KEBIJAKAN PENJAMINAN MUTU

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU INSTITUSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2011

i

STANDAR MUTU AKADEMIK DAN NONAKADEMIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO NOMOR: 154/I.1/N/III/2011

Revisi Tanggal Dikaji Ulang Dikendalikan

: : : :

ii

. Bahan Pustaka dan Layanan Perpustakaan …………………………….……………………….... Misi ……………………………………………………………………… C.. Pelaksanaan Proses Pembelajaran ...... BAB II STANDAR ISI KURIKULUM ………………………………………..………. Tujuan …………………………………………………………………… D.. A.... Kebijakan Hasil Evaluasi ……………………………………………… BAB V STANDAR TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ….. B. Pengelolaan Keuangan dan Sarana Prasarana …………………………... Olah Raga. Ruang Serbaguna ……………………………………………………… H. B..... Sistem …………. Perencanaan dan Kualitas Pembelajaran …………………...……………………………………………………… C.. Isi ……………………………………. DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………... BAB VIII STANDAR PENDANAAN/PEMBIAYAAN ……………………………… BAB IX STANDAR KEMAHASISWAAN ………………………………………….. D.…………………… A. Tempat Ibadah.. Evaluasi …………………………………………………………..……………………….. C.. Pelayanan Mahasiswa …………………………………………………. Sarana dan Prasarasana ………………………………………………. Ruang Perpustakaan dan Peralatan Perpustakaan ……………………… D... Penerimaan Mahasiswa ……………………………………………….. I. Pengelolaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia ………………. A.. Penggunaan Sarana dan Prasarana ……………………………………........ A..... Visi ……………………………………………………………………… B..... BAB I STANDAR IDENTITAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO ………………………………………………………………...... F. BAB IV STANDAR PENILAIAN DAN KE LULUSAN …. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana …………………………………… J... SURAT KEPUTUSAN REKTOR ……………………………………………………… PENDAHULUAN ……………………………………………………………………….. BAB VI STANDAR SARANA DAN PRASARANA ………………………………... E..... dan Fasilitas Mahasiswa …………………...... Penanganan Keluhan …………………………………………………. Ruang Kuliah dan Peralatan Ruang Kuliah …………………………… C........ Tanda Kelulusan ………………………………………………………...……..... BAB VII STANDAR PENGELOLAAN ……………………………………………… A. D. Predikat Kelulusan ………………………... 3 i ii iii v 1 2 2 2 2 2 3 4 4 4 4 4 6 6 6 7 7 7 7 9 10 10 10 10 10 10 11 11 11 11 11 12 12 12 12 12 14 15 15 15 15 .... G.... A.... Ruang Kerja dan Peralatan Kerja ……………………………………. BAB III STANDAR PROSES PEMBELAJARAN ……………... Ruang Laboratorium dan Peralatan Laboratorium ……………………. B..……. B. Pengelolaan Administrasi dan Akademik …………….. Statuta …………………………………………………………………… E.. Kalender Akademik …………………………………………………….... Pengelolaan Pelaporan Kerja ………………………………………….DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………. Renstra …………………………………………………………………. C. LEMBAR IDENTIFIKASI ……………………….……………… C.…………………………………….. A. B.……………………………...... B..

STANDAR SISTEM INFORMASI ………………………………………… STANDAR PROGRAM STUDI …………………………………………… STANDAR SISTEM PENJAMINAN MUTU …………………………….. Kegiatan Kemahasiswaan ……………………………………………… STANDAR TATA KELOLA ………………………………………………. STANDAR PENELITIAN ………………………………………………….BAB X BAB XI BAB XII BAB XIII BAB XIV BAB XV BAB VI D.. Kode Etik ………………………………………………………………. Struktur Organisasi …………………………………………………….. B. 15 15 16 16 16 16 17 18 19 20 21 22 4 .. Prosedur Mutu …………………………………………………………. A. Kepemimpinan ………………………………………………………… C. STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ………………… STANDAR SUASANA AKADEMIK …………………………………….. E.

M. ttd : Ponorogo : 17 Maret 2011 MEMPERHATIKAN : KEDUA KETIGA KEEMPAT Drs. Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah. 5. NIP 19650814 200501 1 001 5 . Bahwa pelaksanaan Penjaminan Mutu merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Surat Keputusan Rektor Nomor 365/I. Sulton. 2. 6. : Hal-hal lain yang belum tercantum dalam Keputusan ini akan diatur dengan surat tersendiri. maupun di tingkat Lembaga/Biro/UPT. Program Studi.Si. 3. MENGINGAT : 1. 2. : Kebijakan Standar Mutu Akademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. Fakultas. Bahwa untuk kejelasan tugas dan tanggung jawab perlu ditetapkan Panduan Pelaksanaan Pengendalian Mutu dalam bentuk Standar Mutu dengan Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo.KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Nomor 154/I-1/N/III/2011 tentang STANDAR MUTU AKADEMIK DAN NONAKADEMIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO : 1. Bahwa Universitas Muhammadiyah Ponorogo memiliki MENIMBANG komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu akademik melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. baik di tingkat Universitas. Statuta Universitas Muhammadiyah Ponorogo. : Apabila di kemudian hari terdapat kesalahan dalam keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. H. Ditetapkan di Pada tanggal Rektor.1/N/VIII/2008 tentang Pendirian Lembaga Penjaminan Mutu Institusi Hasil Keputusan Rapat Tim Implementasi SPMI Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada tanggal 11-12 Februari 2011 MEMUTUSKAN : MENETAPKAN PERTAMA : : Kebijakan Standar Mutu Akademik dan non-Akademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo secara rinci terlampir dalam keputusan ini.

