Anda di halaman 1dari 1

Kasus Budaya di Disneyland paris

PaParis Pada kenyataannya seorang warga negara tertentu yang pergi ke negara lain akan mengalami pancaroba dan banyak dihinggapi kekhawatiran sehingga mengalami apa yang disebut dengan culture shock. Culture shock adalah kekacauan, kesalahan orientasi, dan pegolakan emosional sebab ia terbenam dalam budaya baru. Namun demikian, para eksekutif harus menyesuaikan dengan perbedaan-perbedaan itu, termasuk sistem pemerintahan, bahasa, hari libur, dan sebagainya. Penyesuaian diri di luar negeri akan tampak seperti kurva U dengan empat tahap penyesuaian. Kegagalan di Disneyland Paris yang sepi pengunjung dirasakan juga oleh Disneyland Hongkong, factor utama yang menyebabkan hal tersebut atau kegagalan tersebut terjadi dikarenakan adanya perbedaan budaya antara Negara asal Disneyland yaitu Amerika Serikat dengan Paris dan Hongkong. Kegagalan di Paris disebabkan karena dibangunnya taman tersebut secara tdak langsung membawa budaya Amerika ke Paris, sedangkan penduduk Paris merasa kebudayaan mereka akan tersingkir oleh budaya Amerika yang suka mendominasi pasar Eropa Barat.

Sedangkan untuk memasuki pasar Hongkong, Walt Disney melakukan kerjasama atau joint venture dengan pemerintah lokal. Belajar dari kegagalan Disneyland Paris pembangunan Disneyland Hongkong lebih memperhatikan factor budaya, missal dalam hal dekorasi dan foodcourt serta restoran yang ada. Serta kerjasama dengan pemerintah lokal dalam membuat program-program promosi untuk memperkenalkan Disneyland itu sendiri. Mengatasi hal tersebut Walt Disney Company membina hubungan dengan konsumen, caranya adalah mengadakan event tentative seperti display piala dunia da jumpa fans dengan para pemain bola di tim nasional Perancis, tiap tahun ada saja atraksi baru yang diluncurkan.

Kegagalan dan kesalahan pola budaya perusahaan yang dilakukan Disney di Paris, disebabkan oleh adanya kesalahan penafsiran budaya. Disney beranggapan bahwa apa yang diterapakan dan sukses di USA dan jepang akan sukses pula di Perancis. Disney seharusnya mengadakan riset dahulu tentang bagaimana budaya orang Perancis agar pola budaya perusahaan dapat disesuaikan dengan kultur setempat dan diterapkan di Perancis. Dan setelah Disney merubah strateginya yaitu dengan merubah nama perusahaannya menjadi Disney land Paris, merubah makanan dan pakaian yang ditawarkan sesuai pola budaya setempat, harga tiket dipotong sepertiganya, terbukti jumlah pengunjung Disney di Paris mengalami kenaikan.