Anda di halaman 1dari 47

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi-Kondisi Umum Perusahaan 1. Kondisi Umum di PT. Coca-Cola PT. Coca-Cola terletak di Jalan Soekarno-Hatta KM 30, Bawen, Kabupaten Semarang. Penjualan PT. Coca-Cola pertama kali dilakukan pada tanggal 8 Mei 1886, oleh seorang apoteker bernama Dr. John S. Pemberton di Georgia. Saat itu Coca-Cola diberi harga 5 sen untuk tiap gelasnya. Nama Coca-Cola disarankan oleh seorang akuntan sekaligus sahabat Pemberton. Akuntan tersebut bernama Frank M. Robinson. Pada tahun 1887 apoteker tersebut menjual hak cipta Coca-Cola kepada Asa Griggs Candler. Kemudian ia mendirikan perusahaan Coca-Cola. Ia mengenalkan Coca-Cola dengan warna merah yang dikenal hingga saat ini. Candlerlah yang mendaftarkan trademark Coca-Cola pada kantor paten Amerika. Akhirnya Coca-Cola logo terdaftar menjadi merek dagang pada tahun 1887 dan semenjak itu menjadi identitas merek korporasi. Pada tahun 1927, Coca-Cola masuk Indonesia dan mendirikan pabrik pada tahun 1932 di Jakarta dengan karyawan yang baru berjumlah 25 orang. Kemudian tahun 1980an, berdiri 11 perusahaan di Indonesia yang berfungsi untuk produksi dan distribusi produk Coca-Cola Company. Akhirnya tanggal 1 januari 2000, sepuluh dari sebelas perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia. PT. Coca-Cola di Jawa Tengah dirintis oleh dua orang pengusaha yaitu Bapak Partogius Hutabarat (almarhum) dan Bapak Mugijanto. Nama yang dipilih adalah PT. Pan Java Bottling Company, resmi didirikan pada tanggal 1 November 1974 di atas lahan seluas 8,5 ha, dan mulai beroperasi pada tanggal 5 Desember 1976. Pada bulan april 1992 PT. Pan Java Bottling Company bergabung dengan Coca-Cola Amatil Limited Australia, sehingga sejak itu berubah nama menjadi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Central

27

28

Java. Kemudian sejak tanggal 1 Juli 2002 berubah menjadi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia. Visi PT. Coca-Cola adalah menjadi perusahaan produsen minuman terbaik di Asia Tenggara, sedangkan misinya yaitu memberikan kesegaran kepada pelanggan dan konsumen kita dengan rasa bangga dan semangat sepanjang hari, setiap hari. Untuk nilai-nilai perusahaan yang ada meliputi sumber daya manusia (people), pelanggan (customers), semangat (passion), inovasi (innovation), keunggulan (excellence), dan warga negara yang baik (Citizenship). Sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan terhadap lingkungan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang dilakukan bagi masyarakat sekitar. Setiap tahun, PT. Coca-Cola melaksanakan program bantuan kemasyarakatan untuk masyarakat setempat dalam bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan prasarana, serta menyalurkan bantuan dalam berbagai bentuk kepada kelompok-kelompok masyarakat

membutuhkan sesuai kemampuan PT. Coca-Cola. Bantuan tersebut antara lain berbentuk pembagian produk-produk PT. Coca-Cola kepada berbagai organisasi, pemberian beasiswa bagi anak-anak kurang mampu, bantuan air bersih, donor darah, bantuan untuk yayasan sosial, program pendidikan untuk praktek kerja, dan akses kepada masyarakat sekitar untuk menggunakan poliklinik dan sarana ibadah di PT. Coca-Cola. Sebagai perusahaan yang telah berusia lebih dari 35 tahun, PT. Coca-Cola telah menunjukkan eksistensinya yaitu dengan berbagai penghargaan yang telah diterima, baik penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Penghargaan lokal dalam bidang : a. Penghijauan dan Pertamanan Pabrik Propinsi Jawa Tengah b. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kabupaten Semarang dan Propinsi Jawa Tengah c. Pengelolaan Satpam Teladan dari POLDA Jateng d. Partisipasi Pengentasan Desa Tertinggal Jateng

29

e. Partisipasi dalam pembinaan kegiatan sepakbola Propinsi Jateng Penghargaan nasional dalam bidang : a. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) b. Piala Presiden untuk kecelakaan nihil c. Piagam Menteri Lingkungan Hidup d. Sertifikasi ISO 14001 2. Kondisi Umum di PT. SidoMuncul Dimulai dari sebuah industri rumah tangga yang dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio dengan dibantu oleh tiga orang karyawan di tahun 1940, PT. SidoMuncul memulai usahanya di kota Yogyakarta. Industri jamu ini tentunya masih dikelola dengan cara yang sangat sederhana dan tradisional. Memasuki dekade 1950an mulainya banyak permintaan jamu yang lebih praktis dalam bentuk kemasan. Permintaan yang begitu banyak ini mendorong pengelola jamu untuk membuat kemasan jamu dalam kemasan praktis yang berbentuk serbuk. Pada tahun 1951 perusahaan jamu yang sangat sederhana ini dipindahkan ke Semarang dan memiliki makna impian diberikan nama PT. SidoMuncul yang yang terwujud dengan merek jamu Tolak

Angin. Pada era tahun 1990an awal, perusahaan jamu PT. SidoMuncul mulai menggunakan peralatan mesin modern dalam memproduksi jamu. Tahun 1997 PT. SidoMuncul membangun pabrik baru di Klepu Ungaran dengan lahan seluas 29 ha. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektar, lahan agrowisata 1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik. Pada tanggal 10 Februari 2010 telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik bahan baku herbal seluas 3.000 m2. Pada saat peresmian pabrik, PT. SidoMuncul sekaligus menerima dua sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi. PT. SidoMuncul pada dekade tahun 2000an mulai mengembangkan produknya yang tidak hanya semata-

30

mata jamu tradisional saja tetapi mulai merambah pada minuman berenergi seperti Kuku Bima, permen kesehatan, permen Tolak Angin dan lainnya. Visi perusahaan PT. SidoMuncul adalah menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan. Misi perusahaan PT. SidoMuncul adalah meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional, mengembangkan research yang berhubungan dengan pengobatan dengan bahan-bahan alami, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional. Ikut mendorong pemerintah/instansi pengobatan resmi agar lebih berperan slogam dari dalam PT.

pengembangan

tradisional.

Adapun

SidoMuncul yaitu Langsung Terasa Khasiatnya. PT. SidoMuncul memproduksi beberapa jenis produk, antara lain : a. Jamu tradisional yang terdiri dari 56 jenis produk yang meliputi jamu tradisional sariawan, batuk, influenza, bersalin, bersih darah dan lainlain. b. Jamu instan terdiri dari 7 produk yang meliputi : Kuku Bima Gingseng, Kuku Bima TL New Formula, dan lain-lain. c. Minuman kesehatan terdiri dari 17 produk antara lain : Kuku Bima Ener-G, Jahe Wangi, ESTE-EMJE Gingseng, Sido Muncul vitamin C 1000 mg, Alang Sari, kunyit asam dan lain-lain d. Food supplement terdiri dari 34 produk yang antara lain : aluss

(mengobati jerawat dan menghaluskan kulit), Analobig (mempertajam daya ingat) dan lain-lain. e. Permen, antara lain : permen tolak angin, permen kunyit asam dan permen jahe wangi. B. Ruang Lingkup Pemasaran 1. Ruang Lingkup Pemasaran di PT. Coca-Cola Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan

31

produk yang bernilai dengan pihak lain. Pengertian tersebut bersandar pada konsep inti pemasaran, yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan permintaan (demands), produk (barang, jasa, dan gagasan), nilai, biaya, dan kepuasan, pertukaran dan transaksi, hubungan dan jaringan, pasar, serta pelaku pemasaran dan prospek. Manajemen pemasaran adalah analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang

bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. Ruang lingkup pemasaran PT. Coca-Cola dilihat dari sudut pandang 4 P yaitu product, price, promotion, dan place. Untuk produk kualitasnya baik dan tidak kalah bersaing dengan produk-produk lain dari pesaingnya. Menggunakan pengemasan yang menarik, kreatif dan sistem daur ulang membuat produk hanya sedikit menghasilkan limbah. Coca-Cola merupakan minuman yang terbuat dari bahan baku pilihan berupa air, gula, konsentrat, dan karbondioksida. Dengan bahan baku pilihan dan diproses dengan teknologi modern, masyarakat tidak perlu khawatir akan kandungan dari minuman Coca-Cola. Daerah pemasaran produk-produk PT. Coca-Cola Jawa Tengah meliputi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Madiun. Kemudian juga didukung oleh 14 (empat belas) lokasi kantor perwakilan yang memiliki lebih dari 75.000 pelanggan, mengisyaratkan besarnya dukungan ekonomi yang diberikan kepada keluarga-keluarga yang mempunyai usaha di sektor industri ini. PT. Coca-Cola sendiri telah memproduksi banyak produk dengan puluhan varian rasa. Produk-produk tersebut adalah Coca-Cola, Coke, Fanta, Sprite, Air minum dalam kemasan Ades, Powerade Isotonik, Minute Maid Pulpy Orange dan Frestea. produk-produk PT. Coca-Cola telah menguasai pangsa pasar untuk minuman ringan di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena penerapan strategi pemasaran yang jitu yang dilakukan oleh PT. Coca-Cola dan kekhasan serta keunikan produk dari PT. Coca-Cola. Pemasaran yang dilakukan oleh PT. Coca-Cola adalah dengan membidik semua segmen pasar untuk meraih keuntungan yang optimal.

32

Segmen pasar yang ditetapkan oleh PT. Coca-Cola adalah segmen pasar berdasarkan umur dan tingkat pendapatan. Segmen pasar berdasarkan umur adalah konsumen mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa dengan target pasar golongan umur remaja. Sedangkan segmen pasar berdasarkan tingkat pendapatan adalah segmen pasar tradisional dan modern. Kegiatan penempatan produk dilakukan mulai dari toko kelontong dan kios-kios hingga supermarket dan cafe serta restoran. 2. Ruang Lingkup Pemasaran di PT. SidoMuncul PT SidoMuncul memproduksi berbagai macam produk jamu hingga suplemen dan telah menguasai pangsa pasar untuk produk-produk jamu yang ada di Indonesia. Secara pasti PT. SidoMuncul bertekad untuk mengembangkan usaha di bidang jamu yang benar dan baik. Tekad ini membuat perusahaan menjadi lebih berkonsentrasi dan inovatif. Disamping itu diikuti dengan pemilihan serta penggunaan bahan baku yang benar, baik mengenai jenis, jumlah maupun kualitasnya akan menghasilkan jamu yang baik. Untuk mewujudkan tekad tersebut, semua rencana pengeluaran produk baru selalu didahului oleh studi literatur maupun penelitian yang intensif, menyangkut keamanan, khasiat maupun sampling pasar. Untuk memberikan jaminan kualitas, setiap langkah produksi mulai dari barang datang , hingga produk sampai ke pasaran, dilakukan dibawah pengawasan mutu yang ketat. Seluruh karyawan juga bertekad untuk mengadakan perbaikan setiap saat, sehingga diharapkan semua yang dilakukan dapat lebih baik dari sebelumnya. Pemasaran yang dilakukan oleh PT. SidoMuncul telah meluas tidak hanya pasar dalam negeri saja namun juga telah mencapai pasar luar negeri meliputi negara-negara di Asia tenggara, Timur Tengah, Rusia, China dan Australia. Pemasaran dilakukan dengan berusaha memperluas segmen pasar dan menetukan terget pasar yang tepat. Berbagai macam produk sebagai hasil dari kegiatan diversifikasi oleh perusahaan, masing-masing memiliki segmen pasar tersendiri, sehingga dengan semakin bnayknya produk yang

