Dan terkadang hukuman itu bisa dengan ucapan.
Dan Syaikhul Islam dalam bab ini ada perincian yang bagus. (Intiqod
Manhajiy /Mamuur Rudud/hal. 310-311).

BAB SEMBILAN: LUQMAN BA ABDUH TAK MAU
MENERIMA NASIHAT

Luqman Ba Abduh hadahulloh- berkata: Maka kalau anta melihat, hat
(bawa kemari) ana insya Alloh sebagai seorang salafiy kalau ada
penyimpangan, bidah, ana salah ada hizbiyyah, hat ya akhi, ana muslim
butuh nasihat. Ente ya Luqman ente salah dalam hal ini, sampaikan au
qolallohu kadza, qola Rosululloh kadza. Ana nggak masalah, ana yang
ditahdzir. Umat kok dididik seperti ini.
Jawaban pertama: demikianlah Luqman menampakkan gaya menerima
nasihat. Demikian pulalah perbuatan sebagian hizbiyyin jika tidak sanggup
mematahkan hujjah (argumentasi) dengan hujjah mereka kembali kepada
syiar: Kenapa mereka tidak menasihati diriku sebelumnya? sebagaimana
yang diperbuat oleh Abul Hasan Al Mishriy manakala mendakwakan
bahwasanya Asy Syaikh Robi -hafizhohulloh- tidak menasihati dirinya,
padahal sebenarnya Asy Syaikh Robi -hafizhohulloh- itu telah
mencurahkan nasihat buat dirinya sejak tujuh tahun sebelumnya. Demikian
disebutkan oleh Syaikhuna Abu Hamzah Al Amudiy -hafizhohulloh-([10]).
Jawaban kedua: ketahuilah bahwasanya nasihat-nasihat telah sampai
kepada Luqman Ba Abduh. Malzamah-malzamah dan kaset-kaset yang
dikeluarkan merupakan nasihat kepada umat. Syaikhuna Yahya Al Hajuriy -
hafizhohulloh- juga telah menasihatinya sebagaimana yang beliau katakan
sendiri -hafizhohulloh-. Suratku yang kukirimkan kepada Muhaimin juga

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
8

telah sampai kepadanya, di dalamnya ada penjelasan tentang kebatilan Abu
Taubah dan sedikit penjelasan tentang hizbiyyah kedua anak Mari. Dan
ternyata Luqman tidak mengambil manfaat darinya.
Jawaban ketiga: Berpaling dari nasihat-nasihat yang benar merupakan
bagian dari warisan musuh para Nabi alaihimus salam-. Alloh taala
berfirman:
#s )ur @ %&s!,?$#!$#m?x s{r&o 9$#OOM}$$/
Dan apabila dikatakan kepadanya: Bertakwalah kepada Allah, bangkitlah
kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. (QS. Al Baqoroh:
206)
Al Imam Ibnu Baththoh -rohimahulloh- berkata:
=` '- -- =' - = _- ,--' '---`' ,- ' ='- '==
Kekaguman pemilik suatu pendapat dengan pendapatnya untuk
melepaskan diri dan memecah-belah tanpa mau menerima kebenaran,
inilah sebab lahirnya hizb-hizb (kelompok-kelompok). (Al Ibanatul
Kubro/1/hal. 26-27).
Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- berkata: Hizbiyyun itu meskipun
kebenaran itu jelas bagaikan matahari, dia tetap harus mendebat dan
enggan untuk mengakui kebenaran. (Ghorotul Asyrithoh 1/hal. 199)
Beliau -rohimahulloh- juga berkata: Ada sebagian orang yang sudah
kerasukan hizbiyyah, dan ada juga yang didorong dari arah hizbiyyah,
andaikata engkau mendatangkan padanya seluruh ayat dan seluruh kitab
dia tak mau kembali dari pendapat dan ucapannya. (Ghorotul Asyrithoh
2/hal. 443).
Asy Syaikh Robi Al Madkholiy -hafizhohulloh- berkata: Mubtadi itu
sekarang wahai saudaraku, sama saja dia itu dari pemberontak, atau dari
karakter manapun dia itu tak mau kembali pada kebenaran. Engkau
menegakkan belasan dalil dalam suatu kasus, dan kau datangkan ucapan
ulama, mereka tak mau kembali kepada kebenaran. Inilah sifat pengekor
hawa nafsu. (Syarh Ushulil Imam Ahmad/hal. 87-88).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

1
9


BAB KESEPULUH: PARA HIZBIYYUN RAKUS PADA
DUNIA DENGAN NAMA DAKWAH
Luqman Ba Abduh tidak tahu bahwasanya meminta-minta dengan nama
dakwah merupakan ciri-ciri hizbiyyin, dan bahwasanya barangsiapa
menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari golongan mereka, sesuai
dengan kadar penyerupaan tadi.
Ketahuilah juga bahwasanya sikap rakus terhadap kehidupan dunia
merupakan ciri-ciri Yahudi, sebagaimana firman Alloh taala:
NkXy ftGs9ur t mr&$Y9$#4 n?t;o4qu ymz`Bur %!$#(#
q.u r&4 uqt Nd tnr&qs9 Jy y#9r&7puZy $tBuruqdm
n mt J/z`B>#x y9$#br&t Jy 3!$#ur7 t/$yJ/ cq=yJ
t
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba
kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang
musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun,
Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada
siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Baqoroh:
96)
Dan ini merupakan sebab binasanya sebagian orang yang diberi ilmu dari
kalangan umat-umat terdahulu, sebagaimana firman Alloh taala:

-' -

'

' +

- -

' -

-'

'

- -' , '

- ,

'

' -

+ ,

' =

- ,

'

' - '

'

, ) 175 ( '

' '

- -

'

' , ,

' = - =

'

'

` -

'

` -

_ -

-

` _

'

'

' ' +

` - '

' ,

'

'

- ,

'

' -

' -

'

'

- -' ,'

- - ] =` : 175 176 ]
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan
kepadanya ayat-ayat Kami (ilmu), kemudian dia melepaskan diri dari pada
ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (menggodanya), Maka jadilah dia
termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami mau sungguh Kami akan
tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tapi dia cenderung kepada
dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, jadilah
perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya
lidahnya dan jika kamu membiarkannya Dia mengulurkan lidahnya (juga).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
0

demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir. [Al-Araf:
175-176].
Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah memperingatkan umatnya dari
kerusakan ini. Telah shohih dari Kab bin Malik Al Anshoriy -rodhiyallohu
anhu- bahwasanya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

' -' =

' -

- ' - -, '

-'

' -

' _

' = -

' = - ' +

' -

'

- = _

` -

.
Tidaklah dua ekor serigala yang kelaparan diutus ke sekelompok kambing
itu lebih merusak kambing-kambing tadi daripada merusaknya sikap rakus
seseorang kepada harta dan kemuliaan terhadap agamanya. (HR. At
Tirmidziy (2550), hadits shohih sebagaimana dalam Ash Shohihul
Musnad).
Penyakit ini telah menjalari hizbiyyin. Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh-
berkata: Kita telah tertimpa musibah juga dengan adanya Jamiyyatul
Hikmah, Jamiyyatul Ishlah, dan Jamiyyatul Ihsan, mereka tak punya
keinginan selain mengumpulkan harta untuk menopang hizbiyyah
mereka. (Al Baits Ala Syarhil Hawadits/hal. 9).
Beliau -rohimahulloh- berkata: Sesungguhnya engkau jika melihat kepada
hizbiyyah-hizbiyyah ini engkau akan mendapatinya tidak menginginkan
kecuali kehidupan dunia. Demikian pula jika engkau melihat kepada para
pelaku hizbiyyah yang terselubung yang mencopet harta manusia, lalu
mereka mempergunakan harta tadi untuk memerangi Sunnah Rosululloh -
shollallohu alaihi wa ala alihi wasallam- niscaya engkau akan mendapati
mereka condong kepada dunia. (Tuhfatul Mujib/hal. 353).
Beliau -rohimahulloh- berkata: Jamaatul Hikmah yang di antara
anggotanya dulunya adalah seorang penulis, ada juga yang dulunya adalah
seorang muhaqqiq (korektor dan peneliti keabsahan naskah), di antara
mereka ada yang dulunya sudah ahli. Lalu mereka menyibukkan diri
mereka sendiri dengan pengumpulan uang. Aku menyesalkan seorang
penuntut ilmu yang sibuk dengan mengemis, sama saja apakah dia itu dari
Ikhwanul Muslimin ataukah dari Jamaah Mariy (Shufiy Hubaidah),
ataukah dari Jamaatul Hikmah. Alloh taala berfirman:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
1

s t !$#t%!$#(#qZtB#uN3ZBt%!$#ur(#q?r&zO=
9$#;My_u y
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS. Al
Mujadilah: 11)
Lalu dirinya menghapal ayat ini:
$tBur(#q)Z?`B9 yz$uq N6 s9)
Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan
diberi pahalanya dengan cukup. (QS. Al Baqoroh: 272).
Juga menghapal firman Alloh taala:
$tBur(#qBd s)?/3RL{`iB9 yznr grBy Z!$#uqd#Z
yzzNsr&ur#\ _r&4
Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu
memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik
dan yang paling besar pahalanya. (QS. Al Muzzammil: 20).
Dia menghapal ayat ini dan memantapkan hapalannya, lalu berdiri di
masjid-masjid.
Hendaknya kalian merasa malu, muliakanlah ilmu. Semoga Alloh membalas
saudara kita Sad Al Hushoin dengan kebaikan manakala berkata dalam
buku kecilnya: Al Ikhwanul Muflisin memanfaatkan kesempatan untuk
mengumpulkan harta sampai ucapan beliau:- maka dihasilkanlah untuk
mereka ghonimah (harta rampasan perang)([11]) ketika terjadi jihad di
Bosnia dan Herzeg demi memperbaharui acara mengemis mereka.
(Ghorotul Asyrithoh/1/hal. 536).
Beliau -rohimahulloh- berkata: Ambil saja oleh kalian pengeras suara dan
keluarlah ke jalan-jalan. Adapun rumah-rumah Alloh, maka dia itu
dibangun untuk dzikrulloh, dan bukan dibangun untuk mengemis. Dan aku
katakan: Orang ini harus dikeluarkan dari masjid, yaitu orang yang berdiri
di masjid untuk mengemis. Lalu setelah mereka mengumpulkan uang
mereka memakainya untuk menghisap ganja([12]). Bisa jadi mereka
mengirimkan sedikit dari dana tadi.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
2

