Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS General Anestesi pada Fraktur Cubiti Sinistra

Ninda Putri Rahayu (2008730026)

KEPANITERAAN KLINIK STASE ANESTESI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2013

IDENTITAS PASIEN Nama Umur : Tn.B : 47 tahun

Jenis kelamin : Laki-laki Alamat : Jakarta Timur

ANAMNESIS Keluhan Utama : Nyeri pada lengan kiri atas sejak 5 hari yang lalu

Riw.Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan nyeri pada lengan kanan atas. 2 bulan yang lalu pasien mengalami kecelakaan motor dengan motor sehingga pasien terpental dan mengenai lengan. Pada saat itum pasien langsung dibawa ke RS dan dilakukan operasi dengan pemasangan pen.
Namun, keluhan nyeri timbul kembali sejak 5 hari SMRS. Lengan tidak bisa digerakkan dan bengkak.

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat trauma Riwayat Alergi

: DM (-), HT (-), asma (-) : 2 bulan yang lalu pasien mengalami kecelakaan : Riwayat alergi obat disangkal : 2 bulan yang lalu dilakukan operasi, namun tidak ada efek

Riwayat Operasi sebelumnya samping saat operasi selesai

KEADAAN FISIK PRABEDAH K.U Kesadaran : Sakit Sedang : Composmentis

TTV o TD o Nadi o Suhu o Pernapasan : 120/80 mmHg : 90 x/mnt : 36, oC : 16 x/mnt : 82 Kg

BB

STATUS GENERALIS
Kepala : Leher KGB: tidak teraba membesar, massa (-) Rambut: ( N) Mata: conjunctiva tak anemis, sklera tak ikterik Hidung: sekret (-/- ) Mulut: mukosa buccal basah, Gigi: karies (-), mikrolesi (- ) THT: tonsil T1/T1

Thoraks Bentuk dan gerak simetris VBS ka=ki, sonor, wheezing (-/- ), rhonchi (-/- ) BJ murni reguler, murmur ( -)

Abdomen Datar, lembut, BU (+)

Ekstremitas: Atas : Akral hangat (+/+), udem (-/-), RCT < 2 dtk

Bawah : Akral hangat (+/+), udem (-/-), RCT < 2 dtk

Laboratorium
Hemoglobin Hematokrit : 13 g/lt : 41%

STATUS FISIK American Society of Anesthesiologists (ASA) : 1. Pasien sehat organik, fisiologik, psikiatrik dan biokimia. 2. Pasien dengan penyakit sistemik ringan atau sedang. 3. Pasien dengan penyakit sistemik berat, aktivitas rutin terbatas.

4. Pasien dengan penyakit sistemik berat, tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya merupakan ancaman kehidupan sehari-harinya. 5. Pasien sekarat yang diperkirakan dengan atau tanpa pembedahan hidupnya tidak akan lebih dari 24 jam. DIAGNOSIS DAN RENCANA TINDAKAN Diagnosis pra-bedah : Fraktur Cubiti SInistra Jenis pembedahan Jenis anestesia Teknik anestesi Maintenance : Bone Graft : General Anestesi : ETT No. 7,5 + cuff lingkaran tertutup ABS VK : Sevofluran, N2O : O2 : Puasa 8 jam sebelum operasi : Pemasangan intravenous infus line (Asering) :

Persiapan Operasi Medikasi prabedah Premedikasi 1. Premedikasi

Valium 5mg 2. Mediaksi Anastetik o Sevofluran Induksi: : 8 vol%

Maintanance: 2 vol% o N2O : O2 : 1,0 : 1,0

Analgetik o Tramadol 500mg o Remopain 30 mg Lain lain o Cedantron o Kalnex : 4 mg : 250 mg

Cairan yang digunakan: Asering 500 ml No. I Jumlah perdarahan Lama pembedahan Lama anestesia : Minimal : 35 menit : 50 menit

KEADAAN POST OPERASI o Tekanan Darah: 102/58 mmHg o Nadi o Pernafasan o Suhu o Saturasi O2 : 64 x/menit : 15 x/menit : 36,2 C : 100%

o Komplikasi selama pembedahan : o Komplikasi setelah pembedahan : -

ALDRATE SCORE o Aktivitas o Respirasi o Sirkulasi o Kesadaran o Warna kulit = = = = = 2 2 2 2 2 10

total skor =

ANALISA KASUS Pada pasien ini dilakukan general anestesi, dengan menggunakan obat-obatan anastesi inhalasi berupa pemberian Sevofluran, dan obat analgetik non opioid untuk mencapai trias anestesi ( hipnotik, sedasi dan rileksasi ). Pada pasien ini diberikan obat obatan anastetik, analgetik tanpa pemberian pelumpuh otot, karena pemberian sevofluran dapat merelaksasi otot. Obat obat lain yang diberikan seperti kalnex untuk mencegah terjadinya perdarahan yang berlebih dan tidak terkontrol dan ondancenron untuk mencegah mual-muntah.

OBAT OBATAN YANG DIBERIKAN ANASTETIK Inhalasi: N20 Analgetik kuat, anestesinya lemah tidak memiliki sifat merelaksasi otot

Diketahui

: BB = 40 kg RR = 14 x / menit

Volume tidal Minute Volume Kebutuhan O2 N2O : O2

: 8 10 / kgBB 400 ml : TV x RR 5,6 liter : 5 ml / kgBB 200 ml 0,2 liter / menit


0,4 : 0,2 = 2:1

Sevofluran Pernapasan Neuromuskuler intubasi : Tidak menyebabkan batuk; induksinya cepat : Pelumpuh otot yang baik dan memiliki derajat relaksasi yang dihasilkan cukup untuk memudahkan trachea tanpa fasilitasi oleh pelumpuh otot.

ANALGETIK Fentanyl -Golongan Opiad (morfin, petidin, sufentanil ) 75-125 kali lebih poten dari morpin -Sebagai analgesia dan anestesia -Meningkatkan kadar propofol di dalam plasma jika diberikan bersamaan. Tramadol -Tramadol adalah analgesik kuat yang bekerja pada reseptor opiat.

-Tramadol mengikat secara stereospesifik pada reseptor di sistem saraf pusat


sehingga mengeblok sensasi nyeri dan respon terhadap nyeri.

-Menghambat pelepasan neurotransmitter dari saraf aferen yang sensitif terhadap


rangsang, akibatnya impuls nyeri terhambat.

Remopain (ketorolac Tromethamin) Ketorolac tromethamine merupakan suatu analgesik non-narkotik. Obat ini merupakan obat anti-inflamasi nonsteroid yang menunjukkan aktivitas antipiretik yang lemah dan anti-inflamasi. Ketorolac tromethamine menghambat sintesis prostaglandin dan dapat dianggap sebagai analgesik yang bekerja perifer karena tidak mempunyai efek terhadap reseptor opiat.

KEBUTUHAN CAIRAN Kebutuhan cairan ( 4 x BB pertama ) + ( 2 x BB kedua ) + ( 1 x BB ketiga ) ( 4 x 10 ) + ( 2 x 10 ) + ( 1 x 20 ) 80 cc / jam Jadi, kebutuhan cairan pasien yang seharusnya di berikan pada paisen setiap jam adalah 80 cc.