Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KASUS PNEUMONIA

ACIH SUKARSIH 2008730044

Pembimbing : dr. Rachmat M Memet, Sp. Rad

Definisi
Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan Peradangan pada paru. alveoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Kekurangan oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja.

Etiologi

Bakteri

Virus

Jamur
Mikoplasma

Pneumonia Oleh Bakteri


Streptococcus penyebab pneumonia yang paling umum, karena sudah ada di kerongkongan manusia sehat. Begitu pertahanan tubuh menurun bakteri segera memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan. Seluruh jaringan paru dipenuhi cairan dan terjadi infeksi dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah Pasien . Gejala pneumonia karena bakteri akan panas tinggi, berkeringat, napas terengah-engah, dan denyut jantungnya

Pneumonia Oleh Virus


pneumonia ini tidak berat dan sembuh dalam waktu singkat. Namun bila infeksi terjadi bersamaan dengan virus influensa, gangguan bisa berat dan kadang menyebabkan kematian, Virus yang menginfeksi paru akan berkembang biak walau tidak terlihat jaringan paru yang dipenuhi cairan. Gejalanya sama dengan influensa, yaitu demam, batuk kering sakit kepala, ngilu diseluruh tubuh. Dan letih lesu, napas menjadi sesak, batuk makin hebat dan menghasilkan sejumlah lendir. Demam

Pneumonia Mikoplasma
Mikoplasma tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun bakteri, meski memiliki karakteristik keduanya. Pneumonia yang dihasilkan biasanya ringan . Mikoplasma menyerang segala jenis usia. Angka kematian sangat rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati.

Gejala yang paling sering adalah batuk berat, namun dengan sedikit lendir. Demam dan menggigil hanya muncul di awal, dan pada beberapa pasien bisa

Pneumonia oleh jamur


Termasuk golongan ini adalah Pneumocystitis Carinii pnumonia ( PCP ) , PCP biasanya menjadi tanda awal serangan penyakit pada pengidap HIV/AIDS. PCP bisa diobati pada banyak kasus. Bisa saja penyakit ini muncul lagi beberapa bulan kemudian, namun pengobatan yang baik akan mencegah atau menunda kekambuhan. Gejala demam gangguan fungsi Paru,.

Gejala
Dewasa Demam menggigil ( >40) Biasanya didahului dengan flu Nyeri dada Batuk dengan sputum purulen ( berwarna karat besi) Sesak nafas BB Vocal fremitus mengeras pada sisi sakit

Pekak relatif pada sisi sakit


Takikardi

Pada Anak
Batuk pilek (mula-mula batuknya kering kemudian menjadi produktif) Napsa sesak Napas cepat Demam Dahak berwarna kehijauan

Sianosis sekitar mulut dan hidung


Pernapasan cuping hidung

Patofisiologi
Aspirasi partikel infektifdifiltrasi dihidung/partikel yang sudah terperangkap dibersihkan oleh mukus & epitel bersilia disaluran nafas bila partikel mencapai paru makrofag alveolar dan dengan makanisme imun sistemik.

Pada bayi dibulan-bulan pertama kehidupan memiliki antibodi maternal yang didapat secara pasifdapat melindungi dari pneumokokus. Perubahan pada mekanisme protektif ini dapat menyebabkan pneumonia.

Komplikasi
Efusi pleura

Hipoksemia
Pneumonia kronik

Bronkiektasis
Atelektasis (pengembangan paru yang tidak sempurna/bagian paru-paru yang diserang tidak mengandung udara dan kolaps) Komplikasi sistemik (meningitis)

Klasifikasi pneumonia berdasarkan predileksi infeksi


1. Bronkopneumonia

2. Pneumonia lobaris
3. Pneumonia interstisial

1.Bronkopneumonia
Merupakan pneumonia yang terjadi pada ujung ahir bronchiolous yang dapat tersumbat oleh eksudat mukopurulen untuk membentuk bercak konsolidasi dalam lobus Penyebabnya kebanyakan bakteri. Gambaran BP secara radiologis hampir menyerupai proses spesifik, hanya berbeda dalam hal lokalisasi saja.

Gambaran Radiologi
Sangat bervariasi, dapat berupa konsolidasi asinar, segmental, maupun lobair.
Mungkin terjadi pemadatan yang difus atau lokal dari paru akibat peradangan interstitiel atau peribronkial. Pembesaran kelenjar hilus Seringkali tampak pneumonia segmental dan atelektasis. Lobus bawah : tempat yang paling sering terkena.

Kadang-kadang terjadi efusi pleura.


Batas jantung menghilang

2.Pneumonia Lobaris
Disebabkan oleh macam-macam sebab yaitu : bakteri, virus, protozoa, jamur, bahan kimia, radiasi. Penyebabnya yang khas adalah bakteri streptococcus pneumonia. Lokalisasi penyebaran adalah satu lobus atau beberapa segmen dari lobus tersebut.

Gambaran Radiologi
Perselubungan padat homogen sesuai dengan lobus atau segmen paru. Batas tegas, walaupun pada mulanya agak kurang tegas. Volume paru tidak berubah, tidak seperti pada atelektasis. Seringkali terjadi komplikasi efusi pleura atau empiema. Bila terjadi pada lobus inferior, maka sinus costofrenikus yang paling akhir terkena. Pada permulaan sering terlihat vascular. Batas jantung menghilang (silhouette sign) Air bronkogram

3. Pneumonia Interstitial
Lokalisasi radang adalah interstitial.

Penyebabnya kebanyakan virus ( Virus RS, Adeno-,Parainfluenza-, Influenza A-, CMV-, Campak ), mykoplasma, dll. Sel infiltrasi dapat ditemukan di biopsi paruparu dan mempunyai khas histologi infiltrat limphosit

Gambaran Radiologis
Pola linier atau artikuler pada parenkim paru Nodul

Identitas
Nama : Ny. M Umur : 29 tahun Jenis kelamin : P Alamat : jakarta No. Foto : 13507

Thorax Photo

Ekspertise
Cor CTR normal, Aorta normal Sinus costoprenichus dan diafragma normal. Pulmo : Hilus normal. Corakan Vaskular ke dua paru normal Tampak infiltrat pada lapang bawah paru kanan Trakea di tengah, mediastinum superior tidak melebar. Tulang tulang normal Jaringan lunak baik Kesan: Bronkopneumoni dextra