Sebagian orang yang hadir bercerita kepadaku bahwasanya setelah terjadi
pengumpulan dana untuk membantu para pekerja asing, tiba-tiba saja
masing-masing dari mereka tadi berkata ('+,'= ,'-'') (Shodaqoh itu
diberikan kepada ) dan para petugas yang mengurusinya.
Jika kalian berkata: Kalian sendiri punya mahad yang mengumpulkan
lebih dari seratus keluarga dan sekitar limaratus pelajar. Bukankah kalian
berinfaq kepada mereka kecuali dari shodaqoh-shodaqoh? Jawabnya
adalah: ini benar, akan tetapi Alloh subhanahu wataala dan hanya milik-
Nya sajalah pujian dan karunia- mendatangkannya ke rumah. Kami tidak
berdiri di masjid dan tidak pula menulis kepada seorangpun pada hari-hari
ini bahwasanya kami kehabisan dana, Alhamdulillah. Akan tetapi Alloh
itulah yang mendatangkan kebaikan ke rumah kami. Karunia dalam ini
semua hanyalah milik Alloh saja. Masalah yang ada adalah pencurian. Al
Mariy([13]) adalah pencuri di Hudaidah. Pencuri dakwah itu banyak
(Ghorotul Asyrithoh/1/536-537).
Fadhilatusy Syaikh Robi bin hadi Al Madkholiy -hafizhohulloh- berkata:
Para musuh Salafiyyah pada hari ini dan mereka adalah musuh Ibnu
Taimiyyah kemarin-bertambah dengan memiliki organisasi-organisasi
rahasia dengan metode Bathiniyyah dan Masoniyyah, dan juga organisasi
yang bersifat terang-terangan, punya pena-pena dan lidah yang bohong,
penyebarluasan berita jahat, harta yang banyak, dan tipu daya untuk
mengeruk harta. (Jamaatun Wahidah/hal. 76).
Beliau -hafizhohulloh- juga berkata: Andaikata Salman Al Audah-
mengetahui ini semua, niscaya dia akan tahu bahwasanya Ath Thoifatul
Manshuroh An Najiyyah adalah para penyeru kepada tauhid dan sunnah,
dan mereka itulah yang berhak untuk mendapatkan pertolongan yang
terpuji yang dijanjikan, bukannya orang-orang yang berebut kursi
pemerintahan, yang bersembunyi di balik slogan-slogan Islamiyyah. Maka
mereka tadi pewaris Nabi, sementara yang ini adalah pemberontak kepada
Utsman -rodhiyallohu anhu-, juga Al Mukhtar bin Abu Ubaid, Abu Muslim
Al Khurosaniy, dan Abu Abdillah Asy Syiiy, Ali ibnul Fadhl dan semisal
mereka dari kalangan orang yang bersembunyi di balik Islam tapi
sasarannya adalah kerajaan dan kekuasaan, dan perkara yang ada di balik
itu yang berupa harta dan syahawat duniawiyyah serta hasrat yang rusak.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
3

(Ahlul Hadits Humuth Thoifatul Manshuroh/masalah kesepuluh/sisi
kelima).
Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- berkata: Lebih jelek dari ini adalah apa
yang terjadi pada sebagian pelajar yang membuang waktunya dan
menghinakan ilmu dan dakwah dengan berkeliling ke Haromain, lalu ke
Kuwait, lalu ke Qothr, lalu ke Abu Dhobi, saat ditanya: Ada apa denganmu
wahai Fulan? Dia menjawab,Aku punya utang atau Aku ingin
membangun masjid dan tempat tinggal untuk imam -padahal dia itu
imamnya- Dan aku ingin punya mobil untuk dakwah, dan ingin menikah.
Sungguh disayangkan. Dan sesungguhnya pencarian ilmu yang berakhir
dengan mengemis itu tidaklah ada kebaikan padanya.
Andaikata ahlul ilmi menjaga ilmu mereka, niscaya ilmu itu akan menjaga
mereka.
Andaikata mereka mengagungkannya di dalam jiwa-jiwa mereka, jadi
agunglah jiwa mereka.
Akan tetapi mereka menjulurkannya secara terang-terangan dan
mengotori kehidupannya dengan ketamakan sehingga menjadi kasar dan
jelek([14]).
Dan aku tidak melihat ada orang yang paling pintar dalam mencuri untuk
mengeluarkan uang([15]) selain Ikhwanul Muslimin. Mereka
menggambarkan pada manusia bahwasanya kasus yang mereka menyeru
manusia kepadanya adalah Islam, dan jika dana tidak dicurahkan untuk
mendukung kasus ini maka orang kafir akan mengalahkan Islam. Dan
demikianlah kasus disusul oleh kasus yang lain. (Dzammul Masalah/hal.
216).






w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
4

BAB KESEBELAS: UPAYA LUQMAN BA ABDUH
MELARIKAN ORANG DAN MENGHALANGI MEREKA
DARI DARUL HADITS DAMMAJ
Upaya Luqman untuk melarikan dan menghalangi manusia dari Darul
Hadits di Dammaj markiz Dakwah Salafiyyah merupakan perkara yang
telah tetap tanpa diragukan lagi, dan tak mungkin dirinya untuk mengelak.
Banyak dari perbuatannya yang menunjukkan usahanya untuk membikin
manusia merasa tidak butuh kepada Syaikhuna Yahya Al Hajuriy -
hafizhohulloh-.
Yang demikian itu adalah keadaan musuh para Rosul. Alloh taala
berfirman:
t%!$#(#r xx.b)!#x ydHw) y r&t,!rF{$#
NdurtbqygYt mYt cqtZt urmZt(b)urtbq3=g Hw)N
k|Rr&$tBurtbr o
Orang-orang kafir itu([16]) berkata: Al-Quran ini tidak lain hanyalah
dongengan orang-orang dahulu. Dan mereka melarang (orang lain)
mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya,
dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka
tidak menyadari. (QS. Al Anam: 25-26).
Alloh taala berfirman tentang para munafiqun:
Ndt%!$#tbq9q)t w(#q)Z?4 n?t`tBy YAq u !$#4_
Lym(#q xZt 3!ur!#t yzNuqyJ9$# F{$#ur`3s9urt)
uZK9$# wtbqgs)t
Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar):
Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang
(Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar
(meninggalkan Rasulullah). Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan
langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. (QS. Al
Munafiqun: 7)
Al Imamul Wadiiy -rohimahulloh- berkata: Kami tidak mengharapkan dari
ulama ilmu kalam dan yang lainnya dari kalangan orang-orang yang punya

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
5

penyimpangan untuk mengagungkan sunnah Rosululloh -shollallohu alaihi
waala alihi wasallam-, bahkan kebiasaan mereka adalah melarikan orang
dari sunnah tadi, dan menggelari para pembawanya dengan gelar-gelar
yang membikin orang lari. Ibnu Qutaibah telah menyebutkan di dalam
kitabnya Tawil Mukhtalaful Hadits banyak gambaran tentang ejekan
mereka terhadap Ahlussunnah, akan tetapi Alloh tidak mau kecuali
menolong Ahlussunnah dan menghinakan ahlul bida, Walhamdulillah.
(Rudud Ahlil Ilmi/hal. 27).
Beliau -rohimahulloh- juga berkata: Dan hizbiyyah yang merusak para
pemuda ini wajib bagi seorang Muslim untuk lari darinya bagaikan dirinya
lari dari singa. Terkadang hizbiyyah tadi membawa pelakunya kepada titik
puncak berupa peperangan terhadap Islam. Lihat Al Ikhwanul Muflisun itu
bagaimana mereka memerangi dakwah Ahlussunnah, melarikan orang
darinya, dan menggelari mereka dengan gelar-gelar yang yang membikin
orang lari darinya lebih besar daripada dulunya Mutazilah menggelari
Ahlussunnah sampai pada ucapan beliau:- mereka tidak meninggalkan
satu gelar yang bisa melarikan orang dan mereka bisa mengucapkannya
kecuali mereka lemparkan kepada Ahlussunnah. Semoga Alloh memerangi
hizbiyyah. (Ghorotul Asyrithoh/1/hal. 197).
Asy Syaikh Robi Al Madkholiy -hafizhohulloh- berkata: Demi Alloh
sungguh aku mengkhawatirkan kebanyakan dari sekte-sekte, kelompok-
kelompok dan orang-orang akan terjatuh ke dalam kekufuran dari sisi
mereka tidak berpegang dengan kehakiman Alloh dalam pokok-pokok
agama, dan bahkan dalam perkara cabangnya. Aku mengkhawatirkan
banyak dari mereka jika telah tegak hujjah kepadanya, dan jelas baginya
kebenaran lalu dia tetap bersikeras untuk menentang dakwah kepada
tauhid dan dakwah yang memerangi syirik dan bidah, dan dia juga
bersikeras untuk menentang para pembawanya, memerangi mereka, dan
menghasung manusia untuk memerangi mereka, serta melarikan manusia
dari mereka dan dari dakwah mereka, padahal itu adalah dakwah para
Nabi, Rosul, orang-orang yang melakukan perbaikan, yang ikhlas dan jujur.
Maka orang tadi jika telah tegak padanya hujjah dan tetap seperti itu akan
terjatuh ke dalam lubang kekufuran. (Manhajul Anbiya fid Dawati
Ilalloh/hal. 5).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
6

