KEBIJAKAN PENJAMINAN MUTU

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU INSTITUSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2011

i

STANDAR MUTU AKADEMIK DAN NONAKADEMIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO NOMOR: 154/I.1/N/III/2011

Revisi Tanggal Dikaji Ulang Dikendalikan

: : : :

ii

SURAT KEPUTUSAN REKTOR ……………………………………………………… PENDAHULUAN ………………………………………………………………………... Pelayanan Mahasiswa ………………………………………………….. Pengelolaan Keuangan dan Sarana Prasarana …………………………..... BAB III STANDAR PROSES PEMBELAJARAN ……………. G.. Sarana dan Prasarasana ………………………………………………. 3 i ii iii v 1 2 2 2 2 2 3 4 4 4 4 4 6 6 6 7 7 7 7 9 10 10 10 10 10 10 11 11 11 11 11 12 12 12 12 12 14 15 15 15 15 . Statuta …………………………………………………………………… E.. BAB II STANDAR ISI KURIKULUM ……………………………………….……………………….……...……………………………... A. BAB I STANDAR IDENTITAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO ………………………………………………………………. LEMBAR IDENTIFIKASI ……………………….. Penggunaan Sarana dan Prasarana ……………………………………. B.. A.. BAB VIII STANDAR PENDANAAN/PEMBIAYAAN ……………………………… BAB IX STANDAR KEMAHASISWAAN …………………………………………... Kalender Akademik …………………………………………………….. A..... DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….......DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………... C. Bahan Pustaka dan Layanan Perpustakaan ……………………………... Penerimaan Mahasiswa ………………………………………………...... A. B..……………………………………... D. Pengelolaan Administrasi dan Akademik …………….. C.. Renstra …………………………………………………………………... Pemeliharaan Sarana dan Prasarana …………………………………… J...... Perencanaan dan Kualitas Pembelajaran …………………... dan Fasilitas Mahasiswa …………………....... F..………………………. D. BAB VII STANDAR PENGELOLAAN ……………………………………………… A.. E... Ruang Kuliah dan Peralatan Ruang Kuliah …………………………… C... Pengelolaan Pelaporan Kerja …………………………………………..……………… C... Sistem ………….. Ruang Laboratorium dan Peralatan Laboratorium …………………….. B... BAB VI STANDAR SARANA DAN PRASARANA ………………………………... Tujuan …………………………………………………………………… D. Tempat Ibadah.. Pelaksanaan Proses Pembelajaran . Evaluasi ………………………………………………………….. B... Visi ……………………………………………………………………… B....... Olah Raga. Misi ……………………………………………………………………… C.... I.. Ruang Kerja dan Peralatan Kerja ……………………………………..……………………………………………………… C.………. Isi ……………………………………..…………………… A. Pengelolaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia ………………. BAB IV STANDAR PENILAIAN DAN KE LULUSAN …. A...... Tanda Kelulusan ……………………………………………………….. B. Ruang Perpustakaan dan Peralatan Perpustakaan ……………………… D. Penanganan Keluhan …………………………………………………. B.. Ruang Serbaguna ……………………………………………………… H. Kebijakan Hasil Evaluasi ……………………………………………… BAB V STANDAR TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN …....……....... Predikat Kelulusan ……………………….....

Kode Etik ……………………………………………………………….. STANDAR SISTEM INFORMASI ………………………………………… STANDAR PROGRAM STUDI …………………………………………… STANDAR SISTEM PENJAMINAN MUTU …………………………….. Struktur Organisasi …………………………………………………….BAB X BAB XI BAB XII BAB XIII BAB XIV BAB XV BAB VI D. Kepemimpinan ………………………………………………………… C. STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ………………… STANDAR SUASANA AKADEMIK …………………………………….. A.. Kegiatan Kemahasiswaan ……………………………………………… STANDAR TATA KELOLA ……………………………………………….. E. 15 15 16 16 16 16 17 18 19 20 21 22 4 . STANDAR PENELITIAN …………………………………………………. Prosedur Mutu …………………………………………………………. B.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. M. Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah. NIP 19650814 200501 1 001 5 . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sulton.Si. 3. maupun di tingkat Lembaga/Biro/UPT. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Fakultas. : Apabila di kemudian hari terdapat kesalahan dalam keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. H. : Hal-hal lain yang belum tercantum dalam Keputusan ini akan diatur dengan surat tersendiri. ttd : Ponorogo : 17 Maret 2011 MEMPERHATIKAN : KEDUA KETIGA KEEMPAT Drs. 3. MENGINGAT : 1. Surat Keputusan Rektor Nomor 365/I. baik di tingkat Universitas. Statuta Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Bahwa Universitas Muhammadiyah Ponorogo memiliki MENIMBANG komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu akademik melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal. Ditetapkan di Pada tanggal Rektor. Bahwa pelaksanaan Penjaminan Mutu merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 2. 4.KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Nomor 154/I-1/N/III/2011 tentang STANDAR MUTU AKADEMIK DAN NONAKADEMIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO : 1. 6. 5. Program Studi. 2.1/N/VIII/2008 tentang Pendirian Lembaga Penjaminan Mutu Institusi Hasil Keputusan Rapat Tim Implementasi SPMI Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada tanggal 11-12 Februari 2011 MEMUTUSKAN : MENETAPKAN PERTAMA : : Kebijakan Standar Mutu Akademik dan non-Akademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo secara rinci terlampir dalam keputusan ini. Bahwa untuk kejelasan tugas dan tanggung jawab perlu ditetapkan Panduan Pelaksanaan Pengendalian Mutu dalam bentuk Standar Mutu dengan Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo. : Kebijakan Standar Mutu Akademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

