Anda di halaman 1dari 5

3.2.

1 Alat dan Teknik Scaling Alat/instrument periodontal yang dibutuhkan dalam perawatan scaling umumnya terdiri dari 3 bagian, yakni handle (pegangan), shank (penghubung antra handle dan blade), serta blade (ujung kerja). Berikut macam instrument yang biasa dipergunakan beserta teknik pemakaiannya : 1. Alat Scaling (manual) a. Kuret Untuk mengambil kalkulus subgingiva ,root planing dan menghilangkan jaringan lunak pada dinding poket. Desainnya berbenuk seperti sendok dengan ujung membulat,dari potongan melintang blade semisirkuler dengan dasar cembung, cutting edge dibentuk oleh bagian muka blade dengan sisi/pinggir blade dibandingkan sickle kuret lebih tipis. b. Sickle Untuk mengambil kalkulus supra gingival. Dimana permukaan dari sickle datar dan mempunyai 2 cutting edge yang bertemu pada satu ujung yang tajam. Shank yang lurus untuk gigi anterior dan premolar sedangan shank yang bersudut untuk gigi posterior. Teknik dari penggunaan sickle yaitu cara memegangnya dengan cara modified pen grasp,blade diadaptasikan didasar kalkulus dengan sudut antara blade dengan gigi 450 - 900, aktifasi alat dengan gerakan tarikan (pull stroke)kea rah vertical dan oblique. c. Hoe scaler Untuk mengambil dan meratakan permukaan akar dari sisa kalkulus dan semetum yang rusak. Desain dari hoe scaller yaitu blade membentuk sudut 990 - 1000, cutting edge dibentuk oleh pertemua permuka ujung yang datar dengan aspek dalam blade,cutting edge dibevel 450,blade agak bengkok terdiri dari dua titik kontak dengan gigi,bagian belakang blade bulat sehingga mudah masuk dalam poket. Cara pengunaan dari hoe scaler yaitu blade diinsersikan pada dasar poket sehingga terdapat dua kontak dengan gigi,alat diaktivasi dengan pull stroke arah mahkota dengan tetap mempertahankan dua titik kontak. d. File scaler Untuk mengambil dan meratakan permukaan akar dari sisa kalkulus dan semetum yang rusak selain itu dapat digunakan untuk membuang margin gingival yang

overhanging. File scaler jarang digunakanpada permukaan akar karena membuat permukaan akar menjadi kasar. e. Chisel scaler Untuk menghilangknan kalkulus di daerah proksimal yang sempit. Penggunaannya yaitu alat diinsersikan dari fasial ke lingual diaktifasi dengan push motion. Chisel scaler merupakan instrument double ended dengan shank lurusdan bengkok. Blade sedikit melengkung dengan cutting edge yang lurus dan dibevel 450.

2. Ultrasonic dan Sonic instrument a. Ultrasonic instrument Digunakan untuk scaling, kuret, dan menghilangkan stain. Cara kerjanya menggunakan vibrasi atau getaran fisik (frek. 20.000 jutaan get/detik) dengan ultrasonic tip berbentuk beragam. Efektif untuk menghilangkan kalkulus, membersihkan dinding poket, serta pembersihan selama operasi. Penggunaannya cukup dengan sentuhan ringan dan jumlah gerakan terbatas. Ada 2 tipe ultrasonic unit: o Magnetostrictive unit: - pola vibrasi elips - semua sisi tip aktif o Piezoelecrtric unit: - pola vibrasi linear - hanya dua sisi tip yang aktif b. Sonic instrument Dengan frekuensi : 2000650 get/dtk, memiliki kekuatan untuk menghilangkan kalkulus lebih kecil. Tambahan irigasi bertujuan agar panas dapat diminimalkan serta dapat membersihkan debris. 3. Instrumen pembersih dan pemoles a. Rubber cup Berupa beberapa selongsong karet dengan atau tanpa bentukan. Digunakan pada handpiece dengan sudut propilaksis khusus. Rubber cup bertujuan untuk menghilangkan plak, stain, dan menghaluskan akar yang terbuka, juga untuk massage

