P. 1
Buku50thTeknikMesinPvw

Buku50thTeknikMesinPvw

|Views: 3,910|Likes:
Dipublikasikan oleh M. Didik Suryadi

More info:

Published by: M. Didik Suryadi on May 17, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

Mengucapkan

Selamat atas 50 Tahun
Jurusan Teknik Mesin ITS
Jl. Pahlawan 60, Surabaya Telp. +62-31 5352888
Fax. +62-31 5344501, 031-5453090
website : http://www.ptppsw.com
Mengucapkan
Selamat atas 50 Tahun
Jurusan Teknik Mesin ITS
PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk .
Mengucapkan
Selamat atas 50 Tahun
Jurusan Teknik Mesin ITS
Mengucapkan
Selamat atas 50 Tahun
Jurusan Teknik Mesin ITS
INKA Indonesia
Mengucapkan
Selamat atas 50 Tahun
Jurusan Teknik Mesin ITS
PERINGATAN 50
TAHUN JURUSAN
TEKNIK MESIN ITS
PERJUANGAN 50 TAHUN
TEKNIK MESIN ITS
DALAM MEWUJUDKAN
KEMANDIRIAN BANGSA
Fakultas Teknologi Industri
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jl. Raya ITS Keputih Sukolilo
Surabaya 60111
Telp. 031-5946230,
Fax.031-5946230
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

DAFTAR ISI
Halaman Depan 1
Daftar isi 2
Sambutan Rektor ITS 3
Sambutan Dekan FTI ITS 4
Sambutan Ketua Panitia 5
Latar Belakang Sejarah 6
Profil Teknik Mesin ITS 10
Staff Pengajar Teknik Mesin ITS 17
Sub proyek QUE 18
Jurnal Teknik Mesin 20
Fatem 22
Laboratorium Teknik Mesin 23
Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) 26
Opini Ketua jurusan 30
Opini Alumni 38
Teknik Mesin yang akan datang 48
Alumni S-1 Teknik Mesin ITS 52
Susunan Kepanitiaan 80
Redaktur : Ir. Julendra B. Ariatedja | Editor : Club Dimensi | Kover & Layout : Afiat Sukmaraga
0856 339 4014
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alahmdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa Jurusan Teknik
Mesin ITS telah berusia 50 tahun. Untuk itu kami mengucapkan selamat kepada seluruh
Keluarga Besar Teknik Mesin ITS, baik dosen, karyawan, mahasiswa, maupun alumninya.
Teknik Mesin merupakan satu dari dua fakultas pertama yang menjadi awal dari sejarah
pendirian ITS pada tahun 1957, dan telah meluluskan ribuan insinyur yang tersebar di
seluruh Indonesia dengan karya yang nyata bagi pembangunan bangsa. Dalam usianya
yang telah mencapai 50 tahun ini, tentunya Jurusan Teknik Mesin ITS telah mencapai
tahap kematangan sebagai institusi akademik tempat pembentukan sarjana-sarjana
teknik yang berdaya saing tinggi. Dengan sederet prestasi yang telah diukir dalam
perjalanan sejarahnya, sudah tidak diragukan lagi bahwa jurusan ini menjadi mesin
produksi insinyur dan intelektual pemimpin bangsa. Dosen, karyawan, mahasiswa
bersama-sama dengan alumninya telah memberikan yang terbaik baik bagi Jurusan
Teknik Mesin; ibaratnya batu mulia semakin digosok akan semakin berkilau.
Melalui dies natalisnya yang ke 50, tidak ada salahnya kita bersama-sama mengenang
perjalanan saat-saat ikut membesarkan dan saat-saat menuntut ilmu di Jurusan Teknik
Mesin, yang tertulis di dalam buku kenangan ini, untuk berbuat yang terbaik hari ini
dan menatap masa depan yang lebih baik lagi dengan optimis. Ada kenangan manis,
ada kenangan yang kurang menyenangkan, bahkan terkadang ada kenangan pahit.
Semankin tidak menyenangkan kenangan itu, tentunya akan semakin indah bagi alumni
untuk mengenang saat-saat menuntut ilmu di almamaternya tercinta. Dengan demikian
para alumni akan semakin bertambah erat hubungan emosional dengan almamater
tercinta. Masa depan adalah hasil dari apa yang kita kerjakan hari ini dan masa lalu.
InsyaAllah Teknik Mesin semakin bertambah maju.
Semoga Allah SWT merahmati niat baik yang digagas oleh kawan-kawan Jurusan
Teknik Mesin dengan penerbitan Buku Kenangan ini, sehingga mampu menjadi sumber
informasi yang mempererat tali silaturahmi antar alumni maupun antara alumni dengan
almamaternya. Salam sukses.
Vivat Teknik Mesin ITS.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Surabaya, 25 Oktober 2007
Prof. Ir. Priyo Suprobo, MS., PhD.
SAMBUTAN REKTOR
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) SURABAYA
r
e
k
t
o
r
@
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Hari ini, Sabtu 10 Nopember 2007, tepat lima puluh tahun Teknik Mesin sebagai sebuah jurusan
di lingkungan Fakultas Teknologi Industri ITS. Jurusan dengan usia tertua di ITS di samping
Jurusan Teknik Sipil. Oleh karena itu pantaslah bagi kita untuk merenungkan sejenak hal-hal
yang telah kita capai bersama selama 50 tahun ini, dan hal-hal yang akan kita lakukan bersama
dimasa mendatang.
Dalam lima puluh tahun ini, Jurusan Teknik Mesin telah memberikan perannya secara nyata
dan bertahap di mulai dari sebuah jurusan dengan dosen yang sebagian besar dibantu dari
luar ITS, menjadi jurusan dengan dosen seluruhnya dosen tetap, lalu di tahun 70-an secara
besar-besaran dosen Teknik Mesin di -up grade ke luar negeri dengan biaya ADB, dan di tahun
80 dan 90-an banyak dosen menerima beasiswa studi ke luar negeri sehingga di tahun 2007
ini Jurusan Teknik Mesin telah memiliki 33 dosen dengan pendidikan S2 dan 22 dosen dengan
pendidikan S3 bahkan telah memiliki 7 profesor.
Jurusan Teknik Mesin dalam kiprahnya telah berprestasi memenangkan beberapa hibah di
tingkat nasional yaitu Hibah QUE dari World Bank yang merupakan ajang kompetisi bergengsi
untuk pengakuan kualitas sebuah lembaga jurusan, dan hibah TPSDP dari Dikti, bahkan
sekarang ini berpartner dengan Jurusan Teknik Kimia juga memperoleh hibah I MHERE yang
harus dikompetisikan secara sangat ketat bersama Perguruan Tinggi ternama lainnya.
Alumni Teknik Mesin saat ini sejumlah 5607 tersebar diseantero nusantara dan dunia..
Semuanya berjuang baik secara langsung maupun tidak untuk berperan sebagai flag flyer
Teknik Mesin.
Semua ini merupakan hasil karya kita semua, mulai dari peran ketua, dosen, karyawan,
mahasiswa, alumni sampai ke elemen penunjang paling dasar.
Harapan ke depan, selain berperan aktif jurusan ini bisa mendapatkan pengakuan secara
internasional, menjadi jurusan yang berstandar dan bersertifikat internasional, dan yang
terpenting dari ini semua adalah bagaimana jurusan ini bisa lebih dapat berperan nyata dalam
peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pembentukan karakter bangsa, peningkatan roda
ekonomi dan pembangunan masyarakat. Karena itu marilah kita pusatkan perhatian kita pada
peningkatan kualitas, produktifitas, efisiensi dan disiplin para anggota jurusan.
Sebagai insan pejuang, kita tidak boleh cepat berpuas diri. Kita harus bisa melihat ke
belakang untuk menatap hari esok. Kita harus bisa menciptakan proyeksi jauh ke depan untuk
mengambil langkah-langkah tepat demi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara yang kita
cintai.
Atas nama Dekan FTI –ITS saya ucapkan “Selamat Berulang Tahun, Selamat Bekerja dalam
Keterpaduan dan Selamat Berjuang”. Manfaatkan jurusan ini sebagai wahana yang berbobot
ilmiah, berkualitas, bermakna, untuk pengabdian Saudara.
Surabaya, 10 November 2007
Prof. Dr. Ir. SULISTIJONO, DEA
SAMBUTAN DEKAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) SURABAYA
d
e
k
a
n
_
f
t
i
@
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS
5
SAMBUTAN KETUA PANITIA
PERINGATAN 50 TAHUN TEKNIK MESIN
Untuk itu dalam rangka memperingati 50 tahun Teknik Mesin
ITS, akan diselenggarakan serangkaian kegiatan sebagai
sarana untuk mewujudkan sinergitas antara alumni Teknik Mesin
dan almamaternya, mengaktualisasikan kemampuan serta
potensi yang dimiliki Teknik Mesin kepada masyarakat umum,
dan tentu saja untuk membangkitkan memori ketika masa-
masa perjuangan selama 50 tahun.
Kami menyadari bahwa penyelenggaraan kegiatan peringatan
50 tahun Tenik Mesin ITS tidak akan berlangsung dengan baik
tanpa bantuan dan dukungan dari segenap keluarga besar
Teknik Mesin ITS dan pihak lain yang berkepentingan. Oleh
karena itu panitia berharap hendaknya pada usia Teknik Mesin
yang ke-50 tahun ini akan semakin mantap berperan dalam
mewujudkan kemandirian bangsa.
Surabaya, 10 November 2007
Ir. Suharto
Jurusan Teknik Mesin ITS yang didirikan tahun 1957,
mengemban amanah mencerdaskan kehidupan bangsa,
dengan menghasilkan lulusan berkualitas yang mempunyai
kemampuan untuk beraksi sebagai agen pengembangan
industri. Dalam perjalanan selama kurun waktu 50 tahun, Teknik
Mesin ITS telah mengalami perkembangan yang pesat. Teknik
Mesin ITS dengan semboyan kebanggaan Ueber Alles, yang
berarti di atas segalanya, selalu berbuat yang terbaik demi
kepentingan bangsa.
Pada usia yang ke-50 ini, Teknik Mesin telah cukup matang
untuk menghadapi tantangan masa yang akan datang,
khususnya di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Bersama dengan BKSTM, sebuah badan kerja sama teknik
mesin dalam skala nasional, Teknik Mesin ITS tak pernah
berhenti berinovasi dalam menyiapkan model pendidikan yang
berkualitas yang sesuia dengan kebutuhan jaman.
Teknik Mesin-pun siap untuk berkontribusi lebih banyak untuk
mewujudkan kemandirian bangsa, utamanya lewat sumbangsih
di bidang teknologi dan perindustrian. Keterlibatan secara aktif
dan kontribusi pemikiran dari semua pihak, terutama melalui
sinergi antara alumni teknik mesin dengan almamaternya,
diyakini akan semakin mempermudah terwujudnya kontribusi
tersebut.
s
u
h
a
r
t
o
5
1
@
c
b
n
.
n
e
t
.
i
d
TAHUKAH ANDA ...
Bisa diramalkan...
Di tahun 2014, Mesin bisa menghasilkan 250 lulusan dalam setahun !
Sebaliknya...
Di tahun 2008, Mesin hanya menghasilkan 120 lulusan dalam setahun
(separuhnya) !.
Selama 50 tahun terjadi dua kali puncak-lembah siklus lulusan mesin
dengan periode 10 tahunan. Artinya selama sepuluh tahun jumlah lulusan
akan bersiklus antara 120 hingga 250 lulusan (per tahun).
Selama 12 tahun terakhir jumlah lulusan (kumulatif) sama dengan jumlah
lulusan selama 36 tahun permulaan. Artinya: peningkatan lulusan Mesin
yang sebanyak 2000 lulusan per 12 tahun terjadi setelah 1993.
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
4500
5000
1
9
6
5
1
9
7
0
1
9
7
4
1
9
7
8
1
9
8
2
1
9
8
6
1
9
9
0
1
9
9
4
1
9
9
8
2
0
0
2
2
0
0
6
Total
0
50
100
150
200
250
1
9
6
5
1
9
7
0
1
9
7
4
1
9
7
8
1
9
8
2
1
9
8
6
1
9
9
0
1
9
9
4
1
9
9
8
2
0
0
2
2
0
0
6
Jumlah Kumulatif Lulusan
Jumlah Lulusan Pertahun
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1954 Ide Awal PII
Dalam Konferensinya di Bogor, PII (Persatuan Insinyur Indonesia) mencuatkan
keinginan untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi teknik di Surabaya.
Keinginan ini mendorong perguruan-perguruan tinggi teknik di Bandung dan
Yogyakarta melakukan konsolidasi. Sejalan dengan itu, kira-kira 60 insinyur
-anggota PII cabang Jatim- juga berinisiatif mendirikan Akademi Pendidikan
Teknik di Surabaya.
1957 ITS Swasta 2 Jurusan
Saat PII Cabang Jawa Timur mengadakan lustrum pertama, kembali gagasan PT
di Surabaya dilontarkan. Sebagai hasilnya, dr. Angka Nitisastro, seorang dokter
umum, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur memutuskan
untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT).
Pendirian yayasan tersebut didasari alasan-alasan antara lain : • Pemanfaatan
kekayaan alam Indonesia yang melimpah belum optimal. • Kebutuhan tenaga
insinyur untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri di
dalam negeri sangat tinggi (sekitar 7000 orang). • Jumlah insinyur di dalam negri
dibanding dengan di negara maju maupun negara berkembang lainnya masih
sangat sedikit. Baru tanggal 17 Agustus 1957, secara resmi berdiri Yayasan
Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang diketuai oleh dr. Angka Nitisastro. Yayasan
KIRI
Presiden Soekarno saat
meresmikan PTT 10
Nopember Surabaya

KANAN ATAS
Rektor ITS Ir. Marseno saat
menyampaikan sambutan
pada wisuda Teknik Mesin
ke- 1.

KANAN BAWAH
dr. Angka sedang
menghadiri pergelaran
wisuda
LATAR BELAKANG
SEJARAH
Mesin ITS Lahir
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

tersebut dibentuk sebagai wadah untuk memikirkan tindakan-tindakan lebih
lanjut, dan untuk memperbincangkan sedalam-dalamnya segala konsekuensi
yang berkaitan dengan pendirian sebuah perguruan tinggi. Semua ini dalam
rangka membulatkan tekad dalam mendirikan Perguruan Tinggi Teknik di
Surabaya. Tiga bulan kemudian, tepatnya 10 Nopember 1957, YPTT berhasil
mendirikan Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya yang diresmikan
oleh presiden Ir. Soekarno. Saat itu perguruan tinggi ini hanya memiliki dua
jurusan yaitu : (1) Jurusan Teknik Sipil, dan (2) Jurusan Teknik Mesin.
1960-1961 ITS Negeri 5 Jurusan
Setelah beberapa tahun dirintis oleh tokoh-tokoh dari YPTT, Perguruan Tinggi
Teknik 10 Nopember Surabaya ini di-negeri-kan menjadi Institut Teknologi 10
Nopember Surabaya (Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
no. 9336/UU, 3 Nopember 1960). Nama ini kemudian diubah menjadi Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) (SK Menteri P & K, no. 101250/UU, 3
Desember 1960). Selain ditetapkan bahwa ITS secara formal sebagai perguruan
tinggi (SK Menteri no. 72 th. 1961), juga ditetapkan bahwa Dies Natalis ITS jatuh
pada tanggal 10 Nopember (peraturan pemerintah No. 9, 1961, per 23 Maret
1961). Setelah keputusan itu, ITS berkembang dari dua menjadi lima jurusan,
yaitu Jurusan : (1) Teknik Sipil, (2) Teknik Elektro, (3) Teknik Mesin, (4) Teknik
Perkapalan, dan (5) Teknik Kimia. Jurusan- jurusan tersebut kemudian berubah
menjadi fakultas.
1965 ITS Terpencar
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka dua fakultas baru, yaitu : (1)
Fakultas Teknik Arsitektur, dan (2) Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (SK Menteri
No. 72, 1965). Sejak saat itu, ITS mempunyai tujuh fakultas yang tersebar di
berbagai lokasi, yaitu : (a) Jl. Simpang Dukuh 11, (b) Jl. Ketabang Kali 2F, (c) Jl.
Baliwerti 119-121, dan (d) Jl. Basuki Rahmat 84, serta (e) Jl. Kalisari 84, kedua-
terakhir sebagai kantor pusat ITS.
Mengintegrasikan Laboratorium
Sampai tahun 1966 Fakultas Teknik Mesin bertempat di Jl. Kalisari 84. Praktikum diadakan
di perusahaan-perusahaan seperti di PNKA, PN BISMA, BARATA dan lain-lain.
Pada tahun 1967-1973 Fakultas Teknik Mesin ITS mendapat bantuan dari PEPELRADA
berupa tempat kuliah di Jl. Baliwerti 119 – 121. Melalui anggaran DIP & DIK yang lebih
teratur, perkuliahan dan praktikum dapat dilaksanakan di lingkungan ITS sendiri, meskipun
dengan alat-alat yang sederhana. Laboratorium yang sudah ada, waktu itu, adalah (a) Lab.
Pompa dan turbin, (b) Lab. Tekmek, (c) Metrologi, dan (d) Ruang Gambar.
è
KIRI ATAS
Kegiatan Motocross teknik
Mesin tahun 1984

KIRI BAWAH
Peluncuran roket di Granti
Pasuruan

TENGAH
Konfrontasi dengan
Malaysia, perploncoan
tahun 1963

KANAN
Diskusi keluarga Besar ITS
di Pandaan 18-20 Agustus
1973
w
w
w
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1972
Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jl. Manyar 8, sehingga ITS semakin terpencar.
Kemudian pada akhir 1975, Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru
di Jl. Cokroaminoto 12A. Demikian pula pada tahun 1973 kantor pusat ITS
pindah ke alamat yang sama. Pada tahun yang sama disusunlah rencana induk
pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai pedoman pengembangan
ITS selanjutnya. Rencana Induk Pengembangan ITS ini menarik perhatian Asian
Development Bank (ADB) yang kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar
US $ 25 juta untuk pengembangan empat fakultas, yaitu : Fakultas Teknik Sipil,
Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.
1977 ITS Sukolilo
Dana ADB tersebut sebagian digunakan untuk membangun Kampus ITS Sukolilo
Tahap I (khusus bagi empat fakultas di depan). Kampus ini sebagian diselesai
pada tahun 1981, dan diresmikan penggunaannya pada 27 Maret 1982.
1978-1986. ITS juga memperoleh dana hibah dari Pemerintah Jerman/GTZ untuk
pengembangan Fakultas Teknik Perkapalan.
1983 ITS 5 Fakultas
ITS mengalami perubahan struktur organisasi menjadi hanya 5 fakultas saja,
yaitu Fakultas : (1) Teknik Industri, (2) Teknik Perkapalan, (3) Teknik Sipil dan
Perencanaan, (4) Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan (5) Fakultas Non
Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar). Perubahan ini diberlakukan bagi
seluruh universitas atau institut (Peraturan Pemerintah No. 5 th.1980, Peraturan
Pemerintah No. 27 th.1981, dan Keputusan Presiden No. 58 th.1982).
1984-1985 ITS Laboratorium
Melalui Peningkatan Anggaran Pendidikan, bantuan ADB, serta bantuan
dan kerjasama UECF-Jepang, perkembangan ITS lebih terasa. Peralatan
laboratorium menjadi semakin lengkap, dan staf pengajar ITS berkesempatan
untuk studi lanjut.
1991 ITS 4 Fakultas
Perubahan terjadi lagi pada struktur organisasi ITS. Jumlah fakultas berubah
menjadi 4, yaitu Fakultas : (1) Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),
(2) Fakultas Teknologi Industri (FTI), (3) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
(FTSP), dan (4) Fakultas Teknologi Kelautan (FTK). Sedangkan jurusan-jurusan
yang ada di Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke fakultas-fakultas
sejenis di FTI dan FTSP. Selain itu, organisasi ITS juga bertambah oleh 2
politeknik, yaitu : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), dan Politeknik
Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
ADB untuk Laboratorium di Mesin
Pada tahun 1973 hingga 1981, dengan bantuan Asian Development
Bank (ADB), Fakultas Teknik Mesin ITS dikembangkan, yang meliputi
pembangunan gedung, laboratorium dan peralatannya.
Bantuan Studi Lanjut
Melalui bantuan yang ada, pada tahun 1984, staf pengajar Jurusan Teknik
Mesin mendapat kesempatan untuk mencapai gelar akademik yang lebih
tinggi di luar negeri.
Mesin Melebur ke FTI
Pada tahun 1983, Fakultas Teknik Mesin dilebur ke dalam Fakultas
Teknologi Industri (FTI) dan berubah menjadi Jurusan Teknik Mesin.
Jurusan Teknik Industri
Seiring dengan perkembangan keragaman kurikulum, pada tahun 1985,
Jurusan Teknik Mesin menyelenggarakan Program Studi Teknik Industri
yang akhirnya menjadi Jurusan Teknik Industri. Jurusan ini merupakan
pengembangan dari Manajemen Industri.
w
w
w
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Jurusan Teknik Material
Pada tahun 1999, berdiri program studi baru, Program Studi Teknik
Material, yang merupakan pecahan dari Bidang Studi Metalurgi. Progra ini
akhirnya menjadi Jurusan Teknik Material.
Komposisi Jurusan Teknik Mesin
Sampai saat ini, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS melingkupi Program: S1
Reguler, S1 Ekstension, Pasca Sarjana S2, Program Studi D3. Sedangkan
bidang studi S1 Teknik Mesin meliputi: (a) Konversi Energi, (b) Teknik
Produksi, (c) Desain, dan (d) Metalurgi

KIRI BAWAH
Mahasiswa angkatan
pertama di PTT 10
Nopember

KANAN BAWAH
Pemberian selamat dari
dewan penyantun pada
wisuda pertama
1994-2000 ITS Kelautan
Kembali ITS memperoleh dana pinjaman ADB sebesar US $ 47 juta untuk
pengembangan semua fakultas dengan fokus pada teknologi kelautan. Program
ini selesai pada April 2000.
2001 ITS 5 Fakultas
ITS kembali membentuk fakultas baru, yaitu Fakultas Teknologi Informasi (FTIF)
dengan 2 jurusan/program studi : Jurusan Teknik Informatika, dan Program Studi
Sistem Informasi (SK Rektor, 14 Juni 2001).
KIRI
Para anggota dewan penyantun yang
menghadiri upacara penggelaran/wisuda
sarjana teknik mesin ke-1. Jurusan teknik
pendingin Institut Teknologi 10 Nopember
Surabaya, pada tanggal 1 Juli 1965, di jalan
ketabang kali. Tampak; dr. Angka Nitisastro
(3), Jend. Basuki Rachmat (5), Laksamana
M. Sujatno (6), H. Jahja Hashim (1), Ir.
Soekandar (4)

KANAN
Pada acara yang sama, Rektor ITS, Ir.
Marseno mengucapkan sambutan. Tampak
pula Ir. Mohamad Nazarudin Saleh,
Pembantu Dekan I Fak. Teknik Mesin ITS (2),
Ir. Tjao Bian Yong, Pembantu Dekan II Fak.
Teknik Mesin ITS (3).
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Filosof
Jurusan Teknik Mesin mempunyai
semboyan kebanggaan yaitu
über Alles, yang diambil dari
Bahasa Jerman yang berarti “di
atas segalanya”. Bagi masyarakat
Mesin bermakna rasa kebanggaan
sebagai anggota keluarga besar Teknik Mesin . Dan akan selalu
berbuat yang terbaik dan menjadi yang terbaik demi menjunjung
tinggi nama Teknik Mesin. Lambang Teknik Mesin ITS sangat
khas dan unik yaitu huruf M - rotari berwarna merah yang tidak
terputus dan bila huruf tersebut diputar 180 derajat akan tetap
terbaca M. Lambang tersebut menggambarkan suatu dinamika
yang berkesinambungan dan berlanjut, dan warna merah
darah merupakan bukti bahwa masyarakat Mesin mempunyai
keberanian yang tinggi dalam berkarya. Dan menghadapi
tantangan serta perasaan sedarah, sebagai keluarga besar
Teknik Mesin ITS.
Misi Dasar
“Menghasilkan lulusan dengan kualitas tinggi yang mempunyai
kemampuan untuk beraksi sebagai agen pengembangan
industri dengan pengoptimalan dan perbaikan sistem
pendidikan dan manajemen”
How to Get The Mission ?
Jurusan Teknik Mesin ITS bertekad untuk memperkuat sumber
daya manusianya. Sumber daya manusia memberikan
kecerdasan institusi dan menentukan reputasi serta tenaga
hidup bagi institusi. Keterlibatan dan kerja tim adalah faktor nilai
manusia yang penting untuk jurusan. Jurusan Teknik Mesin ITS
bertekad untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi
melalui kegiatan laboratorium yang intensif dan dari pengalaman
industri.
PROFIL
TEKNIK MESIN
Jurusan Teknik mesin ITS bertekad untuk secara kontinyu
memperbaiki program sarjana S1, melalui : • Komunikasi yang
terus-menerus dengan sekolah – sekolah lain, pusat-pusat
penelitian dan pihak industri. • Bekerjasama secara interaktif
dengan para praktisi di lapangan dan berhubungan dengan
asosiasi tenaga profesional. • Pengoptimalan penggunaan
sumber daya di Jurusan seperti para staf akademik, staf
administrasi, fasilitas, dana, dan mahasiswa yang masuk. •
Jurusan Teknik Mesin ITS bertekad untuk memajukan pusat
penelitian penopangnya untuk meyakinkan, mempromosikan,
dan memberikan kesempatan bagi pihak industri dan lembaga-
lembaga lain untuk membentuk mata rantai dan mengikat
diri dalam hubungan aktifitas keilmuan dan bisnis. • Jurusan
Teknik Mesin ITS bertekad untuk melaksnakan program
yang berkualitas dan mencapai kemajuan di lapangan ilmu
pengetahuan, budaya dan kesejahteraan sosial.
Tujuan Pendidikan
(A) Menguasai ilmu pengetahuan dasar dari prinsip – prinsip
keilmuan. (B) Memahami metode – metode teknik dan
kompetisinya dalam aplikasi,menyangkut :
(1) Pengetahuan terhadap faktor-faktor interaksi dalam proses
dan sistem. (2) Kemampuan untuk mengaplikasikan prinsip-
prinsip dasar terhadap situasi baru. (3) Keahlian dalam
membuat prakiraan dan dalam memilih pendekatan terhadap
permasalahan. (4) Kemampuan untuk membuat penilaian teknik
yang berintuisi. (5) Memiliki kemampuan berfikir yang panjang
dan keaslian dalam merencanakan suatu peralatan bagi suatu
tujuan yang telah ditentukan. (6) Pemahaman akan elemen
biaya dan kemampuan untuk berurusan dengan hal tersebut
sama cakapnya dengan faktor – faktor teknologi. (C) Mampu
untuk memilih keputusan penting dalam masalah teknik dan
mempresentasikan dengan jelas dan tepat. (D) Tertarik secara
terus – menerus dalam pengembangan profesi yang lebih
jauh. (E) Mampu untuk menghadapi perubahan teknologi yang
cepat, saat ia harus belajar lagi fakta – fakta bahkan prinsip
secara cepat dan efektif. (F) Pengenalan terhadap perubahan
kebutuhan masyarakat di negeri kita. (G) Pengertian bahwa
pendidikan teknik adalah disiplin ilmu seumur hidup. (H) Kualitas
kewirausahaan.
w
w
w
.
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Tahap Persiapan
semua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin wajib mengambil
mata kuliah - mata kuliah yang sama sebanyak 36 SKS, yang
dijadwalkan dalam 2 (dua) semester.
Tahap Sarjana
semua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin wajib mengambil
mata kuliah - mata kuliah yang sama sebanyak 108 SKS, yang
dijadwalkan dalam 6 (enam) semester diantaranya terdiri dari
22 SKS kelompok mata kuliah keahlian, laboratorium keahlian
dan tugas akhir dari bidang studi yang dipilih
Tujuan program pendidikan S-1 Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS
adalah membentuk Sarjana Teknik yang menguasai dasar-
dasar (basic) dari hakekat ilmu teknik pemesinan secara
umum maupun secara khusus. Membentuk kemampuan
berfikir secara kreatif dan kritis sehingga mereka mampu
belajar terus menerus secara mandiri untuk selalu dapat
mengikuti perkembangan bidang keahlian tersebut dalam
rangka menumbuhkan daya adaptasi yang besar terhadap
tuntutan lingkungannya.
Program pendidikan S-1 sebanyak 144 SKS yang dijadwalkan
dalam 8 (delapan) semester, terdiri dari dua tahap yaitu :
Bidang Studi meliputi :
1. Konversi Energi
2. Desain
3. Teknik Manufaktur
4. Metalurgi
S-1 Teknik Mesin ITS
Kurikulum yang Dipakai
Kurikulum yang disusun dengan maksud untuk menunjang
tercapainya tujuan penyelenggaraan Program Pendidikan S-2
(Magister) dibagi menjadi 4 semester. Untuk menyelesaikan
Program Studi Pendidikan S-2, mahasiswa harus
menyelesaikan sekurang-kurangnya 40 SKS yang terdiri
atas mata kuliah wajib, mata kuliah pilihan dan pembuatan
tesis Setiap semester mahasiswa dapat mengambil
beban sebanyak-banyaknya 12 SKS. Mahasiswa yang
tidak dapat menyelesaikan pendidikannya dalam waktu 4
semester akan diberhentikan masa studinya, kecuali bila
terdapat perpanjangan masa studi oleh Direktur Program
Pascasarjana berdasarkan pertimbangan khusus dengan
masa perpanjangan maksimal 6 (enam) semester.
Pembagian Tugas dan Tangung Jawab
Ketua Jurusan Teknik Mesin
Mengkoordinir seluruh kegiatan program pascasarjana Teknik
Mesin.
Ketua Program Studi
(Dr.Ing. I Made Londen Batan, MEng)
Sebagai koordinator dan penanggung jawab atas kegiatan
program studi serta bertangggungjawab kepada Direktur
Program Pascasarjana ITS.
Sejak tahun ajaran 1993/1994 FTI - ITS dengan SK Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor : 107,109,110/DIKTI/
Kep/1993.Semangat peningkatan sumber daya manusia
melandasi keinginan untuk ikut berperan aktif didalam
program pendidikan magister, khususnya bagi individu-
individu yang memilik karir dalam bidang teknik mesin,
mengingat era pertumbuhan industri dan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin mebutuhkan
tenaga teknik mesin/industri yang berkualifikasi diatas sarjana
Program Studi sebagai berikut :
1. Sistem Manufaktur
2. Rekayasa Konversi Energi
3. Desain Sistem Mekanikal.
Tujuan Program Studi
Program Pendidikan S-2 (Magister) Program Studi Teknik
Mesin bertujuan untuk menghasilkan tenaga akademik dan
tenaga profesional yang mempunyai latar belakang Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi yang kuat dengan kemampuan
analisis yang tajam. Lulusan Program Pendidikan
Pascasarjana (Magister) diharapkan mempunyai kemampuan
yang lebih saintifik pada bidang keahliannya, dalam
profesinya, untuk pendidikan lanjut, maupun untuk penelitian
dan pengembangan. Program Pendidikan S-2 dimaksudkan
juga sebagai persiapan untuk mengikuti Program S-3 apabila
kesempatan kearah itu ada.
S-2 Teknik Mesin ITS
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Pembagian Tugas dan Tangung Jawab
Ketua Jurusan Teknik Mesin
Mengkoordinir seluruh kegiatan program D3 Teknik Mesin.
Ketua Program Studi
(Ir Hari Subiyantom.MSc)
Sebagai koordinator dan penanggung jawab atas kegiatan
program studi D3 Mesin
Sekretaris Program Studi
(Ir. Subowo, MT)
Membantu jalannya proses kegiatan administrasi proses
belajar-mengajar dan bertanggungjawab kepada Kaprodi.
Program pendidikan D-3 Jurusan Teknik Mesin FTI - ITS
mengutamakan kemampuan penerapan ilmu pengetahuan,
oleh karena itu proporsi pengajaran yang bersifat teori
berkisar antara (40 - 50 % ) dan praktek atau ketrampilan
berkisar antara ( 50 - 60 % )
Pada program pendidikan D-3 mempunyai beban studi
sebanyak 110 SKS yang dijadwalkan dalam 6 (enam)
semester, terdiri dari dua tahap yaitu :
1. Tahap Persiapan
Semua mahasiswa Diploma 3 Jurusan Teknik Mesin wajib
mengambil mata kuliah - mata kuliah yang sama sebanyak
36 SKS, yang dijadwalkan dalam 2 (dua) semester.
2. Tahap Diploma 3
Semua mahasiswa Diploma 3 Jurusan Teknik Mesin
wajib mengambil mata kuliah - mata kuliah yang sama
sebanyak 74 SKS, yang dijadwalkan dalam 4(empat)
semester diantaranya terdiri dari 9 SKS kelompok mata
kuliah keahlian bidang yang dipilihnya yaitu Bidang Studi
Manufakturing atau Bidang Studi Mekanik Konversi Enersi.
Bidang Studi
1. Bidang Studi Mekanik Konversi Energi
Di bidang ini, mahasiswa mempelajari materi bidang
keahlian, antara lain : motor diesel, motor bensin, pompa,
kompresor, pendingin, ketel uap, turbin, plumbing, kontrol
otomatis, pesawat pengangkat dan alat -alat berat.
2.Bidang Studi Manufaktur dan Bahan.
Mahasiswa mempelajari materi bidang keahlia, antara
lain : pembentukan dengan perautan (metal cutting),
pembentukan tanpa perautan (metal forming), Teknik
Las, Sistem Manufakturing dan Materi pilihan Teknik Cor,
komposit, pembentukan plat atau Jig and Fixture.
Diploma 3 (D-3) Teknik Mesin ITS
Sebagai koordinator dan penanggung jawab atas bidang
keahlian masing-masing, melaksanakan kegiatan perkuliahan
serta evaluasi dan bertanggung jawab kepada Kaprodi.
KONTAK
Fax & Telp. 031-5938773
Email : pps_mesin@me.its.ac.id ;
y_kaelani@yahoo.com
Sekretaris Program Studi
(Ir. Yusuf Kaelani, MSc.E)
Membantu jalanya proses kegiatan administrasi proses
belajar-mengajar dan bertanggungjawab kepada Kaprodi.
Kepala Bidang Keahlian
Bidang Keahlian Rekayasa Perancangan dan Manufaktur
(Dr.Ir. Wajan Berata,DEA)
Bidang Keahlian Konversi Energi (Dr.Ir. Prabowo)
Bidang Keahlian Desain Sistem mekanikal (Ir. Sudiyono
Kromodihardjo, MSc.PhD)
TAHUKAH ANDA ...
Luas ITS = 150 Lapangan Sepak Bola
= ½ Bandara Juanda
Kampus ITS Sukolilo menempati areal
seluas 180 hektar dengan luas bangunan
seluruhnya kurang lebih 150.000 m2.
Selain itu terdapat Kampus Manyar yang
dipergunakan oleh Program D3 Teknik
Sipil dengan luas bangunan 5.176 m2
dan Kampus ITS Cokroaminoto yang
dipergunakan untuk magister manejemen
serta beberapa lembaga kerjasama dengan
luas bangunan 4.000 m2.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

b. Tahap Sarjana
semua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin wajib mengambil
mata kuliah - mata kuliah yang sama sebanyak 37 SKS,
yang dijadwalkan dalam 3 (tiga) semester diantaranya
terdiri dari 18 SKS kelompok mata kuliah keahlian,
laboratorium keahlian dan tugas akhir dari bidang studi
yang dipilih
Pembagian Tugas dan Tangung Jawab
Ketua Jurusan Teknik Mesin
Mengkoordinir seluruh kegiatan program Ekstensi.
Ketua Program Studi
(Ir. J. L u b i)
Sebagai koordinator dan penanggung jawab atas kegiatan
program studi Ekstensi
Pada dasar Program EKSTENSI ini dibentuk adalah sama
dengan S1 Regular hanya saja Pembiayaan di lakukan
SWADANA MAHASISWA dan untuk mereka yang tidak
mempunyai waktu dipagi hari /bekerja
Tujuan program pendidikan Ekstensi S-1 Jurusan Teknik
Mesin FTI - ITS adalah memberikan kesempatan bagi
masyarakat khususnya pegawai negri/swasta untuk
memperoleh pendidikan lanjut dengan menggunakan fsilitas
belajar yang masih terakomodasi dan juga membentuk
Sarjana Teknik yang menguasai dasar-dasar (basic) dari
hakekat ilmu teknik pemesinan secara umum maupun secara
khusus. Membentuk kemampuan berfikir secara kreatif dan
kritis sehingga mereka mampu belajar terus menerus secara
mandiri untuk selalu dapat mengikuti perkembangan bidang
keahlian tersebut dalam rangka menumbuhkan daya adaptasi
yang besar terhadap tuntutan lingkungannya.
Program pendidikan S-1 yang berasal dari SMU dengan
beban sebanyak 144 SKS yang dijadwalkan dalam 8
(delapan) semester, terdiri dari dua tahap yaitu :
a. Tahap Persiapan
semua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin wajib mengambil
mata kuliah - mata kuliah yang sama sebanyak 36 SKS,
yang dijadwalkan dalam 2 (dua) semester.
b. Tahap Sarjana
semua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin wajib mengambil
mata kuliah - mata kuliah yang sama sebanyak 108 SKS,
yang dijadwalkan dalam 6 (enam) semester diantaranya
terdiri dari 22 SKS kelompok mata kuliah keahlian,
laboratorium keahlian dan tugas akhir dari bidang studi
yang dipilih
Program pendidikan S-1 LINTAS JALUR yang berasal dari
diploma dengan beban sebanyak 73 SKS yang dijadwalkan
dalam 5 (lima) semester, terdiri dari dua tahap yaitu :
a. Tahap Matrikulasi
semua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin wajib mengambil
mata kuliah - mata kuliah yang sama sebanyak 36 SKS,
yang dijadwalkan dalam 2 (dua) semester.
Ekstensi (S-1) Teknik Mesin ITS
TAHUKAH ANDA ...
Kapasitas Akademik
Sampai tahun 2003, ITS memiliki 5 Fakultas
dengan 4 Program Doktoral, 12 Program
Magister, 22 jurusan/program studi
tingkat sarjana (10 jurusan diantaranya
juga menyelenggarakan program
ekstensi S-1 atau lintas jalur), 6 Program
Studi D-3 (5 program diantaranya juga
menyelenggarakan program ekstensi D-
3), 2 Program Studi D-4 dan 2 Politeknik
dengan 8 Program Studi (seluruhnya juga
menyelenggarakan program ekstensi).
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Pimpinan-Pimpinan Jurusan/Fakultas
Teknik Mesin ITS
1973 - 1977
Dekan : Dipl.Ing. Hariono S
Pembantu Dekan I : Ir. R. Djati Nursuhud
Pembantu Dekan II : Ir. Moch. Bachrie
Pembantu Dekan III : Ir. I Made A. Djoni
1977 - 1979 ITS Sukolilo
Dekan : Ir. R. Djati Nursuhud 
Pembantu Dekan I : Ir. Musaikan
Pembantu Dekan II : Ir. Soewandi
Pembantu Dekan III : Hardjono, MSc
1979 - 1985
Dekan : Ir. Moch. Bachrie
Pembantu Dekan I : Ir. A.Aziz Bajabir, BE
Pembantu Dekan II : Ir. Wahid Suherman
Pembantu Dekan III : Hardjono, MSc
1985 - 1987 ITS Lab.
Ketua Jurusan : Ir. I.M.A. Djoni, MSc 
Sekretaris Jurusan : Ir. Sritomo W., MSc
1987 - 1990
Ketua Jurusan : Ir. I.M.A. Djoni, MSc
Sekretaris Jurusan : Ir. Sritomo W., MSc
1960 - 1963
Dekan : Ir. Moelyani
1963 - 1965 ITS Terpencar
Dekan : Ir. R.A.M. Husni
Pembantu Dekan I : Ir. M.N. Saleh
Pembantu Dekan II : Ir. Soekiman
Pembantu Dekan III : Ir. Soerojo
1965 - 1967
Dekan : Ir. Djoko Sutiarjo
Pembantu Dekan I : Ir. M.N. Saleh
Pembantu Dekan II : Ir. Soekiman
Pembantu Dekan III : Ir. Soerojo
1967 - 1969
Dekan : Ir. Soetion Ardjanggi
Pembantu Dekan I : Dipl.Ing. Hariono S
Pembantu Dekan II : Ir. Oei Giok Bing
Pembantu Dekan III : Ir. M.N. Saleh
1969 - 1973
Dekan : Dipl.Ing. Hariono S
Pembantu Dekan I : Dipl.Ing. S. Wijaya
Pembantu Dekan II : Ir. R. Djati Nursuhud
Pembantu Dekan III : Ir. Djajadi Rachmad
1990 - 1993 ITS 4 Fak.
Ketua Jurusan : Ir. A.Aziz Badjabir, BE
Sekretaris Jurusan : Ir. Yunarko Triwinarno
1993 - 1996 ITS Kelautan
Ketua Jurusan : Dr.Ir. Djatmiko Icsani, MSc
Sekretaris Jurusan : Ir. Yunarko Triwinarno
1996 - 1999
Ketua Jurusan : Dr.Ir. Triyogi Yuwono, DEA
Sekretaris Jurusan : Dr.Ir. Sulistiyono, DEA
1999 - 2003 ITS 5 Fak.
Ketua Jurusan : Dr.Ir. Triyogi Yuwono, DEA
Sekretaris Jurusan : Ir. Sudjud Darsopus-
pito, MT
2003 - 2007
Ketua Jurusan : Dr.Ing. Herman Sasongko
Sekretaris Jurusan : Ir. Sudjud Darsopus-
pito, MT
2007 - 2011
Ketua Jurusan : Dr.Ing. Herman Sasongko
Sekretaris Jurusan I : Dr. Ir. Sutardi, M.Eng
Sekretaris Jurusan II : Ir. Witantyo, MEngSc
graduate dengan IP tinggi yang besar.
Dari data-data Policy Study yaitu lewat program yang bertema
“Tracer Study Alumni Jurusan Teknik Mesin” yang dilakukan
sejak tahun 1999, maka waktu tunggu lulusan teknik mesin
untuk bekerja sebagian besar adalah sekitar 3 bulan. Hal ini
berarti, bahwa Kurikulum serta Silabus Jurusan Teknik Mesin
sesuai dengan kebutuhan industri atau pasar. Walaupun
demikian, Jurusan Teknik Mesin masih perlu melakukan
perbaikan kurikulum, seperti menambah materi Bahasa Inggris
dan Manajemen, sehingga waktu tunggu lulusan teknik mesin
dapat dipersingkat dan penyerapan tenaga lulusan makin
besar. Sesuai dengan hasil tracer study diatas beberapa soft
skills yang perlu ditambahkan diluar kurikuler adalah masalah
Manajemen serta Bahasa Inggris. Disamping prestasi-
prestasi di atas Jurusan Teknik Mesin setiap tahun akademik
mengumumkan Mahasiswa Berprestasi Terbaik.
Pada Tahun 1997, Jurusan Teknik Mesin ITS berhasil mendapat
predikat Jurusan Teknik Mesin terbaik se Indonesia, hal ini
berdasarkan hasil penilaian BAN (Badan Akreditasi Nasional)
yang menyatakan bahwa Teknik Mesin ITS berada pada grade A
dengan skor 642,7.
Disamping itu sejak tahun 1999 Jurusan Teknik Mesin
mendapat dana bantuan World Bank untuk menjalankan
proyek QUE (Quality for Undergraduate Education) selama
5 tahun. Demikian juga prestasi yang serupa juga diperoleh
oleh program studi D3 mesin, yaitu TPSDP (Technological and
Professional Skills Development Sector Project - Batch I). Project
ini dijadwalkan pelaksanaannya mulai Oktober 2001 selama 4
tahun dan didanai oleh Dirjen Dikti dengan bantuan ADB.
Prestasi tersebut ditunjang oleh adanya sarana dan prasarana
yang lengkap, seperti : Textbook dengan standar Internasional,
Rasio dosen lulusan Luar negeri yang tinggi, Kurikulum standar
Internasional, Peralatan dan mesin-mesin laboratorium yang
lengkap, Fasilitas mahasiswa yang memadai, Rasio fresh
Prestasi
b
l
o
g
e
r