33

dihasilkan PT. SidoMuncul maka semakin banyak segmen pasar yang diraup. Pengembangan produk difokuskan pada menjaga stabilitas kualitas produk sehingga dapat memberikan kepuasan dan kepercayaan dari konsumen. Penyebaran dan penempatan produk dilakukan merata di seluruh wilayah pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern. Perluasan produk dilakukan dengan startegi distribusi yang mumpuni dimana PT SidoMuncul telah memiliki anak perusahaan yang khusus menangani distribusi produk sehingga distribusi dapat fokus dan merata di semua wilayah pemasaran. C. Lingkungan dan Manajemen Pemasaran 1. Lingkungan dan Manajemen Pemasaran di PT. Coca-Cola Lingkungan dalam pemasaran suatu perusahaan terdiri dari

lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan. Lingkungan internal meliputi sumber daya manusia, manajemen dan teknologi dalam kegiatan operasional perusahaan itu sendiri. Sumber daya manusia dalam suatu perusahaan meliputi pekerja mulai dari karyawan hingga pimpinan dalam suatu perusahaan. Saat ini, PT. Coca-Cola dipimpin oleh manajemen yang handal, mempekerjakan 1000 tenaga kerja yang telah memiliki KKB, dengan SP RTMM dan Koperasi Kendali Harta sebagai penunjang hubungan industrial Pancasila yang harmonis. Pengembangan tenaga-tenaga muda Indonesia merupakan prioritas utama. Melalui program peningkatan ketrampilan seluruh karyawan diberikan kesempatan untuk mengikuti program-program pelatihan baik yang diselenggarakan oleh trainer-trainer dari dalam maupun luar negeri. Manajemen yang dikelola dengan baik dalam suatu perusahaan juga akan menentukan keberhasilan dalam suatu perusahaan. Manajemen sendiri juga merupakan bagian dari lingkungan internal perusahaan. PT. Coca-Cola telah menerapkan manajemen yang baik dalam pemasarannya. Hal tersebut terlihat dari pengelolaan bahan baku, proses produksi hingga pengemasan produk. Hal tersebut akan dijelaskan secara rinci sebagai berikut :

34

a. Bahan Baku Bahan baku utama dalam pembuatan minuman Coca-Cola adalah air murni, konsentrat, gula, dan karbondioksida murni. Ada pula bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan mutu produk dan bahan. Bahan tambahan ini digunakan untuk proses pengepakan, yaitu botol, penutup botol, peti plastik, dan karton. Untuk bahan baku utama biang atau sirup konsentrat telah memiliki komposisi bahan penyusun yang distandarkan oleh PT. Coca-Cola Company yang berada di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Oleh karena itu perolehan bahan baku juga dari pusatnya yang berada di Amerika tersebut. Alasan inilah yang menjadikan rasa dari produk Coca-Cola sama di wilayah manapun di seluruh dunia. Strategi yang digunakan oleh manajemen ini menjadi kunci utama keberhasilan pemasaran untuk memenuhi kepuasan dan menjaga loyalitas pelanggan. b. Proses produksi Proses produksi yang dilakukan di PT Coca-Cola telah

menggunakan teknologi yang canggih dengan standar kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga. Proses produksi berawal dengan penyediaan bahan baku yang meliputi sirup konsentrat, gula rafinasi, air, dan CO2 . Air diperoleh dari sumur dengan kedalaman 100-200 meter. Gula diperoleh dari dalam dan luar negeri seperti Thailand dan Cina. Konsentrat diperoleh dari PT. Coca-Cola Bottling Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini yang menyediakan bahan ini untuk perusahaan Coca-Cola di Indonesia. PT. Coca-Cola Bottling mendapatkan bahan ini dari CCC Atlanta. Karbondioksida murni dibeli dari PT. Aneka Gas. Bahan baku dibeli langsung dalam jumlah yang banyak. Supplier untuk tiap-tiap bahan baku pun tidak hanya ada satu. Hal ini dilakukan agar perusahaan terus mendapatkan bahan baku yang diinginkan. Proses produksi Coca-Cola dimulai dengan proses pengolahan air. Air didapat dari sumur dengan kedalaman 100-200 meter. Pada kedalaman ini diharapkan tidak ada zat organik dan bebas dari

35

pencemaran. Air ini dilakukan pengolahan terlebih dahulu seperti menghilangkan gas terlarut dalam air dengan menggunakan H2SO4, penyaringan menggunakan kerikil, lalu dialirkan ke buffer tank ditambahkan klorin 10% untuk membunuh sisa-sisa bakteri. Lalu air disaring kembali dengan karbon filter dan polisherfilter. Hasil penyaringan terakhir ini yang digunakan sebagai bahan pembuatan minuman. Proses kedua adalah pembuatan sirup. Sirup merupakan hasil penambahan air dan gula. Pelarutan air dan gula dilakukan selama 60 menit. Setelah itu dilakukan penyaringan yang menghasilkan sirup dasar. Sirup dituangkan dalam tangki pencampur. Lalu dimasukkan konsentrat dan diaduk selama 1 jam. Proses ketiga adalah pemurnian CO2. Hasil penyaringan tersebut akan dicampur dengan air dan sirup. Proses pencampuran ini disebut proses paramix. Hasil pencampuran didinginkan sehingga suhunya menjadi 0-1C. campuran kemudian dimasukkan ke dalam karbonasi adalah proses pelarutan CO2 dengan suatu cairan. Proses keempat adalah proses pembotolan. Mulanya botol dicuci dan dipanaskan pada suhu 70C. lalu diperiksa oleh inspektur apakah botol sudah memenuhi syarat atau belum. Setelah botol siap, dilakukan pengisian minuman dalam botol. Kemudian dilakukan penutupan botol dan memberian kode produksi lalu terakhir adalah pengepakan. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan mesin. Sistem manual hanya dilakukan saat inspektur meneliti apakah botol yang akan diisi minuman sudah banyak berada di pasaran. Mesin yang digunakan telah dipesan khusus. Hal ini dikarenakan perusahaan Coca-Cola memiliki standar sendiri dalam pemilihan dan proses produksinya. Setiap kali produksi Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan Frestea dilakukan pemeriksaan produk. Mulai dari water treatment, sampel sirup, sirup akhir, dan hasil minuman. Pemeriksaan dilakukan di laboratorium. standar mutu yang selalu dipertahankan adalah kemurnian, rasa, bau, dan penampakan.

36

c. Kemasan Kemasan juga merupakan faktor penting dalam keberhasilan suatu pemasaran. Kemasan produk dari PT. Coca-Cola ini sendiri telah memiliki keunikan yang menjadi keunggulan produk. Keunikan tersebut terlihat dari warna merah yang telah menjadi ciri khas sejak lama dan simbol berupa tulisan Coca-Cola dimana warna merah tersebut merupakan simbol sejarah lahirnya Coca Cola. Lingkungan manajemen pemasaran eksternal PT. Coca-Cola terdiri dari pelanggan, pesaing, pemasok, dan distributor. a. Pelanggan Pelanggan potensial produk PT. Coca-Cola sangatlah luas terutama para kawula muda. Hal ini terbukti banyak anak SMP, SMA, dan Mahasiswa yang mengkonsumsi produk dari PT. Coca-Cola. Berbagai varian yang selalu menjadi inovasi perusahaan menjadikan pelanggan loyal kepada produk keluaran PT. Coca-Cola. Produk-produk dari PT. Coca-Cola telah berhasil merebut pangsa pasar yang luas di kalangan masyarakat yang hampir menguasai di semua segmen pasar. Segmen pasar PT. Coca-Cola telah meluas di semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa namun target utama tetaplah pada segmen pasar remaja. b. Pesaing Kesuksesan yang dicapai oleh PT. Coca-Cola tidaklah dengan mudah diraih. Berbagai perusahaan lain mulai bermunculan untuk menyaingi apa yang dilakukan oleh PT. Coca-Cola. Akan tetapi PT. Coca-Cola selalu bisa menciptakan suatu produk baru dimana perusahaan lain tidak bisa menandingi sehingga walaupun banyak pesaing yang ada, tetapi konsumen tetap berpandangan bahwa PT. Coca-Cola lah yang terbaik diantara perusahaan minuman lainnya. c. Pemasok Bahan baku utama yang diperlukan oleh perusahaan semuanya diperoleh dari PT. Coca-Cola Company yang berada di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Oleh karena itu perolehan bahan baku juga dari

37

pusatnya yang berada di Amerika tersebut. Alasan inilah yang menjadikan rasa dari produk Coca-Cola sama di wilayah manapun di seluruh dunia. d. Distributor Pendistribusian produk-produk PT. Coca-Cola kepada konsumen melalui berbagai distributor yang telah disiapkan oleh pihak perusahaan. Proses distribusi ini bertujuan agar produk bisa menjangkau ke berbagai wilayah yang menjadi target pasar dari PT. Coca-Cola. Perusahaan berusaha sekeras mungkin agar konsumen dapat membeli produk dengan lokasi pasar yang mudah untuk dijangkau. 2. Lingkungan dan Manajemen Pemasaran di PT. SidoMuncul Lingkungan dan manajemen pemasaran di PT. SidoMuncul tidak jauh berbeda dengan lingkungan pemasaran PT. Coca-Cola yaitu terdiri dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal adalah lingkungan pemasaran yang langsung berkaitan dengan ruang lingkup di dalam perusahaan yang mana sebagai faktor penting juga dalam menjalankan pemasaran produk PT. SidoMuncul. Lingkungan internal ini terdiri dari sumber daya manusia, manajemen yang meliputi bahan baku utama, proses produksi dan juga pengemasan serta teknologi yang mendukung dalam proses operasional perusahaan. Sumber daya manusia yang ada di PT. SidoMuncul ini memiliki lebih dari 2000 karyawan yang telah ditempatkan di bagian masing-masing sesuai kemampuan. Bahkan semakin lama perusahaan ini terus berkembang pesat maka jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan juga semakin bertambah. Bertambahnya jumlah karyawan juga disebabkan oleh banyaknya differensiasi produk PT. SidoMuncul yang keluar dengan berbagai macam varian produk, sehingga sumber daya manusia dalam proses produksi ini juga bertambah. Selain karyawan biasa, lingkungan internal PT. SidoMuncul juga terdapat pimpinan pusat perusahaan serta kepala staf bagian sesuai bidangnya tersendiri. Setiap bagian produksi karyawan diketuai oleh seorang pimpinan atasan sesuai dengan bidang karyawan, hal ini dilakukan agar kerja daripada

