P. 1
Laporan Pkl

Laporan Pkl

|Views: 42|Likes:
Dipublikasikan oleh Wendy Xaveriuz
apotekk
apotekk

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Wendy Xaveriuz on Jul 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN APOTEK SECARA UMUM

1. Pengertian Apotek

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/Menkes/ SK/IX/2004 bahwa apotek adalah suatu tempat tertentu dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Sediaan farmasi yang dimaksud adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetik. Perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Sedangkan menurut Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang peker-jaan kefarmasian, pengertian apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Pekerjaan kefarmasian yang dimaksud adalah pembuatan, pegendalian mutu sediaan farmasi pengama-nan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, penge-lolaan obat, pelayanan obat atau resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional. (Undang-Undang Ten-tang Kesehatan No. 23 Tahun 1992).

2.

Peraturan PerUndang-Undangan Perapotekan Dalam rangka menunjang pembangunan nasional di bidang kesehatan perlu dikembangkan peraturan yang baik mengenai pengelolaan apotek, sehingga pemerintah dapat mengatur dan mengawasi persediaan, pembuatan, penyim-panan, peredaran, pemakaian obat dan perbekalan farmasi. Pada peraturan pemerintah No 25 tahun 1980 tentang apotek : - Pasal 3 Apotek dapat diusahakan oleh : a. Lembaga atau instansi bukan pemerintah dengan tugas pelayanan kesehatan di pusat dan di daerah. b. Perusahaan milik negara yang ditunjuk oleh pemerintah. c. Apotek yang telah mengucapkan sumpah dan telah memperoleh izin kerja dari Menteri Kesehatan. - Pasal 5 Untuk mendirikan apotek harus ada izin dari Menteri Kesehatan yang menetapkan ketentuanketentuan mengenai : a. Syarat-syarat kesehatan dari ruangan (tempat) Apotek.

(SK Menkes RI No. Sekitar apotek ada beberapa dokter yang praktek . pencampuran dan penyebaran obat serta bahan obat. Sebagai sarana informasi obat kepada masyarakat dan tenaga kerja lainnya. d. Alat-alat perlengkapan dan obat-obatan yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan kefarmasian. Agar dapat melakukan usaha-usaha di bidang farmasi dan pekerjaan kefarma-sian sebuah apotek harus memiliki Surat Izin Apotek (SIA) yaitu surat yang diberikan oleh Menteri Kesehatan kepada Apoteker atau Apoteker bekerja sama dengan pemilik sarana untuk menyelenggarakan apotek di suatu tempat tertentu. Ramai b. 4. Terjamin keamanannya c. Dekat dengan rumah sakit / klinik d. Sarana penyaluran perbekalan farmasi yang harus menyalurkan obat yang diperlukan masyarakat secara luas dan merata. b. c. maka apotek harus memenuhi syarat yang meliputi lokasi. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan Sarana farmasi yang melaksanakan peracikan. perbekalan farmasi dan tenaga kesehatan yang harus menunjang penyebaran dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa mengurangi mutu pelayanan.1 Lokasi Lokasi apotek sangat berpengaruh terhadap maju mundurnya usaha. Hal-hal lain yang dianggap perlu. Tugas dan Fungsi Apotek Tugas dan Fungsi apotek adalah : a. bangunan. 4. c. Pertanggung jawaban teknik farmasi sebuah apotek terletak pada seorang Apoteker yang telah mengucapkan sumpah dan telah memperoleh izin kerja dari Menteri Kesehatan. 278/Menkes/SK/V/1981) . Persyaratan Apotek Untuk menciptakan sarana pelayanan kesehatan yang mengutamakan kepentingan masyarakat. pengubahan bentuk. sehingga lokasi apotek sebaiknya berada di daerah yang : a. 3. perlengkapan apotek. Izin apotek berlaku untuk seterusnya selama apotek yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan dan Apoteker Pengelola Apotek dapat melaksanakan pekerjaannya dan masih memenuhi persyaratan.b.