serta acuan pelaksanaan evaluasi. Standar akademik dan nonakademik akan mengarahkan penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan visi. standar akademik dan nonakademik akan mengarahkan pada halhal yang harus diketahui dan dapat dicapai oleh mahasiswa dalam mengikuti proses pendidikan. 6. pengembangan sumber daya. 2. misi.PENDAHULUAN 1. 3. pengembangan program. dan tujuan Universitas Muhammadiyah Ponorogo 4. Bagi mahasiswa. Standar akademik dan nonakademik menjadi acuan bagi program studi untuk menyusun standar yang spesifik sesuai dengan karakteristik masing-masing. 7. Standar akademik dan nonakademik merupakan landasan dalam rangka perencanaan kegiatan. Standar akademik dan nonakademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo merupakan pedoman penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan seluruh sivitas akademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo. penyusunan prosedur kegiatan. 6 . Masing-masing standar memiliki beberapa pernyataan dan keseluruhan standar menggunakan kata “harus” atau “seharusnya” tergantung sifat pernyataan tersebut bersifat mendasar atau bersifat mengembangkan kualitas. Standar akademik dan nonakademik Universitas Muhammadiyah Ponorogo terdiri a t a s 18 standar yang bersifat umum. 5. Standar akademik dan nonakademik akan mengarahkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sivitas akademika sesuai peran Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

realistis. Statuta 1. motivasi. Statuta harus disusun agar dapat menjadi arah penentu kebijakan. perubahan lingkungan. Pimpinan Universitas. alamat.BAB I STANDAR IDENTITAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO A. 4. 3. sebagai tolok ukur dalam evaluasi kinerja. moto. 3. 2. Misi harus fleksibel untuk pengembangan kegiatan semua unit yang terlibat. serta cita-cita luhur Persyarikatan Muhammadiyah dan pendiri Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 3. Statuta harus disusun selaras dengan visi. dirumuskan bersama oleh Badan Pelaksana Harian (BPH). dan pihak yang berkepentingan. Tujuan 1. Tujuan harus dikomunikasikan secara eksplisit kepada dosen. Visi harus merupakan cita-cita bersama yang dapat menjadi sumber inspirasi. Visi harus memuat tujuan dan ruang lingkup kerja yang spesifik Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang dirumuskan bersama oleh unsur Badan Pelaksana Harian. Tujuan harus disusun selaras dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. misi. 2. Misi harus menjadi tolok ukur dalam evaluasi di seluruh unit dan bagian-bagiannya. 3. dan himne. karyawan. Visi harus ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 5. 4. Visi 1. Visi harus bersifat spesifik. Misi 1. dan Senat Universitas. 2. Tujuan harus merupakan langkah-langkah untuk mencapai visi dan misi yang relevan dengan kebutuhan stakeholders. 7. C. 2. 5. D. lambang. 6. Misi harus memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan kebijakan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. dan mudah dipahami. Misi harus memuat pernyataan yang berkaitan dengan kebijakan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 7 . bendera. Visi harus disusun berdasarkan kajian mendalam yang dilandasi cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah dan pendiri Universitas Muhammadiyah Ponorogo berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. misi yang relevan dengan kebutuhan stakeholders. 4. B. mahasiswa. Misi harus memberikan arahan dalam mewujudkan visi dan dinyatakan dalam tujuantujuan yang dapat dicapai dalam kurun waktu 10 tahunan. 4. Tujuan harus disusun agar dapat menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan jenjang pendidikan. kredo. yang mendasari pikiran dan tindakan segenap warga kampus. Pimpinan Universitas. Misi harus menunjukkan ruang lingkup kebutuhan stakeholders. 6. dan Senat Universitas. Misi harus jelas dan lengkap sesuai dengan visi. Statuta harus merupakan pedoman untuk mencapai visi. Statuta harus memuat secara eksplisit identitas Universitas Muhammadiyah Ponorogo seperti nama. Visi harus berorientasi ke masa kini dan masa depan. dan aspirasi stakeholders.

