Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Al-Quran merupakan kitab suci ummat islam, ini diakui oleh seluruh umat manusia di dunia. Sudah merupakan keharusan, sebagai umat islam pandai membaca al-Quran. Tidak hanya itu umat islam semestinya dapat menulis, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan seharihari. Hal itu berarti umat islam telah memelihara al-Quran. Memelihara al-Quran berarti pula menegakkan syariat islam, sebab syariat islam bersumber dari al-Quran. Pertanyaannya adalah bagaimana umat islam bisa menggali ajaran islam yang benar dari al-Quran, sedangkan membacanya saja belum bisa? Inilah dorongan penulis mengadakan penelitian mengapa dikalangan masyarakat masih banyak yang belum bisa membaca al-Quran. Meskipun demikian kegairahan umat islam khususnya dikalangan generasi muda dalam menegakkan syiar islam sungguh sangat

menggembirakan kita kaum muslimin. Pada dua dasawarsa terakhir sebagian syiar islam dapat kita lihat dalam kemakmuran mesjid, terutama mesjid-mesjid tertentu yang berada di kota-kota besar. Setiap hari kita melihat berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh generasi muda dan majlis-majlis talim kaum ibu.1
1IAbdul Madjid Sofie, Metode BBQ 99 Belajar Termudah Membaca Al-Quran, El-Fath, Bandung, 2008, cet. Ke XI, hlm. v

Namun sebelum itu, kita prihatin melihat kenyataan bahwa banyak sekali masjid-masjid dan musholla yang megah atau sederhana di kota maupun di desa yang sepi dari kegiatan, khususnya belajar membaca alQuran. Mungkin inilah salah satu sebab mengapa sebagaian besar kaum muslimin dewasa ini tidak bisa membaca al-Quran, padahal al-Quran merupakan petunjuk bagi segenap kaum muslimin yang harus dibaca, ditelaah, dihayati, dan diamalkan sepanjang hidupnya di dunia.2 Menerapkan belajar baca Al-Quran sejak dini merupakan salah satu metode yang dilakukan agar masyarakat khususnya anak-anak mempunyai minat untuk mencintai Al-Quran dan membacanya dengan fashohah tajwid yang betul-betul diperhatikan agar tidak ada ketika melafadzkan ayat-ayat al-quran. Ketika banyaknya lembaga-lembaga pendidikan yang mempunyai beberapa program belajar untuk mencerdaskan anak-anak seperti di era globalisasi ini, membuat waktu anak-anak tersita hanya utuk dunia pendidikan umum tanpa memperhatikan pendidikan di bidang agama. Seperti belajar membaca Al-Quran sejak dini. Kebanyakan anak-anak zaman sekarang kurang mempunyai minat untuk mempelajari cara membaca Al-Quran. Mungkin karena kurangnya dorongan dari orang tua dan faktor lingkungan itu sendiri. Seperti anak-anak yang ada di Desa Sonopatik. Memang banyak diantara mereka yang setiap sorenya pergi untuk belajar mengaji. Namun kefashihan dan kelancaran mereka dalam membaca Al-Quran berbeda2 Ibid.

beda. Banyak yang masih belum memenuhi syarat untuk dikatakan lancar dan benar saat membaca Al-Quran. B. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. 1. Bagaimana minat belajar Al-Quran anak-anak di Desa Sonopatik? 2. Bagaimana penerapan baca Al-Quran sejak dini pada anak-anak di Desa Sonopatik ? C. Tujuan Penelitian Tujuan yang dicapai berdasarkan permasalahan diatas adalah sebagai berikut 1. Mengetahui minat baca Al-Quran anak-anak di Desa Sonopatik 2. Mengetahui penerapan baca Al-Quran sejak dini pada anak-anak di Desa Sonopatik D. Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut: 1. Menumbuhkan minat anak-anak didalam membaca Al-Quran 2. Memberikan wawasan untuk mencintai Al-Quran sejak dini 3. Menumbuhkan semangat bagi anak-anak untuk melestarikan Al-Quran

