Anda di halaman 1dari 4

Mekanisme Katup - Desmodromic

Mekanisme katup yang satu ini sangat fenomenal karena pada jamannya mampu merajai sirkuit balapan berkali-kali. Saat pabrikan lain sibuk memperbaiki kelemahan mekanisme katup OHV (Overhead Valve) danOHC (Overhead Camshaft), Desmodromic hampir tidak ada kelemahan sama sekali. Pada saat itu, mekanisme katup OHV dan OHC yang mengandalkan pegas sebagai pengembali posisi katup (setelah ditekan oleh rocker arm) sangat rentan patah saat mesin mencapai putaran tinggi, ditambah terjadinya valve float (katup mengambang) pada kecepatan tinggi menambah daftar masalah pada mesin-mesin dengan mekanisme katup OHV dan OHC, justru Desmodromic tidak mempunyai masalahmasalah seperti yang terjadi pada mekanisme katup OHV dan OHC tersebut. Kenapa?

Keuntungan dan Kerugian Desmodromic Penggunaan pegas katup untuk menutup katup pada mekanisme katup OHC dan OHV menimbulkan efek valve float atau katup mengambang pada kecepatan tinggi. Valve float yaitu keadaan katup tidak mampu tertutup penuh yang disebabkan keterbatasan kelenturan pegas untuk mengembalikan posisi katup pada saat rocker arm (camlobe) memberikan tekanan berulang kali dan cepat. Katup yang tidak mampu tertutup sempurna tersebut menyebabkan kebocoran kompresi dan detonasi pada mesin, sehingga tekanan hasil pembakaran tidak sempurna, hilanglah tenaga mesin. Hal ini terjadi pada saat mesin mencapai putaran tinggi. Sedangkan pada mekanisme katup desmodromic tidak terjadi valve

float karena penutupan katup dilakukan oleh rocker arm, sehingga secepat apapun mesin, katup akan menutup saluran dengan baik. Namun mekanisme katup desmordromic memiliki valvetrain yang lebih banyak dibandingkan dengan mekanisme katup OHC. Banyaknya komponen valvetrain yang bergerak akan menimbulkan suara berisik pada mesin, bahkan pada kondisi mesin panas, celah yang terjadi antar komponen penggerak katup (valvetrain) semakin besar membuat tenaga mesin menurun secara bertahap.

Konstruksi Desmodromic Berbeda dengan mekanisme katup OHV dan OHC yang menggunakan pegas (Valve Spring) untuk mengembalikan posisi katup, Desmodromic justru tidak menggunakan pegas untuk mengembalikan posisi katup. Desmodromic menggunakan rocker arm untuk mengembalikan posisi katup, ini berarti diperlukan dua buah rocker arm, satu rocker arm digunakan untuk membuka katup dan satu rocker arm lagi digunakan untuk mengembalikan posisi (menutup) katup (pada desain khusus tidak digunakan rocker arm untuk membuka). Selain itu digunakan pula dua buah cam dengan desain camlobe khusus. Satu camlobe didesain untuk membuka katup, camlobe ini memiliki bentuk yang sama dengan camlobe pada mekanisme katup OHV dan OHC. Dan satu camlobe didesain untuk menutup katup, camlobe ini memiliki bentuk khusus yang didesain sebagai kebalikan dari desain camlobe untuk membuka katup.

Gambar 1. Komponen Mekanisme Katup Desmodromic

Gambar 2. Kepala Silinder Katup Desmodromic Prinsip Kerja Desmodromic Seperti terlihat pada gambar diatas bahwa Desmodromic menggunakan rocker arm untuk menutup katup maka desmodromic bekerja sebagai berikut:

Katup Terbuka ; Pada saat opening camlobe berada pada posisi menekan (tonjolan), maka upper rocker arm menekan katup hingga saluran terbuka. Sedangkan closing camlobe berada pada posisi rata sehingga lower rocker arm menempati ruang kosong dan mengikuti gerakan katup terbuka.

Katup Tertutup ; Pada saat tonjolan opening camlobe meninggalkan upper rocker arm, maka upper rokcer arm kehilangan daya tekannya terhadap katup. Sedangkan closing camlobe berada pada posisi lingkaran penuh, sehingga menekan lower rocker arm. Tekanan lower rocker arm akan mengungkit katup melalui bantuan closing shim pada batang katup sehingga katup terangkat dan menutup saluran.