4. termasuk dilakukan audit kinerja. 2. dan indikator kinerja dengan standar mutu nasional dan internasional. 3. Renstra harus disusun dengan melibatkan semua unit yang ada dengan memperhatikan kepentingan stakeholders baik internal maupun eksternal. Pelaksana pengendali akademik harus dimasukkan ke dalam struktur semua unit. Penyusunan renstra harus dikembangkan ke arah kebijakan. 8 . 7. 9. dan pedoman pengembangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan. Renstra 1. strategi. 5. Renstra harus dievaluasi dalam kurun waktu tertentu untuk mengantisipasi perubahan aspirasi stakeholders. Fakultas harus memiliki renstra yang mengacu pada renstra universitas. Semua unit harus memiliki program pengendalian mutu untuk administrasi pendidikan. Renstra harus disusun selaras dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 8. Renstra harus merupakan penjabaran visi dan misi dengan memperhatikan aspirasi stakeholders. acuan. 10. 6. Renstra harus disusun sebagai road map. program kerja. sasaran.E. Penyususnan renstra harus memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan renstra sebelumnya.

Kurikulum harus dirancang secara efektif berbasis kompetensi. 2. S1. B. Kurikulum harus dirancang secara efektif dengan memperhatikan kebutuhan mahasiswa. D. Mata kuliah harus sesuai dengan standar kompetensi dan berorientasi ke masa kini 4. Beban SKS efektif seharusnya 155 SKS. Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB). Sistem 1. 5. dan tim ahli. dan persyarikatan. Kurikulum masing-masing program studi harus dikembangkan pada masing-masing program studi melalui peninjauan secara berkala sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 6. Kurikulum harus selaras dengan tujuan pendidikan setiap program studi sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing (D3. 2. Setiap program studi harus merancang dan menyususun kurikulum berbasis kompetensi. Pemutakhiran kurikulum masing-masing program studi harus dilakukan secara berkala berdasarkan pendapat berbagai komponen. yaitu dosen. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyusun kalender akademik setiap awal tahun akademik. Kurikulum harus dirancang secara efektif dengan memperhatikan kebutuhan mahasiswa. Kurikulum harus mampu mengembangkan potensi mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten dalam bidang ilmunya dan memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. C. 3. 9 . disesuaikan dengan indeks prestasi (IP) mahasiswa pada semester sebelumnya. Isi 1. 2. Evaluasi 1. disusun secara berkesinambungan dan berdasarkan aturan yang berlaku. 2. Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB). 4. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). 3. dan SAP. dan S2). Satu tahun akademik harus dibagi dalam dua semester yang terdiri dari semester ganjil yang dimulai pada bulan September sampai dengan bulan Februari dan semester genap dimulai pada bulan Maret sampai dengan bulan Agustus. masyarakat pengguna lulusan. dan seni serta mempertimbangkan masukan dari stakeholder. Kurikulum harus disusun secara berimbang antara Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Matakuliah Keahlian Khusus (MKK). Kalender Akademik 1. Setiap semester seharusnya terdiri atas 14-18 minggu termasuk minggu tenang dan ujian.BAB II STANDAR ISI KURIKULUM A. pengguna lulusan. 3. silabus. teknologi. Matakuliah seharusnya dilengkapi dengan deskripsi matakuliah. 3. Kurikulum harus mengikuti kredit semester (tiap semester maksimal 24 sks).

pelaksanaan wisuda. 5. pengumuman hasil ujian semester/ pemrograman. pelaksanaan kuliah kerja nyata. masa modifikasi. Pelaksanaan ketentuan kalender akademik harus diatur oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Ponorogo melalui surat keputusan. ujian tengah semester.4. hari libur. perkuliahan. ujian akhir semester. Kalender akademik memuat hari efektif. 10 . dan minggu tenang dengan rincian terdiri atas mastamaru.

11. Dosen Pengampu Mata Kuliah harus melaksanakan perkuliahan minimal 12 kali pertemuan dari jumlah keseluruhan kuliah yang diwajibkan dalam semester yang bersangkutan sebagai syarat untuk dapat melaksanakan ujian. 2. Wakil Rektor I harus menetapkan pemetaan jadwal penggunaan ruang kuliah per fakultas sebelum pelaksanaan perkuliahan dimulai. Dosen Pengampu Mata Kuliah harus hadir 5 menit sebelum jam perkuliahan dimulai. Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1.BAB III STANDAR PROSES PEMBELAJARAN A. 6. Perencanaan dan Kualitas Pembelajaran 1. atau 14 kali tatap muka dan minimal 12 kali tatap muka. 3. Program Studi harus melakukan penggantian dosen pengampu mata kuliah jika yang bersangkutan berhalangan tetap. Fakultas dan Program Studi di bawah koordinasi Wakil Rektor I harus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder agar rencana dan visi pembelajaran dipahami. Setiap proses pembelajaran seharusnya menggunakan metode pembelajaran Student Active Learning (SAL). Dosen Pengampu Mata Kuliah harus melakukan perkuliahan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. 12. 9. Tujuan kurikulum adalah mendukung tercapainya visi dan misi program studi yang berorientasi ke masa kini. Dosen Pengampu Mata Kuliah harus mengganti waktu perkuliahan jika belum mencukupi target 14 kali tatap muka dan minimal 12 kali tatap muka. 11 . lainnya) yang terumuskan secara jelas. Fakultas dan Program Studi di bawah koordinasi Wakil Rektor VI harus menyusun proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengambangkan jiwa Al Islam dan Kemuhammadiyahan sesuai dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 5. Setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah harus memberikan perkuliahan sesuai dengan SAP yang telah disusun. Fakultas dan Program Studi di bawah koordinasi Wakil Rektor I harus menyusun kurikulum program studi. Setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah harus mengisi daftar hadir dan jurnal perkuliahan sesuai dengan materi yang telah diberikan. pendukung. Kurikulum memuat kompetensi lulusan secara lengkap (utama. 3. 13. Fakultas dan Program Studi di bawah koordinasi Wakil Rektor I harus menyusun proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan (enterprenuership) sesuai dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo 4. 10. Setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah harus memberikan kontrak perkuliahan kepada mahasiswa di awal perkuliahan. Mahasiswa harus hadir minimal 75% dari jumlah pertemuan untuk bisa mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). B. 8. 14. 5. 2. Setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah harus melakukan review SAP dan menyampaikan kepada Program Studi sebelum pelaksanaan semester dimulai. Wakil Rektor I bersama–sama dengan Wakil Dekan I dan Ketua Program Studi harus melakukan perencanaan proses pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dosen dalam pembelajaran harus berbasis ICT. Wakil Rektor I harus menetapkan bahwa setiap mata kuliah harus diberikan 2 –4 SKS dalam 1 semester. 4. 7.

