Anda di halaman 1dari 7

NamaPeserta: dr.Deepty Prameswari Sharma NamaWahana: RSUD DABOSINGKEP,KAB.

Lingga,Kepulauan Riau Topik: Tanggal (kasus): NamaPasien: TanggalPresentasi:

No. RM : NamaPendamping: dr.Raymon Pratama

TempatPresentasi: RSUD DABOSINGKEP,KAB.Lingga,Kepulauan Riau ObyektifPresentasi: Keilmuan Keterampilan Penyegaran TinjauanPustaka

DiagnostikManajemenMasalah Neonatus Deskripsi: Tujuan: Bahanbahasan: TinjauanPustaka Riset Bayi Anak

Istimewa Remaja Dewasa Lansia Bumil

Kasus

Audit

Cara pembahasan: Data pasien: Namaklinik:

Diskusi Nama: Tn.B Telp:

Presentasi dan diskusi

Email

Pos

NomorRegistrasi: Terdaftarsejak:

Data utamauntukbahandiskusi: 1. Diagnosis/GambaranKlinis:

2. RiwayatPengobatan: 1. Riwayatkesehatan/Penyakit:

4. Riwayatkeluarga: 5. Riwayatpekerjaan: 6. Kondisilingkungansosialdanfisik (RUMAH, LINGKUNGAN, PEKERJAAN) 7. Riwayatimunisasi (disesuaikandenganpasiendankasus): 8. Lain-lain:(dibericontoh : PEMERIKSAAN FISIK, PEMERIKSAAN LABORATORIUM dan TAMBAHANYANGADA, sesuaidengan FASILITAS WAHANA) DaftarPustaka: (dibericontoh, MEMAKAI SISTEM HARVARD,VANCOUVER, atau MEDIA ELEKTRONIK) 1. 2. 3. HasilPembelajaran: 1. 2. 3.

4.

Subject : 12 jam SMRS pasien tersulut api ketika ibu nya sedang memasak, setelah tersulut api ibu pasien menyiram pasien dengan air dan memberikan minyak makan ke kulit pasien, pasien menangis kesakitan sepanjang malam, makan dan minum sedikit, dan pasien belum ada BAK sejak kejadian, menurut ibu pasien alat kelamin anaknya terbakar juga. Menurut ibu pasien luka bakar nya berwarna kemerahan dan ada yg kehitaman. Setelah mengalami luka bakar sesak nafas (-), pingsan(-), mual(-), muntah (-), demam (+). Ibu pasien memutuskan membawa pasien ke rumah sakit karena pasien tidak BAK sejak kejadian dan semakin rewel. Objective : Hasil Anamesis dan Pemeriksaan fisik Gejala Klinis : Tampak rewel, Dehidrasi. Pemeriksaan Jasmani : tampak luka bakar pada beberapa bagian tubuh

Kesadaran compos mentis Keadaan umum: Tampak sakit sedang, pasien rewel (menangis) PRIMARY SURVEY A : Clear, gurgling (-), snoring (-) B : Spontan, frekuansi nafas 18x/menit, regular,kedalaman cukup C : Akral hangat, capp refill < 2, frekuensi nadi 110x/menit, suhu 37,3 C D: GCS E4 M6 V5 SECONDARY SURVEY Kepala dan Wajah : deformitas (-), pipi kiri udem (+), tampak bekas luka bakar berwarna kehitaman pada hidung, dahi. Dan tampak kemerahaan pada pipi kiri dan kanan, dagu. Mata : Konjungtiva Anemis -/-, Sklera ikterik -/-

Leher : KGB tidak teraba membesar Dada : Pergerakan simetris kanan dan kiri Jantung Paru : BJ I-II normal, murmur(-), gallop(-)

: Bunyi nafas dasar vesikuler, wh-/-, rh-/-

Abdomen : Datar, lemas, BU(+) normal, hepar dan lien tidak teraba. Ekstremitas : Akral Hangat, Capp refill <2, edema -/-

STATUS LOKALIS Kepala dan leher Dada (setengah) Lengan atas kiri Lengan bawah kiri Tungkai atas kiri Tungkai bawah kiri Genital Total : 9% : 6,5 % : 2% : 2% : 6% : 3% : 1% : 29,5 %