:

m
e
s
i
n
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m
 : beropini




PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Pengurus Jurusan Periode 2007 - 2011
Ketua Jurusan : Dr. Ing. Herman Sasongko
Sekretaris Jurusan I : Dr. Ir. Sutardi, M.Eng
Sekretaris Jurusan II : Ir. Witantyo, MEngSc.
Koordinator Program S2 :
Dr.Ing. Ir.I. Made Londen Batan, Meng.
Sekretaris Program S2 :
Ir. Yusuf Kaelani, MSc.E
Ketua Bidang Kerjasama & Pengembangan :
Ir. Sudiyono Kromodihardjo, MSc.PhD
Ketua Bidang Teknologi Energi : Dr. Ir. Prabowo, ME
Ketua Bidang Teknologi Rekayasa Perancangan Manu-
faktur : Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA
Koordinator Program D3 : Ir. Hari Subiyanto, MSc
Sekretaris Program D3 : Ir. Subowo, MSc.
Koordinator Program Ekstensi : Ir. Atok Setiyawan, M.Eng.Sc
Koord.Bidang Studi Konversi Energi : Dr. Ir. Prabowo, ME
Koord.Bidang Studi Desain : Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA
Koord.Bidang Studi Teknik Manufaktur :
Ir. Witantyo, M.Eng.ScE
Koord.Bidang Studi Metalurgi : Dr. Ir. HC Kis Agustin, DE
Ka.Lab. Bahan Bakar & Motor Pembakaran Dalam :
Dr. Ir.Djoko Sungkono Kawano, M.Eng.Sc
Ka.Lab. Mekanika & Mesin Fluida : Ir. Sutardi, MSc. PhD
Ka.Lab. Perpindahan Panas & Termodinamika Terapan :
Dr.Ir. Djatmiko Ichsani,M.Eng.Sc
Ka.Lab. Mekanika Benda Padat :
Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA
Ka.Lab. Vibrasi & Sistem Dinamis :
Ir. Bambang Daryanto W.MSME, Ph.D
Ka.Lab. Automotive : Prof. Ir. I. Nyoman Sutantra, MSc.Ph,.D
Ka.Lab. Instrumen & Sistem Kendali :
Ir. Yusuf Kaelani, MSc.E
Ka.Lab. Metalurgi : Dr. Ir. Wajan Berata, DEA
Ka.Lab. Mesin Perkakas & Vibrasi :
Dr. Ing.Ir. Suhardjono, MSc
Ka.Lab. Proses Manufaktur : Hardjono, MSc
Ka.Lab. Metrologi & Kalibrasi Dimensi :
Ir. Achmad Mulyana
Ka.Lab. CNC : Ir. Bambang Adhi Marsono
Ka.Lab. Permesinan Industri : Ir. Sampurno
Ka.Lab. Sisetm Manufaktur & Otomasi Industri :
Ir. Sudijono Kromodihardjo, MSc,PhD
Ka.Lab. Mekatronik : Ir. Suwarmin, PE
Kasie Pengajaran & Konseling : Ir. Ari Joewono
Kasie Sistem Informasi Akademik : Nur Ikhwan, ST, MEng
Kasie Seminar dan Tugas Akhir :
Ir. Bambang Adhi Marsono.
Kasie Kerja Praktek : Ir. Lubi
Kasie Perencanaan Elemen Mesin : Ir. Abdul Aziz Achmad
Kasie Ruang Baca : Arief Wahyudi, ST, MT
Kasie Komputasi : Sutikno, ST.
Kasie Studio Gambar : Wiwiek Hendrowati, ST, MT.
Kasie Pembina Asisten : Ir. Astu Pujanarsa, MT.
Tim Konsultasi Kemahasiswaan (TKK) :
Wawan Aries Widodo, ST, MT
b
l
o
g
e
r

:

w
w
w
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
/
i
t
s
m
e
s
i
n
TAHUKAH ANDA ...
Staf Pendukung
Mempunyai staf pengajar sebanyak 1012
orang yang terdiri dari 28 orang profesor,
133 orang doktor,434 orang master dan
lainnya sarjana lulusan perguruan tinggi
terkemuka di luar dan dalam negeri serta
profesional di bidangnya, menjadikan ITS
sebagai sumber acuan perguruan tinggi
lain di kawasan Indonesia Timur.
Staf non akademik berjumlah 1101 orang
yang tersebar pada berbagai bagian
administrasi mulai dari rektorat sampai
jurusan-jurusan, selain ada yang bertugas
di laboratorium-laboratorium.
dosen
dosen
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

No. NAMA
1 Prof. Ir. DJATI NURSUHUD, MSME
2 Prof. Dr. Ir. I MADE ARYA DJONI, MSc
3 HARDJONO, MSc.
4 Prof. Dr. Ir. H. DJOKO SUNGKONO, M.Eng.Sc.
5 Ir. ARI JOEWONO
6 Ir. SUPRAPTI
7 Ir. ACHMAD MULYANA
8 Ir. EDDY H. TJOKROWISASTRO, ME
9 Ir. KADARISMAN
10 Ir. BOBBY OEDY PRAMUDYO, MSc,PhD
11 Ir. BAMBANG DARYANTO, MSME.PhD
12 Prof. Ir. I NYOMAN SUTANTRA, MSc.PhD
13 Ir. SUDIJONO KROMODIHARDJO, MSc.PhD.
14 Ir. YUNARKO TRIWINARNO, MT
15 Ir. J. L U B I
16 Dr. Ir. ABDULLAH SHAHAB, MSc
17 Ir. SUDJUD DARSOPUSPITO, MT
18 Prof. Dr. Ir. DJATMIKO ICHSANI, M.Eng
19 Ir. BAMBANG ADHI MARSONO
20 Ir. WYAKTI MAHANDANI
21 Ir. ABDUL AZIS ACHMAD
22 Ir. BUDI UTOMO KUKUH WIDODO, ME
23 Dr. Ir. S U H A R T O, DEA
24 Dr. Ir. WAJAN BERATA, DEA
25 Dr. Ing. I MADE LONDEN BATAN, ME
26 Dr. Ing. HERMAN SASONGKO
27 Prof. Dr. Ir. TRIYOGI YUWONO, DEA
28 Ir. S U W A R M I N, PE
29 Dr. Eng. PRABOWO, M.Eng.
30 Ir. W I T A N T Y O, M.Eng.Sc
31 Dr. Ir. H.C. KIS AGUSTIN, DEA
32 Ir. ATOK SETIAWAN, M.Eng.Sc
33 Ir. SAMPURNO, MT
34 Ir. YUSUF KAELANI, MSc.E
35 Dr. Ing. SUHARDJONO, MSc.
36 Dr. Ir. SUTARDI, M.Eng.
37 Dr. Ir. AGUS SIGIT PRAMONO, DEA
38 Ir. BAMBANG PRAMUJATI, MSc. PhD.
39 PANDE PUTU GDE HARTANA, ST
40 NUR IKHWAN, ST, M.Eng.
41 Dr. Ir. M. NUR YUNIARTO
No NAMA
42 Ir. JULENDRA BAMBANG ARIATEDJA, MT
43 WAWAN ARIES WIDODO, ST, MT
44 BAMBANG SUDARMANTA, ST, MT
45 WIWIEK HENDROWATI, ST, MT
46 Dr.Eng HARUS LAKSANA GUNTUR, ST. M.Eng
47 ARY BACHTIAR K.P., ST, MT
48 SUTIKNO, ST, MT
49 ARIF WAHYUDI, ST, MT
50 UNGGUL WASIWITONO, ST, MEngSc.
51 HENDRO NURHADI, DIPL. ING.
52 BAMBANG ARIP DWIYANTORO, ST
53 Ir. ASTU PUJANARSA, MT
54 VIVIEN SUPHANDANI, ST, MEngSc
55 FAHMI MUBAROK, ST
56 SUWARNO, ST
57 ACHMAD SYAIFUDIN, ST
58 INDRA SIDHARTA, ST
59 ALIEF WIKARTA, ST
60 IS BUNYAMIN, ST
61 WAHYU WIJANARKO, ST
62 YOHANNES, ST
63 MOH. KHOIRUL EFFENDI, ST
64 Ir. SRI BANGUN SETYOWATI, MT
65 Ir. SUGIJANTONO
66 Ir. JOKO SARSETIYANTO, MT
67 Ir. SYAMSUL HADI, MT
68 Ir. EDDY WIDIYONO, MSc
69 Ir. NUR HUSODO, M S
70 Ir. S U B O W O, MSc.
71 Ir. ARINO ANZIP, M.Eng.Sc
72 Ir. DENNY M.E. SOEDJONO, MT
73 Ir. HARI SUBIYANTO, MSc
74 Ir. W I N A R T O, DEA
75 Ir. H. MAHIRUL MURSID, MSc
76 Ir. SUHARIYANTO, MT
77 Dr. Ir. BAMBANG SAMPURNO, MT
78 Ir. BUDI LUWAR SANYOTO, MT
79 Dr. Ir. HERU MIRMANTO, MT
80 DEDDY N ZULHIDAYAT, ST, MT
81 GIRI NUGROHO, ST
82 LISA RUSDIYANA, ST
Staf Pengajar Teknik Mesin ITS
m
i
l
i
s
t

:

d
o
s
-
m
i
t
s
@
y
a
h
o
o
g
r
o
u
p
s
.
c
o
m
m
i
l
i
s
t

:

d
3
m
i
t
s
@
y
a
h
o
o
g
r
o
u
p
s
.
c
o
m
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Suksesnya Proyek QUE yang sangat prestisius ini tentunya
sangat tergantung pada kita semua, dosen, karyawan dan
terutama mahasiswa. Hal ini dapat ditekankan lagi “Mahasiswa”,
karena produk yang akan diukur kualitasnya nanti adalah lulusan
teknik mesin, yang saat ini sedang jadi mahasiswa. Sama sekali
tidak seperti pabrik barang logam, dalam proses pendidikan,
mahasiswa adalah obyek dan sekaligus subyek, jadi harus
berfungsi aktif. Einstein pun tidak dapat memintarkan muridnya
yang pasif atau tertidur. Sebaliknya dalam kisah Baratayudha,
satria Palgunadi menjadi pemanah hebat karena latihan sendiri
didepan patung guru yang terkenal, yaitu Resi Durna. Jadi salah
satu kunci utama untuk kesuksesan proyek ini adalah aktifnya
mahasiswa dalam memburu ilmu dan pengembangan pribadi.
Pengalaman dan data di luar negeri yang pola pendidikannya
sudah maju juga menunjukkan hal yang demikian, mahasiswa
sangat aktif belajar.
Yes, We Did It !
Jurusan/Proyek tentunya akan semampu mungkin memfasilitasi
dan merangsang supaya proses belajar mengajar di Jurusan
kita ini berlangsung dengan bagus seperti di luar negeri.
Fasilitas pendidikan diperbaiki, antara lain : Perpustakaan
jurusan akan sudah nyaman, buku-buku dan journal baru sudah
tersedia ( lebih dari 300 judul buku baru lho dan 12 jurnal),
semua kelas berAC supaya mahasiswa betah belajar, wahana
rekreasi dilengkapi (perangkat musik), laboratorium dilengkapi,
kursus Inggris gratis, internet disediakan. Tapi itu semua harus
dibarengi dengan motivasi subyek mahasiswa untuk aktif belajar
keras mengejar ilmu.
Beberapa program yang berhasil dalam QUE :
• Kurikulum baru. • Remedi program untuk meningkatkan
IP yang masih bisa di-upgrade. • Diadakannya semester
pendek untuk memberi kesempatan mahasiswa berprestasi.
• Berdirinya club-club aktifitas mahasiswa (Club English, Club
Computer, Club musik, Dimensi, Bengkel, Auto-motif dll). •
Internet untuk mahasiswa, dosen dan laboratorium. • Renovasi
perbaikan kelas, perpustakaan, ruang seminar. • Kursus Inggris
gratis untuk mahasiswa teknik mesin. • Perangkat musik untuk
rekreasi, mahasiswa M-Band. • Pelaksanaan kursus extra
kurikuler : AutoCad, Internet dan program lain. • Penambahan
kapasitas komputer. • Penghargaan kemahasiswa berprestasi-
akademik.
Officer Pelaksana Proyek QUE:
• Ketua LPCU: Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA. • Sekretaris
Jurusan: Ir. Sudjud Darsopuspito, MT. • Direktur Eksekutif: Ir.
Sudiyono Kromodihardjo, MSc,PhD. • Sekretaris Akademik:
Ir. Budi Utomo Kukuh Widodo, ME. • Procurement Officer : Ir.
Witantyo, M.Eng.Sc. • Staff Development Officer: Dr. Ir. Wajan
Beyond National Quality
Proyek Quality for Under-graduate Education (QUE) sudah
berjalan selama tiga tahun. Kontrak ditandatangani bulan Maret
1999 dan dana mulai mengucur awal April tahun itu juga. QUE
adalah proyek peningkatan kualitas jurusan yang didanai dari
pinjaman Bank Dunia. Dari seluruh program studi di Indonesia,
saat itu ada 46 program studi (jurusan) yang menang kompetisi
yang berarti dinilai baik, kuat dan dipercaya untuk menjalankan
proyek QUE dan dibiayai dengan dana sebesar $1,8 juta dollar
selama lima tahun. Untuk ukuran sebuah program studi, uang
senilai itu adalah sangat besar. QUE sendiri merupakan proyek
yang punya tujuan ideal, yaitu “meningkatkan kualitas program
studi sehingga menghasilkan lulusan yang setara dengan luar
negeri, atau istilahnya, lulusan program studi tersebut harus
berkualitas beyond national quality, berarti harus berkelas
international ”.
Untuk menghasilkan lulusan yang ideal tadi, tentunya Proyek
QUE harus punya program-program yang diharapkan dapat
menjamin bahwa pendidikan di Jurusan Teknik Mesin dapat
menghasilkan lulusan yang berkualitas beyond national
quality. Kalau dikelompokkan, maka program-program QUE
kita ditujukan untuk mencapai beberapa sasaran, yaitu : (i)
Peningkatan atmosfer akademis, (ii) Peningkatan program
pendidikan kita dengan kebutuhan ilmu mesin di lapangan kerja,
(iii) Manegement yang baik, (iv) Keberlanjutan program dan (v)
Peningkatan efisiensi.
Paradigma sasaran umum tadi diterjemahkan dalam program-
program QUE yang semua sudah dijalankan sejak 1999. Dilihat
dari semua sisi, proyek ini tidak akan merugikan siapapun,
bahkan akan menguntungkan siapa saja yang terkait, terutama
jurusan kita. Dari sisi mahasiswa akan nampak sangat
menguntungkan dengan melihat beberapa potong indikator
ukuran suksesnya program-program di QUE. Beberapa
indikator penting suksesnya QUE antara lain: (a) penguasaan
ilmu mahasiswa yang tinggi dengan ditunjukkan dengan
tingginya nilai (IP) dan ujian materi engineering (GRE - standart
dunia), (b) masa studi yang tepat waktu, (c) cepatnya lulusan
dapat kerja mandiri atau dapat pekerjaan, (d) kemampuan
menguasai kuncinya ilmu dan komunikasi yaitu bahasa inggris,
dan (e) efisiensi output-input yang ditunjukkan dengan kecilnya
mahasiswa yang drop-out.
Dengan mengibaratkan pendidikan teknik mesin kita ini sebagai
suatu proses pada industri, yaitu mentransformasi bahan
mentah (calon mahasiswa) menjadi produk jadi (lulusan), maka
ukuran suksesnya program akan dilihat dan diukur dari kualitas
output, yaitu kualitas lulusan sarjana dengan ciri-ciri di atas.
Sub Proyek QUE
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Berata, DEA. • Cooperation Improvement Officer: Dr. -Ing. Ir.
I Made Londen Batan, M.Eng. • Academic Planning & Control
Officer: Dr. -Ing. Ir. Herman Sasongko. • Administration Officer:
Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA. • Staff Teknik: Sutikno, ST., Arif
Wahjudi, ST.
PRIMARY PERFORMANCE INDICATORS ( 3 tahun pertama ) :
Nilai rerata UMPTN, Nilai GPA Graduate Pefromance Academic (Nilai rerata IPK), Lama Masa Studi (LS) , Lama tunggu
mendapatkan pekerjaan (Waktu Tunggu - WT) dan Nilai TOEFL. Indikator Kinerja yang telah dicapai oleh Proyek QUE hingga
tahun ketiga ini (data per 31 Oktober 2001) adalah sebagai berikut:
No. Primary Indicator Baseline 1st year 2nd year 3rd year Mid Point
1
Average UMPT score
Average score 710 727.75 713.81 737.65 725
Standard deviation 32 44.5 51.53 43.69 30
2
Average GPA score
GPA < 2.75 60% 52.3% 43.6% 34.5% 45%
2.75 < GPA < 3.00 31% 37.5% 40.4% 45.9% 40%
GPA > 3.00 9% 10.2% 17.0% 19.6% 15%
3
Average GRE score
• Average verbal score 254
• Average quantitative score 490
• Average analytical score 282
4
Average length of study (LS)
• LS < 8 semesters 18% 23.4% 10.9% 10.1% 30%
• 8 semesters < LS < 10 semesters 20% 13.3% 18.0% 18.2% 20%
• LS > 10 semesters 62% 63.3% 71.1% 71.6% 50%
5
Average job waiting time
• WT < 3 months 70% NA 73.8% NA 70%
• 3 months < WT < 6 months 15% NA 14.3% NA 15%
• WT > 6 months 15% NA 11.9% NA 15%
6
Average TOEFL score
• TOEFL < 450 53.4% 26.56% 32.1% 0.0% 20%
• TOEFL > 450 46.6% 73.44% 67.9% 100.0% 80%
7
External evaluation
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

ISSN 1411 – 9471
Terakreditasi (B / Mei 2005) : 56/DIKTI/Kep/2005

JURNAL TEKNIK MESIN (JTM) diterbitkan sejak Mei 2001
oleh Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Jurnal ini memuat artikel-artikel hasil penelitian dan kajian
analitis ktritis bidang teknik mesin yang belum pernah /
tidak dalam pertimbangan dipublikasikan pada media lain.
Lingkup bahasan bisa meliputi: konversi enersi, perpindahan
panas, mekanika fluida, mekanika benda padat, otomotif,
aeronautik, sistem dinamik, vibrasi, tribologi, sistem
manufaktur, otomasi industri, metrologi, metalurgi, material
dan topik-topik lain yang berkaitan.

Tujuan utama JTM ini adalah mendorong proses disiminasi
penelitian teknik mesin secara luas dan terstandar. Karena
itu dalam penerbitannya JTM berpedoman pada prinsip-
prinsip :
Pertama, JTM akan selalu mengacu pada format-format
jurnal yang terakreditasi Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi.
Kedua, meski berawal dari kelokalan, JTM akan selalu
menjaga ketersediaan artikelnya (setidaknya 300%),
mengembangkan keragaman penyunting ahli, dan
memperluas jangkauan disiminasinya (nasional). Hal ini
memberi konsekuensi positif pada jaminan tingkat kompetisi
JURNAL TEKNIK MESIN
dan mutu artikel.
Ketiga, untuk menjaga kekinian dan memperlancar
disiminasi, maka penerbitan JTM dilakukan tiga kali dalam
setahun (satu volume) yaitu : Januari, Mei, dan September.
Untuk menjaga kemandirian pendanaannya, JTM juga
memberlakukan beberapa ketetapan, yaitu: (1) Setiap
penulis wajib menjadi pelanggan (syarat cetak); (2) JTM
juga akan memuat beberapa iklan di setiap edisi, sebagai
sumber dana alternatif.
Per-Januari 2006, pelanggan JTM berasal dari seluruh
penjuru Indonesia. Dari 113 pelanggan potensial, 24%
berasal dari akademisi di luar ITS (dimana 35%-nya berada
di luar pulau Jawa); 1% (3 pelanggan) berasal dari industri;
16% berasal dari perorangan; dan sisanya, 59%, berasal dari
ITS.
Dewan Penyunting JTM secara reguler juga melakukan
perbaikan-perbaikan dalam hal kualitas dan proses
penyuntingan. Salah satu yang dipakai sebagai dasar
masukan adalah data feedback yang diperoleh dari
kuesioner. Beberapa hal yang didapat dari hasil kuesioner
September 2007 lalu adalah:
1) Dewan akan terus menjaga dan mengembangkan
JTM menjadi jurnal yang lebih tersebar luas, profesional,
dan terakreditasi. Lingkup JTM adalah Regional Asia
Tenggara. Prosedur penyuntingan dijaga untuk baku dan
terdokumentasi tertib.
2) Dewan akan terus menjaga keseimbangan antara
kualitas dan kesempatan bagi penulis awal. Karena itu
penyuntingan tetap dalam tiga tahapan (format, isi, struktur)
dan terfokus pada metodologi. Hal ini setidaknya butuh
45 hari kerja, dengan korespondensi yang kerap dan tidak
bisa lebih sederhana. Tentu suatu saat nanti Dewan ingin
lebih menentukan bobot aplikasi, pioneer/originalitas,
dan kedalaman dari artikel. Hal ini tentu pula lebih
menyederhanakan proses.
3) Efisiensi proses dan biaya akan di evaluasi dan dijaga
secara berkelanjutan.
4) Dewan akan menjajaki untuk melakukan publikasi online,
mengundang mitra bestari lebih luas, dan menarik sponsor
lebih berani dalam waktu dekat ini. Dan suatu saat nanti
mungkin kami akan menjajaki untuk membuka beberapa
edisi khusus yang lebih terfokus, dengan cover dan layout
yang lebih matang.
b
l
o
g
e
r

:

w
w
w
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
/
j
u
r
n
a
l
m
e
s
i
n
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Ketua Penyunting
Dr. Ing. Herman Sasongko
Wakil Penyunting
Dr. Ir.Wajan Berata, DEA.
Tata Pelaksana Usaha
Sri Suharti, BA
Imam Dahroni
Penyunting Pelaksana
Dr. Ir. Sutardi, M.Eng
Ir. Sudjud Darsopuspito, MT.
Is Bunyamin Suryo, ST.
Wahyu Wijanarko, ST.
Yohannes, ST.
M. Khoirul Effendi, ST.
Penyunting Ahli
Prof. Ir. Djati Nursuhud, MSME. Mesin-Mesin Konversi Energi - Jurusan Teknik Mesin ITS
Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, MSc., PhD. Automotive - Jurusan Teknik Mesin ITS
Prof. Dr. Ir. TriyogiYuwono, DEA. Mekanika&Mesin Fluida - Jurusan Teknik Mesin ITS
Ir. Bambang Daryanto W., MSME., PhD. Vibrasi&Sistem Dinamis - Jurusan Teknik Mesin ITS
Ir. Sudiyono Kromodihardjo, MSc., PhD. Sistem Manufaktur&Otomasi Industri - Jurusan Teknik Mesin ITS
Ir. Budi Utomo KukuhW, ME. Perpindahan Panas&Termodinamika Terapan - Jurusan Teknik Mesin ITS
Dr. Ir. Abdullah Shahab, MSc. Metalurgi - Jurusan Teknik Mesin ITS
Dr. Eng. Ir. Prabowo, M.Eng. Perpindahan Panas&Termodinamika Terapan - Jurusan Teknik Mesin ITS
Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA. Mekanika Benda Padat - Jurusan Teknik Mesin ITS
Dr. Ing. I Made Londen Batan, ME. Metrologi&Kalibrasi Dimensi - Jurusan Teknik Mesin ITS
Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi Soedarsono, DEA. Departemen Metalurgi dan Material -UI
Dr. Ir. Suhanan, DEA. Perpindahan Panas - Jurusan Teknik MesinUGM
Dr. Ir. Berkah FajarT, Dipl.Ing. Perpindahan Panas&Massa - Jurusan Teknik MesinUNDIP
Dr. Ir. Iwan Kusmarwanto Praktisi Industri, Ahli Aeronautics
Dr. Ing. Harwin Saptoadi, MSc. Teknik Pembakaran - Jurusan Teknik MesinUGM
Alamat Redaksi
Jurusan Teknik Mesin FTI ITS
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp. 031- 5922941, 5946230, Fax. 031-5922941
E-mail : jurnalme@me.its.ac.id,
jurnalme@yahoo.co.id
Website : www.me.its.ac.id/Data/jurnal.html,
jurnalme.bravehost.com
Rekening Berlangganan JTM:
BNI Urip Sumoharjo SBY: 0049577731, Ir.Sudjud Darsopuspito, MT
BCA Klampis SBY: 5200117524, Ir.Sudjud Darsopuspito, MT
Dewan Penyunting
j
u
r
n
a
l
m
e
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Selain sebagai lembaga pendidikan, Jurusan Teknik Mesin juga
melakukan Tugas Pokok lain dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,
yaitu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Sebagai wadah
untuk mewujudkan pengabdian masyarakat, Jurusan Teknik
Mesin menetapkan suatu Badan yang mengelola kegiatan
tersebut. Badan tersebut diberi nama “FATEM”.
Organisasi Fatem terdiri dari Dewan Penasehat, Ketua Umum,
Sekretaris dan Bendahara, Ketua Biro Teknik berserta Sekretaris
dan Bendahara, dan beberapa Divisi. Organisasi ini bergerak
dalam bidang Pelatihan (training), Konsultasi dan Pengelolaan
Aset-aset Jurusan seperti, penyediaan ruang seminar
beserta kelengkapan akomodasi dan konsumsinya, Peralatan
Laboratorium, Persewaan Kendaraan dll.
Sususan Pengurus Fatem 2001-2003
Dewan Penasehat Pembina Jurusan Teknik Mesin
Ketua Umum Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA
Sekretaris Ir. Yunarko Triwinarno, MT
Bendahara Wiwiek Hendrowati, ST
Ketua Biro Teknik Ir. Atok Setyawan, MEngSc.
Sekretaris I Biro Teknik Ir. Yunarko Triwinarno, MT
Sekretaris II Biro Teknik Ir. Subowo, MT
Bendahara Biro Teknik Wiwiek Hendrowati, ST
Divisi Training
Ir. Suwarmin, PEng (Ketua)
Ir. Eddy Widiyono, MT
Nur Ikhwan, ST, MEngSc
Arief Wahjudi, ST
Divisi Konsultasi
Dr.-Ing. Ir. Suhardjono, MSc (Ketua)
Dr.-Eng. Ir. Prabowo, MEng
Ir. Arino Anzip, MEngSc
Divisi Pengelolan Aset-Aset Jurusan
Ir. Ny. Suprapti Syam (Non Teknik)
Dr. Ir. Wajan Berata, DEA (Teknik)
Telp. (031) – 5938667, 5946230, 5931278
Fax. (031) – 5938667, 5922941, 5931278
Email: btm@me.its.ac.id
FATEM
b
t
m
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

LABORATORIUM
JURUSAN TEKNIK MESIN FTI - ITS
• Laboratorium Bidang Teknik Manufaktur
• C N C
• Metrology and Dimention Calibration
• Manufacturing System and Control
• Machine Tool and Vibration
• Laboratorium Computer Aided Engineering
• Laboratorium Komputer
• Studio Gambar
• Laboratorium Program D3
• Laboratorium Bidang Desain
• Solid Mechanics
• Instrumentation and Control System
• Automotive
• Vibration Dynamics Systems
• Laboratorium Bidang Konversi Energi
• Fuel and Combustion
• Heat Transfer and Applied Thermodynamics
• Fluid Mechanics and Fluid Machinery
• Laboratorium Bidang Metalurgi
• Relation Between Mechanical & Physical Metalurgy
• Mechanical Metalurgy
• Physical Metalurgy
LABORATORIUM BIDANG DESAIN
LABORATORIUM SOLID
MECHANICS
Kepala Laboratorium
Ir. Agus Sigit Pramono, DEA.
TUJUAN
Meningkatkan kemampuan dan
ketrampilan mahasiswa dalam
memahami dan memanfaatkan
konsep-konsep kekuatan material
baik dalam beban static dan
dinamik. Memberikan pengertian
dasar analisa getaran mesin akibat
berbagai eksitasi gaya luar
LABORATORIUM
INSTRUMENTATION AND
CONTROL SYSTEMS
Kepala Laboratorium
Ir. Yusuf Kaelani, M.Sc.M
TUJUAN
Melakukan Penelitian yang
berkaitan dengan Sistem
Pengendalian, Hidraulik &
Pneumatik.
LABORATORIUM
AUTOMOTIVE
Kepala Laboratorium
Prof.Ir. I Nyoman Sutantra,
M.Sc.Ph.D
TUJUAN
Meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan mahasiswa
mengenai macam macam
elemen mesin, macam-
macam dan fungsi mekanisme
transmisi daya pada kendaraan
bermotor.
LABORATORIUM VIBRATION
DYNAMICS SYSTEMS
Kepala Laboratorium
Ir. Bambang Daryanto , M.Sc.Ph.D
TUJUAN
Studi mengenai unbalance &
misalignment spectrum, wave
form, dan vibration response dari
komponen-komponen mesin rotari
maupun stasioner.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

LABORATORIUM BIDANG KONVERSI ENERGI
LABORATORIUM BIDANG METALURGI
FUEL AND COMBUSTION
LABORATORY
Kepala Laboratorium
Dr. Ir. Djoko Sungkono, M.Eng.Sc
TUJUAN
Studi mengenai sistem pembakaran
dalam maupun luar dari mesin-mesin
konversi energi.
HEAT TRANSFER AND APPLIED
THERMODYNAMICS LABORATORY
Kepala Laboratorium
Dr. Ir. Djatmiko Ichsani, M.Eng
TUJUAN
Studi mengenai conduction, convection,
radiation of heat transfer dan
thermodynamics applied.
FLUID MECHANICS AND FLUID
MACHINERY
Kepala Laboratorium
Dr. Ir. Sutardi, M.Eng
TUJUAN
Studi mengenai computational fluid
mechanic, experimental fluid dynamic,
dan mesin-mesin fluida.
RELATION BETWEEN
MECHANICAL & PHYSICAL
METALURGY
Kepala Laboratorium
Dr. Ir. Wayan Berata, DEA
TUJUAN
Studi mengenai korosi, pengelasan,
dan casting; NDT, fracture, heat
treatment, strain hardening, dan
metallography.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

LABORATORIUM BIDANG TEKNIK MANUFAKTUR
CNC LABORATORY
Kepala Laboratorium
Ir. Bambang Adhi Marsono
TUJUAN
Studi mengenai CNC turning,
CNC milling, dan CNC machining
process.
METROLOGY AND
DIMENTION CALIBRATION
Kepala Laboratorium
Ir. Achmad Muljana
KEGIATAN
Pembuatan Alat Ukur Sudut
dan Linier, Otomasi Alat Ukur
MANUFACTURING SYSTEM
AND CONTROL
Kepala Laboratorium
Ir. Sudijono Kromodihardjo, MSc.
PhD.
KEGIATAN
Analisa Proses Manufaktur, Sistem
Manufaktur, Penerapan Otomasi
di Industri, Analisa Pemanfaatkan
Otomasi Industri
MACHINE TOOL AND
VIBRATION
Kepala Laboratorium
Dr. Ing. Ir. Suhardjono, MSc.
KEGIATAN
Getaran Mesin Perkakas,
Pengukuran Geometri Mesin
Perkakas, Pengukuran dan Analisa
Getaran Mekanis
LABORATORIUM COMPUTER
AIDED ENGINEERING (C.A.E.)
Kepala Laboratorium
Nur Ikhwan, ST. M.Eng.
TUJUAN
Pengembangan proses enginering
melalui alat bantu komputasi.
LABORATORIUM KOMPUTER
Kepala Laboratorium
Sutikno, ST
TUJUAN
Memfasilitasi kebutuhan akan komputasi.
LABORATORIUM STUDIO GAMBAR
Kepala Laboratorium
Ir . Sunarko
TUJUAN
Melakukan pelaksanaan praktikum dan
pengerjaan tugas untuk menggambar
teknik.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

untuk dapat tercapainya tujuan diatas. Namun bukan hal yang
mustahil bila semua elemen yang ada di KMM mendukung
dan mempunyai persepsi yang sama tentang Kejayaan Teknik
Mesin.
Kejayaan Teknik Mesin dapat diartikan luas. Berkaca pada
dimanika kemahasiswaan saat ini , sangat besar sekali
peluang untuk mencapai kejayaan Teknik Mesin dalam segala
bidang. Himpunan Mahasiswa Mesin dituntut untuk mampu
memberdayakan segenap potensi yang ada dalam KMM. Pada
akhirnya dengan tetap berkiblat pada semangat Uber Alles dan
Solidaritas semua elemen KMM dalam naungan HMM harus
mampu melakukan yang terbaik sesuai dengan bidangnya
untuk menghadapi tantangan dan ancaman dari elemen
eksternal KMM yang dapat menghambat proses pencapaian
tujuan tersebut.
Visi dan Misi
Visi : Membangun kehidupan kampus yang berdedikasi tinggi
di segala aspek menuju Teknik Mesin ITS yang prestatif dengan
tetap berlandaskan pada semangat Solidaritas dan Ueber
Alles.
Misi : (1) Menciptakan suasana yang kondusif untuk segala
kegiatan mahasiswa Teknik Mesin ITS baik yang berhubungan
dengan aspek ilmiah, keorganisasian maupun sosial. (2)
Menciptakan keserasian dan keseimbangan antara prestasi
akademis dengan prestasi non akademis Teknik Mesin ITS di
tingkat nasional. (3) Menjunjung tinggi Solidaritas dan Uber
Alles dalam segala bentuk dinamika kemahasiswaan.
(4) Berkontribusi secara nyata bagi kehidupan masyarakat dan
bangsa Indonesia.
Departemen

Koordinator, Mitra, Fasilitator
Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Fakultas Teknologi
Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember adalah sebuah
organisasi struktural dalam Keluarga Mahasiswa Mesin (KMM)
yang mempunyai kedudukan sebagai badan eksekutif seperti
yang tertuang dalam AD-ART KMM. Anggota HMM adalah
seluruh mahasiswa Teknik Mesin S-1 FTI ITS yang telah
dinyatakan lulus dari proses kaderisasi awal. Ada tiga peran
utama yang nantinya akan diemban oleh HMM. Yang pertama,
tentunya sebagai badan eksekutif HMM berperan sebagai
pusat koordinasi dari seluruh organisasi mahasiswa yang ada
di lingkup internal Teknik Mesin. Baik itu fungsi koordinatifnya
terhadap Lembaga / LSM ataupun fungsi instruktifnya terhadap
Klub. Yang kedua, HMM berperan sebagai mitra kerja aktif
dari Pihak Jurusan Teknik Mesin ITS. Dibutuhkan sebuah
pola komunikasi yang terbuka antara kedua belah pihak ini.
Diharapkan dengan adanya kolaborasi antara Pihak Jurusan
Teknik Mesin ITS dengan HMM akan memberi manfaat bagi
seluruh KMM. Yang ketiga, HMM berperan sebagai fasilitator
bagi seluruh kegiatan kemahasiswaan KMM yang berkaitan
dengan lingkup eksternal maupun lingkup internal Teknik Mesin
ITS sendiri.
Keberagaman Yang Positif
Perlu diketahui pula bahwa Himpunan Mahasiswa Mesin
mempunyai sebuah tujuan umum yaitu membawa dampak
positif demi kebaikan seluruh KMM dan anggotanya. Hal yang
patut digarisbawahi adalah seluruh KMM. KMM mempunyai
beraneka ragam cara pikir dan latar belakang. Disini
merupakan tujuan Himpunan Mahasiswa Mesin untuk dapat
menaungi keanekaragaman ( pluralitas ) tersebut menjadi
sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Dengan mengusung
semangat Uber Alles dan Solidaritas tujuan diatas harus dapat
dicapai oleh Himpunan Mahasiswa Mesin. Memang sebuah
tanggung jawab yang besar bagi Himpunan Mahasiswa Mesin
Himpunan
Mahasiswa Mesin
h
m
m
_
i
t
s
2
1
@
y
a
h
o
o
.
c
o
m
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

dalam rangka menjalin hubungan yang baik dengan pihak
Alumni Industri. • Bekerja sama dengan HMM seluruh Indonesia
dalam menyukseskan proyek Lomba Ilmiah yang bertemakan
energi di tingkat Nasional. • Mendelegasikan kader-kader
Mesin untuk mengikuti Seminar ataupun Pelatihan yang ada
di dunia luar. • Berkoordinasi sebaik mungkin dengan HMJ
seluruh ITS berkaitan dengan dunia kemahasiswaan. • Menarik
antusiasme dari KMM untuk dapat mengetahui perkembangan
dunia luar yang berkaitan dengan dunia sosial maupun
pengabdian masyarakat. • Bekerja sama dengan elemen-
elemen lain yang ada di KMM untuk mengaplikasikan proses
pengabdian masyarakat. • Mempublikasikan segala kegiatan
kemahasiswaan yang ada dalam Teknik Mesin ke media massa
sebagai bentuk nyata dari Image Building jurusan Teknik
Mesin ITS. • Bekerja sama dengan pihak industri untuk dapat
menambah wawasan seluruh KMM terhadap perkembangan
dunia industri.
Umum : • Mempersiapkan pembentukan panitia event tahunan
bersama sejak dini. • Membantu pendelegasian mahasiswa
teknik Mesin sesuai minat dan bakatnya. • Melakukan
koordinasi dengan Klub minimal 3 kali dalam waktu satu tahun
kepengurusan. • Mengadakan sebuah event ringan bersama
seluruh Klub pada khususnya dan KMM pada umumnya. •
Memperbaiki sarana yang dapat mendukung peningkatan
prestasi mahasiswa Teknik Mesin dalam bidang minat dan
bakat.
Kemahasiswaan :
• Melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk
permasalahan penerimaan beasiswa. • Menginformasikan
kesempatan-kesempatan yang ada dalam proses penerimaan
beasiswa. • Melakukan proses pemberian motivasi dan
penyadaran terhadap mahasiswa yang mengalami masalah
akademis maupun masalah lainnya dengan intens dan
berkelanjutan. • Bekerja sama dengan Departemen PPIM guna
melanjutkan dan mengoptimalkan adanya kelompok belajar
mandiri. • Mekanisme kontrol bagi kelompok belajar mandiri.
Kewirausahaan :
• Mengevaluasi kinerja dari Bursa Mesin. • Memperbaiki,
memelihara dan menata ulang semua fasilitas yang ada dalam
bursa Mesin. • Adanya laporan keuangan per bulan yang
dipertanggungjawabkan dari semua lini usaha kewirausahaan
Teknik Mesin kepada Bendahara. • Bekerja sama dengan
jurusan untuk dapat melanjutkan Program-Program
Kewirausahaan yang sudah ada sebelumnya. • Berupaya untuk
dapat memunculkan usaha mandiri dari bidang kewirausahaan
dalam setiap event yang diadakan. • Menambah bidang usaha
yang ada dalam Bursa Mesin. • Menarik minat mahasiswa
dalam bidang kewirausahaan dengan pendelegasian
mahasiswa ke seminar atau pelatihan yang berkaitan dengan
bidang kewirausahaan.
Departemen Departemen :
Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa :
• Melakukan evaluasi pola pengembangan sumber daya
mahasiswa secara spesifik dan berkoordinasi dengan pihak-
pihak yang terkait. • Evaluasi tentang pola Pengkaderan dan
merancang strategi baru untuk memenuhi kebutuhan Teknik
Mesin saat ini. • Penyeleksian panitia pengkaderan secara
teliti dan terarah. • Meningkatkan kualitas Pelatihan. Manarik
minat mahasiswa untuk dapat meningkatkan soft skill serta
antusiasme para pemandu. • Melakukan pembinaan yang
berkesinambungan terhadap perkembangan mahasiswa Teknik
Mesin secara menyeluruh. • Melakukan proses komunikasi
maupun evaluasi terhadap keaktifan dan kemajuan kinerja dari
kader-kader Mesin yang aktif di organisasi mahasiswa ekstern
maupun intern Teknik Mesin. • Menjalin komunikasi dengan
Klub / Lembaga / LSM dalam pengembangan dan pemerataan
sumber daya mahasiswa Teknik Mesin.
Pengembangan Potensi
Ilmiah Mahasiswa :
• Memperbaiki kinerja dari Mechanical Science Project. •
Memfasilitasi sub kegiatan mahasiswa di bidang Robotica
dan Water Rocket. • Merintis Lomba Ilmiah yang bertemakan
”Energi” di Tingkat Nasional. • Meningkatkan prsetasi
mahasiswa Mesin di bidang keilmiahan melalui lomba-lomba
Tingkat Nasional. • Menarik minat mahasiswa sejak dini dalam
dunia Karya Tulis maupun Program Kreatifitas Mahasiswa. •
Memfasilitasi segala kebutuhan mahasiswa yang berkecimpung
dalam dunia Karya Tulis dan Program Kreatifitas Mahasiswa.
• Bekerja sama dengan pihak terkait seperti untuk dapat
mengetahui perkembangan dunia teknologi dan memberikan
wacananya terhadap KMM.
Organisasi :
• Mengkaji ulang proses amandemen AD-ART KMM. •
Membuat sarana komunikasi dan terus menarik perhatian KMM
untuk ikut mengevaluasi kinerja HMM. • Mengadakan rapat
koordinasi dengan Klub / Lembaga ataupun Rapat Badan
Pengurus Harian HMM serta mempersiapkan mekanismenya
sesuai dengan kebutuhan dan AD-ART KMM. • Melakukan
komunikasi dengan Dewan Presidium berkaitan tentang evaluasi
kinerja HMM secara keseluruhan. • Menyediakan sarana
komunikasi internal HMM. • Memperbaiki fasilitas pendukung
kerja HMM dan melakukan penertiban ulang terhadap berkas-
berkas yang dirasa penting. • Membentuk budaya diskusi
dan komunikasi dalam internal HMM. • Melakukan proses
pemberian motivasi maupun up grading kepada seluruh
pengurus HMM minimal 3 kali dalam satu tahun kepengurusan.
• Melakukan usaha penelitian dan pengembangan organisasi
HMM.
Hubungan Luar :
• Ikut serta dalam kongres Ikatan Alumni Teknik Mesin ITS m
i
l
i
s
t

