Anda di halaman 1dari 2

A. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan laboratorium 1.

Darah : Bisa dijumpai Hb rendah, anemia normokrom normositer, hipokrom normositer atau hipokrom mikrositer. Anemia terjadi akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik. Kenaikan kadar enzim transaminase SGOT & SGPT merupakan petunjuk tentang berat dan luasnya kerusakan parenkim hati. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase, ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik. (Sacher & McPherson, 2000) 2. Albumin : Kadar albumin yang menurun merupakan gambaran

kemampuan sel hati yang kurang dalam memproduksi protein-protein plasma. Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin

merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti tindakan operasi. 3. Pemeriksaan CHE (cholinesterase) : penting dalam menilai sel hati. Bila terjadi kerusakan sel hati, kadar CHE akan turun sedangkan pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal, mempunyai prognosis yang jelek. 4. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet. Dalam hal ensefalopati, kadar Na >145 mEq/l, mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer. Pemeriksaan fisik 1. Hati : perkiraan besar hati, biasa hati membesar pada awal sirosis, bila hati mengecil artinya, prognosis kurang baik. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm). Pada sirosis hati, konsistensi hati biasanya kenyal, pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati. 2. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan dua cara : Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV- VIII). Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V).

3.

Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan asites. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider nevi pada tubuh bagian atas, bahu, leher, dada, pinggang, caput medussae, dan tubuh bagian bawah. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris, ginekomastia, dan atrofi testis pada pria. Bisa juga dijumpai hemoroid.

4.

Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esophagus untuk konfirmasi hepertensi portal.

5.

Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal. Kelebihan endoskopi ialah dapat

melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus, tandatanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot, red whale marking, kemungkinan

perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness. Selain tanda tersebut, dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. 6. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai

dilakukan sebagai alat pemeriksaan rutin pada penyakit hati. Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. Pada pemeriksaan USG, yang dilihat pinggir antara lain hati, pembesaran, permukaan, homogenitas, asites,

splenomegali, gambaran vena hepatika, vena porta, pelebaran saluran empedu, daerah hipo atau hiperekoik.