Ijazah dan transkrip akademik harus dibuat dalam bahasa Indonesia. Memenuhi komposisi mata kuliah dan SKS nya sesuai dengan tuntutan kurikulum program studi yang ditentukan c. Predikat Kelulusan 1. 2. 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan IPK minimal 2. ukuran. IP Komulatif sama dengan atau lebih besar dari 2. bila diperlukan dapat diberikan terjemahan ijazah resmi dan transkrip akademik dalam bahasa Inggris. Rektor harus menetapkan pedoman penerbitan ijazah dan transkrip akademik dalam bentuk keputusan pada setiap tahun. bahan ijazah. Rektor harus menetapkan bentuk. C. Rektor harus menetapkan syarat seorang mahasiswa diploma III dinyatakan lulus setelah memenuhi syarat: a. yang dijadwalkan untuk 8 semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 7 (tujuh) semester dan selama-lamanya 14 (empat belas) Semester b. Telah menyelesaikan jumlah kredit berkisar antara 144-160 SKS (yang besarnya sesuai dengan kurikulum masing-masing program studi).00 d. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mencantumkan gelar akademik dan sebutan profesional atau sebutan lulusan dalam ijazah. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan nilai ujian dengan angka antara 0 -100 2. Memenuhi persyaratan yudicium yang ditentukan oleh program studi 8. isi. dan transkrip dalam bentuk keputusan Rektor dengan mendasarkan peraturan pemerintah pada setiap awal tahun akademik 5.BAB IV STANDAR PENILAIAN DAN KELULUSAN A. IP Komulatif sama dengan atau lebih besar 3.00. Program studi harus menetapkan batas minimum tingkat kehadiran mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan proses belajar mengajar selanjutnya dan harus merupakan upaya pendisiplinan 12 . S1 serta 3. Mengumpulkan jumlah kredit maksimum berkisar antara 110-120 SKS yang di jadwalkan untuk 6 semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurangkurangnya 6 Semester dan selama-lamanya 10 semester b.75 untuk menetapkan predikat kelulusan untuk Diploma. Rektor dan Dekan Fakultas harus menandatangani ijazah dan transkrip sebagai bentuk pengesahan 1 minggu sebelum wisuda 6. B. 7. Tanda Kelulusan 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan ijazah bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan semua kewajiban dan/atau tugas yang dibebankan dalam suatu program studi sebagai tanda kelulusan. Rektor harus menetapkan syarat seorang mahasiswa dinyatakan lulus Program Sarjana (S1) setelah memenuhi syarat: a.00 untuk S2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan yudicium untuk menetapkan predikat kelulusan 2. 3. Kebijakan Evaluasi Hasil Studi 1. Memenuhi komposisi mata kuliah dan SKS-nya sesuai dengan tuntutan kurikulum program studi yang bersangkutan c.