38

karyawan dalam proses persiapan bahan baku, proses produksi hingga tahap pengemasan dapat terpola dan terarah dengan baik sehingga juga lebih dapat efisien dan cepat. Sebagai pendukung, PT. SidoMuncul juga memiliki tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti biologi, ekonomi, farmasi, pertanian, hukum, teknologi pangan, teknik kimia, teknik elektro, dan lainlain. Setiap beberapa bulan sekali juga diadakan pelatihan-pelatihan kepada karyawan-karyawan dengan tujuan selalu terampil dan cekatan dalam bekerja dan selalu diberi dorongan dan motivasi khusus yang ditujukan oleh para karyawan. Untuk mendukung pengembangan, PT. SidoMuncul juga merekrut konsultan yang ahli di bidangnya, misalnya apoteker, dokter umum, dokter gigi dan spesialis. Lingkungan pemasaran internal lainnya adalah manajemen dalam perusahaan yang terdiri dari : a. Bahan baku utama PT. SidoMuncul menggunakan bahan baku utama yaitu

memanfaatkan tanaman obat (biofarmaka) yang terdiri lebih dari 150 macam bahan baku yang dapat berbentuk akar, batang, daun, dan sebagainya dengan ukuran yang berbeda. Tanaman obat tersebut di antaranya kayu manis, pasak bumi, jahe, kunyit, kencur, pala, tempuyung, dan lain sebagainya. PT. SidoMuncul dalam memperoleh bahan baku tersebut tentunya melakukan kemitraan dengan para petani tanaman obat, agar ketersediaan bahan baku tetap selalu terjaga. Persediaan bahan baku dengan sistem FIFO (First In First Out) , masuk pertama keluar pertama. Hal ini dilakukan guna tidak adanya bahan baku yang menumpuk atau tersimpan terlalu lama yang berakibat pada rusaknya bahan baku. Ciri khas dari persediaan bahan baku dari PT. SidoMuncul ini yaitu beberapa tanaman obat seperti kayu pasak bumi didatangkan langsung Kalimantan, sehingga kualitas yang berasal dari sana lebih bagus dan memenuhi standar. Kayu manis juga didatangkan dari petani dalam bentuk utuh karena dengan tujuan untuk mempertahankan kualitas kayu manis serta agar lebih mudah dibedakan

39

dengan bahan baku lainnya karena tidak didatangkan dalam bentuk gerabah. PT. SidoMuncul sangat memperhatikan kualitas dari bahan baku yang telah datang ke gudang. Sebelum disimpan ke dalam gudang perlu disortasi terlebih dahulu oleh R & D (Research & Development) PT. SidoMuncul agar bahan baku yang akan digunakan nantinya memenuhi standar baik dalam kualitas maupun kebersihan. Kadar air bahan baku yang masuk dalam gudang penyimpanan juga harus kurang dari 10 %, hal ini dimaksudkan agar bahan baku tidak lembab di dalam gudang, sehingga tidak mudah busuk dan bahan baku tersebut memiliki data kandungan zat aktif beserta kadarnya. Tata cara penyimpanan juga tidak boleh langsung bersentuhan dengan lantai namun dengan menggunakan alas ampalan dahulu sebelum diletakkan dan tetap menjaga kebersihan agar tetap terjaga kualitasnya. b. Proses Produksi Proses produksi PT. SidoMuncul selalu mengutamakan adanya Good Manufacturing Practices (GMP) dengan berpedoman pada rasional, ilmiah serta memperhatikan segi keamanan produk yang didokumentasikan sehingga tercapai keseragaman proses dalam

menghasilkan produk yang bermutu dan stabil. Proses produksi jamu di PT. SidoMuncul ini yang pertama adalah penerimaan bahan baku, bahan baku yang datang segera dicek QC (Quality Control), setelah terbukti memenuhi standar penerimaan dan standar penggunaan kemudian bahan baku dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan bahan baku. Bahan baku yang akan dipakai diambil dari gudang penyimpanan bahan baku kemudian disortasi, setelah disortasi kemudian bahan baku dicuci, dikeringkan, digiling, baru kemudian dicampur (mixing). Dalam proses pencampuran bahan ini tidak diperkenankan untuk melihatnya karena merupakan rahasia perusahaan. Sesudah proses pencampuran selesai kemudian hasilnya dialirkan melalui pipa-pipa untuk dilakukan proses pengemasan primer (packaging primer) menggunakan mesin dua line dan delapan line. Kemudian masuk ke

40

proses pengemasan sekunder (packaging sekunder), disini produk yang sudah jadi dicek kembali dengan cara uji sampel. Setelah selesai proses pengemasan sekunder kemudian produk siap untuk didistribusikan. c. Kemasan Kemasan produk merupakan salah satu strategi yang penting dalam meningkatkan keputusan pembelian produk PT. SidoMuncul, namun hal terpenting yang harus diperhatikan oleh PT. SidoMuncul adalah kemasan produk yang harus memiliki ciri khas yang tidak mudah untuk diikuti oleh pesaing. Agar tidak mudah diikuti oleh pesaing, kemasan harus tersusun dari berbagai elemen dasar yang penting. Kemasan produk PT. SidoMuncul terdiri dari enam dimensi, yaitu ukuran, bentuk, bahan dasar, warna, tulisan, dan tanda merk. Ukuran dari kemasan produk PT. SidoMuncul bermacam-macam dari yang ukuran kecil sampai ukuran besar. Bentuk dari kemasan juga berbeda antara jenis produk satu dengan yang lain, misalnya bentuk kemasan produk Tolak Angin berbentuk persegi panjang dengan ukuran yang kecil, namun juga banyak bentuk lain seperti persegi, dsb. Bahan dasar dari kemasan juga bermacammacam, ada yang berbahan dasar plastik kemasan, kertas, botol kaca, botol plastik, dsb. Warna, tulisan dan tanda merk juga disesuaikan dengan ciri khas brand produk PT. SidoMuncul. Keenam dimensi tersebut dibuat dengan persiapan yang matang karena agar kemasan dari produk PT. SidoMuncul ini memiliki identitas yang kuat, praktis, mudah digunakan, dan menampilkan citra dari suatu produk yang berkelas dan modern. Kemasan produk sangat berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian, sehingga kemasan produk PT. SidoMuncul ini dikemas secara terperinci dan berkelas agar memberikan pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian.

41

Lingkungan manajemen pemasaran PT. SidoMuncul juga meliputi lingkungan eksternal, yang terdiri dari pelanggan, pemasok, distributor, dan pesaing. a. Pelanggan Pelanggan potensial produk PT. SidoMuncul sangatlah luas dan bermacam dan telah diminati dari segala umur, jenis kelamin dan wilayah. Hal ini terbukti dari anak-anak sampai dewasa juga mengkonsumsi produk dari PT. SidoMuncul. Produknya pun juga disesuaikan dengan segmen pasarnya, dengan bervarian ragam jenis produk PT. SidoMuncul yang diproduksi kepada semua segmen pasar, hal ini menarik pelanggan potensial produk PT. SidoMuncul semakin banyak. Hal ini merupakan strategi pemasaran juga dalam menarik pelanggan. Jadi dapat dikatakan pelanggan produk PT. SidoMuncul banyak dan terus bertambah dari semua segmen baik dari anak-anak sampai dewasa dikarenakan banyaknya macam produk yang dihasilkan PT. SidoMuncul yang ditujukan tidak hanya untuk satu segmen saja. Misal produk Tolak Angin dapat dikonsumsi oleh dewasa, namun juga bisa dikonsumsi oleh anak-anak yaitu Tolak Angin khusus anak-anak yang dilengkapi dengan berbagai varian rasa yang disukai anak-anak. b. Pemasok Bahan baku yang dibutuhkan oleh perusahaan semua adalah asli lokal tanaman obat (biofarmaka) yang berasal dari Indonesia. Pasokan semua bahan baku utama adalah hasil dengan menjalin kemitraan dengan para petani tanaman obat. Selama ini PT. SidoMuncul terus menambah kemitraannya dengan petani karena juga semakin meningkatnya permintaan produk dari PT. SidoMuncul sehingga agar tetap menjaga ketersediaan bahan baku utama untuk produk PT. SidoMuncul ini. PT. SidoMuncul tidak hanya menerima pasokan bahan baku dari petani saja, namun juga memfasilitasi para petani dengan memberikan bibit-bibit ungulan tanaman obat agar kualitas bahan baku memenuhi standar kebutuhan produksi PT. SidoMuncul.

42

c. Distributor Pendistribusian produk-produk PT. SidoMuncul kepada konsumen melalui berbagai distributor yang telah ada di PT. SidoMuncul untuk menunjang kelancaran distribusi produk ke berbagai wilayah. Perusahaan memberikan dukungan distribusi dengan sistem reward dan bonus kepada para sales yang mampu mendistribusikan produk dengan target tertentu yang telah ditentukan dengan kebijakan perusahaan. Distributor-distributor PT. SidoMuncul membentuk sebuah PT, yang di antaranya untuk distribusi produk ke konsumen yaitu PT.

MunculMekar, kemudian mengenai hal etiket dan pengemasan yaitu PT. MunculPutra, sedangkan dalam hal transportasi yang terdiri dari truk, mobil box, sepeda motor yaitu PT. MunculArmada. d. Pesaing Perusahaan jamu yang memproduksi ekstrak tanaman obat dan dikemas dengan modern sampai saat ini terus bertambah, karena semakin sadarnya para konsumen tanpa pengobatan medis mengkonsumsi obatobat herbal kini juga tidak kalah manjurnya. PT. SidoMuncul yang merupakan perusahaan jamu pertama kali di Indonesia menjadi besar dan berkembang dan tidak heran jika saat ini banyak pesaing-pesaing yang mencoba mendirikan perusahaan obat tradisional dan tidak tanggungtanggung mencoba untuk menjatuhkan image produk PT. SidoMuncul dengan cara memlesetkan salah satu iklan dari PT. SidoMuncul. Perusahaan pesaing PT. SidoMuncul salah satunya PT. Air Mancur, PT. Mustika Ratu, dan sebagainya. Jamu-jamu bahan kimia obat (BKO) yang merebak di Indonesia saat ini (misal Koperasi perusahaan jamu BKO di Cilacap) menjadi sebuah persaingan yang tidak sehat di industri jamu, perusahaan-perusahaan tersebut hanya mencari keuntungan semata, dan tidak memikirkan bahayanya terhadap konsumen. Di tengah krisis ekonomi saat ini juga menyebabkan kondisi bahan-bahan baku produk tidak stabil, pembiayaan proses produksi, distribusi dan lain-lain menjadi semakin mahal, karenanya dibutuhkan solusi yang tepat bagi PT.

43

SidoMuncul untuk menyiasati kondisi seperti ini dan meyakinkan kepada para pelanggannya bahwa produk PT. SidoMuncul asli tidak

mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya karena murni dari ekstrak tanaman obat herbal yang aman dikonsumsi oleh konsumen, sehingga loyalitas pelanggan tetap terjaga. D. Segementasi dan Targeting Pasar Produk 1. Segmentasi dan Targeting Pasar Produk di PT. Coca-Cola a. Penerapan Segmentasi dan Targeting Pasar Produk di PT. Coca-Cola Segmentasi pasar adalah proses pemilahan atau pembagian pasar ke dalam beberapa kelompok pelanggan (sub-market) yang memiliki karakteristik sama dalam kebutuhan dan sikap, dan diharapkan akan memberikan respon yang sama terhadap penawaran yang disampaikan. Dengan melakukan segmentasi pasar produsen, akan lebih tepat dalam mengarahkan program pemasarannya secara lebih efektif. Pemikiran mengenai segmentasi pasar dapat dikatakan sebagai jawaban terhadap model pemasaran yang berlangsung sebelumnya yang tidak lagi mampu menjawab dinamika perkembangan kebutuhan tuntutan pelanggan yang semakin beragam. Pada dasarnya pemikiran mengenai segmentasi pasar merupakan sebuah evolusi dari model pemasaran yang pernah berlaku, di antaranya adalah : 1) Pemasaran massal (mass marketing). Merupakan pemasaran yang dilakukan terhadap satu jenis produk yang diproduksi secara besarbesaran, didistribusikan secara besar-besaran, dan dipromosikan secara besar-besaran. Pertimbangan utama dari pemasaran massal adalah rendahnya harga pokok dan harga jual sehingga diharapkan dapat tercipta pasar potensial yang besar. PT. Coca Cola pada awalnya menempuh model pemasaran massal ini. 2) Pemasaran aneka produk (product differentiated marketing)

Merupakan pemasaran yang dilakukan terhadap dua atau lebih produk dari satu lini produk yang sama yang masing-masing produk berlainan

44

dalam

model,

ukuran,

kualitas

dan

yang

lainnya.

