Anda di halaman 1dari 4

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN

6.1 Simpulan 6.1.1 Ada hubungan antara lantai rumah dengan kejadian pneumonia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka tahun 2011 dengan OR = 2,506 yang artinya balita yang tinggal di rumah dengan lantai rumah tidak memenuhi syarat memiliki risiko terkena pneumonia sebesar 2,506 kali lebih besar dibandingkan balita yang tinggal di rumah dengan lantai memenuhi syarat. 6.1.2 Ada hubungan antara kondisi dinding rumah dengan kejadian pneumonia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka tahun 2011 dengan OR = 2,209 yang artinya balita yang tinggal di rumah dengan kondisi dinding rumah tidak memenuhi syarat memiliki risiko terkena pneumonia sebesar 2,209 kali lebih besar dibandingkan balita yang tinggal di rumah dengan kondisi dinding rumah memenuhi syarat. 6.1.3 Ada hubungan antara luas ventilasi rumah dengan kejadian pneumonia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka tahun 2011 dengan OR = 3,472 yang artinya balita yang tinggal di rumah dengan luas ventilasi rumah tidak memenuhi syarat memiliki risiko terkena pneumonia sebesar 2,209 kali lebih besar

66

67

dibandingkan balita yang tinggal di rumah dengan luas ventilasi rumah memenuhi syarat. 6.1.4 Ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian pneumonia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka tahun 2011 dengan OR = 2,607 yang artinya balita yang tinggal di rumah dengan kepadatan hunian tidak memenuhi syarat memiliki risiko terkena pneumonia sebesar 2,209 kali lebih besar dibandingkan balita yang tinggal di rumah dengan memenuhi syarat. 6.1.5 Ada hubungan antara kelembaban dengan kejadian pneumonia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka tahun 2011 dengan OR = 2,414yang artinya balita yang tinggal di rumah dengan kelembaban tidak memenuhi syarat memiliki risiko terkena pneumonia sebesar 2,209 kali lebih besar dibandingkan balita yang tinggal di rumah dengan kelembaban memenuhi syarat. kepadatan hunian

6.2 Saran 6.2.1 Saran Akademik 1. Bagi Peneliti Lain Untuk peneliti lain dapat melakukan penelitian dengan menambahkan variabel, suhu rumah dan polusi udara dalam rumah (asap rokok atau asap dapur) hubungannya dengan kejadian pneumonia pada balita..

68

2. Bagi STIKes Cirebon Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa, dosen serta civitas academika, sehingga dapat memberikan pembendaharaan literatur untuk kepentingan penelitian serta sumber pustaka di masa yang akan datang. 6.2.2 Saran Praktis 1. Bagi UPTD Puskesmas Kadipaten 1) Agar meningkatkan sistem kewaspadaan dini terhadap kejadian pneumonia melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu mengenai pentingnya sanitasi fisik rumah yang sehat. 2) Hendaknya petugas kesehatan memberikan promosi kesehatan tentang pneumonia kepada setiap ibu misalnya pada acara pertemuan Posyandu. 3) Perlu dikembangkan kegiatan klinik sanitasi untuk melayani pasien dengan penyakit berbasis lingkungan. 2. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka 1) Perlunya melakukan capacity building petugas untuk meningkatkan pembinaan masyarakat, khususnya mengenai pneumonia oleh petugas kesehatan. 2) Perlunya peningkatan kerjasama lintas sektoral, khususnya Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka dalam pembangunan perumahan sesuai standar kesehatan.

69

3. Bagi Masyarakat Diharapkan lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama melakukan tindakan pencegahan penyakit pneumonia.