UAS e. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan pedoman nilai akhir dalam bentuk huruf dalam suatu keputusan Rektor. Skill lab. 13 . Tugas-tugas c. UTS d. berdasarkan komponen penilaian sebagai berikut: a. Kehadiran b. 4.3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki ketentuan yang mengatur kepada tenaga pendidik yang memberikan penilaian melebihi batas waktu yang telah ditetapkan.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan kemudahan tenaga pendidik untuk memperoleh akses ilmiah dengan sumber dari dalam dan luar universitas. 4. 13. 2.BAB V STANDAR TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1. 9. Pendidik di Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan penelitian dan menyusun karya ilmiah secara terus-menerus untuk dijadikan dasar penilaian kinerja. 8. 14. 10. 12. Pendidik seharusnya menguasai minimal satu bahasa asing. 5. Pendidik tidak tetap bagi jenjang S-1 harus berpendidikan minimal S-2 dan untuk jenjang S-2 harus berpendidikan minimal S-3. 15.75 untuk setiap mata kuliah pada setiap semester. Pendidik seharusnya memiliki kemampuan mengembangkan berbagai metode pengajaran dan seharusnya mampu mengikuti perkembangan teknologi serta mengaplikasikannya ke dalam kegiatan akademik. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan kebebasan akademik kepada tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. 7. 16. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan pada tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. Pendidik harus mengampu mata kuliah yang sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dikuasainya. Seluruh pendidik di Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki jenjang kepangkatan akademik minimal Asisten Ahli. 17. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan imbalan yang sesuai kepada tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. Pendidik tidak tetap harus memiliki pengalaman yang dianggap sesuai dan disetujui oleh program studi Pendidik harus sudah memiliki kepangkatan akademik dan NIDN. Tenga pendidik jenjang S-2 harus memiliki jenjang pendidikan minimal S-3 atau S-2 yang sedang studi lanjut S-3. 11. Pendidik untuk jenjang D-3 minimal harus berpendidikan S-1. Pendidik untuk jenjang S-1 minimal harus berpendidikan S2 atau S1 yang sedang menyelesaikan S2 untuk dosen lama. 3. Pendidik harus mencapai nilai indeks kepuasan mahasiswa minimal 2. 18. Kualifikasi pendidik harus menunjang upaya pencapaian visi dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang memudahkan tenaga pendidik dalam melaksanakan proses belajar mengajar. 6. 14 .

ketenangan 2. 4. dan misi Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan. 3. 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyusun prosedur penggunaan 15 . Pengadaan buku perpustakaan harus sesuai dengan visi. 2. dan azas kemanfaatan. Sarana dan Prasarana 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan laboratorium berdasarkan kebutuhan dengan kurikulum dan kemampuan keuangan 3. ketenangan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang perpustakaan berdasarakan azas kebutuhan dan keefektifan penggunaanya.BAB VI STANDAR SARANA DAN PRASARANA A. 5. keamanan. E. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang kuliah dan peralatan perkuliahan secara lengkap sebelum perkuliahan berjalan. kenyamanan. B. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan gedung perpustakaan yang memberikan kenyamanan. serta peraturan pemeriantah daerah setempat. dan kelengkapan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki kecukupan dan kesesuaian dalam pemeliharaan. C. Ruang Perpustakaan dan Peralatan Perpustakaan 1. dan perbaikan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan akademik 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam menyediakan gedung untuk kegiatan akademik harus mempertimbangkan kekuatan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan prasarana lahan dan gedung yang memadai untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. penggantian. 2. kenyamanan. Bahan Pustaka dan Layanan Perpustakaan 1. dan kesehatan lingkungan. 2. D. Ruang Kuliah dan Peralatan Ruang Kuliah 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan peralatan perkuliahan berdasarkan azas kebutuhan dan keefektifan penggunaanya. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang kuliah yang memberikan kenyamanan kepada pengguna. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyusun aturan pemanfaatan luas lahan untuk berbagai sarana kegiatan demi kepentingan dan pengembangan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang perpustakaan sesuai dengan rasio mahasiswa berdasarkan kemampuan keuangan dan ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan. Bahan pustaka seharusnya tersedia secara lengkap sesuai dengan standar perpustakaan internasional. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mempertimbangan kemampuan keuangan dalam rangka penyediaan sarana dan prasarana. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menempatkan lahan kegiatan pendidikan berdasarkan pertimbangan keamanan. Ruang Laboratorium dan Peralatan Laboratorium 1. 6. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang laboratorium yang memberikan kenyaman.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang kerja harus yang memberikan kenyaman. dan kesehatan lingkungan serta azas pemanfaatannya. J. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang kerja sesuai dengan rasio yang telah ditetapkan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan pedoman pengelolaan. Pengadaan peralatan ruang serbaguna harus mempertimbangkan kebutuhan dan keefektifan penggunaanya H. 16 . 3. 4. Pengadaan peralatan kerja harus mempertimbangkan kemampuan keuangan. 2. 2. Ruang Serbaguna 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki unit khusus yang bertanggung jawab secara penuh terhadap Pemeliharaan sarana dan prasarana yang merupakan asset universitas dan yayasan. Unit pelaksana pemeliharaan harus berpedoman pada standar pemeliharaan yang ditetapkan. 5. Unit pelaksana pemeliharaan harus mengikuti check list di jadwal rutin pemeriksaan sarana dan prasarana. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mempertimbangkan kemampuan keuangan dalam pengadaan tempat ibadah. ketenangan dalam bekerja. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan peralatan kerja sesuai dengan tugas dan fungsi dengan mempertimbangakan kebutuhan dan keefektifan penggunaannya. olah raga. Ruang Kerja dan Peralatan Kerja 1. 3. dan fasilitas mahasiswa I. kenyamanan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan peraturan yang jelas terhadap penggunaan sarana dan prasarana yang dimiliki sehingga dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana 1.laboratorium harus dengan mempertimbangakan azas pemanfaatan F. olah raga. dan Fasilitas Mahasiswa 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan lahan untuk tempat ibadah. 2. Tempat Ibadah. sehingga mampu melakukan pemeliharanaan secara rutin dengan jadwal yang jelas. 4. Olah Raga. G. pemanfaatan dan sanksi-sanksi perusakan terhadap sarana dan prasarana. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan anggaran yang cukup untuk pemeliharaan sarana dan prasaran secara rutin setiap tahun. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo seharusnya dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk mengadakan dan/atau memanfaatkan sarana dan prasarana lain bagi kepentingan pendidikan. Penggunaan Sarana dan Prasarana 1. dan fasilitas mahasiswa dengan mempertimbangkan keamanan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan ruang serbaguna (aula) yang diperuntukkan bagi penggunaan kegiatan yang berskala besar. 2.

