Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Ammonium sulfat (Al2(SO4)3) atau biasa disebut dengan tawas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh apabila terhirup akan menyebabkan paruparu kehilangan air dan mengering,(Hamdani,2012) jika tertelan akan mengiritasi organ pencernaan dan Apabila terkena mata akan menyebabkan kebutaan. (LIPI,2004) Tawas mempunyai rumus molekul (Al2(SO4)3) jika masuk dalam tubuh, tawas akan dipecah menjadi AL2O3 (aluminium oksida) dan H2SO4 (asam sulfat) yang akan di distribusikan ke hepar untuk detoksifikasi dengan cara mengikat ion Al+ oleh anion tersebut pada permukaan sel yang terdapat di membrane ekstrasel kemudian dipindah ke sitoplasma. dan diikat dan ditimbun oleh protein pengikat logam yaitu Metallothionein (Mago and Srivastava, 1994). Al+ yang berlebih dan menjadi tidak stabil menyebabkan terjadinya proses donor elektron sehingga dengan mudah terbentuk radikal bebas. Radikal bebas yang terbentuk akan

menghasilkan radikal superoksida sehingga mampu memodifikasi molekuler dan menyebabkan stress oksidatif. (Chandra,2012). karena sifat radikal bebas yang merusak komponen sel maka dapat menyebabkan terjadinya suatu proses inflamasi yang merupakan pertahanan tubuh dengan mengeluarkan mediator inflamasi seperti Interleukin 1 (IL-1),Interleukin 2

(IL-2),Interleukin 6 (IL-6) dan Tumor Necrosis Factor (TNF-). (Robbins and Cotran, 2005).

Sitokin pro inflamasi IL-6 merupakan sitokin yang diatur dan diekspresikan dalam jumlah yang rendah pada orang sehat pada kondisi infeksi,trauma dan stress osidatif,konsentrasi IL-6 lebih tinggi dibandingkan orang sehat. IL-6 diketahui terlibat dalam pathogenesis penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular,aterosklerosis dan obesitas (Joshua,2007) maka dari itu tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar yang banyak ditemukan pada buah dan sayur ataupun kombinasi dalam bentuk sambal.(wahyu,2011) yang komposisi utamanya adalah tomat ranti dan cabai rawit Tomat ranti (Lycopersicum pimpinellifolium Mill.) merupakan jenis tomat liar yang memiliki kadar likopen 40 kali lebih tinggi dan vitamin C tiga kali lebih tinggi dibandingkan jenis tomat yang lain (Roselo, et al., 2000 dalam Galiana, et al., 2001). Likopen dengan strukturnya yang khas menunjukkan sifat yang unik sebagai antioksidan, berupa kemampuan mengikat oksigen tunggal 2 kali lebih tinggi daripada daripada -karoten dan 10 kali lebih kuat daripada -tokoferol (Sudardjat dan Gunawan, 2003). Cabai rawit paling banyak mengandung vitamin A dibandingkan cabai lainnya. Buah cabai rawit juga mengandung substansi fenol golongan terpenoid berupa capsaicin (69%) (Wakhyulianto, 2005). Selain vitamin A, cabai rawit juga merupakan sumber vitamin C yang merupakan antioksidan paling penting yang

bekerja dalam cairan ekstraseluler, mampu menghambat radikal bebas dan penting dalam menjaga integritas membran sel (Suhartono et al., 2007). Berdasarkan data diatas peneliti ingin mengetahui pengaruh kombinasi tomat ranti dan cabai rawit terhadap kadar IL-6 serum tikus wistar yang dipapar tawas melalui pengujian ELISA dengan perbandingan one way ANOVA

1.2

Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan : 1. Bagaimana efek tawas terhadap kadar IL-6 serum tikus jantan strain wistar ? 2. Bagaimana efek kombinasi tomat ranti (Lycopersicum

pimpinellifolium Mill.) dan cabai rawit (Capsicum frutescens) terhadap kadar IL-6 serum tikus jantan strain wistar yang diinduksi Tawas ? 1.3 Tujuan 1. Membuktikan efek tawas terhadap IL-6 serum tikus jantan strain wistar 2. Membuktikan efek kombinasi tomat ranti (Lycopersicum

pimpinellifolium Mill.) dan cabai rawit (Capsicum frutescens) terhadap kadar IL-6 serum tikus jantan strain wistar yang diinduksi tawas 1.4 Manfaat 1.4.1 Manfaat Keilmuan Sebagai tambahan pengetahuan mengenai :

1. Dosis maksimum tawas dalam makanan yang dapat mempengaruhi kadar IL-6 dalam serum 2. Pengaruh pemberian jus tomat ranti (Lycopersicum pimpinellifolium Mill.) dan atau cabai rawit (Capsicum frutescens) terhadap kadar IL-6 tikus yang diberi paparan tawas.

1.4.2

Manfaat Praktis

1. Menjadi rujukan berbagai pihak produk makanan mengenai efek tawas yang mampu merusak sel dan jaringan tubuh. 2. Sebagai bukti tentang potensi makanan tradisional sebagai antioksidan.