Pada

perkembangannya PT. Coca Cola membuat diferensiasi produk dengan kemasan dan ukuran yang berbeda untuk pelanggan yang sama. 3) Pemasaran sasaran (target marketing) Merupakan pemasaran yang dilakukan pada pasar sasaran bagi sebuah produk yang memang dirancang khusus untuk pelanggan dari pasar itu. Awalnya pasar dipisahkan dalam beberapa segmen, produsen memilih satu atau lebih segmen yang akan dijadikan sebagai pasar sasaran. Produsen kemudian memproduksi barang dan mengembangkan semua bauran pemasaran yang dirancang khusus untuk masing-masing segmen yang dibidik. PT. Coca Cola memproduksi Fanta kuning bagi konsumen Indonesia yang menyukai jeruk. Pada saat ini sudah terlalu sulit untuk menerapkan pemasaran massal, bahkan yang terjadi saat ini adalah de-masalisasi, artinya dilakukan pengkhususan-pengkhususan dalam kegiatan pemasaran. Dengan pengkhususan sasaran atau target pasar, produsen dapat mengembangkan produk yang tepat, mampu menyesuaikan harga, saluran distribusi dan promosi bagi masing-masing pasar dengan lebih efisien. PT. Coca-Cola membagi segmentasi pasar menjadi 2 bagian yaitu segmentasi modern dan segmentasi tradisional. Segmentasi modern meliputi supermarket, hypermart, alfamart, indomaret, dan lain-lain, sedangkan segmentasi tradisional banyak sekali macamnya meliputi provision (toko eceran, toko kelontong, warung-warung kecil), dan MIC (perhotelan, restoran, kafe). Ada kriteria tertentu yang dapat merubah segmentasi yang sudah ada misalnya pendapatan toko dan juga keuntungannya, disini pihak manajemen national office dari

PT. Coca-Cola sendiri yang menentukannya. Segmentasi pasar yang dilakukan PT. Coca-Cola tidak bergantung pada pemerintah, untuk

45

menentukan masuk segmentasi mana yang dipilih, nantinya secara keseluruhan ditentukan oleh pihak perusahaan. Targeting adalah proses mengevaluasi dan membandingkan berbagai segmen pasar dan memilih satu/ lebih diantaranya sebagai pasar sasaran yang dinilai berpotensi paling besar untuk dilayani secara efektif dan efisien. Targeting pasar dari PT. Coca-Cola adalah kalangan remaja meliputi anak SMP, SMA, Mahasiswa, dan juga keseluruhan kawula muda. Target ini dipilih karena biasanya usia-usia remaja seringkali menginginkan sesuatu yang segar, yang bisa membuat mereka semangat sesuai dengan produk-produk PT. Coca-Cola yang identik dengan kesegaran. Ruang lingkup targeting pasar di PT. Coca-Cola hanya pada wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Madiun karena memang merupakan perusahaan pusat yang berada di Semarang, Jawa Tengah. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Segmentasi dan Targeting Pasar Produk di PT. Coca-Cola PT. Coca-Cola hanya sedikit mengalami hambatan dalam menentukan segmentasi dan targeting pasar produk yang dihasilkannya. Hambatan tersebut misalnya diantara salesman ada perebutan segmen pasar dalam mereka memasarkan produknya. Namun hal itu sudah bisa diatasi dengan pembagian wilayah tugas pemasaran yang semakin diperjelas untuk tiap salessman. Untuk hambatan yang lebih besar selebihnya tidak ditemui. 2. Segmentasi dan Targeting Pasar Produk di PT. SidoMuncul a. Penerapan Segmentasi dan Targeting Pasar Produk di PT. SidoMuncul Segmentasi pasar merupakan membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan,

karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah. Dengan menggolongkan atau

mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan

46

meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif. PT. SidoMuncul membagi segmentasi pasar menjadi 2 bagian. Segmentasi yang pertama yaitu membedakan produk, artinya

membedakan produk berdasarkan selera yang berbeda-beda dari masyarakat misalnya masyarakat Indonesia yang menyukai rasa manis maka diciptakan produk jahe wangi yang rasanya manis, sedangkan masyarakat luar negeri tidak terlalu menyukai rasa manis, maka diciptakan produk ginger tea. Akan tetapi komposisi dari produk tersebut tetap sama. Segmentasi yang kedua yaitu membedakan penyajian, dalam hal ini ukuran penyajiannya. Contohnya untuk kalangan menengah ke atas dibuatkan produk dengan penyajian dalam ukuran karton yang harganya tiap karton 18 ribu rupiah, sedangkan untuk kalangan menengah ke bawah dibuatkan produk dengan penyajian dalam toples atau sachet, untuk 1 toples dihargai 5 ribu rupiah. Penentuan target pasar sangat penting karena perusahaan tidak dapat melayani seluruh konsumen atau pembeli yang ada di pasar. Pembeli yang ada terlalu banyak dengan kebutuhan dan keinginan yang beragam atau bervariasi, sehingga perusahaan harus mengidentifikasi bagian pasar mana yang akan dilayaninya sebagai target pasar. Targeting pasar produk PT. SidoMuncul lebih ditekankan pada wilayah Nusantara yaitu Pulau Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Irian. Namun PT. SidoMuncul juga melakukan produksi luar negeri yaitu 30% dari omset. Negara tersebut yaitu Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, Russia, Hongkong dan Australia. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Segmentasi dan Targeting Pasar Produk di PT. SidoMuncul Setelah melakukan evaluasi segmen yang berbeda dan target pasar produk, perusahaan harus melakukan seleksi pasar sasaran dengan memutuskan segmen mana dan berapa segmen yang akan dilayani. Hal

47

ini juga dialami PT. SidoMuncul dimana terdapat hambatan dalam Segmentasi dan Targetting Pasar Produk di PT. SidoMuncul. Hambatan tersebut mengenai perbedaan budaya. Tiap budaya antar wilayah tentunya berbeda sehingga upaya yang dilakukan oleh pihak

PT. SidoMuncul adalah dengan melakukan survey di daerah yang akan menjadi sasaran produk PT. SidoMuncul. Setelah melakukan survey, maka perusahaan bisa meramalkan berapa banyak produk yang perlu didrop di wilayah tersebut, sehingga produk semaksimal mungkin dapat laku semuanya atau hanya menyisakan sedikit saja. E. Positioning dan Diferensiasi Pasar Produk 1. Positioning dan Diferensiasi Pasar Produk di PT. Coca-Cola a. Penerapan Positioning dan Diferensiasi Pasar Produk di PT. Coca-Cola Memposisikan suatu merk adalah menggambarkan bagaimana konsumen menerima suatu merk. Positioning dapat juga digunakan untuk menggambarkan bagaimana suatu badan usaha dapat diterima oleh konsumen. Dalam melakukan positioning product, badan usaha berusaha mempengaruhi agar konsumen memiliki image yang positif baik terhadap perusahaannya maupun terhadap produk yang ditawarkan. Agar konsumen lebih mengenal produknya dan untuk mempermudah konsumen mengingat produknya dalam keputusan pembelian, maka merk memegang peranan yang penting, oleh sebab itu badan usaha juga harus memposisikan merknya dengan baik dibenak konsumen agar dapat menciptakan brand image yang positif. Dengan adanya positioning yang baik maka badan usaha akan mempunyai posisi persaingan yang menarik dan akan didukung oleh asosiasi yang kuat pula. Pada situasi persaingan yang semakin ketat perbedaan image suatu produk bisa menjadi lebih kompleks dan pasar menjadi lebih ramai sehingga konsumen menjadi lebih mempercayai citra merk suatu produk dan pada atribut aktual suatu produk dalam keputusan pembeliannya Asosiasi yang berbeda dapat menjadi kunci persaingan yang menguntungkan karena jika suatu merk mempunyai posisi yang baik

48

maka konsumen cenderung memilihnya dalam keputusan pembeliannya sehingga menjadi rintangan berat bagi persaingannya. PT. Coca-Cola memposisikan diri sebagai perusahaan yang memfokuskan produksi pada segmen minuman ringan baik bersoda maupun non-soda, dimana permintaan akan produk ini selalu tinggi, disukai banyak orang sehingga mempunyai prospek usaha kedepan yang menjanjikan. Akan tetapi dengan banyaknya perusahaan pesaing yang menawarkan produk yang sama akan berpengaruh terhadap proses pemasarannya. Dengan demikian PT. Coca-Cola harus mampu

memposisikan produknya dengan tepat dengan mensegmentasikan pasar yang dikehendaki. Dengan demikian produk tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga akan selalu dapat tercipta kesan tertentu dan diingatan konsumen. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen di dalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya. Strategi pemasaran yang dapat dipilih oleh perusahaan yang menerapkan strategi produk diferensiasi agar senantiasa memiliki keunggulan bersaing di pasar dapat dilakukan dengan melakukan pilihan terhadap strategi berikut ini. 1) Diferensiasi Produk Kreativitas yang tinggi dalam menciptakan keunikan produk yang lebih menarik, sejuk, aman, nyaman, menyenangkan, karyawan yang ramah, terampil, berwawasan, dan mampu mewujudkan dalam keseharian sehingga lebih diminati oleh konsumen dibandingkan dengan produk pesaing lainnya. Di PT. Coca-Cola ini diferensiasi produk dilakukan dengan pengemasan yang unik dibandingkan dengan produk lain, misal bentuk botolnya yang berliku-liku dan labelnya

49

yang

berwarna

merah

menunjukkan

ciri

khas

dari

produk

PT. Coca-Cola. 2) Diferensiasi Kualitas Pelayanan Kreativitas yang tinggi mengharmonisasikan unsur-unsur

marketing mix : product, place, price,promotion, people, packaging, programming partnership sehingga kualitas jasa yang dirasakan oleh konsumen melebihi harapan. Di PT. Coca-Cola ini, diferensiasi kualitas pelayanan ditunjukkan dengan produk minuman yang berkualitas, baik itu dilihat dari prosesnya yang higienis, produknya yang bermutu, pengemasannya yang dibuat sangat menarik, dan promosi yang selalu menarik di setiap produk-produk yang dihasilkannya. 3) Diferensiasi Citra Citra identik dengan atribut adalah sebuah karakteristik, yang khusus atau pembeda dari penampilan seseorang atau benda. Diferensiasi citra adalah bauran yang tepat dari elemen pencitraan, yang menciptakan citra sebuah merk. Proses pencitraan harus membangun, memaksimalkan, memanfaatkan, dan mengekploitasikan kekuatan dan kelemahan setiap elemen citra untuk memastikan bahwa merk itu memiliki prospek yang baik secara terus- menerus. Diferensiasi produk yang dilakukan dan dibuat oleh

PT. Coca-Cola adalah dengan menciptakan beberapa inovasi rasa yang beraneka ragam agar mampu menguasai pasar minuman ringan dan mampu menyaingi perusahaan kompetitornya. Beberapa macam produk yang dihasilkan yaitu pada kelas minuman bersoda terdapat Coca-Cola, Fanta dan Sprite. Pada minuman ringan non-soda terdapat minute maid, frestea, powerade dan ades. Varian produk ini dibuat oleh perusahaan agar dapat memenuhi semua kebutuhan konsumen tanpa harus berpindah merk sehingga semua konsumen dapat menikmati kualitas dari Coca-Cola itu sendiri. Sedangkan untuk diferensiasi citra sendiri, perusahaan membuat citra yang berbeda-beda

50

pada setiap produk minuman bersodanya. Pada Coca-Cola, citra yang dibuat perusahaan yaitu untuk masyarakat muda sampai dewasa dan pada fanta diberi kesan untuk kelas anak muda yang masih sekolah. Hal ini dilakukan yaitu agar konsumen merasa lebih tertarik dengan produk hasil racikan Coca-Cola itu sendiri. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Positioning dan Diferensiasi Pasar Produk di PT. Coca-Cola Dalam menjalankan suatu bisnis atau perusahaan, sudah pasti terdapat hambatan dan beberapa hal yang membuat proses pemasaran menjadi terganggu. Positioning pada PT. Coca-Cola sudah baik, perusahaan sudah dikatakan mampu memimpin pasar dalam penjualan produk softdrink terutama minuman bersoda. Hanya saja terdapat beberapa pesaing seperti pepsi, mirinda, dan hambatan paling kuat adalah munculnya produk Big Cola dimana produk ini memiliki varian rasa seperti Coca-Cola, Fanta dan Sprite namun dijual dengan harga yang lebih murah, yaitu tiga ribu rupiah per botolnya. PT. Coca-Cola mengatasi hambatan ini dengan mengeluarkan produk baru yaitu Coca-Cola dengan ukuran botol sedikit diperkecil dan dengan harga yang lebih terjangkau agar dapat meredam produk Big Cola. Untuk diferensiasi produk dan pasar, PT. Coca-Cola tidak menemui hambatan yang berarti karena PT. Coca-Cola sudah banyak melakukan inovasi dan diferensiasi pada produk-produknya seperti Coca-Cola biasa dan zero, fanta, sprite lemon dan plong, frestea rasa markisa, apel dan lemon, powerade, minute maid dan ades pada produk air mineral. 2. Positioning dan Diferensiasi Pasar Produk di PT. SidoMuncul a. Penerapan Positioning dan Diferensiasi Pasar Produk di PT. SidoMuncul Pada saat melakukan positioning product maka pemasar berusaha untuk menimbulkan suatu image atau asosiasi pada mental konsumen. Oleh sebab itu pemasar berusaha untuk merancang positioning product sedemikian rupa agar konsumen terkesan dan melakukan pemilihan terhadap produk tersebut pada keputusan pembeliannya. Dalam

51

melakukan positioning product perusahaan harus menyadari bahwa terdapat pengaruh positioning product terhadap brand image. Diposisikannya suatu merk dengan baik akan membuat produk tersebut memiliki posisi menarik yang bersaing dengan didorong oleh asosiasi yang kuat. Asosiasi tersebut tidak hanya ada tetapi memiliki tingkat kekuatan, suatu keterkaitan dalam merk akan menjadi lebih kuat bila didasarkan pada beberapa pengalaman atau keterbukaan dalam mengomunikasikan merk tersebut. Ciri produk dan manfaat dari suatu produk dengan kemasan dengan saluran distribusi merupakan pusat dari brand image. Nama merk, simbol dan slogan merupakan alat positioning yang paling penting. Dalam melakukan product positioning, pemasar juga harus dapat memposisikan merknya agar merk tersebut dapat diterima oleh konsumen. Apabila sudah tercipta asosiasi yang baik terhadap merk maka akan tercipta brand image yang positif. Porter mengemukakan rantai nilai (value chain) sebagai alat utama untuk mengenali keunggulan bersaing potensial. Setiap perusahaan merupakan kumpulan kegiatan yang dilakukan untuk merancang, memproduksi, memasarkan, menyampaikan dan mendukung produknya. Rantai nilai memilah-milahkan sebuah perusahaan menjadi sembilan kegiatan yang relevan secara strategik guna memahami perilaku biaya dalam bisnis dan industri secara spesifik serta sumber-sumber diferensiasi yang ada dan yang potensial. Sembilan kegiatan nilai ini terdiri atas lima kegiatan lima kegiatan primer dan empat kegiatan penunjang. Lima kegiatan primer adalah memasukkan bahan ke dalam bisnis, mengerjakannya, mengirimkannya ke luar, memasarkannya, dan memberikan pelayanan. Kegiatan-kegiatan penunjang terjadi di seluruh kegiatan primer ini. Jadi pemerolehan (procurement) yang merupakan pembelian berbagai masukan untuk tiap-tiap kegiatan primer, hanyalah sebagian saja dari apa yang ditangani oleh bagian pembelian. Positioning produk pada PT. SidoMuncul dianggap sebagai suatu hal yang sangat penting karena di dalam persaingan pasar akan terdapat

52

kompetisi

dengan

segmentasi

yang

sama.

Oleh

karena

itu

PT. SidoMuncul harus pandai dalam memposisikan produk di pasar. Hal ini dilakukan PT. SidoMuncul dengan menentukan target sendiri yang lebih tinggi dari target rata-rata yang ada di pasar sehingga dengan begitu perusahaan sudah pasti dapat mencapai target dengan baik bahkan lebih baik daripada perusahaan kompetitornya. Namun demikian, dalam kancah persaingan tidak bisa semua berjalan dengan sekehendak hati perusahaan. Target mungkin sudah dibuat namun harus disesuaikan dengan keadaan riil di pasar, yaitu meliputi kemampuan membeli konsumen dan segmentasi pasar. Yang dimaksud disini yaitu sebagai contoh walaupun setelah menerapkan segala macam langkah dan rencana yang matang mengenai penjualan dan pemasaran produk dan sudah meraih positioning produk yang baik tidak lantas harus membuat produsen menaikkan harga jual di pasaran sedangkan daya beli masyarakat hanya mampu dengan harga semula yang rendah, sama seperti sebelum perusahaan mendapat positoning yang baik. Sebagai contoh untuk jamu masuk angin yang biasanya hanya dikonsumsi oleh masyarakat tingkat menengah ke bawah, maka kita harus bisa menjual jamu tersebut dengan harga yang normal dan bahkan sama dengan harga dari perusahaan lain namun dengan kualitas yang lebih baik. PT. SidoMuncul selama ini sudah memiliki lebih dari 100 varian produk. Varian produk ini dibuat agar mampu memenuhi kebutuhan pasar akan jamu yang dapat meredakan berbagai macam keluhan. PT. SidoMuncul tetap akan memproduksi varian jamunya selama produk tersebut masih ada yang membutuhkan. Produksi tetap dilakukan namun jumlah produksi tidak sebanyak dulu. Hal ini dilakukan karena perusahaan tidak ingin kehilangan konsumen. Namun selama ini yang dikenali oleh pasar yang paling terkenal yaitu produk tolak angin dan kuku bima saja PT. SidoMuncul juga selalu mengikuti trend, jika trendnya yaitu masyarakat tidak menyukai jamu dengan rasa pahit maka perusahaan

53

membuat jamu yang tidak terasa pahit, sesuai dengan selera masyarakat. Trend ini juga diterapkan dalam bentuk jamu yang diproduksi oleh PT. SidoMuncul. PT. SidoMuncul memiliki varian jamu dalam bentuk serbuk, cair, pil maupun kaplet untuk memanjakan konsumen. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Positioning dan Diferensiasi Pasar Produk di PT. SidoMuncul Hambatan yang ditemui oleh PT. SidoMuncul yaitu adanya pesaing dari perusahaan lain yang berusaha menciptakan produk yang sama namun tentu saja dengan kualitas yang berbeda. Untuk itu perusahaan mengatasi masalah ini dengan lebih memperkuat bidang Research and Development. PT. SidoMuncul memiliki kurang lebih sebanyak 3000 orang karyawan dan 250 diantaranya adalah bidang R&D. Bidang ini mengkaji apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan juga meneliti formula-formula baru yang dapat digunakan untuk menciptakan jamu varian baru yang dapat menarik minat konsumen dan dengan kualitas dan khasiat yang mumpuni. Perusahaan dapat mengetahui apa yang sedang diinginkan oleh konsumen dengan melakukan polling dan sampling tentang produk baru yang belum diluncurkan dan melihat tanggapan mereka mengenai produk tersebut. Selain itu juga dilakukan tanya jawab sekilas mengenai produk-produk PT. SidoMuncul. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat mengetahui bagaimana posisi perusahaan di pasar dan di hati konsumen sehingga dengan begitu perusahaan dapat menganalisis dan segera menentukan langkah yang tepat untuk perusahaan ke depannya agar positioning perusahaan semakin baik. F. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Produk 1. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Produk di PT. Coca-Cola a. Penerapan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Produk di PT. Coca-Cola Variabel yang ada dalam bauran pemasaran sering dikenal dengan 4P yaitu product (Produk), promotion (promosi), price (harga) dan placement (penempatan produk). Keempat variabel tersebut saling

54

berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Penjelasan dari keempat faktor tersebut akan dijelaskan sebagai berikut : 1) Produk (Product) Produk merupakan alat bauran pemasaran yang paling mendasar yang diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi, sehingga dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Produk dari PT. Coca-Cola terbuat dari campuran bahan-bahan yang di mix menjadi suatu minuman yang menyegarkan, yakni terbuat dari sirup coke, gula, CO2 dan konsentrat, dengan bahanbahan produk tersebut diwakili oleh atribut-atribut, yaitu warna yang menarik, rasa yang segar, aroma yang khas, kemasan yang bersih, volume yang diberikan bebas bahan pengawet dan produk dijual dingin. PT. Coca-Cola

memiliki persepsi mutu yang bagus sehingga PT. Coca-Cola mempertahankan dan terus melakukan perbaikan pada kemasan agar terlihat lebih menarik lagi. Terlihat pada positioning yang ada pada kemasan merk yang lebih bervariasi akan dapat membedakan merk Coca-Cola dengan merk minuman ringan lainnya. Yakni dengan membuat varian botol kaca kemasan dari botol, kaleng dan botol plastik dimana setiap botol kemasan memiliki keistimewaan sendiri karena pada botol kaca lebih tahan lama dapat bertahan selama 1 tahun di banding dengan botol kemasan plastik yang hanya dapat bertahan 6 bulan tetapi memiliki berat yang ringan dibanding dengan botol kaca. PT. Coca-Cola juga melakukan perbaikan dalam hal aroma yang khas yaitu dengan meningkatkan diferensiasi aroma agar menjadi lebih khas lagi dan menyesuaikan dengan selera konsumen. Jika hal ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan akan berdampak pada peralihan ke merk minuman ringan lainnya. Peralihan tersebut dapat terjadi sebagai akibat akumulasi ketidakpuasan konsumen, karena

55

harapannya terhadap atribut yang terdapat pada Coca-Cola belum bisa terpenuhi. 2) Harga (Price) Bauran harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan. Dalam hal ini, konsumen masih mempunyai pemikiran harga yang ditawarkan harus sesuai dengan mutu dan volume yang didapat. Untuk itu, pihak PT. Coca-Cola meningkatkan mutunya agar lebih baik lagi dan volume yang sesuai dengan selera konsumen, namun dengan harga yang terjangkau oleh konsumen. Dengan kata lain, PT. Coca-Cola menerapkan strategi penetapan harga berdasarkan persepsi pembeli. Penetapan harga berdasarkan persepsi pembeli ini dimulai dengan memahami keseluruhan nilai suatu produk yang diciptakan bagi pembeli dan menetapkan harga yang dapat menangkap nilai tersebut. Persepsi pembeli dari nilai produk menetapkan batas atas harga. Bila pembeli merasa bahwa harga lebih besar daripada nilai produk, maka mereka tidak akan membelinya. 3) Promosi (Promotion) Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan program pemasaran yang meliputi semua kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan

produknya pada pasar sasaran. Coca-Cola merupakan merk yang sudah dikenal baik oleh responden karena tidak ada seorangpun yang tidak mengenal merk Coca-Cola. Hal menjadi perhatian bagi pihak PT. Coca-Cola karena bisa mempengaruhi proses keputusan pembelian seseorang. Sedangkan konsumen loyal yang merupakan pembeli yang setia, apabila jumlah konsumen yang termasuk pembeli yang setia semakin meningkat maka hal tersebut keuntungan, karena konsumen ini akan merupakan atau

menyarankan

mempromosikan kepada orang lain agar membeli Coca-Cola.