Beliau -hafizhohulloh- juga berkata tentang sururiyyun: Sungguh mereka
telah menyelisihi Salaf di dalam pokok-pokok manhaj yang banyak dan
berbahaya, di antaranya adalah: mereka memerangi Ahlussunnah,
melarikan orang dari mereka, kitab-kitab dan kaset-kaset mereka, dan
kebencian terhadap mereka, memusuhi mereka, serta dendam yang hebat
terhadap mereka. (kitab beliau As Sururiyyah Khorijiyyah `Ashriyyah
hal. 2).
Beliau juga berkata tentang keadaan ahlul bida: Karena itulah engkau
melihat mereka itu menempuh berbagai metode untuk menghalangi ahlul
haq, terutama para pemuda, dari manhaj Alloh yang benar ini. Mereka
punya jalan-jalan yang mereka telah ahli dalam mempergunakannya.
Merka juga punya cara-cara yang mereka telah pintar memakainya, dan
mereka mendidik para pemuda mereka di atasnya. Engkau dapati dirinya
tidak tahu bagaimana berwudhu, tapi dia pandai untuk menyodorkan
syubuhat dan membikin keraguan, merusak reputasi orang, melarikan
orang dari kebenaran dan pembela kebenaran. Terkadang engkau dapati
dia sangat pintar melakukan ini semua. Kita berlindung pada Alloh. (Al
Mauqifush Shohih/hal. 3).
Beliau -hafizhohulloh- berkata: telah diketahui juga bahwasanya ahlul
bida melontarkan sifat keras kepada orang yang tidak demikian dengan
tujuan melarikan orang darinya dan dari kebenaran yang dia menyeru
kepadanya dan membela kebenaran tadi. (pengantar beliau untuk kitab
Ijmaul Ulama Alal Hajr karya Kholid Azh Zhufairiy).
Syaikh kami, sang bapak yang mulia, Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh-
berkata tentang sarana hizbiyyin dalam memerangi dakwah Salafiyyah:
Sarana kesembilan: melarikan secara langsung dari dakwah Salafiyah
dengan ucapan mereka: Orang-orang itu suka men-jarh orang, mereka itu
mencela ulama, mereka itu menggunjing, mereka itu menyibukkan diri
mereka dengan membicarakan manusia. Ini merupakan upaya melarikan
manusia secara langsung. Ada juga upaya yang tidak secara langsung, dan
sarana ini lebih luas dan keras serta lebih berbahaya daripada yang
pertama, dan dia itu satu jenis dari upaya untuk menjadikan manusia
merasa tidak butuh kepada ulama sunnah dan pengambilan ilmu dari
mereka, dan ceraan terhadap kemampuan ilmiyah mereka. (Adhrorul
Hizbiyyah/hal. 43).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
7

Akan kunukilkan apa yang ditulis oleh sebagian pelajar di situs Al Ulumus
Salafiyyah:
Al Akh Abul Fida As Sudaniy -hafizhohulloh- berkata bahwasanya mereka
berjumpa dengan Asy Syaikhul Muhadditsul Allamah Robi Al Madkholiy -
hafizhohulloh- pada awal hari dari hari-hari Idul Fithr yang diberkahi pada
tahun 1429 H, lalu mereka bertanya pada beliau tentang orang yang
memperingatkan manusia dari Dammaj, maka beliau berkata: Orang ini
adalah pengekor hawa nafsu. Inilah yang dikabarkan kepadaku oleh
saudara kita tersebut lewat telpon kurang lebih dua hari yang lalu.
Lalu pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan kita ini (Romadhon 1429
H) saudara kita yang mulia Aiman Asy Syiwafiy -hafizhohulloh- berkata
pada Asy Syaikhul Mujahid Robi bin Hadi Al Madkholiy -hafizhohulloh-
tentang orang yang memperingatkan manusia dari belajar di Dammaj,
maka beliau menjawab dengan marah: Aib, aib, aib pertanyaan seperti ini.
Apakah ada orang di sana yang memperingatkan manusia dari belajar di
Dammaj? sampai di sini ucapan Asy Syaikh Robi, dan saat itu dialog
berlangsung di rumah beliau. Demikianlah saudara kita Said Ad Daubahiy
Al Abyaniy -hafizhohulloh-.
Al Allamah al Mujahid Robiul khoir -hafizhohulloh- berkata tentang orang
yang melemahkan semangat para pelajar yang hendak berangkat ke markiz
yang agung ini: Mereka itu sebagaimana perkataan sang penanya adalah
(quththo thuruq) para perampok. Kenapa mereka memperingatkan
manusia dari belajar di Dammaj? Dammaj adalah markiz yang di situ
seluruh ilmu (agama) dipelajari. Demi Alloh tidaklah memperingatkan
manusia dari belajar di situ kecuali orang yang ingin menghalangi orang
dari jalan Alloh. Dan demikian pula saudara-saudaranya: Darul hadits yang
lain.
Selesai penukilan.
Saudara kita Ghozi As Sulamiy As Saudiy salah seorang murid Asy Syaikh
Robi hafizhohumalloh- mengabari kami bahwasanya dia mendengar dari
saudara kita Muhammad As Samidiy -hafizhohulloh- bahwasanya saudara
kita Yunus Al Hudaidiy salah seorang murid Asy Syaikh Robi
hafizhohumalloh- mengunjungi Dammaj pada akhir Syawwal 1429 H dan
mengabarkan bahwasanya Asy Syaikh Robi Al Madkholiy -hafizhohulloh-

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
8

menyampaikan salam pada Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy dan
menyampaikan padanya bahwasanya barangsiapa mencela Dammaj maka
celalah dirinya, baik dia itu besar ataupun kecil.

BAB KEDUA BELAS: KEBENCIAN LUQMAN TERHADAP
PENYEBARAN KEBENARAN YANG MEMBONGKAR JATI
DIRINYA

Perkara ini merupakan perbuatan orang-orang kafir dan munafiq. Alloh
taala berfirman:
#s )ur4 n?G?Ng n=t$uZFt #u;MoYi t/ s? nq_r
%!$#(#r xx.t x6ZJ9$#( cr %s3t cqo %!$$/ cq=
Gt Ng n=t$uZGt #u3@%N3m;tRsr&9h t0`iB/39
s 3 $Y9$#$ydy tur!$# %!$#(#r xx.(}/ur yJ9$#

Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang,
niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang
yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang
membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: Apakah
akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, Yaitu
neraka? Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir.
dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. Al Hajj: 72).
Dari Aisyah -rodhiyallohu anha- yang berkata: mereka berkata Ibnud
Dughunnah: Perintahkan Abu Bakr untuk menyembah Robbnya di
rumahnya, silakan sholat dan membaca apa yang dia mau, dan jangan
mengganggu kita dengan ibadahnya itu, dan jangan melakukannya terang-
terangan karena kami sungguh khawatir anak-anak dan istri kita akan
terfitnah. (HR. Al Bukhoriy (2296)).
Dan dari Usamah bin Zaid -rodhiyallohu anhuma-, di dalamnya: Maka
Abdulloh bin Ubayy Ibnu Salul berkata pada Rosululloh -shollallohu alaihi
wasallam-: Wahai kamu, tidak ada yang lebih baik daripada apa yang
kamu ucapkan. Jika yang kamu bacakan tadi adalah benar, maka janganlah

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2
9

kamu mengganggu kami dengannya di majelis kami. Pulanglah ke
rumahmu, barangsiapa mendatangimu maka bacakanlah padanya. Al
hadits. (HR. Al Bukhoriy (4588) dan Muslim (1798)).
Syaikhul Islam -rohimahulloh- berbicara tentang hizb setan: Mereka
dulunya sudah berupaya untuk tidak muncul dari hizb Alloh dan Rosul-Nya
suatu perkataan ataupun kitab. Lalu mereka merasa resah dengan
munculnya kitab Al Akhnaiyyah([17]) lalu Alloh taala mempekerjakan
mereka hingga merekalah yang menampakkan kitab itu berlipat-lipat dari
yang demikian tadi dan lebih besar, dan mengharuskan mereka untuk
menelitinya dan menelaahnya, yang mana maksud mereka adalah untuk
menampakkan kekurangan kitab tadi. (Majmuul Fatawa/28/hal. 58).
Upaya menghalangi penyebaran kebenaran juga dilakukan oleh Syiah,
firqotut Tabligh, Sururiyyun, dan kebanyakan dari hizbiyyin. Asy Syaikh
Ahmad An Najmiy -rohimahulloh- menyebutkan sebagian dari kebatilan
Ikhwaniyyun: Upaya mereka untuk membungkam setiap orang yang
berbicara tentang hizbiyyah mereka dan menerangkan kejelekan dan
kekurangan mereka, dan mereka menjadikannya sebagai musuh bagi
mereka. (Ar Roddusy Syariy/hal. 254).

BAB KETIGA BELAS: TEROR PEMIKIRAN DAN UPAYA
MEMBIKIN TAKUT
Luqman berkata: Ana bilang kepada yang baru pulang dari Yaman itu satu
di antara dua kemungkinan, imma komitmen dan akan mengalami
kesulitan dalam berdakwah, atau mereka akhirnya hizbiy kayak kita([18]),
tasawwul pondoknya kurang dana akhirnya kirm ke muhsinin, telpon
kepada muhsinin, inikan sudah hizbiy, ini tasawwul. Imma jadi hizbiy
kayak kita, wa imam sulit berdakwah. Pilih salah satu.
Jawaban pertama: Ini merupakan perkara yang mengherankan dari
Luqman dan anak buahnya. Apakah mereka tidak tahu bahwasanya
dakwah Nabawiyyah Salafiyyah itu pasti akan mengalami kesusahan dan
rintangan? Alloh taala berfirman:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
0

y79x x.ur$uZ=yy_e@39@c<tR#xr tz`iBtB fJ9$#34 s
x.ury7n/t /$Z $yd#Z tRur
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap Nabi, musuh dari
orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi
petunjuk dan penolong. (QS. Al Furqon: 31)
Alloh Jalla dzikruhu juga berfirman:
Pr&OF6ymbr&(#q=z s?spYyf9$#$Js9urN3?t @sWBt
%!$#(#qn=yz`BN3=6s%(NkJB!$y t79$#!# 9$#ur(
#q9 9 ur4LymtAq)t Aq 9$#t%!$#ur(#qZtB#umy
tB4tLtB nS!$#3Iwr&b)u nS!$#= s%
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum
datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu
sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah
Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Bilakah datangnya
pertolongan Allah? Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat
dekat. (QS. Al Baqoroh: 214).
Adapun dakwah yang tiada kesulitan padanya maka akan timbul keraguan
tentang kebenaran jalannya. Maka yang manakah yang akan kamu pilih
wahai Luqman?
Jawaban kedua: di manakah tawakkalmu kepada Alloh sampai engkau
mengira bahwasanya orang yang tidak mengemis di dalam dakwahnya itu
akan tertimpa kesukaran dan kesulitan? Ataukah engkau berkata
bahwasanya penghinaan diri dan dakwah Salafiyyah dengan dengan
menyodorkan diri kepada kehinaan mengemis itulah yang akan
menghilangkan kesukaran dan kesusahan dakwah? Apakah demikian sifat
orang yang bertaqwa dan bertawakkal?
Robbmu telah berfirman:
`tBur,-Gt !$#@ygs &!%[`t xC
m% t ur`B] ym w=tFts 4`tBur@.uqtGt n?t!$#uqg
sm7ym4b)!$#=t/n Br&4 s% @yy_!$#e@39&
x#Y s%