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Minat Baca Al-Quran Minat secara sederhana memiliki definisi yakni: pendorong yang menyebabkan seseorang tertarik kepada sesuatu hal atau aktivitas-aktivitas tertentu. Sedangkan menurut Winarno Surachmad pengertian Minat adalah: kekuatan yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu sebagai hasil pengalaman yang tumbuh dan dianggap bernilai oleh seseorang tersebut.3 Minat dan membaca adalah dua hal yang memiliki definisi berlainan. Akan tetapi bila keduanya disatukan maka akan menghasilkan arti yang selaras. Sehingga Minat baca memiliki makna: kecenderungan yang menjadi pendorong diri seseorang untuk tertarik membaca atau menyenangi membaca, memiliki perhatian lebih dalam membaca dan aktifitas-aktifitas membaca. Kajian utama dalam bab ini adalah Al-Quran. Definisi Al-Quran adalah: Kalamullah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW sebagai mujizat atas kenabian dan kerasulannya dan digunakan sebagai pegangan utama bagi umat Islam didalam kehidupan.4 Dari beberapa definisi diatas, secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan
hlm. 45.

bahwa

minat

baca

Al-Quran

memiliki

pengertian:

3 Surakhmad, Winarno.. Cara Terbaik Belajar di Universitas, Tarsito, Bandung, 1982,

4 Amir syarifuddin, ushul fiqh 1,-- Ed.1.Cet. 4. PT kencana, Jakarta, 2008. hlm. 55.

kecenderungan yang menjadi pendorong diri seseorang untuk tertarik membaca Al-Quran atau rasa butuh untuk membaca Al-Quran, memahami dan mendalaminya, menyenangi membaca Al-Quran, memiliki perhatian lebih dalam membaca Al-Quran dan berbagai aktifitas-aktifitas membaca Al-Quran. Faktor-faktor yang menimbulkan minat baca Al-Quran dapat digolongkan sebagai berikut : 1. Faktor kebutuhan dari dalam. Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan fisik (dhohir) dan jiwa (ruhaniyah). 2. Faktor motif sosial, Timbulnya minat dalam membaca Al-Quran dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, perhargaan dari

lingkungan dimana seseorang tersebut berada.


3.

Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap aktifitas membaca Al-Quran atau objek tertentu.5 Jadi faktor yang menimbulkan minat ada tiga, yaitu dorongan dari

diri seseorang itu sendiri, dorongan sosial dan motif dan dorongan emosional. Timbulnya minat baca Al-Quran pada diri seseorang berasal dari diri sendiri, selanjutnya ia mengadakan interaksi dengan

lingkungannya yang menimbulkan dorongan sosial dan dorongan emosional.

5 Meichati, S. Motivasi Pembaca. UGM, Yogyakarta , 1978, hlm. 24.

B. Anjuran Untuk Membaca Al-Quran Didalam Al-Quran dan AlHadits Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, umat Islam memiliki Al-Quran sebagai kitab suci. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani. Rasulullah dan para sahabat selalu berusaha menghidupkan kebiasaan membaca, mendengar dan menyimak Al-Quran. Setiap hari AlQuran selalu dibacakan dan Rasulullah pun sangat menyukai

mendengarkan bacaan Al-Quran dari orang lain. Diantara para sahabat, Ibnu Masud lah yang sering beliau minta untuk membacakannya. Al-Quran dapat mensucikan jiwa apabila dibaca. Allah SWT memberi anjuran kepada manusia untuk setiap saat membaca Al-Quran karena keutamannya. Ada banyak ayat-ayat Al-Quran dan hadist nabi yang menganjurkan agar Amat Islam selalu menghiasi lisannya dengan membaca Al Quran.


Artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (AlQuran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat

Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(Al-'Ankabuut: 45)6


Artinya: "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Ahzab: 34).


Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi" (QS. AlFaathir: 29).

6 Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, Terjemah Tafsir Al-Maraghi, CV. Toha Putra, Semarang, 1986, hlm. 252.