56

Upaya pemasar dalam mempromosikan Coca-Cola pada konsumen juga sangat berperan dalam peningkatan merk Coca-Cola. PT. Coca-Cola telah melakukan promosi yang efektif ke pasar sasaran baik melalui above the line maupun below the line. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai kegiatan promosi yang bertujuan

meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen, dimana promosi ini menjangkau seluruh lapisan. Namun sebaiknya promosi yang dilakukan disesuaikan dengan perilaku dan karakteristik pelanggan. Dengan meningkatnya loyalitas konsumen, maka akan meningkatkan ekuitas merk. 4) Tempat Pemasaran (Placement) Distribusi merupakan unsur bauran pemasaran yang terdiri dari berbagai kegiatan yang dilakukan produsen maupun pemasar untuk mempermudah produknya diperoleh konsumen. Distribusi juga erat kaitannya dengan kesadaran merk. Merk yang mudah ditemui dan ada dimana-mana akan dapat mengambil perhatian konsumen agar dapat meningkatkan kesadaran merk dan mempengaruhi konsumen dalam proses pembeliannya. Oleh karena itu kemudahan memperoleh merk Coca-Cola sangatlah penting menjadi perhatian bagi pihak

PT. Coca-Cola. Ketersediaan Coca-Cola di berbagai tempat dapat mengurangi konsumen untuk mencoba atau berpindah ke minuman ringan merk lainnya. Sebagai ilustrasi apabila konsumen

menginginkan Coca-Cola, tetapi produk tersebut tidak tersedia maka konsumen akan berpindah pada produk lainnya. Daerah pemasaran produk PT. Coca Cola Jawa Tengah meliputi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Madiun. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Produk di PT. Coca-Cola Secara umum PT. Coca-Cola telah melakukan kegiatan

pengembangan bauran pemasaran dengan sangat baik yang terbukti telah mampu menarik pasar yang besar dan bahkan menguasai pangsa pasar,

57

namun kegiatan pengembangan tersebut tentulah tidak selalu berjalan lancar sesuai dengan rencana karena pasti sekecil apapun masih terdapat hambatan. Hambatan yang sering dijumpai oleh manajemen

PT. Coca-Cola adalah fluktuasi permintaan konsumen yang sering terjadi. Pada waktu-waktu tertentu seperti pada saat musim hujan permintaan menurun dan hal tersebut mempengaruhi volume penjualan produk dari PT. Coca-Cola, akibatnya produk yang telah disuplai dalam jumlah yang besar ke banyak wilayah juga terjual dalam waktu yang lama pula. PT. Coca-Cola dengan adanya hambatan tersebut bertindak sangat reaktif dengan mengubah startegi distribusi berdasarkan talking order atau pemesanan terlebih dahulu dalam jumlah tertentu sehingga produk yang disuplai oleh PT. Coca-Cola pada setiap agen penjualnya tidak berlebih atau kurang sehingga akan meminimalkan biaya pemasaran. Solusi yang lain yang dilakukan adalah dengan melakukan forecast atau peramalan permintaan oleh konsumen. Peramalan permintaan ditujukan agar produk yang diproduksi dapat mencukupi permintaan pasar artinya perusahaan berproduksi pada kapasitas dimana semua permintaan terpenuhi tanpa ada kelebihan produk atau kelangkaan. Peramalan dilakukan dengan memperhitungkan semua faktor baik makro seperti kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, inflasi, jumlah pendudu dan faktor mikro seperti pesaing, dan informasi yang pemasok dan distributor. Permalan permintaan juga dapat dilakukan dengan berdasarkan pada data permintaan konsumen di periode yang lalu sebagai acuan untuk menentukan besarnya permintaan di waktu yang akan datang. Peramalan yang tepat akan menjadi salah satu bagian dari strategi pemasaran yang tepat sehingga keuntungan perusahaan dapat dioptimalkan.

58

2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Produk di PT. SidoMuncul a. Penerapan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Produk

di PT. SidoMuncul Bauran pemasaran yang terdapat di PT. SidoMuncul juga telah dikelola dan dikembangkan dengan sangat baik. Semua variabel 4P telah diarahkan untuk mengefisienkan kegiatan pemasaran yaitu minimisasi biaya dan mengoptimalkan keuntungan. Semua kegiatan yang

berhubungan dengan variabel 4P difokuskan dan diterapkan dalam strategi yang jitu. Penerapan strategi pemasaran PT. SidoMuncul dalam keempat variabel dalam bauran pemasaran akan dijelaskan secara rinci sebagai berikut : 1) Produk (Product) PT. SidoMuncul mempunyai berbagai macam produk yang jika digolongkan secara garis besar terdiri dari produk jamu tradisional, jamu komplit, jamu instan, minuman kesehatan, suplemment, kopi instan, dan permen. PT. SidoMuncul memproduksi satu lini produk dengan jumlah sekitar 100 item varian produk, namun produksi difokuskan untuk pembuatan produk jamu. Peningkatan kualitas produk dengan dicapainya sertifikasi CPOTB dan CPOB mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jamu. Selain itu, PT. SidoMuncul tidak hanya terpaku pada pemasaran jamu-jamu tradisional tetapi mengembangkan produkproduk lain seperti minuman kesehatan, food supplemen dan permen. Produknya pun dikembangkan, contohnya jamu tolak angin tidak lagi berbentuk serbuk akan tetapi dikembangkan dalam bentuk sirup manis di dalam kemasan sachet yang memudahkan konsumen untuk mengkonsumsinya. Konsumen tidak perlu lagi menyeduh air hangat untuk meminum tolak angin tapi cukup dengan meminum tolak angin sirup dalam kemasan sachet. Produk ini sangat diterima masyarakat sehingga mampu meraih topbrand setiap tahunnya.

59

2) Harga (Price) PT. SidoMuncul meningkatkan produktivitas dan efisiensi pabrik jamunya sehingga mampu menekan biaya produksi. Biaya produksi yang rendah memudahkan PT. SidoMuncul untuk

memperkuat pricing strategy-nya dengan menetapkan harga yang bersaing dibandingkan dengan produk-produk kompetitornya. Strategi penetapan harga yang dilakukan oleh PT. SidoMuncul tidak jauh berbeda dengan PT. Coca-Cola dimana penetapan harga disesuaikan oleh segmen pasar. Produk yang dijual di pasar modern dimana hampir semua konsumen adalah mereka yang berpendapatan menengah keatas dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan produk yang dijual di pasar tradisional. Sementara produk yang dijual di restoran, hotel dan cafe juga dijual pada harga yang lebih tinggi lagi karena pada segmen pasar tersebut hampir semua konsumen adalah berpendapatan tinggi sehingga jika produk dijual dengan harga berapapun tetap akan laku. 3) Promosi (Promotion) PT. SidoMuncul dalam memasarkan tolak angin menggunakan iklan melalui media massa dan media elektronik. Iklan tolak angin sangat dikenal dengan tagline-nya orang pintar minum tolak angin. Tagline ini diperkuat dengan visual orang-orang yang sukses dan pintar sekaligus cukup terkenal seperti Rhenald Kasali (seorang akademisi dan tokoh pemasaran), Lula Kamal (seorang artis dan dokter), Agnes Monica yang dikenal orang masyarakat sebagai muda berbakat dan memiliki prestasi akademik dan yang terakhir Anggito Abimanyu, seorang akademisi. Selain mengunakan media iklan juga menggunakan strategi

promosi penjualan (Sales Promotion). Salah satu bentuk sales promotion yang dilaksanakan oleh Sido Muncul adalah event sponsorship, antara lain menjadi sposor utama seperti Reality Superstar di Indosiar dan sponsor acara musik Karnaval di SCTV.

60

Sales Promotion lainnya adalah juga menyediakan beberapa stand tolak angin di beberapa Posko Mudik Lebaran. Selain itu, PT. Sido Muncul memfasilitasi para pemudik dengan memberikan pelayanan angkutan gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan pesertanya adalah para penjual jamu. Kegiatan ini secara jangka pendek memang tidak terlalu nampak hasilnya tetapi dalam jangka panjang dapat membentuk loyalitas yang tinggi konsumen. 4) Tempat Pemasaran (Placement) Strategi penempatan produk yang dilakukan oleh

PT. SidoMuncul dalam memasarkan produkya adalah dengan menganut prinsip mendekatkan sedekat mungkin produk-produk dari PT. SidoMuncul pada konsumen. Berdasarkan prinsip tersebut

PT. SidoMuncul mendistribusikan produk-produknya meluas ke semua wilayah pemasaran mulai dari penjualan di kios dan toko-toko kelontong hingga sepermarket dan hotel. Penempatan produk yang sedekat mungkin dengan konsumen bahkan telah diterapkan dengan strategi baru yaitu layanan pesan antar pada pembelian pada jumlah tertentu yang sudah mulai dikembangkan. Penempatan produk PT. SidoMuncul bahkan telah mencapai pasar di luar negeri atau ekspor. Perusahaan PT. SidoMuncul bahkan telah membuat anak perusahaan baru khusus untuk mendistribusikan produk-produk PT. SidoMuncul. Anak PT. SidoMuncul yang melakukan kegiatan distribusi adalah PT. MunculMekar, perusahaan yang melakukan percetakan label dan kemasan PT. MunculPutra dan yang

menyediakan transportasi distribusi adalah PT. MunculArmada. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Produk di PT. SidoMuncul Hambatan yang dialami oleh PT. SidoMuncul dalam

megembangkan bauran pemasarannya adalah sulitnya survei dan identifikasi terhadap kebiasaan konsumsi oleh konsumen. Sebagai contoh masyarakat di Kota Manado mempunyai kebiasaan suka membelanjakan

61

uangnya sehingga walaupun produk mahal namun tetap membeli produk tersebut. sementara itu masyarakat di Jawa cenderung melakukan pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan beli sehingga produk juga lebih sulit terjual. Solusi yang dilakukan perusahaan PT. SidoMuncul adalah dengan menguatkan strategi promosi terutama di wilayah pasar Jawa yaitu dengan pemberian bonus-bonus atau hadiah langsung pada setiap pembelian produk PT. SidoMuncul pada jumlah tertentu. Perusahaan juga memberlakukan sistem reward bagi sales dimana sales akan mendapat bonus jika berhasil menjual produk melebihi target yang telah ditetapkan perusahaan sebelumnya. G. Strategi Produk dan Distribusi Produk 1. Strategi Produk dan Distribusi Produk di PT. Coca-Cola a. Penerapan Strategi Produk dan Distribusi Produk di PT. Coca-Cola PT. Coca-Cola merupakan perusahaan minuman terbesar di dunia. PT. Coca-Cola menjual empat dari lima top minuman non alkohol sedunia, diantaranya: Coca-Cola, Diet coke, Sprite, Fanta dan yang barubaru ini PT. Coca-Cola membuat produk berbahan dasar teh, yaitu Frestea. PT. Coca-Cola mempekerjakan 71.000 orang dilebih dari 200 negara. PT. Coca-Cola kurang lebih memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman. Di PT. Coca-Cola, Customer Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-menerus terhadap produk-produk dari PT. Coca-Cola dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing. Riset membuktikan bahwa 90% konsumen produk dari PT. Coca-Cola lebih menyukai membeli produk dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan bahwa peranan Cold dalam Drink Equipment (peralatan pendingin) penjualan

sangat penting

meningkatkan

pertumbuhan

dan mendorong tingkat keuntungan para pelanggan.