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
1

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-
sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan
ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Tholaq: 2-3)
Alloh juga berfirman:
4`tBur,-Gt !$#@ygs &!`Bn Dr&#Z
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan
baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. Ath Tholaq:4)
Umar ibnul Khoththob -rodhiyallohu anhu- berkata: Rosululloh -
shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
_

' =

'

' '

-'

- ' -' - =

- ,

'

- ' -

' '

= - .
Andaikata kalian bertawakkal pada Alloh dengan sebenar-benar tawakkal
pada-Nya pastilah Dia akan memberikan rizqi pada kalian sebagaimana
memberikan rizqi pada burung-burung, mereka berangkat waktu pagi
dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang. (HR. At
Tirmidziy (9/hal. 47), hasan dengan kumpulan sanad-sanadnya
sebagaimana dalam Ash Shohihul Musnad (986 )).
Jawaban ketiga: Apakah engkau mengira bahwasanya Alloh akan menyia-
nyiakan hamba-Nya yang beriman dan kokoh di atas jalan-Nya yang lurus
dengan bertawakkal pada-Nya? Alloh taala berfirman:
ir( 2ur`iB7p-/!#y w@JtrB$ygs% !$#$yg% t N.$- )ur
4uqdur J9$#L=y9$#
Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus)
rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu
dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al Ankabut: 60).
Sesungguhnya Alloh memberikan rizqi pada seluruh makhluk melata yang
baik ataupun yang jahat- bahkan Alloh juga memberikan rizqi pada para
setan, maka bagaimana mungkin Dia tidak memberikan rizqi pada para

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
2

tentara-Nya yang beriman? Yang demikian itu benar-benar merupakan
buruk sangka kepada Robbul alamin.
Al Imam Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- berkata: Maka barangsiapa mengira
bahwasanya Alloh tidak menolong Rosul-Nya dan tidak menyempurnakan
agama-Nya, dan tidak memperkuatnya dan tentara-Nya dan tidak
meninggikan mereka dan tidak menjadikan mereka mengalahkan musuh-
musuh-Nya, dan bahwasanya Dia tidak menolong agama-Nya dan kitab-
Nya, dan bahwasanya Dia akan mempergilirkan kemenangan buat
kesyirikan terhadap tauhid, dan kebatilan terhadap kebenaran dengan
pergiliran yang terus-menerus sehingga menyebabkan tauhid dan
kebenaran pupus dan tak akan tegak lagi selamanya, maka sungguh dia
telah berprasangka kepada Alloh dengan persangkaan yang buruk, dan
menisbatkannya kepada perkara yang menyelisihi sifat yang layak bagi
kesempurnaan dan keagungan-Nya serta sifat-sifat-Nya. Dst. (Zadul
Maad/3/hal. 204).
Jawaban keempat: Alloh taala berfirman:
!$tBz>$|r&`B7pt6 B F{$# wur N3Rr& w) 5=t
G2`iB@6s%br&!$ydr&u 9R4b) 9s n?t!$# o
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada
dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh)
sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah
mudah bagi Allah. (QS. Al Hadid: 22)
Dari Abud Darda -rodhiyallohu anhu- bahwasanya Nabi -shollallohu alaihi
wasallam- bersabda:
, ' '= '- -=,' , ' -'- '- ', _-= '-,` -,-= -= _'- '- -,-= - '
-,-,'.
Segala sesuatu itu punya hakikat, dan tidaklah seorang hamba mencapai
hakikat keimanan sampai dia mengetahui bahwasanya apa yang
menimpanya tak akan meleset darinya, dan bahwasanya apa yang meleset
darinya tak akan menimpanya. (HR. Ahmad/6/hal. 411) dan dihasankan
oleh Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- dalam Ash Shohihul Musnad
(1046)).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
3

Maka untuk apa engkau dan para pengikutmu melakukan kehinaan demi
mendapatkan rizqi yang telah ditetapkan setelah pena taqdir diangkat dan
lembaran-lembaran taqdir telah kering? Mencari penghasilan itu harus
dengan memperhatikan rizqi yang baik.

Dari Abu Huroiroh -rodhiyallohu anhu- yang berkata: Rosululloh -
shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

- -

' -

- , - - -

' -

' - ,

- ,

` ,

'

-' ' + ,

'

, ' - -

' : { ' + ,

' ,
-

'

- ' , ' =

' -

- ' -

- _

' = '' -

' - = ' - ,

' } '

: { ' - ,

'

- - ,

' ' + ,

' ,

'

' - } . ' , ' - -' _

'

, , - , -

- -' , , = '

` = -

- ' ,
'

' ' =

- - , _

'

''

= = - -

' - = -

- - ). '-- == ) 1015 ))
Wahai manusia, sesungguhnya Alloh itu baik, tidak menerima kecuali yang
baik, dan sesungguhnya Alloh itu memerintahkan kepada para Mukminin
dengan apa yang diperintahkan-Nya kepada para Rosul. Alloh berfirman:
Wahai para Rosul, makanlah dari yang baik-baik dan beramallah yang
sholih, sesungguhnya Aku Mahatahu apa yang kalian amalkan. Dan juga
berfirman: Wahai orang-orang yang beriman makanlah dari yang baik-
baik yang Kami rizqikan pada kalian.
Lalu Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- menyebutkan seseorang yang
panjang safarnya, rambutnya kusut dan berdebu, dia menjulurkan kedua
tangannya ke langit seraya berkata: Wahai Robb, wahai Robb, sementara
makanannya itu harom, minumannya harom, dan pakaiannya itu juga
harom, dia juga diberi gizi dari yang harom, maka bagaimana
permintaannya akan dikabulkan? (HR. Muslim (1015)).

Dari Jabir bin Abdillah -rodhiyallohu anhuma- yang berkata: Rosululloh -
shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

' +

- -

- _

- = -

' ' -

'

'

' _

' - =

- '

-' ' + ,

-'

' +

- =

'


- =

= ' - = = ' -

'

' _

' .
Wahai manusia, bertaqwalah kalian pada Alloh, dan perbaguslah pada
pencarian, karena sesungguhnya suatu jiwa itu tak akan mati sampai
dicukupi rizqinya sekalian terasa lambat. Maka bertaqwalah kalian pada

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
4

Alloh, dan perbaguslah pada pencarian, ambillah apa yang halal, dan
tinggalkanlah apa yang harom. (HR. Ibnu Majah (6/hal. 452) dan yang
lainnya, hadits hasan. Dan dihasankan dengan gabungan sanadnya oleh Al
Imam Al Albaniy -rohimahulloh- dalam Ash Shohihah (6/hal. 865)).
Jawaban kelima: Alangkah jauhnya dirimu wahai Luqman dari kekokohan
syaikhmu Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- yang berkata: Maka dakwah
itu di sisi kami lebih mulia daripada jiwa, keluarga dan harta kami. Kami
siap meskipun harus makan tanah dalam keadaan kami tidak mengkhianati
agama dan negri kami, dan tidak bersikap talawwun (muka ganda).
Talawwun bukanlah karakter Ahlussunnah. dst (Al Baits ala Syarhil
Hawadits hal. 57).
Asy Syaikh Robi Al Madkholiy -hafizhohulloh- berkata pada Ibnu Abdil
Kholiq: Kebenaran itu -wahai Abdurrohman- lebih besar daripada langit
dan bumi dan lebih besar daripada kelompok-kelompok yang kau bela. Dan
dia itu lebih kami cintai daripada anak-anak dan kerabat. Maka tak
mungkin bagi kita untuk mendiamkan kelompok ataupun partai yang
menyelewengkan agama Alloh. Bahkan kami akan menampakkan
kebenaran dengan seidzin Alloh-. Dan kami mohon pada Alloh agar
mencatat hal itu di dalam lembaran-lembaran kebaikan kami. Dan tak akan
membahayakan kami orang ini dan itu berkata,Ini adalah cercaan dan
makian. Ini adalah termasuk teror psikologis dan propaganda batil yang
dimurkai oleh Alloh, malaikat-Nya dan para mukminin. (Jamaah
Wahidah/ Syaikh Robi/hal. 92).
Maka dakwah Salafiyyah itu sebagaimana yang dikatakan oleh Asy Syaikh
Robi Al Madkholiy -hafizhohulloh-: beban manhaj Salafiy yang berat
yang tidak dipikul kecuali oleh orang-orang jujur dari para pria. Alloh taala
berfirman:
|=ymr&$Z9$#br&(#q.u I br&(#q9q)t $YtB#uNdur wtb
qZtF
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al Ankabut: 2)
(Jinayatu Abil Hasan/hal. 93).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
5

Alangkah pemberaninya Syaikhuna Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh- ketika
berkata: Sungguh kami telah menghibahkan jiwa kami untuk dakwah
salafiyyah dan kami tidak mencari dengannya pengganti.
}-- _-' `-' ` =' - '-{
maka tidak ada setelah kebenaran selain kesesatan. Maka ke manakah
kalian dipalingkan?" (kitab Adhrorul Hizbiyyah/Syaikh Yahya -
hafidhahulloh-/hal. 37-38)
Jawaban keenam: upaya Luqman Ba Abduh untuk menakut-nakuti para
Salafiyyin bukanlah perkara yang baru. Dulu dia, Muhaimin, dan Nur Wahid
mengancam sebagian Salafiyyin di kota Semarang di bulan Romadhon 1429
H agar tidak menerima saudara kita Abu Hazim -hafizhohulloh- untuk
mengajarkan tajwid, sebagaimana mengabarkan kepada kami saudara kita
Abu Hazim, Abu Yahya dan yang lainnya -hafizhohumulloh-.
Muhaimin dan sebagian orang yang bersamanya juga mengirimkan SMS-
SMS teror yang berulang-ulang dengan nomor yang berbeda-beda, akan
tetapi Alloh enggan kecuali tetap berlangsungnya pelajaran tajwid tadi,
walhamdulillah.
Jawaban keenam: Perkataanmu: Atau mereka akhirnya hizbiy kayak kita
dengan tasawwul.
Kami katakan: segala puji bagi Alloh yang menjadikan dirimu mengucapkan
kebenaran sehingga engkau mengakui bahwasanya dirimu adalah hizbiy
setelah engkau bersembunyi bertahun-tahun, dan setelah upaya kerasmu
untuk melemahkan firasat Asy Syaikh Robi Al Madkholiy bahwasanya
beliau merasa khawatir bahwasanya engkau adalah hizbiy yang
disusupkan. Penyair berkata:
_--'' = - - , '

