Anda di halaman 1dari 21

1. Pendahuluan Penyempurnaan kurikulum merupakan salah satu bentuk inovasi di bidang pendidikan.

Pembaruan kurikulum yang wujudnya berupa pergantian nama dari Kurikulum 1994 dan suplemennya ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) selanjutnya ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih diarahkan pada penyempurnaan pengaturan pola kegiatan belajar mengajar, pemilihan media pendidikan, penentuan pola penilaian, dan pengelolaan kurikulum di sekolah. Penentuan pola penilaian sebagai salah satu aspek yang diperbarui dalam kerangka inovasi kurikulum perlu penjelasan lebih lanjut agar lebih dipahami oleh para pengguna dan pelaksana kurikulum. Hakikat pola penilaian yang dikembangkan dalam KTSP lebih diarahkan pada pengukuran yang seimbang pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, serta menggunakan prinsip berkesinambungan dan otentik guna memperoleh gambaran (profiles) keutuhan prestasi dan kemajuan belajar siswa. Sistem penilaian dalam pendidikan meliputi a. Penilaian Peserta Didik Penilaian Berbasis Kelas (Classroom-based assessment) Tes Kemampuan Dasar (TKD) Ujian Akhir Sekolah Ujian Akhir Nasional Penerimaan Siswa Baru (PSB)

b. Penilaian Sistem Pendidikan (Survey) c. Penilaian Satuan atau Program Pendidikan (Akreditasi)

2. Penilaian Berbasis Kelas (PBK) a. Pengertian PBK, Asesmen, dan Evaluasi Penilaian Berbasis Kelas (Classroom-based assessment) merupakan

seperangkat rencana dan pengaturan tentang prinsip, prosedur pelaksanaan, dan pelaporan hasil penilaian yanng terpadu dalam kegiatan belajar mengajar yang didahului dengan pengumpulan informasi melalui berbagai jenis pengukuran atau penilaian. PBK hanya berlaku untuk kelas tersebut dimana pelaksanaan penilaian itu dilakukan, tidak berlaku untuk kelas yang lain (tidak untuk generalisasi). Penilaian dalam arti Asesmen merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa baik perorangan maupun kelompok yang diperoleh melalui pengukuran. Tujuannya untuk menganalisis atau menjelaskan unjuk kerja/prestasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait, dan mengefektifkan penggunaan informasi untuk mencapai tujuan pendidikan. Penilaian dalam arti evaluasi merupakan serangkaian kegiatan penilaian keseluruhan program mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai dengan pengawasan. pendidikan. b. Prinsip PBK Penilaian (asesmen) Berbasis Kelas lebih diarahkan untuk memenuhi prinsippirinsip: 1. Prinsip Umum ? Valid; ? Mendidik ? Berorientasi pada kompetensi Misalnya, evaluasi dari program yang meliputi kurikulum, asesmen, pengadaan dan peningkatan guru, manajemen pendidikan, dan reformasi

? Adil ? objektif ? Terbuka ? Bermakna 2. Prinsip Khusus ? Jenis-jenis asesmen yang dikembangkan harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa apa yang mereka ketahui dan bagaimana mendemonstrasikannya. ? Setiap guru harus memiliki kemampuan dalam menyusun pengelolaan PBK. c. Sasaran PBK Sasaran penilain (asesmen) berbasis kelas meliputi asesmen terhadap proses dan hasil belajar yang ruang lingkupnya diarahkan pada pencapaian standar kompetensi dari segi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. d. Pelaksanaan PBK Bentuk asesmen yang dikembangkan berkaitan erat dengan teknik asesmen seperti asesmen penempatan, diagnostik, formatif, dan sumatif. Sedangkan jenis asesmennya dikembangkan berbentuk kuis, pertanyaan lisan, ulangan harian, tugas individu, tugas kelompok, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas, laporan kerja praktik, dan responsi. Bentuk dan jenis asesmen di atas dikembangkan dalam bentuk berbagai alat asesmen, yaitu tes dan non tes. Setiap bentuk, alat, dan jenis tes tersebut hendaknya disusun dengan mempertimbangkan kesahihan (valid), keandalan (reliabel), ekonomis, objektif, dan praktis.

Bagan 1. Struktur Sistem Asesmen Kuis: digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat, bentuknya berupa isian singkat, dan dilakukan sebelum pelajaran. Ulangan harian: dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi, untuk mengungkap penguasaan pemahaman, sampai evaluasi, atau untuk mengungkap penguasaan pemakaian alat atau suatu prosedur. Tugas individu: dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap siswa dan dapat berupa tugas rumah. Tugas individu dipakai untuk mengungkap kemampuan aplikasi sampai evaluasi atau untuk mengungkap penguasaan hasil latihan dalam menggunakan alat tertentu, melakukan prosedur tertentu Tugas kelompok: digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Jika mungkin kelompok siswa diminta melakukan pengamatan atau merencanakan sesuatu proyek menggunakan data informasi dari lapangan.

Ulangan semester : digunakan untuk menilai ketuntasan penguasaan kompetensi pada akhir program semester. Kompetensi yang diujikan berdasarkan kisi-kisi yang mencerminkan kompetensi dasar yang dikembangkan dalam semester yang bersangkutan. Dari aspek kognitif untuk mengungkap mengingat sampai evaluasi. Untuk aspek psikomotor dilakukan ujian praktik. Untuk aspek afektif dilakukan dengan pengumpulan data/hasil pengamatan dalam kurun waktu 1 semester. Ulangan kenaikan kelas : digunakan untuk mengetahui ketuntasan siswa untuk menguasai materi dalam satu tahun ajaran. Pemilihan komptensi ujian harus mengacu pada kompetensi dasar, berkelanjutan, memiliki nilai aplikatif, atau dibutuhkan untuk belajar pada bidang lain. Untuk keterampilan psikomotor dilakukan ujian praktik. Untuk aspek afektif dilakukan dengan pengumpulan data/hasil pengamatan dalam kurun waktu 1 semester e. Acuan Asesmen dalam PBK Di dalam kurikulum telah ditentukan kompetensi dan indikator yang harus dicapai. Oleh karena itu, asesmen yang lebih tepat untuk digunakan adalah prosedur criterion reference assessment (Penilaian Acuan Patokan - PAP ) dengan patokan asesmen yang jelas dan eksplisit.

3. Asesmen Otentik sebagai Bentuk Pelaksanaan PBK Model asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang sesungguhnya (assessmen authentic). Maksudnya, asesmen terhadap hasil kerja siswa saat berlangsung proses kegiatan siswa belajar itulah yang disebut otentik. Jadi, tidak hanya pada saat siswa mengerjakan tes akhir suatu pokok bahasan. Menurut Grant (1990), suatu asesmen dikatakan otentik jika asesmen itu memeriksa/menguji secara langsung perbuatan atau prestasi peserta didik berkaitan dengan tugas intelektual yang layak. Sejalan dengan pendapat tersebut, suatu asesmen dinyatakan otentik apabila asesmen itu melibatkan peserta didik pada tugas-tugas yang

bermanfaat, penting, serta bermakna (Hart, 1994). Asesmen seperti ini terlihat sebagai aktivitas pembelajaran, yang melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi serta koordinasi tentang pengetahuan yang luas. Asesmen otentik menyerukan peserta ujian untuk mempertunjukkan

kemampuan dan keterampilan spesifik, dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka sudah kuasai (Stiggins, 1987). Asesmen otentik, yang meliputi tes tertulis (paper and pencil tes), kinerja (performance assessment), penugasan (project assessment), Assesmen hasil karya (product assessment), pengumpulan kerja siswa (portofolio).

1) Tes tertulis (Paper and Pencil Tes) Tes tertulis merupakan bentuk asesmen yang digunakan dengan menyajikan sejumlah pertanyaan dan menggunakan jawaban tertulis sebagai bukti tingkat pencapaian pengetahuan, kompetensi, pemahaman dan sikap siswa secara perorangan. Pertanyaan yang dikembangkan sebagai bukti pencapaian kompetensi dan sikap yang berbentuk pertanyaan dengan jawaban singkat atau panjang, betul salah, menjodohkan, pilihan ganda, skala likert, kuisioner, dan refleksi diri. Begitu pula bentuk jawaban siswa, tidaklah selalu harus menulis jawabannya, kadang-kadang siswa menanggapi dengan centang, garis, gambar, diagram dan coretan lain di atas bahan cetakan. Alat tulisnya pun tidak terbatas pada pensil, dan kertas, melainkan bisa pula menggunakan crayon atau kapur di papan tulis. Bahkan seiring dengan kemajuan teknologi, siswa dapat memberikan responnya melalui keyboard computer atau format input berbasis teknologi yang lain. Tujuan tes tertulis beragam sesuai dengan jenis keperluannya, yaitu: ? Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan siswa

? Mengevaluasi pengetahuan/pemahaman, kemampuan/keteram-pilan, dan sikap siswa ? Sertifikasi ? Seleksi ? Memantau standar Format pertanyaan yang dikembangkan dapat berbentuk: ? Essai ? Jawaban singkat ? Multiple choise ? Kuesioner ? Skala Likert, Skala Thurstone, dan Differential Semantik

Tabel 1. Contoh indikator dan format pertanyaan


Mata Pelajaran Matematika Format Pertanyaan Menafsirkan dan membandingkan informasi Jawaban singkat yang disajikan Outcome (indikator)

Jenis Format Jawaban Siswa dapat berupa: ? Cloze procedure ? Peta konsep

? Essai ? Jawaban singkat ? Tulisan pengungkapan kembali ? Penyelidikan (investigation) ? Menjodohkan ? Multiple choise ? Skala Sikap ? Kuesioner ? Refleksi diri Memilih Format Jawaban Siswa dapat dilakukan dengan memusatkan perhatian pada jenis kata kerja yang digunakan dalam indikator ( outcomes). Contoh kemampuan yang dibutuhkan siswa dan format jawaban yang mungkin, tampak pada Tabel 2.

Tabel 2. Jenis kata kerja yang digunakan dalam indikator dan format jawaban.
Kemampuan yang dibutuhkan siswa untuk Menghitung, mengingat, memilih, mendefinisikan, mengidentifikasikan. Menyatakan, mendefinisikan, menentukan, mengklasifikasikan, mengidentifikasikan, menguraikan, menghitung, mendeskripsikan. Membandingkan, mengevaluasi, mengkontraskan, menerjemahkan, mengembangkan, menganalisis, menginterpretasikan, mendiskusikan, merencanakan. Format Jawaban yang mungkin Pilihan ganda Jawaban singkat Essai, investigasi

Contoh-contoh soal asesmen tertulis beserta kemampuan matematik yang diukur: Contoh soal asesmen tertulis - Kemampuan penalaran untuk siswa kelas 9 SMP.

1) Bila temanmu menyelesaikan beberapa soal seperti berikut ini, a) 12y + y = 12y2 b) (10y) (2y) = 20y di manakah letak kesalahannya? Bagaimanakah seharusnya? 2) Sifat apakah yang diterapkan setiap langkah penyelesaian soal berikut ini? 12m 2 ( 5b + c2 ) 12m2 (5b) + (12m2) (c2) (12)(5) (m2 b) + 12m2 c2 (12)(5) (bm2) + 12c2 m2 60bm2 + 12c2 m2 3) Bila G = {x x2 + 1 = 0 ; x Bilangan Cacah}, maka G = . Mengapa ? G ? , syarat apa yang harus dipenuhi oleh x? 4) Kepala Desa Mekarsari mengungkapkan tentang mata pencaharian Agar (sifat .... (sifat .... ) )

(sifat .... )

penduduknya sebagai berikut. itu?

Sebanyak 58% petani, 50% buruh, dan 20%

bukan petani maupun buruh. Percayakah kamu dengan keterangan kepala desa

Contoh Asesmen Tertulis Kemampuan koneksi untuk siswa kelas 9 SMP. 1) Bu Anis memiliki sejumlah usaha industri rumah tangga, yaitu produksi makanan ringan. Pemasaran semua produksinya itu dipercayakan kepada ketiga anaknya, yaitu Irma, Cindy, dan Erna. Irna bertugas memasarkan kue lapis, donat, dan kue molen. Cindy bertugas memasarkan kue molen dan dadar gulung. Erna bertugas memasarkan donat dan kue putu.

a. Jika karyawan Bu Anis yang bertugas memproduksi donat selesai membuat donat, kepada siapa ia harus memberikan kuenya itu untuk dipasarkan? b. Apakah Cindy dan Erna memasarkan kue yang sama? 2) Dalam suatu kompetisi sepak bola, setiap kesebelasan yang menang (m) diberi skor 3, seri (s) diberi skor 1, dan kalah (k) skornya 0. Bila suatu kesebelasan telah melakukan 18 kali pertandingan dan mengumpulkan skor 29, a. mungkinkah data skor kesebelasan tersebut adalah m=9, s=5, k=15? Mengapa? b. tentukan kemungkinan yang benar bahwa kesebelasan tersebut

menang(m), seri(s), dan kalah(k)!

2) Asesmen kinerja (performance) Asesmen kinerja merupakan bentuk pengamatan dan penilaian secara langsung dan sistematis dari kinerja para siswa dengan mengacu pada kriteria kinerja yang telah ditetapkan. Hal ini berarti asesmen kinerja merupakan bentuk penilaian hasil belajar yang berorientasi pada proses. Asesmen kinerja bertujuan agar guru dapat melihat bagaimana siswa merencanakan pemecahan masalah, melihat dan mengamati bagaimana siswa menunjukkan pengetahuan dan keterampilannya. Dalam asesmen kinerja pada umumnya dilengkapi dengan rubrik, kartu evaluasi, dan kartu standar sebagai kriteria asesmennya. Keuntungan menerapkan asesmen kinerja secara formal antara lain: ? menunjukkan bagaimana siswa menggunakan pengetahuan untuk melakukan kegiatan dan menghasilkan sesuatu ? instrumen asesmen dapat digunakan berkali-kali

? instrumen asesmen dapat digunakan untuk tujuan diagnostik ? dengan instrumen yang sama, guru dapat membuat grafik perkembangan siswa dari waktu ke waktu ? memungkinkan siswa berkompetisi dengan dirinya sendiri ? bukan akhir, tapi bagian dari proses pembelajaran ? membuat pelajaran di sekolah menjadi relevan dengan dunia nyata. Rubrik melengkapi asesmen kinerja sebagai perangkat kriteria penskoran yang digunakan untuk mengevaluasi kerja siswa dan mengakses kerja siswa. Di dalam rubrik terdapat skala kategori. Skala kategori yang digunakan bisa bervariasi. Misalnya, ada yang menggunakan kategori 3 (hebat/superior), 2 (memuaskan), untuk asesmen kinerja. Tabel 3. Rubrik penskoran untuk asesmen kinerja
Level Kriteria Khusus Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap suatu konsep Menggunakan strategi yang sesuai 3 Superior Perhitungannya benar Penjelasannya tertulis sangat jelas Diagram/tabel/gambar tepat Melebihi semua permasalahan yang diinginkan Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap suatu konsep Menggunakan strategi yang sesuai 2 Memuaskan Perhitungannya pada umumnya benar Penjelasannya tertulis jelas Diagram/tabel/gambar pada umumnya benar Memenuhi semua permasalahan yang diinginkan

1 (cukup

memuaskan), dan 0 ( tidak memuaskan). Berikut adalah contoh Rubrik penskoran

Menunjukkan pemahaman terhadap sebagian konsep Pada umumnya strategi yang digunakan sesuai 1 Perhitungannya pada umumnya benar Cukup Penjelasannya tertulis cukup jelas Memuaskan Diagram/tabel/gambar pada umumnya benar Memenuhi sebagian permasalahan yang diinginkan Menunjukkan sedikit atau tidak ada pemahaman terhadap suatu konsep 0 Tidak Memuaskan Tidak menggunakan strategi yang sesuai Perhitungannya tidak benar Penjelasan tertulisnya tidak jelas Diagram/tabel/gambar tidak benar atau tidak cocok Tidak memenuhi permintaan permasalahan yang diinginkan

Kartu evaluasi dan Kartu Standar juga dipakai pada asesmen kinerja jika format asesmennya tidak menggunakan rubrik. standar seperti berikut ini. Kartu evaluasi skor 1 untuk setiap selesai satu tugas/langkah yang diminta dari soal yang diberikan Kartu standar Skor 8: kelompok dapat mengerjakan semua dengan sempurna skor 7 : hampir semua dikerjakan secara sempurna skor 6 : kelompokmu lumayan sukses Contoh kartu evaluasi dan kartu

skor 5 : kamu telah mendapatkan ide utamanya, setidaknya kamu adalah pembicara atau pendengar yang baik. skor ? 4 : berarti kamu harus lebih siap pada tugas penilaian selanjutnya.

