Anda di halaman 1dari 52

INFEKSI MENULAR

SEKSUAL 2
Dr.M.Syafei Hamzah, SpKK
Bahasan
ULKUS MOLLE (CHANCROID)
KONDILOMA AKUMINATA
HERPES GENITALIS
AIDS
LIMPOGRANULOMA VENEREUM
GRANULOMA INGUINALE
TRIKOMONIASIS
ULKUS MOLLE (CHANCROID)
IMS > banyak pada golongan
hygiene buruk dan miskin
Misalnya di Afrika, Amerika Selatan
dan Asia Timur
Etiologi :
Streptobacillus Haemophilus
Ducreyi (Batang Gram (-))
Tersusun seperti ikan berjejer
Masa inkubasi 3 - 5 hari
Gambaran Klinik :
+ Vesico pustula pada tempat inokulasi
pecah erosi ulserasi, kulit sekitar ulkus -
eritematous
+ Dasar ulkus kotor/pus
+ Autoinokulasi ulkus multipel
+ Bentuk ulkus tak teratur
+ Indurasi (-), Lymphadenopati unilat sakit
+ Predileksi :
Preputium, frenulum
Labia mayor, introitus
Diagnosis :
~ Gambaran klinik yang khas
~ Pewarnaan Gram
~ Kultur pada media khusus

Diagnosis Banding
. Syphilis Stadium I (TSS -> TPHA & VDRL,
Mikr. Lapangan gelap)
. Herpes simpleks genitalis
. LGV (Lesi Primer)
O Komplikasi :
Supurasi pada KGB regional
Phimosis
Lesi Ekstra genital

O Pengobatan :
Topikal kompres lar. NaCl 0.9%
Sistemik Ceftriaxone 250 mgr i.m/s.d
Spectinomysin 2 gr i.m/s.d
Cyprofloxacin 500 mgr /s.d
Erytromisin 4x500 mgr /hari ->14 hari
Cotrimoxazole 2x2 tab/hari -> 7 hari
KONDILOMA AKUMINATUM
(GENITAL WARTS/KUTIL PADA KELAMIN)
O Etiologi :
HPV (Human Papilloma Virus) merupakan
DNA papova virus ada 55 tipe HPV
Penyebab paling sering : Tipe 6 dan 11,
penyebab keganasan : Tipe 16 dan 18
Penyebab yang jarang didapat tidak
menyebabkan keganasan -> tipe 42, 43 & 44
Virus tidak bisa di kultur
O Masa inkubasi : 3 mg - 8 bln (rt. 3 bulan)
Patogenesis :
O Manusia satu-satunya reservoir VPH
O Dapat sembuh sendiri (Self limited)
O Infeksi terjadi pada sel basal
merangsang pembelahan sel basal
OInfeksi VPH Akantosis
Hiperplasia sel basal, retensi
keratinosit lapisan atas.
Epidemiologi :
O Berbagai negara melaporkan : adanya
peningkatan insidensi kutil kelamin,
hal ini disebabkan oleh :
Kasus-kasus asimptomatik (sub-klinis)
Promiskuitas
dan lain-lain
Gambaran Klinis :
O Laki-laki :
Kutil kelamin pada penis lebih jarang,
pada yang di sirkumsisi
Predileksi : Frenulum
Sulkus Koronarius
Uretra (5%)
Lesi : Papula multipel (Merah muda)
bersatu massa lebar, basah lembab.
Gambaran Klinis :
O Wanita :
Predileksi : Introitus vagina
Vulva (Labia Minora, klitoris)

Lesi : Papula multipel yang proliferatif
vulva
Bentuk papula datar pada cerviks.
Diagnosis :
O Klinis (Makroskopis), tipe datar, akuminatus dan
papular
O Biopsi Histologis/curiga ganas
O Kolposkopi pada lesi yang sulit dilihat mata
biasa
O Penentuan DNA (VPH) metoda hibridisasi
O Aceto white test (Sol. As. Asetat 5% 3 - 5
menit bercak putih
ODiagnosis Banding :
Karsinoma sel skuamosa (PA)
Lues stadium II pada kulit (kondiloma lata)
serologis dan dark fiels mikroskop.
OKomplikasi :
Berubah jadi keganasan
Giant kondiloma akuminata
Pengobatan :
O Podophyllin tinctura 15 - 25% (selama
4 - 6 jam) seminggu sekali
O Trichloracetic Acid 50 - 100%
O Bedah listrik (E.C)
O Bedah beku (Nitrogen Liquid)
O Bedah Skalpel
O Bedah Laser
HERPES GENITALIS

