Anda di halaman 1dari 27

ANATOMI LARING o Menghubungkan bagian bawah pharynx dengan trachea o Setinggi Vertebra cervical IV, V, VI Laring bag.

terbawah saluran pernapasan atas. Bentuk segilima terpancung. Batas atas: aditus laring, bawah kartilago tricoid. Otot: kontraksi laring tertarik atas. Diam membuka mulut dan menggerakkan lidah. Tulang rawan: Kartilago epiglottis, tirod, tricoid, arytenoids, corniculata, cuneiformis, triticea. Otot intrinsic (u/ berhub.pita suara) dan ekstrinsik ( cricoarytenoid lateral , tyroepiglotica, m.vokalis,tyroarytenoid, aryepiglotica, cricotyroid ( u/ keseluruhan suprahioid berfungsi u/ menarik laring ke atas( m. digastrikus,m. gemiohyoid, m.stylohioid dan milohioid) dan infrahyoid ( sternohyoid,omohioid dan tyrohioid )

Otot intrinsic

FISIOLOGI LARING Laring berfungsi sebagai proteksi, batuk, respirasi, sirkulasi, respirasi, menelan, emosi dan fonasi. o Fungsi laring untuk proteksi adalah untuk mencegah agar makanan dan benda asing masuk kedalam trakea dengan jalan menutup aditus laring dan rima glotis yang secara bersamaan. Benda asing yang telah masuk ke dalam trakea dan sekret yang berasal dari paru juga dapat dikeluarkan lewat reflek batuk.

o Fungsi respirasi laring dengan mengatur mengatur besar kecilnya rima glotis. Dengan terjadinya perubahan tekanan udara maka didalam traktus trakeo-bronkial akan dapat mempengaruhi sirkulasi darah tubuh. Oleh karena itu laring juga mempunyai fungsi sebagai alat pengatur sirkulasi darah. o Fungsi laring dalam proses menelan mempunyai tiga mekanisme yaitu gerakan laring bagian bawah keatas, menutup aditus laringeus, serta mendorong bolus makanan turun ke hipofaring dan tidak mungkin masuk kedalam laring. o Laring mempunyai fungsi untuk mengekspresikan emosi seperti berteriak, mengeluh, menangis dan lain-lain yang berkaitan dengan fungsinya untuk fonasi dengan membuat suara serta mementukan tinggi rendahnya nada. o Proteksi mencegah mkanan dan benda asing masuk ke trakea agar rima glotidis dan additus laryngis menutup o Batuk dan bersin benda asing di valekula dikeluarkan o Respirasi sbg jalan pernafasan yg mengatur rima glotidis. Dng cr m.arytenoid posterior kontraksi u/ membuka proc. Vokalis ke lateral rima vokalis terbuka o Menelan gerakan laring bawah ke ats menutup aditus laring mendorong bolus makanan ke laringofaring o Fonasi suara tingggi rendah nada diatur dng penegangan plika vokalis smakin kecil smakin tinggi,,kl smakin kendor suara makin berat FISIOLOGI BERBICARA?

o Aliran udara dari paru yang berfungsi sebagai tenaga pengaktif suara. Fungsi paru yang baik diperlukan untuk

mendukung proses pembentukan suara yang normal.Pada saat fonasi terjadi penutupan celah glotis oleh pita suara sehingga aliran udara dari paru tertahan di subglotis. Hal ini akan menyebabkan terjadi perbedaan tekanan udara yang cukup tinggi, sehingga terjadi getaran pita suara. Tingginya tekanan udara di sub glotis akhirnya melewati celah glotis pada saat pita suara membuka (abduksi) secara tiba-tiba akan menentukan intensitas suara yang akan keluar melalui mulut.
o Getaran pita suara yang berfungsi sebagai generator pembentuk suara. Pada keadaan istirahat pita suara dalam

keadaan abduksi dan pada saat fonasi terjadi kontraksi dari otot-otot instrinsik laring seperti m.krikotiroid dan m.krikoaritenoid lateral yang menarik kartilago aritenoid kea rah medial sehingga terjadi penutupan celah glotis karena pita suara kanan dan kiri merapat. Selain itu pita suara juga akan lebih panjang , lebih tipis , lebih tegang dan lebih kaku.
o Resonansi suara yang dibentuk oleh perubahan ukuran dan bentuk ruang faring dan rongga mulut. Frekuensi dan