3) Asesmen hasil karya (produk) Asesmen hasil karya (produk) merupakan asesmen terhadap hasil yang nyata dari usaha siswa yang produknya bisa berupa tulisan, gambar, konstruksi, atau bentukbentuk lain yang terdokumentasi sebagai hasil tes. Contoh Asesmen hasil karya untuk siswa SMP kelas 8. Buatlah sebuah denah rumah dengan ukuran setiap ruangan berskala 1: 100 Denah rumah tersebut memuat : teras rumah, ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, garasi , dan kamar mandi Warnai dan buat sebagus mungkin sehingga orang tertarik melihatnya seperti contoh berikut ini!

4) Asesmen tugas (proyek) Asesmen tugas (proyek) adalah asesmen yang diberikan kepada siswa untuk tugas yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu yang melibatkan kegiatan mengumpulkan, mengorganisasikan, mengevaluasi, dan menyajikan bahan, atau dana. Persoalan yang dijadikan proyek tidaklah hanya satu topik saja atau satu mata pelajaran saja, tetapi kompleks, menyangkut seluruh mata pelajaran yang terkait dengan permasalahan yang diajukan. Contoh Asesmen tugas (proyek) untuk siswa SMP kelas 8. Berpencarlah setiap anggota dalam kelompokmu untuk melakukan beberapa kegiatan berikut ini a) Mendata kumpulan murid-murid yang berpenampilan rapi di sekolahmu b) Mendata kumpulan murid-murid yang badannya tinggi di sekolahmu c) Menyebutkan kumpulan bunga indah di sekolahmu d) Tulislah setiap hasil pendataanmu dengan menyusunnya dengan cara mendaftar dalam suatu tabel seperti berikut ini!
Kumpulan siswa berpenampilan rapi Kumpulan siswa berbadan tinggi Kumpulan bunga indah

e) Adakah teman dari kelompokmu yang membuat susunan suatu jenis kumpulan yang berbeda dengan yang kamu buat? f) Setujukah kamu dengan susunan suatu kumpulan yang dibuat temanmu itu?

5) Pengumpulan kerja siswa (Portofolio) Portofolio merupakan sajian informasi atau data yang berupa kumpulan pekerjaan siswa sebagai bukti usaha, perkembangan, dan kecakapan siswa dalam satu bidang atau lebih selama periode tertentu yang disusun secara sistematik (Paulson dalam Masdjudi, 2002). Portofolio memuat dan mengembangkan lima dimensi yang mencerminkan profil seorang siswa, yaitu (1) pemahaman fakta, (2) refleksi, (3) kemampuan berkomunikasi, (4) keterampilan dan konsep, dan (5) kualitas kerja. Kelima dimensi itu diperihatkan oleh hasil-hasil proyek siswa seperti karangan argumentasi tentang sesuatu konsep, jurnal siswa, tulisan hasil presentasi siswa, gambar, hasta karya, dan penyajian data. Khusus dalam matematika, fokus portofolio pada pemecahan masalah, berpikir dan pemahaman, menulis, komunikasi, hubungan matematika dan pandangan siswa sendiri terhadap dirinya sebagai pembelajar matematika. Dalam portofolio harus menunjukkan rentangan tujuan pengajaran dan tugas-tugas yang berhubungan. Asesmen portofolio dapat dilakukan siswa dan guru secara bekerja sama. Caranya siswa mengumpulkan semua pekerjaannya selama rentang waktu tertentu. Keuntungan menerapkan portofolio (Gronlund dalam Rusoni, 2001) di antaranya:

Kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas Penekanan pada hasil pekerjaan terbaik siswa memberikan pengaruh positif dalam belajar Membandingkan pekerjaan sekarang dengan yang lalu akan memotivasi laju belajar Keterampilan menilai diri sendiri akan mengembangkan kemampuan menyeleksi dan memilih yang terbaik

Sebagai sarana komunikasi dan informasi yang otentik tentang kemajuan belajar siswa bagi guru, orang tua dan siswa itu sendiri.

Prosedur Porfolio

Gunakan file folder siswa untuk mengumpulkan semua pekerjaannya. Diskusikan format portofolio yang baik pengorganisasiannya, kebersihannya, tulisan, atau hapusan tinta, daftar isi, dan pernyataan diri tentang mengapa setiap pekerjaan itu dimasukkan dalam portofolio.

Sediakan bermacam tugas sehingga portofolio dapat berupa kerja kelompok, proyek, investigasi, dan jurnal. Beri kesempatan siswa mereview portofolio mereka sendiri dan membandingkan dengan pekerjaan teman lainnya. Diskusikan bagaimana seharusnya menilai portofolio mereka.