:

m
h
s
w
-
m
i
t
s
@
y
a
h
o
o
g
r
o
u
p
s
.
c
o
m
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Lembaga dan Club
LEMBAGA BENGKEL
Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin sebagai salah satu
ormawa yang ada di Jurusan Teknik Mesin bergerak di bidang
kemekanikan dan otomotif. Dimana kedua bidang tersebut
sangat erat kaitanya dengan minat dan bakat dari Mahasiswa
Jurusan Teknik Mesin. Dengan adanya Lembaga Bengkel
Mahasiswa Mesin diharapkan minat dan bakat mahasiswa
Jurusan Teknik Mesin mampu terwadahi dan terarahkan.
LEMBAGA ASH-SHAFF
Ash-Shaff adalah Lembaga Swadaya Mahasiswa yang
berperan sebagai forum komunikasi civitas akademika muslim
Jurusan Teknik Mesin ITS, dimana Lembaga ini bergerak
dalam bidang dakwah untuk menjalin ukhuwah islamiyah yang
kokoh, membangun intelektual muslim yang berwawasan luas,
berkepribadian Islam, serta berpedoman pada Al-Qur’an dan
Sunah Rasullulah SAW.
DIMENSI
Dimensi merupakan Club yang menampung minat dan bakat
mahasiswa mesin dalam bidang jurnalistik serta sebagai media
penyalur informasi Teknik Mesin ITS. Sebagai perantaranya
adalah majalah Dimensi dan majalah tembok yang diterbitkan
secara berkala. Peningkatan skill anggota di bidang jurnalistik
dilakukan lewat kegiatan mentoring dan pendelegasian keluar
instansi lainnya dalam pelatihan jurnalistik. Club Dimensi juga
membina hubungan baik dan bekerjasama dengan Lembaga
Pers Mahasiswa luar Teknik Mesin lewat keikutsertaannya
menjadi anggota Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia
(PPMI) .
AUTO SPORT
Club ini menampung minat dan bakat mahasiswa mesin dalam
bidang automotif khususnya sebagai pelaksana teknis (racing
comittee) suatu even otomotif.
Mesin Music Club ( MMC)
Mesin Music Club adalah sebuah club yang berfungsi sebagai
wadah dan penyalur minat dan bakat mahasiswa Teknik Mesin
ITS di bidang musik serta sebagai tempat pembelajaran
berorganisasi. MMC mempunyai peran sebagai salah satu club
yang ikut menyukseskan kegiatan keluarga mahasiswa mesin
ITS. MMC mempunyai tujuan turut memajukan perkembangan
musik dilingkungan Teknik Mesin ITS.
Mesin English Club (MEC)
Club ini menampung minat dan bakat mahasiswa mesin dalam
bidang berbahasa Inggris di Teknik Mesin ITS
ATAS
Suasana saat rapat redaksi di
Dimensi

TENGAH
MSC adalah agenda rutin yang
diadakan oleh Lembaga Bengkel
Mahasiswa Mesin (LBMM)

BAWAH
Salah satu bentu kegiatan yang
diadakan oleh Auto Sport
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

menyesuaikan AD/ART dengan keadaan KMM sekarang ini
maka diadakanlah Kongres II KMM. Suatu forum KMM yang
dilaksanakan untuk mengesahkan draft amandemen AD/ART
yang telah disusun oleh panitia ad hoc
Kuliah Tamu
Berdasar perlunya wawasan keprofesian bagi mahasiswa
khususnya dalam dunia industri dan teknologi industri, maka
direncanakan suatu kegiatan yang melibatkan pihak luar/dunia
industri untuk memberikan perkuliahan. Pemberian perkuliahan
dengan materi seputar wawasan dunia industri dan teknologi
oleh pembicara baik itu dari alumni maupun oleh pihak industri.
Pada awalnya materi disampaikan oleh pembicara kemudian
pada sesi berikutnya dilanjutkan dengan tanya jawab oleh
peserta.
Forum HMM se-Surabaya
Berdasar perlunya menjalin tali silaturahmi dengan HMM se-
Surabaya dan membentuk forum HMM se-Surabaya, maka
direncakan suatu pertemuan antara HMM se-Surabaya yang
merupakan suatu forum silaturahmi.
M-Games
Kegiatan yang dapat mempererat hubungan antar mahasiswa
Jurusan Teknik Mesin-ITS dan Dosen# Karyawan dan
menyalurkan antusiasme Mahasiswa Teknik Mesin-ITS (SMRM)
dalam hal minat bakat.
Seminar “Technoprenership”
Kegiatan pemberian materi seputar kewirausahaan di bidang
teknik dan Success Story beberapa pengusaha yang bergerak
di bidang teknik dan motivasi kewirausahaan.
Milist :
mitsautosport@yahoogroups.com
bengkelm_its@yahoogroups.com
designeering@yahoogroups.com
shofits@yahoogroups.com
mmc_crew@yahoogroups.com
clubdimensi_mits@yahoogroups.com
Rencana Kegiatan
Poros Mesin 2007
Perlunya pengenalan dan penanaman serta proses
adaptasi mahasiswa baru terhadap lingkungan dan aktifitas
kemahasiswaan yang ada di Jurusan Teknik Mesin ITS
Suatu proses pengenalan dan pembentukan identitas
mahasiswa baru Teknik Mesin FTI – ITS dengan mekanisme dan
metodologi sbb : (1) Out Bond, (2) Asistensi, (3) Seminar, (4)
Penugasan, (5) Kegiatan Pasca Pengkaderan (KPP).
LKMM Pra TD
Perlunya memberikan wawasan kepada mahasiswa baru Teknik
Mesin tentang manajemen diri. Dikaitkan dengan kehidupan
akademis Teknik Mesin , maka management diri menjadi sebuah
tuntutan tersendiri bagi seorang mahasiswa baru Teknik Mesin
2007. Dinamisasi dunia organisasi mahasiswa yang ada di
Teknik Mesin ITS sangat membutuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan
dari mahasiswa Teknik Mesin ITS. Perlu adanya sebuah sarana
untuk memberi bekal dan wawasan bagi mahasiswa yang akan
berkecimpung dalam masing-masing organisasi.
Memberikan pelatihan serta pengetahuan tentang hal – hal
yang berkaitan dengan manajemen diri. Dengan teknis sbb : (1)
Pemberian materi, (2) Diskusi, (3) Simulasi.
MSP (Mechanical Science Project)
Adanya minat dan bakat Mahasiswa Teknik Mesin di bidang
keilmiahan
Memfasilitasi kegiatan yang dilingkupi oleh MSP (Water Roket,
Robotika Dan Karya Tulis Mahasiswa)
BSB (Bidang Study Battle)
Stadium general masing-masing bidang studi dengan sesi dari
dosen dan sesi sharing dengan koordinator lab yang terpisah
karena adanya kebutuhan akan informasi tiap-tiap bidang studi
oleh Mahasiswa Teknik Mesin yang akan mengambil bidang
studi
1. Memperkenalkan tiap bidang studi
2. Promosi tiap bidang studi
3. Semberikan wawasan tentang dunia kerja tiap bidang studi
4. Sharing pengalaman tiap bidang studi
Lomba Energi Alternatif
Perlunya pemanfaatan sumber enegi alternatif yang ekonomis
dan ramah lingkungan sebagai pengganti bahan bakar fosil
Lomba mengkonsep pemanfaatan sumber energi alternatif
yang ekonomis dan ramah lingkungan tingkat mahasiswa se-
indonesia serta seminar teknologi Hybrid
Kongres II KMM
Suatu organisasi membutuhkan suatu aturan atau landasan,
yang dimesin sendiri disebut AD/ART KMM. Seiring
pelaksanaannya AD/ART KMM ini dianggap sudah tidak relevan
lagi dengan keadaan ormawa di mesin. Oleh karena itu untuk
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

ADB: Rekrut dan Pendidikan Lanjut Dosen
Saat saya menjabat sebagai Dekan fakultas teknik mesin di
masa itu merupakan amanah besar dan usaha perbaikan
serta pengembangan Teknik Mesin ITS coba kami lakukan
melalui bantuan dana bantuan dari ADB (asian Development
Bank) yang saat itu masih secara aktif di berikan. Alokasi
pemanfaatannya banyak saya titik-beratkan pada perbaikan
fasilitas dan komponen pengajarnya. Di masa itu, jumlah
dosen pengajar tetap teknik mesin ITS sangat kurang.
Dari sinilah saya beserta dosen-dosen tetap mencoba
memberikan kebijakan untuk mengembangan kualitas dan
jumlah dosen pengajar dengan membuka perekrutan dosen-
dosen baru serta membantu memberikan pendidikan lanjutan
bagi dosen-dosen tersebut demi mencukupi kebutuhan
dosen pengajar dengan kualitas baik. Melalui gebrakan ini
yang saya rasakan memiliki peranan berarti dimana sekarang
dapat dirasakan manfaatnya bahwa dosen-dosen teknik
mesin kualitasnya tidak diragukan.
Sarana Terbatas, Kualitas Memadai
Hal yang paling membuat saya bangga saat ini adalah
melihat kualitas mahasiswa bimbingan kami di masa itu
sangat dirasakan. Kiprah Sujud Darsopuspito, Triyogi
Yuwono, Herman Sasongko, Djoko Sungkono, Sutardi dan
banyak lagi dosen teknik Mesin yang saat ini menjadi orang
yang berpengaruh di lingkungan teknik mesin maupun
di Institusi, hal ini setidaknya menunjukkan bahwa hasil
bimbingan teknik mesin di masa itu dengan sarana dan
prasarana masih terbatas masih mampu memberikan hasil
kader-kader atau lulusan dengan kualitas yang luar biasa.
Semoga regenerasi terus berjalan dan teknik mesin ITS tetap
mampu melahirkan generasi-generasi yang kualitasnya lebih
baik lagi.
Harapan: Internasional Profesional – Konsultator
Salah satu harapan saya kepada Teknik Mesin ITS ke depan
yaitu bahwa nantinya Teknik Mesin ITS mampu membentuk
atau menjadi lembaga professional sebagai konsultator di
bidang-bidangnya misalkan Konversi Energi, Manufaktur,
Desain ataupun Metalurgi yang dipercaya secara international
kualitas serta eksistensinya. Hal ini bisa dicapai hanya
dengan kerjasama yang kuat antara seluruh komponen
mahasiswa, dosen, karyawan termasuk juga alumni teknik
mesin ITS, untuk itu hal mendasar yang perlu dibangun
dan diperkokoh kembali yaitu sense of belonging semua
komponen teknik mesin ITS terhadap jurusan besar ini.
Kontribusi Jamak
Kebesaran Nama Jurusan Teknik
Mesin ITS saat ini tentu tidak
diperoleh begitu saja. Perjuangan dan
pengorbanan jelas telah dilakukan
civitas akademika Teknik Mesin ITS
dalam pengembangan dan perbaikan
mutu komponennya diantaranya
dosen pengajar, mahasiswa,
karyawan termasuk juga kelengkapan fasilitas umum,
Laboratorium dan administrasi. Kontribusi seluruh komponen
Teknik Mesin ITS sejak awal rintisannya hingga saat ini tentu
tidak diragukan, termasuk saat Jurusan Teknik Mesin ITS
masih dalam struktur Fakultas, dimana di masa-masa ini
sangat menentukan keberadaan Teknik Mesin ITS saat ini.
Sebagai salah seorang tokoh yang dapat dikatakan banyak
memberikan kontribusi terhadap Teknik Mesin ITS sejak saat
jurusan ini masih dalam format Fakultas taknik mesin ITS,
tepatnya sebagai Dekan Fakultas Teknik Mesin ITS pada
kepengurusan sekitar tahun 1976-1981, saya ingin berbagi
cerita mengenai kondisi Teknik Mesin di masa kepengurusan
saya waktu itu.
Sense of Belonging & Unggah-Ungguh
Kondisi Teknik Mesin ITS saat ini tentu jauh lebih baik
daripada dulu dilihat dari kelengkapan fasilitas umum,
Laboratorium dan Struktur Administrasinya. Namun tidak
demikian dengan kualitas mahasiswanya, mahasiswa mesin
dulu tidak kalah produktif dan berkualitas di bandingkan
dengan mahasiswa sekarang malahan sense of belonging-
nya terhadap Teknik Mesin lebih tinggi daripada mahasiswa
sekarang. Dan, satu hal mendasar yang membedakan
mahasiswa dulu dengan sekarang adalah unggah-ungguh
serta sopan santunnya yang kental terhadap dosen tidak
begitu bisa dirasakan pada mahasiswa saat ini, ya ini
mungkin pengaruh dari perkembangan jaman.
Baliwerti ke Sukolilo, Fakultas ke Jurusan
Teknik Mesin ITS pada saat itu berada dalam masa
transisi perpindahan lokasi dari Jl Baliwerti ke Sukolilo
(tempat sekarang), dan kepengurusan saya ini merupakan
kepengurusan terakhir teknik mesin ITS dalam format
Fakultas dimana kepengurusan setelah saya Teknik Mesin
telah di lebur dalam fakultas teknologi industri ITS.
Transisi yang Menentukan
oleh : Prof. Dr. H. Djati Nursuhud, M.Eng.Sc.
Dekan Fakultas Teknik Mesin ITS 1977-1979

... jika bandingkan, mahasiswa dulu sense
of belonging-nya terhadap Teknik Mesin lebih
tinggi daripada mahasiswa sekarang ...
d
j
a
t
i
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Seperti pengadaan peralatan-peralatan laboratorium, namun
peralatan yang terpenuhi pun masih terbatas untuk keperluan
praktikum mahasiswa. Sedangkan peralatan untuk kebutuhan
penelitian masih belum bisa terpenuhi. Sehingga program
penelitian waktu itu boleh dikata hampir tidak berjalan.
Kendala Peralatan Penetilian
Mengenai program penelitian saya belum bisa banyak bicara.
Penelitian saat itu dirasa sangat sulit sekali dilakukan, selain
karena terkendala masalah peralatan, masalah SDM yang
kurang juga semakin membuat sulit diadakannya sebuah
penelitian. Karena pada waktu itu teman-teman dosen banyak
yang masih sekolah di luar negeri. Hal ini mungkin berbeda
dengan sekarang, penelitian-penelitian di bidang Mechanical
Engineer sudah banyak dilakukan. Sekarang sudah banyak
lulusan S3 bahkan sudah ada yang bergelar Profesor,
peralatan laboratorium juga sudah memadai.
Malam Kekeluargaan:
Sebuah Perekat. Tentang kemahasiswaan waktu itu, saya rasa
sudah cukup baik, hubungan antara himpunan dan jurusan
sangat harmonis, mahasiswa lebih santun ke dosen. Memang
karakter kekeluargaan di mesin yang seperti ini sudah saya
rasakan sejak masih menjadi mahasiswa di jurusan ini. Untuk
lebih menjalin keakraban tersebut, mahasiswa mengadakan
“Malam Kekeluargaan” yang mengundang dosen beserta
karyawan. Walaupun waktu itu di jurusan belum ada tempat
yang sesuai untuk menggelar acara tersebut. Kita pernah
mengadakannya di hotel, pernah juga di pemandian (kolam
renang) Tambaksari. Walaupun belakangan ini acara tersebut
sudah hilang, namun saya rasa tanpa itupun hubungan
mahasiswa – dosen sudah terjalin cukup baik.
Gokart: legenda, Semangat, dan Kerelaan
Event besar lain, seperti gokart juga pernah melegenda saat
itu. Gokart yang menyedot banyak panitia (mahasiswa mesin),
penonton dan melibatkan peserta dari seluruh Indonesia,
terutama dari Jakarta dan Jawa Barat. Bisa dibayangkan
betapa susahnya mengorganisir sebuah event besar seperti
itu, dapat mereka jalankan dengan cukup baik. Salut saya
untuk semangat mahasiswa saat itu. Pernah saat gokart
diselenggarakan di Perak (dulu jalan tol Perak) ada suatu
kejadian yang tidak bisa saya lupakan. Suasana saat itu benar-
benar kurang enak, masyarakat di situ mengirimkan surat
kaleng yang isinya ancaman pada kami, mereka menganggap
gokart itu sebagai kegiatan foya-foya. Mereka mengancam jika
kegiatan itu terus diadakan, mereka akan mengebom event
Menjadi seorang Kajur (ketua jurusan)
Teknik Mesin, merupakan sebuah
tantangan bagi saya. Karena di situlah
saya merasa diakui dan dipercaya
oleh teman-teman jurusan untuk
memegang amanah menjalankan
tampuk kepemimpinan di jurusan
Teknik Mesin ITS waktu itu. Selama dua
periode (1984-1990) saya menjabat, banyak sekali suka duka
yang saya rasakan. Tapi jika ditanya mana yang lebih dominan
di antara keduanya, tentu perasaan suka yang lebih banyak
saya rasakan.
Lulus Banyak dan Baik
Tujuan utama Jurusan waktu itu lebih dititik-beratkan pada
pengembangan bidang akademik, bagaimana agar suasana
belajar mengajar dapat tercipta dengan baik sehingga jurusan
bisa meluluskan banyak engineer muda tapi tetap tidak
menurunkan kualitas lulusannya. Hal ini merupakan sebuah
tuntutan, karena pada saat itu kebutuhan akan engineer,
khususnya Mecahical, Electrical, dan Chemical Engineering
sangat besar sekali guna menunjang proses pembangunan di
Indonesia. Sementara pada kurun waktu tersebut sumber daya
manusia (dosen dan karyawan) kurang memadai. Terutama
tenaga pengajar (dosen) yang dirasa sangat kurang, karena
waktu itu kebanyakan dari mereka masih melanjutkan studinya
ke jenjang S2 dn S3 di luar negeri. Demikian juga sarana dan
prasarana gedung, laboratorium beserta peralatannya yang
sangat terbatas untuk terciptanya suasana belajar mengajar
yang kondusif.
Crash Program untuk KBM
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, sekitar tahun
1985 pemerintah mencanangkan “Crash Program”, sebuah
program percepatan sarjana (waktu itu masih disebut sebagai
insinyur). Sejak diadakannya “Crash Program”, Jurusan Teknik
Mesin ITS mulai banyak menerima calon-calon insinyur.
Sebelum adanya program ini, paling sekitar hanya 100 orang
calon insinyur yang diterima, kemudian setelah itu mulai
meningkat menjadi 150 bahkan sampai 250 orang calon
insinyur. Sejak adanya “Crash Program”, kondisi jurusan mulai
berubah perlahan menuju ke arah perbaikan. Dana Crash
Program waktu itu lebih difokuskan untuk kegiatan belajar-
mengajar (KBM). KBM dibiayai lebih sehingga dosen lebih
semangat dalam mengajar dan membimbing mahasiswa,
begitu juga mahasiswanya. Selebihnya dana tersebut
digunakan untuk memperbaiki sarana prasarana yang ada.
Gegap Gempita Teknik Mesin
oleh : Prof. Dr. Ir. I Made Arya Djoni, M.Sc.,
Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS 1985-1990
a
r
y
a
d
j
o
n
i
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

sekarang, walaupun ini mungkin penilaian subyektif dari saya
saja. Walaupun mahasiswa dulu belajar dengan keadaan
buku yang kurang, tenaga pengajar yang kurang, fasilitas
kurang memadai, tapi tidak menyurutkan semangat mereka.
Kerinduan akan Semangat!
Pesan saya untuk mereka dalam rangka 50 tahun Mesin ini
tidak banyak, yang saya harapkan adalah mahasiswa yang
tidak serius dalam belajar itu harus belajar lebih baik, lebih
dihayati dan diterapkan makna SKS (Satuan Kredit Semester)
dengan baik, jangan disalah-artikan SKS sebagai Sistem
Kebut Semalam. Perbanyak latihan, baca materi sebelum
kuliah agar ada bekal sebelum diterangkan dosen. Bagi yang
juga ikut organisasi, jangan sampai semangat berorganisasi
mengalahkan semangat belajar. Ingat tujuan utama adalah
kuliah, organisasi hanya merupakan selingan untuk belajar
softskill yang tak didapatkan di kuliah. Tetap kuliah dan
berorganisasi itu yang baik. Semangat berkarya demi
kemajuan bersama.
tersebut. Merasa was-was tentu iya, namun saya terpaksa
menyembunyikannya. Saya tak tega melihat semangat
anak-anak waktu itu yang optimis untuk mengadakan event
tersebut. Saya tidak mau acara itu gagal hanya gara-gara
saya memberitahukan adanya surat ancaman itu. Tapi
untunglah surat ancaman itu mungkin hanya gertakan saja,
kegiatan dapat berjalan lancar sampai usai.
Lalu Kemana?
Lalu ke mana kegiatan-kegiatan besar itu sekarang? Kemana
juga semangat para pemudanya? Apakah semangat
mereka juga hilang seiring dengan hilangnya kegiatan besar
tersebut? Yang saya sayangkan semangat mahasiswa
sekarang tidak seperti mahasiswa jaman itu. Mahasiswa
dulu motivasi belajar dan berorganisasinya lebih kuat dari
Suasana meriah
pada salah satu
kegiatan yang
diadakan Mesin ITS
Padahal PEM adalah mata kuliah syarat untuk tugas akhir
.
Kolam, Taman, Laboratorium Komputer
Saya merasa perlu adanya fasilitas untuk membangkitkan
hasrat para mahasiswa agar lebih nyaman untuk belajar
di kampus. Dulu mahasiswa lebih suka berada di rumah
untuk menyelesaikan tugas. Sehingga kampus hanya
sebagai tempat kuliah saja tanpa adanya kegiatan lain yang
berarti. Hal itu terjadi karena belum adanya tempat bagi
mahasiswa untuk saling berinteraksi di kampus selain di
kelas. Akhirnya saya mempunyai gagasan untuk menguruk
tanah kosong di samping kampus menjadi kolam dan
taman. Taman Mesin itulah yang sampai sekarang menjadi
tempat favorit mahasiswa untuk belajar bersama ataupun
sekedar mengerjakan tugas kuliahnya. Untuk menunjang
kebutuhan perkuliahan mahasiswa pada saat itu, dibangunlah
laboratorium komputer sebagai salah satu fasilitas di kampus
yang bisa dipergunakan oleh mahasiswa.
Hasil yang Lebih dan yang Kurang
Selama masa kepemimpinan saya jumlah lulusan mahasiswa
agak meningkat bila dibandingkan beberapa tahun
sebelumnya. Namun dari segi kualitas lulusan mahasiswa
memang masih kurang memuaskan.
Kebutuhan Strategi ‘Keras’
Saya sebagai Ketua Jurusan Teknik
Mesin demi mengurangi jumlah
mahasiswa yang masa kuliahnya
tidak tepat waktu, menerapkan
peraturan yang keras untuk masalah
akademis. Saat itu kuliah selesai tepat
waktu adalah hal yang agak sulit
diwujudkan oleh para mahasiswa, maka saya menerapkan
beberapa metode untuk menanggulangi masalah tersebut.
Salah satunya adalah mengumpulkan semua mahasiswa
yang terbelit masalah akademis. Pada acara tersebut saya
menyampaikan bahwa mereka yang bermasalah akan diberi
dispensasi selama satu semester untuk menyelesaikan
tanggungan mata kuliah yang seharusnya sudah mereka
selesaikan, dan jika tidak berhasil maka konsekuensinya
adalah drop out.
Keacuhan Mengurangi Motivasi
Dahulu lulus kuliah tak semudah seperti sekarang. Salah
satu faktor yang menyebabkannya mungkin adalah sifat dari
mahasiswa yang acuh terhadap masalah akademis. Banyak
mahasiswa yang masih di tingkat sarjana muda sudah
menganggap mencapai jenjang sarjana padahal belum
menyelesaikan mata kuliah perancangan elemen mesin (PEM).
Teknik Mesin dalam Kedisplinan
oleh : Ir. A. Aziz Badjabier,
Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS 1990 -1993
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Teknik Mesin dari Hati
oleh : Prof. DR. Ir. Djatmiko Ichsani, M.Eng.Sc.
Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS 1993-1996
diharuskan mempercepat masa kelulusan mahasiswanya
tanpa mengurangi kualitas sarjana. Maka jurusan pun mulai
membuka kelas untuk semua mata kuliah tiap semester
agar mahasiswa tidak perlu menunggu satu tahun untuk
mengulang mata kuliah yang tidak lulus. Kebijakan ini
ternyata efektif untuk menekan masa studi mahasiswa.
Namun dengan adanya kebijakan tersebut serta aturan
bahwa nilai yang digunakan adalah nilai yang terbaik maka
mulai saat itu tiap kelas selalu penuh dan banyak mahasiswa
yang terkesan coba- coba dan tidak serius saat kuliah.
Program Enjoy dan Koreksi Bersama
Program saya saat itu adalah, pertama, enjoy learning, yaitu
menciptakan mahasiswa suka belajar. Kedua, enjoy staying,
bagaimana menciptakan kampus menjadi rumah kedua
bagi mahasiswa sehingga mereka betah berada di kampus.
Dan ketiga enjoy teaching, yaitu menciptakan dosen suka
mengajar. Berkaitan dengan program yang ketiga, saat itu
dosen masih suka telat mengumpulkan nilai mahasiswa,
maka saya pun mengadakan Program Koreksi Bersama.
Jadi saya mengajak semua dosen pergi ke tempat yang
dingin dan tenang selama dua hari agar beliau- beliau dapat
mengoreksi dengan nyaman dan tujuannya tercapai,yaitu nilai
terkumpul tepat waktu.
Menuntun Kemahasiswaan
Yang saya ingat dari kegiatan kemahasiswaan adalah acara
yang diadakan oleh Bengkel (Lembaga Bengkel Mahasiswa
Mesin, red.) serta acara camp. Saat pengkaderan. Kalau
sudah mulai camp, hati saya selalu dag dig dug, khawatir
terjadi hal- hal yang akan mempengaruhi nama jurusan di
masyarakat. Namun untuk menghindari hal itu saya selalu
mendampingi saat acara camp. Selain itu juga ada acara
Drag Bike dan festival and yang diadakan di kantin pusat.
Ayo! Kualitas dan Softskill!
Untuk mahasiswa Mesin, kedepannya persaingan makin
ketat, lapangan pekerjaan tidak banyak sehingga yang bisa
leading hanya orang- orang yang berkualitas. Janganlah
bangga hanya menjadi sarjana namun jadilah sarjana yang
berkualitas di bidang akademik dan memiliki kemampuan
soft skill. Maka selain belajar di bangku kuliah, aktiflah juga di
kegiatan kemahasiswaan.
Menjadi seorang nahkoda kapal
adalah hal yang berat apalagi kapal
yang saya kemudikan adalah juru-
san ini. Jurusan yang telah memiliki
ciri khusus dan kredibilitas tersendiri
di mata masyarakat dan di kalangan
akademisi sebagai salah satu juru-
san tertua di ITS.
Laboratorium 24 Jam
Pada dasarnya semua ketua jurusan menginginkan kemajuan
bagi jurusan yang dipimpinnya berdasarkan situasi dan
kondisi saat itu. Hal itu pula yang saya lakukan, dengan
jumlah mahasiswa yang relatif cukup banyak (mahasiswa
baru 150 orang, sehingga jumlah total mahasiswa Mesin
saat itu 900 orang), saya ingin memberi fasilitas yang
memadai bagi mereka. Saat itu laboratorium masih dibatasi
penggunaannya dan tidak buka 24 jam. Padahal menurut
saya, sebaiknya fasilitas yang ada diberikan seluas-
luasnya agar mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan
melatih sikap analitis serta mampu berkreasi. Sehingga
saya memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk
menggunakan laboratorium serta menyerahkan kunci lab
pada salah satu mahasiswa, agar mereka merasa memiliki
dan bertanggung jawab pada fasilitas yang telah diberikan.
Namun rupanya lab buka 24 jam masih belum membudaya
di ITS sehingga sempat timbul perdebatan dari pusat dengan
alasan mahasiswa yang keasyikan mengambil data di lab
menjadi sulit bangun pagi dan ketika dosen sudah datang,
ada mahasiswa yang masih bersiap akan mandi, serta
kekhawatiran terjadinya kebakaran di lab dan beban listrik
yang meningkat. Hal ini pun segera saya rapatkan dengan
mahasiswa sehingga mereka pun mengubah sikapnya.
Keterbatasan Dana Pengembangan
Di masa kepemimpinan saya, dana untuk pengembangan
jurusan dan kemahasiswaan masih sangat terbatas.
Walaupun sudah memiliki alat praktikum yang cukup
memadai namun kita belum memiliki peralatan penelitian.
Dan pada saat itu kenyamanan bukanlah hal yang
diutamakan. Kampus masih belum ada pendingin ruangan,
taman belum menjadi pusat kegiatan mahasiswa seperti
saat ini, dan buku- buku di Ruang Baca pun belum sebanyak
sekarang.
Lama Studi vs Program Percepatan Insinyur
Lama studi mahasiswa pun masih berkisar antara 11-
12 semester namun karena saat itu ada P2I (Program
Percepatan Insinyur ) yaitu program yang didasarkan
pada data Bappenas bahwa insinyur yang ada masih
sangat kurang jumlahnya dibandingkan dengan jumlah
kebutuhan insinyur saat itu, maka Fakultas Teknologi Industri

... kedepannya persaingan makin ketat,
lapangan pekerjaan tidak banyak sehingga
yang bisa leading hanya orang-orang yang
berkualitas. ...
d
j
a
t
m
i
k
o
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

pendidikan QUE salah satunya, lewat QUE ini Teknik Mesin
bisa selagkah lebih maju daripada jurusan-jurusan lain
di kampus ITS. Baik itu dalam hal akademiknya maupun
sarana dan prasarana pendukungnya. Seperti diadakannya
TOEFL pertama kali di Jurusan Teknik Mesin ITS tahun
2001, walaupun secara de jure tidak ada aturan akademik
di dalamnya, namun setidaknya Mesin sudah bisa menjadi
pioneernya. Sedangkan di kampus ITS sendiri baru
menagdakan TOEFL sekitar tahun 2004. Masih dalam bidang
akademik, diadakannya Semester Pendek (SP), remidial
program, mengaktifkan kembali asisten dosen yang dulunya
ada namun telah hilang diharapkan dapat memperbaiki
atmosfer akademik yang mulai lesu saat itu. Namun
peningkatan kualitas akademik selayaknya juga diikuti oleh
peningkatan kualitas infrastruktur yang ada, oleh karenanya
lewat adanya QUE jurusan mengadakan perbaikan fasilitas
umum seperti WC, AC, gedung, dibangunnya taman untuk
mendukung hal tersebut.
Kemahasiswaan yang Termanjakan
Dalam bidang kemahasiswaan jurusan juga ikut andil
dalam mendukung keberlangsungan sebuah Himpunan
Mahasiswa Mesin. Seperti pemberian sokongan dana untuk
kegiatan kemahasiswaan yang boleh dikata cukup besar
jumlahnya bila dibandingkan dengan dana yang dianggarkan
ITS untuk tiap jurusan. Peraturan yang ada di ITS kegiatan
kemahasiswaan di jurusan dianggarkan 3% dari dana SPP,
namun waktu itu jurusan mesin sudah berani membiayai
100 juta untuk terlaksananya kegiatan kemahasiswaan.
Namun agaknya pemberian dana yang cukup besar ini lama
kelamaan dirasa Triyogi terlalu memanjakan mahasiswa,
sehingga di akhir kepengurusan beliau terjadi pengurangan
anggaran dana untuk kegiatan kemahasiswaan. Hal ini
ditujukan untuk memotivasi mahasiswa agar tidak menjadi
seorang peminta-minta tetapi menjadi seorang engineer
muda yang profesional dan punya kompetensi yang tinggi
dalam mewujudkan segala keinginannya.
Putri Memberi Gairah?
Rutinitas pelaksanaan proses
akademik dengan iklim akademik
yang kurang bergairah selama ini
telah menyebabkan rendahnya
motivasi belajar mengajar dan tidak
terciptanya budaya kompetisi dalam
bidang akademik. Hal ini pada
akhirnya akan mempengaruhi pencapaian target akademik,
yang tercermin dalam rendahnya pencapaian Indeks Prestasi
Semester dan Indeks Prestasi Kumulatif maupun panjangnya
masa studi dari lulusan. Berawal dari pemikiran tersebut,
Prof. DR. Ir.Triyogi Yuwono, DEA bersama dosen-dosen lain
menggagaskan diterapkannya program PMDK khusus putri.
Akan tetapi, program ini baru terealisasi saat Periode Ketua
Jurusan (kajur) sesudah Beliau. Triyogi yang dalam masa
jabatannya sebagai Ketua Jurusan (kajur) Teknik Mesin
ITS (1996-2003), menilai sebenarnya para mahasiswanya
mempunyai kemampuan yang sama bahkan lebih daripada
jurusan-jurusan lain. Selama ini, mahasiswa Mesin yang
berhasil lulus sesuai dengan standar (8 semester), tidak lebih
dari 10% dari tiap angkatan, akan tetapi banyak mahasiswa di
jurusan lain dapat menyelesaikan masa studinya tepat waktu.
“Dengan adanya program khusus PMDK ini, diharapkan
kehadiran mahasiswi di dalam kampus Mesin dapat memberi
semangat atau penyeimbang suasana sehingga nantinya
diharapkan dapat memacu para kaum adam untuk dapat
menyelesaikan studinya dengan tepat waktu,” ungkapnya.
Program QUE: Pioneer TOEFL, Remidial, dan Asisten
Dosen
Kajur yang dalam tujuh tahun masa jabatannya ini memang
mempunyai cita-cita utama untuk memperbaiki atmosfer
akademik yang ada, selain ide tentang diadakannya program
khusus PMDK putri, masih banyak lagi peristiwa luar biasa
yang turut mewarnai sejarah berdirinya Teknik Mesin hingga
50 tahun ini. Prestasi Jurusan dalam memenangkan dana
Terobosan-Terobosan Teknik Mesin
oleh : Prof. DR. Ir.Triyogi Yuwono, DEA,
Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS 1996-2003

... diharapkan kehadiran mahasiswi
di dalam kampus Mesin dapat memberi
semangat atau penyeimbang suasana
sehingga nantinya diharapkan dapat memacu
para kaum adam untuk dapat menyelesaikan
studinya dengan tepat waktu ...
t
r
i
y
o
g
i
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

yang lebih spesifik, maka sejak tahun 2004 Program Studi
S2 merubah Bidang Keahlian yang dikelolanya menjadi: (1)
Rekayasa Konversi Energi, (2) Desain Sistem Mekanikal dan
(3) Sistem Manufaktur.
Yang Melengkapi
Selain Program Studi S1 dan S2, Jurusan Teknik Mesin juga
mengelola Program Studi D3. Program Studi yang berada
di bawah Jurusan Teknik Mesin sejak tahun 1993 ini pada
awalnya mengelola 2 bidang studi, yaitu: (1) Konversi Energi
dan (2) Manufaktur. Program Studi D3 ini sebelum tahun
1993 berada di bawah Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT).
Sejak tahun 2004, guna memberikan refleksi yang lebih jelas
terhadap kompetensi lulusan yang dikehendaki, nama-
nama bidang studi yang dikelola Program Studi D3 berubah
menjadi: (1) Perawatan Mesin Konversi Energi dan (2) Teknik
Produksi.
APA YANG MEWARNAI:
ADB (1970): Perbaikan Akademik Signifikan
Selama 50 tahun berdiri, Jurusan Teknik Mesin ITS telah
mengalami beberapa program pengembangan yang sangat
mempengaruhi kualitas penyelenggaraan pendidikan yang
dikelolanya. Pada pertengahan tahun 1970, ITS menerima
bantuan dari The Asian Development Bank (ADB). Bantuan
ADB ini memberi kesempatan pada ITS mengirimkan
staf pengajar ke luar negeri untuk menempuh program
pendidikan S2 dan S3. Selain itu, bantuan ADB mengijinkan
ITS untuk mengembangkan dan memperbaiki fasilitas fisik,
seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan dan lain-
lain. Selama proyek ADB, Jurusan Teknik Mesin berhasil
memanfaatkan bantuan dana itu untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas staf akademik, mengembangkan
fasilitas laboratorium dan perpustakaan serta memperbaiki
kurikulum dengan menggunakan referensi kurikulum pada
perguruan tinggi teknik di Amerika Serikat. Dengan proyek
pengembangan ini kualitas dan kuantitas lulusan meningkat
secara signifikan.
Crash Program (1985): Kuantitas vs Kualitas
Pada awal tahun 1985 beberapa jurusan di ITS, termasuk
Jurusan Teknik Mesin dipercaya untuk melaksanakan “crash
program” atau P3I (program percepatan pendidikan insinyur),
yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi. Di satu sisi, pelaksanaan P3I mencerminkan usaha
pengembangan produktifitas pada di Jurusan Teknik
Mesin, namun di sisi lain, Jurusan Teknik Mesin harus
APA YANG MELEKAT:
Yang Pertama
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
– Surabaya (ITS) adalah merupakan
Perguruan Tinggi Teknik tertua di
Indonesia Timur, yang berada di
Jawa Timur. Sejak didirikan pada
tahun 1957, ITS dibangun sebagai
institusi yang mengabdikan dirinya pada perkembangan
dan penyebaran berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Fakultas Teknik Mesin bersama dengan Fakultas Teknik
Sipil didirikan sebagai Program Studi dasar pertama di ITS.
Karena itu, Teknik Mesin merupakan salah satu dari dua
Program Studi tertua di ITS.
Yang Fleksibel
Selama ini Teknik Mesin ITS dikenal sebagai program
studi yang dinamis dan fleksibel dalam mengikuti
setiap perkembangan di kancah nasional. Teknik Mesin
berkembang dari Fakultas yang terdiri dari 1 program studi
dengan 1 bidang studi pada tahun (1957 – 1973) kemudian
menjadi Fakultas yang terdiri dari 1 program studi dengan
2 bidang studi (bidang studi konstruksi dan produksi) pada
tahun (1973 – 1982). Mulai tahun 1982 nama Fakultas Teknik
Mesin berganti menjadi Jurusan Teknik Mesin, yang bersama
Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Kimia dan Jurusan
Teknik Fisika kemudian berada di bawah Fakultas Teknologi
Industri (FTI). Jurusan Teknik Industri dan Jurusan Teknik
Material adalah 2 Jurusan baru di bawah FTI yang dilahirkan
oleh Jurusan Teknik Mesin.
Yang Terfokus
Program studi S1 Teknik Mesin sejak 1984 mengelola 4
bidang studi yang semuanya mencerminkan keterkaitannya
yang sangat erat dengan penerapan ilmu mekanika dalam
aplikasi keteknikan, yaitu: (1) Desain, (2) Konversi Energi,
(3) Teknik Produksi dan (4) Metalurgi. Guna memberikan
refleksi yang lebih jelas terhadap kompetensi lulusan yang
dikehendaki, nama-nama bidang studi ini sejak tahun 2004
kemudian berubah menjadi: (1) Desain Sistem Mekanikal, (2)
Konversi Energi, (3) Teknik Manufaktur dan (4) Metalurgi.
Yang Lebih Dalam
Program Studi S2 yang lahir pada tahun 1993, pada awalnya
mengelola 2 Bidang Keahlian, yaitu: (1) Teknologi Energi
dan (2) Rekayasa Perancangan & Manufaktur. Selain karena
tuntutan permintaan pasar lulusan, dan juga karena didorong
oleh ketersediaan sumber daya pengajar dengan kompetensi
Ayo! Meng-Internasional dan Merekatlah!
oleh: Dr.-Ing. Herman Sasongko,
Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS 2003 -2011
h
e
r
m
a
n
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

pengembangan yang bertujuan meningkatkan relevansi, baik
dari lulusan, kurikulum, fasilitas pendukung maupun produk
penelitian. Atas evaluasi yang obyektif dari Badan Akreditasi
Nasional, maka pada tahun 2005 Program Studi S1 Jurusan
Teknik Mesin kembali mendapatkan Akreditasi A.
APA YANG ADA DI DEPAN:
Kegairahan untuk Berperan dalam Forum
Internasional
Semua pengembangan dan catatan prestasi yang diuraikan
di atas, merupakan modal bagi Jurusan Teknik Mesin ITS
untuk mulai melibatkan diri dalam forum internasional.
Ini membutuhkan komitmen yang solid dan partisipasi
aktif dari civitas academica dalam menjalankan program
pengembangan berkelanjutan. Berkaitan dengan hal itu,
maka adalah penting untuk merumuskan kembali visi dan
misi yang dimiliki, untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran
yang diharapkan.
Potret yang Ingin Dilukis.
Selaras dengan Visi, Misi, serta Sasaran dan Tujuan
yang menjadi landasan program kerja dan program
pengembangan Fakultas Teknologi Industri (FTI) maupun
Renstra ITS, Jurusan Teknik Mesin mendasari program kerja
dan program pengembangannya ke depan dengan Visi, Misi
serta Sasaran dan Tujuan yang telah dirumuskan sebagai
berikut:
Visi: Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Teknik Mesin
dengan reputasi internasional, yang sangat berperan sebagai
institusi rujukan program studi Teknik Mesin di Indonesia.
Misi: • Menyelenggarakan program Pendidikan Tinggi
Teknik Mesin untuk menghasilkan lulusan yang mampu
bersaing di pasar global, • melaksanakan penelitian dan
mempublikasikan hasil penelitian bidang keilmuan Teknik
Mesin yang berkualitas dalam forum nasional, regional
maupun internasional, • serta menerapkan hasil penelitian
untuk membantu memecahkan masalah industri dan
masyarakat.
Sasaran dan Tujuan: • Menjadikan sistem pendidikan dan
pengajaran pada Jurusan Teknik Mesin FTI – ITS agar setara
dengan standard internasional. • Menyediakan lulusan yang
memiliki ilmu pengetahuan, keahlian dan kemampuan praktis
sehingga mempunyai kompetensi untuk mampu bersaing
dalam pasar global, serta memiliki moral dan etika yang
baik. • Memiliki hasil penelitian yang berkualitas untuk dapat
dipublikasikan dan dipatenkan baik secara nasional, regional
maupun internasional serta diaplikasikan secara riil untuk
membantu masalah industri dan masyarakat.
menerima jumlah mahasiswa baru dua kali lipat dari
kapasitas normalnya, hingga mencapai lebih dari 200 orang.
Besarnya jumlah mahasiswa baru yang dapat diterima telah
menurunkan kualitas masukan (dengan rata-rata nilai UMPTN
yang lebih rendah) Lagi pula, program P3I tidak memberikan
investasi yang memadai untuk memperbaiki kapasitas ruang
kelas, peralatan laboratorium dan koleksi perpustakaan
(textbook, jurnal dan lain-lain). Angka perbandingan
jumlah mahasiswa dan dosen yang tinggi, ditambah
kurang memadainya sarana pendukung pembelajaran
untuk melayani jumlah mahasiswa yang begitu besar
mengakibatkan target kualitas yang ingin dicapai dengan
program P3I tidak dapat dipenuhi secara memuaskan.
QUE (1999): Efektifitas dan Efisiensi
Pada dekade terakhir, Program Studi S1 dan Program Studi
S2 Jurusan Teknik Mesin ITS menjadi salah satu di antara
beberapa program studi di Indonesia yang mendapat
penghargaan tinggi. Pada tahun 1998 Program Studi S1
Jurusan Teknik Mesin ITS mendapatkan Akreditasi A+,
sedangkan pada tahun 2004 Program Studi S2 mendapatkan
Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. Karena reputasi
akademik dan keandalan sistem manajemen pendidikan
yang dimilikinya, pada tahun 1999 Program Studi S1 Jurusan
Teknik Mesin ITS menerima Block Grant yaitu Quality for
Undergraduate Education (QUE) batch II untuk periode
5 tahun (1999 - 2004). Jenis grant sangat kompetitif dan
bergengsi ini mengucurkan dana lebih dari 1,2 juta USD
dan 6,2 milyar IDR. Banyak perkembangan telah dilakukan
sebagai implementasi dari proyek QUE. Semua aktivitas dan
program proyek QUE dilakukan untuk memperbaiki kualitas
pembelajaran dan aktivitas penelitian melalui managemen
yang lebih efektif dan efisien.
2005: Pengembangan yang Berkelanjutan
Jurusan Teknik Mesin FTI – ITS dalam 5 tahun terakhir
itu telah mengimplementasikan program-program
kebersamaan
ketua jurusan dan
mahasiswa setelah
larut berdiskusi
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

