Anda di halaman 1dari 8

TINJAUAN PUSTAKA Amenorrhea adalah tidak adanya peristiwa menstruasi (haid) atau haid berhenti.

Keadaan ini dapat bersifat fisiologis ataupun patologis. Anamnesa dan pemeriksaan dengan cermat dapat membantu penegakkan diagnosa secara tepat. Kondisi fisiologis penyebab amenorrhea: 1. 2. 3. 4. Anak perempuan pada masa pra pubertas Kehamilan Menyusui Menopause

Angka Kejadian Amenorrhoe Patologis : 5% wanita pada usia reproduktif dan harus dilakukan evaluasi.

Amenorrhoe Primer Tidak adanya menstruasi pada wanita yang telah berusia 16 tahun Angka kejadian : 1 2% Evaluasi : Evaluasi ditujukan terutama pada ada atau tidaknya 1. 2. Uterus Vagina

3.

Perkembangan payudara

Etiologi: 1. 2. 3. 4. Kegagalan Gonad (35%) Disfungsi hipotalamus (20-30%) Agenesis Vagina dan obstruksi saluran keluar genitalia (15-20%) Sindroma Feminisasi testis (10%)

KEGAGALAN GONAD 35%

Hipogonadisme Hipergonadotropik ditandai dengan gonad yang tampak bergarisgaris (larik larik jaringan fibrosis pada ovarium).

Tidak terjadi sintesis steroid ovarium akibat tidak adanya folikel ovarium Perkembangan payudara tidak terjadi akibat rendahnya kadar estradiol sirkulasi Penyebab : Sindroma Turner ( 45XO) adalah penyebab paling umum adanya amenorea primer (50%)

Pengobatan : kontrasepsi oral untuk mengembangkan payudara dan mencegah osteoporosis. Bila pada kariotiping terdapat kromosom Y maka harus dilakukan eksisi gonad untuk mencegah keganasan (angka kejadian keganasan 25%)

DISFUNGSI HIPOTALAMUS 20-30%

Hipogonadisme Hipogonadotropik menyebabkan kadar estrogen yang sangat rendah dan etiologi dapat bersifat morfologis atau endokrinologis

Penyebab. Sebagian besar anak perempuan memiliki etiologi serupa dengan penyebab amenorea sekunder (lihat penjelasan dibawah). Kelainan pada SSP-sistem saraf pusat seperti tumor hipofisis atau hipotalamus dapat meningkatkan kadar prolaktin . Pelepasan GnRH yang tidak memadai disebabkan oleh sintesis GnRH di Hipotalamus yang tak memadai atau kerusakan pada neurotransmiter SSP

Pengobatan : kontrasepsi oral. Pada semua pasien harus dilakukan pemeriksaan radiologis pada daerah hipotalamus-hipofisis untuk menyingkirkan kemungkinan adanya lesi di SSP

AGENESIS VAGINA dan OBSTRUKSI SALURAN KELUAR (15-20%) Hymen Imperforatus

Hematometra

Dismenorea atau nyeri panggul menadakan adanya endometrium fungsional dengan obstruksi saluran keluar Penyebab: Agenesis vagina (sindroma Mayer Rokitansky Kuster Hauser) terjadi pada 1 : 2500~10.000 anak perempuan. Kelainan ini disertai dengan kelainan ginjal (30%) , kelainan tulang rangka (12%). Varian lain: Hymen imperforata Septum vagina Pengobatan : Pembuatan vagina baru dengan operasiMcIndoe

SINDROMA FEMINISASI TESTIS 10%

Gambaran : insensitivitas androgen

Penyebab : Pseudohermaphrodit yang memilki genitalia eskterna yang berlawanan dengan gonad (tstis, genotipe 46 XY namun memiliki fenotipe wanita). Transmisi terjadi melalui gen resesif terkait X yang menyebakan tidak adanya atau menurunnya aktivitas reseptor androgen. Pengobatan : Keadaan ini merupakan satu-satunya perkecualian dari aturan bahwa gonad dengan kromosomY harus diangkat setelah diagnosa ditegakkan. testis harus dibiarkan di tempatnya sampai pubertas usai karena konversi perifer androgen estrogen akan mendorong perkembangan dan pertumbuhan payudara. AMENOREA SEKUNDER Batasan : Tidak datang haid selama > 6 bulan atau selama 3 siklus menstruasi pada wanita yang sebelumnya telah mendapatkan siklus menstruasi secara teratur Prevalensi: 3 5% wanita ETIOLOGI : 1. 2. 3. 4. 5. Disfungsi Hipotalamus (35%) Sindroma Ovarium Polikistik (30%) Penyakit hipofisis (20%) Kegagalan ovarium prematur (10%) Sindroma Asherman (5%)

DISFUNGSI HIPOTALAMUS (35%)

Penyebab : Stress, penurunan berat badan, olahraga, obat penurun frekuensi dan denyut GnRH secara berkelanjutan

Pengobatan : Kontrasepsi Oral untukm pasien yang mengalami hipoestrogenisme

hebat.

SINDROMA OVARIUM POLIKISTIK (30%) Pada permukaan ovarium terbentuk kista-kista kecil yang berasal dari sejumlah folikel primordial yang tidak dapat mencapai tahap maturasi sempurna. Keadaan ini ditandai oleh gangguan haid dan hirsutisme. PENYAKIT HIPOFISIS (20%)

Penyebab :

Adenoma Hipofisisi yang mensekresi prolatin adalah lesi yang paling sering ditemukan Empty Sella Sheehan Syndrome (apopleksia hipofisisi, nekrosis hipofisis pasca salin)

Pengobatan :

Reseksi adenoma hipofisi Pengukuran serial prolaktin Pencitraan kepala makroadenoma Empty Sella Syndrome dan Sheehan Syndrome hormonal replacement therapy

KEGAGALAN OVARIUM PREMATUR (10%) Definisi : Hilangnya semua folikel ovarium disertai dengan berhentinya haid sebelum usia 40 tahun Penyebab :

Kelainan ovarium intrinsik Mosaikisme genetik Proses autoimune (miastenia gravis) Kemoterapi Radiasi Infeksi

Pengobatan :

Tidak ada Estrogen replacement therapy? Karoitiping (jika terjadi pada usia < 30 tahun)

SINDROMA ASHERMAN

Gambaran: sinekia intrauterin sehingga terjadi gangguan pertumbuhan endometrium normal dan peluruhannya

Penyebab: kuretase uterus berlebihan atau proses tuberkulosis Pengobatan : lisis histeroskopik perlekatan uterus yang terjadi dan stimulasi endometrium dengan pemberian estrogen

PENATALAKSANAAN UMUM AMENOREA SEKUNDER : 1. 2. 3. Singkirkan kemungkinan kehamilan Pengukuran TSH dan prolaktin (galaktorea) Progestin test

PENATALAKSANAAN AMENOREA SEKUNDER TANPA GALACTORRHOEA

PENATALAKSANAAN AMENOREA SEKUNDER DENGAN GALACTORRHOEA

DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjo,Sarwono. Ilmu Kebidanan.2010. Jakarta:Bina Pustaka. Widjanarko, Bambang. Amenore dalam Ginekologi.2012.