Infeksi Herpes Simplex Virus (HSV) pada
genitalia dan sekitarnya
Bersifat rekurens
Masa inkubasi 3 - 7 hari

ETIOLOGI :
HSV - 1
HSV - 2 (Penyebab terbanyak)
Epidemiologi :
O Prevalensi HG meningkat diberbagai negara
O Di Amerika, Inggris dan Australia ditemukan
pada 50% penduduk dengan antibodi
terhadap HSV - 2 yang positif
O Di Amerika diperkirakan 200.000 - 300.000
kasus baru/tahun
O Di Indonesia data pasti belum ada tetapi
merupakan kasus terbanyak pada PMS dengan
kelainan ulkus pada genital
Patogenesis :
O Virus -> mikrolesi ke epitel mukosa atau kulit
O Virus bergabung dengan DNA hospes - terjadi
replikasi -> kelainan kulit -> fokal nekrosis
akibat proses degenerasi ballooning pada sel

O Virus melalui serabut saraf sensoris perifer
secara ascenderen menuju ke ganglion saraf di
medula spinalis (di daerah sakral, virus tinggal
secara laten)
Gambaran Klinis :
O Infeksi Primer :
Vesikel berkelompok, dasar
eritematosa terasa nyeri
Vesikel pecah - erosi - ulkus dangkal
Disertai gejala konstitusi
Lesi sembuh tanpa sikatrik, 15 - 21
hari
Gambaran Klinis
Infeksi Primer
-4 -2 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20

Contact
Lesions noted
New Lesions
Formation
Healing starts Lesions Healed
S
y
m
p
t
o
m
s

Vesicles Wet ulcer Dry Crusts
Viral shedding
Days
Gambaran Klinis :
O Infeksi Rekuren :
Gejala klinis lebih ringan
Perjalanan penyakit lebih singkat
Gejala konstitusi jarang
Lesi sembuh dalam waktu 8 - 10 hari
Gambaran Klinis
Infeksi Rekuren
-2 0 2
4 6 8 10 12

Prodrome
Lesions noted New Lesions Formation Lesions Healed
S
y
m
p
t
o
m
s

Vesicles Wet ulcer Dry Crusts
Viral shedding
Days
Infeksi Asimtomatik :
O Tanpa gejala klinik atau sukar
diketahui lokasinya (mis. Serviks)

O Pemeriksaan serologik - antibodi HSV
positif ditemukan pada 20% kasus

O Mempunyai potensi untuk transmisi
virus

Diagnosis :
O Secara klinis, khas berupa vesikel
berkelompok dengan dasar eritematosa dan
bersifat rekuren
O Bila memungkinkan ditunjang pemeriksaan
laboratorium
Tzanck smear
Pemeriksaan ELISA
Kultur jaringan
Polimerase Chain Reaction (PCR)
Pengobatan :
O PROFILAKSIS :
Kondom
Penerangan pada penderita kapan
saat penularan penyakit dapat terjadi
Menghilangkan faktor pencetus
Operasi Saesaria pada wanita hamil
dengan lesi di genitalia
Pengobatan :
O PENGOBATAN NON SPESIFIK :
Analgetika
Antiseptik Yodium povidon
Psikoterapi
O PENGOBATAN SPESIFIK :
Lesi Primer : - Asiklovir 5 x 200 mg/hr (10 hari)
- Valsiklovir 2 x 500 mg/hr (5-10 hari)
Lesi Rekuren : - Asiklovir 5 x 200 mg/hr (5 hari)
- Valsiklovir 2 x 500 mg/hr (5 hari)
Prognosis :
O Jarang terjadi kematian disebabkan infeksi
HSV - 2
O Belum ada pengobatan yang efektif yang
dapat mengeradikasi virus, yang ada hanya
mengurangi viral shedding, memperpendek
hari sakit dan memperjarang rekurensi
O Perkembangan penyakit sulit diramalkan
O Infeksi primer dini, segera diobati
prognosis lebih baik
A I D S
(ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME)
O Sindrom :
Infeksi oportunistik
Keganasan tertentu
Kekebalan tubuh
Infeksi HIV
Sejarah AIDS
O Tahun 1983, di Prancis Luc
Montaigne pertama kali menemukan
HIV pada penderita limfadenofati