Bangunan apotek harus mempunyai persyaratan teknis sebagai berikut : a. Papan nama harus memuat : a) Nama apotek b) Nama Apoteker Pengelola Apotek c) Surat Izin Apotek d) Alamat Apotek e) Nomor Telepon Apotek 4. ruang peracikan dan penyerahan obat. Alat pembuatan. yang terbuat dari papan. tidak mudah mengelupas dan mudah dibersihkan. terbuat dari genteng. atau bahan lain yang memadai.3. Kumpulan peraturan perundang-undangan yang bersangkutan dengan apotek. Mudah dijangkau f. c. d. dan tempat pencucian alat. Cukup padat penduduknya 4. e. semen. ruang penyimpanan obat.3 Perlengkapan Apotek Apotek harus memiliki perlengkapan sebagai berikut : a. pengelolaan dan peracikan obat / sediaan farmasi. permukaan sebelah harus rata. sehingga dapat menjamin pelaksanaan tugas dan fungsi apotek serta memelihara mutu perbekalan kesehatan di bidang farmasi. Atap tidak boleh lembab. atau bahan lain yang memadai. b.1 Perbekalan Kesehatan di Bidang Farmasi 2 . lebar 40 cm dan tinggi huruf 5 cm dan tebal 5 mm.e. terbuat dari ubin. b. sekurang-kurangnya berukuran panjang 60 cm. Setiap apotek harus memasang papan pada bagian muka apotek. c. Dinding harus kuat dan tahan air.2 Bangunan Bangunan apotek harus mempunyai luas secukupnya dan memenuhi persyaratan teknis. Langit-langit harus terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak dan permukaan sebelah dalam berwarna terang. Luas bangunan apotek sekurang-kurangnya 50 M terdiri dari ruang tunggu. Perlengkapan dan alat penyimpanan khusus narkotika dengan ukuran 140 x 80 x 100 cm dan terbuat dari kayu. seng atau bahan lain yang memadai. ruang administrasi. Farmakope Indonesia dan Ekstra Farmakope Indonesia edisi terbaru serta buku lain yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal 4. Lantai tidak boleh lembab.

lampiran 1) Contoh struktur organisasi III (data terlampir. lampiran 1) Contoh struktur organisasi IV (data terlampir. ii.3. b. mengenal pasien didaerah sekeliling apotek sebanyak mungkin dapat membangkitkan kesan baik. kemanfaatan. Berikut ini adalah contoh-contoh struktur organisasi yang ada di apotek : i. alat kesehatan dan perbekalan lainnya. di apotek sekurang-kurangnya harus mempunyai seorang tenaga kefarmasian. Struktur Organisasi Struktur organisasi di apotek diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja apotek dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dan dengan adanya struktur organisasi dalam apotek maka setiap pegawai memiliki tugas dan tangung jawab masing-masing. perlu dilakukan kegiatan-kegiatan : a. serta untuk mencegah tumpang tindih kewajiban serta wewenang maka dengan adanya suatu struktur organisasi sebuah Apotek akan memperjelas posisi hubungan antar elemen orang.2 Tenaga Kesehatan Disamping Apoteker Pengelola Apotek (APA). Pemerintah ikut serta dalam mem-bantu penyediaan perbekalan kesehatan yang menurut pertimbangan diperlukan oleh sarana kesehatan. iii. Contoh struktur organisasi I (data terlampir. Bagi apotek yang Apoteker Pengelola Apotek-nya pegawai instalasi pemerintah lainnya harus ada apoteker pendamping atautenaga teknis kefarmasian.Perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang meliputi sediaan farmasi. lampiran 1) Contoh struktur organisasi II (data terlampir. harga dan faktor yang berkaitan dengan pemerataan penyediaan perbekalan kesehatan. Perbekalan kesehatan dikelola dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan.1. iv. a. Mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan Mendorong para karyawan untuk bekerja lebih giat . Untuk mendapatkan karyawan yang baik di dalam apotek. sesuai dengan jabatan yang diberikan. lampiran 1) 2. sehingga peran karyawan sangat penting dalam laba yang diinginkan atau direncakan.5. 4. ramah dan cepat melayani pembeli. Personalia Sikap karyawan yang baik.