Bagi mahasiswa. Standar akademik dan nonakademik merupakan landasan dalam rangka perencanaan kegiatan. 6. 3. Standar akademik dan nonakademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo terdiri a t a s 18 standar yang bersifat umum. misi. serta acuan pelaksanaan evaluasi. Masing-masing standar memiliki beberapa pernyataan dan keseluruhan standar menggunakan kata “harus” atau “seharusnya” tergantung sifat pernyataan tersebut bersifat mendasar atau bersifat mengembangkan kualitas. Standar akademik dan nonakademik akan mengarahkan penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan visi. pengembangan sumber daya. penyusunan prosedur kegiatan. dan tujuan Universitas Muhammadiyah Ponorogo 4. Standar akademik dan nonakademik menjadi acuan bagi program studi untuk menyusun standar yang spesifik sesuai dengan karakteristik masing-masing. 5. 6 . 2. pengembangan program.PENDAHULUAN 1. Standar akademik dan nonakademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo merupakan pedoman penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan seluruh sivitas akademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo. standar akademik dan nonakademik akan mengarahkan pada halhal yang harus diketahui dan dapat dicapai oleh mahasiswa dalam mengikuti proses pendidikan. Standar akademik dan nonakademik akan mengarahkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sivitas akademika sesuai peran Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam pengembangan ilmu pengetahuan. 7.

perubahan lingkungan. Misi harus memberikan arahan dalam mewujudkan visi dan dinyatakan dalam tujuantujuan yang dapat dicapai dalam kurun waktu 10 tahunan. moto. 4. Visi harus bersifat spesifik. dan pihak yang berkepentingan. 3. mahasiswa. Tujuan 1. 5. Misi harus jelas dan lengkap sesuai dengan visi. bendera. dan himne. 7. misi yang relevan dengan kebutuhan stakeholders. Pimpinan Universitas. Statuta harus disusun selaras dengan visi. 7 . Statuta 1. 4. Misi harus memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan kebijakan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Visi harus merupakan cita-cita bersama yang dapat menjadi sumber inspirasi.BAB I STANDAR IDENTITAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO A. 2. Misi harus menunjukkan ruang lingkup kebutuhan stakeholders. dan Senat Universitas. 3. 3. 5. C. Tujuan harus merupakan langkah-langkah untuk mencapai visi dan misi yang relevan dengan kebutuhan stakeholders. Visi harus memuat tujuan dan ruang lingkup kerja yang spesifik Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang dirumuskan bersama oleh unsur Badan Pelaksana Harian. Pimpinan Universitas. realistis. dan Senat Universitas. 2. 4. 2. Misi harus fleksibel untuk pengembangan kegiatan semua unit yang terlibat. 6. Visi harus disusun berdasarkan kajian mendalam yang dilandasi cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah dan pendiri Universitas Muhammadiyah Ponorogo berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. B. sebagai tolok ukur dalam evaluasi kinerja. 4. Misi harus menjadi tolok ukur dalam evaluasi di seluruh unit dan bagian-bagiannya. lambang. Tujuan harus disusun agar dapat menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan jenjang pendidikan. Tujuan harus dikomunikasikan secara eksplisit kepada dosen. 6. D. karyawan. Misi 1. dan aspirasi stakeholders. dirumuskan bersama oleh Badan Pelaksana Harian (BPH). Statuta harus merupakan pedoman untuk mencapai visi. alamat. Visi 1. Tujuan harus disusun selaras dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. yang mendasari pikiran dan tindakan segenap warga kampus. 2. misi. serta cita-cita luhur Persyarikatan Muhammadiyah dan pendiri Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Visi harus berorientasi ke masa kini dan masa depan. Visi harus ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Statuta harus disusun agar dapat menjadi arah penentu kebijakan. Statuta harus memuat secara eksplisit identitas Universitas Muhammadiyah Ponorogo seperti nama. dan mudah dipahami. motivasi. Misi harus memuat pernyataan yang berkaitan dengan kebijakan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. kredo.