seharusnyalah terus tumbuh bersemi tatkala sudah terjun di
masyarakat. Semangat untuk ikhlas berbagi dengan saudara
kita sendiri adalah kunci terpenting untuk menyuburkan
solidaritas dan integritas dalam wadah Ikatan Alumni. Ikatan
kepentingan yang dilandasi oleh ikatan moral-emosional
antar saudara kita, akan memberikan daya perekat dan
tenaga gerak yang kuat untuk mulai melangkah secara
bersama. Kebersamaan seperti itulah yang semestinya
selalu dapat menghantarkan kita melangkah ke depan untuk
mencapai kemajuan.
SPI dan IMHERE (2004-2011) :
Sebuah Wahana Awal
Untuk dapat mencapai sasaran dan tujuan tersebut di
atas, managemen Jurusan harus mempunyai komitmen
dan kemampuan untuk senantiasa melakukan evaluasi
diri, merencanakan dan mensosialisasikan Program
Pengembangan Jurusan yang disususun berdasarkan
analisa evaluasi diri, kemudian mengimplementasikannya,
dalam arti mampu memotivasi dan mendorong peran aktif
civitas academica untuk secara bersama melaksanakannya.
Ini telah dibuktikan, bahwa setelah selama 4 tahun ini (2004
– 2007) Jurusan Teknik Mesin ITS bisa melaksanakan
Program Pengembangan secara baik dan berkelanjutan
dengan dana SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi),
maka mulai September 2007 kembali Jurusan ini dipercaya
mengelola dana Program Hibah Kompetisi dari Bank Dunia.
“Block Grant” ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi
pengelolaan managemen pendidikan guna memperbaiki
relevansi lulusan maupun produk intelektual lainnya menuju
standar internasional. Program “IMHERE” (Indonesia
Managing Higher Education for Relevance And Efficiency) itu
akan diimplementasikan hingga September 2011.
Ayo! Merekatlah 4500 Alumni Demi Mesin Ueber
Alles!
Pada akhirnya, terutama berkaitan dengan semangat
peringatan ulang tahun emas (ke 50) Teknik Mesin ITS,
almamater tercinta yang telah melahirkan lebih dari 4500
putra-putri terbaiknya bagi nusa dan bangsa itu menghimbau,
agar selanjutnya kerjasama antar alumni dalam rengkuhan
payung kebersamaan almamater bisa terealisasi secara lebih
intensif. Solidaritas dan integritas dalam semangat “mesin
ueber alles” yang tumbuh dihati setiap mahasiswa Teknik
Mesin ITS, tatkala masih bersama dalam kampus dulu,
m
i
l
i
s
t
:

b
k
s
-
t
m
@
y
a
h
o
o
g
r
o
u
p
s
.
c
o
m
TAHUKAH ANDA ...
Visi ITS 2007 = Menjadi perguruan tinggi
yang maju pesat dibidang kelautan,
permukiman dan enerji yang berwawasan
lingkungan untuk mencapai pengakuan
internasional.
Misi ITS 2007 = Misi dari ITS adalah
memberikan kontribusi nyata dalam
ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
untuk kesejahteraan masyarakat melalui
kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian
dan pengabdian masyarakat dengan
memanfaatkan ICT yang diakui secara
international.
Manajemen: • Pengelolaan ITS
dilakukan dengan memperhatikan prinsip-
prinsip good corporate governance
(Transparency, Accountability,
Responsibility, Independence, Fairness). •
ITS menciptakan suasana yang kondusif
dan memberikan dukungan sepenuhnya
kepada mahasiswa, dosen, pegawai
untuk dapat mengembangkan diri dan
memberikan kontribusi maksimal pada
masyarakat, industri, ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni. • ITS mengembangkan
jejaring untuk dapat bersinergi dengan
perguruan tinggi, industri, masyarakat,
dan pemerintah dalam menyelenggarakan
kegiatan pendidikan, penelitian dan
pengabdian pada masyrakat.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Dengan usia seseorang yang 50 tahun bisa dikatakan ia
sudah mencapai suatu titik yang matang/bijaksana, ia
tidak lagi hidup yang menunggu “menerima” suapan dan
seharusnyalah ia sudah menjadi seseorang yang mampu
“memberi”. Demikian juga dengan Fakultas Teknik Mesin
ITS beserta para alumnus-alumninya pada usia yang ke-50
sudah menemukan jati dirinya yang luhur sebagai lembaga
yang diharapkan mempunyai potensi dan yang menjadi
sorotan dan harapan masyarakat.
Berawal dari Yang Melahirkan
Lalu apakah yang bisa “diberikan” oleh para alumnus-alumni
ITS Mesin yang diharapkan bisa dikenal dan diakui orang
mempunyai profil sarjana yang “lebih senang memberi dari
pada menerima”? Selain itu para alumnus-alumni tidak
bisa dilepaskan dari almamater atau ibu kandung yang
menyusuinya, sebab dari pohonnyalah buah itu akan dikenal
orang atau kedua sisi mata uang itu akan menunjukkan nilai
sesungguhnya uang itu sendiri.
Kepekaan Sosial Sebagai Pemicu
Orang tidak tertarik untuk mengupas alumnus-alumni
yang masih saja mempunyai sifat yang senang menerima
yang bisa berkonotasi baik atau buruk, tetapi paradigma
memberi yang diharapkan masyarakat secara singkatnya
adalah: pertama, alumnus-alumni Teknik Mesin ITS haruslah
mempunyai hati yang peka terhadap keadilan dan yang
tidak tinggal diam melihat keberadaan masyarakat Indonesia
yang perlu sekali bantuan di banyak bidang, seperti: •
Sudahkah ITS Mesin beserta para alumnus-alumninya
secara proaktip memberikan sesuatu sebagai suatu bentuk
konkrit pengabdian masyarakat ? • Bagaimanakah bentuk
kepedulian sosial sebagai pribadi atau sebagai alumni yang
dilaksanakan secara nyata, terutama proaktip tanpa harus
diingatkan, diajak atau digerakkan oleh pihak ketiga dan
bahkan janganlah hanya terlukis indah dalam wacana atau
visi-misi yang nun jauh di alam maya ?
Swadaya Sebagai Pendorong
Kedua, Tuhan memberikan kepada manusia akal yang
berkemampuan dan bahkan ia mampu untuk akal-akalan
untuk selalu masih tetap saja ingin menerima, diberi, disuap,
dilayani, tetapi alangkah indahnya bila akal itu bisa secara
konkrit mewujudkan adanya langkah-langkah memberi dan
melayani, seperti: • Sebagai alumni-alumnus ITS Mesin
yang sudah sekian tahun mendapat didikan dan diasah
akalnya di bidang teknologi, mampukah dan maukah ia atau
mereka bukan hanya menunggu datangnya teknologi yang
dihasilkan akal orang lain yang “disana”, namun siap untuk
melipat lengan baju dan terjun menjadi peneliti dan penghasil
teknologi yang sumbernya adalah akal orang yang “disini”
dan mampu dipersembahkan/diberikan kepada masyarakat
Indonesia. • Masyarakat Indonesia masih belum semua
melek teknologi yang berkinerja tangguh, apalagi yang hitec.
Masyarakat Indonesia masih membutuhkan teknologi tepat
guna, disesuaikan dengan kemampuan masyarakat untuk
menyerapnya, mengaplikasikannya dan hasilnya mempunyai
nilai jual yang mampu menyejahterakan masyarakat kecil
umumnya. • Di Indonesia angka pengangguran masih
cukup tinggi dan bisakah ITS Mesin beserta jajaran
alumnus-alumninya menghasilkan teknologi yang sifatnya
memberdayakan mereka ? Langkah ini memang kelihatannya
kurang bergengsi bagi seorang peneliti atau pencipta, tetapi
kalau berhasil akan mampu menaikkan pamor dan gaungnya
almamater.
Transformasi Paradigma
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat banyak
memang perlu adanya transformasi paradigma “menerima
vs memberi”, dari memikirkan untuk diri sendiri dan berubah
dengan berkarya bagi sesamanya masyarakat yang luas
yang masih mengharapkan uluran tangan orang-orang
berilmu, masih adakah kepekaan hati ? Semoga !
Bekasi, Oktober 2007
Memberi: Butuh Kepekaan dan Swadaya
oleh : Hariono Soemarsono
mantan Dekan ITS Mesin
tahun 1970-1972, 1972-1974, dan 1974-1976

... ia tidak lagi hidup menunggu “menerima”
suapan dan seharusnyalah ia sudah menjadi
seorang yang mampu “memberi” ...
h
a
r
i
o
n
o
s
@
c
b
n
.
n
e
t
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Bahkan saat senat mendapat undangan untuk mengikuti
Pekan Olahraga di Medan, kami mencari dana dengan cara
mengadakan Pagelaran Wayang Orang di THR. Selain itu,
kami juga selalu diundang saat Dies Natalis Univ. Airlangga
untuk ikut serta dalam pertandingan olah raga. Lawan berat
kami saat itu bukan lagi tim dari perguruan tinggi lain, namun
tim judo dan voli kami selalu melawan tim Angkatan Laut.
Jadi memang Teknik Mesin yang ‘gagah dan sangar’ sudah
terbentuk sejak dahulu.
Insinyur dan Dokter
Pada awal pendiriannya ITS sempat akan bergabung dengan
Univ. Airlangga. Namun hal ini mendapat tentangan dari Bp.
Pringgodigdo (Unair) menurut beliau jika ITS bergabung
dengan Unair maka keteknikannya akan pudar dan ciri
khasnya akan menghilang. Padahal saat itu Indonesia sangat
M-1 adalah gelar yang disandang oleh Ir. Ananda Soejoso
saat menempuh kuliah di Teknik Mesin. Sebagai angka-
tan pertama, beliau tentu mempunyai pengalaman kuliah
yang menarik dan berbeda dengan yang kita alami saat ini.
Kampus yang masih tersebar di beberapa tempat, dosen
yang juga merupakan para pelaku industri, serta minimnya
laboratorium adalah sedikit gambaran kondisi jurusan pada
masa itu. Berikut penuturannya yang akan membuka mata
kita tentang kondisi perkuliahan di Teknik Mesin pada tahun
1957 :
M1, Lalu Siapa Seniornya?
Saat itu Teknik Mesin bukan pilihan pertama saya, hal yang
masuk akal karena sebagai lulusan SMA tentu saya tidak
memilih jurusan yang baru didirikan. Saya hampir mendaf-
tar ke UGM namun karena pertimbangan jarak yang jauh
akhirnya saya mendaftar di Teknik Mesin. Mungkin karena
baru didirikan maka seleksinya pun tak begitu ketat, dan saya
diterima menjadi mahasiswa Teknik Mesin. Mahasiswa yang
diterima dan menjadi angkatan M-1 sejumlah 30 orang. Hal
yang menarik saat itu adalah tetap diadakannya Ospek seb-
agai gerbang awal bagi mahasiswa baru agar bisa diterima
oleh seniornya. Agak aneh memang, angkatan pertama dari
sebuah jurusan yang baru didirikan, siapa yang menjadi
seniornya? Begini ceritanya, saat penerimaan mahasiswa
baru ada beberapa mahasiswa UGM yang juga mendaftar di
Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Sipil, walhasil mereka yang
pernah mengalami Ospek akhirnya menjadi senior kami dan
diadakanlah Ospek gabungan Teknik Mesin dan Teknik Sipil.
Walaupun kami angkatan pertama bukan berarti Ospek yang
kami alami mudah untuk dilalui. Namun Ospek inilah yang
menjadi dasar bagi Ospek di tahun- tahun setelah kami. Dan
berkat Ospek ini pula kami merasakan kesolidan angkatan,
bahkan dengan senior pun telah terjalin keakraban. Meny-
enangkan.

Cari Dana Lewat Wayang
Senat Mahasiswa telah terbentuk berkat adanya beberapa
mahasiswa UGM. Senat ini, seperti halnya Ospek, juga
gabungan Teknik Mesin dan Teknik Sipil. Untuk menjalankan
organisasi dan menjaganya untuk tetap eksis memerlukan
perjuangan yang cukup keras. Karena pada masa itu ITS
masih berupa perguruan tinggi swasta maka dana untuk
hal- hal di luar kegiatan akademis sangatlah sulit didapat.
Didadaku Ada Mesin!
oleh : Ir. Ananda Soejoso
Penyerahan ijasah sarjana pada Wisuda sarjana
Teknik Mesin ke-1, jurusan Teknik Pendingin.
Yang diadakan di Jl. Ketabang Kali. Tampak
pada foto, Ir Ananda Soejoso (3), Djajadi
Rachmat (4), Harsono Koesoemo (5) dan
Soepeno Hoetomo (6) akam menerima Ijasah
dari Dekan Ir. R. Achmad Mochamad Hoesni (2)
dan diawasi oleh rektor ITS Ir. Marseno.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

membutuhkan insinyur- insinyur yang berkompeten untuk
membangun bangsa.
Gelar Minder
Setelah menempuh kuliah selama 8 tahun, akhirnya saya
lulus dan memperoleh gelar. Saat itu kami masih minder,
karena ITS belum dikenal orang seperti saat ini. Bahkan
ada beberapa alumni yang malu mengakui almamaternya
ini. Dahulu kami memang belum memiliki kebanggaan
almamater. Jadi ketika lulus lalu mendapat pekerjaan dan
bisa menerapkan ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah
dalam pekerjaan, saya masih merasa agak heran. Ternyata
tidak sia- sia saya kuliah di Teknik Mesin ITS.
Museum dan Pabrik Tapioka
Menyambut 50 tahun Teknik Mesin, saya dan teman- teman
yang juga sudah purnatugas, ingin memberikan sesuatu
bagi almamater ini. Kami akan mengumpulkan peralatan
kuliah serta foto- foto yang akan mengingatkan kita pada
masa kuliah di Teknik Mesin silam. Rencananya museum itu
berada di gedung Perpustakaan lantai 3. Selain itu kami juga
berencana mendirikan pabrik tapioka yang bekerjasama
dengan LPPM-ITS. Semoga rencana di atas dapat terlak-
sana.
TAHUKAH ANDA ...
Beban Studi
Jenjang Program Pendidikan Reguler yang
ditawarkan meliputi:
• Program Sarjana (S-1), dengan beban
studi 144 SKS dan ditempuh dalam waktu 8
semester. # Program Magister (S-2), dengan
beban studi 36-48 SKS dan ditempuh dalam
waktu 3-4 semester. • Program Doktoral (S-
3), dengan beban studi 50 SKS dan ditempuh
dalam waktu 6 semester. • Program Diploma
III (D-3), dengan beban studi 110 SKS
dan ditempuh dalam waktu 6 semester. •
Politeknik, dengan beban studi 112-115 SKS
dan ditempuh dalam waktu 6 semester.
Satu sks (satuan kredit semester) mempunyai
beban studi per minggu sebesar 50 menit
tatap muka di kelas, 50 menit kegiatan
mandiri dan 50 menit mengerjakan tugas.
Selain program reguler, ITS
menyelenggarakan Program ekstensi
pada beberapa program sarjana, diploma
dan politeknik yang bertujuan memberi
kesempatan kepada masyarakat khususnya
pegawai negeri/swasta untuk memperoleh
pendidikan lanjut dengan menggunakan
fasilitas yang sama dan perkuliahan
dilaksanakan pada sore/malam hari.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

banyak dari kawan-kawan yang membantu pekerjaan-
pekerjaan di kampus. Para mahasiswa mendapatkan jatah
beras dari YUBM (yayasan urusan bahan makanan yang
sekarang menjadi Bulog) dengan harga sepertiga harga
pasar dan kelebihan harga digunakan untuk biaya Dewan
mahasiswa, sementara beberapa kawan diminta oleh Pak
Angka untuk masuk ke rawa-rawa Sukolilo untuk mengukur
tanah yang sekarang menjadi kampus ITS betapa sulitnya
mengadakan pengukuran pada waktu itu dengan alat yang
sederhana. Saya dipercaya oleh Dekan waktu itu Pak RAM
Husni untuk merangkap jabatan sebagai kepala tata usaha
Fak. Mesin, mengatur seluruh administrasi di fakultas Mesin.
Sepuluh tahun di kampus semua dosen meminta kepada
saya untuk segera menyelesaikan kuliah dan pada 1969
selesai.
Awal Kedua: Berdagang, Berjuang, dan Mandiri.
Satu hal yang menggelitik bahwa sebagai seorang muslim
yang harus mengikuti jejak Rasul yang hidupnya diawali
dengan dagang. Bersyukur sekali bahwa begitu selesai kuliah
langsung bisa bergabung dengan perusahaan yang hebat
seperti Pabrik Colibri (PT Unilever Indonesia). Banyak yang
mencemooh, orang design ketel, mesin perkakas, kok kerja
di pabrik sabun, pasta, bedak, kok bukan di industri mesin.
Bagian mesin itu hanya bagian kecil dari seluruh proses.
Bagaimana menghargai disiplin ilmu yang lain, team work,
memperdalam masalah keuangan, sales, marketing, stock,
maintenance, method engineering, membuat estimate,
bagaimana evaluasi dengan melihat aktualnya, market
test / dengan door to door, melihat kekuatan kompetator
dan kekuatan kita sendiri, menyusun strategi, membangun
organisasi, menentukan visi organisasi dan sebagainya
semuanya bisa didapatkan dengan kemampuan komunikasi
yang baik. Timbul fikiran mengapa tidak membuka usaha
sendiri akhirnya pada 1974 akhir bergabung dengan kawan-
kawan sesama SMP 6 Surabaya bekerja dalam bidang
konsultan Engineering. Perjalanan selanjutnya dengan mudah
membangun perusahan dalam bidang yang lain seperti
supplier ke hankam, tambang, kontraktor, konsultan serta
retail dan terakhir pendidikan.
Enterpreneurship & Kepeminpinan: Dasar
Kemandirian dalam Pendidikan
Pada waktu mengadakan perjalanan keluar baik ke
Eropah, Jepang, Amerika timbul pertanyaan yang sangat
mengganggu. Mengapa mereka dapat maju dengan Sumber
Daya Alam yang tidak besar kalau dibandingkann dengan
negara saya sendiri yang sangat kaya dengan potensi
Awal: Penerimaan yang Mengharukan
Masih terbayang awal-awal memasuki kampus ITS di
Simpang Dukuh tahun 1957 dan dipelonco oleh kakak-kakak
senior baik dari Mesin maupun dari Sipil yang rasanya begitu
keras hampir-hampir tidak tertahankan. Disuruh mengerjakan
sesuatu yang tidak mungkin dikerjakan. Terngiang-ngiang
di telinga slogan-slogan “Yo opo carane kudu iso, kudu
wani, kudu berhasil” tetapi dengan cara yang benar. Kakak-
kakak senior pada saat pembalasan tidak ada yang lari
menunjukkan jiwa yang sportif. Kemudian pada saat-saat
akhir perpeloncoaan, saat penutupan dengan api unggun
semua menangis saling memaafkan dan rasa dekat sekali
antara senior dan junior, dan senior sebagai kakak bersedia
untuk meminjamkan buku serta menenter yuniornya dengan
ikhlas. Indah sekali rasanya pada saat-saat itu. Perasaan itu
terbawa terus sampai sekarang.
Dosen yang Praktisi
Para dosen yang merupakan praktisi langsung di lapangan,
Pak Kandar, Pak Mulyani, Pak RAM Husni, Pak Suroyo, Pak
Tjoa Bian Yong, Pak MN Saleh, Pak Hariono, Pak Sution
Ardjanggi, dan lain-lain banyak memberikan kepada kami
masalah-masalah yang langsung dihadapi di lapangan dan
bagaimana mengatasinya jadi bukan sekedar kurikulum yang
ada. Selain itu yang lebih penting lagi keberanian dari Bapak-
Bapak tersebut untuk memberikan kepada senior-senior kami
titel insinyur dan ternyata di lapangan tidak kalah dengan
insinyur yang lain. Dari Bapak-Bapak Dosen kami tidak hanya
mendapatkan hal-hal yang menyangkut akademis tetapi lebih
banyak yang non akademis yang sangat berguna dalam
melakukan pekerjaan.
Jiwa yang Ueber Alles
Proses berikutnya menanamkan jiwa juara pada adik-adik
di Fakultas Mesin dengan slogan “Mesin Ueber Alles”
memberikan semangat, jiwa dan mental kepada adik-adik di
Fakultas Mesin untuk tidak boleh patah semangat, pantang
menyerah, tekun, jujur, terpercaya, serta humoris, dengan
penggerak perpeloncoan AAS (arab, ambon dan sumatra:
Farid Bakarman almarhum, Charly Pelupessy, serta saya
sendiri). Saat-saat yang indah juga pada waktu itu kedekatan
kami dan kawan-kawan sebagai mahasiswa dengan Bapak
Dr. Angka Nitrisastro yang kami anggap sebagai orang
tua kami sendiri dengan seluruh keluarganya bagaimana
komitmen serta konsistennya dalam mempertahankan
tujuannya dan disertai keikhlasan yang tinggi.
Rantai Hidup: Kerja-Belajar-Makan-Prestasi
Pada awal-awal keadaan memang sulit sekali sehingga
ITS Ueber Alles: Segera Jadilah Mandiri!
oleh : Buchori Nasution
b
u
c
h
o
r
i
n
@
c
e
n
t
r
i
n
.
n
e
t
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

dapat melihat sesuatu lebih luas lagi dan dapat mengangkat
martabat bangsa lebih tinggi lagi. Oleh sebab itu pelajari
dan hayatilah konsep pendidikan Technology di Inggris
dan berlatihlah terus-menerus konsep kepemimpinan dari
Amerika yang sudah kita modifikasi sehingga tugas kita
sebagai Khalifah di bumi Allah ini dapat terlaksana dengan
baik. Beberapa kakak seniormu mesin yang sudah memiliki
pengalaman kerja di beberapa perusahaan sadar sekali akan
kurikulum kepemimpinan ini sangat penting dan mereka
sudah berlatih. Mereka sangat ingin berbagi dengan adik-
adik yang ada di kampus tetapi masih terbentur prosedure
dan administrative. karena hal ini memang tidak pernah kita
dapatkan pada kurikulum yang ada dari Diknas.
Harapan, Kenyataan, dan Keharusan: Mandirilah!
Harapan saya agar adik-adik bisa menjadi Entrepreneur
besar di belakang hari dan hal ini selalu mungkin. ini
merupakan tantangan, dan saya sadar adik-adik di mesin
adalah orang yang berani menghadapi tantangan. Bukankah
ada ungkapan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin,
dan besok harus lebih baik dari sekarang? Oleh sebab itu,
pada waktu malam evaluasi apa yang kamu kerjakan hari ini,
dan persiapkan apa yang akan kamu kerjakan untuk besok
yang bisa lebih baik dari hari ini, dan kerjakanlah apa yang
kamu tulis itu. Berfikir, berfikir, dan berfikir, agar kita amanah
terhadap sesuatu yang bernama akal yang diberikan oleh
Allah kepada kita. Hanya orang-orang yang pengecut, lemah,
tidak bertanggung jawab yang tidak berani menghadapi
tantangan / perubaan. Semuanya akan kita dapatkan dengan
selalu terus berlatih, berlatih dan berlatih, jangan cepat puas,
tingkatkan terus rasa ingin tahu (curiousity), karena kalau
ini mandek maka kita akan jadi mayat hidup, hidup tidak
berarti.Bukankah proses belajar itu mulai dari buaian sampai
ke liang lahat? Karena begitu kita mulai berhenti belajar
atau berfikir maka proses kepikunan akan menyerang kita.
Tanamkan benar-benar bahwa apapun yang kita kerjakan
adalah dalam mencari ridho Allah. Dan selalu meminta
petunjuk pada-Nya bukan pada manusia. Sehingga pada
waktu kita dipanggil kembali kita kembali dengan tenang.
Tingkatkan terus Akhlaq kita, baik akhlaq kepada Allah (:
sahadat, Mukminin, Muttaqin, Mukhlisin) dan terfikirkan
kepada sesama manusia (:kepedulian mau berbagi apa saja,
dan dapat dipercaya) dan kepada alam semesta dengan
seluruh isi nya (:kepedulian mau memenuhi kebutuhan alam
dan dapat mengaturnya agar seimbang) yang merupakan
titipan Allah kepada kita. Ucapkan terus di dalam hati bahwa
“saya bisa... saya bisa...saya bisa...” dan kamu akan bisa dan
apabila ini tidak dilakukan sampai kapanpun kamu tidak akan
melakukan sesuatu dengan sepenuh hati.
Semoga adik-adik di Mesin bisa merubah paradigma
pendidikan dari anak didik yang siap pakai, penjual ijazah
(kuli) menjadi anak mesin yang siap memakai, mandiri-
pemimpin/ Khalifah fil Ard.
Hidup Mesin “Mesin Ueber Alles”
Sumber Daya Alam nya. Dimana letak kekurangan kita?
Oleh sebab itu saya mencoba mencari lewat pendidikan.
Bagaimana caranya mereka mendidik anak bangsanya
sejak dini, apa yang diberikan sebagai kurikulum sehingga
mereka menjadi bangsa yang maju. Ternyata konsep
dasarnya sangat berbeda. Inggris kurikulum dasarnya
hanya 3: Science, Technology dan Moral Education. Science
sangat luas termasuk MIPA, Moral bagaimana akhlaqnya
kepada Raja sebagai lambang persatuan “The King cannot
do no wrong” dengan penasehat-penasehat yang terdiri
dari orang-orang pilihan, Akhlaq kepada sesama anak
bangsa sportivitas antara satu dan yang lain tetapi sangat
curang terhadap bangsa lain. Kurikulum Technology yang
mempersiap kan anak bangsa untuk berpola fikir dagang.
Diberikan sejak umur 5 tahun sampai umur 15 tahun. Kita lihat
rata-2 negara maju karena pola berfikirnya mengembangkan
perdagangan (Singapore, Inggris, Belanda, Taiwan, Korea,
Hongkong, Jepang, Malaysia). Bukankah agama mengatakan
9 dari 10 pintu rezki ada didalam perdagangan? Bukankah
Rasul memulai kariernya sebagai pedagang ? Dagang
adalah suatu profesi yang membuat kita menjadi pribadi yang
mandiri. Kemudian di Amerika saya menemukan kurikulum
kepemimpinan yang diberikan sejak umur 9 tahun sampai
umur 19 tahun yang tidak diberikan kepada seluruh warga,
hanya seperenam itupun untuk kalangan tertentu.
Jadilah Elang! Rengkuhlah Alumni!
Melihat ini semua timbul lagi cita-cita yang dulu sudah kita
canang kan “Mesin Ueber Alles”. Dan bagi sekelompok
pengecut dianggap arogan. Mengapa Jurusan Mesin kita
lulusannya hanya menjadi penjual ijazah, untuk menjadi kuli
orang, bukan orang-orang yang bisa menciptakan lapangan
kerja dengan para pekerja dari berbagai disiplin ilmu? Biarkan
perguruan tinggi lain atau fakultas lain menciptakan para
pekerjanya tetapi mesin kita yang menjadi pemimpinnya atau
orang yang bisa menciptakan lapangan kerja untuk mereka.
Kalau mesin bisa memulai ini nantinya akan timbul slogan
bukan hanya “Mesin Ueber Alles” tetapi “ITS Ueber Alles”.
Setiap orang hidup seharusnya memiliki cita-cita tujuan /
visi kalau tidak maka orang itu hidupnya hanya bisa jadi
bebek. Bangsa kita tidak memiliki Visi maka kita menjadi
bebek dan didikte oleh bangsa lain. Adik-adik di Mesin harus
berani menjadi Elang terbang tinggi kelihatan kesepian tetapi

... Adik-adik di Mesin harus berani
menjadi Elang terbang tinggi kelihatan
kesepian, tetapi dapat melihat sesuatu lebih
luas lagi dan dapat mengangkat martabat
bangsa lebih tinggi lagi ...
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Awal: Suatu Ketiadaan
Teknik Mesin ITS adalah kampus ketiga saya. Setelah lulus
SMA 2 saya masuk Fak Ekonomi Gama, gedung kuliahnya
masih di Pendopo Kraton Yogya yang dibatasi sketsel.
Saya hanya bertahan 1 minggu, karena setiap hari masuk
angin. Kemudian saya masuk Fak Ekonomi Unair dengan
jumlah mahasiswa 400 orang, papan tulis dari belakang
tidak kelihatan, dan pengeras suaranya juga tidak jelas,
serta karena kuliahnya di gedung pertemuan pemandian
Tegalsari maka saya juga hanya bertahan selama 1
minggu. Terakhir saya masuk Teknik Mesin ITS, kuliahnya
di salah satu rumah Jl. Simpang Dukuh, yang kemudian
diperluas dengan bangunan darurat berdinding papan, di
stren Kalimas yang terletak di belakang SMA Trimurti, dan
sebagian kampus di stren seberang Kalimas (sekarang
jadi taman). Kemudian ada bekas gudang di Jl. Undaan
Kulon (belakang PT Rajawali) dan dengan disekat dinding
anyaman bambu, maka jadilah gudang tersebut menjadi
ruang kuliah. Ketika pasca G30S beberapa sekolah Cina
juga diambil alih untuk beberapa sekolah, termasuk yang
ada di Jl Baliwerti.
Usaha Tidak Karena Persaingan
Dengan keadaan yang serba seadanya serta kondisi fisik
beberapa fakultas perguruan tinggi juga masih jauh dari
memadai, maka motivasi untuk masuk perguruan tinggi
tidaklah terlalu kuat, dan masih jauh untuk bercita-cita
menjadi ilmuwan. Bahkan pada saat itu mahasiswa mencari
sendiri dosen-dosennya (siapa yang bersedia menjadi
dosen sukarela) dan perkuliahan juga dapat diadakan di
kantor atau perusahaan dosen yang bersangkutan. Namun
dengan adanya berbagai ‘tantangan dan hambatan’
tersebut dapat diambil sisi positifnya yaitu mahasiswa
ketika itu (harus) dapat memahami kondisi lingkungannya,
sehingga kalau pingin berhasil ya mesti berusaha.
Kendalanya semangat untuk berusaha apalagi bersaing
tersebut belum tumbuh sebab persaingan hampir tidak
ada.
Organisasi Berbasis Kebutuhan
Walaupun fasilitas kampus masih belum memadai namun
mahasiswa kala itu juga sudah mampu membentuk wadah
untuk beraspirasi dan mengembangkan kreatifitasnya di
Senat Mahasiswa. Dalam keorganisasian Senat Mahasiswa
kala itu ada Seksi Penyaluran Tenaga Mahasiswa. Salah
satu pekerjaan yang jadi favorit Mahasiswa Mesin adalah
“kontrolir karcis” bus antarkota. Senat juga ikut sebagai
sub-kontraktor (labour supply) pada proyek penanaman
pipa air untuk Pabrik Kertas Leces dan Rehabilitasi Pabrik
Gula Jatiroto. Namun karena saat itu kondisinya banyak
mahasiswa yang sudah bekerja dan kebetulan Ketua Senat
Mahasiswa kala itu sibuk dengan pekerjaannya sehingga
jarang ke kampus, maka mahasiswa yang masih rajin ke
kampus ditunjuk menjadi pelaksana harian (sekarang
Badan Pengurus Harian, red.).
Dari Ketidak-asing-an Hingga
Keter-asing-an
Sejak mahasiswa tingkat akhir saya menjadi asisten
praktikum tek-mek, kemudian setelah lulus saya menjadi
dosen LB di Teknik Mesin, dan SK terakhir saya sebagai
dosen LB / dosen penguji TA adalah tahun 1986. Jadi
bagi saya kampus Mesin beserta warganya tentu tidak
terlalu asing bagi saya. Ketika sudah tidak menjabat
sebagai dosen tujuan saya datang ke kampus tentu untuk
mendapatkan informasi tentang ilmu pengetahuan terbaru.
Oleh karena itu jika niatan hanya datang dari satu pihak
saja maka kemungkinan tidak akan berlangsung lama,
semoga niatan saya itu ada sambutan dari teman-teman
di kampus, untuk saling berbagi informasi antara dunia
ilmuwan dan dunia praktisi.
Rindu Penat akan Ikatan
Dalam forum alumni, tentunya pesan dan saran saya
berkaitan dengan bagaimana keterkaitan Alumni dengan
Almamater dapat terus ditingkatkan. Dalam siklus proses
perbaikan berkelanjutan, tentu tidak mungkin dilupakan
adanya umpan balik. Memperbaiki Jurusan Teknik Mesin
tentu perlu umpan balik dari masyarakat pengguna lulusan
kita. Umpan balik dari alumni tentunya sumber informasi
yang bisa didapat dengan sangat murah, dibanding kalau
mengadakan “survey pasar”. Sekali lagi niatan tersebut
tidak mungkin hanya datang dari satu pihak. Setiap
uluran tangan pasti harus ada yang menyambut. Kalau
perlu hubungan antara ikatan alumni dengan Jurusan di
formalkan. Presiden Ikatan Alumni Unair itu duduk di dalam
Majelis Wali Amanah, dan ketika acara Wisuda ada acara:
Rektor menyerahkan wisudawan kepada Presiden Ikatan
Alumni Unair.
Semoga 50 Tahun Teknik Mesin ITS dapat menjadi motivasi
untuk terus lebih maju.
Sebuah Perjuangan yang Membekaskan
Kerinduan
oleh : Soekarsono Hadiwinoto
s
o
e
k
a
r
s
o
n
o
_
h
@
t
e
l
k
o
m
.
n
e
t
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

di ITS dengan diberlakukannya Tingkat Satu Bersama dari
semua jurusan. Sehingga bisa dikatakan saya sebagai hasil
produk sejak adanya perubahan tersebut.
Belajar Sambil Bekerja: Asah Jati Diri dan
Kepemimpinan
Dengan berpedoman bahwa perguruan tinggi adalah
penggemblengan manusia terakhir sebelum terjun ke
masyarakat, maka di akhir tahun 1980 saat berakhirnya
semester ke delapan, saya bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah saya sudah tahu dan paham atas identitas dan
jati diri saya sendiri. - Apakah saya bisa memimpin diri saya
sendiri. Ternyata jawaban oleh diri saya sendiri diragukan
oleh diri saya sendiri, sehingga saya memutuskan bahwa
sejak tahun 1981 atau di saat semester 9 hanya membuat
tugas pendahuluan dan tugas akhir, serta segelintir mata
kuliah yang masih harus diikuti, maka saya memtuskan
untuk sambil bekerja guna membangun dan menjawab
pertanyaan diri saya di atas tersebut. Agar kewajiban
akademik tetap terpenuhi maka sebagai pengaman waktu
saya bermoto Bersekolah sambil Bekerja, maksudnya untuk
mudah memutuskan bila suatu saat keduanya membutuhkan
saya pada saat yang sama maka saya sudah siap untuk
mengambil keputusan. Walaupun sudah bermoto demikian,
toh waktu tanpa terasa ternyata semester 9 saya tempuh
hampir 3 tahun dimana bulan Nopember 1983 saya diuji
tugas akhirnya dan dinyatakan lulus, tetapi wisudanya baru
bulan maret 1984.
Dimulai dari Pengendalian Diri dan Kedisplinan
Pada awal 1981, saya memulai dengan menjadi sopir
antar jemput karyawati berjumlah 11 orang, dan saya
betul-betul diperlakukan sebagai sopir, bila menjemput
terlambat mendapat omelan, bila kondisi hujan lebat ban
bocor harus mendongkrak dan mengganti sendiri tanpa
dibantu, dan hikmah yang saya dapat adalah saya dapat
melepas segala atribut yang melekat didiri saya yang artinya
saya dari keluarga mampu serta calon sarjana dan saya
memperlakukan diri saya sendiri pada saat itu betul-betul
sebagai seorang sopir. Pengalaman yang didapat adalah
pembelajaran pengendalian diri dan belajar bagaimana
menerapkan kedislipinan dan dapat memuaskan dalam
melayani orang. Proses tersebut saya jalani cukup 3 bulan,
uniknya di akhir bulan kedua kedok saya terbongkar dan
selama bulan ke tiga mereka berbalik untuk merayu saya,
lucu ya.
Akademik & Basic Mentallity: How to Do It
Untuk menjadi seorang sarjana teknik yang sukses di
bidangnya, dalam kiprahnya di masyarakat tidak cukup hanya
berbekal kemampuan akademik. Ternyata dibutuhkan adanya
bekal keilmuan yang lain yang disebut basic mentality, yang
terdiri dari jiwa leadership; enterpreunership dan sense-
sense yang lain, dalam hal ini harus terbentuk dan eksis
di dalam jiwa seseorang sarjana teknik sebagai prasarana
dalam penerapan ilmu akademik tersebut. Dimilikinya
modal basic mentality tersebut sangat mutlak harus dimiliki
oleh seseorang sarjana teknik terutama kelulusan baru
sebelum memulai kiprahnya dengan bersandang sebagai
sarjana teknik. Jadi secara simple dapat dikatakan bahwa
mendapatkan ilmu akademik tidak sekompleks pembentukan
basic mentality. Di akademik secara normatif sudah jelas
formatnya melalui kurikulum, SKS, dan pengajaran tiap
hari, text book serta ditunjang kemauan belajar. Sedangkan
basic mentality harus terbentuk dengan berinteraksi dengan
masyarakat, keaktifan di kegiatan sosial dan ekstrakulikuler
dan proses menjalankannya sangat bergantung kepada
motivasi dan interest si orang tersebut. Sehingga secara
realita akan tampak kesuksesan seseorang umpamanya
satu angkatan, berbekal value akademik yang sama, tetapi
didalam karier akan berbeda satu sama lain karena yang
membedakan adalah kecepatan dalam pembelajaran dari
pembentukan basic mentality tersebut. Memang hingga saat
ini masih menjadi perdebatan dan sangat dilematis bahwa
dengan satu cycle dua proses (pengajaran akademik dan
pembentukan basic mentality) diharapkan dapat terwujud.
Namun ternyata hingga saat ini masih belum memenuhi
sehingga selalu adanya feed back ke kampus dari para
pengguna kelulusan bahwa metoda pendidikan harus
berorientasi pasar, tetapi selalu masih dalam tanda tanya
how to do it. Bertolak dari aspek di atas, maka saya akan
membeberkan sekilas perjalanan saya sejak di mahasiswa
hingga saat ini, dan saya adalah salah satu angkatan ’76 (M
19) dimana di tahun tersebut dimulainya perubahan kurikulum