'+-= ,'= -=, '- '
Jika anak muda tidak mendapatkan pertolongan dari Alloh, maka yang
pertama kali akan menjahatinya adalah ijtihadnya sendiri.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
6

Jawaban ketujuh: Teror pemikiran merupakan perbuatan musuh para Nabi
dan Rosul untuk menggoncangkan tapak-tapak kaki tentara Alloh. Dan
tidaklah makar yang jelek itu menimpa kecuali kepada pelakunya sendiri.
Para peneror yang ada sekarang merupakan keturunan (pewaris) dari para
pendahulu yang mana Alloh taala berfirman tentang mereka:
*9O9mtG^t tbq)oYJ9$#t%!$#ur Ng/q=%t
B cq_ J9$#ur puZ yJ9$# Zt Zs9Ng/OO w tR
r r$pg !$pk w)Wx =s%
Rq=B($yJuZ r&(#q)O(#r {&(#q=nF%urWx F)s?

Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang- orang yang
berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar
bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu
(untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu
(di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan
terlaknat. di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh
dengan sehebat-hebatnya. (QS. Al Ahzab: 60-61).
Dan teror psikologi macam ini juga merupakan perbuatan Salman Al
Audah dan Ikhwaniyyun, juga Abul Hasan Al Mishriy, Hasan bin Farhan Al
Malikiy, Hamzah bin Muhammad Al Millibariy, Abdul Hafizh bin Malik Ash
Shufiy, demikian pula Quthbiyyun dan Adnan Arur.
(Syaikhunal fadhilul Mufid Abu Hamzah Al Amudiy -hafizhohulloh-
menambahkan: terakhir, wahai Luqman, kukatakan padamu bahwasanya
ini adalah dakwah para Nabi dan Rosul -shollallohu alaihim wasallam-,
tegak di atas kejujuran, kelurusan, keterjagaan dari kerendahan, mereka
tidak meminta upah kepada manusia, bahkan masing-masing dari mereka
berkata:
!$tBurN3=t r&m n=t`B@ _r&(b)y _r& w)4 n?tb>u t
Jn=y9$#
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu;
Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. Asy Syuaro:
109).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
7

BAB KEEMPAT BELAS: MENAMPAKKAN SIKAP RUJUK
ATAU MENYEBARKAN BERITA RUJUK
Di antara kebatilan Luqman Ba Abduh adalah: manakala upayanya untuk
memalingkan perhatian manusia dari Darul Hadits di Dammaj ke Darul
Bathoth([19]) di Syihr tersingkap maka diapun menampakkan sikap rujuk
dan berhenti. Tapi manakala dia mendapati kesempatan pada kali yang lain
dan mengira bahwasanya otot-ototnya menguat kembalilah dirinya
melancarkan serangan -dengan bentuk yang lebih jelas- kepada pemimpin
dakwah Salafiyyah yang bersih Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy -
hafizhohulloh-, dan kepada Darul Hadits yang menjadi sumber Dakwah
Salafiyyah.
Sumber dari metode rujuk politis ini adalah dari setan, lalu diambil oleh
Firaun dan kaumnya, dan kuffar Quroisy, dan sebagian Yahudi, sebagian
Nashoro, dan juga makar dari Susan Al Qodariy di Iroq, juga Ghoilan Al
Qodariy, salah seorang Jahmiyyah, juga Al Hallaj, sekte Bathoihiyyah, juga
Muhammad Taufiq Al Aqlaniy, Abdurrohman Abdil Kholiq, dan Abul Hasan
Al Mishriy.
Asy Syaikh Robi Al Madkholiy -hafizhohulloh- berkata tentang Abul Hasan
Al Mishriy: Dan aku hampir bisa memastikan dengan alamat-alamat yang
ada padaku dan dari ucapan-ucapannya, dan keadaannya serta keadaan
orang yang seperti dirinya yang aku pelajari selama ini bahwasanya
tidaklah dirinya itu melakukan koreksi terhadap kitabnya itu kecuali
sekedar makar untuk bisa meneruskan peperangan terhadap Ahlussunnah
dalam bentuk orang yang bertobat dan bersih. Maka sikap rujuk seperti ini
menyerupai sikap rujuknya Adnan Arur dan yang semisal dengannya dari
orang-orang yang sengaja berbuat salah dan bersikeras menentang
kebenaran. Orang ini walaupun menampakkan sikap rujuk dalam perkara
ini akan tetapi dia tidak rujuk dari manhajnya yang rusak itu. (Jinayat Abil
Hasan/hal. 93-95).
Dan ini juga merupakan bagian dari siasat Sholih Al Bakri dan yang lainnya
dari kalangan orang-orang yang menyerang Dakwah Salafiyyah dan
menyerang para penjaga bentengnya.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
8

BAB KELIMA BELAS: PENGKABURAN DAN RUSAKNYA
TIMBANGAN KEBENARAN
Barangsiapa mendengar perkataan Luqman Ba Abduh hadahulloh- di
dalam kaset tersebut dia akan tahu bahwasanya orang ini pandai dalam
melontarkan syubuhat (pengkaburan). Di antara pengkaburan yang
dilontarkannya adalah:
Perkataan dia: Hadza Al Imamul Barbahariy dikatakan: hadza Imam
indahu nazah takfiriyyah, indahu syathohat, Alloh akbar. Al Imamul
Barbahariy penulis kitab Syarhus Sunnah yang kitab ini turn-temurun di
syaroh oleh para ulama dinyatakan punya pemikiran takfir, dia punya
penyimpangan-penyimpangan. Buktikan! Kita ini para tholabul ilmi bukan
orang pasar. Ada takfir hat buktinya?! Siapa pendahulu ente (Asy Syaikh
Yahya)?
Jawaban pertama: tunjukkan dulu bukti yang menetapkan bahwasanya
Syaikhuna Yahya -hafizhohulloh- berkata demikian tentang Al Imam Al
Barbahariy.
Jawaban kedua: jika memang Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh-
mengucapkan itu, maka ketahuilah bahwasanya beliau itu mujtahid,
memperhatikan perkataan para tokoh lalu memaparkannya kepada Al
Quran dan As Sunnah serta manhaj Salaf, lalu beliau menghukuminya
sesuai dengan apa yang nampak bagi beliau sebagai bagian dari ibadah
pada Alloh dan nasihat bagi umat Islam. Jika penilaian beliau itu benar,
maka beliau mendapatkan dua pahala, dan jika salah beliau mendapatkan
satu pahala. Maka untuk apa engkau membantahnya demi menjatuhkannya
dengan metode ini?
Jawaban ketiga: Jika benar bahwasanya Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -
hafizhohulloh- mengucapkan itu, engkau telah tahu bahwasanya para
masyayikh hafizhohumulloh bahkan Al Imam Al Wadiiy rohimahulloh-
mengakui bahwasanya beliau itu tidak berbicara atas dasar hawa
nafsunya([20]). Kita tidak mengangkat beliau sampai ke derajat mashum
(terjaga dari kesalahan), akan tetapi kenyataan dan para tokoh di
zamannya bersaksi atas apa yang kami sebutkan tadi. Beliau itu berbicara
dengan ilmu dan hujjah. Jika engkau mau melihat kembali pada Syarhus

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3
9

Sunnah Al Imam Al Barbahariy engkau akan dapati dalil yang
menunjukkan adanya perkara-perkara yang butuh pada penakwilan agar
tidak ada orang yang menyangka bahwasanya beliau ini Al Barbahariy
rohimahulloh- mudah mengkafirkan orang. Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -
hafizhohulloh- juga mendoakan rohmat bagi beliau, dan kitab ini masih
terus-menerus diajarkan di markiz ini. Maka mengapa engkau membantah
beliau dengan cara ini dalam upayamu untuk menjatuhkannya dan
menjatuhkan kerja keras beliau dalam membela sunnah yang murni?
(Syaikhunal fadhil Abu Hamzah Al Amudiy -hafizhohulloh-: Bahkan Syaikh
kami mengajarkan kitab tadi, memberikan catatan kaki dengan catatan-
catatan yang berharga, dan saat itu ada di zaman Syaikhunal Imam Al
Mujaddid Al Wadiiy -rohimahulloh-. Demikian pula Asy Syaikh Al Mujahid
Ahmad An Najmiy -rohimahulloh- punya catatan kaki dan kritikan
terhadap kitab Syarhus Sunnah tersebut, maka waspadalah. Demikian
pula Syaikhunal Wadiiy -rohimahulloh- punya perkataan yang mendekati
perkataan Syaikhuna Yahya roahulloh-. Maka apa lagi wahai
Ruwaibidhoh?([21])).
Jawaban keempat: Tiada seorangpun dari para imam selain para Nabi-
yang terjaga dari ketergelinciran. Ibnu Hajm telah terjatuh ke dalam
pemikiran Jahmiyyah, Abul Hasan Al Asyariy terpengaruh oleh ilmu kalam.
Al Qodhi Iyadh, Al Maziriy, Al Qurthubiy penulis Al Jami dan Al
Qurthubiy penulis Al Mufhim, An Nawawiy, Ibnu Hajr dan Ibnul Atsir
terjatuh dalam pengaruh Asariyyah. Fairuz Abadiy (pengarang Al
Qomusul Muhith) dan Al Alusiy pengarang Ruhul Maaniy terjatuh ke
dalam tashowwuf. Contoh-contoh dalam bab ini banyak. Apakah jika kami
berkata tentang mereka dengan apa yang mereka memang pantas
mendapatkannya sebagai nasihat buat umat agar tidak terjatuh ke dalam
ketergelinciran yang para imam tadi terjatuh padanya- dengan tetap
menghormati mereka berarti telah menghinakan mereka?
Jawaban kelima: Apakah keadaan kitab Syarhus Sunnah karya Al
Barbahariy yang berpidah-pindah dari generasi ke generasi di tangan
Ahlussunnah itu menghalangi seorang alim yang ahli untuk memberikan
kritikan yang benar? Ini dia syarh An Nawawiy terhadap Shohih Muslim
ada di tangan salafiyyun dari generasi ke generasi. Demikian pula Al
Aqidatuth Thohawiyyah, Fathul Bari, Al Jami Li Ahkamil Quran karya