5. Renstra 1. acuan. Renstra harus dievaluasi dalam kurun waktu tertentu untuk mengantisipasi perubahan aspirasi stakeholders. Semua unit harus memiliki program pengendalian mutu untuk administrasi pendidikan. 8. Penyususnan renstra harus memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan renstra sebelumnya. 7. 10. Pelaksana pengendali akademik harus dimasukkan ke dalam struktur semua unit. Renstra harus disusun dengan melibatkan semua unit yang ada dengan memperhatikan kepentingan stakeholders baik internal maupun eksternal. 2. Renstra harus disusun sebagai road map. 6. termasuk dilakukan audit kinerja. sasaran. 8 . Penyusunan renstra harus dikembangkan ke arah kebijakan. Fakultas harus memiliki renstra yang mengacu pada renstra universitas. Renstra harus disusun selaras dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. dan pedoman pengembangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan. 3.E. program kerja. strategi. 4. dan indikator kinerja dengan standar mutu nasional dan internasional. 9. Renstra harus merupakan penjabaran visi dan misi dengan memperhatikan aspirasi stakeholders.

Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB). Kurikulum harus dirancang secara efektif dengan memperhatikan kebutuhan mahasiswa. disesuaikan dengan indeks prestasi (IP) mahasiswa pada semester sebelumnya. 3. dan SAP.BAB II STANDAR ISI KURIKULUM A. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). 2. Pemutakhiran kurikulum masing-masing program studi harus dilakukan secara berkala berdasarkan pendapat berbagai komponen. disusun secara berkesinambungan dan berdasarkan aturan yang berlaku. 2. Kurikulum harus dirancang secara efektif dengan memperhatikan kebutuhan mahasiswa. Setiap program studi harus merancang dan menyususun kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum harus disusun secara berimbang antara Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Isi 1. Setiap semester seharusnya terdiri atas 14-18 minggu termasuk minggu tenang dan ujian. dan S2). silabus. Kalender Akademik 1. Kurikulum harus dirancang secara efektif berbasis kompetensi. teknologi. Satu tahun akademik harus dibagi dalam dua semester yang terdiri dari semester ganjil yang dimulai pada bulan September sampai dengan bulan Februari dan semester genap dimulai pada bulan Maret sampai dengan bulan Agustus. 6. Kurikulum harus mampu mengembangkan potensi mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten dalam bidang ilmunya dan memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyusun kalender akademik setiap awal tahun akademik. yaitu dosen. dan persyarikatan. 4. Sistem 1. Beban SKS efektif seharusnya 155 SKS. 3. dan seni serta mempertimbangkan masukan dari stakeholder. D. Matakuliah seharusnya dilengkapi dengan deskripsi matakuliah. B. dan tim ahli. 5. S1. pengguna lulusan. Kurikulum harus selaras dengan tujuan pendidikan setiap program studi sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing (D3. C. Kurikulum harus mengikuti kredit semester (tiap semester maksimal 24 sks). Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB). Matakuliah Keahlian Khusus (MKK). Kurikulum masing-masing program studi harus dikembangkan pada masing-masing program studi melalui peninjauan secara berkala sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 9 . Mata kuliah harus sesuai dengan standar kompetensi dan berorientasi ke masa kini 4. 3. masyarakat pengguna lulusan. Evaluasi 1. 3. 2.

masa modifikasi. hari libur. pelaksanaan wisuda.4. dan minggu tenang dengan rincian terdiri atas mastamaru. pelaksanaan kuliah kerja nyata. perkuliahan. 5. Pelaksanaan ketentuan kalender akademik harus diatur oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Ponorogo melalui surat keputusan. Kalender akademik memuat hari efektif. ujian tengah semester. 10 . pengumuman hasil ujian semester/ pemrograman. ujian akhir semester.

Setiap proses pembelajaran seharusnya menggunakan metode pembelajaran Student Active Learning (SAL). Tujuan kurikulum adalah mendukung tercapainya visi dan misi program studi yang berorientasi ke masa kini. 14. Setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah harus memberikan perkuliahan sesuai dengan SAP yang telah disusun. 3. 11. Fakultas dan Program Studi di bawah koordinasi Wakil Rektor I harus menyusun kurikulum program studi. Setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah harus mengisi daftar hadir dan jurnal perkuliahan sesuai dengan materi yang telah diberikan. Dosen Pengampu Mata Kuliah harus melakukan perkuliahan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. 7. 12. Setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah harus melakukan review SAP dan menyampaikan kepada Program Studi sebelum pelaksanaan semester dimulai. 2. B. Setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah harus memberikan kontrak perkuliahan kepada mahasiswa di awal perkuliahan. Wakil Rektor I harus menetapkan bahwa setiap mata kuliah harus diberikan 2 –4 SKS dalam 1 semester. 9. Wakil Rektor I bersama–sama dengan Wakil Dekan I dan Ketua Program Studi harus melakukan perencanaan proses pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Fakultas dan Program Studi di bawah koordinasi Wakil Rektor I harus menyusun proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan (enterprenuership) sesuai dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo 4. atau 14 kali tatap muka dan minimal 12 kali tatap muka. 2. Dosen Pengampu Mata Kuliah harus hadir 5 menit sebelum jam perkuliahan dimulai. 4. Dosen Pengampu Mata Kuliah harus mengganti waktu perkuliahan jika belum mencukupi target 14 kali tatap muka dan minimal 12 kali tatap muka. 3. 13. Program Studi harus melakukan penggantian dosen pengampu mata kuliah jika yang bersangkutan berhalangan tetap. pendukung. Mahasiswa harus hadir minimal 75% dari jumlah pertemuan untuk bisa mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Kurikulum memuat kompetensi lulusan secara lengkap (utama. 10. Dosen Pengampu Mata Kuliah harus melaksanakan perkuliahan minimal 12 kali pertemuan dari jumlah keseluruhan kuliah yang diwajibkan dalam semester yang bersangkutan sebagai syarat untuk dapat melaksanakan ujian. Fakultas dan Program Studi di bawah koordinasi Wakil Rektor I harus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder agar rencana dan visi pembelajaran dipahami. Dosen dalam pembelajaran harus berbasis ICT. lainnya) yang terumuskan secara jelas. Perencanaan dan Kualitas Pembelajaran 1.BAB III STANDAR PROSES PEMBELAJARAN A. 5. 6. Fakultas dan Program Studi di bawah koordinasi Wakil Rektor VI harus menyusun proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengambangkan jiwa Al Islam dan Kemuhammadiyahan sesuai dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1. 5. 8. 11 . Wakil Rektor I harus menetapkan pemetaan jadwal penggunaan ruang kuliah per fakultas sebelum pelaksanaan perkuliahan dimulai.

Rektor dan Dekan Fakultas harus menandatangani ijazah dan transkrip sebagai bentuk pengesahan 1 minggu sebelum wisuda 6. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan IPK minimal 2. 4. Program studi harus menetapkan batas minimum tingkat kehadiran mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan proses belajar mengajar selanjutnya dan harus merupakan upaya pendisiplinan 12 . Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan yudicium untuk menetapkan predikat kelulusan 2. yang dijadwalkan untuk 8 semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 7 (tujuh) semester dan selama-lamanya 14 (empat belas) Semester b. B. Kebijakan Evaluasi Hasil Studi 1.75 untuk menetapkan predikat kelulusan untuk Diploma. 7. Ijazah dan transkrip akademik harus dibuat dalam bahasa Indonesia. Rektor harus menetapkan syarat seorang mahasiswa diploma III dinyatakan lulus setelah memenuhi syarat: a. bila diperlukan dapat diberikan terjemahan ijazah resmi dan transkrip akademik dalam bahasa Inggris. Rektor harus menetapkan syarat seorang mahasiswa dinyatakan lulus Program Sarjana (S1) setelah memenuhi syarat: a. C. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan ijazah bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan semua kewajiban dan/atau tugas yang dibebankan dalam suatu program studi sebagai tanda kelulusan. Rektor harus menetapkan pedoman penerbitan ijazah dan transkrip akademik dalam bentuk keputusan pada setiap tahun.BAB IV STANDAR PENILAIAN DAN KELULUSAN A. Telah menyelesaikan jumlah kredit berkisar antara 144-160 SKS (yang besarnya sesuai dengan kurikulum masing-masing program studi). Tanda Kelulusan 1. Memenuhi persyaratan yudicium yang ditentukan oleh program studi 8. isi. Rektor harus menetapkan bentuk. IP Komulatif sama dengan atau lebih besar dari 2.00 d. 3. Memenuhi komposisi mata kuliah dan SKS nya sesuai dengan tuntutan kurikulum program studi yang ditentukan c. ukuran. Predikat Kelulusan 1.00. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan nilai ujian dengan angka antara 0 -100 2. dan transkrip dalam bentuk keputusan Rektor dengan mendasarkan peraturan pemerintah pada setiap awal tahun akademik 5. bahan ijazah. S1 serta 3. Mengumpulkan jumlah kredit maksimum berkisar antara 110-120 SKS yang di jadwalkan untuk 6 semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurangkurangnya 6 Semester dan selama-lamanya 10 semester b.00 untuk S2. IP Komulatif sama dengan atau lebih besar 3. Memenuhi komposisi mata kuliah dan SKS-nya sesuai dengan tuntutan kurikulum program studi yang bersangkutan c. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mencantumkan gelar akademik dan sebutan profesional atau sebutan lulusan dalam ijazah.

berdasarkan komponen penilaian sebagai berikut: a. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan pedoman nilai akhir dalam bentuk huruf dalam suatu keputusan Rektor. UTS d. Kehadiran b.3. UAS e. 13 . Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki ketentuan yang mengatur kepada tenaga pendidik yang memberikan penilaian melebihi batas waktu yang telah ditetapkan. Skill lab. 4. Tugas-tugas c.

15. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan kebebasan akademik kepada tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. 14 . 8. 11. 10. Pendidik untuk jenjang S-1 minimal harus berpendidikan S2 atau S1 yang sedang menyelesaikan S2 untuk dosen lama. Pendidik tidak tetap bagi jenjang S-1 harus berpendidikan minimal S-2 dan untuk jenjang S-2 harus berpendidikan minimal S-3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan imbalan yang sesuai kepada tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. 13. Kualifikasi pendidik harus menunjang upaya pencapaian visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 14. Seluruh pendidik di Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki jenjang kepangkatan akademik minimal Asisten Ahli. Pendidik harus mengampu mata kuliah yang sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dikuasainya. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan pada tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. Pendidik untuk jenjang D-3 minimal harus berpendidikan S-1. 9. Pendidik seharusnya menguasai minimal satu bahasa asing.75 untuk setiap mata kuliah pada setiap semester. 2. Tenga pendidik jenjang S-2 harus memiliki jenjang pendidikan minimal S-3 atau S-2 yang sedang studi lanjut S-3. 16. Pendidik di Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan penelitian dan menyusun karya ilmiah secara terus-menerus untuk dijadikan dasar penilaian kinerja. 12. Pendidik harus mencapai nilai indeks kepuasan mahasiswa minimal 2.BAB V STANDAR TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang memudahkan tenaga pendidik dalam melaksanakan proses belajar mengajar. 4. 18. 17. 5. Pendidik seharusnya memiliki kemampuan mengembangkan berbagai metode pengajaran dan seharusnya mampu mengikuti perkembangan teknologi serta mengaplikasikannya ke dalam kegiatan akademik. 3. Pendidik tidak tetap harus memiliki pengalaman yang dianggap sesuai dan disetujui oleh program studi Pendidik harus sudah memiliki kepangkatan akademik dan NIDN. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan kemudahan tenaga pendidik untuk memperoleh akses ilmiah dengan sumber dari dalam dan luar universitas. 6. 7.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mempertimbangan kemampuan keuangan dalam rangka penyediaan sarana dan prasarana. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyusun aturan pemanfaatan luas lahan untuk berbagai sarana kegiatan demi kepentingan dan pengembangan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan prasarana lahan dan gedung yang memadai untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ruang Laboratorium dan Peralatan Laboratorium 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki kecukupan dan kesesuaian dalam pemeliharaan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam menyediakan gedung untuk kegiatan akademik harus mempertimbangkan kekuatan. dan perbaikan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan akademik 3. 2. Ruang Perpustakaan dan Peralatan Perpustakaan 1. 2. 2. C. Ruang Kuliah dan Peralatan Ruang Kuliah 1. keamanan. Bahan Pustaka dan Layanan Perpustakaan 1. Sarana dan Prasarana 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang perpustakaan sesuai dengan rasio mahasiswa berdasarkan kemampuan keuangan dan ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan peralatan perkuliahan berdasarkan azas kebutuhan dan keefektifan penggunaanya. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang kuliah yang memberikan kenyamanan kepada pengguna. D. serta peraturan pemeriantah daerah setempat. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang kuliah dan peralatan perkuliahan secara lengkap sebelum perkuliahan berjalan. 5. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menempatkan lahan kegiatan pendidikan berdasarkan pertimbangan keamanan. Pengadaan buku perpustakaan harus sesuai dengan visi. dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan. kenyamanan. B. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang perpustakaan berdasarakan azas kebutuhan dan keefektifan penggunaanya. ketenangan 2. dan kelengkapan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan gedung perpustakaan yang memberikan kenyamanan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang laboratorium yang memberikan kenyaman. ketenangan. dan kesehatan lingkungan. 3. dan azas kemanfaatan. E. Bahan pustaka seharusnya tersedia secara lengkap sesuai dengan standar perpustakaan internasional. 2. kenyamanan. penggantian.BAB VI STANDAR SARANA DAN PRASARANA A. 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan laboratorium berdasarkan kebutuhan dengan kurikulum dan kemampuan keuangan 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyusun prosedur penggunaan 15 . 6. 4.

