Anda di halaman 1dari 4

PERANAN PENDIDIKAN Secara umumnya sistem pendidikan boleh dikatakan mendokong dua peranan utama.

Dari satu sudut, pendidikan sering dikenal pasti sebagai jentera untuk menyedakan tenaga kerja yang terlatih dalam pelbagai ilmu pengetahuan dan kemahiran untuk menggerak dan menyuburkan pertumbuhan ekonomi negara. Dari sudut lain pula pelajar yang sama setelah melalui sistem pendidikan formal, diharapkan menjadi individu yang seimbang dari segi eprtumbuhan rohani, intelek dan jasmaninya.

eranan Pendidikan Terhadap Individu i. Membentuk Ciri-Ciri Sosial Individu Pendidikan memainkan peranan penting untuk membentuk kesedaran : o kekeluargaan o komuniti dan masyarakat o kebangsaan o kejiranan o organisasi o serantau dan antarabangsa ii. Membentuk Ciri-Ciri Positif Sosial Individu Sistem pendidikan negara adalah juga berperanan membentuk rakyat yang sentiasa bermotivasi, iltizam, bermaruah, dedikasi, kuat daya saing, dan daya juang dari segi aqidah dan ilmu. iii. Membentuk Nilai-Nilai Asasi Individu Yang Cemerlang Sistem pendidikan diharapkan dapat memainkan peranan untuk membentuk akhlak/etika berasaskan agama dan moral yang tinggi. Individu yang terdidik mestilah boleh bertoleransi di antara kaum dan agama. Mereka juga hendaklah boleh menghormati kebudayaan kaum lain dan menghargai kebudayaan kebangsaan. iv. Membentuk Individu Yang Berilmu Dan Berkemahiran Tinggi Sistem pendidikan negara diharapkan dapat mengeluarkan individu yang boleh berkomunikasi sekurang-kurangnya dalam Bahasa Melayu dan Bahasa Inggeris. Pendidikan juga diharapkan dapat membentuk individu yang berpengetahuan matematik, sains dan teknologi. Mereka mempunyai daya fikir dan mahir menyampai ilmu dan kemahiran. Peranan Pendidikan Terhadap Masyarakat i. Sumber Kemahiran dan Ketrampilan Mempunyai atau mengetahui sesuatu bidang ilmu sahaja tidak mencukupi untuk sebuah masyarakat menjalani kehidupan yang sempurna. Setiap ahli masyarakat perlu mahir dan berketrampilan dalam melaksanakan tanggungjawab masing-masing.

ii. Sumber Kebudayaan dan Ilmu Sekolah memainkan peranan yang penting bagi menyalurkan kebudayaan dan ilmu sesuatu bangsa kepada generasi berikutya. Tanpa sesuatu agen untuk mewariskan serta memperluaskan budaya, sesuatu generasi baru akan kehilangan pedoman dan arah. Peranan mewariskan kebudayaan dan ilmu ini boleh dimainkan oleh institusi keluarga. Dalam abad ini masyarakat telah menjadi lebih maju menyebabkan kebanyakan ibu bapa telah terperangkap dalam arus mengejar kemajuan. Mereka tidak mempunyai cukup masa untuk memberikan ilmu yang lengkap kepada anak-anak. iii. Sumber Pemupukan Kepercayaan dan Sistem Nilai Sepanjang sejarah kehidupan manusia, mereka tidak pernah lepas daripada sesuatu kepercayaan dan sistem nilai. Manusia fitrahnya sentiasa mencari-cari jawapan bagi persoalan-persoalan kerohaniannya. Banyak berlaku, manusia tersesat dalam memberikan jawapan-jawapan persoalan kerohanian mereka. Dengan kesesatan itu mereka akan membinasakan diri dan masyarakat mereka. Di sinilah peranan pendidikan menjadi penting bagi memberi petunjuk dan panduan yang benar. iv. Menyediakan Tenaga Manusia Untuk Alam Pekerjaan Pada masa kini dan pada masa akan datang terdapat pelbagai jenis pekerjaan. Lebih maju sesuatu masyarakat maka lebih banyajk jenis pekerjaan yang wujud. Tenaga manusia pelbagai peringkat pendidikan perlu dikeluarkan bagi mengisi jawatan pekerjaan yang sesuai. Dengan wujudnya kepelbagaian pelajaran individu akan terdorong untuk (kerap) bertukar pekerjaan. v. Pusat Penjagaan Belia, Remaja Dan Kanak-Kanak Dalam dunia perindustrian yang bertambah maju, semakin ramai ibu bapa terpaksa menumpukan banyak masa untuk pekerjaan masing-masing. Tambahan pula terdapat ibu dan bapa terpaksan bekerja. Dengan ini sekolah akan memainkan peranan yang tersirat iaitu sebagai pusat penjagaan kanak-kanak, remaja dan belia. Untuk ini peranan persekolahan mestilah suatu tempat yang selesa, mengembirakan dan dapat memenuhi naluri proses perkembangan kanak-kanak menjadi dewasa. Posted by Maliana at 10:31 AM Labels: Tugasan 0 comments: Post a Comment Links to this post Create a Link

Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom)
http://sinaransyams.blogspot.com/2009/03/senario-masyarakat-dan-peranan.html