... saya memulai dengan menjadi sopir
antar jemput karyawati berjumlah 11 orang,
dan saya betul-betul diperlakukan sebagai
sopir ...
How to Build Your Basic Mentality
oleh : Eko Sulianto
M19, Business Development Director,
PT Alstom Power Energy System Indonesia
e
.
s
u
l
i
a
n
t
o
@
y
a
h
o
o
.
c
o
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Sosio Humaniora dalam Kontraktor
Dari April 1984 hingga Juni 1986, saya beralih ke perusahaan
kontraktor yang dimulai menggarap proyek jalan kereta api
Kabat – Meneng 27 KM di Banyuwangi, dan posisi saya
sebagai salah satu pimpinan yang membidangi operasi
dan pemeliharaan peralatan berat. Di sini saya, berdua
dengan kawan seangkatan yang membidangi operasional
proyek secara keseluruhan diberi kepercayaan oleh pemilik
perusahaan hanya berdasar sangat sederhana, bahwa kami
berdua adalah seorang sarjana yang memiliki kemampuan
analisa dan kualitas berpikir secara intelektualitas dibanding
non sarjana, dan beliau tanpa melihat pengalaman-
pengalaman saya sebelumnya apakah sesuai atau tidak
dengan pekerjaan yang beliau percayakan kepada saya.
Tawaran tersebut menjadi hal baru bagi saya yang hanya
bermodalkan pengalaman sebagai salesman, tetapi tawaran
tersebut saya sikapi sebagai tantangan dengan motto lebih
baik gagal setelah mencoba daripada menolak. Dengan
bermodalkan pengetahuan TQC/QCC serta pelajaran Sosio
Humaniora bidang Industrial Psychology, alhasil dalam tempo
2 bulan saya mampu memegang seluruh pengendalian
managemen proyek, termasuk unsur kedisiplinan seluruh
crew proyek, dan selama kurun waktu satu tahun seluruh
aktivitas proyek tersebut berjalan lancar, hingga saat ini rel
kereta tersebut masih berfungsi. Hikmah dibalik pengalaman
tersebut saya semakin matang dalam hal pengambilan
keputusan, dan pengalaman di proyek Banyuwangi tersebut
saya anggap sebagai institut kedua didalam menempa
kemampuan dan kapaistas saya sebagai seorang pimpinan.
Penugasan selanjutnya adalah proyek-proyek irigasi di
Lombok dan Sumbawa, dan yang terakhir adalah Waduk
Gondang di Lamongan.
Litbang PAL: Pemberdayaan Organisasi
Dari Juli 1986 hingga January 1988, saya beralih ke PT
PAL Indonesia, dan posisi saya sebagai staff engineer
yang ditempatkan di Subdit LITBANG. Pada saat itu
peranan Litbang belum menampakkan peranannya, karena
memang tidak ada implementasi pemberdayaan yang
jelas, sehingga kawan-kawan di litbang yang jumlahnya
sekitar 50 orang yang mayoritasnya fresh gradute tidak tahu
harus bekerja apa, hal ini mendorong inisiatif saya yang
walaupun baru tetapi dianggap senior oleh kawan2, untuk
melihat struktur kerja PT PAL secara keseluruhan agar dapat
membimbing kawan2 untuk menciptakan kerja. Dengan
memadukan jiwa salesmanship dan pengalaman proyek,
di dalam membimbing dan membina kawan-kawan serta
berkomunikasi dengan departemen-departemen teknis dan
produksi di lingkungan PT PAL, akhirnya dalam waktu singkat
pamor Litbang sudah mulai terangkat yang menyebabkan
saya dikenal oleh para senior PT PAL yang akhirnya saya
pada bulan February 1988 ditugaskan ke perusahaan Joint
Venture antara Combustion Engineering, USA dengan PT
Kepercayaan Diri & Memberi Keyakinan
Setelah menjadi sopir, profesi beralih dan meningkat menjadi
detailer re-agent immunology test untuk medical laboratory
hingga Maret 1982. Pengalaman yang didapat, mampu
melawan rasa malu diri sendiri mengingat khususnya para
dokter di Surabaya sudah banyak yang mengenal diri
saya, mampu membangun kepercayaan diri dan mampu
menerapkan teknik-teknik bagaimana meyakinkan orang lain.
TOC, QCC, & Salesmanship
Dari April 1982 hingga April 1984, saya beralih dan bekerja
di PT Midas Oil (Astra group) yang bergerak dibidang
distributor Caltex lubricant, dan jabatan saya sebagai
Sales Engineer. Selama 2 tahun di Midas saya mendapat
pengalaman pembelajaran yang sangat teratur dan berharga
sekali, terutama TOC dan QCC serta Salesmanship, dimana
pembelajaran tersebut semakin meningkatkan dan semakin
memperjelas pengenalan terhadap jati diri saya serta
memulainya penerapan karakter dan sikap sebagai seorang
engineer didalam memberikan keyakinan kepada customer
secara teknis. Barometernya adalah mampu menguasai
pangsa pasar secara majority di Jawa Timur khususnya
industri di kawasan Surabaya.
Ujian TA: Ujian Kematangan Diri
Kematangan sikap yang diperoleh selama di Midas Oil adalah
kemampuan saya dalam membuat tugas akhir yang hanya
ditulis dan diketik selama hanya 3 hari 4 malam, mulai Selasa
malam dan berakhir hari Jumat pagi jam 5.30 pagi tanpa
asistensi sama sekali dengan dosen pembimbing, dan jam
6.00 pagi sudah tengak tenguk di kampus Sukolilo sambil
menunggu waktu untuk menghadap dosen pembimbing Bp
Djoko Sungkono untuk meminta tanda tangan beliau agar
bundel tugas akhir dapat diedarkan ke para dosen penguji
pada hari itu juga, mengingat hari Seninnya saya sudah harus
maju sidang ujian tugas akhir. Koq kebetulan pada hari Sabtu
tersebut Pak Djoko sedang sakit Typhus sehingga beliau
hanya tanda tangan di atas tempat tidur tanpa menemui
saya, dan beliau hanya pesan sudah percaya dengan saya.
Pada hari Seninnya, saya yakin betul akan dapat lulus, dan
saya hanya berpedoman keyakinan berikut: - Karena tugas
akhir tersebut yang membuat saya maka saya lebih tahu
dibanding para dosen penguji. - Karena para dosen penguji
baru menerima copy tugas akhir hari Sabtu siang, saya
beranggapan tidak cukup waktu untuk mempelajari. - Bila
ada pertanyaan, paling yang ditanyakan tidak ada korelasinya
dengan penulisan saya, banyak dipengaruhi pemahaman
yang dimiliki sendiri serta hasil dari sekolah S2/S3-nya.
Ternyata di dalam sidang, analisa saya di atas benar dan
dalam tempo singkat ujian tugas akhir berakhir dan seketika
itu saya dinyatakan lulus. Suasana ujian sangat mengelikan,
bukan adu ilmu tetapi lebih banyak adu siasat dalam
menjawab dan berkelit.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Intisari dari pengalaman saya yang terpenting bagi para
Insinyur baru maupun yang akan lulus adalah:
“Pada saat awal mencari pekerjaan, janganlah terlalu
memilih-milih pekerjaan yang dipengaruhi angan-angan,
bersikaplah secera realita artinya dari sekian pilihan mana
yang lebih dahulu memberikan kepastian haruslah itu yang
diambil”.
Kenapa? Karena harus dianggap bahwa awal bekerja adalah
sebagai sekolah kedua untuk membuktikan dan menerapkan
ilmu akademik yang didapat, serta belajar bekerja secara
organisasi dan belajar bergaul didalam masyarakat pekerja,
serta mengisi diri dengan kemampuan meningkatkan basic
mentality tersebut. Baru setelah merasa ada kematangan dan
mampu mengukur nilai kemampuan yang telah dimiliki artinya
kita sudah mempunyai bargaining position dan siap untuk
mencari dan berkarier di perusahan lain yang diyakini dapat
menambah nilai lebih.
Demikianlah uraian pengalaman pribadi saya yang sifatnya
hanya untuk menambah wawasan bagi yang membacanya,
dan saya tidak mengharapkan adanya penilaian benar atau
tidaknya serta positif negatifnya. Terutama bagi para adik-
adik lulusan baru atau yang akan lulus agar pengalaman saya
menjadi basis dalam menapaki hari pertama adik-adik terjun
di kancah masyarakat.
Wassalam
PAL/PT Barata dengan nama PT Energy System Indonesia
yang disingkat PT ESI yang bergerak di industri Utility Boiler.
PT ESI: Pengembangan Unit Bisnis Berstandar
Internasional
Pada February 1988 mulai bergabung di PT ESI, dan dengan
berbekal pengalaman yang lalu disertai kematangan dalam
basic mentality, maka saya merasa tertantang mengingat
beberapa alasan-alasan: - Merupakan perusahaan baru yang
share holdernya mempunyai reputasi dunia dan dalam negeri.
- Mendapat misi dari Bp B.J. Habibie selaku penggagas
terbentuknya perusahaan tersebut bahwa sebagai wadah
transfer teknologi Boiler dan pengelolaan bisnisnya harus
secara profesional. - Kesempatan yang luas terlibat langsung
membangun landasan kultur perusahaan; menciptakan
vision, dan merencanakan pengembangan ke depannya, dan
terlibat aktif dalam membangun pertumbuhan perusahaan
tersebut. - Didorong keyakinan dan komitmen yang kuat
sehingga tumbuhnya motivasi yang tinggi. - Mendapat
kesempatan untuk belajar bagaimana memadukan kultur
asing dengan kultur Indonesia yang dapat menghasilkan dan
menumbuhkan nilai lebih dengan ber motto “Think Global
act Local”. Alhasil dari kontribusi kiprah saya di awal dapat
melahirkan yunior-yunior penerus di dalam membangun PT
ESI hingga saat ini mampu mewujudkan sosok perusahaan
yang berkelas dunia dan yang berbasis teknologi tinggi serta
berlokasi di Surabaya. Penguasaan teknologi saat ini sudah
sepenuhnya dikuasai oleh para enjenir lokal dan sudah tidak
ada lagi tenaga ahli asing, serta para enjenir lokal tersebut
lebih dari 50 % adalah lulusan ITS dari berbagai disiplin ilmu.
Pertama kali bekerja, waktu saya masih mahasiswa. Jadi,
saya tidak pernah merasa kesulitan mencari kerja. Nama ITS
cukup bisa dijual juga kok. “Oh... lulusan ITS ya?” (ahem,
sudah dianggap pandai looo).
Yang menarik dari Teknik Mesin ITS? banyak... tetapi yg
membuat kita terkenal, alumni kita dianggap Loyal di
dunia kerja. Tidak banyak tuntutan dan siap bekerja keras.
singkatnya Tidak Belagu.
Untuk masa depan, ada baiknya T. Mesin ITS mempererat
hubungan dengan dunia industri. T. Mesin ITS harus
mendatangi industri, bukan sebaliknya.
Pengalaman saya jadi mahasiswa, seperti nano nano, rame
bener rasanya. Susah, seneng, bangga, jengkel, sampai
muntab..... Tapi semua itu saya syukuri. Sebab, jika tidak
kuliah di Mesin ITS, saya tidak mampu kuliah!!! Dulu, SPPnya
kan murah banget.
Waktu jadi mahasiswa, saya cukup senang, bisa kadang-
kadang bolos (alasan jadi panitia, dan wawancara). Dan yang
jelas, saya jarang, mengisi absensi. Gimana mau ngisi, begitu
sampai di tangan saya, kolom nama saya sudah ditanda-
tangani oleh teman-teman. Baik hati kan teman teman saya?
he he he he.... Esprit De corps ( eh betul ngga nulisnya),
cukup kuat waktu itu. Kami cukup pinter, juga cukup
badungnya. Cukup juga kreatifitasnya. sampai sampai lagu
Hymne mesin-pun ditambahi embel embel..” Cerdas Ulet
Kreatif”. Mata kuliah yang paling jadi momok, Heat TRansfer,
dan Mekanika Getaran.
Esprit De Corps, Loyalitas?
oleh : Susana Dewi
s
u
s
a
n
a
_
m
3
0
@
y
a
h
o
o
.
c
o
m
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Studi Lanjut:
Kolaborasi yang Menguntungkan
oleh : Arif Fauzan
Sejak dua tahun yang lalu tepatnya bulan Agustus 2005,
saya beserta rekan-rekan lainnya dari Petrokimia Gresik
sebanyak 18 orang dikirim perusahaan untuk mengikuti
tugas belajar S2 di ITS. Ada 4 bidang keahlian masing-
masing 4 orang mengambil jurusan Teknik Mesin bidang
keahlian Rekayasa Konversi Energi, 3 orang jurusan Sistem
Manufaktur, 2 orang jurusan Teknik Informatika dan 8 orang
jurusan Teknik Kimia.
Tujuan program di atas untuk meningkatkan kompetensi
keilmuan di bidang masing-masing selain bidang manajerial
yang selama ini sudah didapat melalui kursus manajemen
tingkat manager.
Peningkatan Kompetensi, Networking, Kolaborasi
Teori-Kenyataan
Ada beberapa point penting yang dapat diambil dari
program di atas antara lain: - Membiasakan untuk
menganalisa suatu masalah berdasarkan beberapa
teori keilmuan, penelitian terdahulu, dan menulisnya
menjadi suatu makalah penelitian dan bila memungkinkan
dipublikasikan melalui journal baik lokal maupun
internasional. - Membuka peluang kerjasama yang sifatnya
riset/penelitian antara perusahaan dan perguruan tinggi
sehingga menguntungkan kedua belah pihak. - Mempererat
hubungan antara alumni yang berprofesi sebagai praktisi
di dunia industri dan perguruan tinggi lewat program
networking. - Dengan masuknya peserta dari praktisi industri
akan menambah suasana belajar lebih menarik karena
terjadi diskusi yang menarik antara dunia teori dengan
kenyataan di lapangan.
Hal yang penting dan perlu kita pikirkan bersama adalah
membuat program di atas berjalan berkesinambungan
sehingga kualitas pembelajaran S2 di Jurusan Teknik Mesin
yang kita cintai akan semakin bervariasi, berkembang dan
berkualitas.
Untuk saat ini PJB-lah yang menjadi pelopor dan sudah
mengirim 2 angkatan, kapan yang lain menyusul.
Semoga Teknik Mesin ITS semakin berjaya.
TAHUKAH ANDA ...
Jumlah mahasiswa ITS yang terdaftar pada
tahun ajaran 2002/2003 berjumlah 17.672
mahasiswa yang terdiri dari 21 mahasiswa
Program Doktor, 1.605 mahasiswa Program
Magister, 11.666 mahasiswa Program
Sarjana, 4.270 mahasiswa Program D-
3 dan Politeknik serta 110 mahasiswa
Program D-4. Sampai saat wisuda ke-86
Maret 2003, ITS telah meluluskan sebanyak
37.208 wisudawan. Mereka terdiri dari 1.389
program magister, 22.833 program sarjana,
12.841 program D-3 dan Politeknik, 145
Program D-4 Teknik Kesehatan Lingkungan
dan Politeknik.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

masa depan. Hal ini dapat dilakukan pada tingkat orientasi
mahasiswa, perkuliahan biasa ataupun kegiatan himpunan
mahasiswa.
Budaya
Teknik mesin ITS mempunyai visi misi yang tentu saja
menyesuaikan dengan visi dan misi ITS. Pada waktu yang
akan datang diharapkan seluruh keluarga teknik mesin
dapat mengetahui visi misi tersebut, sehingga target-target
jurusan dapat tercapai dengan lebih baik atas peran serta
seluruh komponen jurusan. Termasuk pensosialisasian dan
penerapan budaya-budaya tertentu seperti 5R (Ringkas,
Rapi, Resik, Rawat, Rajin) agar konsistensi menjalankan nilai-
nila luhur yang ada di teknik mesin dapat terjaga.
Kreatifitas
Sudah diakui bahwa teknik mesin dapat membentuk
mahasiswa yang sesuai dengan tuntutan kerja. Akan tetapi
yang menjadi pertanyaan adalah: seberapa kreatifkah
mahasiswa teknik mesin? Jawabannya dapat dilihat dari
jumlah prestasi yang diperoleh mahasiswa dalam kompetisi
tingkat ITS ataupun tingkat Nasional. Jika dibandingkan
dengan jurusan lain. Mahasiswa teknik mesin belum bisa
dikatakan tiga besar dalam pencapaian prestasi kompetisi/
perlombaan tingkat ITS atau nasional.
Teknik mesin diharapkan dapat menjadi pusat kreatifitas
dan pengembangan (continous improvement), baik dari segi
fasilitas ataupun prestasi. Evaluasi untuk mengetahui tingkat
pencapaian/kemajuan sebaiknya disosialisasikan secara
merata ke seluruh elemen keluarga Teknik Mesin.
Skill Insight
Himpunan Mahasiswa Mesin merupakan salah satu
himpunan mahasiswa di ITS yang mempunyai banyak
kegiatan. Baik tingkat regional ataupun nasional. Karena
kebutuhan sumber daya untuk menyelenggarakan beberapa
kegiatan besar, alokasi waktu yang digunakan untuk terlibat
dalam kepanitiaan kegiatan juga besar. Yang jadi pertanyaan
adalah: seberapa besar kegiatan tersebut dapat meng-
upgrade soft skill mahasiswa teknik mesin? Apakah sudah
seimbang antara waktu yang dicurahkan untuk kegiatan
dengan kemampuan keorganisasian yang di dapat?
Mengingat kegiatan akademik juga harus diprioritaskan,
maka hendaknya himpunan teknik mesin ataupun jurusan
teknik mesin dapat menyelenggarakan kegiatan yang
Visi dan Misi
Dalam buku seven habits of highly effective people, ‘Begin
with the end in Mind’ merupakan salah satu habit yang
dianjurkan untuk dikembangkan karena hal ini dapat
mambantu kita focus dalam tujuan hidup. Jika dianalogikan
dalam perusahaan maka hal ini adalah visi dan misi.
Perusahaan yang mempunyai good corporate governance
biasanya mengkomunikasikan visi dan misinya pada seluruh
karyawan. Dengan begitu maka seluruh sumber daya dan
kemampuan diupayakan untuk mendukung visi misi tersebut.
Demikian halnya dengan mahasiswa yang melakukan
perkuliahan dan kegiatan lainnya di kampus. Mahasiswa
tipe yang mempinyai visi adalah mahasiswa yang tahu apa
tujuannya kuliah, apa saja yang akan dihadapi di dunia kerja,
tahu apa saja harus disiapkan untuk menghadapi masa
depan.
Pada semaster awal biasanya mahasiswa mempelajari ilmu-
ilmu dasar yang bersifat teoritis. Banyak juga yang merasa
jenuh mempelajari persamaan yang ’aneh-aneh’ tanpa tahu
aplikasinya secara real. Kalaupun ada biasanya masih samar-
samar dan bahkan tidak jelas. Hasilnya adalah nilai-nilai
yang rendah. Bukan karena tidak pandai melainkan karena
mahasiswa tidak bersemangat karena belum tahu aplikasinya
di masa datang.
Mahasiswa yang tahu pentingnya soft skill untuk dunia
kerja, akan lebih bersemangat dalam mengembangkan
kemampuan tersebut. Antusias dalam mengikuti pelatihan,
dan setiap kegiatan keorganisasian yang dijalani akan diambil
hikmah serta pelajaran.
Diharapkan teknik mesin dapat membentuk mahasiswa yang
mempunyai pandangan dan tujuan yang jelas, sehingga
dapat lebih baik dan semangat dalam mempersiapkan
Segudang Harapan
oleh : Arif Hariyadi
M-45

... seberapa besar kegiatan tersebut dapat
meng-upgrade sof skill mahasiswa teknik
mesin? Apakah sudah seimbang antara waktu
yang dicurahkan untuk kegiatan dengan
kemampuan keorganisasian yang di dapat? ...
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Networking
Milis mesin / milis angkatan bisa dibilang merupakan forum
yang aktif, akan tetapi jika ditanya seberapa besar pihak
yang aktif dalam diskusi tersebut, maka jawabannya adalah
sebagian kecil. Kekuatan jarigan alumni ITS pada umumnya
memang masih kalah dengan kekuatan jaringan ITB, UGM
atau perguruan tinggi lainnya. Apa sebabnya? Antara lain
adalah media untuk menjalin hubungan tersebut. Mailinglist
terbukti belum mampu mengaktifkan seluruh anggota. Yang
ada adalah kesibukan menghapus inbox email karena penuh
dengan email mailinglist.
Adanya www.mesinits.org nampaknya merupakan angin
segar dalam mempererat ikatan alumni dan almamater.
Di media ini, diskusi dapat lebih terstruktur dengan media
komunikasi yang lebih atraktif. Diharapkan media ini dapat
disosialisasikan pada seluruh keluarga teknik mesin.
Kegiatan ke-alumnian yang diprakarsai oleh jurusan,
himpunan ataupun alumni diharapkan lebih ditingkatkan.
Dengan networking yang kuat maka semua hal akan bisa
dilakukan.
mempunyai skill insight tinggi. Tentu saja mengevaluasi/
mengurangi kegiatan yang terlalu banyak menghabiskan
waktu mahasiswa tetapi skill insight nya rendah.
Laboratorium
Dalam waktu kurun waktu empat tahun yang lalu, dapat
terlihat ada laboraturium yang berkembang fasilitas dan
karya yang dihasilkan. Akan tetapi ada juga laboratorium
yang mengalami stagnasi, bahkan penurunan kualitas. Pada
waktu yang akan datang, diharapkan setiap laboratorium
dapan menyusun rencana pengembangan yang jelas dan
disosialisasikan pada mahasiswa. Termasuk juga time
line dan target-terget untuk jangka waktu tertentu. Hal
ini dilakukan agar evaluasi pencapian pengembangan
laboratorium dapat dilakukan dengan jelas. Sehingga grafik
pencapaian bisa terus meningkat, tidak ada stagnasi bahkan
penurunan.
Pohon penelitian yang ada hendaknya tersosialisasikan
dengan baik kepada mahasiswa. Hal tersebut dilakukan agar
terjadi sinergi yang baik antara karya mahasiswa satu dengan
yang lain. Mahasiswa melakukan studi empat tahun, oleh
karena itu setiap laboratorium harus mampu menyembung
dan mengembangkan karya generasi terdahulu dengan karya
generasi saat ini dan yang akan datang.
jauh lebih maju daripada jurusan-jurusan lain yang ada di ITS
atau bahkan di universitas lain.
Sebuah inovasi di bawah pimpinan Dr. Herman S. melalui
program PMDK khusus wanita menghasilkan sebuah spesies
mahasiswa baru, dari mahasiswa mesin yang selalu di
cap “kemproh dan telat kuliah” menjadi mahasiswa yang
berkelas dan rapi serta cepat lulus kuliah tanpa kehilangan
“kejantanan” dan kultur “macho”-nya.
Di tengah-tengah perkembangan pendidikan di Indonesia
yang kian menyedihkan akhir-akhir ini, justru Teknik Mesin ITS
semakin banyak mencetak profesor-profesor dan penelitian
yang bermutu untuk masyarakat dalam waktu yang sangat
cepat.
Pandangan
“We are on the right track”, mungkin kata inilah yang tepat
untuk mewakili bagaimana perkembangan jurusan kita
tercinta, Teknik Mesin, sebagai jurusan tertua di ITS. Dibilang
seperti itu, karena sejauh pengamatan saya, Teknik Mesin
ITS selalu berupaya untuk membenahi kekurangannya dan
meningkakan kualitas diri menjadi semakin baik. Hal ini
setidaknya tercermin dari loncatan luar biasa yang pernah
dilakukan Teknik Mesin ITS di bawah pimpinan Prof. Dr.
Ir. Triyogi Yuwono, yang mengantarkan Teknik Mesin ITS
menjadi jurusan mesin paling bergengsi dan terbaik se-
Indonesia hingga mendapatkan bantuan dana dari Bank
Dunia melalui program QUE. Dengan adanya program ini
membuat banyaknya perbaikan dalam segi fasilitas, mutu
pendidikan dan sistem administrasi yang sangat canggih,
On the Right Track, but ...
oleh : Hasrinuksmo Nukiandi (M-43)
Teknisi Senior PT. PJB UPHT
n
u
x
m
o
@
y
a
h
o
o
.
c
o
m
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

non-thermal, maka saya berharap Teknik Mesin ITS juga
harus mengembangkan penelitiannya pada energi yang
terbarukan ini, seperti contohnya penelitian mengenai fuel
cell, dll. Terakhir, Teknik Mesin ITS juga harus dapat mencetak
kader-kadernya hingga dapat menduduki posisi-posisi
strategis baik di dalam institusi kampus ITS maupun jajaran
pemerintahan Indonesia. Vivat Mesin!!!
Assalamu’alaikum
Harapan
Tantangan ke depan bagi Teknik Mesin ITS adalah
bagaimana mempertahankan prestasi yang telah diraih
dan meningkatkannya lebih baik lagi, meskipun kita tahu
bahwa program QUE telah berakhir sehingga akan timbul
permasalahan dana untuk perawatan fasilitas dan sistem
administrasi yang semakin canggih. Saya berharap agar
peningkatan biaya kuliah akhir-akhir ini seharusnya juga
diikuti dengan peningkatan mutu pendidikan di Teknik
Mesin ITS yang lebih maju lagi. Selain itu, melihat arah
perkembangan teknologi energi yang menuju kepada sistem
Be The First, or Be The Best, or Be Different
Kedua, Perkembangan hasil riset yang bervisi ke depan
dan berubah sangat cepat. Sebagai contoh yang saya tahu,
Taiwan saja yang bukan anggota G-7, memiliki lembaga riset
yang bervisi “memulai sebelum yg lain memulai”. Tiap tahun
lembaga ini bisa menghasilkan paten teknologi berkelas
International sebanyak 1000 buah, berarti 3 paten kelas
international per hari, dan itu melibatkan banyak Perguruan
Tinggi. Apalagi negara-negara maju di Eropa, Jepang dan
US. Tentu mereka memiliki riset yang lebih berkelas dan
mempunyai visi ke depan yang telah terjabarkan dengan
rinci disertai strategi dan target yang ambisius. Lalu
bagaimana dengan nama besar Teknik Mesin (tercinta)
sudahkah berubah dan siap menghadapi kompetisi di tingkat
Internasional?
It Takes Time, but One Mile Journey is Started by a
Single Step
Harapan saya Teknik Mesin bisa berubah secepatnya
dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia,
khususnya internet. Segera memodifikasi website mesin.its.
ac.id supaya komunikatif dan bisa dinikmati oleh siapapun di
dunia. Segera menjajaki kemungkinan melakukan exchange
student program, dan mempersiapkan program double
degree dengan negara lain. Segera terjun ke riset berkelas
internasional untuk ikut merasakan bagaimana teknologi
mempengaruhi cepatnya perubahan di dunia ini.
Di samping “melebarkan sayap” tersebut, tentunya kita juga
perlu terus melakukan konsolidasi internal, utamanya dalam
hal memperbaiki administrasi dan kualitas pembelajaran.
Sehingga tepat pada waktunya nanti, Teknik Mesin siap
menjadi pemain dalam kompetisi Perguruan Tinggi di tingkat
Internasional.
Seiring dengan perubahan waktu yang terasa berjalan sangat
cepat, maka tatanan kehidupan di muka bumi ini pun juga
berubah dengan cepat. Perubahan itu sifatnya irreversible,
artinya tidak akan bisa kembali lagi. Dan perubahan itu
hampir tidak mempunyai sisi kemanusiaan sama sekali.
Siapa yang terlambat berubah, akan ditinggalkan begitu
saja. Apalagi yang tidak mau berubah dan merasa nyaman
dengan status quo, maka bisa dipastikan akan ditelan oleh
perubahan.
No Boundary, No Limits
Berkaitan dengan Teknik Mesin sebagai institusi pendidikan,
maka dalam pandangan saya perubahan di dunia pendidikan
tinggi saat ini dicirikan dengan dua hal: Pertama, Transfer
knowledge dan student yang tidak lagi mengenal batas
negara, sebagaimana yang disampaikan Unesco dalam
websitenya:
“The movement of students, education programmes
and providers across borders for commercial and for-
profit purposes is growing and this issue has gained new
momentum and importance with the establishment of the
General Agreement on Trade in Services (GATS). This
new international trade agreement is administered by the
World Trade Organization (WTO) and is the first multilateral
agreement that covers trade in services. UNESCO is
committed to assuring the quality of global provision of
higher education in an increasingly diverse higher education
arena and raising the awareness of stakeholders, especially
students, on emerging issues in this field.”
http://portal.unesco.org/education/en/ev.php-URL_
ID=41042&URL_DO=DO_TOPIC&URL_SECTION=201.html
Mesin ITS Go International, Now or Never !
oleh : Alief Wikarta M-43
w
i
k
a
r
t
a
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d


a
l
i
e
f
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

apakah mau jadi aktor perubahan atau cukup sebagai
penonton, atau malah gak kebagian tiket (meski) hanya
sebagai penonton???
Memasuki usia emas 50 tahun ini, marilah kita jadikan
momentum awal untuk memulai perubahan Teknik Mesin, dari
jawara kelas nasional berubah menjadi “kuda hitam” di kelas
Internasional. Dan saya rasa kebersamaan dan solidaritas
dari komunitas sarikat Merah Teknik Mesin yang telah
terbangun, sudah merupakan modal yang lebih dari cukup
untuk memulai langkah awal perubahan tersebut. It takes
time, but one mile journey is started by a single step.
Untuk mewujudkan semua itu, tentunya tidak cukup hanya
dengan membuat visi misi yang bagus dan berandai-andai
setinggi langit. Atau malah bersikap destruktif dengan
melontarkan banyak alasan dan dengan “tenang” menunggu
pemerintah ataupun ITS “menginstruksikan perubahan”
terlebih dahulu. Apa yang sekarang bisa kita rubah sendiri,
mari kita lakukan.
Perlu komitmen, kerja keras, dan keikhlasan dari semua
pihak. Dan lebih dari itu semua perlu kemauan yang
sungguh-sungguh dari masing-masing individu untuk
berubah dan tidak menunggu yang lain. Karena ingat
perubahan tidak menunggu kita. Perubahan akan terus
berjalan, kita lah yang harus berbuat dan memutuskan,
Kebijakan, Strategi, Target Terukur
Tentu saja, agar menjadi bermanfaat tanpa keluar dari
amanat (Tri Dharma) memerlukan suatu perumusan kebijakan
dan strategi pengembangan yang tepat. Kajian terhadap
ukuran keberhasilan dan kemanfaatan harus dilakukan
dengan tepat sesuai dengan kondisi lingkungan eksternal,
internal dan global. Kemudian ukuran tersebut dirinci menjadi
target kerja yang layak capai (feasible), dapat dimengerti oleh
setiap pihak terkait, jelas ukuran pencapaiannya dan tenggat
waktunya, sehingga setiap pihak memiliki tanggung jawab
yang jelas.
Peran Alumni: Informasi dan Citra
Pihak eksternal juga memiliki peran besar dalam
pengembangan tersebut, terutama peran dari para alumni.
Sebagai institusi pendidikan dan pengembang teknologi,
Jurusan Teknik Mesin membutuhkan jalinan komunikasi
aktif dan produktif terutama tentang perkembangan
dan tantangan di luar kampus yang lebih dekat dengan
kebutuhan riil masyarakat. Selain dukungan informasi, alumni
dapat berperan serta membangun citra dan kemandirian
Jurusan Teknik Mesin dengan menjalin hubungan kerja
sama yang aktif dan produktif yang saling menguntungkan
sehingga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat global
pada potensi yang dimiliki Jurusan Teknik Mesin ITS.
Peran, Kemanfaatan
Sebagai salah satu bagian dari institusi pendidikan tinggi
di tanah air, Jurusan Teknik Mesin ITS memiliki peranan
penting dalam persiapan masa depan umat manusia.
Dengan mengemban amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi;
menyelenggarakan proses pendidikan yang efektif, efisien
dan berkualitas, mengembangkan keilmuan dan teknologi
melalui penelitian, serta memberikan pelayanan dan
melakukan pengabdian kepada masyarakat, diharapkan
Jurusan Teknik Mesin ITS dapat memberikan manfaat kepada
semua pihak sehingga keberadaannya bukan mejadi suatu
hal yang sia-sia.
Kemanfaatannya harus dapat dirasakan oleh semua pihak
baik bagi yang di luar institusi (masyarakat) maupun bagi
pihak yang berada di dalam institusi (internal). Bagi pihak
eksternal Jurusan Teknik Mesin ITS mampu mencerdaskan
masyarakat dan menanamkan kesadaran budi pekerti
yang luhur agar tercipta tatanan sosial yang excellent
yang mampu menghadapi setiap tantangan hidup dan
perkembangan zaman. Teknik Mesin ITS dapat menjadi
motor pengembangan teknologi tepat guna yang menyokong
kegiatan ekonomi produktif untuk usaha kecil, menengah
dan industri besar. Hasil karya intelektualnya dapat menjadi
solusi bagi permasalahan praktis di masyarakat untuk
setiap kalangan. Sedangkan bagi pihak internal Jurusan
Teknik Mesin bersifat mengayomi, mengembangkan dan
mensejahterakan agar setiap elemen pendukung institusi
ini merasa tenang dalam pengabdiannya, tergali dan
terberdayakan potensinya, dan setia dalam mengemban
amanah yang dipikulnya.
Keberadaanya Harus Tidak Sia-Sia !
oleh : Yohanes (Angkatan 1999)
y
u
n
u
s
@
m
e
.
i
t
s
.
a
c
.
i
d
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

WISUDA KE : 2
03 – 10 – 1965
1 R. Ananda
2 Harsono Koesoemo
3 Soepeno Hoetomo
4 Djajadi Rachmad
5 Aloysius Ignatius ME
6 Kho Kong Siang
7 R.Soeratman
8 The Khik Liong
9 R.Setyo Triwidodo
10 R.Imam Soebarkah
11 Noer Tjahja Darma K
12 R.Soegeng Gijanto M
13 Hoedojo Soerjowirogo
14 Soebandi Sadiran
15 Soeharijanto
16 Boedi Tjahjono
17 Lie Gwan Khian
18 Soenarjo Prijosoemarto
WISUDA KE : 3
28 – 03 – 1967
19 R.Soenarjo
20 Wimbarko
21 Moch.Adipoeday
22 R.Djati Nursuhud
23 R.Rijo Rachwardadi
24 Soebijono
25 Farid Bakarman
26 Soeprowo
27 Soeparwoto
28 Loekito Darmoatmojo
WISUDA KE : 4
20 – 04 – 1968
29 Moch.Bachrie
30 Hoetomo Hadi
31 Soedjimoerikono
32 Roesmanto Mustrijono
33 Widodo
34 Islan Soesanto
35 Soewargo
36 Soetrisno Soetomo
37 Martojo
WISUDA KE : 5
03 – 05 – 1969
38 Slamet
39 Sukardi
40 Musaikan
41 Arifli Harbianto H.
42 Moedjiarto
43 Ngurah Delta Wirawan
44 I Wajan Mudita
45 Temu Heru Dalman
46 Karyanto Tanakusuma
47 Eddy Hartanadidjaja
48 Buchori Nasution
49 Gunarto
50 Soewono
WISUDA KE : 6
16 – 05 – 1970
51 Putu Surawidjaja
52 Mardanu
53 I Gusti Gde Masputra
54 Meritzar
55 Marwoto
56 Hamzah Basnawi
57 Charles Pelupessy
58 Soemardi
59 Martoyo
60 D.J Tehupuring
61 Abdul Muhaimin
62 Arifin S.
WISUDA KE : 7
17 – 04 – 1971
63 Djoko Santoso
64 I Made Harijawan
65 Bondan
66 Ignatius Rudiyanto T.
67 Soenyoto
68 R.Soemarjo Saroto
69 Ismail
70 I Made Surya Kusuma
71 Sutopo Ardyanto
WISUDA KE : 8
27 – 11 – 1971
72 Muhadi
73 Tomas Suradja
WISUDA KE : 9
25 – 11 –1972
74 Hoesodo
75 Soedarjanto
76 Soewandi
77 Soediro Pramono
78 Zein Zuriel Arianto
79 Agustinus Wibowo
80 Ketut Surjata
81 Handono Sasmito
WISUDA KE : 10
21 – 11 – 1973
82 Aboe Bakar
83 Wijono
84 Handojo
85 Sjaiful Sofi
86 Zainoer Ali
87 Abdullah Bamusa
88 I Made Arya Djoni
89 Lahambang K.
90 Indra Kusuma
91 Tjahjadi Kurniawan
WISUDA KE : 11
23 – 11 – 1974
92 Jasmilan
93 Andreas Ruslim
94 Mohamad Jahja
95 Eddy Kartono H.
ALUMNI S-1
TEKNIK MESIN ITS
m
-
i
t
s
@
y
a
h
o
o
g
r
o
u
p
s
.
c
o
m
 : beropini




PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

96 Abdulsalam
97 Djoko Surono Widodo
98 Darwin K.Chalidi
99 Sudjito
100 Alex Adam Nangoy
101 Hany Daryanto L.T
102 Ida Bagus Purwanta A
103 Maman Sulaiman
104 F.I Halim Kartanegara
105 Putu Renes Surya Y.
106 R.Soetjianto
107 Prasetyahadi Wignyo
WISUDA KE : 12
29 – 11 – 1975
108. Samuel Mulyanto
109 Gandung Wijadi
110 Slamet Setiadi
111 Anggodo
112 Benedectus Imam S.
113 Subiantoro Tantra
114 Yani Alifin
115 Soeharsono
116 Wahid Suherman
117 I Wayan Musnarendra
118 Djoko Sungkono
119 Samsul Arifin
120 Tjipto Basuki
121 Gunardjo Suwito Putro
122 R.H Soeharsono Hadi
123 Soeparjono
124 Mukti Hartono
125 Bambang Darmoyono
Wisuda ke : 13
17 – 07 – 1976
126 Sritomo Wignyosubroto
127 Suryanto
128 Hendro Handajanto
129 Triwibowo
130 Suwandi Natanegara
131 Felix Marzuki A.
132 Eddy William Katuari
133 Teddy Oetomo
134 Y Boedianto Lemanso
135 Suaman Pratipto
136 Imam Wahjoedi
137 Soejitno Soegiharto
138 Soenyoto Wiryo
139 I Made Sumantra P.
140 R.Bagus Bambang S.
141 Budijanto Kusnadi
142 Moedjianto
143 David Timotius Trisna
144 Hadrijono Oetomo
145 Made Saputra Djaja
146 Widjaja Dharma T.
147 Thomas Eddy Tjahjono
148 Hasan Poernomo
149 Hari Mardiko
150 R.Herman Budiharsono
151 Poerwanto
152 R.Daryono
153 Sudoyo Latief
154 Juliarso Gondoprajogo
WISUDA KE : 14
10 – 11 – 1976
155 Bambang Muljodjati
156 Gunawan
157 Sukotjo Heru Pramono
158 Cokorde Putu Arsana
159 Zainal Arief Roesman
160 Ari Joewono
161 Djoko Sunarto R.
162 Mohammad Sobirin R.
163 Husni Razak
164 Eddy Soewarni
165 Oetomo Soehoed
166 R.Tjahjo Wibowo S.A
167 Budiharto
168 Adji Soetrisno
169 Sunoto Murbini
170 Mulyono Kartokusumo
171 Josep Wattimena
172 Mochamad Koeswono
173 Bambang Goeritno
WISUDA KE : 15
15 – 04 – 1977
174 Petrus Canisius A.
175 Ahmad Ghozi Suhono
176 Ariyono Armono
177 Yoewono Adisoehardjo
178 R.Soeharsono
179 I Nyoman Sutantra
180 Soepardi
181 Sadino
182 M. Maksumhadi
183 Tantono Soemanto
184 I G N Alit Arsana
185 Prasetyo Hartanto
186 Farouk Zein Bajaber
187 Bambang Poernomo
188 Mohammad Sururi
WISUDA KE : 16
15 – 11 – 1977
189 Marijanto Soemarsono
190 Robby Subianto
191 Erlan Prasetyo
192 Mohamad Soewignyo
193 Moh.Ibnu Arifin
194 Soemarsono
195 Eddy Harmadi Tjok.
196 Indrojono
197 Jos P.Tirtoprojo
198 I Made Sebet
199 Bambang Wiryawan
200 Marthen L.Palebangan
201 Mendung Warnanto
202 Soewadji
203 Bambang Soesilo
204 Shodiq Arifin
205 Adrian Zulkarnain
206 I Nyoman Raka S.
207 Widodo Koesdaryanto
208 R.Koesoesmono
209 Iwan Sidharta
210 Achmad Muljana
211 Santosa
212 Sjamsul Bakri
213 Bambang Daryanto W.
214 I Made Natha
215 Harianto
216 Ketut Adriana
217 Sumardi
218 Soemardjadi
219 Suprapti
220 Dewanto
221 F.Sunarko
222 Cholid Sakdullah
223 Abdul Aziz Bajaber
WISUDA KE : 17
22 – 04 – 1978
224 Thomas Lewianto
225 Margono Basuki
226 Ibnu Wasit Rusdianto
227 Alex Adrianto
228 K. Soenaryo
229 Subagyo
230 Sarwanto
231 H. Moeryanto S.
232 Masriel Djamaloes
233 Hermien Retnani
234 Poedjiono
235 Budi Santoso
236 I Putu Mahayana S.
237 Zakarsi Soeparlan
238 Kadarisman
239 Guritno
240 Soetomo
241 Kusnul Hadi
242 Soeharjo Hadi
243 Soewandi Mulyono
244 Ketut Setyawan
WISUDA KE : 18
29 – 11 – 1978
245 Budi Loekito
246 Dharma Setiawan

w
w
w
.
m
e
s
i
n
i
t
s
.
o
r
g
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

247 Willy Hendarto Y.
248 Ponidi
249 Siswanto P.
250 Sutjipto Honosusanto
251 I Made Hendrawan
252 Ali Zein Badjaber
253 Herry Suherman
254 I Wayan Sutikno
255 Wisnu Purnomo
256 Sujitno Hidayat
257 Soeharto
258 Lukas Hananto
259 Boedyo Poernomo
260 Muchamad Effendy
261 Alexius Maria Wiyono
262 Djoko Santoso
263 Lubi
264 Ali Rachmad
265 Sunarto
266 Budiman Santoso
267 Indra Saksono
268 Hadiono
269 Supranoto A.
270 Anwar Paulus Soejono
271 Imam Sufa’at
272 Sugeng Hadilaksana
273 Mohammad Wardono
274 R.Bambang Hariadi
275 I Wayan Gde Mataram
276 Bambang Moelyanto S.
277 Soehartoyo
278 Bambang Sektiaji
279 Yunarko Triwinarno
280 Mochamad Sampoerno
281 Erlina Nasution
282 Sudarmaji
283 Abdullah Shahab
284 Budiyanto Tanuhardjo
285 Koes Sardjono Kuntadi
286 Wiwoho Prabowo
WISUDA KE : 19
17 – 03 – 1979
287 Bambang Setiobudiono
288 Hardiyono
289 Achmad Sedijono
290 Djaja Laksana
291 Wiratno
292 Whosep Muktamar
293 Hubber Haryono H.
294 R.Hindarminto Basuki
295 Rasjid Ridho
296 R. Harkali Setyono
297 Soedarsono
298 Yohanes Budiarto W.
299 Bambang Sakti Widodo
300 Sudjud Darsopuspito
301 Imam Rifa’i
302 Eddy Priyono
303 Hermanto
304 Moh. Room
305 Sugiarto
WISUDA KE : 20
11 – 08 – 1979
306 Bb.Roedy Soenaryo H.
307 Rochhadi
308 Sugeng Sumitro
309 Chusnul Yakin
310 Hadisuryanto Sumali
311 Wikarta Soekotjo
312 A. Darda
313 Ipik Ifianto
314 Pribadiyono
315 Slamet Sulaiman
316 I Dewa Nyoman S.
317 Budi Hermanto
318 Bernadus Yulius L.
319 Agus Nizam
320 Arifin Mutiara
321 Indra Bangsawan
322 Suharto
323 I Y Sarwono T.
324 Subijanto
325 Achmad Bachrudin
326 Muhammad Husein B.
327 Djoko Prasetyo
328 Bambang Poernomo
329 Djoko Martono
WISUDA KE : 21
08 – 11 – 1979
330 Arief Budihardjo
331 Murcahyo Samadi
332 Sugiharto Widjaja
333 Bb.Sidik Indroyanto
334 Choirul Arief
335 Muyoto
336 Sunarko
337 Yon Harmintohardjo
338 Marhadi Widayat
339 I Made Suratha
340 Achmad Manshur
341 Muhammad Sidik
342 Slamet Darsono
343 Made Hariono R.
344 Mickey Limantoro
345 Mulyadi Hadi
346 Darsono Hariadi
347 Ismuntoyo
348 Hartoyo
349 Wyakti Mahandani
350 Ngadio
351 Supiyoto
352 Hendri P.
WISUDA KE : 22
29 – 03 – 1980
353 Puji Hartono
354 S Y Sudarsono L.
355 Hadi Soemartono
356 Subagio AS
357 Eddi Haryoto Sudirno
358 I Wayan Rana
359 Suprayitno
360 I Nengah Karta Negara
361 Kartono
362 Boy Basuki Rahardja
363 Sugeng Riyanto K.
364 Mashudi
365 Bb. Adhi Marsono
366 Agus Handawinata
367 Pujiono
368 Muh. Hatta Ilham
369 Herry Poernomo R.
370 I Ketut Widja
371 Isyanto
372 Syafroedin Anwar
373 Lukman Ahmad M.
374 Muchdar
375 M.Sholeh Hasan
376 Rudy Antoro
377 Djoko Pribadi
378 Abdul Aziz Ahmad
379 Hanarso
380 Basri Ruslan
381 Sunardi
382 Soeharto
383 Sukrisno
384 Hadi Alkaf
385 Giri Guntur Cahyo
386 I Ketut Rai Pretara
387 Bambang Rudjito
388 Dewa Gede Dwiadnya
389 Untung Widjojono
WISUDA KE : 23
13 – 09 – 1980
390 d. Afasianto Sutanto
391 Y. Didiek Prajitno
392 Syamsul Hadi
393 Wahyudi Henky S.
394 G. Tjatur Prasetyo
395 Hady Fitono
396 Sudijanto Effendi
397 Ceptadi Kusuma W.
398 Handoko R.Kurniawan
399 Arianto Salmoen W.
400 Achmad Moelyono
401 Bambang Eko Witono
402 Djoko Paromo Isworo
403 Nyoman Nila
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