Unit pelaksana pemeliharaan harus mengikuti check list di jadwal rutin pemeriksaan sarana dan prasarana. Universitas Muhammadiyah Ponorogo seharusnya dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk mengadakan dan/atau memanfaatkan sarana dan prasarana lain bagi kepentingan pendidikan. kenyamanan. pemanfaatan dan sanksi-sanksi perusakan terhadap sarana dan prasarana. J. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan peraturan yang jelas terhadap penggunaan sarana dan prasarana yang dimiliki sehingga dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif. 2. Ruang Serbaguna 1. 5. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang kerja sesuai dengan rasio yang telah ditetapkan. 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan anggaran yang cukup untuk pemeliharaan sarana dan prasaran secara rutin setiap tahun. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan peralatan kerja sesuai dengan tugas dan fungsi dengan mempertimbangakan kebutuhan dan keefektifan penggunaannya. Tempat Ibadah. Pengadaan peralatan kerja harus mempertimbangkan kemampuan keuangan. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana 1. Pengadaan peralatan ruang serbaguna harus mempertimbangkan kebutuhan dan keefektifan penggunaanya H. dan fasilitas mahasiswa dengan mempertimbangkan keamanan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang serbaguna (aula) yang diperuntukkan bagi penggunaan kegiatan yang berskala besar. 4. Penggunaan Sarana dan Prasarana 1. dan fasilitas mahasiswa I. Ruang Kerja dan Peralatan Kerja 1. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mempertimbangkan kemampuan keuangan dalam pengadaan tempat ibadah. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki unit khusus yang bertanggung jawab secara penuh terhadap Pemeliharaan sarana dan prasarana yang merupakan asset universitas dan yayasan.laboratorium harus dengan mempertimbangakan azas pemanfaatan F. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan pedoman pengelolaan. 3. Olah Raga. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang kerja harus yang memberikan kenyaman. olah raga. Unit pelaksana pemeliharaan harus berpedoman pada standar pemeliharaan yang ditetapkan. G. olah raga. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan lahan untuk tempat ibadah. dan kesehatan lingkungan serta azas pemanfaatannya. 16 . dan Fasilitas Mahasiswa 1. ketenangan dalam bekerja. sehingga mampu melakukan pemeliharanaan secara rutin dengan jadwal yang jelas. 2. 3.

B. Senat Universitas harus menetapkan pedoman pemilihan pimpinan yang menjamin terpilihnya pimpinan yang demokratis. 2. Setiap unit kelembagaan program studi/fakultas harus menyusun Program Pengendalian Mutu. dan tanggung jawab masing-masing unit. 2. kapabel. 2. Rektor harus menetapkan sistem pengelolaan keuangan yang jelas dan dapat diaudit secara berkala. misi. tujuan. Pengelolaan Administrasi dan Akademik 1. Rektor harus menetapkan pola pengembangan SDM sebagai acuan penyusunan kebijakan penerimaan. Pengelolaan Pelaporan Kerja 1. Pengelolaan Keuangan dan Sarana Prasarana 1. efesien. kebijakan mutu. Rektor harus menetapkan RAPB yang disusun Wakil Rektor II menjadi APB sebagai acuan pengelolaan keuangan setiap tahun akademik. Wakil Rektor II harus mengkoordinasi dan mengendalikan pengelolaan keuangan sehingga berjalan efektif. D. dan renop. 2. Rektor harus menetapkan pedoman penataan organisasi dan tata kerja unit kelembagaan yang ada di Universitas Muhammadiyah Ponorogo sehingga dapat bekerja secara efektif dan efesien. dan kedudukan masingmasing pelaksana. Setiap kepala unit kerja secara periodik harus membuat laporan pelaksanaan kegiatannya yang mencerminkan pencapaian kinerjanya. C. posisi. dan keuangan. 5. Unit audit harus memberikan laporan secara tertulis kepada pimpinanan minimal 2 kali setahun untuk menjadi bahan masukan pengambilan kebijakan dan perbaikan serta peningkatan mutu pengelolaan administrasi dan akademik. 3. 4. 17 . Setiap unit kerja harus menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan anggarannya. renstra. dan akuntabel. 4. pengembangan. 3. Setiap laporan pelaksanaan kegiatan dari unit kerja yang ada dievaluasi oleh pimpinan unit di atasnya. 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki kejelasan identitas kelembagaan yang dibuktikan dengan adanya visi. 3. LPMI harus melakukan audit manajemen dan akademik secara berkala dan berkesinambungan untuk memastikan pencapaian target. 5. tugas. RIP. penataan. Setiap laporan pelaksanaan kegiatan harus dilaksanakan dengan metode yang jelas dan objektif agar dapat mencerminkan kondisi sebenarnya. BPH harus melakukan audit keuangan dan penggunaan sarana prasarana secara berkala dan berkesinambungan untuk memastikan pencapaian target.BAB VII STANDAR PENGELOLAAN A. dan pembinaan SDM. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki kejelasan manajemen administrasi dan akademik yang diindikasi dengan adanya penyusunan bisnis proses. Setiap unit kerja harus dapat menyusun d a n m e n g a j u k a n anggaran sesuai dengan APB berdasarkan tugas dan kewenangan yang ada. berkomitmen terhadap persyarikatan dan berkarakter Islami. transparan. Pengelolaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia 1. 3.