O Tahun 1984 Robert Galo di
Amerika menemukan virus serupa
pada penderita AIDS

Epidemiologi AIDS
O AIDS Pandemi
Fatal, menular, tak ada obatnya
Saat ini (di dunia) 40,3 juta, HIV/AIDS
2005 : > 3 juta meninggal karena
AIDS, termasuk 500.000 anak.
Indonesia : kasus pertama 1987 (Bali)
2005 diperkirakan 500.000-600.000
HIV / AIDS
Lampung (2005) : 57 HIV / AIDS
OHIV :
Famili retrovirus, gol virus RNA
Subfamili lentivirus
Lonjong, 100 m
Inti dan Kapsul
In Aktif : Alkohol, pemutih chlorine, aldehida,
desinfektan, pelarut lemak, detergen,
pemanasan 56
0
C - 30
Resisten : Radiasi sinar X dan UV
Patogenesis :
O Media perantara : Darah, semen, sekret vagina
O Melalui : - Langsung darah/suntikan
- Hubungan seksual
- Transplasental

O Virus Sel : reseptor CD4 (TU : Limposit T4)
Replikasi Banyak Limfosit
hancur Imunitas
Tiga Jenis Pola Penyebaran
O Pola I : AIDS : >> pada homoseksual
Pecandu Narkotik, Biseksual
(Amerika Utara, Eropa, Australia)
O Pola II : AIDS : >> pada heteroseksual
=
Melalui produk darah yang
tercemar (Afrika, caribia)
O Pola III : Hub. Heteroseksual
Hub. Homoseksual
Melalui produk darah yang
tercemar (Asia Afrika, Eropa Timur)

dengan orang
asing
Resiko Tinggi :
O Pria Homo/Heterosexual
O WTS
O Pengguna obat suntikan (IDU)
O Transfusi Darah, transplantasi
O Hemofilia
O Bayi Ibu AIDS/Resiko 7
O Petugas Kesehatan
Gambaran Klinis :
O Asimtomatik s.d. gejala berat
O Lambat 10 tahun
O A. Infeksi Akut : CD
4
750 - 1000/ml
- 3 - 6 minggu post infeksi
- Flue like syndrome
- Eritem, urtikaria
- Gejala saraf & gastrointestinal
- Viremia sangat menular
- Serokonversi (+) 2 - 3 bulan > infeksi
O B. Infeksi Asimtomatik : CD
4
500 - 750/ml
- > 10 tahun
- Gejala (-) replikasi virus (+) lambat
- LGP (Limfadenopati Generalisata
Persisten) :

O C.Infeksi Simtomatik Dini : CD
4
200 - 500/ml
0 - 5 tahun
CD
4
progresif
Infeksi kronis mengancam kehidupan (-)
Demam, keringat malam, diare kronis,
kelelahan, sakit kepala, oral candidiasis,
oral hairy leukoplakia infeksi oportunistik,
keganasan dan ARC
ARC (AIDS Related Complex)
O 2 gejala minimal :
Demam > 3 bulan
BB > 10%
Limfadenopati > 3 bulan
Diare kronis
Kelelahan dan keringat
malam
ARC (AIDS Related Complex)
ODitambah 2 kelainan lab. :
CD
4
< 400/ml
Ratio CD
4
/CD
8
< 1.0
Lekotrombositopenia dan Anemia
Serum imunoglobulin
Blastogenesis limfosit
Tes kulit anergi
O D.Infeksi simtomatik lanjut : CD
4
50 - 200/ml
0 - 3 tahun
Infeksi opurtunistik dan kegansan lebih
berat mengancam kehidupan
OE. Fase Advanced : CD
4
0 - 50/ml
2 - 3 tahun
Gejala >> berat, imunitas tubuh AIDS
Resiko kematian 77
Diagnosis :
O infeksi HIV dan AIDS
O Diagnosis Dini Inf. HIV :
Resiko tinggi/Gejala (+) : ELIZA, Western
Blot, PCR
Tes serologi dg 2 pemeriksaan berbeda
mis. : Elisa & Rapid tes
O Diagnosis AIDS :
Infeksi oportunistik & keganasan
mengancam kehidupan, enselopati, sindrom,
kelelahan, CD
4
< 200/ml
Algoritma Tes Serologik Infeksi
HIV
O ELIZA (-) ulang 3 - 6 bulan
(+) Western blot :
(+) Diagnosis (+) staging : CD
4