energi suara yang dihasilkan oleh getaran pita suara yang sangat lemah, maka diperlukan organ resonansi untuk memperkuatnya. Hal ini dimungkinkan dengan adanya kontraksi otot-otot, konstriktor faring dan perubahan posisi lidah sehingga ruang yang dilalui suara dapat berubah-ubah.
o Koordinasi dan kontrol oleh susunan saraf pusat dan saraf tepi. Koordinasi ini sangat diperlukan mengingat

pembentukan suara tidak hanya melibatkan otot-otot laring tapi juga otot-otot diafragma , dada, leher , lidah, dasar mulut dan palatum.

APA HUB.BICARA LAMA DNG HOARSENESS? Bicara lama plica vokalis terbuka karena terbuka & tertutup yg berlebihan sura aneh Terdapat gangguan getaran , ketegangan dan kedekaatan pita suara o/k inflamasi distorsi hoarseness Bersuara lama ketegangan pada plika o Peradangan laring Laringitis akutRadang akut laring pada umumnya merupakan kelajutan dari rinofaringitis. Pada anak laringitis ini dapat menimbulkan sumbatan jalan nafas, sedangkan pada orang dewasa tidak secepat pada anak. Sebagai penyebab radang ini ialah bakteri, yang menyebabkan radang lokal atau virus yang menyebabkan peradangan sistemik.Pada larinigtis akut terdapat gejala radang umum, seperti demam,dedar (malaise), serta gejala lokal, seperti suara parau sampai tidak bersuara o Lesi jinak laring. Nodul pita suaraKelainan ini biasanya disebabkan oleh penyalah gunaan suara dalam waktu yang lama, seperti pada seorang guru, penyanyi dan sebagainya. Gejalanya terdapat suara parau yang kadang-kadang disertai batuk. Pada pemeriksaan terdapat nodul di pita suara sebesar kacang hijau atau lebihkecil , berwarna keputihan. Prediksi nodul terletak di sepertiga anterior pitasuara dan sepertiga medial. Untuk penaggulangan awal ialah istrahat bicaradan terapi suara. Tindakan bedah mikro laring dilakukan bila ada kecurigaan keganasan atau lesi fibrotik. Polip pita suaraPolip pita suara biasanya bertangkai. Lesi bisa terletak sepertiga anterior, sepertiga tengah bahkan seluruh pita suara. Lesi biasanya unilateral. Gejalanya sama seperti nodul yaitu suara parau. Penatalaksanaan standar ialah bedah mikro laring.

Kista pita SuaraKista pita suara umumnya terrmasuk kista resistensi kelenjar liur minor laring, terbentuk akibat tersumbatnya kelenjar tersebut, faktor iritasi kronik, refluks gastroesofageal dan infeksi diduga berperan sebagai faktor predisposisi. Kista terletak di dalam lamina propria superfisialis, menempelpada membran basal epitel atau ligamentum vokalis. Ukurannya biasanyatidak besar sehingga jarang menyebabkan sumbatan jalan nafas atas. Gejala utamanya adalah parau. Pengobatannya dengan tindakan bedah mikrolaring. o Kelumpuhan pita suara Kelumpuhan pita suara adalah terganggunya pergerakan pita suara karena disfungsi saraf otot-otot laring hal ini merupakan gejala suatu penyakit dan bukan merupakan suatu diagnosis. Gejala kelumpuhan pita suara yang didapat adalah suara parau, stridor atau bahkan kesulitan menelan tergantung pada penyebabnya. Pemeriksaan laringoskopi diperlukan untuk menetukan pita suara sisi mana yang lumpuh serat gerakan aduksi dan abduksinya selain itu pemeriksaan Laryngeal Electromyography untuk mengukur alur listrik pada otot laring. Pengobatan pada umumnya terapi suara dan bedah pita suara. o Kelainan Kongenital LaringomalasiaMerupakan penyebab tersering suara parau saat bernafas pada bayi baru lahir. Laringeal websMerupakan suatu selaput jaringan pada laring yang sebagian menutup jalanudara. 75 % selaput ini terletak diantara pita suara, tetapi selaput ini juga dapat terletak diatas atau dibawah pita suara. Cri du chat syndrome dan Down syndromeMerupakan suatu kelainan genetik pada bayi saat lahir yang bermanifestasi klinis berupa suara parau atau stridor saat bernafas. o TraumaEndotracheal intubasi pada pembedahan atau resusitasi bisa menyebabkan suara parau; Fraktur pada laringTrauma langsung pada laring dapat menyebakan fraktur kartilago laringyang menyebabkan lokal hematoma atau mengenai saraf.

o Benda asing Benda asing yang termakan oleh anak-anak bisa masuk ke laring dan menyebabkan suara parau dan kesulitan bernafas APAKAH ADA HUB.PEKERJAAN MJD SINDEN THD PENYAKIT YG TERJADI? Vocal abuse berlebihan udara yg masuk mukosa plika vokalis rusak Ada radang suara tinggi makin parah APA KAITAN RIWAYAT BB TURUN, KERINGAT DINGIN ,PENYAKIT BATUK LAMA DAN TIDAK SEMBUH2 DNG KELUHAN PASIEN? Adanya penyakit saluran pernafasan Mengarah ke TB Keringat dingin aktivitas bakteri di malam hari,infeksi MENGAPA SUDAH BEROBAT KE PUSKSMAS TP BLM ADA PERUBAHAN? o/k obatnya salah dan tdk adekuat , orgnya drop out resistensi APA MAKNA MUKOSA LARING HIPEREMIS DAN OEDEM? Terjadi inflamasi APA SAJA YANG DIPERIKSA PADA LARINGOSCOPY INDIRECT?

Epiglottis , valekula, plika aryepiglotika, plika vokalis, plika vestibularis, recessus piriformis, secret, masa, tanda peradangan,Warna , ada tdknya benjolan( konsistensi) MENGAPA TERJADI STRIDOR INSPIRASI? N: saat inspirasi rima glotidis terbuka o/k inflamasi laring tdk terbuka sempurna udara msk turbulensi stridor APA SAJA PEMERIKSAAN LAIN YANG DILAKUKAN? Tes sputum BTA

MENGAPA BISA TERJADI DISFONI HINGGA AFONI ? Suara serak menunjukkan adanya gangguan mekanisme getar pita suara karena adanya penambahan masa laring, kerusakan atau kelumpuhan. Hal ini dapat terjadi' pada semua tingkat usia. Suara serak , akibat penambahan massa dapat terjadi pada. radang atau trauma yang menyebabkan edema laring. Penambahan massa oleh tumor disebabkan oleh perubahan struktur histologis secara bertahap. Oleh karena itu akan mudah dibedakan kelainan suara serak secara akut dan disebabkan karena trauma, radang akut atau benda asing, sedangkan kelainan yang berlangsung kronis mungkin disebabkan radang kronis atau tumor

APA HUBUNGANNYA DENGAN RIWAYAT PENYAKIT YANG DIALAMI DENGAN KONDISIS SAAT INI ?

Bisa diakibatkan karena penyebaan bakteri secara limfogen maupun hematogen serta dikarenakan mukosa laring yang lekat dengan kartilago dan mudah robek serta vaskulareisasi yang kurang baik dapat menimbulkan infeksi sekunder mudah terjadi di daerah tersebut. LARINGITIS DEFINISI Proses inflamsi pd laring bs akut( krg dari 3 minggu,mendadak) dan kronis ( lebih dari 3 minggu) KLASIFIKASI o Akut ( spesifik dan non spesifik) Akut spesifik difteri Akut non spesifik influenza o kronis Kronis non spesifik asap rokok dan pabrik Kronis spesifik TB PATOFIS o Laryngitis akut kelanjutan rinofaringitis o Laringitys akut non spesifik kelanjutan polip hidung, sinusitis kronis, bronchitis kronis o Kronis spesifik tb, laryngitis leutika,kdg2 msh ditemukan pd penderita Tb yg sdh sembuh mukosa laring melekat pada kartilago dan vaskularisasi dkt dng paru o TB obat yng inadekuat,drop out ,resistensi bakteri mengikuti aliran darah atau limfe menyebar ke organ lain laring mukosa hiperemis, serak ,,sesak