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
0

Al Qurthubiy, Ahkamul Quran karya Ibnul Arobiy, Ikmalul Mulim, Al
Muhalla, Ihkamul Ahkam, kitab-kitab Abu Amr Ad Daniy, Lumatul
Itiqod, Al Aqidatus Safariniyyah dan yang selainnya, semua itu
dipelajari di markiz-markiz Salafiyyin, tapi tidak menghalangi untuk
pengarangnya dikritik oleh seorang yang alim dan penasihat. Bahkan orang
yang menjelaskan kesalahan-kesalahan tadi kepada umat harus disyukuri,
dan cukuplah yang demikian itu sebagai wujud nasihat bagi umat. Para
penasihat ada di satu lembah, sementara Luqman Ba Abduh ada di lembah
yang lain.
Jawaban keenam: Sebagian ulama telah mengkritik Qotadah bin Diamah,
Misar Bin Qidam, Waki, dan Al Hasan bin Sholih bin Hayy. Al Imam Ibnu
Main dan Sad bin Hassan telah mencela Hassan bin Athiyyah dalam
masalah qodar. Al Imam Al Albaniy -rohimahulloh- mengkritik Asy Syaikh
Ismail Al Anshoriy bahwasanya beliau itu bodoh tentang hadits. Asy Syaikh
Robi -hafizhohulloh- mengomentari Al Imam As Sijziy -rohimahulloh-
bahwasanya beliau goncang dalam masalah sebagian sifat Alloh. Asy Syaikh
Robi Al Madkholiy juga berkata bahwasanya Al Imam Sad bin Ali Az
Zinjaniy -rohimahulloh- terkena debu Asyairoh. Bersamaan dengan itu
para ulama tidak berkata bahwasanya para pengritik tadi telah menghina
ulama. Selama faktor pendorongnya adalah ilmu, nasihat dan agama serta
ijtihad, bukan hawa nafsu ataupun fanatisme, maka perkara seperti
ini([22]) di antara Ahlussunnah bisa untuk tidak dibesar-besarkan. Akan
tetapi hal ini memang tidak dipahami oleh para pengekor hawa nafsu dan
kebodohan.
'-' ,= ',' ,= =

','--' -- =-' ,= '-
Mata keridhoan itu lemah terhadap segala kekurangan, sebagaimana mata
kemurkaan itu menampakkan berbagai kejelekan.
Jawaban ketujuh: Adapun perkataanmu terhadap Syaikhuna Yahya -
hafizhohulloh-: Siapakah pendahulumu dengan tuduhan seperti ini? maka
Asy Syaikh Abu Hamzah Al Amudiy -hafizhohulloh- telah menjawabnya.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
1

Dan juga beliau itu mujtahid. Bahkan beliau adalah orang yang alim, imam,
dan faqih sebagaimana telah bersaksi untuk beliau para tokoh terkemuka.
Justru kamulah yang berhak untuk ditanya: Siapakah pendahulumu dari
kalangan para imam yang menyatakan bahwasanya Asy Syaikh Yahya Al
Hajuriy -hafizhohulloh- itu haddadiy? Orang yang paling tahu tentang
kebusukan Haddadiyyah adalah Asy Syaikh Al Imam Robi Al Madkholiy -
hafizhohulloh-([23]) . Maka manakah ucapan beliau bahwasanya Asy
Syaikh Yahya Al Hajuriy adalah haddadiy? Tampilkanlah pada kami, dan
jangan bersikap pelit.
Bahkan kamu itu termasuk orang yang paling butuh untuk merujuk
kembali ucapan Al Imam Ahmad kepada Al Maimuniy -rohimahumalloh-:
Wahai Abul Hasan, hindari olehmu berbicara tentang suatu masalah yang
dirimu tidak punya imam di situ. (Siyar Alamin Nubala/11/hal. 296).
Dan apakah engkau telah mencapai derajat imam, faqih, alim, dan mujtahid
hingga engkau berkata yang demikian tadi?
Jawaban kedelapan: (Asy Syaikh Abu Hamzah Al Amudiy -hafizhohulloh-
menambahkan: Syaikhuna Yahya Al Hajuriy roahulloh- telah
menyelesaikan ucapan-ucapan beliau yang menjelaskan bahayanya
pemikiran haddadiyyah yang berlebihan dan menyimpang itu, dan juga
menjelaskan bahayanya para pelakunya terhadap dakwah Salafiyyah.
Syaikh kita semoga Alloh memeliharanya- membenci ghuluw (sikap
berlebihan), menjauhkan orang darinya, dan memperingatkan manusia
darinya. Gelar Haddadiy telah menjadi syiar orang yang menentang
dakwah Salafiyyah yang bersih dan menentang para penjaga bentengnya,
sejak zaman Abul Hasan sampai masa Abdurrohman Al Adniy dan para
penolongnya.)
Dengan jawaban in semua aku nasihatkan pada dirimu wahai Luqman-:
Jika rumahmu itu dari kaca, maka janganlah engkau sekali-kali melempari
rumah orang dengan batu([24]).
Di antara pengkaburan yang dilakukan Luqman Ba Abduh hadahulloh-
juga adalah ucapannya: (( ,-,+- --= ) '- ' ( - = : -=-, '--=-
--'=- '- '-- _-'-- . -, ' - ''--''- ==' =-, -,' '
-= -=' -= . =-- - - . ' _' : - _,-' -=- _,-' '=-' _,-'
''--''- =-, +' ,-= _,-' _,- . - =' -- ).)

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
2

Jawaban kami yang pertama: sebagian dari para penasihat telah
membantah para pendahulumu yang mendatangkan kritikan dan bantahan
itu tadi, dan menyingkap kelemahan syubuhat mereka. Barangsiapa
mengikuti malzamah-malzamah itu tadi dia akan mendapatkan
jawabannya, maka aku tidak butuh untuk mengulanginya.
Jawaban kedua: aku ingin menambahimu pukulan dengan perkataan Al
Imam Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- : di antaranya adalah yaitu faidah dari
kisah utusan dari Najron-: bahwasanya sunnah di dalam perdebatan
dengan ahlul batil jika hujjah Alloh telah tegak terhadap mereka, dan
mereka tak mau rujuk tapi bahkan bersikares untuk menentang adalah:
hendaknya mereka diajak untuk bermubahalah. Alloh subhanahu telah
memerintahkan Rosul-Nya untuk itu, dan tidak berfirman: Umatmu
sepeninggalmu tidak boleh untuk bermubahalah. Anak dari paman beliau
Abdulloh bin Abbas- telah mengajak bermubahalah kepada orang yang
mengingkari beliau dalam beberapa masalah furu (cabang, bukan pokok),
dan para Shohabat tidak mengingkari beliau atas tantangan tadi. Al Auzaiy
telah mengajak bermubahalah dalam masalah mengangkat tangan (dalam
sholat), dan Ats Tsauriy tidak mengingkarinya. Dan ajakan mubahalah ini
termasuk dari kesempurnaan hujjah. (Zadul Maad/ kisah utusan dari
Najron).
Jawaban ketiga: perselisihan di antara Ahlussunnah dengan kalian wahai
hizbiyyun Barmakiyyun- merupakan perselisihan antara para pemilik
hujjah dan bukti-bukti serta kejujuran, melawan para pemilik syubuhat,
pengkaburan dan kebodohan. Maka dari sisi mana kamu berkata: Ini
menggelikan? bahkan mubahalah ini adalah bagian dari syariat. Apalah
engkau menertawakan syariat Alloh?
Jawaban keempat: tunjukkanlah pada kami satu dalil yang melarang
mubahalah terhadap seorang muslim yang membangkang.
Jawaban kelima: telah Nampak kekuatan dalil-dalil mubahalah, maka
tidaklah tersisa untuk para pembangkang selain ejekan untuk menutupi
rasa takut yang ada di dalam jiwa-jiwa mereka, maka mereka tidak mau
menjawab tantangan mubahalah.
Jawaban keenam: Engkau wahai Luqman, Muhammad Afifuddin,
Muhaimin, Nur Wahid, dan Muhammad Barmin, kalian semua menolak

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
3

hujjah-hujjah yang bercahaya dari syaikh kami terhadap hizbiyyah ibnai
Mari, bahkan kalian membikin makar terhadap beliau. Maka tiada yang
tersisa untuk syaikh kami sang mujahid kecuali kembali pada Robbnya dan
Maulanya dengan memohon pada-Nya agar membenarkan kebenaran dan
membatalkan kebatilan dan mubahalah yang disyariatkan. Maka datanglah
kalian kemari, ke Dammaj yang dia itulah markiz induk yang menjadi
sasaran hizbiyyun untuk meruntuhkannya, dan marilah kita bermubahalah
dan kita berdoa semoga laknat Alloh menimpa orang-orang yang berdusta.
Jawaban ketujuh: Ucapanmu: ( ''--''- =-, +' ` _,-' ` _,-' ` _,-'
_')
Kami katakan: sesungguhnya orang-orang yang kamu sebutkan tadi
dengan penghormatan kami kepada mereka- tidaklah lebih tinggi daripada
para ulama yang ditantang oleh Ibnu Abbas pada zaman mereka. Dan
tidaklah para masyayikh yang kamu sebutkan tadi lebih tinggi daripada
Sufyan Ats Tsauriy padahal beliau ditantang oleh Al Auzaiy -
rohimahumalloh-. Apa ada seorangpun dari ulama yang berkata bahwa
Ibnu Abbas dan Al Auzaiy termasuk dari haddadiyyin?
Di antara pengkaburan yang dilakukan oleh Luqman juga ucapannya:
( - -- - ' ,,-='' '='- '- ==' , ' '-` _,-' : -=
-- _')
Jawaban kami yang pertama: Abu Dzarr -rodhiyallohu anhu- berkata:
_--- ','= -- : - '+-- : - -' - '= ` --