Mengatur.2. 5) Membina serta memberi petunjuk soal teknis farmasi kepada bawahannya. .5. 2. Koordinator Kepala Tugas Koordinator Kepala yaitu : 1) Mengkoordinir dan mengawasi kerja bawahannya termasuk mengatur daftar giliran dinas. pelayanan dokter dan kartu stock di lemari masing-masing) 2) Secara aktif berusaha sesuai dengan bidang tugasnya untuk meningkatkan atau mengembangkan hasil usaha apotek 3) Mengatur dan mengawasi penyimpanan dan kelengkapan obat sesuai dengan teknis farmasi terutama di ruang peracikan. d. Memberi dan menempatkan mereka sesuai dengan pendidikannya Merekrut calon karyawan dan mendidik sebagai calon pengganti yang tua. Fungsi dan Pembagian Tugas Di dalam sebuah apotek perlu adanya job description (uraian tugas).2003) b. Pembagian tugas di dalam apotek adalah sebagai berikut : a. pembagian tugas dan tanggung jawab (narkotika. Tanggung jawab Apoteker : apoteker bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup apotek yang dipimpinnya dan bertanggung jawab kepada pemilik modal.c. (Anief. terutama pemberian informasi kepada pasien. 4) Memelihara buku harga dan kalkulasi harga obat yang akan dijual sesuai dengan kebijaksanaan harga yang telah ditentukan. sehingga setiap pegawai yang bekerja mengetahui apa tugas dan tanggung jawabnya. Apoteker Tugas apoteker : 1) 2) a) b) c) Memimpin seluruh kegiatan apotek. Mengusahakan agar apotek yang dipimpinnya dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan rencana kerja. melaksanakan dan mengawasi administrasi yang meliputi : Administrasi kefarmasian Administrasi keuangan Administrasi penjualan d) Administrasi barang dagangan atau inventaris e) f) 3) 4) Administrasi personalia Administrasi bidang umum Membayar pajak yang berhubungan dengan perapotekan.

d) Menyusun resep-resep menurut nomor urut dan tanggal. 8) 9) Mengatur dan mengawasi pengamanan uang penghasilan tunai setiap hari. Tata Usaha (Keuangan) Tugas Kepala Tata Usaha. penempatan. dan asuransi. gudang dan rak obat Dalam hal darurat. Tanggung jawab Koordinator Kepala : Asisten Kepala ber-tanggung jawab penuh kepada pemimpin apotek (Apoteker Pengelola Apotek) atas pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai asisten Kepala. Mengusulkan penambahan pegawai baru.2003) d. izin-izin. (Anief. . Pencatatan hasil penjualan. yaitu : 1) 2) a) b) c) 3) Mengkoordinir dan mengawasi kerja. artinya bertanggung jawab atas kebenaran segala tugas yang diselesaikannya. Tenaga teknis kefarmasian bertanggung jawab kepada asisten kepala sesuai dengan tugasnya. dapat menggantikan pekerjaan sebagai kasir. 10) Memeriksa kembali a) b) Resep-resep yang telah dilayani Laporan-laporan obat yang harus ditandatangani oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA). c. tagihan dan pengeluaran setiap hari. kenaikan pangkat. kehilangan dan kerusakan. diantaranya : Pencatatan penjualan kartu kredit (kartu titan). 7) Mempertimbangkan usul-usul yang diterima dari bawahannya serta meneruskan atau mengajukan saran-saran untuk perbaikan pelayanan dan kemajuan apotek kepada pemimpin apotek. digulung kemudian disimpan e) 2) Memelihara kebersihan ruang peracikan. peremajaan bagi karyawan bawahannya kepada pemimpin apotek. Pencatatan pembelian (kartu hutang) dicocokkan dengan buku penerimaan barang.memelihara buku harga sehingga selalu benar dan rapi c) Mencatat dan membuat laporan keluar masuknya obat. lemari obat. kekeliruan.M. penjual obat bebas dan juru resep. Tenaga teknis kefarmasian Tugas tenaga teknis kefarmasian adalah : 1) a) Mengerjakan pekerjaan sesuai dengan profesinya. yaitu : Dalam pelayanan obat bebas dan resep (mulai dari menerima resep dari pasien sampai menyerahkan obat yang diperlukan) b) Menyusun buku defecta setiap pagi (membantu bagian pembeli).6) Bersama-sama dengan tata usaha mengatur dan mengawasi data-data administrasi untuk penyusunan laporan managerial dan laporan pertanggungjawabannya. tidak boleh ada kesalahan. Dinas luar mengurus pajak. Membuat laporan harian. kekurangan.

a. 2. 2) Menyetorkan dan mengambil uang. yaitu : Pelayanan informasi tentang obat dan perbekalan farmasi diberikan baik kepada dokter dan tenagatenaga kesehatan lainnya maupun kepada masyarakat. b. Pemegang Kas (Kasir) Tugas kasir adalah : 1) Mencatat penerimaan uang setelah dihitung terlebih dahulu. Kepala tata usaha bertanggung jawab kepada apoteker pengelola apotek. peracikan. bahaya sautu obat dan perbekalan lainnya. pengolahan. yang harus dilengkapi pendukung berupa kwitansi dan nota yang sudah diparaf oleh pengelola apotek dan pejabat yang ditunjuk. Pengamatan dan pelaporan informasi mengenai khasiat. b.7. Dalam melakukan pembelian harus memperhitungkan faktor-faktor : 1) Waktu pembelian . penyimpanan. 3. 2. Selain itu harus sesuai dan cukup ekonomis dilihat dari segi penggunaan dana yang tersedia. c. keamanan. Membuat laporan tahunan tutup buku (neraca dan perhitungan rugi laba). Kegiatan Teknis farmasi Pengadaan Barang (Pembelian) Berhasil tidaknya tujuan usaha tergantung kepada kebijaksanaan pembelian. Surat menyurat.4) 5) 6) Membuat laporan bulanan. penyaluran dan penyerahan obat atau bahan obat. penyaluran dan penyerahan perbekalan farmasi lainnya Pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi lainnya. meliputi : 1. Tanggung jawab Kasir : Kasir bertanggungjawab atas kebenaran jumlah uang yang dipercayakan kepadanya dan bertanggung jawab langsung kepada pengelola apotek.1. pencampuran. begitu pula dengan pengeluaran uang. Pembuatan. e. Pembelian harus menyesuaikan dengan hasil penjualan sehingga ada keseimbangan antara penjualan dan pembelian. penyimpanan. baik dari kasir besar atau bank. Pengadaan. Kegiatan Apotek Untuk mencapai tujuan yang maksimal di dalam suatu apotek harus dilakukan pengolahan yang baik.