2. Setiap kepala unit kerja secara periodik harus membuat laporan pelaksanaan kegiatannya yang mencerminkan pencapaian kinerjanya.BAB VII STANDAR PENGELOLAAN A. transparan. dan renop. 5. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki kejelasan identitas kelembagaan yang dibuktikan dengan adanya visi. Setiap laporan pelaksanaan kegiatan dari unit kerja yang ada dievaluasi oleh pimpinan unit di atasnya. 3. 4. posisi. BPH harus melakukan audit keuangan dan penggunaan sarana prasarana secara berkala dan berkesinambungan untuk memastikan pencapaian target. 4. berkomitmen terhadap persyarikatan dan berkarakter Islami. tugas. LPMI harus melakukan audit manajemen dan akademik secara berkala dan berkesinambungan untuk memastikan pencapaian target. kebijakan mutu. Rektor harus menetapkan sistem pengelolaan keuangan yang jelas dan dapat diaudit secara berkala. tujuan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki kejelasan manajemen administrasi dan akademik yang diindikasi dengan adanya penyusunan bisnis proses. Setiap unit kerja harus dapat menyusun d a n m e n g a j u k a n anggaran sesuai dengan APB berdasarkan tugas dan kewenangan yang ada. Unit audit harus memberikan laporan secara tertulis kepada pimpinanan minimal 2 kali setahun untuk menjadi bahan masukan pengambilan kebijakan dan perbaikan serta peningkatan mutu pengelolaan administrasi dan akademik. D. 2. 17 . Rektor harus menetapkan RAPB yang disusun Wakil Rektor II menjadi APB sebagai acuan pengelolaan keuangan setiap tahun akademik. dan pembinaan SDM. dan kedudukan masingmasing pelaksana. 2. Rektor harus menetapkan pedoman penataan organisasi dan tata kerja unit kelembagaan yang ada di Universitas Muhammadiyah Ponorogo sehingga dapat bekerja secara efektif dan efesien. dan akuntabel. 3. Pengelolaan Keuangan dan Sarana Prasarana 1. efesien. Setiap unit kelembagaan program studi/fakultas harus menyusun Program Pengendalian Mutu. Senat Universitas harus menetapkan pedoman pemilihan pimpinan yang menjamin terpilihnya pimpinan yang demokratis. penataan. Wakil Rektor II harus mengkoordinasi dan mengendalikan pengelolaan keuangan sehingga berjalan efektif. 3. RIP. pengembangan. 3. Rektor harus menetapkan pola pengembangan SDM sebagai acuan penyusunan kebijakan penerimaan. Pengelolaan Administrasi dan Akademik 1. Pengelolaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia 1. renstra. dan keuangan. kapabel. 5. Setiap laporan pelaksanaan kegiatan harus dilaksanakan dengan metode yang jelas dan objektif agar dapat mencerminkan kondisi sebenarnya. B. Setiap unit kerja harus menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan anggarannya. misi. dan tanggung jawab masing-masing unit. 4. Pengelolaan Pelaporan Kerja 1. 2. C.

18 . Rektor harus menetapkan sistem pengelolaan sarana-prasarana yang jelas sebagai acuan pengadaan. 7.6. Wakil Rektor II harus menyusun laporan pertanggungajawaban keuangan kepada pimpinan universitas dan yayasan secara akuntabel. 8. dan pemeliharaan sarana-prasarana yang ada. Wakil Rektor II harus mengkoordinasi dan mengendalikan pengelolaan sarana – prasarana yang ada secara efektif dan efesien. pemanfaatan.