62

Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan PT. Coca-Cola semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia . Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), PT. Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri. PT. Coca-Cola memasarkan dan menjual produk Coca-Cola melalui lebih dari 120 pusat penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia, dan memastikan bahwa produk PT. Coca-Cola selalu tersedia di mana saja, kapan saja. Produk-produk tersebut diangkut oleh truk berukuran besar, kemudian didistribusikan ke pedagang-pedagang eceran dengan kendaraan yang lebih kecil. Saluran penjualan kami terdiri dari Foodstores (supermarket dan mini market di seluruh Indonesia), dan General Trade (outlet tradisional). Dan dengan terbatasnya sumber daya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, sekaligus berkomitmen untuk menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, PT. Coca-Cola juga terdorong untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui Manage Third Party (MTP) model di Indonesia. Sementara melalui saluran (Modern Immediate Consumption) MIC, kami

bekerjasama dengan berbagai hotel, restoran, dan caf ternama untuk memberikan penawaran menarik kepada para konsumen. Satu hal yang perlu diketahui, tim sales PT. Coca-Cola yang sangat besar tak hanya menjual produk-produk kepada para pelanggan tetapi juga memberikan tips dalam menempatkan produk Coca-Cola. Sales supervisor kami juga teratur mengunjungi para pelanggan, memberikan bimbingan, serta menampung masukan yang disampaikan para pelanggan. PT. Coca-Cola juga memiliki program untuk mendukung penjualan dan pemasaran produk-produk, sekaligus untuk meningkatkan kepuasan

63

dan loyalitas konsumen. Strategi pemasaran PT. Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event dan tren yang sedang berlangsung, baik melalui promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, konser, pameran, maupun iklan di berbagai media. Promo PT. Coca-Cola juga memanfaatkan moment tertentu, seperti demam Piala EURO 2004 atau SEA GAMES 2011. Dengan memanfaatkan event berskala nasional dan internasional, PT. Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Strategi Produk dan Distribusi Produk di PT. Coca-Cola Hambatan dari strategi produk ini adalah PT. Coca-Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain. Salah satu cara untuk mengatasi hambatan ini adalah memperbaiki penampilan produk secara berkala sehingga masyarakat tetap tertarik untuk mengkonsumsinya. Hambatan lain dalam strategi produk PT. Coca-Cola adalah banyaknya pesaing-pesaing yang menawarkan produk serupa dengan harga yang relatif lebih murah. Selain itu softdrink tidak mempunyai nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral). Mereka punya kandungan gula lebih tinggi dan mengandung banyak zat adiktif seperti pengawet dan pewarna. Sementara orang suka meminum softdrink dingin setelah makan. Strategi yang dapat dilakukan PT. Coca-Cola diantaranya yaitu merancang harga secara fleksibel untuk mengatasi perubahan dan ketidakpastian. Memperhatikan produk tertentu yang diproduksi dan atau produk yang sering dibeli konsumen, seperti menghasilkan produk soft drink zero sugar yang rendah gula dan aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Sebagai merk yang umurnya sudah lebih dari satu abad, PT. Coca-Cola membutuhkan penyegaran baru. Strategi pemasaran PT. Coca-Cola dinilai kuno, dengan inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar. PT. Coca-Cola

64

saat ini membutuhkan penyegaran baru sehubungan dengan beberapa masalah yang dihadapinya. Salah satunya adalah keterlambatan PT. Coca-Cola menyesuaikan keinginan pasar yang mulai meggemari minuman yang lebih sehat. Permasalahan yang dihadapi PT. Coca-Cola saat ini adalah bertahan di tengah peralihan masyarakat dunia yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi dan beralih ke jenis-jenis lain yang sedang ngetren, seperti teh, jus, minuman olahraga, dan air mineral. Oleh karena itu, salah satu terobosan yang dilakukan oleh PT. Coca-Cola saat ini yaitu dengan menciptakan produk baru yang berasal dari bulir buah asli berupa produk Minute Maid Pulpy yang tersedia dalam rasa jeruk dan mangga. Hambatan dalam distribusi produk di PT. Coca-Cola ini adalah musim, musim penghujan dapat menghambat proses distribusi produk sampai ke tangan konsumen. Selain itu yang menjadi hambatan distribusi produk PT. Coca-Cola adalah kondisi kemacetan di jalan raya. Sehingga dalam mendistribusikannya ke berbagai tempat memerlukan waktu yang cukup lama dan tenaga yang besar. Cara mengatasi untuk menghindari kemacetan di jalan raya adalah dengan melakukan distribusi lebih awal, sehingga distribusi tidak terlambat dan berjalan lancar. Selain itu, dengan diterapkannya sistem talking order untuk beberapa wilayah tertentu menjadikan proses distribusi menjadi semakin cepat dan baik. 2. Strategi Produk dan Distribusi Produk di PT. SidoMuncul a. Penerapan Strategi Produk dan Distribusi Produk di PT. SidoMuncul Strategi produk yang diterapkan oleh PT. SidoMuncul adalah adalah selalu melakukan inovasi-inovasi produk baru, saat ini PT. SidoMuncul mempunyai lebih dari 100 produk yang dipasarkan di masyarakat. Contoh produk PT. SidoMuncul : 1) Kuku Bima (4 macam) 2) Tolak Angin (3 Macam) 3) Permen (2 Macam) 4) Jamu Tradisional (56 macam)

65

5) Jamu Komplit Instan (4 macam) 6) Jamu Komplit (6 macam) 7) Food Suplemen (34 macam) 8) Minuman Kesehatan (17 macam) Masing-masing produk ada yang memiliki varian rasa yang berbeda untuk menambah daya tarik kepada konsumen. Strategi lain adalah PT. SidoMuncul selalu mempertahankan kualitas sehingga pelanggan tidak berpindah ke pesaing, mengemas produk dalam kemasan yang berbeda sehingga memudahkan di dalam membeli secara ecer, dan juga disetiap produk yang dibeli dalam jumlah banyak akan mendapat hadiah yang menarik dari PT. SidoMuncul salah satunya hadiah gelas yang disisipkan diantara produk Tolak Angin. Distribusi produk-produk PT. SidoMuncul terjangkau di seluruh Indonesia di perkotaan maupun di pedesaan maka dari itu distribusi produk PT. SidoMuncul juga menyeluruh hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Saluran distribusi yang dilakukan oleh PT. SidoMuncul adalah menjual di toko obat, apotik, toko kelontong, swalayan, hotel, warung jamu, kasongan, dan toko kecil lainnya. Konsumen dewasa ini sudah sangat pintar dan selektif, mereka akan dengan mudah mencoba hal baru yang menurut mereka aman dan terjamin kualitasnya. Terlebih lagi dalam hal jamu yang memang bersifat tradisional, maka tampilan produk, bentuk kemasan dan kualitas rasa sangat diutamakan oleh para konsumen. Hebatnya lagi, konsumen akan jauh lebih merasa tepat untuk melakukan aksi transaksi, apabila produk tersebut dikemas secara keseluruhan menjadi paket penjualan yang lebih menarik, mulai dari pelayanan hingga rasa nikmat dari produknya tersebut. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Strategi Produk dan Distribusi Produk di PT. SidoMuncul PT. SidoMuncul dalam mendistribusikan hasil produksinya mengalami hambatan yaitu waktu pendistribusian yang tidak tentu karena tergantung pada permintaan konsumen. Hambatan lain dari strategi

66

produk di PT. SidoMuncul adalah tidak semua varian yang dikeluarkan laku dipasaran dan permintaan yang tidak tetap dan fluktuatif. Persaingan industri jamu di Indonesia tumbuh sangat pesat. Karena kini selera masyarakat banyak yang beralih kepada obat-obat tradisional,

menyebabkan permintaan akan produk-produk herbal terus meningkat, sehingga PT. SidoMuncul yang merupakan perusahaan jamu pertama kali di Indonesia menjadi besar dan berkembang dan tidak heran jika saat ini banyak pesaing-pesaing yang mencoba mendirikan perusahaan obat tradisional. Cara untuk mengatasi hambatan tersebut diantaranya PT. SidoMuncul harus terus selalu kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk-produk baru, serta harus terus menerus meningkatkan kualitas produk. Kualitas produk sangat mempengaruhi loyalitas konsumen. Hambatan yang lain dalam distribusi produk adalah susahnya menjangkau daerah-daerah di pelosok Indonesia. Faktor musim dan kondisi jalan raya juga mempengaruhi proses pendistribusian. Kondisi jalan yang jelek dan kemacetan dapat menghambat proses

pendistribusiannya. Cara mengatasi hal ini PT. SidoMuncul menerapkan sistem distribusi awal, sehingga produk yang didistribusikan dapat sampai tepat waktu. H. Strategi Promosi dan Komunikasi Produk 1. Strategi Promosi dan Komunikasi Produk di PT. Coca-Cola a. Penerapan Strategi Promosi dan Komunikasi Produk di PT. Coca-Cola Komunikasi pemasaran merupakan proses produksi dan

penyampaian informasi atau pesan-pesan melalui satu atau lebih saluran kepada masyarakat yang dilakukan secara terus menerus (continue) dan bersifat dua arah dengan tujuan menunjang efektivitas pemasaran suatu produk. Kegiatan usaha tak lagi hanya menciptakan/membuat suatu produk dan menunggu orang untuk melihat lalu tertarik membelinya. Perkembangan jaman menuntut para pengusaha agar bergerak lebih cepat atau minimal sepadan dengan keinginan para target konsumennya. Kesadaran dan kemampuan perusahaan untuk dapat melakukan

67

sosialisasi produk dan menerapkan teknologi yang canggih dalam proses produksinya harus mendapat perhatian yang besar. Suatu perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin agar produk yang dihasilkan dapat dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat. Apalagi suatu perusahaan yang sudah berskala nasional dan berkualitas. Berbagai macam strategi akan dilakukan agar produknya dapat segera dipasarkan dan perusahaan mendapat keuntungan dari hasil penjualan produknya. Untuk itu, dibutuhkan alat promosi yang efektif untuk membidik target dan segmen pasar yang menjadi sasaran. Dalam proses pemasarannya, setiap perusahaan harus mempunyai strategi yang unik sehingga dapat menarik minat konsumen dan menjadi pembeda dari produk kompetitor. PT. Coca-Cola menerapkan strategi komunikasi yang baik dengan konsumennya. Hal ini dapat dilihat ketika ada konsumen yang mengajukan komplain atas produk dari

PT. Coca-Cola maka komplain tersebut langsung ditanggapi dengan cepat. Public Relation beserta tim quality dari PT. Coca-Cola langsung menuju lokasi tempat konsumen dan menangani komplain tersebut. Produk dapat ditarik langsung apabila memang terjadi masalah yang serius. Strategi promosi yang diterapkan oleh PT. Coca-Cola adalah dengan melihat segmentasi pasarnya yaitu yang terfokus pada anak-anak muda terutama yang masih sekolah. Tema yang diambil untuk promosi adalah hal-hal yang ceria, energik, dan hal-hal yang berhubungan dengan semangat kaula muda. PT. Coca-Cola juga mengambil kesempatan untuk melakukan promosi dengan melihat even-even yang sedang booming yang baru dengan menjadi sponsor. Even-even ini dapat berupa even yang berhubungan dengan olahraga, musik, festival, dan lain-lain. PT. Coca-Cola melakukan beberapa trik untuk menggencarkan promosi. Yang pertama yakni dengan mengadakan acara Fanta back to school. Acara ini diadakan di beberapa SMP, SMA, dan SMK yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu diberikan juga kupon-kupon