Artinya: "Kami akan membacakan (Al-Quran) kepadamu (Muhammad). Maka kamu tidak akan lupa." (QS. Al-A'laa: 6). Sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam: Perumpamaan orang yang membaca Al-Quran sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca Al-Quran sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala. (Muttafaq alaih) Sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam: Bacalah Al-Quran karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para ahlinya. (HR. Muslim) Dan sabda beliau shalallahu alaihi wasalam: Puasa dan Al-Quran, keduanya akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari Kiamat (HR. Ahmad dan Al-Hakim) C. Pahala dan Keuntungan Orang Yang Membaca Al-Quran Seorang Mumin yakin bahwa membaca Al-Quran adalah amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Sebab, yang dibacanya itu adalah Kalam Suci Ilahi. Al-Quran adalah bacaan yang paling baik bagi seorang Mumin. Baik dikala senang maupun susah, di kala gembira ataupun sedih. Keutamaan-keutamaan besar akan didapat jika secara rutin membaca Al-Quran dilakukan setiap hari. Membaca AlQuran akan menjadi makanan jiwa atau ruhani seorang Mumin.

Banyak sekali pahala dan keutamaan-keutamaan yang didapat oleh seorang Mumin apabila menjadikan Al-Quran sebagai bacaan seharihari. Pahala mengajarkannya

) )
Artinya: Sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam: Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari) Pahala membacanya Sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam: Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Quran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. (HR. AtTirmidzi) Quran Sabda Nabi shalallahualaihi wasalam: Siapa saja membaca AlQuran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya, Bagaimana dipakaikan kepada kami Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari Al-

10

semuanya itu? Dijawab, Karena anakmu telah membawa AlQuran. (HR. Al-Hakim) mengkajinya Sabda Nabi shalallahu alaihiwasalam: Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Taala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya. (HR. Abu Dawud) Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan

Diantara keutamaan-keutamaan membaca Al-Quran ialah: 1. Mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat Rasulullah SAW bersabda:Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya. (HR. Muslim). 2. 3. Menjadi orang yang terbaik di antara manusia Mendapat tempat istimewa di surga Rasulullah SAW bersabda : Orang yang pandai membaca Al-Quran akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala. (H.R Bukhari & Muslim). 4. Mendapa pahala yang berlipat ganda

11

Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf . (H.R At-Tirmidzi) 5. Dikelilingi malaikat dan Allah menyebut nama-nama mereka Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (alQuran) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya. (H.R Muslim). 6. 7. Memperoleh obat bagi jiwa yang gelisah Memberi cahaya didalam rumah tangga Dari Anas r.a. Rasulullah bersabda: Perbanyaklah membaca AlQuran di rumahmu, sesungguhnya di dalam rumah yang tak ada orang membaca Al-Quran, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah itu, dan akan banyak kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah. (HR. Daru Quthni) 8. Allah Rasulullah menyatakan tentang kelebihan martabat dan keutamaan orang membaca Al-Quran, demikian maksudnya: Perumpamaan orang Mumin yang membaca Al-Quran, adalah seperti bunga Memperoleh martabat atau penghargaan yang tinggi di sisi

12

Utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat. Orang Mumin yang tak suka membaca Al-Quran, adalah seperti buah korma, baunya tidak begitu harum, tetapi manis rasanya. Orang munafiq yang membaca Al-Quran ibarat sekuntum bunga, berbau harum, tetapi pahit rasanya. Dan orang munafiq yang tidak membaca Al-Quran, tak ubahnya seperti buah Hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali. D. Memupuk Minat Baca Al-Quran Sejak Dini Seorang anak adalah anugerah dari Allah SWT. Sedari kecil ia diasuh, dipelihara dan dididik oleh orang tuanya agar kelak ia menjadi manusia berguna dan berakhlak mulia. Mengajarkan Al-Quran sedari dini sebenaranya juga merupakan kewajiban dan tanggung jawab dari orang tua. Akan tetapi tentu orangtua tidak dapat terus menerus mengajarkan membaca Al-Quran sepanjang waktu. Disinilah diperlukan adanya keterlibatan guru, ustadz/ustadzah untuk mengajarkan Al-Quran. Ada beberapa tahap guna memupuk minat baca anak sejak dini:
1. Ajarkan huruf, kalimat dan ayat-ayat Al-Quran pada anak secara

perlahan-lahan.
2. Gunakan alat-alat dan media pendukung. Misalnya kartu gambar yang

berisi nama-nama surat atau ayat-ayat dari surat-surat pendek. Gambar ditunjukkan dan anak disuruh membaca, mengurutkan ayat-ayat dan mencocokkan nama surat dengan ayatnya. 3. Setiap hari baik ibu atau bapak biasakan untuk selalu membaca AlQuran. Dengan melihat dan mendengar orang tua selalu melantunkan

13

Al-Quran maka secara tidak langsung turut menggugah minat membaca Al-Quran pada anak. 4. Luangkan waktu untuk mengajarkan anak membaca Al-Quran meski beberapa ayat dan ditengah-tengah kesibukan. 5. Sisipkan bacaan-bacaan Al-Quran dalam kegiatan sehari-hari anak. Seperti bacaan basmalah dan doa-doa pendek yang terdapat dalam Al-Quran. 6. Selalu pantau perkembangan anak didalam belajar Al-Quran-nya pada ustadz/ustadzah pengajar dan juga tatkala dirumah.
7. Sekiranya anak menunjukkan prestasi dan kemajuan membaca Al-

Quran, tunjukkan reaksi positif dan puji anak sebagai tanda sokongan kepadanya. Akan tetapi jangan memarahi jika anak masih sulit belajar membaca AlQuran.

14

BAB III METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitan Penelitian ini dilakukan di TPQ Al-Hikmah yang ada di dusun Sono dengan responden anak didik yang sudah memasuki pendidikan dasar ataupun TK. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 07-08 April 2013. B. Objek Penelitian Objek penelitian merupakan pokok pembicaraan atau

permasalahan yang diteliti meliputi: hal, perkara atau orang. Objek penelitian ini adalah anak didik usia Sekolah Dasar dan usia Taman Kanak-Kanak di Dusun Sono Desa Sonopatik Kecamatan Berbek. C. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian dalam hal ini meliputi langkah langkah sebagai berikut: 1. Teknik pengumpulan data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi atau pengamatan, wawancara dan studi kepustakaan. Dalam teknik ini menjadikan hasil pengamatan, wawancara dan studi kepustakaan (buku-buku yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi dan melakukan browsing di internet), sehingga ada

15

15

kolerasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri. 2. Teknik analisis data Analisisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu metode analisis data dengan memaparkan hasil penelitian yang diperoleh.

16

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Observasi Pengamatan terhadap anak didik usia Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak dari TPQ Al-Hikmah di Dusun Sono Desa Sonopatik Kecamatan Berbek dilakukan pada sore hari pukul 14.30-16.00 WIB saat kegiatan belajar mengajar Al-Quran dilaksanakan. Tujuan dilakukan pengamatan ini adalah untuk mengamati dan menghitung jumlah anak didik usia sekolah dasar dan usia taman kanakkanak yang mempunyai minat dalam belajar membaca Al-Quran dan yang tidak. Adapun hasil pengamatan tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 1.1 hasil pengamatan terhadap anak didik usia Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak

Mulai mengaji No. 1 2 3 4 5 Kode A B C D E Tempat mengaji TPQ dan dirumah TPQ saja TPQ saja TPQ dan dirumah 17 TPQ dan dirumah sehabis maghrib sehabis maghrib Sore hari dan 5 tahun sehabis maghrib Sore hari Sore hari Sore hari dan Waktu mengaji sejak umur Sore hari dan 5 tahun 7 tahun 5 tahun 4 tahun

17

Sore hari dan 6 7 8 9 10 F G H I J TPQ dan dirumah sehabis maghrib Sore hari dan TPQ dan dirumah TPQ saja TPQ dan dirumah sehabis maghrib Sore hari dan TPQ dan dirumah sehabis maghrib Dari hasil observasi data atau pengamatan yang dilakukan, diperoleh data bahwa anak didik usia sekolah dasar dan taman kanakkanak di Dusun Sono Desa Sonopatik banyak yang berminat dalam belajar membaca Al-Quran. B. Hasil wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan 10 anak didik usia sekolah dasar dan taman kanak-kanak diperoleh data sebagai berikut: 1. 7 anak didik usia sekolah dasar dan taman kanak-kanak belajar membaca Al-Quran di TPQ dengan bimbingan guru mengaji dan dirumah dengan bimbingan orangtua. 2. 3 anak didik usia sekolah dasar dan taman kanak-kanak belajar membaca Al-Quran di TPQ saja tanpa belajar lagi dirumah. Ketiga anak didik usia sekolah dasar dan taman kanak-kanak belajar membaca Al-Quran di TPQ saja tanpa belajar mengaji lagi dirumah karena kurangnya perhatian dari para orang tua mereka. C. Pembahasan 5 tahun sehabis maghrib Sore hari Sore hari dan 7 tahun 7 tahun 5 tahun 6 tahun