pengabdian pada masyarakat dan kemuhammadiyahan. dan dievaluasi secara periodik. misi.BAB VIII STANDAR PENDANAAN/PEMBIAYAAN 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus merancang dan merinci sumber dan penggunaan dana untuk mendukung penyelenggaraan program-program kerjanya. 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan satuan biaya penyelenggaraan pendidikan per mahasiswa per tahun berdasarkan kebutuhan dan kewajaran. 19 . misi dan tujuan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengalokasikan anggaran yang cukup dan proposional untuk operasional pendidikan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki sistem alokasi dana yang efektif dan efisien yang berbasis kinerja serta mengacu pada visi. 2. 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mampu memberikan pertanggungjawaban secara transparan dan akuntabel atas informasi sumber dan penggunaan dana keuangan. tujuan universitas. 6. 7. dan peraturan yang berlaku. 5. penelitian. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus dapat menjamin keberlanjutan pengadaan dana dan pengalokasiannya untuk menjamin keberlanjutan setiap kegiatan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengatur pengelolaan dana dan memelihara akuntabilitas pemanfaatannya. yang menunjang peningkatan mutu dan pencapaian visi.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyusun kode etik mahasiswa yang diterapkan secara konsisten dengan sanksi yang tegas bagi yang melanggarnya. 3. 4. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan unit pelayanan mahasiswa yang mencakup akademik. 2.BAB IX STANDAR KEMAHASISWAAN A. 3. Penanganan Keluhan 1. Unit layanan keuangan harus ditangani oleh unit khusus yang bertanggung jawab terhadap keuangan mahasiswa. Unit Pelayanan Operasional perkuliahan dan administrasi harus dilakukan oleh Departemen yang secara khusus dibentuk untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Kode etik harus disosialisakan kepada mahasiswa agar dapat dipahami dan dipatuhi E. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki prosedur penanganan keluhan dan pengaduan mahasiswa yang sederhana dan mudah diakses. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan kriteria mahasiswa yang diterima di Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus berdasarkan hasil seleksi masuk yang diselenggarakan secara objektif dan independen. Universitas Muhammadiyah Ponorogo seharusnya dapat mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyelenggarakan promosi secara berkala dengan menggunakan berbagai media secara efektif B. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder tentang prosedur penanganan keluhan. pengembangan minat. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan prosedur dan cara penanganan keluhan melalui berbagai media yang memudahkan mahasiswa memperoleh layanan yang memuaskan. Kegiatan Kemahasiswaan 1. Penerimaan Mahasiswa 1. operasional perkuliahan. Kegiatan mahasiswa harus mendukung kompetensi lulusan sejalan dengan kegiatan pembelajaran. dan bakat. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan prosedur yang jelas. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan standar ratio pelayanan dengan jumlah mahasiswa yang dilayani agar dapat memberikan kepuasan kepada mahasiswa C. D. keuangan. Setiap unit harus memberikan pelayanan atas keluhan mahasiswa secara cepat. 3. 20 . 5. Pelayanan Mahasiswa 2. 2. dan administrasi. Unit pelayanan mahasiswa bidang akademik harus memberikan pelayanan secara optimal dengan berpedoman kepada standar pelayanan yang optimal. 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan fasilitas bagi kegiatan mahasiswa. 3. Kode Etik 1. 2. 6. tepat dan memuaskan.

Kepemimpinan harus mengacu kepada upaya pencapaian Good University Governance C. Pimpinan unit harus bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawab yang menjadi tugas pokoknya.BAB X STANDAR TATA KELOLA A. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan struktur organisasi serta menetapkan harus tugas-tugas pokok yang dilakukan untuk mencapai visi. Prosedur Mutu yang ada harus merupakan implementasi dari kebijakan universitas di setiap unit. dan jadwal waktu pelaksanaan serta target yang hendak dicapai. 21 . 4. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan uraian tugas pokok dan fungsi serta wewenang yang jelas. Pimpinan unit harus bertanggung jawab terhadap upaya peningkatan mutu. 3. Pimpinan unit harus menjaga keharmonisan dengan rekan kerja serta harus mampu memberikan motivasi kepada staf. Prosedur Mutu 1. Kepemimpinan 1. 3. B. Struktur Organisasi 1. Prosedur Mutu harus mampu memberikan gambaran jelas setiap alur kerja penanggung jawab kegiatan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan sosialisasi Prosedur Mutu kepada stakeholder melalui media cetak atau media lainnya. misi dan tujuan Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki Prosedur Mutu (PM) untuk setiap kegiatan pada setiap unit.

BAB XI STANDAR PENELITIAN 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menciptakan sistem penghargaan bagi para staf akademik yang telah melakukan penelitian. 13. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengadakan pelatihan. 14. 3. Publikasi penelitian seharusnya dilakukan sesuai dengan standar mutu penelitian nasional dan internasional. Program studi harus menetapkan penelitian menjadi bagian dari kurikulum. 22 . 6. 10. lokakarya guna meningkatkan kemampuan dan kualitas penelitian. 12. Hasil penelitian harus dapat dipublikasikan dalam media yang mudah diakses oleh masyarakat dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip hukum dan etika ilmiah. 5. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan dukungan untuk memotivasi tenaga pendidik menghasilkan penelitian setiap orang setiap semester. Penelitian harus dilakukan untuk menunjang dan menjadi bagian terpadu dari kegiatan akademik. Tenaga pendidik harus aktif berperan serta dalam penelitian-penelitian dan publikasi ilmiah yang berskala internasional. 4. Penelitian harus memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 9. Program studi harus memberikan motivasi kepada mahasiswa secara aktif terlibat dalam proses penelitian. Penelitian harus dilakukan sesuai dengan standar kaidah metodologi penelitian dan sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan etika dalam bidangnya masing-masing. Universitas Muhammadiyah Ponorogo seharusnya mendukung peningkatan jumlah dan kualitas hasil penelitiannya. Setiap pendidik harus menghasilkan penelitian minimal 1 judul setiap tahun sebagai bagian dari penilaian kinerja. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mendukung dana untuk publikasi dan diseminasi hasil penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional. 2. 7. 11. seminar. 8.

