BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra, adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan

Dewasana, Anggini, Citragada, Magada. Bambang tampan, dengan keturunan raja Pada Anggana tetapi Dewi Prabu negara mulanya Putra berwujud terkena satria kutukan

karena

Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. Bagawan Bagaspati kemudian menjadi

brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar Bagawan Bagaspati.

Bagaspati sangat sakti. Ia memiliki Ajian Candrabirawa, sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. Bagaspati Dharmastuti, menikah seorang dengan Dewi dan

hapsari/bidadari,

berputra Dewi Pujawati. Bagaspati mempunyai watak; sabar, ikhlas, percaya akan kekuasaan Tuhan, rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. Bagaspati bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati, raja negara Mandara yang

merupakan saudara seperguruan. Akhir riwayatnya diceritakan, karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya, Dewi Pujawati, Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma, menantunya sendiri.

Sebelum

tewas,

ia

menyerahkan

Aji

Candrabirawa kepada Narasoma. BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra, adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana, dengan Dewi Anggini, keturunan Prabu Citragada, raja negara Magada. Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan, tetapi karena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. Bagawan Bagaspati kemudian menjadi

brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar Bagawan Bagaspati. Bagaspati sangat sakti. Ia memiliki Ajian Candrabirawa, sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri.

Bagaspati Dharmastuti,

menikah seorang

dengan

Dewi dan

hapsari/bidadari,

berputra Dewi Pujawati. Bagaspati mempunyai watak; sabar, ikhlas, percaya akan kekuasaan Tuhan, rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. Bagaspati bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati, raja negara Mandara yang

merupakan saudara seperguruan. Akhir riwayatnya diceritakan, karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya, Dewi Pujawati, Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma, menantunya sendiri. Sebelum tewas, ia menyerahkan Aji

Candrabirawa kepada Narasoma

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful