Anda di halaman 1dari 5

PENINGKATAN KETAHANAN NASIONAL DALAM MENGATASI KEHANCURAN GENERASI MUDA AKIBAT NARKOBA, PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI GUNA MENJAMIN

STABILITAS NASIONAL DALAM RANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL

Pokok Masalah.
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 terdiri dari kepulauan yang membentang dari 95 derajat Bujur Timur sampai dengan 141 derajat Bujur Timur dan dari 6 derajat Lintang Utara sampai dengan 11 derajat Lintang Selatan ; diapit oleh dua benua dan dua samudra ; serta menjadi persimpangan lalu lintas dunia baik dari barat menuju timur dan sebaliknya maupun dari utara menuju selatan dan sebaliknya. Letak geografis NKRI tersebut menempatkannya pada posisi yang sangat strategis, sekaligus mengundang berbagai kerawanan yang dapat mempengaruhi segenap aspek kehidupan Bangsa Indonesia. Posisi strategis dari letak geografis Indonesia tersebut memberikan banyak keuntungan oleh karena berbagai kepentingan dunia sangat tergantung kepada nilai strategis tersebut. Pada kondisi seperti ini Indonesia memiliki posisi tawar yang cukup besar. Pada sisi lain letak geografis Indonesia yang demikian strategis membawa dampak kerawanan yang tidak mungkin bisa dihindari. Berbagai kerawanan yang timbul merupakan konsekwensi logis dari posisi strategis tersebut. Dunia kemudian ingin menguasai Indonesia dengan berbagai cara dan alasan, misalnya dengan menciptakan berbagai krisis mulai dari krisis ekonomi, moneter, politik, bahkan sampai merambah ke bidang kemanan dan tidak menutup kemungkinan sampai kepada penciptaan instabilitas politik. Sampai dengan arus globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Bangsa Indonesia juga tidak mungkin menghindar dari pengaruh keduanya. Perkembangan dan kemajuan teknologi yang demikian pesat khususnya di bidang Telokomunikasi, transportasi dan travel/turisme, bahkan secara langsung mampu menyentuh sendi-sendi kehidupan Bangsa Indonesia sampai kepelosok sekalipun. Ini berarti peluang untuk terciptanya krisis semakin terbuka apabila bangsa Indonesia tidak mampu menyaring pengaruh tersebut. Permasalahan lain yang perlu diwaspadai oleh Bansga Indonesia dalam konteks psosisi geografis yang strategis itu adalah kejahatan transnasional (TRANSNASIONAL CRIMES) yaitu terrorism, Narcotic, Sea Piracy, Trfficking in Person, Arms Smuggling, Cyber Cime, Money Loundring, International economic Crime. Khusus masalah narkotika hendaknya menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia melalui kejahatan narkotika. Demikian pula dengan pornografi dan pornoaksi. Kedua hal ini dapat menjadi sarana penciptaan krisis bagi Bangsa Indonesia melalui generasi mudanya. Sehubungan dengan uraian di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan adalah bagaimana meningkatkan Ketahanan Nasional dalam mengatasi kehancuran generasi muda akibat narkoba, pornografi dan pornoaksi guna menjamin stabilitas nasional dalam rangka pembangunan nasional ?.

Pokok-pokok Persoalan.
a. Pokok Persoalan 1 : Narkoba, pornografi dan pornoaksi dapat menghancurkan generasi muda. Pada awalnya Indonesia hanya sebagai pasar, kemudian berkembang menjadi daerah transit/lintasan dan saat ini telah menjadi daerah produsen narkoba yang cukup besar. Kondisi seperti ini harus diwaspadai oleh karena dari data yang ada di Kepolisian menunjukkan bahwa korban penyalahgunaan narkoba sebagian besar adalah generasi muda, nahkan sampai kepada anak-anak usia sekolah dasar. Kemajuan teknologi yang demikian pesat telah membawa arus budaya yang sebagian besar tidak sesuai dengan nilai budaya Bangsa Indonesia. Generasi muda tidak mungkin steril dari pengaruh budaya luar berupa pornografi dan pornoaksi dan pada gilirannya dapat merusak ahlak mereka. b. Pokok Persoalan 2 : Kejahatan Narkoba, pornografi dan pornoaksi yang melibatkan generasi muda sangat tinggi. Sudah terlalu banyak generasi muda yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, bahkan lebih dari itu dipastikan banyak korban yang tidak terdata karena tidak dilaporkan serta kemampuan pengungkapan kasus yang relatif masih rendah dari Kepolisian. Mereka yaqng diharapkan sebagai penerus kehidupan berbangsa dan bernegara ternyata telah dihancurkan melalui kejahatan penyalagunaan narkoba. Bangsa Indonesia tidak bisa berharap banyak kepada generasi mudanya dengan kondisi seperti itu. Pornografi dan pornoaksi juga demikian. Pengaruhnya cukup besar dan secara langsung telah merusak sendi-sendi kehidupan bangsa yang didasarkan kepada nilai-nilai luhur budaya Bangsa Indonesia. Pornografi dan pornoaksi telah merusak moral generasi muda yang justru diharapkan sebagai penerus kehidupan bangsa di masa datang. c. Pokok Persoalan 3 : Diperlukan upaya untuk memberantas peredaran gelap narkoba, pornografi dan pornoaksi. Penguatan dan peningkatan profesionalisme Polri merupakan salah satu jawaban untuk itu. Tekad pemerintah juga jelas, yaitu dengan membentuk Badan narkotika Nasional (BNN) yang perwakilannya sampai ke daerah Kabupaten. Demikian pula halnya dengan pornografi dan pornoaksi. Pihak pemerintah, legislatif dan masyarakat diharapkan lebih giat melindungi generasi muda bangsa ini dari pengaruh budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa.

d. Pokok Persoalan 4 : Ada skenario menciptakan krisis di Indonesia dengan menghancurkan kehidupan generasi mudanya. Memperhatikan korban penyalahgunaan narkoba, pornografi dan pornoaksi sebagian besar adalah generasi muda, maka timbul kekhwatiran adanya sekenario besar di balik fakta tersebut. Kekhawatiran tersebut cukup beralasan, oleh karena posisi dan peran strategis dari generasi muda sebagai penerus kehidupan bangsa, justru telah rusak dengan narkoba, pornografi dan pornoaksi. Pada sisi lain posisi strategis Indonesia mengundang berbagai kepentingan dunia untuk menguasai Indonesia. Namun karena hal itu sulit dilaksanakan, maka ada gejala upaya tersebut diwujudkan dalam bentuk penciptaan krisis pada berbagai aspek kehidupan bangsa. e. Pokok Persoalan 5 : Diperlukan pembinaan Ketahanan Nasional. Memahami kondisi faktual yang dihadapi Bangsa Indonesia seperti tersebut di atas, maka diperlukan peningkatan Ketahanan Nasional yang dimulai dari ketahanan pribadi, ketahanan keluarga dan ketahanan masyarakat. Diperlukan implementasi Wawasan Nusantara dengan titik berat pada persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang diuraikan di atas.

Pokok-pokok Pemecahan Persoalan.


a. Pemecahan Persoalan Narkoba, Pornografi dan Pornoaksi.

Persoalan narkoba, pornografi dan pornoaksi hendaknya tidak dilihat sebagai tanggung jawab Kepolisian saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh bangsa. Pemberantasan kejahatan tersebut tidak bisa hanya dengan pendekatan hukum saja, tetapi diperlukan peran serta masyarakat (tokoh informal, tokoh agama, LSM) melalui pendekatan non hukum. b. Pemecahan persoalan tingginya angka keterlibatan generasi muda dalam kejahatan narkoba, pornografi dan pornoaksi.

Dihadapkan kepada angka kejahatan yang tinggi, sudah saatnya untuk dilakukan penegakan hukum secara tegas dan konsisten. Sejalan dengan itu diperlukan penguatan di bidang legislasi yang diharapkan mampu memberikan deterrent effect bagi para pemakai dan bahkan bandar dan pengedar. c. Pemecahan persoalan upaya penyalahgunaan narkoba, pornografi dan pornoaksi.

Upaya penegakkan hukum tetap diupayakan, tetapi sejalan dengan itu dilaksanakan pula upaya-upaya pembinaan di segala tataran/lapisan masyarakat. Diharapkan peran aktif dari tokoh agama, tokoh informal dan LSM untuk lebih aktif melakukan kegiatan yang lebih ditekankan pada aspek pre-emtif dan aspek preventif. Tekad pemerintah jelas, antara lain dengan melakukan kerja sama regional dan global dalam rangka memerangi narkoba dan pornografi serta pornoaksi, bahkan dengan memberdayakan BNN sampai ke daerah tingkat dua. d. Pemecahan persoalan mengantisipasi kemungkinan adanya skenario di balik kejahatan narkoba, pornografi dan pornoaksi.

Tugas ini lebih diharapkan peran intelijen kita untuk dapat memberikan peringatan dini serta informasi maksimal tentang ketiga kejahatan itu. Peran perwakilan kita di luar negeri juga bersifat strategis mengingat bahaya narkoba telah menjadi musuh global. e. Pemecahan persoalan perlunya peningkatan Pembinaan Ketahanan Nasional.

Kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih pada taraf pra sejahtera tidak dapat dilepaskan dari lemahnya Ketahanan Nasional dalam menghadapi TAHG yang membahayakan identitas dan integritas bangsa. Perlu diambil langkah-langkah konkrit untuk menciptakan Ketahanan Nasional yang dimulai ketahanan pribadi, keluarga dan masyarakat. ( Sumber : Drs. Mathius Salempang Peserta KRA XXXVIII )

PENINGKATAN KETAHANAN NASIONAL DALAM MENGATASI KEHANCURAN GENERASI MUDA AKIBAT NARKOBA, PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI GUNA MENJAMIN STABILITAS NASIONAL DALAM RANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL
( Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kewarganegaraan )

Oleh Nama : I Gede Boy Darmawan NPM : 0617041043

Jurusan fisika

Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam

Universitas lampung Bandar lampung 2006