18

Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa anak didik usia Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak di Dusun Sono Desa Sonopatik Kecamatan Berbek belajar membaca Al-Quran sejak mereka berumur 4-7 tahun. Banyak diantara mereka yang berminat dalam belajar membaca AlQuran karena faktor keluarga yang sangat mendukung. Namun sebagian lagi ada yang kurang berminat dalam belajar membaca Al-Quran dikarenakan kurangnya dukungan dari orang tua untuk mengajarkan kepada anaknya agar tekun dalam belajar membaca Al-Quran. Anak didik usia sekolah dasar dan taman kanak-kanak yang belajar mengaji di TPQ Al-Hikmah ini belajar membaca Al-Quran pada sore hari dengan dua cara, yaitu; (1) membaca Al-Quran dengan bimbingan guru mengaji di TPQ. (2) belajar membaca Al-Quran pada malam hari sehabis Maghrib dengan bimbingan orang tua dirumah. Selain belajar membaca Al-Quran TPQ Al-Hikmah juga

mengajarkan praktek shalat, praktek wudhlu dan juga hafalan surat-surat pendek. Anak didik usia sekolah dasar dan taman kanak-kanak begitu bersemangat dalam belajar sholat, wudhlu dan juga hafalan surat-surat pendek karena dengan belajar hal itu secara keseluruhan, mereka dapat menerapkannya dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari.

19

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh data sebagai berikut: 1. Anak didik usia Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak di Dusun Sono Desa Sonopatik Kecamatan Berbek (1) banyak diantaranya yang berminat dalam belajar membaca Al-Quran karena faktor keluarga yang sangat mendukung. Namun, (2) sebagian lagi ada yang kurang berminat dalam belajar membaca Al-Quran dikarenakan kurangnya dukungan dari orang tua untuk mengajarkan kepada anaknya agar tekun dalam belajar membaca Al-Quran. 2. Penerapan yang dilakukan untuk menarik minat belajar AlQuran pada anak-anak adalah dengan menyisipkan bacaan-bacaan AlQuran pada saat praktek sholat dan hafalan surat-surat pendek. Anak-anak usia taman kanak-kanak dan sekolah dasar begitu berminat dan bersemangat didalam belajar sholat dan menghafal surat-surat pendek. Karena dengan begitu, secara tidak langsung anak-anak didik dapat belajar membaca Al-Quran dengan cara menyenangkan dan dapat dipraktekkan secara langsung dalam beribadah.

21

20

B. Saran 1. Hendaknya masyarakat tetap memiliki semangat untuk belajar al-Quran, tetap tekun, belajar disiplin dan mandiri untuk terus berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran al-Quran. 2. Guru atau Ustadz di masyarakat hendaknya bijaksana dan selalu memberi semangat dalam mengajarkan al-Quran kepada anak, karena pada usia tersebut belum mempunyai pemahaman dalam melaksanakan ajaran agama Islam, akan tetapi disinilah peran guru dalam memperkenalkan dan tindakan agama. membiasakan anak dalam melakukan tindakan-

21

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Madjid Sofie, Metode BBQ 99 Belajar Termudah Membaca Al-Quran , ElFath, Bandung, 2008, cet. Ke XI. Amir syarifuddin, ushul fiqh 1,-- Ed.1.Cet. 4. PT kencana, Jakarta, 2008. Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, Terjemah Tafsir Al-Maraghi, CV. Toha Putra, Semarang, 1986. Meichati, S. Motivasi Pembaca. UGM, Yogyakarta , 1978. Surakhmad, Winarno, Cara Terbaik Belajar di Universitas, Tarsito, Bandung, 1982.

23

22

RIWAYAT HIDUP

Nama Tempat Tanggal Lahir Pendidikan

: : : a. b.

Nama Orang Tua

: a. Ayah : b. Ibu :

Prestasi yang Pernah Diraih : Penggalaman Organisasi Motto : :

24