Assasment : luka bakar merupakan kegawatdaruratan yang harus segera di atasi. Luka bakar adalah bentuk kerusakan atau hilangnya jaringan yang di sebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dsan radiasi. Pada kasus luka bakar derajat 2 dalam

(deep) yaitu kerusakan terjadi hampir seluruh bagian dermis, tampak bercak bercak kemerahan muda, basah dan sensasi nyeri sulit di tentukan pada pasien anak. Penyembuhan terjadi lebih lama, tergantung appendises kulit yang tersisa, biasanya terjadi dalam waktu lebih dari satu bulan. Tatalaksana untuk kasus luka bakar resusitasi cairan (diperlukan untuk luka bakar permukaan tubuh > 10%). Gunakan larutan Ringer laktat dengan glukosa 5%, larutan garam normal dengan glukosa 5%, atau setengah garam normal dengan glukosa 5%. Perhitungan cairan dengan rumus Baxter : Rumus : 4ml x BB x Persen luka bakar Awasi pasien dengan ketat selama resusitasi (denyut nadi, frekuensi napas, tekanan darah dan jumlah air seni) Mencegah Infeksi - Jika kulit masih utuh, bersihkan dengan larutan antiseptik secara perlahan tanpa merobeknya. - Jika kulit tidak utuh, hati-hati bersihkan luka bakar. Kulit yang melepuh harus dikempiskan dan kulit yang mati dibuang. - Berikan antibiotik topikal/antiseptik (ada beberapa pilihan bergantung ketersediaan obat: peraknitrat, perak-sulfadiazin, gentian violet bila terjadi infeksi sekunder - Jika jelas terjadi infeksi lokal (nanah, bau busuk, selulitis), kompres jaringan bernanah dengan kasa lembap, lakukan nekrotomi, obati dengan amoksisilin oral (15 mg/kgBB/dosis 3 kali sehari), dan kloksasilin (25 mg/kgBB/dosis 4 kali sehari). Jika dicurigai terdapat septisemia gunakan gentamisin (7.5 mg/kgBB IV/IM sekali sehari) ditambah kloksasilin (2550 mg/kgBB/dosis IV/IM 4 kali sehari). Jika dicurigai terjadi infeksi di bawah keropeng, buang keropeng tersebut . Menangani rasa sakit - Pastikan penanganan rasa sakit yang diberikan kepada pasien adekuat termasuk perlakuan sebelum prosedur penanganan, seperti mengganti balutan.

- Beri parasetamol oral (1015 mg/kgBB setiap 6 jam) atau analgesik narkotik IV (IM menyakitkan), seperti morfin sulfat (0.050,1 mg/kg BB IV setiap 24 jam) jika sangat sakit. Periksa status imunisasi tetanus - Bila belum diimunisasi, beri ATS atau immunoglobulin tetanus (jika ada) - Bila sudah diimunisasi, beri ulangan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika sudah waktunya. Nutrisi - Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu 24 jam pertama. - Anak harus mendapat diet tinggi kalori yang mengandung cukup protein, vitamin dan suplemen zat besi. - Anak dengan luka bakar luas membutuhkan 1.5 kali kalori normal dan 2-3 kali kebutuhan protein normal.

PLAN

Diagnosis Kerja : Luka bakar derajat 2 dalam (deep) 29,5% et causa Api

Pengobatan : Pro Rawat Inap RUMUS BAXTER : 4 ml x BB x 29,5% luka bakar : 4 ml x 10 kg x 29, 5% luka bakar : 1180ml 8 jam pertama 16 jam berikutnya 24 jam kedua : 590 ml : 590ml : 590ml

MM/ - Cefotaxime 3x 250mg(iv) - Metronidazole 3x 125mg

- Paracetamol syr 3x1 Cth - Burnazine salep 3x1

Observasi ttv(denyut nadi, frekuensi napas, jumlah air seni) Pasang DC no 8

Pendidikan : Edukasi kepada keluarga jika ada kejadian seperti ini lagi harus segera di bawa ke rumah sakit, dan memberi informasi bagaimana cara merawat luka, dan lebih berhati-hati dan selalu mengawasi kegiatan pasien di rumah, hindari sumber api seperti kompor, dan alat-alat tajam di rumah.

Konsultasi dan Rujukan : Setelah keadaan umum teratasi segera konsultasi Spesialis Bedah

Anda mungkin juga menyukai