404 Iskandar Adikoesoemo
405 Dony Hardono
406 Aryanto Wibisono
407 I Ketut Rasdita
408 Dalyadi Wirowo S.
409 Fahrur Radji
410 I Putu Ida Asmara
411 B N Hardjo Djojo K.
412 Pratomo
413 Samuel Kristandyo
414 Suhartadi
415 Malikul Adil
416 Soejanto
417 Supriyadi
418 Djoko Sudibyo
419 Solichin
WISUDA KE : 24
15 – 11 – 1980
420 Djoko Hardi Harta
421 Imam Pudjiono
422 Gendot Wisilo
423 R.J Yogi Hendrayadi
424 Mohammad Natsir
425 Endang Retno Syam S.
426 Suyanto
427 Teuku Irmain
428 Irwan Hendratno
429 I Ketut Astina
430 Misanto
431 Gawik Sudarsono
432 R. Herbandi Novianto
433 R.P.H Tjondronegoro
434 Uli Tamrin
435 Zaenal Abidin
436 Arsyadi
437 Koko Sudjatmiko
438 Dwi Mulyanto
439 Didiek Bawono
440 Bambang Sriyono
441 R. Widiarno
442 Suyono Handhy S.
443 Zainal Arifin
444 Ismail
445 G. Tri Pudjo Wahyono
446 Sewojo
447 Djoko Sasmito Setijo H.
448 Budi Utomo Kukuh W.
449 I Made Sutama
WISUDA KE : 25
28 – 03 – 1981
450 Achmad Effendi
451 Joko Subhanuel
452 R. Kusumahadi
453 Soegeng Priyanto
454 Priharto
455 Soemarno
456 Langgam Budi Santoso
457 Kusuma Hardja
458 Oetojo
459 Ali Subagijo
460 I Gusti Wajan Adi
461 Agung Pramuji
462 Aijub Muchtar
463 Sungalim Handoko
464 Purbantoro
465 I Wayan Simpen
466 Hamid Mukarram
467 Suharto
468 Ariwiyoto
469 Ahmad Yachya C.
470 Marhani
471 Suwarsono
472 Sukono
473 Hari Purwanto Sukardi
474 Sutrisno
475 Harry Mulyono
476 Irfan Rijanto Handjojo
477 Chairudin
478 Teguh Rahardjo
479 Erina Rukiwati
480 Bambang Supriyadi
481 Erfi Fadjri
482 Hendra Susanto
483 Susilo Budiono
484 Ismartono
485 David Hasan Basri
486 Heru Bektiono
487 Suparman Budiono
488 Djianto Limandjaja
489 Sutji Lestari R.
490 Helmi Muhammad S.
491 R. Kuntjoro Adibowo
492 Andrian Djuana
493 Choirul Anam
494 Arianto Hutomo
495 R.B Supardi
496 Slamet
497 Muhammad Iskak S.
498 Suboko Budi Listiyo
499 Mudjiharto
500 Masqun Heri P.
501 Ribut Wahyudi
502 Yanuar Widianto
503 Zainal Olmi B.
WISUDA KE : 26
29 – 08 – 1981
504 Gito Samektohardi
505 Mochammad Sukini
506 Soewelo
507 R.M Tontowi S.Kusnadi
508 Bambang Suryadi
509 Soetarno
510 Kus Harnoko
511 Hary Mugijanto
512 Jewry Winata
513 Yono Hermanto
514 Hari Bagyo Triyono
515 Kadar Sutrisno
516 Radyan Issadhono
517 I N Gede Arimbawa
518 Rudy Smith
519 Susiswo
520 Budi Wiryono
521 Pamudi
522 Josef Handono
523 Bambang Hari R.
524 Ilyas Rachman
525 Darma Setyawan
526 R. Soeprapto Indro P.
527 Bambang Suhermanto
528 Tjuatjanata
529 Jongki Sumarhadi
530 Bambang Agung S.
531 Abdillah Bawazeer
532 Mohammad Helmi Y.
533 Adi Hardono
534 Sugiharto
535 Langgeng Widodo
536 IKG Karma Wandira
537 Musyafik Supriyanto
538 Rudy Purwondho
WISUDA KE : 27
12 – 11 – 1981
539 Djoko Susanto
540 Suwito
541 Ma’ala Tigor Panjaitan
542 Riyadi Purwantoyo
543 Muhammad Saechu
544 Erwin Widjajanto
WISUDA KE : 28
27 – 03 – 1982
545 Suhartomo
546 Anwar Krisnanto
547 Moch.Zainal Arifin
548 Siswanto
549 M. Syafi’i Taufan
550 Misnan Miskiy
551 Kushadi
552 Eddy Pangkal Eko P.
553 Abdul Gaffar
554 Soegihono
555 Moelyono
556 Loesianto Boedoseno
557 I Gusti Putu Sudarsana
558 Achmad Wasil
559 Bambang Subariyatno
560 Dwi Ananto
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

561 Muslim
562 Priyo Sudjalmo
563 Sugijantono
564 Darminto
565 Agus Maulana
566 Dudy Radyanto
567 Ary Yudianto
568 Muhammad Natsir
569 Suyatmo Achmad
570 Darmawan
WISUDA KE : 29
21 – 08 – 1982
571 Suharyono
572 Achmad Syafi’i
573 Tony Pranoto
574 Kuncoro Wiyono
575 Achmad Baidlowi
576 Sutjipto
577 Joko Santoso
578 Choiron
579 G.M Hardjo Danandjojo
580 Gatot Budi Riyanto
581 Ruskandar Widjaja
582 Handoko
583 Hasan Choliq
584 I Wayan Sidharta
585 Yulianto Hari Pramono
586 Nanang Soediro Edy S.
587 Heru Prasetyo
588 Nyoman Pudjana
589 Moch. Sofiyanudin
590 Emmanuel Yunus
591 Yudi Asminar
592 Achmad Djaja Djianto
593 Winarno
WISUDA KE : 30
10 – 11 – 1982
594 A. A Putu Ardana
595 Didik Hariyadi
596 Dosohusodo Wijaya
597 Subagio Hadiwandowo
598 Bambang Kusumaryadi
599 I D G Putra Swastika
600 Gatot Sutono
601 Djoko Purwono
602 Wagio Riptosumarto
603 Agus Trimulat
604 Mohammad Dachlan
WISUDA KE : 31
02 – 04 – 1983
605 Purwahadi
606 Lumaksono Noto P.
607 Eddy Susanto
608 Abdul Hanan
609 Luksiati Erntini
610 Joko Budijanto
611 Sudarmodjo
612 Rustono
613 Harso
614 Achmad
615 Eddy Ibnu Santoso
616 Houwdiarso Tunggal
617 Pudjo Karijo Tjokro
618 Oscar Lesmana
619 Purwanto Eko Nugraha
620 Slamet Supriyanto
621 Supardi
WISUDA KE : 32
27 – 08 – 1983
622 Agus Subekti
623 Budiarto Hartono
624 Harry Noerchayat
625 Hary Yantoro
626 Kus Indharto
627 Budiman
628 Edi Sumanang
629 Dadang Agus Sulaimn
630 Widiya Mulyawan
631 Imam Rochmandianto
632 Suarthana Tjahja
633 Suryo Yusuf
634 Ghulam Machfud
635 Renold Anjasmara
636 M. Idrus
637 Unggul Sutarmono
638 Arief Fajar Nugroho
639 Idung Wijono
640 I Ketut Suka Danaba
641 Firman Suryadi
642 Stephanus Adrianto
643 Gde Arya Sumbawa
644 I Wayan Puspa
645 Togu P. Hutagalung
646 I Made Londen Batan
647 Haryanto Widodo
648 Ismudjoko
649 Gede Widiarna
650 Sonny Sudarsono
651 Sutanto
652 Puguh Santoso
653 Wisjnoe Kresnadi
654 Ferry Setiawan Adinata
655 Soeharto
656 Tedjo Sulaksono
WISUDA KE : 33
06 – 12 – 1983
657 Suhadi Isdijanto
658 Nanang Suwandito
659 I Wayan Yasmin
660 Herry Purnomo
661 Patdono Suwignyo
662 Mardiono
663 Sumardijono
664 Rusman A.R
665 Firman Santoso
666 Ahmad Ajir
667 Setya Dharma Utama
668 Gasim Husein
669 Ari Tarianto Ismandono
670 Mas Oki Imam Slamet
671 Sukandar
WISUDA KE : 34
24 – 03 – 1984
672 Muallim Santoso
673 Eko Sulianto
674 Tri Supriono
675 Supriyadi
676 Adiyanto
677 Eddy Gunawan
678 Lukman Huzaini
679 I Ketut Surya Naya
680 Mochamad Ardani
681 Agus Sigit Pramono
682 Jimmy Harto
683 Heru Wibowo Sumadi
684 Bagiyo Riawan
685 Alfanus Eko Santoso
686 R. Utojo
687 Wajan Berata
688 Muljono
689 I Wayan Degeng
690 Mulyanto
691 Bachrun L Tandagimpu
692 Adri Eko Witjaksono
693 Ida Bagus Oka Sujana
694 Tugas Sugeng S.
695 Nurdin Ali
WISUDA KE : 35
25 – 08 – 1984
696 Amien Laila
697 Haryatmo
698 Heru Suhardono
699 Bambang Basuki H.
700 Subagiyo
701 Boy Hendratno
702 Hari Supriyanto
703 Suwartono
704 Djoko Sudarmadji
705 Edy Putranto
706 Suharjono
707 Hasri Wendy Zulfikar
708 Sumarno
709 Henry Heriyanto
710 Anak Agung Gd Agung
711 Noor Achwan

PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

712 Budi Wiranto
713 Eddy Subagyo
714 Yanuri
715 R.Bagong Drajat Agus
716 Salim
717 Agus Tjahjadi
718 Moch. Tabrani
719 I Wyan Tantra Sudiana
720 Raihan
721 Didit Suwardi
722 Haryanto
723 Miswan Hadi
724 Prayoga Dwi Poetranto
725 Fahmi Urip
726 Djoko Susanto
727 Arifin
WISUDA KE : 36
17 – 11 – 1984
728 Pramudiyono
729 Agoes Endro S.
730 Pandit Indrawan
731 Artanto
732 Arief Wahyudi
733 Nurchamdan
734 Rizki Mirhadi
735 Riyard Abdullah Allauw
736 Sutoto Ariyanto
737 Karya Achmad Yudi S.
738 Gatot Padmowijono H.
739 Yusuf Haryanto
740 Oegik Soedihardjo
741 Ahmad Margo Santoso
742 Rahardjo Tirtoatmodjo
743 Triyogi Yuwono
744 Hery Priyanto
745 I Wayan Susila
746 Imam Guntoro
747 Ignatius Singgih H.
748 Didik Budi Waluyo
749 Andi Soko Setiabudi
750 Hari Santoso
751 Soeharsono
752 Audi Riza
753 Hary Soebagyo
754 Markus Gatot S.
755 Sumardiyanto
756 Widodo Budihardjo
757 Abdul Syukur
WISUDA KE : 37
23 – 03 – 1985
758 Harini
759 Sutarman
760 Joko Sasono
761 Mohamad Zaki
762 Fator Rochim
763 Ainul Hayat
764 Yuswanto
765 Moch. Choiri
766 Zulkifli Anwar
767 Dwi Waskito B.
768 Herman Martono
769 Darsono
770 Hariyanto B.
771 Setyo Budiarto
772 Rochman Rochiem
773 Ridwan Suharno
774 Mahfud Sodiq
775 Achmad Hilmy
776 Slamet Santoso
777 Andri Priyono
778 Didi Irawan P.
779 Hermawan Y.
780 Rachmat Santoso
781 Yerry
782 Putu Suasta
783 Bambang Sudjatmiko
784 Rahardjo SBT
785 Agus Yunardi
786 R. Yus Setyawan
787 Hardi A. Susanto
788 F. Chairul Fatchi
789 Hartono SP
790 Surtjahjo
791 R. Agoes Hartoyo
792 I Made Sumartha
793 Bachtiar AF
794 Pengkie SP
795 Minulyo Suprapto
796 Hidarrujati
797 Herman Sasongko
798 Adwin A. Rahma
799 Moh. Arief
800 Purnawan Chandra
801 Handani
WISUDA KE : 38
31 – 08 – 1985
802 Sukendro
803 Rachmadi W.
804 Lutfi Kumoro
805 Soewandi Soenario
806 Aguk Zuhdi HF
807 Irawan Santoso
808 I G B Narendra
809 Hari Eko Santoso
810 Suradji
811 Bambang Sucahyo
812 Edi Wuryanto
813 Noto Subandi
814 Heru T. Nugroho
815 F A Buntoro
816 Yoni Cahyono
817 Fuad Achmadi
818 I Made Suardhana
819 Urip Triwaluyo
820 Moch. Faried
821 Puji Widodo
822 Togar Silaban
823 Sugianto
824 Djamhari Yamis
825 Syahroni
826 Bima Haria W.
827 Eko Nurmianto
828 Atjong Bambang S.
829 Gatot Dwianto
WISUDA KE : 39
23 – 11 – 1985
830 Slamet Riyadi
831 Tulus Sugiarto
832 Jermy Junaedhy
833 Warsidi Yasir
834 Willy Sasmita
835 Bargowo
836 Taufik Saleh
837 Juwana Sulistya
838 Roos Adi Satrio
839 Widiarso
840 Wisnu Wardhana
841 Wahyu Djati
842 Anton Lutfi
843 Sunarko
844 Agus Dihardjo
845 Dody Yasendri
846 Agus Widarsono
847 Yuniardi
848 Margono
849 Indriyawan
850 Djoko Wurjantoro
851 Harianto Wibowo
852 Suwarmin
853 Basuki Rachmad
854 Budi Suwanda
855 Setiawan Pratomo
856 Rudyanto Muliawan
857 Didi Wibisono
858 Suhardjono
859 Bambang Gutomo
WISUDA KE : 40
27 – 03 – 1986
860 Zainuddin AS
861 Turyanto
862 Djaja Sakti Pingi
863 Slamet Margono
864 Endri Isjono
865 Toto Yuswanto
866 Eddy Prastowo
867 M. Arief Katoro
868 T. Bambang Musrijadi


PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

869 R D Budi Tj.
870 Jauhari Kun Setyanto
871 Gatot Priyo Utomo
872 Subowo
873 Mei Dwi Susilo
874 Zainal Arief
875 Moch. Ismail
876 Hamdani
877 Pontjo Wijono
878 Mustiawan K.
879 H. Machmud
880 R. Nugroho A W
881 Ariefin Widodo
882 Arie Yuwono S.
883 Ni Made Dwidiani
884 Irnanda Laksana
885 Widiyanti K.
886 Joko Sarsetiyanto
887 I W Wardana
888 Fendy Wijaya
889 Teddy Pusoko W.
890 Sulistijono
891 Joni Soetomo
892 Makmur
893 B. Iskandariawan
894 Frans Soetomo
895 Gunawan S.
896 Kurnijanto I.
897 H. Istijanto
898 R B Sutrisno
899 Suhandoko
900 Moch. Anwar
901 Krisnawaldi B.
WISUDA KE : 41
13 – 09 – 1986
902 N. Mudjiharto
903 Eko Suwito
904 J B Sri Sawito
905 Joni Dewanto
906 Agus Kartika
907 Suhartono
908 Wasono Basuki
909 Heru Prastowo
910 Satriyo Hidayat
911 Zainul Muttaqin
912 Hari Subiyanto
913 Nur Husodo
914 Rudy Hermawan
915 Heru Mirmanto
916 Sonny Harsono
917 Yanu Wardono
918 Eddy Widiyono
919 Eko Permadi BS
920 Julfian Siregar
921 I Made Ariawan
922 Agus Sugiana
923 Gufron
924 Fajar Harianto
925 Sudarno
926 Boy W. Sugiharto
927 Dwi Andi H.
928 Supardi
929 Juni E. Saroyo
930 Sugihartono
931 Edy Soesanto
932 Wahyu Hikmawan
933 Vincentius K.
WISUDA KE : 42
22 – 11 – 1986
934 Irwan Purwanto
935 Yudhi Harti
936 Sunce T Abu Bakar
937 Ardianto
938 Bergas Tjahjono
939 Hadiono Prabowo
940 Bachtiar Yunus
941 Djohan Arifin
942 Untung Santoso
943 N. Budiarto
944 Yahya Wahyudi
945 Bambang Gunawan
946 Setiano Rubay
947 Irawan Rahardjo
948 Winasis
949 Agus Diayanto
950 Arino Anzip
951 U. Witjaksono
952 Hadi Kuntjara
953 Adrilmen
954 Muji Pangestu
955 Hadi Santoso L.
956 N. Nasution
957 A. Sukadjat
958 Atok Illah
959 Bramada
960 Mohamad Zaini
961 D. Taurusianto
962 Judhi Indro S.
963 Roody Purwareja
964 Banifacius Sia
965 Hery Wahidin
966 S. Setyobudi P.
967 Witantyo
968 Ferryawan Utomo
969 R. Hernanto
WISUDA KE : 43
21 – 03 – 1987
970 Denny Martyooza
971 Suhada
972 Hardiyanto
973 Josef Sutrisno
974 Winarto
975 Santoso Sudjono
976 S.T. Nugroho S.
977 Nanang Djoko S.
978 Agus Budhi S
979 Djoni Citra
980 Asmaun
981 A. Sukardiyanto
982 I G B Putu Sugata
983 Ibnu Susilo
984 Bambang Sudjasmono
985 Otty Yudistira
986 Wignyo Subroto
987 Suyadi
988 Miste Yuwono
989 Gunawan H.
990 Tri Cahyono SM.
991 P. Bimantoro
992 H S P Silitonga
993 J D Tjatur P
994 Arief N Hidayat
995 Samsul Hilal
996 Bambang Febrianto
997 Suswoko
998 Soeryanto
999 Astu Pudjanarsa
1000 M. Arif Ansori
1001 Toni M Hasan B.
1002 Randy Rihadi K.
1003 Erianto Hadi
1004 Haryono
WISUDA KE : 44
12 – 09 – 1987
1005 Trisilo Harianto
1006 Ahmad Alfian Rusdi
1007 Toga Tahi Silaban
1008 Palar Satriya
1009 Djati Waluyastono
1010 Husin Al Muhdar
1011 Tjahjo Juwono
1012 Irawan
1013 Leonardus H.
1014 Endra Wahyu T.
1015 Heru Subagiyo
1016 Bb. Suheri Hadi S.
1017 Nugrahadi
1018 Teguh Cahyono
1019 Mudjiman
1020 Risman Haji Guntoro
1021 Raden Tri Junanto
1022 I Made Wijaya
1023 Machfoed Samsoel H
1024 Rudy Nurcahja
1025 Agus Waluyo
1026 Lokita Prasetya
1027 David Edison T.
1028 Angga Manopo
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1029 Budiman Santoso
1030 Heri Layyak
1031 Bagas Wardana
1032 Rudi Subijantoro
1033 Franciscus Hadi S.
WISUDA KE : 45
14 – 11 – 1987
1034 Djaka Setiadi
1035 Anto Supriadi
1036 Edi Subiyantoro
1037 Made Sudiana M.
1038 Pudjo Wahono Hadi
1039 Tri Tjahjono
1040 Rafiq D.Machfud
1041 I Ketut Gde Putra A
1042 Agus Riyanto
1043 Aries Dharmawan P
1044 Dwi Edi Hadiwiyanto
1045 Fitri Antoro Ch.
1046 Mohammad Miftah
1047 Harjito
1048 Made Gede M.
1049 Eko Setyabudi
1050 Imam Baroto
1051 Ganis Yudikisworo
1052 Sumarjadi
1053 Slamet Harijanto
1054 Anang Subiantoro
1055 Gunawan Sidjaya
1056 HC Kis Agustin
1057 Hari Santoso
1058 Dito Dyatmiko
WISUDA KE : 46
26 – 03 – 1988
1059 Sugiarto
1060 Made Suarmada
1061 Darsono
1062 Koewardono
1063 Andri Warsito
1064 Wayan Mahardika
1065 Suherman
1066 Suharyanto
1067 Steve ETS
1068 Rumekso Adi H P.
1069 Pratjaja K.
1070 Totok Budiono
1071 Wisadana
1072 Trisaksono
1073 Kuswito
1074 IGN Kresnawan
1075 Mahmudin
1076 Imam Hariyono
1077 Nurchayat
1078 Soebedjo
1079 C. Widiyarto
1080 Wibowo
WISUDA KE : 47
03 – 11 – 1988
1081 Sunu Dwiatmoko
1082 Budi Rusianto
1083 H Markus LP.
1084 T. Sudaryanto
1085 H. Hasan H.
1086 Hasyim
1087 Rachmad Hariadi
1088 Pinto Hamayudi
1089 Rakhman Rakhim
1090 Michael SP.
1091 Rudias Harmadi
1092 Achmad Bisri
1093 I T Sugiarto
1094 Alpriyadi
1095 I N Sardjana
1096 Arif Fauzan
1097 Anang Subagio
1098 Adelbert Thomas
1099 Johannes M Mawa
1100 Wisnu Priyanto
WISUDA KE : 48
19 – 11 – 1988
1101 Hasan Maman
1102 Damus Witono
1103 Thomas Wonomarto
1104 Ripto Wilono
1105 Dwi Murdijanto
1106 Sugeng Marsono
1107 Adi Setiawan
1108 I Made Barnawi
1109 Mahendra Murti
1110 Sudarmono
1111 Dj. Wisnubroto
1112 Bambang Sudijono
1113 T.Djati Waskito
1114 Hari Suprayitno
1115 Basuki Widodo
1116 Tubagus A. Faris
1117 Djati Sampurno
1118 Muh. Taurisa
1119 Yonny H. Priyono
1120 Arif Sudaryanto
1121 N.G. Suryadharma
1122 Mahbub Humaidi
1123 Darmansyah
1124 Meingkar S.
1125 Bagus P. Nugroho
1126 Rachmat Djalmo
1127 Budhi Siswanto
1128 Joko Triyono
1129 I M K Budiana
1130 Lalak Indiyana
1131 Gatot Boedhi T
1132 I Yosadipuro
1133 Mugiono
1134 T. Widiasmoro
1135 Hidayat OD
1136 Slamet Sutanto
1137 Atok Setiawan
1138 Sampurno
1139 Hari Takariyadi
1140 Silvester Trisno
1141 Witjaksono
1142 Senen
1143 Mashirul Mursid
1144 Agus Hermanto
WISUDA KE : 49
01 – 04 – 1989
1145 M. Situmorang
1146 M. Supusepa
1147 Syiful Ahmad
1148 Mulyadi
1149 Rusdiana
1150 Suhadak
1151 Afiril Suhud BU.
1152 Sucipto
1153 Ismanyto
1154 M. Damanhuri
1155 Para Maarta
1156 Sunarto
1157 Adhi Dewayanto
1158 Hardibono BW.
1159 Totok Irwanto
1160 Budi Pramono
1161 Mochamad Azhar
1162 Hadi Sunaryo
1163 LEF Koamesah
1164 Soemardiono
1165 Agus B. Laksana
1166 Bambang Parmadi
1167 Umar Dani
1168 Alfana Luthfi
1169 Tri Tjahjantono
1170 Kurniawan H.
1171 N. Lanis Wirawan
1172 Rochadi Abiyanto
1173 Mohamad Fauzi
1174 R. Wicaksono
1175 Sutardi
1176 Rachmad K. Hadi
1177 Totok Sumartono
1178 Mokhamad Suef
1179 M. Sulistianto
1180 V. Argo Rusdibyo
1181 Yosep Irawan H.
1182 Agus A. Royandi
1183 Eyasta Winanta
1184 Tatang Sugeng
1185 Bagus Putranto

PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1186 Sugianto
1187 M.G. Susetiyono
1188 M. Arif Santoso
1189 Herry Siswanto
1190 Viskanto AP.
1191 Prastawa PW.
1192 Beny Sasmito
1193 Mhrihrenaning T.
1194 Abner Kakunsi
1195 Tawalujan
1196 Sudjianto
1197 Joko H. Widodo
1198 Gunarso
1199 Soeadgiahardo
1200 Jatmiko Eri S.
1201 Syamsul Hadi
WISUDA KE : 50
02 – 09 – 1989
1202 Rody Soegianto
1203 Hery Koeshartono
1204 Budi L. Sanyoto
1205 Sigit L. Widaddo
1206 A. Duta Siswandi
1207 Gossy Earyanto
1208 Zahri Anwar
1209 Teuku Muntaha
1210 M. Faisal Luchaq
1211 Agus Mardani
1212 Soegiarto
1213 Suwarno
1214 IK Rumandiana
1215 S. Pinda Gunadi
1216 Bambang Sampurno
1217 Widija Ananta
1218 Prabowo
1219 Yusuf Kaelani
1220 Heru Widyatmoko
1221 Soesilo Wardoyo
1222 S. Soedarnanto
1223 R.D. Menorosumo
1224 Slamet Paminto
1225 Djoko Rahardjo
1226 Agus Suyanto
1227 Arie Wisianto
1228 Edy Nugraha
1229 Taryono
1230 I Made Juniarsa
1231 Erlan K. Cahyono
1232 Cristian A.S.
1233 Sudarwanta
1234 Budi Kaliwanto
1235 RA. Eko Prihadi
1236 Sabardi
1237 Yudi Danurwinda
1238 Bambang Widiarto
1239 Bmbang Pramasudi
WISUDA KE : 51
25 – 11 – 1989
1240 Henry Pranajaya
1241 E. Pudji Sudjatmiko
1242 Budi Witjaksono
1243 Hermawan Edhi P.
1244 Bagyo Haryanto
1245 Boyke Sugih P.
1246 Wahyu A. Kisworo
1247 Non Supri Anar
1248 Anang Widyatmoko
1249 Mohammad Zari
1250 Edhi Budi Setiawan
1251 Agus Sigit Pramono
1252 Joko Sugiarto
1253 F.Sugeng Hariyanto
1254 Herra Indar W.
1255 Abraham Tarigan
1256 Harry Novianto
1257 S. Sulistiawan SW.
1258 R.Chandra Asmar.
1259 Samsudin
1260 Agus Soerjono
1261 Trisna Hermana
1262 Mokh. Samsoedin
1263 Idham Cholid
1264 M.Arif Wibowo
1265 Hendro Wibowo
1266 Yudi Hartono
1267 Alexander Tompod.
1268 Hilam Halim
WISUDA KE : 52
17 – 03 – 1990
1269 A. Priyo Wibowo
1270 Danang Priambodo
1271 Nur Arsyadi
1272 Aviv L.Putratama
1273 Muhammad Muhajir
1274 Subandi
1275 Muhammad Lutfi
1276 Nurwahidi
1277 Robby Agustriawan
1278 Djohan K.Hastana
1279 Agus Baskoro
1280 Haris Prabowo
1281 A. Marsuk Mudjahid
1282 Gatut Setiadi
1283 Sutarno
1284 Sugiarto
1285 Edy Supriyanto
1286 Satata Hadi Widodo
1287 Joko Lelono
1288 Soviat Bangun
1289 Jusuf Heri Sutrisno
1290 Mahmud Yunus
1291 Wasis Jatmiko
1292 I Nyoman Arimbawa
1293 Arief Prapsudi
WISUDA KE : 53
15 – 09 – 1990
1294 A.A. Agus Hadi
1295 Trihono Soerjo
1296 Dani Rustiawan
1297 Tulus Pambudi
1298 Mugiarto
1299 Judha Sasmita
1300 Herman Joestrijono
1301 Moch. Sami’an
1302 Ananto Setiawan
1303 Heru Suprapto
1304 Irsya Tri Muhajid
1305 Joko Santoso
1306 Hasim Suwondo
1307 Rochmad
1308 Chary Sulyana
1309 I Nengah S.
1310 Joedi hartono
1311 Tri Adianto
1312 Tri Wiraleksana
1313 Darmawan
1314 A. Hendradjaja
1315 Puadi
1316 Hudiyo Firmanto
1317 Sidik Asianto
1318 Samsul Bakhri
1319 Jojon Supriyanto
1320 Medi Purnomo
1321 Lasnjar Anjar
1322 Paulus Ratulangi
1323 Mada Prabawa L.
1324 Susanto Widjaja
1325 Chairul Fasih
1326 Saimin
1327 Dwitjahyo Agus H
1328 M.Edwin Hadiwijaya
1329 Mugi Rahardjo
1330 Siswo Triyanto
1331 Martin Herman
1332 Agus Suwarto
1333 Mukhlis
1334 Achmed Vaival I.
1335 Hendrik Luchiono
1336 Pandit Yunanto
1337 Rachmad Dwi L.
1338 Joko Sulistianto
1339 Ahmad Suhartono
1340 Wahyudiana
1341 I Nyoman Parisada
1342 Hendri Winoto
1343 Achmad Bintoro
1344 Endro Hariyuwono
1345 Bambang Soewoto
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1346 Koesoemo Boedijo
1347 Manutun T.
1348 Agoes Boediono
1349 Suhartono
1350 Hendro Witjaksana
1351 A.A.Adhi Suryawan
1352 Wayan Bandem A.
1353 I Nyoman Budiarsa
WISUDA KE : 54
10 – 11 – 1990
1354 Bhaswata Ngurah P
1355 Budi Djatmiko
1356 Rudy Prayitno
1357 R. Bamb. Sapto S.
1358 Johanes Wibowo
1359 Eddi Cahyono
1360 Hendro Edwiantoro
1361 Aries Dwianto
1362 Loevianto K.
1363 Ida Bagus Oka W.
1364 Satriya Sanjaya
1365 Eko Budi Santoso
1366 Bagies Sulistyawan
1367 Nizam Achmadi
1368 Dwi Aryo Putro
1369 Bambang Pristyono
1370 Husni
1371 Bambang Sunarko
1372 Urfian Soegiharto
1373 Made Kertiyasa
1374 Sonny Okta Hanaka
1375 Endik Gunawan
1376 Megah Waluyo E.
1377 Anwar Effendi
1378 Moh. Subekti
1379 R. Edi Haryadi
1380 Gunawan Slamet
1381 Arief Tyas Asmara
1382 Sarwani
1383 Martinus Wardoyo
1384 Sukiyanto Hartono
1385 Effendy Syafria
1386 Hengkie Parawouw
1387 Rubyanto Cipto M.
1388 Weil Puspito Adi
1389 Rohana Rusli E.
1390 I K Gde Sosiantika
1391 Budi Satria Luhur
1392 Dionesius Arya K
1393 Edward Adolf Kawi
1394 Putu Yudiartika
1395 Hariyadi
1396 IN Gde Antara
WISUDA KE : 55
27 – 04 – 1991
1397 Sudjarwanto
1398 Bisono
1399 Moch. Fitroh
1400 R.Raksa Bomantara
1401 Heru Purwanto
1402 Pradjiono
1403 Hadi Wasisto
1404 Doddy Winarto
1405 Doni Dharmawan E
1406 Ribut Triwarsono
1407 Dradjat Gunawan
1408 Patrianada
1409 Didik Wahyudi
1410 Etik Setiyadi
1411 Rachmad Ardyanto
1412 Ari Yuniasmono
1413 Iwan Hamzah
1414 Bachronsyah
1415 Bintoro Riydibroto
1416 Heru Chridhianto
1417 Akh. Mulyadi
1418 Didiek Setiawan
1419 Ismu Haryono
1420 IG Nengah Asta A,
1421 Sonny Widodo
1422 Eko Prastowo
1423 Suwandi
1424 Wisnu Widujanto
1425 Budi Widjaya
1426 Muhammad Arif W.
1427 Istamar
1428 Firman Febrianto
1429 Salakhuddin Ahmad
1430 Aji Darma Perwira
WISUDA KE : 56
07 – 09 – 1991
1431 Ainul Yakin
1432 Nur Hasjim
1433 Achdar Riyanto
1434 RM.R. Putranto
1435 Adry Zulkandryanto
1436 Ary Laksana Wijaya
1437 Heru Sunyoto
1438 Sudjud Prastowo
1439 M. Ridha
1440 Iwan Ahnan
1441 Budi Dharmanto S.
1442 Medi Prihandono
1443 Zaenal Abidin
1444 Hery Sumardiyanto
1445 Abedi Nahar
1446 Juni Winarto
1447 Suherman M.
1448 Faried Rochadi
1449 Koentjoro M.B.
1450 Anang Setiawan
1451 Hari Eka K.
1452 Ariono Tejosuputro
1453 AH. Solichin
1454 Supihan
1455 Ahmad Rozak
1456 Ida Bagus Mayun B
1457 Budhi Setiyahadi
1458 Hengky Anugerah
1459 Moch.Fatckkhur I
1460 R. Deddy Kurniawan
1461 Rahimmudin
1462 Sri Sudadiyo
1463 Kristyawan Dwibakti
1464 Sutomo
1465 Indra Purnama
1466 Edi Santoso
1467 Agus Wiryatno
1468 Sugeng Isdwiyanudi
1469 Yanuarto Widi H.
WISUDA KE : 57
16 – 11 – 1991
1470 Ady Tjahjono
1471 Bb. Mardiatmo
1472 Agus Pratomo S.
1473 Dian Sukma A.
1474 Hadi Minarso
1475 Ali Zaenal Abidin
1476 Darsono Hadi W.
1477 Udink Aulia
1478 Hikmat Wijaya
1479 Agus Nugroho L
1480 Erni Sulistyawati
1481 Miftah
1482 Agus Widartono
1483 Irawan
1484 Sudiro
1485 Rahmat Riyanto
1486 F. Widodo SB.
1487 Basuki Setiawan
1488 Yulianto Noor H.
1489 Prayitno Adi
1490 I Made Sudana
1491 I Made Agus S
1492 Gamadjaja Julianto
1493 Aunur Rosyidi
1494 Andhoko Soeyono
1495 Achmad Hariyanto
1496 Eta Suprihadi
1497 R.Eka Sayiful Arif
1498 M. Adhi Resza
1499 Mulyono
1500 Moch Lutfi Setiadi
1501 Ari Nugroho
1502 Winarko
1503 Pranto Basono
1504 Made Pramudia
1505 Yohanes Solehan L
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1506 Budi Sudargo
1507 Dicky Sulaimansyah
1508 Ida Bagus Ketut S
1509 David Tjahjono L
1510 I Wayan Susena
1511 Suryawan
1512 Didik Sapto Utomo
1513 Rahmat Wahyu M
1514 Saiful Gozi
1515 B. Sudarmanta
1516 Pujianto
1517 Muh.Khoirur Rozikin
1518 Djoko Susilo
1519 Chusnu Himawan
1520 Trisno
1521 Kunta Digdatanaya
1522 Supriyono
1523 Adi Setiawan
1524 Hari Widodo
1525 R.Ari Pambudi S.
WISUDA KE : 58
18 – 04 – 1992
1526 Victor Agung P.
1527 Bismar Silaban
1528 E. Suhartono
1529 Ali imron
1530 Fadjar Wirawan
1531 Rizky Ellandi H.
1532 Isbat Bikah
1533 Budianto
1534 Amir Hamzah
1535 Iwan Hariyanto
1536 Wely Rudiyono
1537 Susanto
1538 Wishnoe Wahyoe W
1539 As. Ananta
1540 Hari Rahmad D.
1541 D P G.Merta Artawa
1542 M.Ikhsan Rachmad
1543 Bernadi
1544 Akhmad Masrukan
1545 Teguh Rachmadi
1546 Widy Istimror
1547 Tjahya Widayat
1548 Soemijadi Dharma S
1549 Nugraha Dwianto
1550 Hari Lesmana Budi
1551 Agus Susanto
1552 Sjoefjan Tsauri
1553 R.Tjandrapurnama
1554 Abd. Najib Al Ihsany
1555 Didik Syahrial
1556 Budi Sri Santoso
1557 Hariadi Novianto
1558 Hari Budi Leksana
1559 Gathut Rudi W.
1560 M. Ilyas D.
1561 Agung Setyawan
1562 Dodi Herlambang K
1563 Arif Rahman
1564 Satriyo Nugroho
1565 Djadi Soeharno
1566 Ganis Kristanto
1567 Haris Wibisono
1568 Agus Setyanto
1569 Heri Aprizal
1570 Agus Subroto
1571 Eko Priyono
1572 Samsuri
1573 Kusdi Widodo
1574 Iwan Prayogi
1575 Agus Susanto
1576 Johannes K.
1577 Richar Harian M.
1578 IGB. Priharta
1579 I Made Seroja Y
1580 Suprapto
1581 Bb. Supriyantoro
1582 Agus Slamet
1583 Djoko Wasito
1584 Agus Suripto
1585 M. Arief Effendi
1586 Tri Tjajono Putra
WISUDA KE : 59
05 – 09 – 1992
1587 Agung Prabowo
1588 Singgih Priyanto
1589 Soelistiya Noegroho
1590 Erwin Sulistyo
1591 Irvan Nurdhianto
1592 Mochammad Taufik
1593 R. Yahya Yanuardi I
1594 Tentrem Takariono
1595 Nurdianto Prabowo
1596 Ery Sjarial T
1597 Wachid Sudjianto
1598 Putut Rakhminto
1599 Wahyu Dwiono
1600 Heruyanto
1601 Putu G.Sudarsana
1602 Mustofa
1603 Jojok Subagijo
1604 Agust. Budisusila
1605 Agus Widodo
1606 Dwi Kirmanto
1607 Bagus Rahardjo W
1608 Tulus Setawan
1609 Ludang Firmanto N
1610 Soemi Probowaseso
1611 Junaedii
1612 Irfan Ismail
1613 Soepriyanto
1614 Syahri Romadlon
1615 I G N Sudikayasa
1616 Isman Nasrul Hadi
1617 Aryo Harry Tjahjono
1618 Dwi Djamiko
1619 Renos Winarta
1620 Radius Tjaturfianto
1621 Stefanus Catur W
1622 Godroept Oktobrya
1623 Susila Candra
1624 Zenal Mutaqin
1625 Winankusno
1626 Dody Arsadian
1627 Achmad Zabir Ula
1628 Antonius Bb. W
1629 Khenryanto
1630 Sidik Wiyono
1631 Bima Juwomo
1632 Raden Heriyanto
1633 Sugeng Triyono
1634 Edwin Setyo W.
1635 M. Effendi A.
1636 I Gst Bg. Wijaya K
1637 Heru Saptono
1638 A. Riza Bachtiar
1639 Muhamad
1640 Sally Cahyati
1641 Anatas Rizaly
1642 Rusli Yulianto
1643 Bismo Siswandanu
1644 Dahril Nizam
WISUDA KE : 60
14 – 11 – 1992
1645 Oentoeng Boedi S.
1646 Robert THS
1647 Tutuko Herlambang
1648 Rudy Harjogo
1649 Jojok Sugeng P.
1650 Anang Fatkhuroji
1651 Hardi Wiyono
1652 Zainal Arifin
1653 Hardi Rindharto
1654 Agung Haryana
1655 Agoes Soengkono
1656 Judho Birawana S
1657 Supriyono
1658 Djoko Sulistijo
1659 Baron Jatikusumo
1660 Setiyoko Tavip J.
1661 Yusuf Arif Isnuri
1662 Bypatrit Respaty
1663 I Gusti Ngurah AS
1664 Anak Agung Ngurah
1665 Nanang T Supriyono
1666 Joesriadi Henri N
1667 Nurul Aini
1668 A. Yudhi Prastowo
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1669 Edy Hartono
1670 Haloman Napitupulu
1671 Rochmat Harimurti
1672 Noer Wahjoedi
1673 Iwan Krisnanto
1674 Anto Yulianto Budi S
1675 Ricardus Daniswara
1676 Oko Sudarmanto
1677 Mahkota N.Munir
1678 G Agus Kresnayoga
1679 Supranoto Prajogo
1680 Rahmad Setya W.
1681 Sabung Priadi
1682 Wahyu Djalmono P.
1683 Slamet Budiarto
1684 Luthfi Arief S.
WISUDA KE : 61
10 – 04 – 1993
1685 I Pt. Budhi Nanjaya
1686 Rismanadi
1687 Suwaji
1688 Bambang Pambudi
1689 Januar Prahasta S
1690 Indra Adji Sulistijono
1691 Mochamad S.
1692 Muzafar Surjaputra
1693 Mardijanto
1694 Gatot Setry Raharjo
1695 Agus Sutanto
1696 I Kt Agus Astawa
1697 AA Ngurah BSKW
1698 R.Panji Nunung HP
1699 R.Djoni Atlanta
1700 Gede Oka
1701 Ketut Rai Mahajony
1702 Moh. Iqbal
1703 Wahyudi
1704 Oedi Wiyarso
1705 Khalildudin
1706 Tjandra Sukrisno
1707 Tri Putra Indra Sakti
1708 Achmat Winarko
1709 V. Soetjahjono
1710 E.Arief Budiman
1711 Eka Suhartono
1712 Djono Hariwijono
1713 Zainul Ansori
1714 BMH.Amudi Sitinjak
1715 Panca Hidayatjati
1716 M.Andang Gunawan
1717 Dwi Soebagyo
1718 Gunawan
1719 Danang Widoyoko
1720 Djarot Hutabri E.B.S
1721 Julendra Bb. A.
1722 Hari Nugroho
1723 Teguh Priambodo
1724 M. Nuriman Yusuf
1725 Rikki Wibisono
1726 Budhi Murniawan
1727 Sudoso
1728 Prio Yuwono
1729 Antonius Taslim
1730 Raflanul Hijrah
1731 Ahmad Nurdin
1732 Nunung Fuadi
1733 Pra Julinuddin Kotto
1734 Ary Ovianto
1735 Hadi Purwanto
1736 Dandy Prihandono
1737 Gatot Santoso
1738 Joko Pratoko
1739 Joko Susanto
1740 Mahros Darsin
1741 Dermawan Hadi
1742 Hary S. Witjaksono
1743 Roby Risanda
1744 Hendrawan
1745 C. Qadarisman
1746 Made Utama Yasa
1747 Hery Suliantoro
1748 Hartanto Effendy T.
1749 Hari Santoso
1750 W. Budi Santoso
1751 Erwan Susilo
1752 Dwi Tjahjono B
1753 T. Purnawarman
1754 Wahjudi Heru P.
1755 Gunwan Hartanto
1756 Muliyadi
1757 Djony Winarto
1758 Ariansjah Daja Putra
1759 Pahala Gultom
1760 Boedi Pratjojo
1761 Yudi Harsanto
1762 Johan Agus C.
1763 Syafrudin
1764 Hendrikus Widodo
1765 Subagiyo
1766 Moh.Iklas
1767 M. Syaiful B.
1768 Setyo Budi
1769 Hasjim Taslim
WISUDA KE : 62
11 – 09 – 1993
1770 Mujahidin Noor
1771 M. Samsull Fuad
1772 Saptono
1773 Abdur Rochman R.
1774 R. Gatot Hanuri S.
1775 M.Ramdhani Adjie
1776 Oie Ging Sien
1777 Syahriza
1778 Koeswanto
1779 Judy Triambar
1780 Yusuf Effendi
1781 Ruwityo Apridjaja
1782 Nur Ikhwan
1783 Tony Budi Santoso
1784 Hadi Wahyunarto
1785 IB Wirahadi M.
1786 Swijoe Hardi
1787 Heri Sutowiyono
1788 Zainuri
1789 Rachman Widi K.
1790 Supris Rudianto
1791 Cokorda Prapti M.
1792 F. Anggarijanto
1793 I Gusti Nyoman W
1794 Heru Kristiawan
1795 Imanadi
1796 Prasetyadi
1797 Endi Harijono
1798 Surya Wirawan
1799 Widiasto
1800 Irwan S.Salendra
1801 Pribadi Boediman
1802 Bagus Karyadi
1803 Yusuf Rohana
1804 Hadi Suwasono
1805 Donny Andono
1806 I Gusti Nyoman K.
1807 B.Waskito Sudadi
1808 M.Syarifudin T
1809 Arc Steven
1810 Hadi Tirto Santoso
1811 Siddyo Isworo
1812 Syahrul Husni A.
1813 Sapta Pramuji
1814 E.Guna Setiawan
1815 Andy Suprapto
1816 Agus Ariyanto
1817 Frenddyanto
1818 Budi Sardjono
1819 Bambang Pramujati
1820 M.Hanafi Nur. R.
1821 Imam Hariyadi
1822 Pande P G Hartana
1823 Yohanes Fujainal F.
1824 Eric Nugroho
1825 Stephanus Zaldy G.
1826 Beni Agus Permana
1827 Joko Triyono
1828 Hamdan hartono Alif
1829 Lamto Widodo
1830 M. Fatchurohman
1831 Heri Priambodo
1832 P. Donald Siahaya
1833 Aziz Nur Akhsani
1834 Setiawan Budi S.
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1835 Nurul Amin Kahir
1836 Risang Wijanarko
1837 Nurman Abror
1838 Lion Moedjiono
1839 M.Irham Safroni
1840 Iwan Setyadi
1841 D.Anton Pirngadi
1842 Rudy Poeng
1843 Akhmad Fauzi
1844 Oktiadi Hermana
1845 M.Munir Fahmi
1846 Mashudi
1847 Muhamad Ridho
1848 Paulus Wihermanto]
WISUDA KE : 63
13 – 11 – 1993
1849 Wahyu Handono
1850 Soetari
1851 M.Luthfi Tjahjadi
1852 Surya Ananto
1853 Krisna Dahargono
1854 Ketut Laksana Jaya
1855 Imam Muklis WH
1856 Aris Budiarso
1857 M.Irwan P.
1858 Antyo Winarno
1859 Hari Sutjahjono
1860 M. Rifqi Isnanda
1861 Anton Suptayogi
1862 Mulyadi
1863 Supriyono
1864 Putut Supriyadi
1865 Saul Julius Ulco
1866 Wahyu Elftia Eland
1867 Herman Noviarto
1868 Djoko Prasetyo
1869 A. Tugimin
1870 Arif Saptahadi
1871 Nugroho Febrianto
1872 Muhanad Yusuf
1873 Jogya Susilo
1874 Wahyu Setyanto
1875 Dwianto Wikandono
1876 Eko Suhartono
1877 Ari Wibisono
1878 M. Dijatmiko Fery
1879 Zoher Ali
1880 Bayu Yudiasmoro
1881 Setiobudi Susanto
1882 Bb. Ari Wibowo
1883 Ali Khomsah
1884 Armyn Dimas I
1885 Putu Gede Adi Putra
1886 I W Kartika Budiarta
1887 A Sufa Widwianto
1888 A. Jabir
1889 Rustiarso Rianto
1890 Subagyo Harsono
1891 Bernad Sagala
1892 Nurul Fajar
1893 Ludi Haryanto
1894 Adimin
1895 IGAN Subawa Putra
1896 Nur Kholis
1897 Muhammad Ichsan
1898 Ukman Widarmanto
1899 Fachrurrazi Taqie
1900 Cailendra G. Ichram
1901 I Nyoman Gede
1902 Ary Kushartanto
1903 Tri Cahya Wibawa
1904 Riyanto Heri N.
1905 Yuniarto Agus W.
1906 Idham Taufik
1907 Bagja Permana
1908 Hendra Atmoko
WISUDA KE : 64
09 – 04 – 1994
1909 Djoko Darman Adi
1910 Raden Abdul Aziz
1911 Subiyantoro
1912 Dwipojono
1913 Achmad Prasetyo W
1914 I Made Ananta K N
1915 Mulyono
1916 Trimanto
1917 Made Arnawa
1918 Budi Prasojo
1919 Zainal Arifin
1920 Fredy Sinaga
1921 Edi Budiman
1922 Ari Wibowo
1923 Achmad Alinurdin
1924 Mohamad Fauzi
1925 I Ketut Parikesit
1926 Harry Miharja
1927 I Putu Lokantara
1928 A. Farihin Nizar
1929 Endra Wirawan
1930 Wulang Edwien C.
1931 Kandi Wijaya
1932 Jimmy Ardiansyah
1933 Herman Prasetyo H
1934 Irin Tjahjono Nangin
1935 Heribertus Dwiyuda
1936 Igor Firman Firdauzi
1937 Isrok Adji Sungkawa
1938 Putro Pamungkas
1939 Arif Sugianto
1940 Budi Edi Wahyana
1941 Antonius Vichi GTH
1942 Sugeng Tutuka Aka
1943 Didik Setya P.
1944 M.Johny Ali Firdaus
1945 I Made Mastana
1946 M.Miftahul Munir
1947 Muh. Umar Fauzi
1948 Cholik Mochamad Z.
1949 Budi Efendi
1950 Rifqi
1951 Wahyudi Ruswandi
1952 Sahrul Asturachman
1953 Agung Subagiyo
1954 Sugeng Pujiono
1955 H. Nirbandono
1956 Rachmad Firdaus
1957 I Made Parwata
1958 Suharyono
1959 Nugroho Dwi H.
1960 Eko Priyo Utomo
1961 Suhermanto
1962 Sukoco
1963 Joko Widyastomo
1964 Hari Sasongko
1965 Budi Rahardjo
1966 Boedi Santoso
1967 Thomas Hardjanto
1968 Ageng Setiawan
1969 Sukahar
1970 Rony Witjaksono
1971 A. Sulaiman Firdaus
1972 Robby Dayoh
1973 I. Wayan Bagiarta
1974 Hadi Suwanda
1975 Zaenur Rochman
1976 I Wy. Semudiarsa
1977 I Ketut Darmika
1978 Nengah Santa
1979 Ruby Hatmoko
1980 Imron Rosyadi
1981 Andriawan L.
1982 I N Sunia Sanjaya
1983 Sunardi
1984 Mahatman Listyio B
1985 Mochamad Setyo W
1986 Nursaid Prabowo
1987 Sudarmaji
1988 Hasan Sayudhi
1989 Bob Hasan Inonu
1990 Amirullah
1991 Bb. Budi Prasetyo
1992 Imam Paryman
WISUDA KE : 65
10 – 09 – 1994
1993 Sudibyo
1994 Didi Harijanto
1995 Achmad Imron
1996 Gusti Sonny Firdaus
1997 Moekti Wibowo
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