BAB XII STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. 5. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus dapat menjalin hubungan kerjasama dengan industri dan institusi lain secara berkelanjutan 6. 23 . Pengabdian kepada masyarakat seharusnya dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat seharusnya melibatkan peran serta mahasiswa. Pengabdian kepada masyarakat harus merujuk pada kebutuhan nyata dalam masyarakat. Universitas Muhammadiyah Ponorogo seharusnya dapat mengkoordinasi pengabdian masyarakat yang melibatkan antar disiplin dan antar universitas dalam dan luar negeri. kebijakan. 3. Pengabdian kepada masyarakat seharusnya dapat dilakukan secara lintas fakultas atau lintas program studi. Pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan dalam rangka pemanfaatan. dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat seluas-luasnya. 4. 9. Setiap pendidik harus berperan serta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat minimal satu judul setiap tahun sebagai bagian dari penilaian kinerja. 8. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan bahwa strategi. dan prioritas pengabdian kepada masyarakat harus ditetapkan sesuai dengan misi dan tujuan universitas dengan masukan dari pihak-pihak terkait. pendayagunaan. 2. 7.

4. 3. 24 . 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mampu menciptakan suasana akademik yang kondusif di lingkungan kampus melalui penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung pencapaian upaya tersebut. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memberikan akses untuk pelaksanaan pertemuan-pertemuan ilmiah baik yang bersifat nasional maupun internasional. Universitas Muhammadiyah Ponorogo melalui harus memberikan dukungan dana dalam hal kegiatan yang menunjang terciptanya suasana akademik.BAB XIII STANDAR SUASANA AKADEMIK 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menciptakan kondisi untuk terciptanya interaksi ilmiah antara dosen dengan mahasiswa dan antara mahasiswa dengan mahasiswa.

3. 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mendukung penyediaan perangkat keras dan perangkat lunak sistem informasi yang dibutuhkan dan mampu mendukung kelancaran penyelenggaraan seluruh kegiatan pendidikan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan sistem informasi yang dapat dikases secara mudah dari dalam dan dari luar lingkungan universitas. 4. 6. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki unit khusus yang menangani pengelolaan sistem informasi secara efektif dan up to date. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengembangkan sumber daya manusia untuk menangani sistem informasi agar dapat berjalan dengan baik. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan diseminasi sistem informasi yang dimiliki kepada seluruh sivitas akademika 25 .BAB XIV STANDAR SISTEM INFORMASI 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menyediakan sistem informasi yang mampu menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan administrasi dan akademik 5.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus membuka Program Studi yang mampu mengembangkan potensi mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengembangkan Program Studi hingga mampu mencapai nilai akreditasi A (Unggul) dari lembaga akreditasi pendidikan (BAN PT).BAB XV STANDAR PROGRAM STUDI 1. 2. 3. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus membuka Program Studi yang memiliki prospek agar tidak menimbulkan penggangguran baru. 26 . Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus melakukan studi kelayakan sebelum melakukan pembukaan Program Studi. 4.

didukung oleh sumber daya yang memadai 6. 3. serta peningkatan secara berkelanjutan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus mengembangkan sistem penjaminan mutu yang merupakan bagian integral dengan seluruh aktivitas akademik 2. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan unit tersendiri yang menjamin pengelolaan upaya penyelenggaraan mutu kemudian secara bertahap diarahakan agar sistem penjaminan mutu menjadi embedded dalam penyelenggaraan akademik. 27 . 4. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus memiliki komitmen yang kuat terhadap peningkatan mutu akademik ditunjukkan dengan implementasinya melalui pelaksanaan pemantauan. penetapan target dan sasaran pengembangan. dan pengukuran terhadap kinerja serta pencapaian target secara terus-menerus. selanjutnya dikembangkan menjadi kegiatan yang embeded dalam kegiatan sehari-hari. agar proses peningkatan mutu dapat berjalan dengan baik 5.BAB XVI STANDAR SISTEM PENJAMINAN MUTU 1. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus menetapkan proses penjaminan mutu yang didefinisikan dengan jelas dan dilengkapi dengan indikator kinerjanya. analisis. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus membentuk unit khusus yang menangani sistem penjaminan mutu. serta penanggung jawab. Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus merumuskan visi pengembangan yang jelas.

28 .