Dalam melaksanakan tugas pengajaran, guru boleh berusaha untuk meningkatkan keberkesanannya.Pengajaran yang berkesan menghasilkan pembelajaran yang diingini.Pembelajaran yang baik berlaku apabila pelajar melibatkan diri dengan aktif.Seseorang itu biasanya akan lebih mengingati sesuatu hasil daripada perbuatan atau pengalamannya sendiri, contohnya pelajar boleh ingat apa yang telah dilakukannya daripada apa yang dipelajarinya di dalam kelas.Di sinilah pentingnya peranan teknologi dalam pendidikan matematik hari ini.Seorang ahli falsafah Cina pernah berkata: Kalau saya dengar saya lupa Kalau saya lihat saya ingat Kalau saya buat saya tahu Kata-kata di atasselaras dengan prinsippengajaran bahawapenyertaan aktif muridmurid dalam proses Pengajaran dan Pembelajaran membantu mereka belajar.

http://www.geocities.com/ramanujan_asasno/noorhakimi.htm

PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN Di muka telah diuraikan bahwa pendidikan mempunyai peranan dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumberdaya pembangunan dan menjadi titik sentral pembangunan. Manusia yang berkualitas memiliki keseimbangan antara tiga aspek yang ada padanya, yaitu aspek pribadi sebagai individu, aspek sosial dan aspek kebangsaan. Manusia sebagai makhluk individu memiliki potensi fisik dan nirfisik; dengan potensi potensi tersebut manusia mampu berkarya dan berbudi pekerti luhur. Manusia sebagai makhluk soslaJ mempunyai kesetiakawanan sosial, tanggung jawab sosial dan disiplin sosial. Manusia yang memiliki aspek kebangsaan mernpunyai rasa cinta tanah air, jiwa patriotik dan berwawasan masa depan. Berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Indonesia tersebut, maka peranan pendidikan dalam pembangunan dapat dirumuskan sebagai berikut : Dalam meningkatkan manusia sebagai makhluk individu yang berpotensi fisik dan nirfisik, dilaksanakan dengan pemberian pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Pembentukan nilai adalah nilai-nilai budaya bangsa dan juga nilai-nilai keagamaan sesuai dengan agama masing-masing dalam rangka meningkatkan keimanan dan

ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Proses transformasi tersebut berlangsung dalam jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. John Vaizei dalam bukunya Education in the Modern World (1965) mengemukakan peranan pendidikan sebagai berikut : (1) melalui lembaga mengemukakan peranan pendidikan tinggi dan lembaga riset memberikan gagasan-gagasan dan teknik baru, (2) melalui sekolah dan latihan-latihan mempersiapkan tenaga kerja terampil berpengetahuan, dan (3) penanaman sikap. Dalam menghadapi perubahan masyarakat yang terus menerus dan berjalan secara cepat manusia dituntut untuk selalu belajar dan adaptasi dengan perkembangan masyarakat sesuai dengan zamannya. Dengan perkataan lain manusia akan menjadi pelajar seumur hidup. Untuk itu sekolah berperan untuk mepersiapkan peserta didiknya menjadi pelajar seumur hidup yang mampu belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. Menurut Moedjiono dalam buku dasar-dasar Kependidikan (1986), mengemukakan bahwa aktivitas belajar dalam rangka menghadapi perubahanperubahan yang cepat di dalam masyarakat menghendaki (1) kemampuan untuk mendapatkan informasi, (2) keterampilan kognitif yang tinggi, (3) kemampuan menggunakan strategi dalam memecahkan masalah, (4) kemampuan menentukan tujuan yang ingin dicapai, (5) mengevaluasi hasil belajar sendiri, (6) adanya motivasi untuk belajar, dan (7) adanya pemahaman diri sendiri. Eksistensi kebangsaan nasional perlu dipertahankan dengan berbagai cara antara lain memupuk identitas nasional pada generasi muda, penanaman kesadaran nasional. Kesadaran nasional perlu dibangkitkan melalui kesadaran sejarah. Kesadaran ini mencakup pengalaman kolektif di masa lampau atau nasib bersama di masa lampau yang menggembleng nation. Tanpa kesadaran sejarah tak ada identitas dan tanpa orang tak kepribadian atau kepribadian nasional. Kesadarari nasional, menciptakan inspirasi dan aspirasi nasional, keduanya penting untuk membangkitkan semangat nasional. Nasionalisme sebagai ideologi perlu menjiwai setiap warga negara yang wajib secara moral (moral com-mitment) dengan loyalitas penuh pengabdian diri kepada kepentingan negara, (Kartidirdjo, 1993). Prinsip nasionalisme sebagaian tujuan pendidikan nasional adalah : (1) Unity (kesatuan persatuan) lewat proses integrasi dalam sejarah berdasarkan solidaritas nasional yang melampaui solidaritas lokal, etnis, tradisional, (2) Libcrty (kebebasan) setiap individu dilindungi hak-hak azasinya, kebebasan berpendapat, berkelompok, kebebasan dihayati dengan penuh tanggung jawab sosial, (3) Equality (persamaan) hak dan kewajiban, persamaan kesempatan, (4) Berkaitan dengan prinsip ke 2, ke 3 ada prinsip kepribadian atau individualitas. Pribadi perorangan dilindungi hukum antara lain dalam hak milik, kontrak, pembebasan dari ikatan komunal dan primoriaL (5) Performance (hasil kerja) baik secara individual atau kolektif. Setiap kelompok membutuhkan rangsangan dan inspirasi untuk memacu prestasi yang dapat dibanggakan. Dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan mempunyai peranan penting dalam pembudayaan, pernyatan dan pengamalan nilai nilai budaya nasional yang akan mampu memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Diposkan oleh Qym di 3/16/2009 08:03:00 AM