68

gratis hingga kupon-kupon yang dengan harga dibawah harga asli yang dapat ditukar dengan produk dari PT. Coca-Cola yang lain seperti: Fanta, Sprite, atau Coca-Cola itu sendiri. Tujuan dari hal ini sebenarnya adalah untuk menanamkan pada siswa-siswa ini untuk selalu minum produk dari PT. Coca-Cola. Apalagi didukung oleh kondisi mental anak remaja yang masih labil dan cukup dengan mudah dipengaruhi, mereka mempunyai kecenderungan untuk ikut-ikutan teman yang lain. PT. Coca-Cola juga menjalin kerjasama dengan Axis untuk membantu promosi ini. PT. Coca-Cola menyediakan hadiah langsung minum gratis, laptop, pulsa, tas, dan hadiah lainnya yang terdapat pada tutup botol. Dengan begitu para konsumen ini akan termotivasi untuk terus membeli produk agar mendapat hadiah tersebut. Salah satu strategi promosi dari PT. Coca-Cola yang lain adalah dengan bersedia untuk menjadi sponsor dalam sebuah even tertentu. Ketika suatu perusahaan mudah untuk menjalin sebuah kerjasama maka citra perusahaan pun akan semakin baik dimata masyarakat. Kerjasama yang terjalin yaitu dengan membuat semacam kesepakatan dapat membuka stand pada acara tersebut yang menjual produk dari PT. Coca-Cola. Hasil penjualan ini dapat dibagi oleh perusahaan dan panitia acara sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

PT. Coca-Cola selalu berusaha untuk mendekatkan diri dengan konsumennya. Dengan memahami apa yang dirasakan konsumen diharapkan produk dari PT. Coca-Cola sendiri tertanam dalam benak masyarakat bahwa hanya PT. Coca-Cola yang bisa memberika pelayanan yang baik untuk para konsumennya. Dalam hal ini Public Relation memang sangat berperan penting dalam menanamkan kepercayaan pada konsumen terhadap produk/jasa yang dihasilkan perusahaan. Public Relation melakukan hal-hal yang sekiranya bisa memberikan rangsangan kepada pembeli dan kepuasan konsumen melalui komunikasi yang akurat, dapat dipercaya dan menarik minat khusunya dari perusahaan yang memenuhi kebutuhanm keinginan, kehendak dan perhatian

69

konsumen. Pada intinya memang Public Relation sangat penting dan sangat berpengaruh pada produk yang akan dipasarkan/ dipromosikan. b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Strategi Promosi dan Komunikasi Produk di PT. Coca-Cola Dalam strategi promosi dan komunikasi yang diterapkan, PT. Coca-Cola tidak memiliki hambatan yang begitu serius. Hal ini dikarenakan pemasaran yang dilakukan PT. Coca-Cola sendiri sudah terstruktur dengan baik. Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam promosi dan komunikasi pada PT. Coca-Cola baru-baru ini adalah munculnya produk pesaing Big Cola yang cukup mengkhawatirkan. Produk pesaing ini bisa dibilang produk yang masih sangat baru yang hadir dengan tampilan yang hamper sama yang ditambah dengan harga yang lebih murah. Pada beberapa waktu permintaan akan produk PT. Coca-Cola khususnya Coca-Cola dan fanta mengalami penurunan, maka untuk menangani masalah tersebut pihak perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan harga. Strategi ini diambil dengan maksud agar konsumen PT. Coca-Cola tidak beralih untuk mengkonsumsi Big Cola. Baru ketika kondisi kembali normal, harga dapat tumbuh normal kembali. Selain itu PT. Coca-Cola juga menambah varian dari produk sebelumnya mulai dari rasa, ukuran kaitannya dengan harga, dan lain-lain. PT. Coca-Cola juga harus cekatan dalam menghadapi pesaing yang sekiranya dapat mengurangi permintaan produk dengan lebih gencar untuk mengiklankan di berbagai media promosi. Bisa melalui televisi, media cetak, memasang reklame dan aktif dalam berbagai even-even dengan konsep anak muda atau remaja. Hambatan berikutnya adalah ketika di masyarakat berkembang adanya isu bahwa produk Coca-Cola tidak baik apabila dikonsumsi terus menerus, tidak baik untuk anak-anak, dengan berbagai alasan. Produk dari PT. Coca-Cola tidak cocok untuk dikonsumsi anak-anak, rasa manisnya memicu diabetes, dan isu-isu yang buruk lainnya. Untuk itu melalui Public Relation perusahaan berusaha melakukan sosialisasi

70

dengan mengenalkan Smart Fact dimana disitu akan dijelaskan mengenai kebenaran yang sesungguhnya dari isu-isu tersebut. 2. Strategi Promosi dan Komunikasi Produk di PT. Sido Muncul a. Penerapan Strategi Promosi dan Komunikasi Produk di PT. Sido Muncul Dewasa ini istilah jamu tidak asing lagi terdengar ditelinga masyarakat khusunya Indonesia. Hal ini berbeda dengan jaman dulu yaitu ketika jamu dianggap hal yang kuno. Jamu identik dengan ketradisionalan sehingga kurang diminati oleh anak muda. Hal ini menjadi tantangan bagi PT. SidoMuncul untuk mencari strategi promosi yang tepat untuk mengembangkan produk jamu ini. Seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi sangat pesat, lalu didukung juga oleh daya kreativitas manusia yang semakin meningkat maka dibuatlah varian dari produk jamu PT. SidoMuncul. Hal ini merupakan salah satu strategi yang diterapkan PT. SidoMuncul untuk dapat memperkenalkan produk jamu disemua kalangan. Contohnya saja anak sehat sukses dipasaran dan digemari oleh anak-anak. Untuk remaja dikeluarkan produk Kukubima dengan berbagai varian rasa. produk Tolak Angin kini juga hadir dengan berbagai jenis. PT. SidoMuncul sangat menjunjung tinggi ketradisionalannya, hal ini terlihat pada proses penyortiran bahan baku yang dilakukan secara manual. Untuk proses pengemasannya pun PT. SidoMuncul juga melakukannya secara manual. Dengan begitu PT. SidoMuncul dapat membantu untuk menghidupi ribuan kepala keluarga dengan memberi sumber penghasilan. Hal ini juga merupakan salah satu strategi promosi PT. SidoMuncul yakni dengan tetap mempertahankan nilai tradisional suatu produk. Strategi promosi untuk periklanan yang diterapkan oleh

PT. SidoMuncul yaitu dengan mengangkat tema kebudayaan. Dari sini akan terbentuk citra perusahaan bahwa PT. SidoMuncul merupakan satu-satunya perusahaan yang bangga dengan kekayaan budaya Indonesia. Dengan memilih artis-artis yang memiliki kepedulian yang

71

tinggi terhadap kebudayaan Indonesia seperti untuk Kukubima dipilih artis Doni Kusuma, Ade Rai, Bambang Pamungkas, Mbah Maridjan, Denada, Rieke Diah Pitaloka dan lain-lain. Lalu untuk produk Tolak Angin dipilih Agnes Monica sebagai brand ambassadornya. Dari sini dapat dilihat bahwa PT. SidoMuncul ingin memperkenalkan bahwa produk mereka merupakan produk yang pantas dibanggakan karena menjunjung tinggi budaya dan terkenal dengan slogannya orang pintar minum tolak angin. Jika dilihat orang-orang yang dijadikan brand ambassador produk PT. SidoMuncul berasal dari berbagai kalangan. Disini dapat disimpulkan bahwa produk PT. SidoMuncul cocok untuk dikonsumsi semua kalangan, dari kalangan tingkat bawah, menengah hingga atas. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua pun cocok untuk mengkonsumsinya. Strategi periklanan lain yang diangkat oleh PT. SidoMuncul yaitu dengan menampilkan testimoni dari para konsumen yang ada di berbagai negara. Hal ini dimaksudkan untuk memberi tahu kepada konsumen dalam negeri bahwa produk dari PT. SidoMuncul juga dual diluar negeri. Dengan begitu dapat memacu rasa bangga jika kita mengkonsumsi produk PT. SidoMuncul. Selain itu, PT. SidoMuncul juga aktif dalam mendukung kegiatan sosial dan pelestarian kebudayaan yang ada di Indonesia agar tidak diambil oleh negara lain. Pasar sasaran PT. SidoMuncul pada awalnya hanya pasar dalam negeri saja namun kini mulai merambah pasar internasional dengan mengekspor beberapa produknya yaitu Tolak Angin dan susu jahe di beberapa negara antara lain Arab Saudi, Hong Kong, Malaysia, Washington DC, Australia, dan lain-lain. Untuk masalah rasa tidak perlu diragukan lagi, karena PT. SidoMuncul memahami kondisi konsumennya yaitu menyesuaikan rasa dengan lidah konsumennya. Rasa untuk produk yang dipasarkan dalam negeri berbeda dengan rasa untukn produk yang akan diekspor.

72

b. Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan Strategi Promosi dan Komunikasi Produk di PT. SidoMuncul Dalam melakukan pemasaran sebuah perusahaan tidak lepas dari adanya suatu hambatan pemasaran. Hambatan yang dihadapi oleh PT. SidoMuncul dalam hal promosi produk adalah mungkin pada awal perkembangan perusahaan ini. Dimana pada waktu itu produk seperti jamu belum begitu popular dan belum memiliki banyak peminat. Untuk itu PT. SidoMuncul pada tahap awal ini cukup bekerja keras dalam hal promosi untuk memperkenalkan produk jamu mereka yang belum begitu dikenal oleh masyarakat dan belum mendapat brand /nama yang bagus di kalangan masyarakat. Setelah beberapa tahun berlalu hingga saat ini, kita bisa Melihat kejayaan perusahaan pada masa sekarang tentunya hal tersebut tidak diraih dengan mudah. Perlu ada komitmen dan mental yang kuat dari para pemimpin perusahaan PT. SidoMuncul dimana sekarang dapat bertahan hingga mencapai titik kesuksesan sebesar ini. Hambatan PT. SidoMuncul berikutnya adalah adanya pola pikir atau mindset masyarakat yang pada umumnya itu menganggap bahwa proses produksi jamu itu bisa dibilang tidak bersih atau tidak higienis. Untuk itu untuk menanggulangi masalah tersebut PT. SidoMuncul dalam promosi lewat media periklanannya menyertakan pula mengenai proses produksinya yang bersih dan higienis. Hal ini dilakukan untuk menanamkan suatu pemahaman dalam benak masyarakat bahwa produk jamu dari PT. SidoMuncul proses produksinya memang terjamin kebersihannya. Dan juga ditampilkan pula berbagai macam jenis laboratorium yang ada di PT. SidoMuncul yang berguna untuk tahap pengujian produk, kemudian PT. SidoMuncul juga mengalami hambatan dibidang ketenagakerjaan. Dimana pada suatu ketika PT. SidoMuncul mengalami penurunan jumlah karyawan. Karyawan yang keluar ini biasanya karena alasan diterima sebagai pegawai negeri. Hingga saat ini persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa pegawai negeri

73

memiliki gaji yang pasti dan masa depan yang cerah, sehingga banyak dari keryawan yang memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Dengan berkurangnya karyawan ini maka tenaga untuk promosi juga berkurang. Semua karyawan yang bekerja pada PT. SidoMuncul dianggap sebagai orang yang akan mempromosikan perusahaannya sendiri. Sehingga ketika karyawan PT. SidoMuncul banyak yang keluar, perusahaan akan kehilangan agen promosi. Untuk itu solusi yang diambil yakni PT. SidoMuncul membuka perekrutan karyawan secara besar-besaran untuk menyerap tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan. Karyawan baru ini akan mendapat pelatihan dimana mereka akan dibentuk sesuai dengan kepribadian PT. SidoMuncul. Perilaku karyawan akan

mencerminkan citra dari sebuah perusahaan sehingga PT. SidoMuncul memiliki standard tertentu untuk memilih sebuah karyawan. Untuk mempertahankan karyawan yang telah diterima perusahaan memberikan tunjangan-tunjangan untuk mensejahterakan karyawannya.