- ' =''- --
-`.
Kekasihku -shollallohu alaihi wasallam- memerintahkanku dengan tujuh
perkara: -di antaranya adalah- Beliau memerintahkan diriku untuk aku
mengucapkan kebenaran sekalipun itu pahit, dan memerintahkan diriku
untuk tidak takut di jalan Alloh pada celaan orang yang mencela. (HR.
Ahmad (5/159) dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- di
Ash Shohihul Musnad no. (267)).
Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- berkata: Maksudku adalah
bahwasanya para ulama kita itu tak punya pilih kasih. Bahkan salah
seorang dari mereka berbicara tentang ayahnya dan berkata: Ayahku

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
4

lemah haditsnya. Dia adalah Ali ibnul Madiniy. Yang lain berbicara tentang
saudaranya, beliau adalah Zaid bin Abi Unaisah, beliau berkata: Saudaraku
Yahya pendusta. Maka sudah seharusnya untuk menjelaskan keadaan para
ahli bida aku menyesalkan sebagian ulama kita pelajarnya campur aduk,
yang ini dari Jamiyatul Hikmah, yang ini ikhwaniy, yang itu demikian.
Dulunya sebagian ulama terdahulu berkata: Aku merasa keberatan kepada
setiap ahli bidah yang ada di majelisku ini, hendaknya dia pergi dari sini.
(Tuhfatul Mujib/hal. 293).
Kami katakan: inilah yang benar. Sebagian hizbiyyun ketika keluar dari
markiz induk Dammaj mereka lari ke Mabar, sejak zaman fitnah Abul
Hasan, ke fitnah Sholih Al Bakriy, ke fitnah Abu Malik Ar Riyasyiy, ke fitnah
kedua syaikh kamu Abdurrohman dan Abdulloh bin Mari.
Jawaban kedua: Sungguh Asy Syaikh Muhammad Al Imam Ar Roimiy -
hafizhohulloh- sendiri tahu tingginya kadar Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy
semoga Alloh memeliharanya-, dan kerja keras beliau dalam As Sunnah.
Dan terus-menerus keduanya tukar-menukar salam dan nasihat([25]).
Maka untuk apa engkau pura-pura menangis terhadap perkara yang tidak
diingkari oleh Asy Syaikh Muhammad Al Imam Ar Roimiy -hafizhohulloh-
itu sendiri?
Luqman Ba Abduh punya talbisat (pengkaburan) yang banyak, sebagiannya
telah disebutkan dalam risalah ini, maka aku tidak butuh untuk merincinya
lagi dalam bab ini karena mencukupkan dengan bab-bab yang terdahulu.
Talbisat merupakan metode seluruh orang sesat. Alloh taala berfirman:
@drt =tG39$#zN9 cq6=s?,ys9$#@t69$$/tbqJG
3s?ur,ys9$#OFRr&urtbqJn=s?
Hai ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang
bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?
(QS. Ali Imron: 71).
Al Imam Sufyan Ats Tsauriy -rohimahulloh- berkata: Tiada satu
kesesatanpun kecuali dia dalam keadaan punya perhiasan. (Al Ibanatul
Kubro/Ibnu Baththoh/no. 447).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
5

Syaikhul Islam -rohimahulloh- berkata: Tidaklah kebatilan itu laku di
kalangan manusia kecuali dengan campuran dari kebenaran sebagaimana
ahlul kitab membungkus kebenaran dengan kebatilan disebabkan oleh
sedikit kebenaran yang ada pada mereka, dengannya mereka menyesatkan
makhluk yang banyak dari kebenaran yang wajib untuk diimani. Dan
mereka menyerunya kepada kebatilan yang banyak yang mereka ada di
atasnya. Dan kebanyakan orang yang membantah mereka dari kalangan
Muslimin tidak pandai membedakan antara kebenaran dan kebatilan, dan
tidak menegakkan hujjah yang melenyapkan kebatilan mereka, dan tidak
menjelaskan hujjah Alloh yang telah ditegakkan-Nya dengan para Rosul-
Nya. Akibat dari keadaan tadi adalah timbulnya fitnah. (Majmuul
Fatawa/35/hal. 190).
Al Imam Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- berkata: Hanyalah syubhat itu
dinamakan syubhat (kekaburan) karena terkaburkannya kebenaran
dengan kebatilan di dalamnya, karena syubhat tadi memakai baju
kebenaran di atas badan kebatilan. Kebanyakan manusia adalah orang yang
lahiriyahnya bagus, lalu orang yang melihatnya melihat kepada baju yang
dipakainya, sehingga dia meyakini keshohihannya. Adapun pemilik ilmu
dan keyakinan, maka dia itu tidak tertipu oleh yang demikian itu, bahkan
pandangannya melampaui hingga ke bagian dalamnya dan apa yang ada di
balik baju tadi, sehingga tersingkaplah untuknya hakikat syubhat tadi.
Contohnya adalah dirham palsu. Orang yang tidak paham ilmu penelitian
uang akan tertipu karena dia hanya melihat kepada pakaian perak yang
melapisinya. Peneliti yang ulung pandangannya akan sampai kepada apa
yang di balik lapisan tadi sehingga bisa mendapati kepalsuannya. Suatu
lafazh yang bagus dan fasih terhadap syubhat itu bagaikan lapisan perak
yang ada di atas dirham palsu tadi, sementara makna dari syubhat tadi
bagaikan kuningan yang ada di bawahnya. Berapa banyak alasan seperti
tadi (syubhat) sudah membunuh orang yang jumlahnya tidak ada yang bisa
menghitungnya selain Alloh. (Miftah Daris Saadah/1/hal. 140).
Al Imamul Wadiiy -rohimahulloh- berkata tentang Hizbul Ishlah: Dakwah
merka adalah dakwah hizbiyyah, semuanya dibangun di atas talbisat
(pengkaburan). (Ghorotul Asyrithoh/1/hal. 49).
Fadhilatusy Syaikh Robi bin Hadi Al Madkholiy -hafizhohulloh- berkata
tentang para pembela bidah muwazanah (keharusan untuk menyebutkan

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
6

kebaikan orang yang dikritik kebatilannya): Mereka adalah kaum yang
syiar mereka adalah kedustaan, pengkaburan, dan kesengajaan untuk
berbuat salah yang terang. (An Nashrul Aziz/bab: 1/pasal: 4/sesi
keempat).

BAB KEENAM BELAS: UPAYA UNTUK MEMBUAT
MAKAR DAN PENIPUAN
Seluruh perbuatan Luqman Ba Abduh yang berupa cercaan terhadap
Syaikh kita Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh-, penghinaannya, upaya
membikin manusia tidak butuh padanya, membesar-besarkan lawannya,
upaya untuk menghalangi manusia dari mata air dakwah Salafiyyah Darul
Hadits di Dammaj, dan dari para penjaga bentengnya, dan upaya
menghalangi penyebaran malzamah-malzamah dan kaset-kaset yang
dikaluarkan dari markiz ini, memboikot orang yang bersama Syaikh kita -
hafizhohulloh- dalam fitnah ini, teror psikologis, berlindung di balik ulama
untuk meruntuhkan fatwa-fatwa Syaikh kita([26]), membuka pintu baku
tolong dengan markiz Al Yaman Al Khoir([27]) di Shona, dan perbuatan
yang lainnya, itu semua menunjukkan makar Luqman hadahulloh-
terhadap Syaikh kita dan Darul Hadits serta dakwah untuk kembali ke jalan
Salaf yang bersih.
Digabungkan dengan perbuatan yang tersebut di atas, kenyataan
bahwasanya dirinya manakala upayanya untuk memalingkan perhatian
manusia dari Darul Hadits di Dammaj ke Darul Bathoth([28]) di Syihr
tersingkap maka diapun menampakkan sikap rujuk dan berhenti. Tapi
manakala dia mendapati kesempatan pada kali yang lain dan mengira
bahwasanya otot-ototnya menguat kembalilah dirinya melancarkan
serangan -dengan bentuk yang lebih jelas- kepada pemimpin dakwah
Salafiyyah yang bersih Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy -hafizhohulloh-.
Dan jangan lupa apa yang terjadi sebelum itu, yaitu upaya kerasnya untuk
membatalkan firasat syaikh yang ahli: Robi Al Madkholiy -hafizhohulloh-
tentang dirinya. Memang Luqman itu adalah pembikin makar dan tipu
daya.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
7

Pembikinan makar merupakan kebiasan musuh para Nabi. Alloh taala
berfirman:
y79x x.ur$uZ=yy_ e@.>pt s%u 9 2r&$yg B fB(#r 6
Ju 9$yg ($tBurtbr 6Jt w)NkRr/$tBurtbr o
Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat
yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. dan
mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka
tidak menyadarinya. (QS. Al Anam: 123).

Hampir semua ahli batil memiliki makar dan tipu daya terhadap kebenaran
dan pembela kebenaran di sepanjang sejarah.
Demikian pula para hizbiyyun. Al Imamul Wadiiy -rohimahulloh- berkata:
Hizbiyyah itu dibangun di atas kedustaan dan penipuan. (Ghorotul
Asyrithoh/1/hal. 474).([29])
Syaikh Ahmad An Najmi rohimahulloh berkata,Seluruh dakwah hizbiyyah
dibangun di atas takattum (menyembunyikan suatu rahasia),
pengkhianatan, makar, kecurangan, dan talbis. (Ar Roddul Muhabbir hal.
124)

(Inilah akhir dari terjemahan baru seri dua untuk kitab Inbiatsut
Tanabbuh. Dan dengan dikeluarkannya terjemahan ini, maka terjemahan
seri dua yang lama ana nyatakan tidak berlaku lagi. Wallohul muwaffiq).