1998 I Wayan Suandi
1999 Indra Gunawan
2000 B. Widyatmoko
2001 Chairil Yananda
2002 Mi’an
2003 Edi Santoso
2004 Rianto Tri Anggora
2005 Adnin Budi Wardoyo
2006 Mokhamad Fatoni
2007 M.Aryanto Bachtiar
2008 Sutoto Hexambodo
2009 Agul Zainal Arifin
2010 B.Mbakoe Moekoe
2011 M.Tilawatil Amin
2012 Yudiyanto Dwi P.
2013 Richardus S. A.
2014 Lantip Prajitno
2015 Gatot Mulyono
2016 Tri Hardjanto
2017 Totok Sugiyono
2018 Nanang Setyo P.
2019 Dwi Wahyu Jatmiko
2020 Ida Bagus Anom S.
2021 Arya Jaya Negara
2022 Cornelius Nugroho
2023 I Bagus Tri Husada
2024 A.Ludi Epifanijanto
2025 Robertoes Koekoeh
2026 Gunawan Wibisono
2027 Joko Hardono
2028 Achmad Gozali
2029 Saifudin
2030 Wahyu Widodo
2031 Anjar Susatya
2032 Sumarji
2033 I Kadek Watarsa
2034 Agung Purwanto
2035 Adi Wijaya
2036 Dewa Pt. Ananta W
2037 Djoko Padiarsih
2038 Abdulah Agus Salim
2039 Arief Suharyono
2040 Yasir
2041 Iswanto
2042 Imam Kholiq
2043 Solikan
2044 Kunto Nugroho
2045 Suroso
2046 Hendra Gunawan S.
2047 Setya Gunawan
2048 Darupindi
2049 Joko Margono
2050 Sapto Wiji Utomo
2051 Endhi Adhi R.
2052 I Made Adi Suastika
2053 I Dewa Made Wirya
2054 I Ketut Periana
2055 Dwi Koetjoro
2056 I Gusti Ngurah K.
2057 Nyoman Sugiartha
2058 Imran Haris Wibowo
2059 Subagyo Kristanto
2060 Widyo Istiawan
2061 Erwin Ernawan
2062 Albertus Magnus AK
2063 Imam Sayudi
2064 Susetyo Brotoningrt
2065 Anang Kusnaedi
2066 Husni Santoso
2067 Gambang R.
2068 Herman Saptono
2069 Heru Sapoedi W.
2070 Seto Tjahyono
2071 K. Gatut Trihandoyo
2072 Sri Hermanto
2073 Joko Tri Wardoyo
2074 Agustinus Banteng
2075 Sapto Supriyanto
2076 Oki Triyana
2077 Dany Ramadhani
WISUDA KE : 66
19 – 11 – 1994
2078 Nuki Wahyu Dwi S.
2079 Rudy Hartono
2080 Miming Santoso
2081 Nicolas Yoyok H.
2082 Fadjar Harijono
2083 Ignatius Sumaryanto
2084 IG Nyoman Suastika
2085 Susana Dewi
2086 Zamroni
2087 Hadi Santoso
2088 Edy Iryanto
2089 Moch. Djazuli
2090 Bojro Guntoro
2091 Puguh Hariyadi
2092 Agus Sugiharto
2093 Mahdi Harsono
2094 Iwan Tristiawan
2095 T.Setyo Sugihartono
2096 Semuiltari PM
2097 I Made Oka Subawa
2098 M.Syamsul Arifin
2099 Ahmad Dahlan
2100 Nurul Muhayat
2101 Za’ari
2102 A.H Sulistyantoro
2103 Rizal N D P
2104 Ari H.Gunawan
2105 H.N Avicena
2106 Andang Kusuma H.
2107 Bobby Cahyo W.
2108 Rudy Mega P.
2109 Sugianto
2110 Tio He Houng
2111 Setio Nugroho
2112 Krisna Didik W.
2113 Wiluyo Kusdwiharto
2114 Muchlis
2115 Haryantono SGP
2116 Karna Adi Satria
2117 I Gede Widiana
2118 Sandra D. Pribadi
2119 A. Minahul Qowin
2120 Anang T.Witjaksono
2121 Imam Juwono
2122 Mufti Fuadi
2123 Agus Triwibowo
2124 Gesang Sugiarno
2125 Gede Erwin
2126 Herman Supardjono
2127 Tjok Ka Bayu Putra
2128 I Ketut Asi Atmika
2129 Widodo Pudyanto
2130 Edi Marsongko
2131 Djoko Rijanto
2132 Irfan Syarif Arif
2133 Dwi Agung Widodo
2134 Ketut Wira Kesuma
2135 Hendrawan W .
2136 Romas Djaelani
2137 Antonius Juniarto
2138 A. Arief Budiman
2139 Zonny Amanda Putr
2140 Henric Muharka
2141 David Arthus M.
2142 Ampala Khoryanton
WISUDA KE : 67
08 – 04 – 1995
2143 Trisuko
2144 Irwan Priyanto
2145 Djoko Indrianto
2146 Wiyoto Wibisono
2147 Mokhamad Fauzi
2148 Nanang Setyo Budi
2149 Moch. Sutoto
2150 Ali Mas’udin
2151 Agus Sulistyono
2152 R.Sutjahjo Julianto
2153 Yani Mulyono
2154 Bendot Hidayat
2155 Hardono Estu U.
2156 Rachmad Triadji
2157 Indra Rahardjo
2158 Gunawan
2159 Amal Baladin
2160 Romi Erpatriatmoko
2161 Vitus Satoto PBW
2162 Ifrian Dodi
2163 Prisno Jogiara

PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

2164 Leo A.Pranandjaja
2165 Farid Hadadi
2166 Sunoko
2167 Judi Setio Adi
2168 Bambang Yeri A.
2169 Endra Sudjatmiko
2170 Agung Priyo B
2171 Agus Yusuf
2172 Andy HG
2173 Mulyono
2174 A.A.Widnyana
2175 I Gede Sukarna
2176 Miftahul Huda
2177 Wawan A.Widodo
2178 Ketut Sujatitalia
2179 B.Anang Nugroho
2180 Adi Sasongko
2181 Teguh Setiawan
2182 Heribertus Goby R.
2183 Rudy Subagio
2184 Sutrisno
2185 Indra Gunawan
2186 Sholiq
2187 Guritno
2188 Chris Andry T.
2189 Tuwanto
2190 Peni Budi R.
2191 I G Pt hadiyana
2192 I Ketut Bagiarta
2193 Eko Wahyu Santoso
2194 Agus Imam Sonhaji
2195 Mochamad Choiri
2196 Novian Andry
2197 Budi Hartono
2198 Tri Witjaksono
2199 Kasmani
2200 I G Made Winata
2201 Asaful Anam
2202 Wisnu Budianto
2203 Chusnul hadi
2204 Muhamad Anis M
2205 Budy Setiyono
2206 Budi Rachmad B.
2207 Didik Ari Purwanto
2208 Hery Supriyanto
2209 Amir Faizal
2210 Vanda Aprila Patras
2211 Budi Yuwono
2212 F.Herman M.
2213 Agus Dharma T
2214 Eko Sudarmanto
2215 Nanang SE
2216 Rudianto
2217 Farid Rizayana
2218 I Wayan Suparta
2219 Aribowo Eka P
WISUDA KE : 68
09 – 09 – 1995
2220 Abdul Kholiq
2221 Sri Agus Priyono
2222 Suripto Wahyudi
2223 C.W. Wicaksono
2224 Fasthur Rahman
2225 Andhi Kurniawan
2226 Firnaz Budhi D.
2227 Yudi P. Kurniawan
2228 Elwin Cristiana
2229 Haryo Suryo P.
2230 Didik Hendriatna
2231 Heny Triono
2232 Mujari
2233 Muhamad Usamah
2234 Heru Dwi Irawan
2235 Hari Supriyanto
2236 Agus Purwanto
2237 Indiantoro S.
2238 Marthin Izak A.
2239 Bb. Wahyu P.
2240 Nikolas Agung P.
2241 Dwi Ariantoko
2242 Imron Bintoro
2243 Dedi Agus W.
2244 Wai Wahdan
2245 Agus Suharjanto
2246 Wahyu Tulus S.
2247 Arief Kusniarto
2248 Budi Risbandi
2249 Nanang Dwi Prasety
2250 Dodik Ari Nugroho
2251 Yuli Panca Asmara
2252 Dias Cahyarini
2253 Mirza Ernawan
2254 Robby Indarta
2255 Agus Budianto
2256 Christina Budi
2257 M. Andi Judono
2258 Soedarsono
2259 Indra Permana
2260 Ary Bachtiar Krishna
2261 Moch. Fuadi
2262 Muh. Nurhasim
2263 Alfitran Riwayat Dwi
2264 Arif Yudianto
2265 Abdul Harris N.
2266 Hendro Widyantoro
2267 Imam Santoso
2268 Adji Setiawan
2269 Nanang Tan Hari
2270 Cahyo Sedyo U.
2271 Putu Edi Sugiharto
2272 Ketut Suciarta
2273 Hari Purnomo
2274 Bb. Sudarmanta
2275 Bambang Tjahjono
2276 Rehanto Oktavianus
2277 Maskur
2278 Asep Zaenal Abidin
2279 Daryanto
2280 Purwanto
2281 Yalbert Kudus
2282 Haspar
WISUDA KE : 69
18 – 11 – 1995
2283 Sjafur Robi
2284 Budiyanto
2285 Hadjarusjamsi
2286 Rudi Julistijono
2287 Hendra Leksmono
2288 V. Tandjungwidjaja
2289 Ninin Widyawardani
2290 Tanggon Suhardimn
2291 Rudy Purwoko
2292 Munir Fadli
2293 Wiko Widjanarko
2294 Kurniawan Rahardn
2295 Raden Sanggar D.
2296 Joko Widodo
2297 Mamik Mochamad F
2298 Benedictus Heri
2299 Utomo Prawiro
2300 Harmoko Setyawan
2301 Junan Triono
2302 Ginanjar Oentoro
2303 Heri Supriyadi
2304 Ary Setyono
2305 Cholisuddin
2306 Entjik Sjaiful Rizal
2307 Said Mochsin
2308 Ary Wibowo
2309 I Made Widiyarta
2310 AA Gede Maradi S.
2311 Brantas Manunggal
2312 Setya Nugraha
2313 Irawan Hendro R.
2314 I Dewa Made Anom
2315 Puthut Pulanggeni
2316 Nunung Subiyanto
2317 Badrul Munir Jauhar
2318 Muhamad Asril
2319 Fajar
2320 Suwandi
2321 Arief Setyawan
2322 Daniel Febri Rianto
2323 Totok Yuarto
2324 Jotje Rantung
2325 Aris Suryadi
2326 Cecep Slamet Abadi
2327 Assistriadi Widjiseno
2328 Fardiansyah
2329 Andi Aryanda
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

2330 Imam Sudirman
2331 Gunawan Asali
WISUDA KE : 70
08 – 04 – 1996
2332 Primozaldi
2333 Mashudi
2334 Heru Akhmad Syafi’i
2335 R. Pratiknyo
2336 Hery Poeriyanto
2337 Johanes Suyoko
2338 Hery Wiriantoro
2339 Tjiptono Richard
2340 Abdul Basit H.Y.
2341 R.Putut Widyatmoko
2342 Indra Dwi Prasetya
2343 Erwin Fachrul A.
2344 Riris Dwi Priya
2345 Dita Satyadarma
2346 Bambang Purwanto
2347 Dwi Yuwono
2348 Paulus Iga S.
2349 L. Heri Kuntjoro
2350 Y Hasan Bahagio P
2351 Slamet Budiarto
2352 Nurachman Sakti U
2353 Djudjuk Djunaidi
2354 A. Agus Sasangka
2355 Jopie Jeffrie Bb.
2356 Trimurti Wahyu W.
2357 Minto Handojo
2358 Abdul Basit
2359 Sigit Mardi Priyanto
2360 Tasliman Taslim
2361 Sulistijono
2362 Bhakti Endratama
2363 Arief Dharmawan
2364 Agus Ristiawan
2365 V.H.Kusnala K
2366 Erawati
2367 Winada Amral
2368 Wawan Sukoco
2369 IDKt.Alit Darmawan
2370 Agus Dodik Kartono
2371 Achmad Faroq
2372 I Made Duarsa
2373 Indarto Deddy P.
2374 Nyoman Putrawan
2375 Gustiawan Godi
2376 Ali Surachman
2377 Erwindra R.
2378 Parjoko
2379 Khrisna Andi P.
2380 Bambang Sufiyanto
2381 Aries Isa Nurhadi
2382 Mokhamad Shobirin
2383 Darwisyaf Daud
2384 Bustanul Taufik
2385 Fajar Asnawin
2386 Bambang Hariyanto
2387 Widia Setiawan
2388 Hadi Sucipto
2389 Wiwik Hendrowati
2390 W. Budi Sugiharto
2391 Wahyu Trihastono
2392 Adnan Hamid
2393 Maraden Purba
2394 Ng.Leonardo Wijaya
2395 Arif Suhodo
2396 Supandi
WISUDA KE : 71
07 – 09 – 1996
2397 Wahyudiono
2398 Agus Utomo
2399 Syaiful Bahri
2400 Agus Wahyu P.
2401 Ilham Akhmad Fitri
2402 Deddy Hermawan
2403 Hardini Diah A.
2404 Mochtar Wibowo
2405 Duta Arief Gunawan
2406 Didi Yuswandono
2407 M. Arsyad M.
2408 Kurnianto Hasono
2409 M.Heri Pudji S.
2410 H. Budi Nurwibowo
2411 Agus Trilaksono
2412 I M Bayu Widodo
2413 Muhamad Fatoni
2414 Yuli Prabowo
2415 Bastiyar Cahyono
2416 Bayu Hendratno
2417 Rahmadi Anindita
2418 Niofrie Nianta Cp.
2419 Made A. Darmawan
2420 Darso
2421 I. Sigit Pratopo
2422 Muhamad Sholin
2423 Estu Widodo
2424 Ikhwanudin
2425 Tjandra Setiawan
2426 Dahrin
2427 Poegoeh Hardjanto
2428 Habib Baehaki
2429 Abdul Rachim
2430 Antonius Dwi N.
2431 Rifeldi
2432 Ahmad Fauzi
2433 Yosep Winarno
2434 M. Chusnan L.
2435 Denny Effendi
2436 Sugiyarto
2437 Hasanuddin
2438 Fajar Alam
2439 Harsono
2440 Muhammad Nuzul
2441 R. Alamsyah DP.
2442 Yusuf Ismail
2443 Sahlan
2444 Isaac Baruchi
2445 Nana Suryana
2446 Yuliarman
2447 Zulhendri
2448 Iskandar Zulkarnain
2449 Julianto Setyoadji
2450 Rusdaniyar
2451 Afrizal
WISUDA KE : 72
08 – 11 – 1996
2452 Harijanto
2453 Sjahdu Pratyasanto
2454 Teguh Dwi Tjahjono
2455 Tri Priasmoro S.
2456 Damang kartika
2457 Moch. Priyono
2458 Adi Prasodjo
2459 Samsun Hidayat
2460 Mokh. Fatkhur
2461 Andarina D.
2462 Kasatmaja S.W.
2463 Hendri Utomo
2464 Hendro Setiadi
2465 A.Wahyu Prasetyo
2466 Asahari Jaya Utama
2467 Andreas bayu J.P
2468 Wisnu Widjatmoko
2469 Felix Reza W.
2470 Deddy Rifky
2471 Verdi Fachrudin
2472 Joko Agus Susilo
2473 Sutanto
2474 Cok I Putri Kesuma
2475 Hendry Naldi
2476 IBM Gunawan B.
WISUDA KE : 73
10 – 04 – 1997
2477 I M Hardika Artha
2478 Aziz Bahtiar
2479 Fatkul Azis W.
2480 Bambang Yuniarto
2481 Roy Iskandar
2482 Yudi Siwaya
2483 Deni Rana Wijaya
2484 Johanes K.Seber
2485 Edi Catur Setyobudi
2486 Andri Yoga
2487 Indra Herlamba S.
2488 Firman Toto Aji
2489 Sakri Widya Soraya
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

2490 Seno Darmanto
2491 Fredy Hamindong
2492 Andy Bagus Surya
2493 Bhisono Hermawan
2494 Budi Dwi Santoso
2495 Bambang Tjahjono
2496 Ery Widjanarko
2497 Mesach Paryana
2498 Handoko
2499 Nanang Prasetyo
2500 Purnomo
2501 Ambar Kusumo N
2502 Syamsul hadi
2503 Heru Setyawan
2504 Yansa Zulkarnain
2505 Hendi Kariagung
2506 Dikkie Surja H.
2507 Mohamad Wahyudi
2508 AAN Adhi Ardhana
2509 Made Suryaputra
2510 Marzuki
2511 Puguh Dwi Tjahjono
2512 Heri Iswanto
2513 Albertus Frenky T.
2514 Wahyu Purnomo
2515 Yudhi Kristianto
2516 Janu Aranda S.
2517 Februady harri W.
2518 Satriyo B Setiawan
2519 Arindra H.
2520 Budi Santoso
2521 Suryadiwansa H.
WISUDA KE : 74
06 – 09 – 1997
2522 Himawan Ariantoro
2523 Budi Wardana
2524 Deddy Chandra
2525 Indrawan Widya A.
2526 Maslikan
2527 Ryan Pujadi
2528 Chevri Husin
2529 Nugroho
2530 Gunadi Yudhi P.
2531 M. Yusri Ikhwan
2532 Johanes Nugroho W
2533 Anas Justiawan
2534 Iman Supriyono
2535 Ageng Isrubkov
2536 Ariesta T.
2537 Jusak Mardi Satrija
2538 Yandi Hefrizal
2539 Dwi Khusna
2540 Iwan A. Nugroho
2541 Julius Caesar A.
2542 A.Purbo hariyanto
2543 Andik Budi Suciono
2544 M.Ardi cahyono
2545 M.Fajar hardi P.
2546 Supriadi Tjahjono
2547 Nur Zamroni
2548 FP.Hary Adi Roedito
2549 Ari hariadi
2550 R. Hendra Perkasa
2551 Setyo Margono
2552 Diptya Wiryaman
2553 Deni Febrianto
2554 Herman Pratikno
2555 Agung Hari Susanto
2556 I G A Kt Sastrawan
2557 Padmanaba PS
2558 T.Muktiwibawa
2559 Addin Dalfian
2560 Beny Yunarto
2561 Ali Mansur
2562 Triyono Puji Raharjo
2563 Haryono
2564 IM Arya Tjandra W
2565 Kt.G Darma Yuda
2566 Andreas Bb. P
2567 Muh. Nur Yuniarto
2568 Eko Budi Santoso
2569 Yulius Sulistyo
2570 Aryo Satito
2571 Akhmad Baihaqi
2572 Binsar Siahaan
2573 Thomas Agus Bayu
2574 Dudi Ahmadyadi
2575 Firza Mahdar
2576 Riva’i
2577 Machfud
2578 Roni Harinul Yana Z
2579 Sarbini
2580 Fauzan Huzaifah
2581 Yusuf Di A Sabri
2582 Riclon Herwanto S
2583 Heru Susanto
2584 Laksmi Indriyani
2585 E.Kasta Sarjiyo
2586 Tri Wahono
WISUDA KE : 75
08 – 11 – 1997
2587 Martinus Dikki P
2588 Arif Rahmadi
2589 Edy Mujianto
2590 Yuwono Ismu R.
2591 Kiki Krisna Murti
2592 Aswin Amri
2593 Nanang Priyono
2594 Agus Nurdin
2595 Dwi Setyono
2596 Bambang Candra W
2597 Setiyo Wiyono
2598 Hermawan
2599 Eva Vesty Effendy
2600 Aries Setyono
2601 Andi Subyantoro
2602 Julius Kurata
2603 I Made Madia
2604 Anton Slamet R.
2605 Alex Iskandar
2606 Ihwan
2607 Edy Sutikno
2608 Bintomo Ekoputro
2609 Dwi Sugiarto
2610 A. Bagus Suryoto
2611 Hadi Susanto
2612 Eko Arif Setiawan
2613 I Ketut Darsa
2614 I Wayan Arnata
2615 Multazam Mastur
2616 Iwan Sutanto
2617 Frankly P.Tompoli
2618 Pion Yulianto
2619 I Dewa Bagus SW
2620 Arif Mustafa
2621 Suryono
2622 Didik Ariwibowo
2623 Hariyanto
2624 Iwa Laski Soegiri T
2625 Budi Rachmad Y
2626 Sukamto
2627 Idham Cholik
2628 A. Zainuri
WISUDA KE : 76
04 – 04 – 1998
2629 R. Adi Hendrawan
2630 Cholis Syukran
2631 Anwar Hamzah S.
2632 Karel Endon B.
2633 Yudianto Novisa
2634 Nengah Budarna
2635 Barita Hatigoran
2636 Suparno
2637 Ida Bgus K. Widjana
2638 Risal Victor P.
2639 I Komang Pt Sutaya
2640 Soesilo Janoe
2641 Mulyadi
2642 I Putu Arjana
2643 Hadi Rustiyanto
2644 Willy Saputro
2645 Satryo Hari Wibowo
2646 Nanang Kuswahyudi
2647 Dastro
2648 Abdul Kifli
2649 Dedy Ardian
2650 Sandika Prabata
2651 Mohamad Hakam
2652 Mochamad Tito
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

2653 Muhammad Fuad
2654 Fatah Anshory
2655 Kadek Alit Aryana
2656 Mochammad Zainuri
2657 Zainudin
2658 Abdul Muiz AM
2659 Lukito
2660 Elihu Canta Wacesa
2661 Sudarsono
2662 Rahmad Hari Widod
2663 Agung Hendrawan
2664 I M Adhi Pramarta
2665 Zainal Abidin
2666 Nengah Karta
2667 Sholehchuddin
2668 Masrur
2669 Harus Laksana G.
2670 Denny Irawan
2671 Yudi Riskandar
2672 Tua Harolt
2673 Agus Soemardy
2674 Susan Heryadi
2675 Winarno
2676 Ahmad Daniyal
2677 Agus Suharsa
2678 A Y H Lutfi Ismail
2679 Bonefasius Yulianto
2680 Harry Poerwanto
2681 Dwi Kurniawan
2682 Armand Ariston Inn.
2683 Nugroho
2684 I Dewa Md Cipta S.
2685 A C H Agus Suaidi
2686 Zainuri
2687 Ibnu Ruliyanto
WISUDA KE : 77
05 – 09 – 1998
2688 Budianto
2689 Dwi Asmoro
2690 Dadang Krisna H.
2691 Yoedha M. Hanafi
2692 Hendra Sasono
2693 Mat Joni
2694 Moch. Afif Azmi
2695 Djoni Wahju Trijono
2696 Nidaul Fajri
2697 Kwartama Joshinaw
2698 M. Abu Cholifah
2699 Agung Siswanto
2700 Achmad Noor Rudi
2701 Fatkhurrohman
2702 I Nyoman Munawan
2703 Kurniawan Adhy W.
2704 Yudi Prasetyo
2705 Cahya Purnama
2706 Sri Purwanto
2707 Budi Siswanto
2708 Cahyo Murdianto
2709 Irham Suyanto
2710 Rusli Ananda
2711 A A Kt Adnyana P.
2712 Heri Purwanto
2713 Arief Mahariyono
2714 Dwi Harianto
2715 Agung Wicaksono
2716 Muhammad Ghomri
2717 A. Farich Azmi
2718 Yohanes Suhartanto
2719 Muljadi Harsono
2720 Hariman Kusuma
2721 Herdi Kristiyanto
2722 Wendy Triadji Nugh.
2723 Arif Hasan Fuadi
2724 Hermayanti W.
2725 Made Sucipta
2726 Mohammad Faqih
2727 David Riman
2728 Ignatius Palentek
2729 Husaini
2730 Mochamad Zainal
2731 Dale Valiantino
2732 Agung Widjajanto
2733 Edhi Wiliyarto
2734 Tri Tampan Juwardi
2735 Taufiq Arif Setyanto
2736 Rozi Setiawan
2737 Indro Tri Tjahjono
2738 Nanang Hendro M.
2739 Reynhard MP Siag.
2740 Adin Rizalul Lutfi
WISUDA KE : 78
06 – 03 – 1999
2741 Fajar Agustus W.
2742 Soleh Fariyanto
2743 Septo Wira Adi W.
2744 Hary
2745 Arya Tjandra Sadw.
2746 Salmon Parlindungn
2747 Suud Masykuri
2748 Jacobus Martinus Z.
2749 Arderi Anintyas W.
2750 Christianto Nugroho
2751 Domex Lobo
2752 Ahmad Amal
2753 Tri Darmo Tirto Ari J
2754 Firman Muntako
2755 Ronny Kurniawan S.
2756 Feri Fatkur Rizal
2757 Didik Rastiardi
2758 Dwi Hardiyanto
2759 Witono Hardi
2760 Oxtalevanus Siallag.
2761 M. Rusli Sjamsudin
2762 Heri Purnomo
2763 I Putu Prawirayudha
2764 Dadik Sri Anggandr.
2765 I putu Suka Ardika
2766 Sutikno
2767 Arif Wahjudi
2768 Bayu Megantara
2769 Gunawan Martua
2770 Trizeta Yogaswara
2771 Dian Anoriza
2772 Teddy St. H.
2773 Rustiawan Guntur
2774 Ach. Mustain
2775 Dani Sitorus
2776 M. Ikhsan Jauhari
2777 Tedy Mulyono
2778 Hermanto
2779 Dodi Harmoko
2780 Ok.Hery Zulfan H.
2781 Hindri Saritono
2782 Hery
2783 Anthony Kristanto H.
2784 Gst. Ngurah Kawiart
2785 Budhi Apriyanto
2786 Joko Hajar P.
2787 Mardi Wiyono
2788 Daniel Lolon
2789 Andreas Widiatmok.
2790 Arsuza Agus Zainul
2791 Balabu Roberto
2792 Achmad Faizal
2793 Rudi Rubiyantoro
2794 Broto Himawan
2795 Ely Achdijanto
2796 Erman
2797 Andrie Mulyana
2798 Syahtrimentha Bng.
2799 Joko Triono
2800 Slamat Maringan PS
2801 Beny Sofyan
2802 Burmawi
2803 Moh. Sjahmanto
2804 Wenda Permana
2805 Abdul Hamid
2806 Sukardi
2807 June Muara Siregar
2808 Sohip
2809 Mujiburrahman
2810 Muamar Wibisono
2811 Kurniawan Abadi
2812 Anton Hendarto
2813 Arif Gampang Utom.
2814 Saladdin Arianto
2815 Djoni Soedarmono
2816 Totok Sunarto
2817 Rakutta Barus
2818 T. Fatsalluddin
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

WISUDA KE : 79
13&14 – 09 – 1999
2819 Siswo Darminto
2820 Suryono Adi Waluyo
2821 Gunawan Wijayanto
2822 A. Amos Catur P.A
2823 Erwin Setyo
2824 Arief Gunarto
2825 Bb. Sapto Dewo
2826 Putu Rustika
2827 Nugroho Djatmiko
2828 Windu Brotoseno
2829 Imam Masyhuri
2830 Dedy Nur Iswahyudi
2831 Jaka Rusdianto
2832 I Nengah Sutarsa
2833 Susetyoko Basri
2834 Peniel Immanuel G.
2835 Heru Cahyono
2836 AA N T Wirasonjaya
2837 Anhar Armansyah
2838 Ahmad Tazhir
2839 Indro Hermawan
2840 Sudjarwo Triwahyu
2841 Achmad Nurcholis
2842 Akhmad Zainuri
2843 Yudi
2844 Lavi Rumandioko
2845 Muhamad Ari
2846 Asnawi
2847 Ready Hardiyatmok.
2848 Jeffry Syam
2849 Bambang Santoso
2850 Ibnu Andriyono
2851 Budi Satriyo
2852 T. Syahrial
2853 Novri Ariyanto
2854 Deddy Simon
2855 Hendry Lodjimarta
2856 Ony Siswantoro
2857 Iwan Ary Roch.
2858 Sugeng Haryanto
2859 Arif Fianto
2860 Sentot Agus P W
2861 I Made Ari Kesuma
2862 Lutfi Kurniawan
2863 I Nyoman Suarjana
2864 Sulaiman Arief
2865 Arifin
2866 Sidik Purnomo
2867 Hardi Zen
2868 Faried Yuniarto
2869 Iwan Setiawan
2870 A.Wahyu Kusumo N
2871 Aries Nugroho B.
2872 Kingkin Prasetyo U.
2873 Daniel Djarot S.
2874 Aries Yudi Prasetyo
2875 M. Edy Kurniawan
2876 Muhamad Sakti
2877 Asep Saifulloh
2878 Nizar Primadi D.
2879 Christian Iswahyudi
2880 Agus Suseno
2881 Dwi Tjahyono B.
2882 Danang Rismawan
2883 Rachman Ardiansah
2884 Eric Tendean
WISUDA KE : 80
04&05 – 03 – 2000
2885 Hosea Ika Agus C
2886 Heru Purwoko
2887 Achmad Syaiful R.
2888 Denny Handaryanto
2889 R. Mung Amarindo
2890 Yoyok Feranandi
2891 I Wayan Gede S.
2892 Fori Setiarahadi
2893 Ali Akbar
2894 Syafil Qulub
2895 Joko Sukariono
2896 Hery Artady
2897 Lulus Vinuji F.
2898 Laboeh Widodo
2899 Eko Sulistyo M.
2900 Rudi Hartono
2901 I Pt Indra Gunawan
2902 Hendri Kiswantoro
2903 L. Indra K. Dewanto
2904 Agus Wibawa
2905 Heri Setiawan
2906 M. Ali Yusup
2907 Agus Wijayanto
2908 Harun
2909 Anang H. Santoso
2910 Mas’ud Riadi
2911 Fachrur Rozi
2912 Hari Budaya Adi
2913 Nurmawan
2914 Wahyu S.
2915 Joko Wasisto
2916 Yanuar Arifianto
2917 Wiyono
2918 Achmad Fauzi ZK
2919 Tukardi
2920 Lukman Barkah
2921 Agus Patrawan
2922 I Kt Saha Mandawa
2923 Herman Prasetyo
2924 Adianto Dwi R.
2925 Rachmat Daulay
2926 Robertino Prasetyo
2927 AA Ngr Surya L.
2928 Indra Susetya
2929 Yuni Hermawan
2930 Agus Wahyudi
2931 Heru Sasongko
2932 M. Ramon M.
2933 Sigit Guntarto
2934 Mohammad Rumzi
2935 Titis Aditya Wijaya
2936 Mochammad Natsir
2937 Gede Nugroho A.
2938 I Nyoman Sutama
2939 Budi Agung K.
2940 Beny Arifin
2941 Sri Mulyono
2942 Ary Cahyono Budi J.
2943 Stev. Jaka Adi N.
2944 Novia Andi Prabowo
2945 Supriyono
2946 Satyo Prahnowo
2947 Sri Mulyana
2948 Abdul Mubin
2949 Iim Nurhadi
2950 IB Putu Denni P.
2951 Ronny Machfudi
2952 Juli Santoso
2953 M. Abdunnasir H.
2954 Made Arjadi
2955 Eko Purwanto
2956 Eddy Santoso
2957 Untung Hariyadi
2958 I N Gede Suyasa
2959 IB Ardana Putra
2960 Indira Widyaningrum
2961 Bobby Yusdyanto
2962 Tommy Widi S.
2963 Sukristo Gurning
2964 Wahyu Tri Hagono
2965 Soetoro
2966 RM Adi Hertanto
2967 Soesilo
2968 Bogie Suseno
2969 Farid Setiawan A.
2970 Budi Priyohutomo
2971 Gatot Wahyudi
2972 Hendra Setiawan
2973 Teguh Senoaji
2974 Breliant Afrianto
2975 Prabudi Zulkarnaen
2976 Puguh Wigunastiko
2977 Engkos Kosasih
2978 Taqwanur
2979 Zainal Fahmi
2980 Muh. Darussalam
2981 Noor Adityawarman
2982 Muh. Anhar Afandy
2983 Suyudi
2984 Wahab Hadiyanto
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

2985 Harya Prana T.
2986 Fauzan Fadhilla
2987 Taufiqulloh
WISUDA KE : 81
02&03 – 09 – 2000
2988 Hari Purnomo
2989 Widan Hasan
2990 Susilo Cahyono
2991 GE Rudy Wijaya G.
2992 Setiawan Hendrartn
2993 M. Ariestoteles N.
2994 Eko Suryo Prianto
2995 Novan Ananda
2996 Sonny Faisal
2997 Aries Ardiansyah
2998 Fuadi
2999 Raharjo Tri Nugroho
3000 Abd.Haris Setyawan
3001 David Rosidy
3002 Arif Yunaedy
3003 Arif Mefriono
3004 Ahmad Lutfi
3005 I Mde Dwi Haribawa
3006 Farid Ma’ruf
3007 Leo Harwidono
3008 Dwi Suhartanto
3009 Edy Suprayitno
3010 Dody Hery Lesmana
3011 M.Al Fatih Hendra.
3012 Muh. Wijanarko
3013 Dodik Sudariyanto
3014 Ali Efendi
3015 Anton Setiadi
3016 Sulistiono
3017 Yulianto
3018 I Komang Astika
3019 Heru Dwinanto
3020 Muh. Misbakhudin
3021 Dwi Restu Wahyu A.
3022 Agung Nugroho
3023 Bakhtiar Irawan
3024 Hari Subagyo
3025 Bernard Laurens S.
3026 Hendra Poedyo W.
3027 Slamet Suryanto
3028 Yuli Saputro
3029 Ario Fanata
3030 Herry Poernomo
3031 Hafif Farhan
3032 Indra Gunawan
3033 Kathleen Ceciliana
3034 Anwar Rosydin
3035 Kusnu Budi Hartant.
3036 Bambang Purwanto
3037 Rio Gunawan S.
3038 Mohammad Fikri
3039 Moh. Nasiruddin
3040 Kan Ho
3041 Ali Mustafa
3042 Mahdi Wasistomo
3043 Sumiarto
3044 Ali Hamzah
3045 Puryanto
3046 Sardiman Saragi
3047 Sugiarso Sudharma
3048 Bb. Arip Dwiyantoro
3049 Zulfadhli
3050 Gunarso Suntu
3051 Yudi Putra Iskandar
3052 F. Xaverius Priyo
3053 Nurhendra S.A
3054 Amik Basuki S.
3055 Ahmad Khoiruddin
3056 Danny Tresna S.
3057 Denny Prakarsa S.
3058 Fachan Nurul Anig
3059 Ekko Isman Adhi W.
3060 Aris Kusdarjadi
3061 Teguh Imam S.
3062 Landung Widodo
3063 Bramanto Subroto
WISUDA KE : 82
03&04 – 03 – 2001
3064 Agung Priyono
3065 Ovy Indar Prasetyo
3066 Felix De Oliveira
3067 Win Sofwan
3068 Yuniawan Setyono
3069 Rochmad Bustari
3070 Arif Prasetyo
3071 Agus Widiyana
3072 Ari Tedjo Leksono
3073 M. Wahyu Hudiana
3074 Rully Firmana Adi
3075 Joko Haryanto
3076 Cosmas Firman K.
3077 Freddy Nova Ardani
3078 Wahyu Triyono
3079 MN Wishnu Satria I.
3080 Yudi Bachtiar
3081 Moeryantono
3082 Hari Gunawan
3083 Mituhu Setio Djatmk
3084 Adhitya Candra
3085 Suseno Budi Pras.
3086 Rohadi Yuwono
3087 I K Gde Widnyana
3088 Untung Setiono
3089 Amirudin Chanip
3090 Lutfi Fahdiar R.S
3091 Sugeng Wiyono
3092 Junaedi Abdillah
3093 Mohammad Effendi
3094 Made Iwan Indr.Mkr
3095 Soni Satriya Dwi A.
3096 ID Gde Adi Saputra
3097 Didit Bagas Tripras.
3098 Rohmad
3099 Eka Setiyanta N.
3100 Yusuf Ardian
3101 Joko Susilo
3102 FX Yudha R.
3103 Budi Hartono
3104 Fahmy Ryadin
3105 Faisal Reza
3106 I Nyoman Jingga
3107 Ari Indra Jaya
3108 Arif Indro Sultoni
3109 Bejo Tragili Sapto
3110 Abdul Muntholib
3111 Hermawan Susanto
3112 Agung Yuwono
3113 Arry Pribadi
3114 Rudy
3115 Ayok Sumardianto
3116 Lutful Hakim
3117 Jaya Dinata
3118 Vivian Tini
3119 Jemmy Liando
3120 Agung Prasetyo U.
3121 Moch Fajeri Hidayat
3122 Bayu Sasongko
3123 Unggul Wasiwitono
3124 Achmad Irwan S.
3125 Julius Simon Ariton.
3126 Ervan Ambarita
3127 Agus Sumaryanto
3128 Dicky Irwanto
3129 Faizal Amri
3130 Sanjaya Firmansyah
3131 Agus Darmawan
3132 Sulihadi Hendro K.
3133 Ahmad Basahil
3134 Didik Sugianto
3135 M. Syofyan Atsauri
3136 Dedy Zulhidayat N.
3137 Wiwin Farudi
3138 Supi’I
3139 Charles Victor H.S
3140 Eduart Wolok
3141 Wiwin Sujati
WISUDA KE : 83
08&09 – 09 – 2001
3142 Danang Prayudi
3143 Solichin Nur Ambyh
3144 Ridho Prawoto
3145 Margo Suwono
3146 Anton Sukoco
3147 Habib Musthofa
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