MANIFEST o Laringitys akut demam, malaise, sura parau, afoni, nyeri telan dan berbicara,batuk kering dan berdahak kental,mukosa laring hiperemis,bengkak o Laryngitis kronis suara parau menetap,rasa tersangkut di tenggorok,sering ehem o/k mukosa yg mmenebal tanpa secret,tdk ada demam o Laryngitis kronis spesifik TB, keringat dingin,BB turun , batuk berdarah FASE LARINGITYS TB Stadium infiltrasi pembengkakan dan hiperemis mukosa laring posterior,mukosa laring pucat Fase ulserasi ulkus timbul pada stadium infiltrsi yg membesar, ulkus msh dangkal Stadium perikondritis ulkus makin dalam shg kena kartilago laring dan mengenai kartilago arytenoids dan epiglottis Stadium pembentukan tumor DIAGNOSIS o Anamnesis : keluhan2 pasien o Pf : Palpasi cr nyeri tekan/tdk o PP : laringoskopi indirect, sputum , Penatalaksanaan o Laryngitis akut istirahat berbicara 2-3hr, cr factor penyebab antibiotic sesuai penyebab o Laryngitis kronis obat anti TBC ( INH, rifampisin,etambutol,streptomisin,pirazinamid) o TBC awal 2HRZE/4HR

LARINGITIS DefinisiLaryngitis is the medical term for inflammation and swelling of the larynx, which is also known as the voice box. Klasifikasi dan Patofisiologi 1. 2. 1. 2. 3. 1. 2. Laringitis akut non spesifik Penyebab, virus & kuman lain pd sal. Napas Pada anak gejala bisa > parah krn anatomi rima glotis -> sumbatan jalan napas. Banyak pada anak 3 - 6 tahun Penyebab virus hemophilus influensa atau bakteri streptokokus, pneumokokus Terjadi selulitis pada epiglotis -> udem berat -> sesak. Karena sakit menelan -> drolling. Penyebab virus, anak usia 1 - 4 tahun Anak tampak sehat -> tidur kadang terbangun krn batuk, sesak & stridor Laringitis akut simpleks :

Laringitis supraglotik akut (epiglotitis akut) :

Laringitis subglotik akut :

Laringo trakheobronkitis : Pada anak balita, virus dg sekunder infeksi, batuk berat (menggonggong), prognosis jelek Laringitis akut spesifik Penyebab Corynbacterium diphteriae, lanjutan dari faringitis difteri. Laringitis difteri :

Tampak mukosa hiperemis dg adanya selaput membran putih keabuan, bila dilepas mudah berdarah. Eksotoksin yg dihasilkan dapat menyebar -> Penanganan, bila dg medikamentosa tdk adekuat dilakukan

trakheostomi. pengelolaan laringitis akut Pada Balita krn kondisi anatomi, kadang perlu dimonitor keadaan & segera dilakukan tindakan bila perlu. Anti inflamasi (steroid) bisa diulang 1/2 s/d 1 jam Antibiotika Simtomatik Monitor gagal napas dg perasat Jacson. (Jacson III perlu trakheostomi, kecuali difteri dilakukan walau masih Jacson I/II) kronik non spesifik o Laringitis Kronik non spesifik 1. Penyebab : Dari laringitis akut yg tdk sembuh sempurna Iritasi kronik asap rokok, asap industri alkohol Penggunaan suara yg tdk benar/berlebihan Penyakit kronik organ sekitar, sinusitis kronik, bronkitis kronik 2. Patofisiologi : Terjadinya iritasi kronik udem, transudasi & infiltrasi sel radang, bila terjadi vasodilatasi perdarahan interstisiil laringitis hemoragik.

Bila infiltrasi sel radang berlanjut terjadi fibrosis & hialinisasi (nodul laring). Bila keadaan umum jelek dpt terjadi pengeringan kelenjar/atrofi laringitis sikka (wanita >>) Laringitis kronik spesifik Jarang primer, penularan perkontinuitatum, lesi di pars respiratorius. 2. Gejala & tanda klinik : a. Fase infeksi umum : distoni bila bicara lama yg semakin parah, batuk kecil s/d semakin produktif, mulai terasa tdk enak ditenggorokan Tanda klinis, mulai ditemukan udem hiperemis di bag.posterior laring yg kemudian terlihat bintik kuning (yellow spots of trallot) b. Fase infiltratif & ulserasi distoni >>> s/d afoni, rasa panas ditenggorokan, disfagia Tanda klinis, bintik kuning >>> -> pecah -> ulkus (tepi tdk rata & menggaung) c. Fase Ulsero-nekrotikan disfagia >>> terasa s/d telinga, batuk >>>BB<<, difoni>>>, bau mulut dan dahak Tanda klinis : terlihat daerah ulserasi dan kehitaman (nekrotik), kadang disertai limfadenopati colli. 1.

1. TBC Laring

Manifest

The most common symptoms of laryngitis Hoarseness Feeling a tickle in the throat (that may be from reflux laryngitis)

The urge to constantly clear the throat (that may be from reflux laryngitis) Fever Cough (that can be from bronchitis orsinusitis) Congestion Often laryngitis may develop in addition to, or a few days after a sore throat. Even after the infection has resolved, the laryngitis may linger for a few weeks.

2.

Diagnosis

Many times you can be evaluated with a thorough complete history and physical exam. The doctor will pay particular attention to the affected patient's ears, nose, throat, and neck. If symptoms are severe, particularly in children, the doctor may order a neck orchest X-ray. The doctor may also choose to look at the patient's throat with a small, lighted scope. This thin scope is inserted through the nose after numbing the nose and nostrils. The procedure only takes a few minutes and may yield valuable information, especially regarding the status of the recurrent laryngeal nerve that controls the movement of the vocal folds (vocal cords).

Sometimes in children, rarely in adults, the doctor may order blood work such as acomplete blood cell count (CBC). Penatalaksanaan

3.

If the symptoms have been present for only a few days or occur immediately following an episode of using the voice more than normal, then the main treatment is to rest the voice as much as possible. It is imperative to over-hydrate the body by drinking a lot of fluids.

If the affected person has symptoms that suggest a virus is present, such as low-grade fever, cough, nasal congestion, runny nose, muscle aches, or feeling run down, then he or she should be sure to drink lots of fluids and take acetaminophen (Tylenol) or ibuprofen (Advil or Motrin) for the symptoms.

Many people find inhaling steam, such as from a hot bath or shower, or a cool mist humidifier makes them feel better. In all cases the affected individual shouldavoid smoking, areas where others are smoking, and avoid alcohol consumption. Often times, these home remedies should cure the laryngitis or improve it significantly. However, if the home remedies do not make it better, then a doctor should be consulted.

After a careful exam the doctor will decide on a course of treatment.

Most of the time, the doctor will recommend the home care actions and may recommend that the patient see an ear, nose, and throat specialist (otolaryngologist). If the doctor is concerned about a bacterial infection causing the laryngitis, then he or she will prescribe a course of antibiotics. Sometimes, the doctor may choose to observe the patient in the office or the emergency department for a short period of time in order to be sure he or she is not getting worse quickly.

If the patient has any signs of respiratory distress or think the airway could swell and close, then he or she will be admitted to the hospital.

In some emergency situations, more commonly in children than adults, the danger of the throat swelling shut exists. This is usually from a contagious infection.

It may be necessary to place a breathing tube into the patient's throat in order to breathe for him or her (the procedure is called intubation). The patient will then be placed on a ventilator (a machine to breathe for them). In this situation, the patient will receive IV antibiotics and likely steroids.

LARINGITIS TB Penyakit ini hamper selalu sebagai akibat dari tuberculosis paru. Seringkali setelah diberi pengobatan, TB paru sembuh tapi laryngitis tuberkulosisnya masih. Hal ini terjadi karena struktur mukosa laring yang sangat lekat pada kartil;ago serta vaskularisasi yang tidak sebaik paru, sehingga jika infeksi sudah mengenai kartilago, pengobatannya lebih lama. Pathogenesis Infeksi kuman ke laring dapat terjadi melalui udara pernapasan, sputum yang mengandung kuman, atau penyebaran melalui aliran darah atau limfa. Tuberculosis dapat menimbulkan gangguan sirkulasi. Edema dapat timbul di fosa interaritenoid, kemudian ke aritenoid, plika vokalis, Gambaran klinis Secara klinis , terdiri dari 4 stadium :

a. Stadium infiltrasi b. Stadium ulserasi c. Stadium perikondritis d. Stadium pembentuk tumor Stadium infiltrasi Yang pertama mengalami pembengkakan dan hiperemis ialah mukosa laring bagian posterior. Kadang pita suara terkena juga. Pada stadium ini mukosa laring berwarna pucat. Kemudian di daerah submukosa terbentuk tuberkel, sehingga mukosa tidak rata, tampak bintik bintik yang berwarna kebiruan. Tuberkel itu makin membesar serta beberapa tuberkel yang berdekatan akan bersatu , sehingga mukosa diatasnya meregang. Maka akan pecah dan timbul ulkus. Stadium ulserasi Ulkus yang timbul pada akhir stadium infiltrasi membesar. Ulkus ini dangkal, dasarnya ditutupi perkijuan , serta dirasakan nyeri oleh pasien. Stadium perikondritis Ulkus makin dalam, sehingga mengenai kartilago laring, dan paling sering terkena ialahkartilago aritenoid dan epiglottis. Dengan demikian terjadi kerusakan tulang rawan, sehingga terbentuk nanah yang berbau, proses ini

akan berlanjut, dan terbentuk sekuester. Pada stadium ini keadaan umum pasien sangat buruk dan dapat meninggal. Bila pasien dapat bertahan maka akan berlanjut pada stadium terakhir. Stadium pembentuk tumor Stadium fibrotuberkulosis. Terbentuk fibrotuberkulosis pada dinding posterior, pita suara dan sub glotik. Gejala klinis o Rasa kering tertekan dan panas pada laring o Suara parau sampai afoni o Hemoptisis o Nyeri telan o KU buruk Diagnosis banding 1. Laryngitis luetika 2. Karsinoma laring 3. Aktinomikosis laring 4. Lupus vulgaris laring

Terapi Obat anti tuberculosis primer dan sekunder Istirahat suara Prognosis Tergantung keadaan social ekonomi pasien, kebiasan hidup sehat serta ketekunan berobat, jika diagnosis dapat ditegakan secara dini maka prognosisnya baik.

FARINGITIS TB Faringitis tuberculosis merupakan proses sekunder tuberculosis paru. Pada infeksi kuman tahan asam jenis bovinum dapat timbul tuberculosis faring primer. Cara infeksi : o Eksogen yaitu kontak dengan sputum yang mengandung kuman atau inhalasi kuman melalui udara. o Endogen yaitu penyebaran melalui darah pada tuberculosis miliaris. Bila infeksi timbul secara hematogen maka tonsil akan terkena pada kedua sisi dan lesi sering ditemukan pada dinding posterior faring, arkus faring anterior, dinding lateral hipofaring, palatim mole, palatum durum. Kelenjar regional leher membengkak. Saat ini juga penyebaran melalui limfogen. Gejala

Keadaan umum pasien buruk karena anoreksia dan odinofagia. Pasien mengeluh nyeri yang hebat di tenggorok, nyeri di telinga atau otalgia serta pembesaran kelenjar limfe servikal. Diagnosis Perlu pemeriksaan sputum basil tahan asam, foto thorak untuk melihat adanya tuberculosis paru dan biopsy jaringan yang terinfeksi untuk menyingkirkan proses keganasan serta mencari kuman basil tahan asam di jaringan. Terapi Sesuai terapi tuberculosis paru

TUMOR LARING Definisi Penyebab pasti sampai saat ini belum diketahui, namun didapatkan beberapa hal yang berhubungan erat dengan terjadinya keganasan laring yaitu : rokok, alkohol, sinar radio aktif, polusi udara, radiasi leher dan asbestosis. Ada peningkatan resiko terjadinya tumor ganas laring pada pekerja-pekerja yang terpapar dengan debu kayu Klasifikasi o Karsinoma sel skuamosa meliputi 95 98% dari semua tumor ganas laring, dengan derajat difrensiasi yang berbeda-beda. Jenis lain yang jarang kita jumpai adalah karsinoma anaplastik, pseudosarkoma, adenokarsinoma dan sarkoma.

o Karsinoma Verukosa. Adalah satu tumor yang secara histologis kelihatannya jinak, akan tetapi klinis ganas. Insidennya 1 2% dari seluruh tumor ganas laring, lebih banyak mengenai pria dari wanita dengan perbandingan 3 : 1. Tumor tumbuh lambat tetapi dapat membesar sehingga dapat menimbulkan kerusakan lokal yang luas. Tidak terjadi metastase regional atau jauh. Pengobatannya dengan operasi, radioterapi tidak efektif dan merupakan kontraindikasi. Prognosanya sangat baik. o Adenokarsinoma. Angka insidennya 1% dari seluruh tumor ganas laring. Sering dari kelenjar mukus supraglotis dan subglotis dan tidak pernah dari glottis. Sering bermetastase ke paru-paru dan hepar. two years survival ratenya sangat rendah. Terapi yang dianjurkan adalah reseksi radikal dengan diseksi kelenjar limfe regional dan radiasi pasca operasi. o Kondrosarkoma. Adalah tumor ganas yang berasal dari tulang rawan krikoid 70%, tiroid 20% dan aritenoid 10%. Sering pada laki-laki 40 60 tahun. Terapi yang dianjurkan adalah laringektomi total. Berdasarkan Union International Centre le Cancer (UICC) 1982, klasifikasi dan stadium tumor ganas laring terbagi atas : 1. Supraglotis permukaan posterior epiglotis yang terletak di sekitar os hioid, lipatan ariepiglotik, aritenoid, epiglotis yang terletak di bawah os.hioid, pita suara palsu, ventrikel. 2. Glotis pita suara asli, komisura anterior dan komisura posterior. 3. Subglotisdinding subglotis. Klasifikasi dan stadium tumor berdasarkan UICC : 1. Tumor primer (T) Supra glottis : T is: tumor insitu

T 0 : tidak jelas adanya tumor primer l T 1 : tumor terbatas di supra glotis dengan pergerakan normal T 1a : tumor terbatas pada permukaan laring epiglotis, plika ariepiglotika, ventrikel atau pita suara palsu satu sisi. T 1b : tumor telah mengenai epiglotis dan meluas ke rongga ventrikel atau pita suara palsu T 2 : tumor telah meluas ke glotis tanpa fiksasi T 3 : tumor terbatas pada laring dengan fiksasi dan / atau adanya infiltrasi ke dalam. T 4 : tumor dengan penyebaran langsung sampai ke luar laring. Glotis : T is : tumor insitu T 0 : tak jelas adanya tumor primer T 1 : tumor terbatas pada pita suara (termasuk komisura anterior dan posterior) dengan pergerakan normal T 1a : tumor terbatas pada satu pita suara asli T 1b : tumor mengenai kedua pita suara T 2 : tumor terbatas di laring dengan perluasan daerah supra glotismaupun subglotisdengan pergerakan pita suara normal atauterganggu. T 3 : tumor terbatas pada laring dengan fiksasi dari satu atau ke dua pitasuara T 4 : tumor dengan perluasan ke luar laring Sub glotis : T is : tumor insitu T 0 : tak jelas adanya tumor primer T 1 : tumor terbatas pada subglotis