Apabila ada tanggal kadaluarsa dicatat dalam buku tersendiri. sehingga akan memperbanyak pekerjaan barang masuk dari pembeli. nama obat. harga satuan. Setiap haari dijumlah. disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di apotek tersebut. baik dari bagian penerimaan resep atau obat bebas maupun dari petugas gudang. sehingga diketahui banyaknya hutang. Jenis obat yang diperlukan dapat dilihat dari buku defecta. data tersebut diperoleh dari buku defecta. racikan maupun gudang. maka makin tinggi frekuensinya dalam melakukan pembelian. lalu dibundel untuk menunggu waktu jatuh tempo. sehingga pembelian dapat dilakukan pada saat barang hampir habis. Faktur-faktur kemudian diserahkan kepada tata usaha untuk diperiksa. satu untuk supplier yang dilampirkan dengan faktur pada waktu mengirim barang. 6) Pembayaran . nomor urut dan harga. baik kontan maupun kredit. 5) Pencatatan Dari faktur disalin dalam buku penerimaan barang yang mencakup nama supplier. 3) Frekuensi dan Volume Pembelian Makin kecil volume barang yang dibeli. oleh karena itu sebelum persediaan habis pembelian harus sudah dilakukan 2) Lokasi apotek Apotek yang terletak di kota-kota besar yang terdapat banyak PBF sangat mudah untuk melakukan pembelian. Untuk narkotika didalam lemari khusus dan obat-obat yang mudah rusak pada suhu ruang sebaliknya disimpan didalam lemari es. dibandingkan dengan lokasi apotek di daerah terpencil. banyaknya. tidak terkena sinar matahari langsung. a) 1) Prosedur Pembelian meliputi : Persiapan Yaitu pengumpulan data obat-obat yang dipesan. 3) Penerimaan Petugas penerima barang harus mencocokkan dengan faktur dan surat pesanan. dan yang satu untuk mengontrol kiriman barang yang kita pesan. Pembelian harus berencana. 4) Penyimpanan Barang/obat disimpan ditempat yang aman.Hal yang paling utama untuk menentukan waktu pembelian yaitu keadaan persediaan barang. potongan harga. 2) Pemesanan Untuk setiap pemesanan sebaiknya disiapkan minimal rangkap dua.

Membandingkan jumlah pembelian dengan penjualan tiap bulan.2. oleh karena itu harus disimpan dalam gudang terlebih dahulu dengan tujuan antara lain : 1) 2) Tidak dapat terkena sinar matahari langsung. b) Sistem Pengadaan Barang (Pembelian) (1) Pembelian tetap (Stable Purchase Level) Merupakan pembelian dalam jumlah yang tetap dengan menggunakan sistem kontrak. Pembelian dan stock fleksibel (Flexible Purchase and Inventory Level) Merupakan pembelian dengan jumlah yang tidak tetap.7. (2) Pembeliaan secara spekulasi Pembeliaan ini dilakukan dalam jumlah yang lebih besar dari kebutuhan. disesuaikan dengan kebutuhan tergantung situasi dan kondisi. dengan demikian dapat diketahui persediaan yang telah habis dan yang kurang laku.Barang yang sudah diterima dibayar pada saat jatuh tempo. dengan harapan akan ada kenaikan harga dalam waktu dekat atau karena adanya diskon atau bonus. pembelian berencana dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu: 2. Economic Order Quality (EQQ) Penyimpanan Barang Obat atau barang dagangan yang sudah dibeli tidak semuanya langsung dijual. . kemudian diserahkan kepada kasir besar untuk ditandatagani oleh pimpinan sebelum dibayarkan kepada supplier. Pembelian juga dapat dilakukan dengan cara : (1) Hand to Mouth Buying Yaitu pembeliaan dalam jumlah terbatas sesuai dengan kebutuhan. berada dalam satu kota.B. Hal ini dilakukan bila dana terbatas dan PBF berada dalam satu kota.F. (3) Pembelian berencana Pembelian berencana sangat berkaitan dengan pengendalian persediaan barang. Distributor mengirim barang tiap bulan dalam jumlah yang tetap. ada kemungkinan permintaan tidak dapat terpenuhi. Kerugiannya adalah stock barang akan menumpuk bola omzet penjualan menurun. Kerugiannya adalah apabila omzet penjualan meningkat. (2) Stock tetap (Stable Inventory Level) Merupakan pembelian dalam jumlah terbatas. Pembelian ini dilakukann hanya untuk menjaga stock digudang tetap. hal ini dilakukan bila dana terbatas dan P. Pengawasan stock obat atau barang melalui kartu stock sangat penting. kuat dan dapat dikunci dengan baik. Setelah faktur dikumpulkan lalu masingmasing dibuatkan bukti kas keluar sertacheque / giro. Dengan melihat kartu stock untuk mengontrol mutasi obat dan persediaan lain. Cukup almari.