Penilaian Portofolio Tabel 4. Kriteria asesmen pada portofolio

Kriteria asesmen Pemecahan Masalah

Bahasa

Penalaran logis

Lain-lain

Pemahaman masalah Penggunaan bermacam strategi

Kemampuan mentransformasika n perencanaan Pengorganisasian dengan tulisan dalam menggunakan pekerjaan dan jurnal model atau yang baik teknologi Penjelasan hasil Analisis hasil, termsuk strategi Ringkasan dari topik estimasinya kunci Merumuskan masalah Kreativitas menemukan pendekatan untuk memecahkan masalah non rutin Merefleksikan pada ide matematika Meminta atau mengajukan pertanyaan

Menggunakan simbol Identifikasi pola dan terminology yang benar Membuat konjektur Menulis tepat, ringkas dalam menyampaikan Menulis ide. pembuktian Menjelaskan mengapa dan bagaimana Meninjau ide-ide dan prosedur Mengkonstruksi, memperluas, dan menerapkan ide Merumuskan contoh penyangkal

Menghubungkan matematika dengan dunia nyata Membuat hubungan dalam matematika Mengembangkan sikap positif Nilai-nilai matematka Menggunakan penillian sendiri dan koreksi sendtiri terhadap pekerjaannya Bekerja dalam kelompok Menggunakan model-model atau representasi matematika yang berbeda-beda Interpretasi ide Teknologi Konsep dan prosedur.

Menyeleksi dan mengorganisasikan Pemecahan yang pekerjaan siswa praktis dan menarik secara tepat dan menunjukkan perkembangannya

Jenis Portofolio dapat dibedakan menjadi: Portofolio kerja (working portfolios) Portofolio dokumen (document portfolios) Portofolio penampilan (show portfolios). Portofolio kerja digunakan untuk memantau kemajuan dan meng-ases siswa dalam mengelola belajar mereka sendiri. Siswa mengumpulkan semua hasil kerja termasuk coret-coretan (sketches), buram, catatan, kumpulan untuk stimulasi, buram

setengah jadi atau pekerjaan yang sudah selesai. Portofolio kerja bermanfaat untuk memberikan informasi tentang bagaimana siswa mengorganisasikan dan mengelola kerja (belajar) serta merefleksi pekerjaan dan hasilnya. Portofolio dokumen menyediakan informasi baik proses maupun produk yang dihasilkan siswa. Jenis portofolio ini bermanfaat bagi siswa dan orang tuanya untuk mengetahui kemajuan hasil belajar, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam belajar secara individual, untuk menunjukkan bahwa siswa telah mengikuti proses tertentu dan telah mencapai standar tertentu. Portofolio penampilan merupakan portofolio yang menyediakan informasi terbaik lainnya. Rubriks Penskoran Portofolio Tabel 5. Rubrik penskoran pada portofolio dari hasil kerja (artefak) siswa. Biasanya digunakan untuk tujuan pertanggungjawaban (akuntabilitas), pameran, atau kepentingan mempertunjukkan

Level

Kriteria Khusus ? Menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang menonjol ? Menunjukkan keterampilan berbahasa yang menonjol

3 Superior

? Menunjukkan kemampuan memberi alasan yang menonjol ? Menunjukkan kemampuan membuat hubungan yang menonjol ? Pengorganisasian yang sangat baik (rapi) dan bersih ? Sesuai dengan permintaan dan persyaratan ? Menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang baik ? Menunjukkan keterampilan berbahasa yang baik

2 ? Menunjukkan kemampuan memberi alasan yang baik Memuaskan ? Pengorganisasian yang baik (rapi) dan bersih ? Memuaskan dalam semua permintaan dan persyaratan

? Kadang-kadang menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang baik 1 Cukup Memuaskan ? Kadang-kadang menunjukkan keterampilan berbahasa yang baik ? Kadang-kadang menunjukkan kemampuan memberi alasan yang baik ? Pengorganisasian yang dapat diterima dan bersih ? Memuaskan dalam sebagian besar permintaan dan persyaratan ? Menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang sangat rendah 0 Tidak Memuaskan ? menunjukkan keterampilan berbahasa yang sangat rendah ? Kemampuan memberi alasan yang sangat rendah ? Pengorganisasian dan kebersihan ;yang rendah ? Tidak sesuai dengan permintaan dan persyaratan

Daftar Pustaka
vv