gingival. Penggunaannya cukup dengan tekanan ringan dan intermitten. Biasanya dilengkai dengan pasta pembersih yang bertujuan untuk mengurangi panas b. Bristle brush Digunakan pada mahkota saja oleh karena bulu sikatnya keras. Penggunaannya dengan handpiece dan pasta. c. Porte polisher Berfungsi untuk menghaluskan permukaan gigi setelah instrumentasi. Porte polisher merupakan hand instrument dengan ujung dari kayu yang digunakan dengan gerakan memulas yang keras dan hanya digunakan jika system polishing dengan mesin tidak ada. d. Dental tape Digunakn pada daerah proksimal, dengan cara memasukkan pita ke daerah interproksimal dengan arah sesuai sumbu gigi. Diaktivasi dengan gerakan labial lingual. Kemudian dibersihkan dengan menggunakan air hangat Secara umum prosedur yang dilakukan dalam perawatan scaling, antara lain: Pekerjaan harus dilakukan secara sistematik pada seluruh rongga mulut dan sekitar gigi secara berurutan. Harus mengggunakan peralatan yang tepat dengan permukaan gigi yang akan dibersihkan. Setiap gerakan alat harus bermakna dan efektif. Penggunaan alat yang tidak tepat sering menimbulkan luka goresan atau kerusakan permukaan gigi Jari-jari harus bertumpu pada gigi dengan kuat agar penggunaan alat dapat terkontrol. Gerakan alat dapat dibagi menjadi 2 fase : a) Eksplorasi dimana batas apikal deposit dapat ditentukan. Dalam membersihkan kalkulus subgingiva, prosedur ini adalah perkiraan dan hanya dilakukan berdasarkan sensasi taktil. b) Pencungkilan untuk membersihkan deposit. Dengan aksi ini ujung alat yang tajam akan tertekan pada permukaan gigi dan alat digerakkan perlahan ke arah koronal dengan membawa serta depositnya bersamaan. Permukaan gigi harus dibersihkan sehingga benar-benar bersih dan halus. Permukaan dapat diperiksa dengan alat yang cocok misalnya sonde kalkulus cross untuk mendeteksi sisa deposit. Kadang-kadang tepi gingiva teretraksi dan permukaan subgingiva gigi dapat dilihat dengan mengalirkan udara hangat ke dalam leher gingiva

Pemolesan gigi dilakukan setelah skaling agar daerah yang kasar tidak mudah untuk retensi plak dan kalkulus. Pemolesan ini mengggunakan rubber cup dan strip poles linen yang biasanya digunakan untuk daerah interproksimal. Sedangkan teknik pada perawatan scaling , terbagi menjadi 2, yaitu teknik scaling

supragingiva dan subgingiva. Penjelasannya sebagai berikut : 1. Teknik scaling supragingiva Sickel atau kuret dipegang dengan cara modified pen grasp. Tumpuan jari pada gigi dekat daerah yang akan di scaling. Blade diadaptasikan dengan sudut kurang 900. Cutting edge menghadap kalkulus,digerakkan pendek dan kuat dari apical ke coronal dengan arah vertical. 2. Teknik scaling subgingiva dan root planing Kuret dipegang dengan cara modified pen grasp. Tumpuan jari pada gigi dekat daerah yang di scaling. Blade diinsersikan pada dasar poket. Cutting edge pada dasar poket membentuk sudut 450 - 900 dan dilakukan penekanan kearah lateral gigi. Kalkulus dihilangkan dengan gerakan terkontrol pendek dan kuat. Gerakan cutting edge diteruskan sampai sedikit daerah kasar tersisa. Gerakan root planing lebih halus dilakukan dengan tekanan lateral yang lebih kecil sampai didapat permukaan akar yang halus dan keras. Karena alat ultrasonic ini baru, operator harus memanipulasi rasa perabaannya karena tidak adanya kemampuan taktil, juga karena cord yang berada pada ujung alat merupakan suatu sensasi. Operator harus mampu untuk merasakan daerah-daerah yang tidak rata dari permukaan gigi dan meletakkan alat pada daerah ini, barulah instrumentasi dapat dilakukan. Alat ultrasonic dapat digunakan dengan cara sebagai berikut: a. Alat harus distel untuk medapatkan semprotan air yang sedikit pada ujung kerja. Aspirasi yang adekuat perlu untuk menghilangkan air ini bila terkumpul dalam mulut. Power settingnya jangan terlalu besar dari yang diperlukan untuk menghilangkan kalkulus. Operator seharusnya menggunakan masker untuk mengurangi inkulasi dari aerosol yang dilakukan karena terkontaminasi yang dihasilkan selama instrumentasi. b. Alat dipegang dengan cara hand rest yang dimodifikasi dengan finger rest atau fulcrum harus diperoleh seperti pada instrumentasi manual atau konvensional. Gagang alat disejajarkan dengan panjang aksis gigi dan working end disesuaikan dengan lengkung permukaan gigi. c. Alat dinyatakan dengan menginjak pedal kaki dengan gerakan ringan, pendek, dan vertikal, maka working end melewati deposit itu. Tekanan lateral yang besar tidak perlu

dilakukan karena alat ini dapat melepaskan kalkulus. Namun working end harus mengenai deposit supaya kalkulus dapat terlepas. d. Working end harus tetap dilakukan dengan gerakan yang konstan dan ujungnya jangan dipegang secara prepedikuler pada permukaan gigi karena hal ini akan mengores atau membuat lekukan pada permukaan. e. Pedal kai harus dilepaskan sekali-kali supaya dapat dilaukan aspirasi air dan permukaan gigi harus diperiksa secara teratur dengan explorer.