yaitu : 1) Bahan baku disusun secara abjad dan dipisahkan antara serbuk. tempat kerja pun menjadi rapih dan bersih. tetapi disimpan menurut golongannya. Pelayanan non Resep . yang harus dilayani sebaik mungkin. Pelayanan Kefarmasian (Penjualan) Dalam melakukan pelayanan suatu apotek seharusnya mempunyai motto: 1) 2) Pembeli adalah raja. 3) Pembeli apapun di apotek harus diusahakan agar mereka menjadi pembeli apotek tersebut. bentuk cairan yang mudah menguap agar disendirikan. Penyusunan obat dipakai sistem FIFO (First in First Out). menyenangkan. antara lain dengan ruang tunggu yang diatur dengan baik. (Wijayanti. Merupakan ruang tersendiri dalam komplek apotek. Pelayanan di apotek meliputi pelayanan resep dan non resep. Pembeli yang membawa resep dokter ke apotek harus diusahakan semaksimal mungkin sehingga mau menebus obatnya di apotek tersebut. 4) 5) Obat-obat narkotika disimpan di lemari khusus sesuai dengan persyaratan Obat-obat psikotropika (OKT) sebaiknya disimpan tersendiri. dengan kata lain yang masuk keluarnya harus obat. sebaiknya dicatat dalam buku tersendiri 2) Untuk persediaan obat yang telah menipis jumlahnya perlu dicatat dalam bukudefecta. yang nantinya diberitahukan kepada bagian yang bertanggungjawab dalam hal pembelian. setengah padat. Selain menghemat ruang. Akhir-akhir ini sudah menjadi mode digunakannya lemari obat berbentuk rumah lebah. dan berkotakkotak. Sera. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan obat yaitu : 1) Pencatatan tanggal kadaluarsa setiap macam obat terutama obat antibiotika.N. Jadi yang terlebih dahulu masuk diletakkan di depan sedangkan yang terakhir masuk diletakkan dibelakang.1990) 2. Rak-rak obat dapat terbuat dari kayu dan besi. pelayanan yang ramah. Obat yang disimpan dalam gudang tidak diletakkan begitu saja.7. penerangan yang cukup pada malam hari.3) 4) Tersedia rak yang cukup baik. 2) 3) Obat jadi disusun menurut abjad. vaksin dan obat-obatan uang mudah rusak atau mudah meleleh disimpan dikamar atau disimpan di lemari es. Sebuah apotek perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menarik para pembeli obat. a.3. menurut pabrik atau menurut persediaannya. terlebih dahulu keluarnya. artinya obat-obatan yang masuk terlebih dahulu ke gudang. baik dan cepat.