(-) Ulang 3 - 6 bulan
Ragu ulang (-)/Ragu

Ulang 3 - 6 bulan
PENGOBATAN
Dapat dibagi dalam :
O Pengobatan suportif

O Pengobatan oportunistik

O Pengobatan antiretroviral (ARV)
O Indikasi memulai terapi ARV yang dianjurkan
WHO pada negara yang mempunyai dana
terbatas adalah :
O Anti HIV positif dikombinasikan dg :
- gejala / AIDS atau
- CD4 < 200 /mm3 atau
- limfosit total < 1200 /mm3.

O untuk penderita infeksi HIV yang tanpa gejala ARV
diberikan bila :
- CD4 < 300/dl atau
-Viral load > 55.000 kopi/mL
PENGOBATAN
O Obat ARV yang tergolong RTI dan PI
NRTI NNRTI PI
Azidotimidin (AZT) Neviravin(Viramune) Indinavir
O Didanosin (ddl) Delavirdin (Rescriptor) Ritonavir
O Dideosisiitidin (ddC) Efapirenz (Sustiva) Saquinavir
O Stavudin (d4T) Nelvinavir
O Lamivudin (3TC)
O zidovudin (ZDV)
O Abacavir (ABC)

PENGOBATAN
O WHO menganjurkan pemberian ARV
untuk negara yang mempunyai dana
yang terbatas dengan kombinasi sbb:
2 NRTI + 1 NNRTI
O Di poldiksus AIDS FKUI/RSCM
disediakan jenis obat yang banyak
digunakan : AZT, 3TC. Neviravin & Nelviravir
O Kombinasi yang dianjurkan adalah :
AZT, 3TC, Neviravin atau AZT, 3TC Nelvinavir
Pengobatan :
O Dosis :
Zidovudine (ZDV) : 500 mg/hari
Didanosine (DDI) : 167 - 375 mg BID
Dideoxycytidine (DDC): 0,375 - 0,75 mg TID
Pencegahan :
O Vaksinasi (-)
O Kondom resiko tinggi
O Skrining donor
O Penyuluhan
TRIKOMONIASIS
O Definisi :
Infeksi protozoa (trichomonas
vaginalis)
Penularan melalui hubungan seksual
Menyerang Tr. Urogenital /

Masa inkubasi : 3 - 28 hari
Gejala klinis :
kadang-kadang
asimptomatik
50 - 75% penderita :
duh tubuh (-)
30% penderita : duh
tubuh klasik

+
Warna Kehijauan
Berbusa
Gatal (+)
Dispareunia (+)
umumnya asimptomatik
50% penderita : simptomatik
+
Uretritis ringan : Duh tubuh
Uretra (+)

Mukopurulen

DIAGNOSIS

Berdasarkan gambaran klinis saja
tidak dapat dipercaya
Diagnosis ditegakkan atas dasar,
didapatkan T. Vaginalis sed.
Langsung dan kultur
Sediaan langsung (preparat
basah)
Kultur (Media feinberg)
Duh tubuh vagina/uretra,
urine
PENGOBATAN
O Ditujukan pada kasus
simptomatik/asimptomatik
O Metronidazol 2 gram per oral, dosis tunggal
atau 2 x 500 mgr per oral (7 hari)
O Mitra seksual diobati
O Wanita hamil metronidazol dapat
diberikan pada trimester II dan III