Daftar Isi
Contents
Bab Keenam: Pujian Luqman Terhadap Sebagian Hizbiyyin. 2
Bab Tujuh: Berpura-pura Lembut Dan Akhlaq Yang Mulia. 4
Bab Delapan: Tuduhan Luqman Ba Abduh Terhadap Syaikhuna -
hafizhohulloh- Bahwasanya Beliau Mutasyaddid. 9

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
8

Bab Sembilan: Luqman Ba Abduh Tak Mau Menerima nasihat 12
Bab Kesepuluh: Para Hizbiyyun Rakus Pada Dunia dengan Nama Dakwah.
13
Bab Kesebelas: Upaya Luqman Ba Abduh Melarikan Orang Dan
Menghalangi Mereka Dari Darul Hadits Dammaj 17
Bab Kedua Belas: Kebencian Luqman Terhadap Penyebaran Kebenaran
Yang Membongkar Jati Dirinya. 19
Bab Ketiga Belas: Teror Pemikiran dan Upaya Membikin Takut 20
Bab Keempat Belas: Menampakkan Sikap Rujuk Atau Menyebarkan Berita
Rujuk. 25
Bab Kelima Belas: Pengkaburan dan Rusaknya Timbangan Kebenaran. 26
Bab Keenam Belas: Upaya Untuk Membuat Makar dan Penipuan. 32
Daftar Isi 33
([1]) Jika ada yang berkata: Para ulama belum bersepakat bahwasanya
Asy Syaikh Abdurrohman dan Abdulloh Ibnai Mari itu hizbiy! Jawabnya
adalah: Tiada dalil ataupun dasar dari manhaj Salaf untuk menunggu
kesepakatan seluruh ulama dalam menghizbikan orang yang banyak
memiliki ciri hizbiyyah. Cukuplah satu penetapan dari seorang alim yang
ahli dalam masalah ini. Misalnya adalah: Abul Hasan Al Mishriy hizbiy,
walaupun Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhohulloh- belum
menghukuminya sebagai hizbiy. Mahmud Al Haddad adalah hizbiy
meskipun belum semua ulama mamlakah Suudiyyah menghukuminya
sebagai hizbiy, sehingga Asy Syaikh Robi Al Madkholiy menyesalkan hal
itu. Demikian pula kedua anak Mari itu hizbiy meskipun baru sekitar dua
belas ulama yang menghukuminya sebagai hizbiy. (selesai tambahan
penerjemah).
([2]) Adapun sekarang bulan Robiul Awwal 1432 H, kami tidak
mendapatkan berita baru tentang itu (catt. Penerjemah)
([3]) Pujian bahwasanya dia itu mujtahid. Dan bisa jadi Luqman
berpendapat bahwa mujtahid itu dapat udzur walaupun salah dalam
perkara yang sangat prinsipil. Oleh karena itu manakala Muhammad Al

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4
9

Imam mengeluarkan kitab Al Ibanah yang di antara isinya menyebutkan
manhaj tadi, kitab ini dielu-elukan para pengikutnya seperti Luqmaniyyun.
(catt. Penerjemah).
([4]) Yaitu tentang Abu Hazim -hafizhohulloh- (catt. Penerjemah)
([5]) Ini adalah ungkapan penyesalan. Lihat Lisanul Arob (14/hal. 51)
(catt. Penerjemah).
([6]) Tambahan penerjemah: bahkan ini merupakan warisan munafiqun. Al
Imam Ibnul Utsaimin -rohimahulloh- berkata: Para munafiqun pada
zaman kita ini jika melihat para pelaku kebaikan, dakwah dan amar maruf
dan nahi mungkar, mereka berkata: Mereka adalah para mutazammitun
(kelompok yang pasif), dan mereka adalah mutasyaddidun, mereka adalah
ushuliyyun (fundamentalis), mereka adalah rojiyyun (orang-orang yang
terbelakang). Dan ucapan-ucapan yang seperti itu. Maka ucapan ini semua
adalah diwarisi dari para munafiqun mada masa Rosul alaihsh sholatu
wassalam- sampai pada hari kita ini. Jangan kau katakan,Tiada di masa
kita munafiqun Bahkan di masa kita ada munafiqun, dan mereka punya
alamat yang banyak. Dan Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- telah menyebutkan
di dalam kitab beliau Madarijus Salikin pada juz pertama sifat-sifat yang
banyak dari sifat-sifat Munafiqin. Semuanya dijelaskan dalam Kitabulloh
azza wajalla. Maka jika engkau melihat ada orang yang menyindir
mukminin dari sana sini maka ketahuilah bahwa dia itu munafiq, wal
iyadzubillah. (Syarhu Riyadhish Sholihin/Babush Shidq/1/hal. 127).
([7]) Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- berkata: Sesungguhnya dakwah
masa kini kebanyakannya telah menjadi dakwah-dakwah hizbiyyah.
(Ghorotul Asyrithoh/1/hal. 122).
([8]) Para hizbiyyun sungguh telah berlebihan dalam merusak citra
Ahlussunnah dengan membesar-besarkan syiar Mereka itu
mutasyaddidun
([9]) Sungguh benar ucapan beliau -rohimahulloh-, kebanyakan para
mumayyiin (orang-orang yang membikin lembek perkara) dan yang suka
meremehkan perkara memandang sikap menampilkan kebenaran dengan
metode Salafush Sholih sebagai suatu sikap keras, dan bengis.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

5
0

([10]) Demikian pula dikatakan oleh Syaikhuna Thoriq Al Badaniy -
hafizhohulloh-. (catt. Penerjemah)
([11]) Yang beliau maksudkan di sini adalah bahwasanya kasus
peperangan di Bosnia dan Herzegovina mereka manfaatkan untuk
mengeruk harta muslimin dengan alasan membantu korban perang. (catt.
Penerjemah).
([12]) Catt. Penerjemah: ini yang banyak dilakukan oleh sebagian hizbiyyin
di Yaman.
([13]) Mariy Shufiy yang di Hudaidah.
([14]) Ini adalah terjemahan dari syair Ali Al Jurjaniy sebagaimana dalam
Mujamul Adibba (2/hal. 92).
([15]) Maksud beliau -rohimahulloh- adalah: mengeluarkan uang Muslimin
dari dompet-dompet mereka untuk dikasihkan pada Ikhwanul Muslimin.
(catt. Penerjemah)
([16]) Catt. penerjemah: bukan berarti sang penulis mengkafirkan Luqman,
hanya saja yang dimaksdukan di sini adalah bahwasanya upaya melarikan
orang dari kebenaran adalah senjata warisan dari musuh para Rosul -
alaihimus salam-.
([17]) Salah satu kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahulloh-.
([18]) Ini adalah ejekan dari Luqman. Akan tetapi keadaannya seperti kata
Syaikhuna Abu Amr Al Hajuriy -hafizhohulloh-: Dalam ini ada pengakuan
dari Luqman bahwasanya dirinya itu hizbiy.
([19]) Catatan penerjemah: aslinya adalah Darul Hadits di Syihr, akan
tetapi dikarenakan banyaknya proyek-proyek duniawi yang dilakukan oleh
Abdulloh bin Mari dengan mengatasnamakan dakwah, yang seringnya
justru menjerumuskan dakwah ke dalam utang yang sangat besar, maka
Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh- menjulukinya sebagai Darul
Bathoth (pabrik pengolahan kentang).
([20]) Catatan penerjemah: yaitu dalam perkara yang terkait dengan
penilaian terhadap para tokoh. Dan kita meyakini bahwasanya Asy Syaikh
Yahya Al Hajuriy tidak mashum. Hanya saja jika ucapan beliau sesuai

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

5
1

dengan hujjah dan dalil-dalil, maka hal itu menunjukkan bahwa beliau
dengan itu ada di atas kebenaran.
([21]) Dua saudara kita yang utama: Irham Al Maidaniy dan Mushlih Al
Jawiy -hafizhohumalloh-: Barangkali Luqman ketika itu membolos dari
pelajaran-pelajaran syaikh dia Al Imam Al Wadiiy -rohimahulloh- karena
kesibukannya dengan sampah.
Catatan penerjemah: Ruwaibidhoh adalah orang yang hina tapi
menyibukkan diri mengurusi perkara yang besar.
([22]) Yaitu kritikan kepada sesama Ahlussunnah yang mencari kebenaran
dan bukan tipe pembangkang jika disampaikan kepadanya kebenaran.
Adapun hizbiyyun dan ahlul ahwa maka mereka itu tak mau tunduk pada
kebenaran walaupun telah dijelaskan dalil-dalilnya. (catt. Penerjemah)
([23]) Bukan berarti kita taqlid pada Asy Syaikh Robi Al Madkholiy -
hafizhohulloh- untuk mengetahui seseorang itu haddadiy atau tidak.
Semuanya dikembalikan kepada kekuatan hujjah. (catt. Penerjemah)
([24]) Maksud dari ungkapan ini adalah: hujjah-hujjahmu itu sangat lemah,
sekali engkau meludahi Ahlussunnah maka balasannya adalah banjir hujjah
dan dalil.
([25]) Ini aku tulis pada tahun 1432 H.
([26]) Fatwa yang diperkuat dengan dalil-dalil dan hujjah-hujjah yang
hingga kini para ulama tadi tak sanggup membantahnya dengan hujjah
(catt. Penerjemah)
([27]) Yang dikelola oleh hizbiyyun pengikut Abdulloh Mari. (catt.
Penerjemah).
([28]) Catatan penerjemah: aslinya adalah Darul Hadits di Syihr, akan
tetapi dikarenakan banyaknya proyek-proyek duniawi yang dilakukan oleh
Abdulloh bin Mari dengan mengatasnamakan dakwah, yang seringnya
justru menjerumuskan dakwah ke dalam utang yang sangat besar, maka
Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh- menjulukinya sebagai Darul
Bathoth (pabrik pengolahan kentang).

([29]) Syaikh kita yang utama Abu Amr Al Hajuriy
menunjukkan padaku ucapan Al Imamul Wadiiy
dikarenakan hizbiyyah itu berdiri di atas kedustaan, tipu daya, dan
pengkaburan. (Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah/hal.
([29]) Syaikh kita yang utama Abu Amr Al Hajuriy -hafizhohulloh
menunjukkan padaku ucapan Al Imamul Wadiiy -rohimahulloh
dikarenakan hizbiyyah itu berdiri di atas kedustaan, tipu daya, dan
pengkaburan. (Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah/hal.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

5
2

hafizhohulloh-
rohimahulloh-:
dikarenakan hizbiyyah itu berdiri di atas kedustaan, tipu daya, dan
pengkaburan. (Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah/hal. 3).