6. dan pemeliharaan sarana-prasarana yang ada. pemanfaatan. Wakil Rektor II harus menyusun laporan pertanggungajawaban keuangan kepada pimpinan universitas dan yayasan secara akuntabel. Wakil Rektor II harus mengkoordinasi dan mengendalikan pengelolaan sarana – prasarana yang ada secara efektif dan efesien. 8. Rektor harus menetapkan sistem pengelolaan sarana-prasarana yang jelas sebagai acuan pengadaan. 18 . 7.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengatur pengelolaan dana dan memelihara akuntabilitas pemanfaatannya. 6. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki sistem alokasi dana yang efektif dan efisien yang berbasis kinerja serta mengacu pada visi. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mampu memberikan pertanggungjawaban secara transparan dan akuntabel atas informasi sumber dan penggunaan dana keuangan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan satuan biaya penyelenggaraan pendidikan per mahasiswa per tahun berdasarkan kebutuhan dan kewajaran. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengalokasikan anggaran yang cukup dan proposional untuk operasional pendidikan. yang menunjang peningkatan mutu dan pencapaian visi. 5. penelitian. misi. dan dievaluasi secara periodik. 2. dan peraturan yang berlaku. misi dan tujuan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus dapat menjamin keberlanjutan pengadaan dana dan pengalokasiannya untuk menjamin keberlanjutan setiap kegiatan. pengabdian pada masyarakat dan kemuhammadiyahan. 19 . tujuan universitas. 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus merancang dan merinci sumber dan penggunaan dana untuk mendukung penyelenggaraan program-program kerjanya. 4.BAB VIII STANDAR PENDANAAN/PEMBIAYAAN 1. 7.

dan bakat. 2. 6. D. operasional perkuliahan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan fasilitas bagi kegiatan mahasiswa. 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyusun kode etik mahasiswa yang diterapkan secara konsisten dengan sanksi yang tegas bagi yang melanggarnya. Kode Etik 1. keuangan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan prosedur yang jelas. dan administrasi. Setiap unit harus memberikan pelayanan atas keluhan mahasiswa secara cepat. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan kriteria mahasiswa yang diterima di Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus berdasarkan hasil seleksi masuk yang diselenggarakan secara objektif dan independen. 4. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyelenggarakan promosi secara berkala dengan menggunakan berbagai media secara efektif B. 2. Kegiatan Kemahasiswaan 1. Kegiatan mahasiswa harus mendukung kompetensi lulusan sejalan dengan kegiatan pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan unit pelayanan mahasiswa yang mencakup akademik. Unit pelayanan mahasiswa bidang akademik harus memberikan pelayanan secara optimal dengan berpedoman kepada standar pelayanan yang optimal. Kode etik harus disosialisakan kepada mahasiswa agar dapat dipahami dan dipatuhi E. pengembangan minat. 3. 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo seharusnya dapat mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. 3. 20 . Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki prosedur penanganan keluhan dan pengaduan mahasiswa yang sederhana dan mudah diakses. Pelayanan Mahasiswa 2. Penerimaan Mahasiswa 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan standar ratio pelayanan dengan jumlah mahasiswa yang dilayani agar dapat memberikan kepuasan kepada mahasiswa C. Penanganan Keluhan 1. Unit Pelayanan Operasional perkuliahan dan administrasi harus dilakukan oleh Departemen yang secara khusus dibentuk untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Unit layanan keuangan harus ditangani oleh unit khusus yang bertanggung jawab terhadap keuangan mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder tentang prosedur penanganan keluhan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan prosedur dan cara penanganan keluhan melalui berbagai media yang memudahkan mahasiswa memperoleh layanan yang memuaskan.BAB IX STANDAR KEMAHASISWAAN A. 2. 4. tepat dan memuaskan. 5.

2. Struktur Organisasi 1. dan jadwal waktu pelaksanaan serta target yang hendak dicapai. 3. misi dan tujuan Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2. Pimpinan unit harus menjaga keharmonisan dengan rekan kerja serta harus mampu memberikan motivasi kepada staf. Kepemimpinan 1.BAB X STANDAR TATA KELOLA A. Prosedur Mutu harus mampu memberikan gambaran jelas setiap alur kerja penanggung jawab kegiatan. Pimpinan unit harus bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawab yang menjadi tugas pokoknya. Pimpinan unit harus bertanggung jawab terhadap upaya peningkatan mutu. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan uraian tugas pokok dan fungsi serta wewenang yang jelas. Prosedur Mutu 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan sosialisasi Prosedur Mutu kepada stakeholder melalui media cetak atau media lainnya. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan struktur organisasi serta menetapkan harus tugas-tugas pokok yang dilakukan untuk mencapai visi. 21 . 3. 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki Prosedur Mutu (PM) untuk setiap kegiatan pada setiap unit. Prosedur Mutu yang ada harus merupakan implementasi dari kebijakan universitas di setiap unit. B. Kepemimpinan harus mengacu kepada upaya pencapaian Good University Governance C.