T 1a : tumor terbatas pada satu sisi T 1b : tumor telah mengenai kedua sisi T 2 : tumor terbatas di laring dengan perluasan pada satu atau kedua pita suara asli dengan pergerakan normal atau terganggu T 3 : tumor terbatas pada laring dengan fiksasi satu atau kedua pita suara T 4 : tumor dengan kerusakan tulang rawan dan/atau meluas keluar laring. 2. Pembesaran kelenjar getah bening leher (N) N x : kelenjar tidak dapat dinilai N 0 : secara klinis tidak ada kelenjar. N 1 :klinis terdapat kelenjar homolateral dengan diameter 3 cm N 2 :klinis terdapat kelenjar homolateral dengan diameter >3 <6 cm atau klinis terdapat kelenjar homolateral multipel dengan diameter 6 cm N 2a :klinis terdapat satu kelenjar homolateral dengan diameter > 3 cm - 6 cm. N 2b :klinis terdapat kelenjar homolateral multipel dengan diameter 6 cm N 3 :kelenjar homolateral yang masif, kelenjar bilateral atau kontra lateral N 3 a :klinis terdapat kelenjar homolateral dengan diameter > 6 cm N 3 b :klinis terdapat kelenjar bilateral N 3 c : klinis hanya terdapat kelenjar kontra lateral 3. Metastase jauh (M) M 0 : tidak ada metastase jauh M 1 : terdapat metastase jauh

4. Stadium : Stadium I : T1 N0 M0 Stadium II : T2 N0 M0 Stadium III : T3 N0 M0 T1, T2, T3, N1, M0 setiap T, setiap N , M1 Stadium IV : T4, N0, M0 Setiap T, N2, M0, 1. Manifest

Gejala dan tanda yang sering dijumpai adalah : Suara serak Sesak nafas dan stridor Rasa nyeri di tenggorok Disfagia Batuk dan haemoptisis Pembengkakan pada leher 2. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan : 1. Anamnese

2. Pemeriksaan THT rutin 3. Laringoskopi direk 4. Radiologi foto polos leher dan dada 5. Pemeriksaan radiologi khusus : politomografi, CT-Scan, MRI 6. Pemeriksaan hispatologi dari biopsi laring sebagai diagnosa pasti 3. Penatalaksanaan Secara umum ada 3 jenis penanggulangan karsinoma laring yaitu pembedahan, radiasi dan sitostatika, ataupun kombinasi daripadanya. I. PEMBEDAHAN A. LARINGEKTOMI 1. Laringektomi parsial Laringektomi parsial diindikasikan untuk karsinoma laring stadium I yang tidakmemungkinkan dilakukan radiasi, dan tumor stadium II. 2. Laringektomi total Adalah tindakan pengangkatan seluruh struktur laring mulai dari batas atas (epiglotis dan os hioid) sampai batas bawah cincin trakea. B. DISEKSI LEHER RADIKAL Tidak dilakukan pada tumor glotis stadium dini (T1 T2) karena kemungkinan metastase ke kelenjar limfe leher sangat rendah. Sedangkan tumor supraglotis, subglotis dan tumor glotis stadium lanjut sering kali mengadakan metastase ke kelenjar limfe leher sehingga perlu dilakukan tindakan diseksi leher. Pembedahan ini tidak disarankan bila telah terdapat metastase jauh.

II. RADIOTERAPI Radioterapi digunakan untuk mengobati tumor glotis dan supraglotis T1 dan T2 dengan hasil yang baik (angka kesembuhannya 90%). Keuntungan dengan cara ini adalah laring tidak cedera sehingga suara masih dapat dipertahankan. Dosis yangdianjurkan adalah 200 rad perhari sampai dosis total 6000 7000 rad.Radioterapi dengan dosis menengah telah pula dilakukan oleh Ogura, Som, Wang, dkk, untuk tumor-tumor tertentu. Konsepnya adalah untuk memperolehkerusakan disembuhkan pada jaringan yang melapisinya. minggu diikuti dengan laringektomi total. III. KEMOTERAPI Diberikan pada tumor stadium lanjut, sebagai terapi adjuvant ataupun cisplatinum 80120 mg/m2 dan 5 FU 8001000 mg/m2. paliativ. Obat yang diberikan adalah maksimal dari tumor tanpa kerusakan yang tidak dapat Wang dan Schulz memberikan 45005000 rad selama 46

REHABILITASI Rehabilitasi setelah operasi sangat penting karena telah diketahui bahwa tumor ganas laring yang diterapi dengan seksama memiliki prognosis yang baik. rehabilitasi mencakup : Vocal Rehabilitation, Vocational Rehabilitation dan Social Rehabilitation.