Anda di halaman 1dari 38

Elektrokardiografi Dasar

OLEH

HENDRA ZUFRY

Anatomi Jantung & Sistem Konduksi

Sistem Konduksi

Standar 12 lead EKG


Bipolar limb leads (frontal plane): Lead I: RA (-) to LA (+) (Right Left, or lateral) Lead II: RA (-) to LF (+) (Superior Inferior) Lead III: LA (-) to LF (+) (Superior Inferior) Lead aVR: RA (+) to [LA & LF] (-) (Rightward) Lead aVL: LA (+) to [RA & LF] (-) (Leftward) Lead aVF: LF (+) to [RA & LA] (-) (Inferior)
Unipolar (+) chest leads (horizontal plane): Leads V1, V2, V3, V4, V5, V6

Lead Tambahan
V3R,

V4R (Right) V7, V8, V9 (Posterior)

Bipolar Leads
Lead I + VII = VI + VIII

Right Arm -

Left Arm Major Electrical Axis +

Lead III +

Lead II +

Right Leg (Ground)

Left Leg

Penempatan Precordial Lead


Belakang/Punggung V9
Body Cross-section at Heart Level Heart V8 V7

Kanan

V6
V4 V5

Kiri

V4R V3R V1 Depan

V2

V3

Komponen Gelombang EKG

Membaca EKG
1.
2. 3. 4. 5. 6. 7.

8.
9. 10.

Irama QRS Rate Axis QRS P wave PR interval Durasi QRS Segmen ST T wave LVH/RVH SVES/VES

IRAMA SINUS
Irama

Sinus : setiap gel P diikuti oleh kompleks QRS, QRS rate 60-100x/mnt Sinus bradikardi : QRS rate < 60 x/mnt Sinus takikardia : QRS rate > 100x/mnt Sinus aritmia : variasi normal, RR interval berubah-ubah

IRAMA BUKAN SINUS


Atrial

Fibrilasi :

Normo

response Rapid response Slow response


Atrial

Flutter Irama Junctional VT VF

Atrial Fibrilasi

Atrial Flutter

Junctional Rhytme

VT

VF

Menghitung QRS Rate

1 kotak besar = 300 x/mnt 2 kotak besar = 150 x/mnt 3 kotak besar = 100 x/mnt 4 kotak besar = 75 x/mnt 5 kotak besar = 60 x/mnt 6 kotak besar = 50 x/mnt

RUMUS 300/kotak besar Atau 1500/kotak kecil

Axis gelombang QRS

Di tentukan oleh kompleks QRS di I dan AVF Normal : -30o s/d 90o

Gelombang P

P amplitude < 2.5 mm P mitral : gel. P lebar dan bifasik P pulmonal : gel. P tinggi

PR Interval

Mulai dari awal gel. P sampai awal kompleks QRS. Nilai normal : 120 - 200 (3-5 kotak kecil) Bila memanjang terjadi AV blok

Normal EKG

AV Blok

1st AVB

PR interval: >200 mdet Tipe I (Wenckebach) : PR makin panjang sampai terjadi p tanpa diikuti kompleks QRS. Tipe II (Mobitz) : PR interval tetap tetapi terdapat gel p tanpa diikuti kompleks QRS.

2nd AVB

Total AVB P dan QRS berjalan sendiri-sendiri.

st 1

AV Block

nd 2

AVB

TAVB

Durasi QRS
Normal

: < 120 mdet (3 kotak kecil Lebar sering terjadi pada RBBB dan LBBB.

RBBB

Segmen ST

ST elevasi : gambaran akut infark. ST depresi : iskemia

Acute Anterior MCI

Hubungan perubahan segmen ST dg lokasi infark iskemia

Inferior RV Septal Anterior Lateral Antero-septal Extensive anterior Posterior

: II, III, AVF : V3R,V4R : V1-V2 : V3-V4 : V5-V6 : V1-V4 : V1-V6, I, AVL : V7-V9

Gelompang T
Normal

terbalik di AVR dan V1 Iskemia : bila gel. T terbalik pada lead yang sesuai lokasi iskemia. T hiper akut : T yang tinggi dan simetris pada lead sesuai lokasi iskemia. Hiperkalemia : T yang tinggi pada semua 12 lead EKG.

LVH/RVH

Gel. S di V1 ditambah R di V5 >7 kotak besar. > QRS amplitude (voltage criteria; i.e., tall Rwaves in LV leads, deep S-waves in RV leads) ESTES Criteria for LVH ("diagnostic", >5 points; "probable", 4 points)

ESTES Criteria for LVH ("diagnostic", >5 points; "probable", 4 points)


+ECG Criteria Points

Voltage Criteria (any of):


a.R or S in limb leads >20 mm b.S in V1 or V2 > 30 mm c.R in V5 or V6 >30 mm

3 points

ST-T Abnormalities: Without digitalis With digitalis Left Atrial Enlargement in V1 Left axis deviation

3 points 1 point 3 points 2 points

QRS duration 0.09 sec


Delayed intrinsicoid deflection in V5 or V6 (>0.05 sec)

1 point
1 point

VES Triplet

VES