Hasil penelitian harus dapat dipublikasikan dalam media yang mudah diakses oleh masyarakat dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip hukum dan etika ilmiah. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mendukung dana untuk publikasi dan diseminasi hasil penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional.BAB XI STANDAR PENELITIAN 1. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan dukungan untuk memotivasi tenaga pendidik menghasilkan penelitian setiap orang setiap semester. 5. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menciptakan sistem penghargaan bagi para staf akademik yang telah melakukan penelitian. Program studi harus menetapkan penelitian menjadi bagian dari kurikulum. 11. 4. 10. Setiap pendidik harus menghasilkan penelitian minimal 1 judul setiap tahun sebagai bagian dari penilaian kinerja. Program studi harus memberikan motivasi kepada mahasiswa secara aktif terlibat dalam proses penelitian. Universitas Muhammadiyah Ponorogo seharusnya mendukung peningkatan jumlah dan kualitas hasil penelitiannya. 13. seminar. Publikasi penelitian seharusnya dilakukan sesuai dengan standar mutu penelitian nasional dan internasional. Penelitian harus memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 8. lokakarya guna meningkatkan kemampuan dan kualitas penelitian. 3. 7. Tenaga pendidik harus aktif berperan serta dalam penelitian-penelitian dan publikasi ilmiah yang berskala internasional. 12. 9. 14. Penelitian harus dilakukan untuk menunjang dan menjadi bagian terpadu dari kegiatan akademik. 6. 22 . Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengadakan pelatihan. Penelitian harus dilakukan sesuai dengan standar kaidah metodologi penelitian dan sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan etika dalam bidangnya masing-masing.

5. kebijakan. pendayagunaan. 23 . 8. Pengabdian kepada masyarakat seharusnya dapat dilakukan secara lintas fakultas atau lintas program studi. Pengabdian kepada masyarakat seharusnya melibatkan peran serta mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan bahwa strategi. 9. 3. 2. Pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan dalam rangka pemanfaatan. Pengabdian kepada masyarakat seharusnya dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat harus merujuk pada kebutuhan nyata dalam masyarakat. dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat seluas-luasnya. 7.BAB XII STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. Setiap pendidik harus berperan serta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat minimal satu judul setiap tahun sebagai bagian dari penilaian kinerja. Universitas Muhammadiyah Ponorogo seharusnya dapat mengkoordinasi pengabdian masyarakat yang melibatkan antar disiplin dan antar universitas dalam dan luar negeri. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus dapat menjalin hubungan kerjasama dengan industri dan institusi lain secara berkelanjutan 6. 4. dan prioritas pengabdian kepada masyarakat harus ditetapkan sesuai dengan misi dan tujuan universitas dengan masukan dari pihak-pihak terkait.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan akses untuk pelaksanaan pertemuan-pertemuan ilmiah baik yang bersifat nasional maupun internasional. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menciptakan kondisi untuk terciptanya interaksi ilmiah antara dosen dengan mahasiswa dan antara mahasiswa dengan mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mampu menciptakan suasana akademik yang kondusif di lingkungan kampus melalui penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung pencapaian upaya tersebut.BAB XIII STANDAR SUASANA AKADEMIK 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo melalui harus memberikan dukungan dana dalam hal kegiatan yang menunjang terciptanya suasana akademik. 24 . 3. 2. 4.

BAB XIV STANDAR SISTEM INFORMASI 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan diseminasi sistem informasi yang dimiliki kepada seluruh sivitas akademika 25 . 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mendukung penyediaan perangkat keras dan perangkat lunak sistem informasi yang dibutuhkan dan mampu mendukung kelancaran penyelenggaraan seluruh kegiatan pendidikan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki unit khusus yang menangani pengelolaan sistem informasi secara efektif dan up to date. 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan sistem informasi yang dapat dikases secara mudah dari dalam dan dari luar lingkungan universitas. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengembangkan sumber daya manusia untuk menangani sistem informasi agar dapat berjalan dengan baik. 6. 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan sistem informasi yang mampu menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan administrasi dan akademik 5.

2. 3.BAB XV STANDAR PROGRAM STUDI 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan studi kelayakan sebelum melakukan pembukaan Program Studi. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus membuka Program Studi yang mampu mengembangkan potensi mahasiswa. 26 . 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus membuka Program Studi yang memiliki prospek agar tidak menimbulkan penggangguran baru. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengembangkan Program Studi hingga mampu mencapai nilai akreditasi A (Unggul) dari lembaga akreditasi pendidikan (BAN PT).

didukung oleh sumber daya yang memadai 6. analisis. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan proses penjaminan mutu yang didefinisikan dengan jelas dan dilengkapi dengan indikator kinerjanya. selanjutnya dikembangkan menjadi kegiatan yang embeded dalam kegiatan sehari-hari. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengembangkan sistem penjaminan mutu yang merupakan bagian integral dengan seluruh aktivitas akademik 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus merumuskan visi pengembangan yang jelas. 3. serta penanggung jawab. dan pengukuran terhadap kinerja serta pencapaian target secara terus-menerus. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki komitmen yang kuat terhadap peningkatan mutu akademik ditunjukkan dengan implementasinya melalui pelaksanaan pemantauan.BAB XVI STANDAR SISTEM PENJAMINAN MUTU 1. 4. 27 . Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan unit tersendiri yang menjamin pengelolaan upaya penyelenggaraan mutu kemudian secara bertahap diarahakan agar sistem penjaminan mutu menjadi embedded dalam penyelenggaraan akademik. agar proses peningkatan mutu dapat berjalan dengan baik 5. penetapan target dan sasaran pengembangan. serta peningkatan secara berkelanjutan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus membentuk unit khusus yang menangani sistem penjaminan mutu.

28 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful