PROGRAM UPAYA PENINGKATAN GIZI PUSKESMAS BANJARBARU UTARA

Oleh : I1A005082 Felynawati Ana Khairina I1A006031 I1A006056

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM BANJARBARU Juli, 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Puskesmas merupakan organisasi kesehatan fungsional yang menjadi pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya. Peranan Puskesmas sangat strategis, karena puskesmas berada pada tingkat terdekat dengan tempat di mana masalah yang menyangkut kesehatan itu terjadi. Sehingga kemampuan untuk mendeteksi adanya masalah serta kemampuan untuk menganalisa besarnya masalah akan menentukan keberhasilan upaya

pemecahannya. Masalah pada derajat yang tidak terlalu besar dimana masih dalam lingkup jangkauan kemampuan puskesmas maka masalah tersebut dapat cepat ditangani. Untuk menjalankan peran tersebut, Puskesmas memiliki program pokok yang akan dilakukan. Salah satu program pokok Puskesms Banjarbaru Utara adalah Program Gizi. Program Perbaikan Gizi Masyarakat adalah salah satu program pokok Puskesmas yaitu program kegiatan yang meliputi peningkatan pendidikan gizi, penanggulangan Kurang Energi Protein, Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kekurangan Yaodium (GAKY), Kurang Vitamin A, Keadaan zat gizi lebih, Peningkatan Survailans Gizi, dan Perberdayaan Usaha Perbaikan

Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Secara umum di Indonesia terdapat dua masalah gizi utama yaitu kurang gizi makro dan kurang gizi mikro. diperlukan upaya pencegahan dan penanggulangan secara terpadu di setiap pelayanan kesehatan dan memerlukan keterlibatan berbagai sektor dengan melakukan koordinasi antar sektor termasuk dengan masyarakat. Kegiatan-kegiatan program ini ada yang dilakukan harian. Masalah gizi makro adalah masalah gizi yang utamanya disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan asupan energi dan protein. Masalah gizi disamping merupakan sindroma kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga juga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat. Untuk mengantisipasi masalah diatas. . bulanan. Kurang gizi makro pada dasarnya merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan asupan energi dan protein. Kegiatan program Perbaikan Gizi Masyarakat dapat dilakukan dalam maupun di luar gedung Puskesmas. Kekurangan zat gizi makro umumnya disertai dengan kekurangan zat gizi mikro.Gizi Keluarga/Masyarakat. smesteran (6 bulan sekali) dan tahun ( setahun sekali) serta beberapa kegiatan investigasi dan intervensi yang dilakukan setiap saat jika ditemukan masalah gizi misalnya ditemukan adanya kasus gizi buruk.

1.2. . terutama pada anak balita dan wanita. Tujuan Program gizi bertujuan untuk menurunkan angka penyakit gizi kurang yang umumnya banyak diderita oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

1. Tujuan kegiatan ini adalah terjadinya proses perubahan pengertian. Untuk mendukung kegiatan ini. Pelayanan gizi melalui Posyandu Adapun kegiatan pelayanan gizi yang dipadukan di Posyandu adalah : pemantauan pertumbuhan melalui penimbangan balita.BAB II ISI 2. penyuluhan gizi dan pemberian makanan tambahan. b). pemberian oralit. c). akan menggalakkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Peningkatan pemenfaatan tanaman pekarangan Salah satu kegiatan pelayanan gizi di Posyandu adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak balita. Pokok-Pokok Program Perbaikan Gizi Program perbaikan gizi meliputi usaha-usaha sebagai berikut : 1  Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) adalah kegiatan masyarakat untuk melembagakan upaya peningkatan gizi dalam tiap keluarga di Indonesia. Kegiatan-kegiatan UPGK meliputi : a). Penyuluhan gizi masyarakat. suplementasi pil zat besi. suplementasi vitamin A. sikap dan perilaku yang lebih sehat mengenai kegunaan dan pemanfaatan pelayanan gizi yang tersedia di masyarakat. .

Sekolah.000 IU) (b). dapat melakukan supervisi kegiatan UPGI ke Rumah Sakit. asam folat. Peran tenaga Puskesmas dalam UPGI adalah membimbing dan membina pengelola/kader di institusi dalam melakukan kegiaatan pelayanan gizi berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan. Asrama Haji atau Lembaga Pemasyarakatan di wilayahnya. Suplementasi vitamin A melalui (a). Usaha perbaikan gizi institusi (UPGI) UPGI adalah salah satu program pokok perbaikan gizi yang bertujuan untuk mendorong agar berbagai institusi pemerintah dan swasta memberikan perhatian lebih besar dalam peningktan keadaan gizi warganya. vitamin B12) tanpa .  Pencegahan & penanggulangan kekurangan vitamin A Prinsip dasar penggulangan kekurangan vitamin A di Indonesia adalah menyediakan vitamin A yang cukup untuk tubuh melalui 2 cara yaitu : Penyuluhan untuk meningkatkan konsumsi vitamin A alami. Perusahaan. Tenaga Puskesmas bersama sektor terkait. Cara langsung : distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi (200. Panti. Cara tidak langsung : fortifikasi (penambahan) vitamin A pada bahan makanan  Pencegahan dan penanggulangan anemia gizi Anemia gizi adalah keadaan dimana kadar Hb lebih rendah dari normal akibat kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan darah (misal : zat besi.

Pendidikan dan penyuluhan (b). Kegiatan yang dilakukan meliputi : Sistem Isyarat Dini Dan Intervensi (SIDI) / pemantauan wilayah setempat bidang pangan dan gizi Sistem Informasi Pangan dan Gizi (SIPG) Pemantauan Status Gizi (PSG) Pemantauan Program Gizi (PPG)  Perbaikan makanan bayi dan anak Program ini bertujuan melestarikan dan meningkatkan kebiasaan menyusui bayi / anak umur 0 – 24 bulan serta memperbaiki kebiasaan pemberian MPASI.memandang penyebab kekurangan darah tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi : Pencegahan dan penanggulangan anemia besi dikaitakan dengan kegiatan UPGK dalam bentuk pemberian tablet besi bagi bumilbusu  Penggalakan konsumsi bahan pangan alami sumber zat besi Sistem kewaspadaan pangan dan gizi Program ini bertujuan meningkatkan konsumsi pangan dan gizi serta mencegah timbulnya konsumsi pangan. Kegiatannya meliputi : Peningkatan penggunaan ASI melalui : (a). Peningkatan pelayanan masyarakat (c). Perundang-undangan .

Penelitian dan monitoring Perbaikan MP-ASI / makanan balita (a).(d). Pendidikan dan penyuluhan (c). . Perbaikan makanan bumil-busu Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan para ibu melalui penyuluhan. pemantauan dan penerapan teknologi tepat guna secara terpadu dengan kegiatan perbaikan pemberian makanan bayi dan anak. Pengkajian tentang perilaku masyarakan tentang pemberian MP-ASI (b). Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk memproduksi MP.ASI yang murah dan tersedia di tempat. Monitoring dan evaluasi (d).

000 IU untuk balita usia 1-5 tahun = 90%  Kapsul vitamin A 200.000 IU untuk bayi usia 6-11 bulan = 90%  Kapsul vitamin A (merah) 200.2.2. Hasil Program Perbaikan Gizi Puskesmas S.Parman Banjarmasin Tahun 2010 Target-Target program gizi tahun 2010 yaitu :  Target Penimbangan Balita di Posyandu  Liputan Program (K/S)  Tingkat Partisipasi Masyarakat (D/S)  Tingkat Kelangsungan Penimbangan (D/K)  Hasil Penimbangan (N/D)  Hasil Pencapaian Program (N/S)  Target Pemberian Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi  Kapsul vitamin A (biru) 100.000 IU juga diberikan kepada bufas = 80%  Target Keluarga Mandiri Sadar Gizi (KADARZI)  Target cakupan program 80% dari keluarga sasaran  Target Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe)  Fe 1 = 90%  Fe 3 = 90% Fe 1 = jumlah bumil yang mengkonsumsi 30 tablet tambah darah selama hamil Fe 3 = jumlah bumil yang mengkonsumsi 90 tablet tambah darah selama hamil : 100% : 80% : 80% : 80% : 70% .

 Target Pemantauan Konsumsi Gizi (PKG)  Untuk mengetahui gambaran tingkat konsumsi gizi (energy dan protein) Energi = 2150 kalori/orang/hari Protein = 50 gr/orang/hari PPH (pola pangan harian) = 75  Target Balita BGM yang datang ke posyandu BGM/D = < 5%  MP-ASI pada bayi BGM dari Gakin= 100%  Balita Gizi buruk mendapat perawatan = 100%  Bayi yang mendapat ASI eksklusif= 80%  Desa dengan garam beryodium baik= 90%  Kelurahan mengalami KLB yang ditangani < 24 jam = 100%  Kecamatan bebas rawan gizi= 80% .

Strategi Pemberdayaan keluarga mandiri sadar gizi PEMETAAN KADARZI IDENTIFIKASI MASALAH PERILAKU GIZI IDENTIFIKASI POTENSI KELUARGA RENCANA TINDAKLANJUT PETUGAS PEMBINAAN BISA DISELESAIKAN KELUARGA RUJUK KE PETUGAS KESEHATAN TIDAK BISA DISELESAIKAN KELUARGA KONSELING SESUAI TEMUAN MASALAH RUJUK KE SEKTOR LAIN ADA MASALAH KSEHATAN DAN MASALAH LAINNYA .

Parman tahun 2010 25 20 15 KK yang diamati KK yang frekwensi makan 2 x sehari KK yang pangan dimasak berkurang 10 5 0 Tabel Pengamatan pola konsumsi pangan masyarakat program surveilans gizi wilayah kerja puskesmas S. Parman tahun 2010 NO Bulan KK Yang Diamati 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 KK yang frekwensi makan 2 x sehari 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 KK yang pangan dimasak berkurang 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Febuari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember .Pengamatan pola konsumsi pangan masyarakat program surveilans gizi wilayah kerja puskesmas S.

5 0 JAN FEB MAR APR MEI JUN BALITA BAYI JUL AGS SEP OKT Tabel pemberian vit A pada campak dan diare puskesmas S parman tahun 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 BULAN Januari Febuari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Balita 3 2 2 4 3 5 3 0 1 2 Bayi 0 0 3 1 0 3 1 2 0 0 .Grafik pemberian vit A pada campak dan diare puskesmas S parman tahun 2010 5 4.5 1 0.5 4 3.5 3 2.5 2 1.

Parman 2010 .Tabel. Status Gizi Menurut Imt Pada Pasien Konsultasi Gizi Puskesmas S. Grafik Status Gizi Menurut Imt Pada Pasien Konsultasi Gizi Puskesmas S.Parman 2010 BULAN Kurus JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER 2 7 2 5 1 1 3 3 2 3 4 2 STATUS GIZI Normal Gemuk 9 2 20 1 17 2 16 4 19 2 14 1 14 2 12 7 16 2 13 1 8 1 4 1 25 20 15 Kurus 10 5 0 Normal Gemuk Gambar.

ibu hamil.Tabel. Grafik Status gizi balita. Parman tahun 2010 . Status giz balita. dan ibu menyusui surveilans gizi wilayah kerja puskesmas s. ibu hamil. Parman tahun 2010 BULAN JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER Bayi dan Balita BGM 31 31 30 33 36 38 41 41 41 43 41 29 Bayi dan Balita Gizi Buruk 7 11 14 13 13 11 6 6 6 6 6 7 Ibu Hamil KEK 1 2 4 5 1 0 0 0 0 0 0 4 Ibu Nifas KEK 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Bayi dan Balita BGM Bayi dan Balita Gizi Buruk Ibu Hamil KEK Ibu Nifas KEK Gambar. dan ibu menyusui surveilans gizi wilayah kerja puskesmas s.

Tabel. Parman tahun 2010 . Parman tahun 2010 BULAN JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER D/S 62 52 65 70 70 63 68 65 68 68 68 68 N/D 92 95 92 91 90 91 93 93 95 95 92 91 N/S 51 45 48 58 52 50 57 52 56 57 58 58 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 D/S N/D N/S Gambar. Pencapaian penimbangan balita di puskesmas dan posyandu program serveilans gizi wilayah kerja puskesmas s. Grafik Pencapaian penimbangan balita di puskesmas dan posyandu program serveilans gizi wilayah kerja puskesmas s.

MP ASI Bayi BGM dari Gakin 10. Pemberian tablet besi (90 tablet) pada bumil (96. CAKUPAN Berdasarkan data diatas didapatkan upaya kegiatan perbaikan gizi masyarakat yang tidak mencapai target yaitu: Bayi mendapat ASI eksklusif (30%). N/D Hasil Penimbangan 9. D/K Tingkat Kelangsungan Penimbangan (78. D/K Tingkat Kelangsungan Penimbangan 8. N/S Hasil Pencapaian Program (67. Pemberian tablet besi (30 tablet) pada bumil 3. Balita Gizi buruk mendapat perawatan 11.16 100 67. Hasil pelaksanaan program Perbaikan Gizi Masyarakat NO. N/S Hasil Pencapaian Program 7.99 117. Pemberian tablet besi (90 tablet) pada bumil 4. Balita Bawah Garis Merah (12%). D/S Partisipasi Masyarakat (90.58 100 100 12 0 30 55.Tabel 3. Balita Bawah Garis Merah 12.61 78.67%\ . D/S Partisipasi Masyarakat 5. yaitu 55.99%).31%). Kecamatan bebas rawan Gizi Bayi mendapat ASI eksklusif SATUAN TARGET SASARAN REALISASI PENCAPAIAN PERSEN (%) A. Kecamatan bebas rawan Gizi (0%).16%). K/S Liputan Program 6. Anak 1006 1096 108 Bumil Bumil Balita Balita Balita Balita Balita Anak Anak Anak Anak Bayi 305 305 1524 1905 1333 1524 1524 6 7 <286 1524 122 312 275 1278 1905 1053 1278 1792 6 7 35 0 37 102 96.75 B.000 SI) pada Balita 2 kali/tahun 2.61%).31 90. Sehingga cakupan program perbaikan gizi menjadi rendah. Pemberian capsul vitamin A (dosis 200. VARIABEL KEGIATAN UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat 1.4.

Parman Banjarnasin tahun 2011 Rencana program peningkatan gizi yang dilaksanakan di Puskesmas S. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas dan di Kelurahan Pasar Lama dan antasarn Besar. Sasaran kegiatan yaitu Balita gizi kurang dan balita gizi buruk. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. ibu hamil dan ibu nifas yang datang ke posyandu. Sasarn kegiatan yaitu balita sakit dan sehat yang datang ke puskesmas serta balita. Monitoring status gizi balita. Penimbangan Balita Program dilakukan setiap hari. Rencana program peningkatan gizi Puskesmas S. Monitoring Balita gizi kurang dan balita gizi buruk Program dilakukan 2 kali dalam sebulan per balita. Menilai status gizi balita menurut WHO-NCHS.Parman Banjarnasin tahun 2011 antara lain : 1.3. 3.2. Target proram yaitu sebanyak 100% sasarn Lokasi pelaksanaan dilakukan di puskesmas. ibu nifas Program dilakukan setiap hari. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Lokasi pelaksanaan dilakukan di puskesmas dan semua posyandu di kelurahan Antasan Besar dan Pasar Lama. 2. Rincian kegiatan yaitu : Pemberian vitamin suplemen nafsu makan . BB dan LILA bumil. BB dan LILA bufas. ibu hamil. Rincian kegiatan yaitu : Pemantauan BB dan TB Balita. bumil dan bufas. Sasaran kegiatan yaitu balita sakit dan sehat yang datang ke puskesmas.

Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas dan di Kelurahan Pasar Lama dan antasarn Besar. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas dan di Kelurahan Pasar Lama dan antasarn Besar. biskuit kacang hijau. bubur dll sesuai kebutuhan balita. Untuk balita gizi buruk Program dilakukan 2 kali dalam sebulan per balita.- Konseling Evaluasi 4. Lokasi kegiatan yaitu di . Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Pemberian makanan tambahan (PMT) a. Untuk ibu hamil KEK Program dilakukan 2 kali dalam sebulan per bumil. Sasaran kegiatan yaitu Ibu hamil gaskin dengan status gizi KEK. Sasaran kegiatan yaitu ibu hamil KEK dan ibu nifas KEK. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. b. Sasaran kegiatan yaitu Balita Gaskin dengan status gizi buruk. Monitoring ibu hamil KEK dan ibu nifas KEK Program dilakukan 2 kali dalam sebulan per bumil dan bufas. Rincian kegiatan yaitu : Pemberian tablet besi (Fe) Konseling Evaluasi 5. Rincian kegiatan yaitu setiap 15 HMA diberikan paket PMT berupa susu. telur.

Rincian kegiatan yaitu: Memantau menu makanan PMT yang diberikan untuk balita Memantau pelaksanaan PMT posyandu 9. Penyuluhan dilaksanakan setelah kegiatan posyandu selesai. Sasaran kegiatan yaitu ibu-ibu. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran.Puskesmas dan di Kelurahan Pasar Lama dan antasarn Besar. Sasaran kegiatan yaitu posyandu yang mendapatkan dana PMT pemulihan. Rincian kegiatan yaitu setiap 15 HMI diberikan paket PMT berupa susu bumil sesuai kebutuhan bumil. PenyuluhanGizi Program dilakukan dilakukan 12x/tahun. 7. Monitoring PMT Pemulihan di posyandu Program dilakukan dilakukan 12 kali per tahun. Lokasi kegiatan yaitu semua posyandu di Kelurahan Pasar Lama dan antasan Besar. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. 8. busu dan masyarakat sekitar posyandu. bumil. calcidiol. Distribusi obat vitamin. Sasaran kegiatan yaitu balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. bufas. apyalis dan xanvit Program dilakukan dilakukan setiap hari. 6. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas dan di Kelurahan Pasar Lama dan antasan Besar. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas dan semua posyandu di Kelurahan Pasar Lama dan antasan Besar. Pengamatan Penyakit terbanyak yang diderita balita . Rincian kegiatan yaitu balita yang gizi kurang dan gizi buruk di data dan kemudian diberi vitamin.

Konsultasi gizi Program dilakukan dilakukan setiap hari. Pemberian paket pertolongan gizi a. Rincian kegiatan yaitu: Bagian BP umum. posyandu. Target program yaitu bayi sebanyak 90% dan anak balita sebanyak 80%. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas. Rincian kegiatan yaitu mendata penyakit terbanyak yang diderita balita. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. 10. Rincian kegiatan yaitu: Kapsul vitamin A dosis tinggi biru untuk umur 5-11 tahun Kapsul vitamin A dosis tinggi merah untuk anak balita umur 1-5 tahun. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas. dan murid sekolah TK. Sasaran kegiatan yaitu balita pasien dengan penyakit yang memerlukan terapi diet. BP anak. Sasaran kegiatan yaitu balita yang datang ke puskesmas. sekkolah TK di kelurahan Pasar lama dan antasan besar. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas. Distribusi kapsul vitamin A pada balita Program dilakukan dilakukan 2 kali per tahun. Lab dan KIA memberikan rujukan kepada pasien dengan penyakit yang memerlukan terapi diet Gizi memberikan terapi diet sesuai penyakit pasien 11. . Sasaran kegiatan yaitu balita sakit yang datang ke puskesmas.Program dilakukan dilakukan 12 kali per tahun. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. posyandu. konsultasi dengan bagian MTBS.

Kunjungan pemeriksaanm kesehatan dan tumbuh kembang anak prasekolah (Murid TK) . Sasaran kegiatan yaitu ibu nifas/post partum (0-30 hari) yang datang ke puskesmas dan posyandu. Rincian kegiatan yaitu vitamin A dosis tinggi merah dan biru diberikan sesuai dengan umum balita sebanyak 3 kapsul. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas dan posyandu di kelurahan Pasar lama dan antasan besar.. Distribusi kapsul vitamin A pada ibu nifas Program dilakukan dilakukan setiap hari. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas dan posyandu di kelurahan Pasar lama dan antasan besar. Target program yaitu sebanyak 90% sasaran. ibu menyusui Program dilakukan dilakukan setiap hari. ibu nifas dan ibu menyusui yang datang ke puskesmas dan posyandu. Sasaran kegiatan yaitu ibu hamil. Rincian kegiatan yaitu vitamin A dosis tinggi merah diberikan 2 kapsul: Pertama ditemukan 1 kapsul 24 jam kemudian 1 kapsul d. Distribusi tablet besi (Fe) pada ibu hamil. c. 12. Rincian kegiatan yaitu diberikan tablet besi 1 sachet (30 tablet). ibu nifas. Target program yaitu sebanyak 80% sasaran. Sasaran kegiatan yaitu balita yang mengalami campak/gizi buruk/diare/xerophtalmia. Distrbusi kapsul vitamin A pada balita penderita campak/ xerophtalmia/ diare/ gizi buruk Program dilakukan dilakukan setiap hari bila ada ksus. Lokasi kegiatan yaitu di Puskesmas. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran.b.

Pembinaan panti asuhan Ayah Bunda Putri Program dilakukan dilakukan 3 kali per tahun. Sasaran kegiatan yaitu 80% balita di wilayah kerja puskesmas yang dipilih sebagai tempat. LKA Menentukan status gizi dan tumbuh kembang anak 13.. Lokasi kegiatan yaitu di posyandu di kelurahan Pasar lama dan antasan besar. Sasaran kegiatan yaitu semua murid TK yang dikunjungi. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Pemantauan Status Gizi balita (PSG) Program dilakukan dilakukan 1 kali dalam setahun. Rincian kegiatan yaitu: Pengukutan TB Penimbangan BB Menentukan status gizi anak asuh Memantau penyelenggaraan makanan anak Memberikan penyuluhan dan konsultasi gizi 14. Lokasi kegiatan yaitu di Panti Asuhan ayah Bunda Putri. Target program yaitu sebanyak 80% sasaran. Lokasi kegiatan yaitu di semua sekolah TK di kelurahan Pasar Lama dan Antasan Besar.Program dilakukan dilakukan 4 kali per tahun. Rincian kegiatan yaitu: Menimbang berat badan Mengukur tinggi badan. Rincian kegiatan yaitu: . Sasaran kegiatan yaitu semua anak asuh yang ada di panti asuhan.

Pemantauan Tinggi Badan Anak Baru Masuk Sekolah (TBABS) Program dilakukan dilakukan 1 kali dalam setahun. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Rincian kegiatan yaitu recall konsumsi makanan keluarga selama 24 jam yang lalu. Lokasi kegiatan yaitu Sekolah Dasar yang terpilih sebagai sampel pembantuan TBABS. Lokasi kegiatan yaitu rumah tangga yang KK nya terpilih sebagai tempat SKG. Sasaran kegiatan yaitu 100% murid kelas 1 yang baru masuk sekolah. Sasaran kegiatan yaitu balita yang datang ke posyandu.- Penimbangan BB balita Pengukuran TB balita Penentuan status gizi balita berdasarkan WHO-NCHS 15. Rincian kegiatan yaitu balita diberikan obat cacing setiap 6 bulan sekali. Rincian kegiatan yaitu: Mengukur tinggi badan dan berat badan anak SD kelas 1 yang baru masuk sekolah Menentukan status gizi murid SD 17. Lokasi kegiatan yaitu posyandu di kelurahan Pasar Lama dan Antasan Besar. Survei konsumsi gizi keluarga (SKG) Program dilakukan dilakukan 1 kali dalam setahun. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. 16. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. . Distribusi obat cacing Program dilakukan dilakukan 1 kali dalam setahun. Sasaran kegiatan yaitu 100% KK yang terpilih sebagai tempat.

18. kader posyandu. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. bufas. monitoring garam beryodium. bumil. bumil. kadargi (baseline data) Program dilakukan dilakukan 1 kali dalam setahun. Lokasi kegiatan yaitu Kelurahan Pasar Lama dan Kelurahan Antasan Besar. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Monitoring garam beryodium di tingkat masyarakat dan SD . murid TK. institusi. institusi. Lokasi kegiatan yaitu Kelurahan Pasar Lama dan Kelurahan Antasan Besar. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. murid TK. Pelatihan kader kesehatan remaja (Dokter remaja) Program dilakukan dilakukan 1 kali dalam setahun. Pemetaan kadarzi Program dilakukan dilakukan 1 kali dalam setahun. Rincian kegiatan yaitu mendata keluarga kadarzi dan non kladarzi dengan menggunakan 5 indikator kadarzi. Rincian kegiatan yaitu baseline data/pendataan dilakukan di masing-masing RT Kelurahan Pasar Lama dan Antasan Besar. Sasaran kegiatan yaitu 100% murid SMP dan SMA yang terpilih sebagai dokter remaja. Sasaran kegiatan yaitu balita. KK. 19. Sasaran kegiatan yaitu keluarga yang terpilih sebagai sampel. 20. 21. Rincian kegiatan yaitu murid SMP dan SMA yang menjadi dokter remaja diberikan materi tentang gizi remaja. kader posyandu. Pendataan balita. Lokasi kegiatan yaitu SMP dan SMA yang terpilih untuk pelatihan kader dokter remaja. bufas..

Program dilakukan dilakukan 1 kali dalam setahun. Sasaran kegiatan yaitu keluarga yang terpilih sebagai sampel. Pengamatan perubahan pola konsumsi pangan keluarga dan pengamatan penurunan daya beli masyarakat Program dilakukan dilakukan 12 kali dalam setahun. 23. Pencatatan dan pelaporan gizi (RR gizi) Program dilakukan dilakukan 12 kali dalam setahun. Rincian kegiatan yaitu 10 KK di kelurahan Pasar Lama dan 10 KK di kelurahan antasan Besar diamati konsumsi pangan dan daya belinya. Lokasi kegiatan yaitu kelompok yasinan RT dan SD yang terpilih sebagai sampel. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Sasaran kegiatan yaitu semua kegiatan Program Perbaikan Gizi. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Target program yaitu sebanyak 100% sasaran. Lokasi kegiatan yaitu Puskesmas. Rincian . Lokasi kegiatan yaitu Kelurahan Pasar Lama dan Kelurahan Antasan Besar. murid-murid SD yang terpilih sebagai sampel. Sasaran kegiatan yaitu ibu-ibu anggota yasinan RT. Rincian kegiatan yaitu: Ibu0ibu anggota yasinan RT dan murid SD yang terpilih sebagain sampel membawa garam dari rumah Petugas gizi meneteskan iodida test untuk mengetahui kadart yodium garam Petugas gizi menentukan garam beryodium atau tidak Penyuluhan garam beryodium 22.

Tidak semua ibu yang berada di wilayah puskesmas S. 3. 3.Parman membawa bayinya atau balita ke tempat pelayanan kesehatan untuk melakukan penimbangan. 2. meskipun anaknya tidak dalam keadaan sakit.kegiatan yaitu setiap akhir bulan membuat laporan gizi yang diambil dari buku bantu rekapan kegiatan gizi. Pemberian penyuluhan yang lebih aktif mengenai manfaat atau keuntungan pemberian ASI ekslusif pada bayi. Permasalahan 1. 2. Masih ditemukannya bayi dan balita yang tergolong kategori di bawah garis merah. . Memberikan informasi atau penyuluhan kepada ibu yang memiliki bayi dan balita untuk membawa anaknya ke tempat pelayanan kesehatan supaya menimbang berat badan untuk mengetahui dan menilai status gizi. Alternatif Pemecahan Masalah 1. Meningkatkan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi bayi dan balita. Rendahnya kesadaran dan partisipasi ibu untuk memberikan ASI ekslusif untuk bayinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful