Anda di halaman 1dari 32

(WOUND HEALING)

Prof.Dr.dr. Bambang Pardjianto, SpB, SpBP (K) Sie / SMF Bedah Plastik & Rekonstruksi FKUB / RSSA Malang

19 Juni 2010

Anatomi Kulit

19 Juni 2010

Luka
Terputusnya kontinuitas dari jaringan tubuh Jenis Luka:

- Luka Akut (Acute Wound) - Luka Kronis (Chronic Wound)

19 Juni 2010

Luka Akut ( Acute Wound)


Hilangnya struktur anatomi jaringan secara mendadak

atau tiba-tiba yang disebabkan oleh trauma mekanik ,kemis atau panas. Sembuh( healing) dalam waktu 6-12 minggu

19 Juni 2010

Luka Kronis (Chronic Wound)


Penyembuhan luka yang berkepanjangan Proses penyembuhan luka tersebut tertahan

( mengalami keterlambatan) pada fase inflamasi Disebabkan : infeksi atau iritasi kronis

19 Juni 2010

Luka (Acute Wound)

proses biokimia kompleks Repair Kerusakan Proses Penyembuhan Luka ( Wound Healing)

Luka Sembuh

Parut Luka (Scar Tissue)

19 Juni 2010

Fase Penyembuhan Luka


Fase hemostasis 2. Fase inflamasi 3. Fase proliferasi 4. Fase maturasi dan remodeling
1.

19 Juni 2010

1.Fase hemostasis
Pada menit menit pertama perlukaan Pengumpulan sel sel platelet / trombosit Fibrin clot ( coagulasi ) Hemostasis

19 Juni 2010

2.Fase Inflamasi
( lag phase/fase eksudasi)
Karakteristik
1. 2. 3.

4.

Merah Panas Nyeri Bengkak

19 Juni 2010

Fase inflamasi
Dalam 24 jam setelah perlukaan dikeluarkan faktor inflamasi yaitu tromboxane dan prostaglandin pembuluh darah spasme (vasokonstriksi) hemostasis Vasokontriksi berlangsung anatara 5- 10 menit

Histamin vasodilatasi pembuluh darah poreus

dikeluarkan : protein darah, cairan dan lekosit ke ruang ekstraseluler edema/bengkak


19 Juni 2010 10

Fase inflamasi
Pada fase inflamasi juga dikeluarkan sel neutropil

monosit , makrofag yang berfungsi untuk:


Mencegah infeksi / membunuh bakteri ( bacteri

phagocytosis) Bersihkan debris / benda asing dan jaringan mati Merangsang proses proliferasi

Awal fase proliferasi ditandai oleh jumlah neutropil

dan makrofag berkurang inflamasi menurun Proses inflamasi berlangsung antara 4-5 hari setelah perlukaan
19 Juni 2010 11

3.Fase Proliferasi
Disebut juga fase rekonstruksi Karakteristik ditandai terjadinya: Angiogenesis Sintesis dan deposisi kolagen Pembentukan jaringan granulasi Epitelialisasi Kontraksi luka

19 Juni 2010

12

.Fase proliperasi
Angiogenesis/ neovascularisasi : pembentukan pembuluh darah baru oleh vascular endothelial cells. Proliferasi fibroblas dan migrasi sel endothel kedalam luka Angiogenesis ditandai warna kemerahan pada luka ( erytemateus) Terjadi 3-4 hari setelah perlukaan

19 Juni 2010

13

.Fase proliperasi
Sintesa kolagen Diproduksi oleh sel-sel fibroblas Dimulai pada hari ke 2-3 setelah perlukaan dan mencapai puncaknya pada 1- 3 minggu Dibutuhkan oksigen ( O2) , besi, vit C, zinc, magnesium dan protein Penimbunan kolagen penting untuk penguatan luka yang sebelumnya fungsi tersebut dilakukan oleh fibrinefibronectine clot yang kurang kuat Awalnya sintese kolagen melebihi degradasinya, kemudian produksi dan degradasi menjadi seimbang
19 Juni 2010 14

.Fase proliperasi
Pembentukan jaringan granulasi : Mulai berlangsung 2-5 hari setelah perlukaan Tumbuh terus sampai seluruh luka tertutup Jaringan granulasi terdiri dari
Sel inflamasi Fibroblas Sel endotel Miofibroblas

Warna merah dan mudah berdarah Akhir pembentukan jaringan granulasi, fibroblas mulai

mengalami apoptosis (mati)


19 Juni 2010 15

.Fase proliperasi
Epitelialisasi : Setelah terbentuk jaringan granulasi segera diikuti proses reepitelialisasi Dilakukan oleh:
Sel sel keratosit Folikel rambut Kelenjar keringat Kelenjar sebasea

Dimulai dari tepi luka dan tumbuh pada jaringan yang

datar, bila luka tsb dalam terlebih dulu diisi oleh jaringan granulasi Lapisan epitel ini sangat fragil shg akan rusak pada perawatan luka yang kurang hati-hati
19 Juni 2010 16

.Fase proliperasi
Kontraksi luka Terjadi 1 minggu setelah perlukaan,puncak kontraksi 5-15 hari, berakhir beberapa minggu sampai seluruh luka dapat mengalami reepitilialisasi Awalnya tanpa peran miofibroblas fibroblas distimulir oleh Growth factor (GF) mengalami diferensiasi menjadi miofibroblas Miofibroblas mengandung semacam actin (terdapat pada sel otot polos) Luka lebar kontraksi mencapai 40-80% lebih kecil
19 Juni 2010 17

4.Fase Maturasi dan Remodeling


Dimulai saat produksi dan degradasi kolagen

seimbang Terjadi mulai minggu 3 setelah perlukaan Berakhir 1 thn atau lebih tergantung dari ukuran luka Selama proses maturasi berlangsung, kolagen tipe III (kolagen utama fase proliferasi) mengalami degradasi bertahap dan kolagen tipe I yang lebih kuat tetap bertahan pada luka
19 Juni 2010 18

. Fase maturasi dan remodeling


Tensile strength luka meningkat sampai 50 % dalam

waktu 3 bulan, maksimal dicapai 80% dari normal Saat aktifitas sel-sel pada luka berkurang, pembuluh darah kecil yang tidak diperlukan akan dihilangkan melalui proses apoptosis sehingga warna kemerahan pada parut berkurang Perkembangan fase-fase pada penyembuhan luka biasanya dapat diperkirakan waktunya. Bila berlangsung lebih lama luka kronis Contoh: venous ulcer, parut yang tak normal keloid
19 Juni 2010 19

Macam penyembuhan luka


Primary Intention/ Primary Union/Per Primam 2. Secondary Intention/ Second Union/ Per Secundam 3. Tertiary Intention/ Delayed Primary closure/ Secundary Suture
1.

19 Juni 2010

20

Macam penyembuhan luka


1. Primary Intention/ Primary Union/Per Primam

Terjadi pada luka tajam dan bersih ( luka operasi) Parut minimal Semua lapisan kulit menutup Proses penyembuhan luka berlangsung singkat

19 Juni 2010

21

19 Juni 2010

22

Macam penyembuhan luka


2. Secondary Intention/ Second Union/ Per Secundam

Terjadi pada luka dengan jaringan granulasi Luka yang dikompres atau dipasang drain Proses penyembuhan luka lambat ok infeksi Luka banyak didapatkan debris, jaringan hilang, trauma berat Parut luka lebih kasar

19 Juni 2010

23

19 Juni 2010

24

Macam penyembuhan luka


3. Tertiary Intention/ Delayed Primary closure/

Secundary Suture Luka sengaja dibiarkan terbuka setelah beberapa waktu ditutup : misalnya penyembuhan luka pada grafting

19 Juni 2010

25

19 Juni 2010

26

Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka


A. Genetik B. Lingkungan :

1. Lokal 2. Sistemik

19 Juni 2010

27

..Faktor mempengaruhi
Lingkungan 1. Lokal: infeksi ishemia pada luka hematoma reaksi benda asing obat obat topikal pembalutan luka

19 Juni 2010

28

2. Sistemik: a. Deficiency States :

..Faktor mempengaruhi

Insulin ( diabetes) Protein Vitamin


A reepitilialiksasi C- kolagen K- pembekuan darah

Trace element ( micronutrien) zinc,copper,iron,manganes

b. Medication :glucocorticoids, anticoagulants,

antineoplastic drugs, cyclosporin A, Colchicine, penicillamine, zinc sulfate( high doses), beta amino proprionitrile
19 Juni 2010 29

Acute wound Platelet

Fibrin Clot (Coagulation)

Haemostasis Thromboxane Prostaglandin Vasoconstriction Histamine Vasodilatation -Bacterial phagocytosed and debris removed -Stimulate proliferation phase -Protein -Intravascular fluid -Leukocytes -Neutrophyl -Monocyte -Macrophage
30

Inflammation

Proliferation
19 Juni 2010

Proliferation -Fibroblast Collagen -Granulation Tissue Formation (Matrix Synthesis) Vascular Endothelial Cells -Angiogenesis

Granulation Tissue

Basal Keratinocytes Hair Follicles Sweat Glands Sebacious Glands

Reepithelialization Myofibroblast Fibroblast Contraction

Collagen type III degradation Collagen type I still exist

Maturation and Remodelling

Healed Wound
19 Juni 2010

Scar Tissue
31

19 Juni 2010

32