3148 Yanuar Aditya H.
3149 Suudi Mut’im
3150 Cahya Darana
3151 Nolo Ismo
3152 Tamas Windratmo T
3153 Djoko Santoso
3154 Eko Deddy Setiawn
3155 Susilo Raharjo
3156 Dhian Kurnia A.
3157 Salahuddin Junus
3158 M. Falichul Basyar
3159 Eko Mulyadi
3160 Iwan Fauzan
3161 Ach. Samsul Hadi
3162 Nunung Annas A.
3163 Agus Eko Kurniawn
3164 Sudaryanto
3165 Yudono Arintoko
3166 R. Loh Ardika S.
3167 Hario Priambudi SP
3168 Muh. Nur Rohman
3169 Arry Suryantoro
3170 Sugiri Wahyu W.
3171 Adnan
3172 Vivin Pres Riyanto
3173 Agus Trimaryoto
3174 Seno Muji Nugroho
3175 Nanang Qomarudin
3176 Triyoga Ariwening
3177 Rachmat Hidayat
3178 Ario Barata
3179 Ary Vidya Mahardk.
3180 Heru Yuswandono
3181 Gunarto Wibowo
3182 Achmad Yuslik
3183 Budi Prasojo
3184 Hartoyo
3185 Eko Priyono
3186 Goncang Senoaji
3187 I Md Gatot Karohika
3188 Andhika
3189 Roni Herdianto
3190 Mursal hedi
3191 Wahyu Widodo
3192 Hully Cahyantoro
3193 Arifin Kurniawan
3194 Noor Kholid R.
3195 Agung Purniawan
3196 Sugeng Widodo
3197 Arif Puji Wiyono
3198 Syafruddin Jaya
3199 Fifien Yuliasyari
3200 Andi Joko Nugroho
3201 Agung Eko S.
3202 Agus Kurniawan
3203 Budi Prasetyo
3204 Tri Kurnia Handini
3205 Dwi Purwanto
3206 Fajar Sodiq
3207 Candra Rakhmat
3208 Arip Rahadi
3209 Roy Isa Radhitya
3210 Kiki Widya Indrawan
3211 Mulia Rahardian P.
3212 Zainal Fatoni
3213 Dimpu Gultom
3214 Sumantri
3215 Ansori
3216 I Ketut Dwijendra
3217 Putu Henry Wijaya
3218 Muh. Syamsu A.Y
3219 Faidurrahim
3220 Nur Cahya Effendi
3221 Daru Kusumo
3222 Venu Hernoko
3223 Slamet
3224 Tina Murti Agustini
3225 Handoko Tri Laksn.
3226 Albert Kayame
3227 Sulis Agus Styawati
3228 Wahyu Jatmiko Adi
3229 Hariyadi
3230 Ricky Hendrawan
3231 Fairizal
3232 Haris Susilo
3233 Amir Hamzah
3234 Sofia Nur Zulaikha
3235 Andre Sutedjo
WISUDA KE : 84
09&10 – 03 – 2002
3236 Slamet Budi Raharjo
3237 Muh. Fachrudin Lutfi
3238 Ronny Rahardyo
3239 Inu Wikantiyoso
3240 Nanang Cahyono
3241 Budiono Hermawan
3242 Yudi Herdiyanto
3243 Rifan Eko Kristianto
3244 Sudiono
3245 Andik Siswandi
3246 Andi Patrio
3247 Johnatan Wahyoe P.
3248 Ulul Arkham
3249 Yohannes Bayu M.
3250 Novianto Dwi Wibowo
3251 Jonathan
3252 Yani Dharmawan
3253 Anas Hadi Siswanto
3254 Laksana Ardi Utomo
3255 Syarifudin Hariyadi
3256 Atje Darmaseputro J.
3257 Kelik Ibnu Sumantri
3258 Irawan Sudarsono
3259 Agus Salim
3260 Ahem Budi Setiawan
3261 Alfa Yanuar Riansyah
3262 Moh Sholehudin
3263 Bambang Biatmoko T
3264 Antony Catur Surya A
3265 Syaiful Hidayat
3266 Much. Rokim
3267 Irfan Junaidi
3268 Mohammad Ali Akbar
3269 Ardi Nugroho
3270 Panca Kurniawan
3271 Dhili Nuryadi Solikhin
3272 Siswara Suryadana
3273 Rijanto Budi Utomo
3274 Lukman Noerochim
3275 Moh Heri Kurniawan
3276 Purwanto
3277 Sih Anggoro Unggul P
3278 Jhony Sentosa
3279 Eko Kriswantoro
3280 Hari Prasetyo
3281 Bagus Putu Ngurah W
3282 Ibrahim Kasim
3283 Agung Budi Arianto
3284 Helmizar
3285 Misbakhul Umam
3286 Driaskoro Budi Sidharta
3287 Sumantri Cipto Wijaya
3288 Nurcahyo
3289 Redi Navrione
3290 Zuliantoni
3291 Mas Ngabei Dimas S N
3292 Riska Wahyu Fibriana
3293 Eko Adi Saputro
3294 Dieni Indarti
3295 Sutanto
3296 Agustinus Sutawa
3297 Andre Widiyanto
3298 Budi Susanto
3299 Moh Agus Nasrudin L.
3300 Moh Arif Kurniawan
3301 Drajad Nugroho P.
3302 Anang Syaifudin
3303 Jonathan Reiner
3304 Teguh Irwan Nugroho
3305 Edy Sulistyo
3306 Raf Radiant Agung SG
3307 Wibowo Sahadi S.
3308 Ari Setyawan
3309 Nur Ilham Pancoro
3310 Budi Permana Hadi
3311 Darwin Johanes
3312 Iwan Budi Kurniawan
3313 Yohanes Arief Noegroh
3314 Anwar Hendarto
3315 Indriani Puspta Sari
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

WISUDA KE : 85
07 & 08 – 09 – 2002
3316 Dekrita Hariwibawa
3317 Heri Kepuhriyanto
3318 I Putu Suradharma
3319 Heri Setyawan
3320 Arief Hidayat
3321 I Made Puryantara
3322 Jamaluddin
3323 Hengki Purnawan
3324 Akhmad Afandi G.
3325 Donny Rico Marihot
3326 Muhammad Ifan Rizal
3327 Agus Giri Prabowo
3328 Dody Surawijaya
3329 Asyhad
3330 Mas Irfan Purbawanto
3331 Darmawan Eko H.
3332 Purwito Priambodo
3333 Endro Dwicahyono
3334 Ni Made Sri Oka R.
3335 Choirul Sholeh
3336 Prayogo Santoso
3337 Rijaludin Tamar
3338 Mokhamad Patoni
3339 Emiel Zakka Noor Auliya
3340 Istifadah
3341 Makinun Amin
3342 Muhammad Ihsanudin
3343 Ixwan Setiyono
3344 Ikhsanudin Zaenuri U.
3345 Danang Wahyu Widodo
3346 Cipto Utomo
3347 Trio Hendratno
3348 Hasan Maksum
3349 Bb. Dwi Purnomo Putro
3350 Joy Leonardo R Paoki
3351 Gogor Arif Handiwibowo
3352 Kun Hendarso
3353 Fany Aditama
3354 Suparto
3355 Sigit Prianto Tjokropranolo
3356 Andy Agus Prasetyo
3357 Abdi Nafi
3358 Agus Prayitno
3359 Rino Teguh Setio W.
3360 Kushartanto
3361 Supriono
3362 Otto Romy Timbul
3363 Ika Jaya Iman
3364 Muhibuddin
3365 Moch Sahrul Amari
3366 Rakhmad Hariadi
3367 Ni Luh Putu Chandra Dewi
3368 Aam Kamil Syaifudin
3369 Dzulfikar Arifuddin
3370 Nana Suryana
3371 Edi Suprayitno
3372 Saiful
3373 Teddy Nurcahyadi
3374 Andy Purwa Sejati
3375 Ahmad Sholichin
3376 Ahmed Robulla Sakti
3377 Yekti Kurniawan
3378 Wigu Utomo
3379 Akhmad Nidlom Humaidi
3380 Jemmy Setyawan
3381 Amrun Rosyid
3382 Tri Muhtarudin
3383 Purwo Wahyudi
3384 Dody B. Hadimartono
3385 Imron Rosidin
3386 Lantip Catur Kardiyanto
3387 Sudarmaji
3388 Ary Wahyu Widodo
3389 Gede Widayana
3390 Punjung Adi Nugroho
3391 Soepandji
3392 Ananda Sujatmiko
3393 Happy R Wicaksana Edi
3394 Awan Sechuti
3395 Isprihandoko
3396 Joko Priyantono
3397 Aswandi
3398 Don Airlangga Purnama
3399 Jumdianzah Domain Exact
3400 Nurman Susilo
3401 Asrul Sani
3402 Rulie Ermawan
3403 Mochamad Syachrul Y.
3404 Dody Sinambela
3405 Dyah Arum Wulandari
3406 Teguh Suprasetyo
3407 Faried Cahya Wijaya
3408 Mukaffi Humam Achmad
3409 Didit Waskito
3410 Iwan Sutrisno
WISUDA KE : 86
08 & 09 – 03 – 2003
3411 Akhmad Gozali
3412 Donny Brilliant
3413 Agung Hendra G.
3414 Felly Heinz Natiyon
3415 Imam Supriyadi
3416 Akhmad Fauzi
3417 Suryono
3418 Joko Arifin
3419 Febri Ronald M.
3420 Abdul Rosyid
3421 Ketut Sarmawan
3422 AAPA Suryakusuma
3423 Indarto Yuwono
3424 Tumade Ismal Fefari
3425 I Made Ary Sanjaya
3426 Johanes Setyawan
3427 Agus Hariyanto
3428 Trilaksono Haru S.
3429 Budi Setiawan
3430 Muhammad Ali
3431 Rido Harman
3432 I Made Budiastrawan
3433 Mochamad Machruf
3434 Pandri Pandiatmi
3435 Welly Kristanto
3436 I Made Mardiasa
3437 Prama A Wiraswasta
3438 Sunardi
3439 Reinaldo Mario B
3440 Andy Cahyo Yuwono
3441 Fahmi Ferdian
3442 Muchamad Iqbal
3443 Yossy Okta Angga R
3444 Tri Harwindanu
3445 Gunawan
3446 Yudi Riyanto
3447 Yudi Asmono
3448 Bambang Sugiarto
3449 Rafik Hidayat
3450 Satworo Adiwidodo
3451 Rahmad Andriansyah
3452 M Taufiq Hidayat
3453 Anita Kristinasari
3454 Edy Susilo
3455 Dwi Yuswianto
3456 Mahyoga Agung O.
3457 Januar Citra Kusuma
3458 Shobron Navara
3459 M Nur Hidayat R
3460 Setyo Yuniarto
3461 Firman Aristiyono
3462 Muh Taufiq Sholeh
3463 Fahrul Irvanto
3464 Rheno Siswandi
3465 Muh Taufik Mardian
3466 Teguh Budiono
3467 Ida Bagus Oka Kuera
3468 Safri Syauqi
3469 Didik Purwono
3470 Viktor Wardhana
3471 Qodrat Yogatama
3472 Ronnie Ariestiawan S
3473 Yayan Tri Cahyono
3474 Aziz Santoso
3475 Herry Irawan
3476 Erwin Kurniawan
3477 Fahrul Irawan
3478 Junaidi Abdilah
3479 Wahyu Tjatur A W
3480 Catur Subagio
3481 Arianto Dwi Nugroho
3482 Agus Ariawan
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

3483 Farhan Ramadhan
3484 Zamroni
3485 Ahmad Afifuddin
3486 Dhedhi Risnanto
3487 David Sugianto
3488 Muhammad Nuh
3489 Sagung Gajuwaluyo
3490 Oki Triatmoko
3491 Herry Gunawan
3492 Robby Sundoro
3493 M Herry Saputro
3494 Lody Ari Hardianto
3495 Dian Eko Hardianto
3496 Wendi Supriadi
3497 Alwi Albaar
3498 Ajie Pramujo
3499 Alfin Setyawan
3500 Faisol Rakhman
3501 Ersan Mahzuni
3502 Triyoga Surya A.
3503 I Gde Wirya A.U.
3504 Abdul Rahman
3505 M Isnaini Nugroho
3506 Harmandita
3507 Hilman Sholih
3508 Indra Perwira A.K.
3509 Hery Nopian
3510 Asep Saepudin
3511 Priyo Agus Setiawan
WISUDA KE : 87
06 & 07 – 09 – 2003
3512 Sad Adi Nugroho
3513 Zainudin Ghozali
3514 Suhartono
3515 Wasis
3516 Aditya Dwi Setiarto
3517 Azmi Rizalli Anwar
3518 Zamrony Permana J
3519 Soni Cahyono Loren
3520 Fadil Meilano
3521 Wahyudi
3522 Kellik Wibawanto
3523 Naim Muhdori
3524 Supriyadi Margi U.
3525 Wibowo Dilianto
3526 Supendar
3527 Solikhul Awari
3528 Uddy Suherman
3529 Tontowi Zauhari
3530 Agus Setyowibowo
3531 Yudhi Dwi Kristian F
3532 Santo Haryowibowo
3533 Khoiruddin Ruzi
3534 Esha Hariyanto
3535 Ari Kusumo Putro
3536 Fanda Chrismianto
3537 David Michael H.
3538 Cucun Ari Siswanto
3539 Royan Effendi
3540 I Gde Bagus Wicaks
3541 Puguh Pribadi
3542 Erryawan Kusuma
3543 Agung Budi Nugroho
3544 Muh Yusuf Fakhri M
3545 Sofyan Irawan
3546 Fitrony Kurniawan
3547 Achmad Syaiful
3548 Feri Setiawan Efendi
3549 Andri Bagus Sasongk
3550 Arief Wicaksono
3551 Solekhudin Al Ayyubi
3552 Bayu Santi Atmojo
3553 Hadi Sumarsono
3554 Sutikno
3555 Endiek Ramadhiando
3556 Anjar Pamungkas
3557 Raditya Wardhana
3558 Mulyo Sasmito
3559 Deddy Christian
3560 Dodit Kurniawan A.
3561 Abdul Hakim
3562 Hendra Wijayanto
3563 Herry Mustofa
3564 I Made Harta Yasa
3565 Gannet Herlambang
3566 Mochamad Sudirman
3567 Agus Setiawan W.W.
3568 Michael Ruslim
3569 Made Sedana Yoga
3570 Nyoman Satriyadi Rai
3571 Junianto
3572 Putu Gde Bayu M.
3573 Andreas Susanto
3574 Abdul Hamid
3575 Muhammad Murtadho
3576 Febrian Mahdi Yustiant
3577 Risang Raheditya
3578 Teguh Suprianto
3579 Ketut Karasdana
3580 Argo Andriyanto
3581 Yuniar Budi Satrio
3582 I Kt Widhyadnyana P
3583 Didik Setiyo Nugroho
3584 Pebriyanto Suryo N.
3585 Slamet Ari Kuswanto
3586 Achmad Wahyudi
3587 Komang Cahyadi S.
3588 Ketut Gunawan
3589 Firman Raharja
3590 Iib Asdori
3591 Setyawan Widodo
3592 Rachmat Sofian
3593 Vivien Suphandani Dj.
3594 Cargo Wijaya
3595 Nur Afendi
3596 Robertus Iwan Y.
3597 Firstiono Diningko
3598 Gusraman Simatupang
3599 Jhon Timor Saragih
3600 Han Safredy
3601 Sigit Anang Widodo
3602 Slamet Imam Santosa
3603 Muh Amil Fakhrudin
3604 Anthon Nur Hendratmo
3605 Maruli Halasson M.
3606 Albertus Purnomo R.
3607 Sulis Setiawan
3608 Dadu Yudianto
3609 David Asnawi
3610 Budiono
3611 Gukben Sitanggang
3612 Bilson Sijabat
3613 Novan Wahyu Widodo
3614 Mas Dedy Agung S.
3615 Lasto Hutagalung
3616 Imanullah
3617 Aan Azharudin
3618 Oman Rohmana
3619 Much Chasan Basri
3620 Imam Gelar Santika
3621 Nensi Rotua
WISUDA KE : 88
13 & 14 – 03 – 2004
3622 Ismail Said
3623 Heri
3624 Steeven Iskandar M H
3625 Mochamad Ardianto
3626 Bagus Widianto
3627 Yusak Dwi Wiyanto
3628 Bambang Irwanto
3629 Khoiri Rozi
3630 Novi Hary Nugroho
3631 Anang Basori
3632 Lukas Sugijopranoto
3633 Suryo Handoko
3634 Rahmat Pleidooi
3635 Ibrahim Hadi Winarto
3636 Setyo Hariyadi Suranto
3637 Anwar Hamidi
3638 Luhur Pramudyo
3639 Kunjung Sri Herlambang
3640 Roni Zainal Arifin
3641 Martantyo Gonie N.
3642 Yudi Eka Setiawan
3643 M Yusuf Setiawan
3644 Fransiscus Hermawan
3645 Septia Irit Naruthama T
3646 Sudadi
3647 I Ketut Amitaba
3648 Abdi Butsinata
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

3649 Iwan Mahindra A.
3650 Moh Toyib
3651 Herry Cahyo Triyuniarto
3652 Wahyu Mei Trianto
3653 Farid Rakhmad Wijaya
3654 Wahyu Tri Wibowo
3655 Aryudhono Samodro
3656 Hermawan
3657 Andreas Dwi Prabowo
3658 Kukuh Amiluhur
3659 Dani Rendra Riawan
3660 Setyo Winarno
3661 Kurniawan Abadi
3662 I Nyoman Arnawa
3663 Fikri
3664 Slamet Priyanto
3665 Khoirul Huda
3666 Agus Prastyo Utomo
3667 Husni Wardana
3668 Andik Santoso
3669 Kristiyono
3670 Ferry Hendarto
3671 Budi
3672 Wahyunianto Setiyawa
3673 Imron Fauzi
3674 Nazrul Very Andhi
3675 Munif
3676 Taufan Taufiq
3677 Mirza Buchori
3678 Purwanto
3679 Achmad Syaifudin
3680 Farit Shahulika
3681 Wahyudi Kusbiantoro
3682 Deny Alamsyah
3683 Rizalzi
3684 Kurniawan Eko W.
3685 Eko Agus Nugroho
3686 Firman Novarianto
3687 Perdana Oka F.
3688 Yohanes Kusmono
3689 Yohanes Haryanto
3690 Rukmanta Eka Chandr
3691 Erwin Prima Wardhana
3692 Made Putu Santika
3693 Kristiawan Subekti
3694 Danar Wijayanto
3695 Hans Lorentz Pietoyo
3696 Yanuar Puji P.
3697 Diyan Martino
3698 Wiantandityo
3699 Joko Nurcahyono
3700 Irwan Sugiarto
3701 Suwarno
3702 Satri Budi Utama K.
3703 Adha Ismail
3704 Kandik Iswanto
3705 Jimmy Mintar Tanjung
3706 Hasirun Ifa
3707 Amrozi Hamidi
3708 Agus Fuadi Prasetya
3709 Ida B Kade Rai Surya D
3710 M Khairul Amri
3711 Budi Irawan
3712 Frederik H.P.
3713 Sumarhadi Prasetyo
3714 Hasmar Eko Fitriawan
3715 Arya Wulung
3716 Nirmolo Sutar
3717 Ivan Dongan Gultom
3718 Imanuel Bumbungan
3719 Denny Putrawan
3720 Rudi Purwana
3721 Nanang Setyoadi
3722 Retno Tri Utomo
3723 Dian Safarudin
3724 Joni Pristiaji
3725 Taufik Arifiyanto
3726 Muhroji
3727 Doni Hendratmoko
3728 Taufiq Hidayatullah
3729 Much Afwin Mushoffa
3730 Tito Taufic Farid
3731 Gunawan Wibisono
3732 Mahani Satriawan
3733 Christianto
3734 Moch Slamet Riyadi
3735 Muhammad Surya
3736 Eric Wibisono
3737 Dadang Widi Hasbi A
3738 Irfandi
3739 Amdani
3740 Ivan Budiarto Johan
3741 Bangun Hajopan
3742 Haeril Bardan
3743 I Putu Widhi Astawa
3744 Bambang Hadi Sukirno
3745 Zazat Sudrajat
3746 Sigit Rahmanto
3747 Taufiq Hidayah
3748 Agus Aris Hidayat
WISUDA KE : 89
11 & 12 – 09 – 2004
3749 Budi Santoso
3750 Teguh Dwi Mauladto
3751 Anton Wijaya
3752 Khairylly Akhyar
3753 Zuhri Asrori
3754 Ali Mi’Roj
3755 Alfan Laily
3756 Tri Andi Subagiyo
3757 Mario Agung Herlam
3758 Sony Sonaka Tahta
3759 Yuli Tri Setyono
3760 I Gusti Agung Agus
3761 Hidayat Kurniawan
3762 Budi Siswanto
3763 Hari Wicaksono
3764 Helmi Agung Nugroho
3765 M Kautsar Kurniawan
3766 Singgih Purnomo
3767 Rahmad Santoso
3768 Adi Sucahyono
3769 Iswahyudi
3770 Achmad Zulfikar
3771 Eryawan Prasetyo
3772 Taufiq Abdi Nugraha
3773 Fahrisa Irdianto
3774 Gregorius Widyo C
3775 Bangun Fitriadi
3776 Romanus Gema L.
3777 Sujarwanto
3778 Marhendra Andrianto
3779 I Putu Wirawan
3780 Antonius Satyanto N.
3781 Kadek Triawan Susanto
3782 Ali Firoq
3783 Raditya Algadri
3784 Indra Hariadi
3785 I Putu Welly Yudi S.
3786 Misbahul Munir
3787 Hendra Tri Prasetyo
3788 Agung Pramono
3789 Agus Wahyu Dwianto
3790 Diana Budi Prasetya
3791 Priyambodo Nur Ardi N
3792 Muh Syaifurrahman
3793 Naharis Salam
3794 Doddik Kurniawan
3795 Indra Sidharta
3796 Dedy Setiawan
3797 Tutuk Dany Anugroho
3798 Abu Salim
3799 Achmad Ismail Marjuki
3800 Ari Budiman Sutiono
3801 Muhammad Iswahyudi
3802 Adi Irmantyo
3803 wan Yudi Herlambang
3804 Ronny (Go Tek Soen)
3805 Rezza Eko Prasetyo
3806 Risky Agung Trinugroh
3807 Feizal Putra Permana
3808 Prayudha Erlangga B.
3809 Erwan Sumarsono
3810 Yohanes
3811 Benno Adi Sulistyono
3812 Anton Surya Wibowo
3813 Paulus Wahyu Epifanto
3814 Yuddi Harinata
3815 Arief Laga Putra
3816 R Hanggoro Ananta K
3817 Samsuri

PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

3818 Acep Moi Kokong
3819 Bagus Budi Nurcahya
3820 Nico Khoirul Febrianto
3821 Nurul Fauziah
3822 Danang Suprayogi
3823 Samsul Hidayad
3824 Handik Rivazani
3825 Moch. Saleh Riyanto
3826 Imam Pribadi
3827 Moh. Mahfud
3828 Ketut Dharma Y.
3829 Kadek Rihendra D.
3830 Achmad Rofi’ Sundany
3831 Novan Setiawan
3832 Sarma Yohannes D.
3833 Dian Endah Wulandari
3834 Teguh Setiawan
3835 Danang Setiawan
3836 Wahyu Hadi Pranoto
3837 Muh Maknun Chalid
3838 Hakim S Wishman S.
3839 Andre
3840 Julius Eko Pardede
3841 Daud Ekalaya Yusuf
3842 Gede Arya Wirama
3843 Agustiyama Andhi
3844 Robby Irjhon
3845 Monica Yudithia R.
3846 Priyo Heru Adiwibowo
3847 Moh Fajar Sampurna
3848 Muh Dian Firmansyah
3849 Ahmad Paizar Rachman
3850 Don Peski
3851 Moch Nur Hadi
3852 Putut Jatmiko Dwi P.
3853 Adam Priyo Perdana
3854 Achmad Gunawan
3855 Arif Wahyudin
3856 Liza Rusdiyana
3857 Brian Kartika Paksi
3858 Dimas Edward Abraham
WISUDA KE : 90
13 – 03 – 2005
3859 Suprapto
3860 Muhammad Tarmudi
3861 Agung Wicaksono
3862 Anis Arendra
3863 Muh. Saiful Hasan
3864 Panji Permono
3865 Muh Hidayat Riady
3866 Mustafa
3867 Ferizal Ardiansyah
3868 Febriyanto Nugroho
3869 Imam Mahmudi
3870 Edwin Priventa S.
3871 Tri Ardhie Laksmana
3872 Deny Surachman
3873 Agus Pramono
3874 Denny Asmoro
3875 Wisnu Tri Mulyanto
3876 Yudiono
3877 Giri Nugroho
3878 Andy Suhendro
3879 Joko Tawekal
3880 Andi Wirahadi
3881 Todi Indra Brata
3882 Sigit Ari Widodo
3883 Tatik Mei Irandani
3884 Ardhian Hendra Tama
3885 Yoneth Rio Asmara
3886 Satriyo Murti Pamungk
3887 Mahmud Mahatmanto
3888 Tedik Muntoha
3889 Prasetyo Arie Hatmoko
3890 Sucahyo Tajuddin
3891 Eko Gunawan
3892 Daniel Wicaksono W.
3893 Dhany Kartika
3894 Ananto Utomo
3895 Denis Tugas Suci D.
3896 Ari Wirahadi
3897 Gustave Gunawan
3898 Much Nuch Fansuri
3899 Ronny Sugianto
3900 Nurul Komari
3901 Adi Yusuf
3902 Yudi Wahyu Kurniawan
3903 Ramos Parlindungan A
3904 Antonius Agung Nugro
3905 Hasri Nuksmo Nukiandi
3906 Danang Ika Widana
3907 Moh Khoirul Effendi
3908 Ahmad Syaiful Anwar
3909 Candra Bachtiyar
3910 Sandy Budi Setiawan
3911 Enis Spirda
3912 Alief Wikarta
3913 Is Bunyamin Surya
3914 Darma Yudioktora
3915 M. Zamroni
3916 Fitri Juwantoro
3917 Dodik Kusmartono
3918 Agus Santoso
3919 Kukuh Ardi Pramono
3920 Fajar Dwi Juniardi
3921 Rakhmad Julianto
3922 Dody Fakhruddin
3923 Richard Teguh P.
3924 Pieter Christian T.
3925 Antonius Chandra P.
3926 Syahrir
3927 Dwi Patra Pargunadi
3928 Benny Ericson H.
3929 Djohan Andrianto
3930 Kukuh Priadi
3931 Alex Tigor Simanjuntak
3932 Bagus Permadi
3933 Rahmad Prianda S.
3934 Very Dwi Prasetyo
3935 Agung Kurniawan
3936 Agus Sunggu Dolok A
3937 Eko Doddy Aristanto
3938 Yokhanan Kristiyono
3939 Irving Patria
3940 Lukito Indarto
3941 Muhamad Imam Mujahid
3942 Mujiono
3943 Andri Kurniawan H.
3944 Kokok Winnetouw
3945 Tri Febrion Widiadvito
3946 Kurniawan Iswiyantoro
3947 Dian Anang Kristiawan
3948 Tri Joko Susanto
3949 Didik Yudo Winarno
3950 Raden Muhamad Faisal
3951 Imedo Wahyusah
3952 Muh Hanifa Muslim
3953 Junaidi
3954 Emri Rosyidi
3955 Rachmad Sugiharto
3956 Antoni Lee Simorangkir
3957 Subekti Gautomo
3958 Erwin Anggraito
3959 Yulince Zetrioza
3960 Ari Susanto
3961 Erwin Ardiansyah
3962 Nur Baiti
WISUDA KE : 91
10 & 11 – 09 – 2005
3963 Denie Ardi
3964 Andik Totok Siswoyo
3965 Ivan Yustiawan
3966 Wulung Cahyono
3967 Uky Hari Prasetyo
3968 Dook Endrianto
3969 Aditya Narendra W.
3970 Taufiq Rizal
3971 Heriyanto
3972 Prayudho Gutomo
3973 Abdur Rosyid
3974 Alvin Antono
3975 Mukhamad Fakhrony
3976 Yok Suprobo
3977 Unggul Puji Satoto
3978 Adi Setyo Utomo
3979 Gendhu Widyasmoro
3980 Gunawan Wibisono
3981 Efendi Subiantoro
3982 Komang Wira Kardita
3983 Antoni Ronald Malau


PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

3984 Dessi Tri Rosita
3985 Deddy Zulkifri Sinaga
3986 Ronny Cahyadi
3987 Januar Hadiman
3988 I Ketut Arya Agastya
3989 Priyandita Widhianto
3990 Adam Fatchur Rohman
3991 Wahyu Wijanarko
3992 Herman Dwi Novianto
3993 Andreas George W.
3994 Dodik Setiyono
3995 Erwin Siswanto
3996 Tony Agus Mulyono
3997 Moch. Subchan Fuad
3998 Muh. Ajir Muqoffan
3999 Arif Harjadi
4000 Wiedhi Akbar Nugroho
4001 Aswindratno Puguh A
4002 Dedi Herwanto
4003 Edy Prasetyo
4004 Bayu Fajar Utomo
4005 Guruh Kurniasandy
4006 Jakfar Sodi
4007 Wihagasatya Khresna
4008 Sunarko
4009 Musta’in
4010 Akhmat Hatta
4011 Herbet Hardiyanto
4012 Edi Purwanto
4013 Agung Santosa
4014 Andi Barlian
4015 Hulail
4016 Agus Pawitra Widya
4017 Fain Cahyono
4018 Sulistyo Hadi
4019 Priyo Subekti
4020 Deddy Afril Saputro
4021 Tiar Akhmad Ginanjar
4022 Bagus Nugroho Sigit
4023 Putro Makmur Santosa
4024 Muhammad Aris
4025 Dwi Rudy Erwan W.
4026 Ikbal Bakri
4027 Yuan Bachtiar
4028 Isnawan Budi Prasetyo
4029 Andi Sufariyanto
4030 Amalia
4031 Gabri
4032 Darmono
4033 Aditya Hayu Wicaksono
4034 Mohd Novri Rahadian
4035 Ferdi Ardiansyah
4036 Arie Setiabudi
4037 I Wayan Rukmana
4038 Syafruddin Harris
4039 Tripony Pilossa
4040 Yudha Octavian H
4041 Saud Manurung
4042 Basri Prasetyo
4043 Yusman Johanul H
4044 Frenky Yulius
4045 Apriady Litha
4046 Ayrafedi
4047 Amrul Hakim
WISUDA KE : 92
18 – 03 – 2006
4048 Donny Indrawanto
4049 Aden Trirumoko
4050 Fendhik Budhi D.
4051 Rizvi Kurniady
4052 Paulus Gunawan W.
4053 Emmanuel Susanto
4054 Roesevelt
4055 Hery Setiyawan
4056 Candra Hadi Winata
4057 Eko Puji Santoso
4058 Muh Agus Gurit W.
4059 Didik Budi Satriya
4060 Agung Adrianto
4061 Faisal Riza
4062 Heru Cahyono
4063 Indra Shelbaswara
4064 Ahmad Fathan Hadii
4065 Hermanu Kusbandono
4066 Arif Sutrisno Marannu
4067 Bayu Endrie Cahyono
4068 Hendra A Kurniawan
4069 Mahendra E Prasetya
4070 Rakhmat Firdaus
4071 Chandra Yudiantono
4072 Andhika Wira Buwana
4073 Danang Wicaksono
4074 Yeri Ma Mun Fu Adi
4075 Fakhul Mu Iz
4076 Andry Hanafi Tjipto
4077 Irwan Setyanto
4078 Ide Bagus Hapsara
4079 Wimbo Hapsara
4080 Nur Fuadah
4081 Wahyu Pribadi
4082 Cahya Patria Citra T
4083 Suhariyadi
4084 Supriyatno
4085 Agus Setiadi
4086 Lis Sugiantoro
4087 Nugroho Artusuwignyo
4088 Agustinus Pratyakso
4089 Totok Trilaksono
4090 Rio Borneo Putranto
4091 Aris Afandi
4092 Taufik Hariyadi
4093 Ahmad Zamroni
4094 Wawan Suryanto
4095 Hadis Rahmawan
4096 Agus Purnomo
4097 Ziyad Auliy
4098 Wisnu Bayu Sakti
4099 Priastuti
4100 Sigit Sugiarto
4101 Taufik Achmad
4102 Deddy Ariyanto
4103 Oky Herry Setiawan
4104 Harris Yunanto
4105 Dian Kurniawan
4106 Suseno Pujanarko
4107 Ariful Bahri
4108 Dwi Susanto
4109 Eko Radia Utomo
4110 Budi W. Septiawan
4111 Muhammad Iqbal
4112 Andreas Arianto
4113 Maurice Ahmad
4114 Bobi Handoko
4115 Hary Satriya
4116 Oki Lidayat
4117 M Leonard Nababan
WISUDA KE : 93
17 – 09 – 2006
4118 Agus Sartono
4119 Mas’ud Dani Arifin
4120 Bismar Ibrahim
4121 Jihan Khalidy N.
4122
4123 Arie Firdianto
4124 Ahmad Hasan
4125 Zakie Anugia
4126 Agus Sugiharto
4127 Handiawan Yappy
4128 Muh Ramadhan K.
4129 Samsul Ma’arif
4130 Ronny Widiarto
4131 Muh Ali Rieza Pahlevi
4132 Bagus Yuniarto
4133 Rendra Sanjaya
4134 Oktaviyanto Jimat W
4135 Nanang Kriscandono
4136 Jenny
4137 Mahendra Priyo S.
4138 Suprapto
4139 Arry Pujianto
4140 Rachmad Agung S.
4141 Awang Darmawan
4142 Sigit Trahmawan
4143 Mirwan Prasetiyo S.
4144 Bb. Wahyu Jatmiko
4145 Roji Basuki Saputra
4146 Munhardeka Aprilin
4147 Pramono Jati
4148 Hadiansyah Kausar
4149 Bagus Suwarno
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

4150 Budhi Sidharta
4151 Yanuar Sapto Ady
4152 Nuris Sumandoko
4153 Bisma Yoga Prawira
4154 Catur B Rakhmawan
4155 Dwi Agus Arvianto
4156 Yulfa Anas Khoirudin
4157 Indro Yuwono
4158 Arif Widyanto
4159 Septa Chusnul Hadi
4160 Rengga Kurniawan
4161 Erwin Widhiarto
4162 Sony Setyawan
4163 Miftahul Huda
4164 Dimas Fajri Hendray
4165 Beny Adi Purwanto
4166 Dwi Ananda Prasaja
4167 Akbar Uman Putra
4168 Iqbal Athar Ghozali
4169 R Yulianto Hidayat
4170 Ibnu Kukuh Laksmana
4171 Rodhy Amrillah
4172 Vendry Patryadi A.
4173 Andi Putro Irianto
4174 Martino Sukma K.
4175 Mochamad Samsudin
4176 Aris Priambudi
4177 Ponco Adi Winarto
4178 Muh Nizam Tristiono
4179 Yoseph Ahmad Syeiv
4180 Yop Fatra Erdiata
4181 Pradityo Kuncoroaji
4182 Yudi Sudaryanto
4183 Jalu Adyaksa
4184 Daniel Ariefin
4185 Hendi Sufyan
4186 Pudji Arijadi
4187 Oky Melvin Pronawan
4188 Adinda Cakraningrat
4189 Muh Dedik Kurniawan
4190 Hendra Adi Hatma
4191 Gerald Oxtoviandree P.
4192 Yoyok Arum Isbanu
4193 Sukendro Broto S.
4194 Teguh H. Endratmoko
4195 Yudianto Nugroho
4196 Dwi Listiyono
4197 Riko Eko Syahputra
4198 Henky Irawan
4199 Harmawan Sulistyo
4200 Effendi Hartono
4201 Agung Prasetyo
4202 M Choirul Huda
4203 Taopik Hidayat
WISUDA KE : 94
24 – 03 – 2007
4204 Tommy Indianto
4205 Syamsudin
4206 Agung Toni Sanyoto
4207 Lintong Mangihut M.
4208 Daniel Priswagih S.
4209 Wasis Sutikno
4210 Fajar Yannu Seputra
4211 Bagus W. Sarwoaji
4212 Akbar Zulkharnaik L
4213 Komang Gede Nara
4214 Ali Safrani
4215 Rahmat Ariyono
4216 Arif Fahrudin
4217 Tri Yusuf Arif Hidayat
4218 Rahardian Titus N.
4219 Arif Cahyo Pamungkas
4220 Dhadhang Dhergantara
4221 Baroto Suharyo S.
4222 Achmad Sanusi
4223 Hermawan Widyantara
4224 Anugrah Prastowo S
4225 Widya Prasetya
4226 Adli Nuraindra R.
4227 Agus Rian Fahriza
4228 Moch. Kafi
4229 Ferry Andriyanto
4230 H. Roky Andrianto
4231 Arief Edy Kurniawan
4232 Wahyu Ferryal
4233 Rendra Utomo
4234 James Richardo
4235 Lestari
4236 Sugeng Pristiwo
4237 Andi Rachman
4238 Rizki Wijaya
4239 Wijanarko
4240 Yanuaris Dwi Cahyono
4241 Anjar Qomarullah M
4242 Arif Hariyadi
4243 Alim Perdana
4244 Rachmad Handono
4245 Ahmad Junaidi
4246 Didiet Joko Susilo
4247 Windya Bintoro S
4248 Zuroida Farah M
4249 Idrisa Erika Hikmawan
4250 Ubaidillah
4251 Novan Dwi Saputro
4252 Aditia
4253 Satria Bakti Dwija Tama
4254 Hendri Sivillianto
4255 Ardian Adhie Prasetyo
4256 Hendra Kurniawan R
4257 Anang Nirmadi
4258 Chandra Budi Sukmono
4259 Arsyad Saputra
4260 Yoki Vriandana
4261 Rianto Efendi
4262 Deny Erwansyah
4263 Vivin Nur Fithria
4264 Yunarto Dono Indharto
4265 Bahij Afiah
4266 Adhimas Dwi Bakti
4267 Djoko Budi Santoso
4268 Ruri Martanto
4269 Edwin Krismahendra
4270 Moh Syarif Hidayat
4271 Dodik Sudariyadi
4272 Dwi Setiawan
4273 Mukhtaris
4274 Sudarmanto Broto W
4275 Rizki Candra Alrosjid
4276 Endang Tardiana
4277 Mahar Bachtiar H.
4278 Dhita Provie Kartini
4279 Rizky Sahjaya
4280 Cahya Dadiyanto B
WISUDA KE : 95
08 – 09 – 2007
4281 Koko Firmanto
4282 Joo Utoro
4283 Zainal Muttaqin
4284 Regi Subian Andriadi
4285 Dedy Harianto
4286 Sutrisno
4287 Ribut Santoso
4288 Bintoro Wicaksono
4289 Efendi
4290 Fawas Bin Said A B
4291 Rinenggo Nugroho
4292 Agung Anca Wiguno
4293 Fahmi Reza
4294 Arif Rohman
4295 Sarjono Asminto P.
4296 Henry Yotama A.
4297 Waisyak Benny Um.
4298 Taufik Yuwono
4299 David Wijaya
4300 Raditya Joko Aryanto
4301 Beta Agung Prayogo
4302 Bayu Cahya Maulana
4303 Gondo Prastowo
4304 Hendra Gunawan M.
4305 Danny Setyapradja
4306 Deddy Maulana
4307 Anang Wahyu Raharjo
4308 Dhika Melinto
4309 Yohanes Bram Erlangg
4310 Sigit Setyo Widodo
4311 Erfan Zainuddin
4312 Adi Kurniawan
4313 Herman Winata
4314 Awang Hendi N I P
4315 Kristian Kurniawan

PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

4316 Impron Safi’i
4317 Abdul Rouf Ihwan
4318 Prince Samuelson
4319 Faizal Rizki
4320 Eko Sri Agus Setiawan
4321 Herman Majidi
4322 Lukman Gunawan
4323 Vendik Sudarianto
4324 Dwi Jatmiko
4325 Rohman Endriyatno W
4326 David Mundovi
4327 Verry Mardiananta A.
4328 Ony Saputra
4329 Johan Tri Nugroho
4330 Supratman
4331 Zaenal Arifin
4332 Thomas Aji Prakasa
4333 Henri Koes Agung N
4334 Prawoto Henry Purwan
4335 Hananto Prasetyo
4336 Dwi Prasetyo Wibowo
4337 Ardiyana Kusuma N.
4338 Adhi R Kanitrawardhan
4339 Wempy Anugrah P.
4340 Osa Afredo
4341 Apridita Dwi Setiahadi
4342 Robert Ronal Widjaya
4343 Agung Triatmojo
4344 Pradityatama
4345 Choirul Indarto
4346 Fanny Eka Chandra
4347 Muzakkir
4348 Riza Andy Amrulloh
4349 Deny Hernanta
4350 Junaedi Faizal
4351 Delta Dwi Yono
4352 Redy Firmansyah
4353 Rafief
PROFIL 50 TAHUN
JURUSAN TEKNIK MESIN ITS

Buku Profl Mesin
Koordinator : Ir. Julendra B. Ariatedja
Anggota : Ir. Bambang Adhi Marsono
Ir. Rochman Rochiem, MT
Ir. Unggul Wasiwitono, M.Sc
Desain & Layout : Afiat Sukmaraga
Budi Setiyadi
Kuliah Tamu
Koordinator : Dr. Moh. Nur. Yuniarto
Anggota : Ir. Bunyamin Suryo, ST
Wahyu Widjanarko, ST
Prasasti
Koordinator : Ir. Gatot Budi Rianto
Anggota : Ir. Subowo, M.Sc.
Ir. Heri Priyanto
Dukumentasi
Koordinasi : Ir. Suprapti
Anggota : Vivien Supandhani, ST. MEng. Sc.
Ir. Wiwiek Hendrowati, MT
Lisa Rusdiana, ST
Umum
Koordinator : Achmad Syaifudin, ST
Anggota : Khoirul Efendi, ST
Giri Nugroho, ST
Poelang Bengkel
Koordinator : Ir. Bambang Sakti
Ir. Budi Utomo Kukuh W, ME
Sie Road to Campus & Olahraga :
Ir. Arie Yuwono
Ir. Hardi A.S.
Ir. Arif Fauzan, MT
Ir. Agus HP
Sie Nostalgia Kampus :
Ir. Musaikan
Ir. George Tjatur P.
Ir. Wahid Suherman
Prof. Dr. Ir. Djoko Soengkono, MEng. Sc
Ir. Jimmy Harto
Sie Kongres & Diskusi Networking
Ir. Bambang Eko
Ir. Rudi Purwanto
Ir. Firman Suryadi
Ir. Heru Prastowo
Sie Resepsi Reuni
Ir. Boedyo Poernomo
Ir. Rudi Hermawan
Ir. Hari Supriyanto, M Sc.
Pelindung
1. Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA (Dekan FTI ITS)
2. Dr.-Ing. Ir. Herman Sasongko
(Ketua Jurusan Teknik Mesin FTI ITS)
Penasehat
1. Ir. Soetrisno Soetomo
2. Ir. Lukman Mahfoedz
3. Ir. Soekarsono H.W
4. Ir. Sritomo W.
5. Ir. Pudjiono
6. Ir. Bambang Daryanto, Msc.Phd
7. Prof. Ir. Nyoman Sutantra, Msc. Phd.
Ketua Umum : Ir. Suharto
Wakil Ketua : Ir. Buchori Nasution
Sekretaris : Ir. Herman Suparjono, MT
Wakil Sekretaris : Ir. Wawan Aries Widodo, MT
Bendahara : Ir. Yudhi Harti
Wakil Bendahara : Ir. Sudjud Darsopuspito, MT
Seksi-Seksi
Dana
Koordinator : Ir. Bambang Kusumarijadi
Anggota : Ir. Bagyo Riawan
Ir. Mulyono
Ir. Patdono Soewignyo, Phd.
Ir. Sukandar
Ir. Agung Hari Santosa
Ir. Willy Hendarto
Ir. Gunawan
Publikasi dan Penggalangan
Alumni
Koordinator : Ir. Zoher Ali
Anggota : Ir. Arif Nugroho.
Ir. Sonny Sumarsono
Prof. Dr. Ir. Triyogo Yuwono, DEA
Ir. Eddy Wuryanto
Ir. Ketut Rumandiana
Sarasehan Alumni Jakarta
Koordinator : Ir. Eko Sulianto
Anggota : Ir. Sukandar
Ir. Rudi Purwondo
SUSUNAN KEPANITIAAN
Semua foto-foto kenangan diperoleh dari :
• Bpk. Djajadi Rachmat
• Bpk. Soerarmo Soerjosoerarso
“Mejeng”
di depan kampus PTT “10 Nopember” Jl.
Simpang Dukuh no.11 Surabaya
“Plonco”
Kambing-kambing guoblok
Cium Tanah Air Dies Natalis I, 10 Nopember 1958
Dies Natalis II, 10 Nopember 1959 Dies Natalis III, 10 Nopember 1960
“Plonco”
Kambing-kambing guoblok
Mengucapkan
Selamat atas 50 Tahun
Jurusan Teknik Mesin ITS
Mengucapkan
Selamat atas 50 Tahun
Jurusan Teknik Mesin ITS
Mengucapkan
Selamat atas 50 Tahun
Jurusan Teknik Mesin ITS
50 TAHUN
J U R U S A N
TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI
SEPULUH NOPEMBER

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->