Anda di halaman 1dari 1

PERMASALAHAN UJIAN NASIONAL Dari tahun ke tahun pasti ada permasalahan dalam penyelenggaraan ujian nasional baik ujian

untuk SMA/sederajat, SMP/sederajat, SD/sederajat. Permasalahan yang paling mendasar untuk tahun ajaran 2013 adalah jumlah paket yang sangat banyak yaitu 20 paket, hal ini menjadi beban tersendiri bagi siswa karena harus belajar ekstra dengan soal yang berbeda dengan teman-temannya, cukup banyak instansi yang menginginkan revisi ujian nasional salah satunya adalah LBH (Lembaga Bantuan Hukum), seperti yang dilansir dari berita online Kompas, LBH Jakarta menyatakan bahwa pemerintah justru dengan gamblang mengajarkan kepada masyarakat untuk mengabaikan dan melawan hukum atas putusan tentang UN yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 228/PDT.G/2006/PN.JKT.PST tertanggal 21 Mei 2007, menyebutkan dalam empat poin, yang intinya adalah Menyatakan Presiden, Wakil Presiden, Mendiknas (Mendikbud), dan Ketua Badan Standar Nasional pendidikan lalai dalam memenuhi hak asasi manusia, terutama hak atas pendidikan dan hak-hak anak dan memerintahkan kepada mereka untuk memperbaiki sarana prasarana, peningkatan kualitas guru, dan akses informasi ke daerah sebelum ujian nasional dilaksanakan. mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi gangguan psikologis dan mental peserta didik dalam usia anak akibat penyelenggaraan ujian nasional meninjau ulang sistem pendidikan nasional. Namun di sisi lain ada juga pihak yang tetap mendukung ujian nasional, salah satunya Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa ujian nasional (UN) yang diselenggarakan dari tahun ke tahun masih relevan untuk tetap dipertahankan. Pasalnya, menurut Nasaruddin,

penghapusan UN berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa. Berikut pernyataan beliau "Bakal terjadi keadaan tidak bersatu padu, terpecah belah, hilang keutuhan atau persatuan. Karena itu, UN perlu dipertahankan,". Jadi jika ujian nasional di Indonesia dihapuskan maka di setiap daerah akan menggunakan ujian sendiri, sehingga akan terjadi pembeda disetiap daerah, misalnya kota A membuat soal yang lebih mudah dibanding kota B maka akan ada kecemburuan dari kota B terhadap Kota A, dan begitulah selanjutnya. Kondisi psikologis siswa ketika menghadapi ujian 20 paket itu sangat berpengaruh yaitu ketakutan dalam menghadapi UAN, kecemasan dan penyakit yang mudah menyerang mereka contohnya seperti pusing akibat harus belajar ekstra untuk menghadapi soal-soal ujianujar Siti Maesaroh mahasiswa Jurusan Psikologi UM, Siti Saidatul Badriah, siswi salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Blitar juga menyatakan bahwa merasa tertekan dengan adanya 20 paket soal, dan khawatir terjadi kerusakan saat memisahkan LJK dengan lembar soal. Selain itu, pengawasan yang terlalu ketat membuat tidak rileks dalam mengerjakan soal, pelaksanaan UN yang masih banyak mengalami masalah seperti kebocoran soal dan beredar kunci jawaban menjadikan UN tidak benar-benar asli dari siswa, pernyataan dari salah satu Kepala Sekolah Menengah Atas di Blitar menyatakan, Secara nasional UAN bisa dikatakan amburadul, namun menurut beliau UN harus tetap dilaksanakan.Mengenai berbagai usulan penghapusan ujian nasional beliau berpendapat bahwa sebenarnya UN memiliki manfaat yang belum dipublikasikan, salah satunya adalah meningkatkan mutu pendidikan.Jadi secara umum responden masih kurang menerima penerpan dari ujian nasional karena

masih banyak permasalahan yang terjadi, semoga saja Pemerinah secepatnya bisa merevisi UN menjadi lebih baik dan bisa diterima oleh kalangan masyarakat terutama siswa sekolah yang akan menghadapi ujian