1. Langkah-langkah diagnosis  ANAMNESIS a.

Tanyakan keluhan utama pasien : tanyakan kapan mulai muncul, apakah hilang timbul atau menetap, dimana lokasi awalnya dan kemudian muncul dimana, laul bagaimna penyebarannya. Kelainan kulit bertambah banyak, tetap jumlahnya atau melebar. Bagaimna warnanya atau terasa kebal, kurang rasa atau hilang rasa jika di raba atau ditusuk. b. Tanyakan apakah demam atau tidak. c. Tanyakan apakah disertai gatal atau tidak. d. Tanyakan apakah bercak kulit ini ada hubungannya dengan bercak serangga atau luka (trauma). e. Tanyakanlah apakah bercak kulit ini disertai nyeri atau tidak. Jika iya tanyakan : kapan hal tersebut, apakah terjadi mendaadak atau tidak. Sifat nyeri atau keram: ringan, sedang, berat, intermitten atau terus menerus. f. Tanyakan apakah ada sakit tulang, arthralgia, mialgia, anoreksia, dan malise. g. Tanyakan apakah ada luka di telapak tanga atau kaki. h. Tanyakan riwayat penyakit pasien. i. Tanyakan riwayat penyakit yang sama dalam keluarga atau lingkungan sekitar tempat tinggal. j. Tanyakan riwayat pengobatan. 

PEMFIS a. Lihatlah keadaan umum pasien.

b. Tentukanlah status gizi : tingi badan dan berat badan. c. Ukur tanda vital pasien : tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu.

d. Perhatikan seluruh tubuh pasien dari ubun-ubun sampai kaki. e. f. Periksa ada tidaknya pembesaran hati , edema kaki, luka pada kaki. Pemeriksaan bercak kulit : perhatikan jenis efluoresensi, lihat permukaan lesi rata, kering, atau basah, ada tidaknya lesi rambut halus.

N. Abstinensia dari semua hubungan seks bila timbul simtom atau gejala kambuh c. Medianus e. Kerokan Kulit d. Auricularis magnum b. Radialis c. N. UJI SENSITIVITAS a. . N. Lampu Wood c. Melakukan tusukan ringan dengan ujung jarum c. Menggunakan ujung kapas yang diruncingkan b. Menggunakan kondom bila meragukan adanya risiko  Tanggap dan memberikan respons cepat terhadap infeksi atau hal yang mencurigakan setelah hubungan seks. Edukasi dan konseling  Pasien patuh minum obat/mengobati sesuai ketentuan  Kembali untuk follow up teratur sesuai jadwal  Meyakinkan pentingnya pemeriksaan mitra seksual dan turut berusaha agar mitra tersebut bersedia diperiksa dan diobati bila perlu  Mengurangi risiko penularan dengan: a. Ulnaris d. N.Poplitea Lateralis)  PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Abstinensia dari semua hubungan seks hingga pemeriksaan terakhir selesai b. Menggunakan tabung panas dan dingin  PEMERIKSAN SARAF TEPI a. N. Biopsi Kulit e. Peroneus Communis (N. Tes Tempel 2. Pemeriksaan Darah b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful