Anda di halaman 1dari 2

Hand Out BKP- Cara Pengembangan Profesionalisme Kerja

CARA PENGEMBANGAN PROFESIONALISME KERJA


1. Pengertian Profesionalisme Profesionalisme berasal dari kata profesi atau professional, yang artinya bidang pekerjaan yang dilandasi keahlian tertentu. Seseorang dikataka profesional apabila orang tersebut bekerja sesuai dengan bidang keahliannya atau sesuai dengan keterampilan tertentu yang dimiliknya. 2. Cara pengembangan profesionalisme kerja Dalam rangka mengembangkan profesionalisme kerja diperlukan proses pendidikan, pelatihan dan pembelajaran terhadap para pegawai. Cara pengembangan profesionalisme kerja dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan berikut: a. Menyelenggarakan kegiatan penataran dan pelatihan terhadap para pekerja b. Memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi c. Mengirim atau menyekolahkan para pekerja pilihan ke luar negeri d. Menyelenggarakan kegiatan seminar, lokakarya, atau workshop yang berkaitan dengan peningkatan kualitas tenaga kerja e. Menyediakan fasilitas dan bantuan dana terhadap para pekerja yang berprestasi untuk meningkatkan keahlian di bidangnya Cara yang dapat ditempuh oleh para pekerja dalam mengembangkan profesionalisme adalah sebagai berikut: a. Proaktif dalam mengikuti pendidikan, penataran, dan pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan arau instansi tempat kita bekerja b. Dengan kesadaran sendiri berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui belajar sendiri c. Berupaya memanfaatkan media pembelajaran, seperti buku, surat kabar, majalah, televisi, radio dan internet untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pribadi d. Aktif dan kreatif berdiskusi dengan teman sekerja dalam rangka meningkatkan keahlian atau keterampilan kerja e. Proaktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat yang berkenaan dengan pengembangan profesionalisme 3. Pengembangan profesionalisme kerja dengan pendidikan dan latihan a. Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan 1) Apprentice Training Pegawai yang sudah lama bekerja dan banyak pengalamannya, diwajibkan mengajarkan cara-cara melaksanakan tugas-tugas dan pekerjaan dengan sebaik-baiknya dengan pegawai baru 2) On The Job Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan cara menempatkan pegawai baru untuk memangku jabatannya, akan tetapi pegawai baru harus didampingi pegawai yang sudah berpengalaman b. Macam-macam Pendidikan dan latihan 1) Latihan induksi (Induction training) 2) Latihan dalam tugas (Job training) 3) Latihan pengawasan (Supervisory training) 4) Latihan manajemen (Management training) 5) Latihan pengembangan pemimpin (Executive Development) c. Metode pendidikan dan latihan 1) Untuk latihan induksi a) Kuliah b) Perjalanan dinas dalam rangka tugas 2) Untuk latihan tugas a) Belajar sambil bekerja b) Dalam sekolah-sekolah milik perusahaan c) Mengikuti pelajaran di luar perusahaan d) Menempatkan seorang pelatih ahli dalam perusahaan e) Mengerahkan latihan kepada para pengawas f) Sistem magang
/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_3/159696891.doc

Hand Out BKP- Cara Pengembangan Profesionalisme Kerja

3) Untuk latihan pengawas a) Dengan kursus 4) Untuk latihan manajemen a) Mengikuti kursus ujian profesional b) Mengikuti sekolah sore c) Mengikuti latihan manajemen d. Pentingnya pendidikan dan latihan Pendidikan dan latihan diperlukan apabila: 1) Ada karyawan baru 2) Ada karyawan yang mendapat tugas baru 3) Ada penggantian alat perlengkapan 4) Ada perubahan prosedur kerja 5) Ada metode baru e. Keuntungan dan kerugian pendidikan dan latihan Keuntungan yang diperoleh dari pendidikan dan latihan adalah: 1) Menambah semangat kerja karyawan 2) Menambah pelaksanaan pekerjaan lebih efisien 3) Menjamin kelangsungan dari calon untuk memangku jabatan yang lebih tinggi 4) Membantu efisiensi organisasi secara umum 5) Lebih sedikit pengawasan yang diperlukan karyawan yang telah dididik dan dilatih dengan baik 6) Mengakibatkan pemindahan karyawan menjadi berkurang 7) Menambah produktivitas 8) Mengurangi kecelakaan 9) Menambah stabilitas dan fleksisbilitas organisasi Kerugiannya: 1) Biayanya kemungkinan mahal 2) Pekerjaan kantor yang teratur menjadi terganggu atau tertunda 3) Waktu kerja karyawan dipergunakan untuk pendidikan dan latihan 4) Kesulitan mendapatkan pelatih yang berpengalaman 5) Kemungkinan adanya rasa tidak puas dari karyawan yang telah dilatih karena tidak dinaikkan pangkatnya 6) Menentukan berapa jumlah karyawan yang akan dilatih 7) Menentukan jenis dan latihan yang akan diberikan

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_3/159696891.doc