Apotek wajib melayani resep dokter. frekuensi pemberian. Tinjauan kerasionalan obat meliputi pemeriksaan dosis. mencampur. b) Penyetokan dilakukan dengan cara stock tetap yang sering disebutmoeder stock. cito) yang dibutuhkan.Obat-obat bebas membutuhkan penataan di lemari etalase secara farmakologis atau berdasarkan khasiat obat. dosis dan frekuensi pemakaian. jumlah obat dan penulisan etiket yang benar. serta tanda tangan atau paraf dokter. nama obat dan jumlahnya. Peracikan merupakan kegiatan menyiapkan. kurang lebih 10% . interaksi obat. tempat dan tanggal resep. mengemas dan memberi etiket pada wadah. prn. dokter wajib membubuhkan tanda tangan atas resep. dokter gigi dan dokter hewan. Bila karena pertimbangannya dokter tetap pada pendiriannya. keabsahan dan tinjauan kerasionalan obat. alamat dan nomor ijin praktek dokter. lamanya obat digunakan indikasi. aturan pakai. Apabila apoteker menganggap dalam resep terdapat kekeliruan atau penulisan resep yang tidak tepat. tanda R pada bagian kiri untuk tiap penulisan resep. Dalam hal pasien tidak mampu menebus obat yang ditulis dalam resep. Pada waktu menyiapkan obat harus melakukan perhitungan dosis. b. Pelayanan Resep Resep obat adalah permintaan tertulis dari dokter. Informasi meliputi cara penggunaan obat. Salinan resep harus ditanda tangani oleh apoteker. kadang-kadang cara pembuatan atau keterangan lain (iter. kebenaran jumlah obat dan cara . kontra indikasi. apoteker wajib berkonsultasi dengan dokter untuk pemilihan obat alternatif.15% dari harga pembelian. harus diberitahukan kepada dokter penulis resep. yaitu obat tertentu harganya tetap. Hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah : a) Harga harus bersaing dengan toko-toko obat di sekitarnya. nama pasien. Pelayanan resep sepenuhnya atas tanggung jawab apoteker pengelola apotek. kemungkinan efek samping dan hal-hal lain yang diperhatikan pasien. dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Resep yang lengkap harus ada nama. dokter gigi. adanya polifarmasi. karakteristik penderita atau kondisi penyakit yang menyebabkan pasien menjadi kontra indikasi dengan obat yang diberikan. Apoteker wajib memberi informasi yang berkaitan dengan penggunaan obat yang diserahkan kepada pasien. Sebelum obat diserahkan kepada penderita perlu dilakukan pemeriksaan akhir dari resep meliputi tanggal. Pelayanan resep didahului proses skrining resep yang meliputi pemeriksaan kelengkapan resep.

193/Keb/BVII/71. nama dan aturan pakai Dilakukan pengontrolan terhadap obatnya E. Obat diserahkan pada pasien 1) 2) Pasien mengembalikan karcis nomor resep Apoteker / AA memberikan informasi tentang peng-gunaan obat dan lain-lain. Kasir 1) 2) 3) 4) Menerima uang berdasarkan harga yang telah dihitung Memberi nomor apada resep Pasien diberi karcis nomor resepnya Resep diserahkan pada apoteker / AA D.I. Pasien membawa resep diserahkan kepada Apoteker / AA B. maka apoteker harus memberitahukan kepada dokter penulis resep dan jika tidak dapat dihubungi penyerahan obat dapat ditunda. sebaiknya seorang Tenaga teknis kefarmasian jangan mengerjakan lebih dari 100 resep setiap hari dinasnya yang biasanya berkisar antara 6-7 jam. Apoteker 1) 2) 3) Obatnya dibuat dan dilayani sesuai resep Obatnya diberi etiket dengan dicantumkan tanggal. Apabila dalam suatu resep terdapat kekeliruan atau penu-lisan resep yang tidak tetap sehingga dapat membahayakan pasien. Penyerahan obat disertai pemberian informasi dan konseling untuk penderita beberapa penyakit tertentu.pemakaian. penderita dengan apoteker sebagai pengelola Apotek. nomor. Agar dalam melayani lebih maksimal.P Men Kes RI No. (hlm 27). (Mulyani Bunyamin. Apoteker / AA 1) 2) 3) Mengontrol apakah resepnya syah dan lengkap Mengontrol apakah dosis sesuai atau belum Mengontrol harga obatnya C. maka dokter sebagai penulis resep harus mendalami peraturan perundang undangan tentang obat-obatan (S. 2007) Resep merupakan sarana pengubung antara dokter sebagai pemeriksa / pendekteksi penyakit. Penjualan obat melalui resep dapat dilakukan dengan alur sebagai berikut : A. . Sehingga memerlukan pengetahuan khusus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

bukan perdagangan. rumah sakit dan dokter. Peredaran Setiap kegiatan dalam rangka peredaran narkotika wajib dilengkapi dengan dokumen yang syah. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.7. Narkotika dalam bentuk obat jadi hanya dapat diedarkan setelah terdaftar pada Departemen Kesehatan. Pengelolaan Apotek (UU RI No. mengurangi. serta menjamin ketersediaan obat narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau pengembangan ilmu pengetahuan. pemindah tangan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengetahuan. baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan perubahan atau perubahan kesadaran. Untuk keperluan ketersediaan narkotika setiap tahun. Penyerahan narkotika hanya dapat dilakukan oleh apotek. Penyerahan narkotika kepada pasien hanya dapat dilakukan berdasarkan resep dokter. hilangnya rasa. 22. . bahan baku narkotika dan hasil akhir dari proses produksi narkotika. Menteri Kesehatan memberikan izin khusus untuk memproduksi narkotika kepada pabrik Kimia Farma yang telah memiliki izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melakukan pengendalian tersendiri dalam pelaksanaan pengawasan terhadap proses produksi. Resep yang mengandung narkotika harus dipisahkan dan disimpan tersendiri dari resep yang lain. sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.4. a.1997) Produksi Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman.Berikut ini adalah gambar Skema Penjualan Obat Melalui Resep secara keseluruhan : 2. b. Peredaran narkotika meliputi setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan penyerahan narkotika baik dalam rangka perdagangan.

2.1. f. Obat yang disimpan pada tempat penyimpanan sebaiknya dilengkapi dengan kartu stock guna mempermudah pendataan dari obat-obat yang telah dikeluarkan dari tempat persediaan. . Pelaporan Untuk memudahkan dalam penulisan laporan yang akan dilaporkan kepada Kantor Wilayah Departemen Kesehatan maka untuk obat narkotika diadakan stock opname setiap sebulan sekali pada tanggal satu dan dibuat laporannya sebanyak tiga rangkap yang ditunjukan ke Dinas Kesehatan Kota. d.c. 2.2. karena pada tiap akhir tahun harus menyiapkanacara per tanggal 31 Desember dan perhitungan laba rugi.8. e. g. Untuk obat-obatan lainnya. Tempat khusus tersebut seluruhnya harus terbuat dari bahan kayu atau bahan lain yang kuat serta dilengkapi dengan kunci pengaman.8. sistem penyimpanannya disusun berdasarkan abjad dari nama obat tersebut ataupun berdasarkan nama pabrik obat yang memproduksi obat-obatan tersebut. Buku-buku harian yang diperlukan antara lain : a. c. serta tembusan ke Dinas Kesehatan Propinsi dan Badan POM sediaan lainnya diadakan stock opname setiap setahun sekali tiap akhir tahun. d. Kegiatan Non Teknis Kefarmasian Pembukuan Pembukuan diperlukan untuk menampung seluruh kegiatan perusahaan dan mencatat transaksi-transkasi yang telah dilaksanakan. Penyimpanan Setiap apotek harus mempunyai tempat khsus untuk menyimpan obat-obatan yang mengandung narkotika. Buku bank Buku kas Buku permintaan barang apotek Buku penerimaan barang Buku laporan penjualan apotek Buku pembelian Buku penjualan pedangan besar Tenaga pembukuan yang benar-benar mengerti dalam bidang pembukuan sangat diperlukan dalam sebuah apotek. b. sedangkan obat-obatan lainnya yang memerlukan perlakuan khusus pada proses penyimpanannya seperti pada tempat yang bersuhu dingin haruslah disimpan dalam lemari es yang khusus menyimpan obatobatan jenis ini.

Untuk pelaporan resep harus dituliskan jumlah resep yang masuk dengan mencantumkan harga dari masing-masing resep. . Resep yang telah disimpian melebihi jangka waktu penyimpanan dapat dimusnahkan dan dibuat berita acaranya. Resep yang mengandung narkotika harus dipisahkan dari resep lain.Apoteker Pengelola Apotek (APA) menyusun resep yang telah dikerjakan menurut urutan tanggal dan nomor urut penerimaan resep. Resep harus disimpan setiap sekurang-kurangnya selama tiga tahun.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->