Anda di halaman 1dari 36

AUTOMATIC ROOF

OLEH :

Eko Fitriyanto

(12410310)

KELAS 3IB01

UNIVERSITAS GUNADARMA 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.Pada musim penghujan aktifitas manusia yang dilakukan di ruangan terbuka dapat terganggu karena sering turunnya hujan.Termasuk aktifitas manusia dalam hal olahraga.Olahraga adalah salah satu aktifitas yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia, seperti sepak bola, futsal, bulu tangkis, tenis, bola basket, dan lain-lain. Olahraga yang dilakukan di dalam ruangan (indoor) seperti futsal dan bulu tangkis, tidak akan terganggu dengan cuaca yang panas maupun hujan. Tetapi permasalahan muncul dengan olahraga yang dilakukan di luar ruangan (outdoor) seperti sepak bola, tenis, dan lainnya.Kebanyakan orang mengurungkan niatnya berolahraga apabila keadaan sedang hujan.Bahkan tidak jarang turunnya hujan memyebabkan pertandingan internasional sekalipun menjadi terhambat.Padahal Indonesia adalah negara yang cukup sering turun hujan. Oleh karena itu kami sebagai penulis merancang automatic roofyang diaplikasikan pada miniatur salah satu cabang olahraga, yaitu lapangan olahraga tenis.Automatic roof atau dalam bahasa Indonesia berarti atap otomatis, adalah atap yang dapat terbuka atau tertutup secara otomatis. Pada hal ini atap akan terbuka dan tertutup secara otomatis dengan pengaruh lingkungan. Atap akanmenutup saat keadaan hujan atau kondisi gelap, kemudian atap akan kembaliterbuka apabila kondisi sudah kembali cerahdan tidak hujan. Maka penulis menggunakan sensor air dan sensor cahaya, dimana sensor cahayanya menggunakan LDR (Light Dependent Resistor) dan berbasis mikrokontroler AT89C51.

1.2 Batasan Masalah Batasan masalah pada penulisan makalah ini, penulis membatasi pada poin-pon berikut ini: Cara kerja dari rangkaian beserta komponen yang tertera

padaskematikautomatic roof dan pengoperasiannya. Pemasangan komponen pada alat automatic roof.

1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari perancangan alat automatic roof ini adalah sebagai berikut: Dapat mengaplikasikan alat automatic roof dengan baik dan benar. Dapat mempelajari sistem kerja automatic roof. Dapat mempelajari cara kerja komponen yang digunakan dalam perancangan automatic roof.

1.4 Metode Penulisan Metode Penelitian yang digunakan pada perancangan alat dan penulisan hasil perancangan automatic roof adalah studi lapangan, yang diantaranya: a. Observasi : Kegiatan melakukan pengamatan langsung terhadap komponen dan alat yang dibuat. b. Wawancara atau konsultasi : Yaitu memberikan pertanyaan kepada asisten laboratoriumserta staf-stafnya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan selama perancangan alat serta penulisannya.

c. Studi literatur : Mencari informasi yang berhubungan dengan perancangan dan penulisan makalah alat ini,seperti artikel melalui media internet. d. Studi kepustakaan :

Mengumpulkan data teoritis yang bersumber dari bukudan diktat kuliah yang ada kaitannya dengan penulisan makalah ini.

1.5 Sistematika Penulisan Dalam penulisan ini penulis menyajikan sistematika penulisan seperti berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini memaparkan tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, serta sistematika penulisan.

BAB II

LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan tentang komponen-komponenyang digunakan dalam perancangan automatic roof, beserta teori singkat mengenai cara kerja tiap komponen yang digunakan.

BAB III ANALISA RANGKAIAN Bab ini membahas mengenai perancangan alat automatic roofyang terdiri dari analisa rangkaian secara diagram blok, analisa rangkaian secara lengkap, flowchart rangkaian yang digunakan, analisa logika pemrograman, dan cara kerja beserta hasil dari perancangan alat automatic roof.

BAB IV PENUTUP Berisi tentang kesimpulan dan saran dari penjelasan alat yang telah dibuat oleh penulis.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 IC AT89C51 Mikrokontroler adalah suatu terobosan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer.Mikrokontroler berbentuk semacamchip kecil.Mikrokontroler berisi CPU,RAM,ROM,I/OPorts,Timers, Serial Port yang terintegrasi dalam satu chip.Mikrokontroler adalah semikonduktor dengan kandungan transistor lebih banyak namun dengan ukuran yang kecil dan dapat diproduksi secara massal. Tidak seperti mikroprosesor yang dapat menangani berbagai macam program aplikasi, mikrokontroler hanya dapat digunakan untuk satu aplikasi tertentu saja artinya hanya satu macam program saja yang dapat disimpan. Ratarata mikrokontroler memiliki instruksi manipulasi bit, akses ke I/O secara langsung dan mudah, dan proses interupt yang cepat dan efisien. Dengan kata lain mikrokontroler adalah "Solusi satu Chip" yang secara drastis mengurangi jumlah komponen dan biaya desain (harga relatif rendah). Mikrokontroler AT89C51adalah mikrokontroler ATMEL yang kompatibel penuh dengan mikrokontroler keluarga MCS-51, membutuhkan daya yang rendah, memiliki performa yang tinggi dan merupakan mikrokomputer 8 bit yang dilengkapi 4 Kbyte EPROM (Erasable and Programable Read Only Memori) dan 128 byte RAM internal. Program memori dapat diprogram ulang dalam sistem atau dengan menggunakan ProgramNonvolately Memory Konvensional.

2.1.1 Arsitektur AT89C51 Arsitektur dasar dari mikrokontroler AT89C51 seperti diagram blok berikut ini:

Gambar 2.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89C51

Sebagai singlechip yaitu suatu sistem mikroprosesor yang terintegrasi, mikrokontroler AT89C51 mempunyai konfigurasi sebagai berikut:

CPU 8 bit termasuk keluarga MCS-51. 4 Kbyte alamat untuk memory program internal (EEPROM). 128 byte memory data dalam (Internal Data memory/ RAM). 8 bit program status word (PSW). 8 bit stack pointer (SP). 32 pin I/O tersusun yaitu port 0-port 3 @ 8 bit. 2 buah timer/counter 16 bit. 6

Data serial full dupleks. Control register. 5 sumber interrupt. Rangkaian osilator dan clock.

2.1.2 Fungsi Pin Mikrokontroller AT89C51 Susunan pin-pin mikrokontroler AT89C51 diperlihatkan pada Gambar 2.2 di bawah ini dan penjelasan dari masing-masing pin adalah sebagai berikut:

Gambar 2.2 PIN Mikrokontroler AT89C51

Port 0 Port 0 merupakan port dua fungsi yang berada pada pin 32-39 dari IC AT89C51. Merupakan port I/O 8 bit dua arah yang serba guna port ini dapat digunakan sebagai multlipleks bus data dan bus alamat rendah untuk pengaksesan memori eksternal.

Port 1 Port 1 merupakan port I/O yang berada pada pin 1-8. Port ini dapat bekerja dengan baik untuk operasi bit maupun byte, tergantung dari pengaturan pada software. Port 2 Port 2 merupakan port I/O serba guna yang berada pada pin 21- 28, port ini dapat juga digunakan sebagai bus alamat byte tinggi untuk rancangan yang melibatkan pengaksesan memori eksternal. Port 3 Port 3 merupakan port I/O yang memiliki dua fungsi yang berada pada pin 10-17, port ini mempunyai multi fungsi, seperi yang terdapat pada tabel berikut: Tabel 2.1 Fungsi Port 3 IC AT89C51 BIT P3.0 P3.1 P3.2 P3.3 P3.4 P3.5 P3.6 P3.7 NAMA RXD TXD INT0 INT 1 T0 T1 WR RD BITADDRES B0H B1H B2H B3H B4H B5H B6H B7H FUNGSI ALTERNATIF Penerima data pada port serial Pemancar data pada port serial Eksternal interupsi 0 Eksternal interuposi 1 Input Timer/counter eksternal Input Timer/counter Sinyal pembacaan memori data eksternal Sinyal penulisan memori data eksternal

PSEN ( Programable Store Enable) PSEN adalah sebuah sinyal keluaran yang terdapat pada pin 29. Fungsinya adalah sebagai sinyal kontrol untuk memungkinkan mikrokontroller membaca program (code) dari memori eksternal atau dapat dikatakan sebagai sinyal kontrol yang menghubungkan memori program eksternal dengan bus selama pengaksesan. ALE (Address Latch Enable)

Sinyal output ALE yang berada pada pin3.0 fungsinya sama dengan ALE pada mikroprosesor INTEL 8085 atau 8088. Sinyal ALE dipergunakan untuk demultlipleks bus alamat dan bus data. Dan untuk menahan alamat memori eksternal selama pelaksanaan instruksi. EA (External Access) Maksudnya sinyal EA terdapat pada pin 3.1 yang dapat diberikan logika rendah (ground) atau logika tinggi (+5V). Jika EA diberikan logika tinggi maka mikrokontroler akan mengakses program dari ROM internal (EEPROM/flash memori).Jika EA diberi logika rendah maka mikrokontroler akan mengakses program dari memori eksternal. RST (Reset) Input reset pada pin 9 adalah reset master untuk AT89C51. Perubahan tegangan dari rendah ke tinggi akan mereset AT 89C51.

Osilator Osilator yang disediakan pada chip dikemudikan dengan kristal yang dihubungkan pada pin 18 (X2) dan pin 19 (X1) sebesar 12 Mhz.

Gambar 2.3 Osilator Eksternal AT89C51 Power (Vcc) AT89C51 dioperasikan dengan tegangan supply +5V, pin Vcc berada pada pin 40 dan Vss(ground) pada pin 20.

2.2. IC LM324 Penguat operasional (operational amplifier) atau yang biasa disebut opampmerupakan suatu komponen elektronika berupa sirkuit terintegrasi

(integratedcircuit atau IC) yang terdiri atas bagian differensial amplifier, common emitter amplifier dan bagian push-pull amplifier. Bagian output Op-amp ini biasanyadikendalikan dengan umpan balik negatif (negative feedback) karena nilai gain-nyayang tinggi. Keuntungan dari penggunaan Op Amp adalah karena komponen inimemiliki penguatan (A) yang sangat besar, Impedansi input yang besar, (Zin >>)dan Impedansi Output yang kecil (Zout <<). Selain dari itu, kemampuan intervalfrekuensi dari komponen ini sangat lebar. Penguat operasional memilki dua masukan dan satu keluaran serta memiliki penguatan DC yang tinggi. Untuk dapat bekerja dengan baik, penguat operasional memerlukan tegangan catu yang simetris yaitu tegangan yang berharga positif (+V) dan tegangan yang berharga negatif (-V) terhadap tanah (ground). IC LM324 merupakan IC Operational Amplifier, IC ini mempunyai 4 buah op-amp yang berfungsi sebagai komparator. IC ini mempunyai tegangan kerja antara +5 V sampai +15V untuk +Vcc dan -5V sampai -15V untuk -Vcc. Adapun definisi dari masing-masing pin IC LM324 adalah sebagai berikut :

Gambar 2.4 Pin IC LM324

10

Berikut ini adalah fungsi dari masing-masing pin dari IC LM324 sebagai komparator: Tabel 2.2 Fungsi Pin LM324 Pin No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Fungsi output 1 input 1 negatif input 1 positif VCC input 2 positif input 2 negatif output 2 output 3 input 3 negatif input 3 positif GND input 4 positif input 4 negatif output 4

Komparator adalah komponen elektronik yang berfungsi membandingkan dua nilai kemudian memberikan hasilnya, mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil.Komparator bisa dibuat dari konfigurasi open-loop Op Amp. Jika kedua input pada Op Amp pada kondisi open-loop, maka Op Amp akan membandingkan kedua saluran input tersebut. Hasil komparasi dua tegangan pada saluran masukan akan menghasilkan tegangan saturasi positif (+Vsat) atau saturasi negatif (-Vsat). Sebuah rangkaian komparator pada Op Amp akan membandingkan tegangan yang masuk pada satu saluran input dengan tegangan pada saluran input lain, yang disebut tegangan referensi. Tegangan output berupa tegangan high ataulow sesuai dengan perbandingan Vin dan Vref.

11

Op-amp tersebut akan membandingkan nilai tegangan pada kedua masukannya, apabila masukan (-) lebih besar dari masukan (+) maka, keluaran op-amp akan menjadi sama dengan Vsupply, apabila tegangan masukan (-) lebih kecil dari masukan (+) maka keluarannya akan menjadi sama dengan +Vsupply. Jadi dalam hal ini jika Vinput lebih besar dari V maka keluarannya akan menjadi Vsupply, jika sebaliknya, Vinput lebih besar dari V maka keluarannya akan menjadi + Vsupply. Untuk op-amp yang sesuai untuk dipakai pada rangkaian op-amp untuk komparator biasanya menggunakan op-amp dengan tipe LM324 yang banyak di pasaran.

2.3 IC L293D L293D Motor Driver IC adalah sebuah chip H-Bridge yang mempunyai 2 buah rangkaian H-bridge didalamnya sehingga bisa mengendalikan kecepatan dan arah 2 buah motor. Mendukung operasi motor 4.5V 36V dengan arus 600 mA. IC ini bisa digunakan untuk mengendalikan relay, solenoid, motor DC dan motor stepper bipolar. Keuntungan lain IC l293D adalah IC ini telah mempunyai proteksi arus balik dari beban berupa dioda didalam IC. Untuk penggunaannya dianjurkan untuk melebarkan jalur ground pengganti heatsink untuk proteksi over temperature.

12

Gambar 2.5 IC L293D

Spesifikasi L293D Tegangan operasi 4.5V hingga 36V. Mampu mengendalikan motor stepper bipolar dan beban induktif lainnya. Mampu mengontrol arah motor DC dengan arus continu maks 600-mA setiap h-bridge. Mampu mengendalikan motor DC 4 amp dengan memparalelkan kedua hbridge di dalam IC L298. Mendukung control PWM dengan frekuensi mencapai 20 KHZ. Mempunyai proteksi ESD internal.

IC L293D akan bekerja jika diberikan suplai tegangan sebesar +5 volt pada pin 16. Namun, IC ini belum aktif, karena keaktifannya tergantung kepada logika yang diberikan kepada pin-pin Enable, yaitu pin 1 (EN1) dan pin 9 (EN2). Masing-masing Enable ini mengendalikan 2 (dua) buah IC buffer, dimana EN1 mengendalikan DIRA1 (pin 2 untuk IN1) dan DIRB1 (pin 7 untuk IN2), sedangkan EN2 mengendalikan DIRA2 (pin 10 untuk IN3) dan DIRB2 (pin 15 untuk IN4). Setiap IC bufferakan mengeluarkan logika sesuai dengan inputnya pada pasangan outputnya masing-masing.

Buffer 1 akan mengeluarkan output pada MA1 (pin 3 untuk OUT1) dan buffer 2 akan mengeluarkan output pada MB1 (pin 6 untuk OUT2). Sedangkan buffer 3 akan mengeluarkan output pada MA2 (pin 11 untuk OUT3) dan buffer 4 akan mengeluarkan output pada MB2 (pin 14 untuk OUT4). IC L293D akan mengeluarkan logika pada output berdasarkan masing-masing inputnya tergantung kepada kondisi dari masing-masing enable-nya.

2.4 Motor DC Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrikmenjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya

13

memutarimpeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dan lain-lain. Motorlistrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik,fan angin) dan di industri. Motorlistrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motormenggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri. Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untukdiubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor DC disebut stator (bagianyang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jikaterjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbultegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehinggamerupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah adalah membalik phasategangan dari gelombang yang mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator,dengan demikian arus yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalammedan magnet. Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisaberputar bebas di antara kutub-kutub magnet permanen. Catu tegangan DC dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat yang menyentuh komutator,dua segmen yang terhubung dengan dua ujung

lilitan.Kumparan satu lilitan pada gambardi atas disebut angker dinamo. Angker dinamo adalah sebutan untuk komponen yangberputar di antara medan magnet. Motor DC adalah alat yang mengubah pulsa listrik menjadi gerak, mempunyai prinsip dasar yang sama dengan motor stepper namun gerakannya bersifat kontinyu atau berkelanjutan. Motor DC dibagi menjadi 2 jenis yaitu motor DC dengan sikat (mekanis komutasi), yaitu motor yang memiliki sikat karbon berfungsi sebagai pengubah arus pada kumparan sedemikian rupa sehingga arah tenaga putaran motor akan selalu sama. Motor DC tanpa sikat, menggunakan semi konduktor untuk merubah maupun membalik arus sehingga layaknya pulsa yang menggerakkan motor tersebut. Biasa digunakan pada sistem servo, karena mempunyai efisiensi tinggi, umur pemakaian lama, tingkat kebisingan suara listrik rendah, karena putarannya halus seperti stepper namun putarannya terusmenerus tanpa adanya step.

14

2.5 LDR Rangkaian LDR atau Light Dependent Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang masih bisa dikatakan sebagai resistor yang besar resistansi nilai tahanannya bergantung pada intensitas cahaya yang menutupi permukaan. Rangkaian LDRbiasanya dikenal dengan nama foto resistor, foto konduktor, sel foto konduktif atau komponen lain yang sering digunakan dalam literatur suatu rangkaian.

Gambar 2.6 Simbol dan bentuk Fisik LDR

Itu sebabnya makin kuat intensitas cahaya maka makin kecil nilai tahanannya dan makin lemah intensitas cahaya maka makin besar nilai tahanannya.Pada umumnya rangkaian LDR digunakan sebagai sensor cahaya.Cara kerja LDR akan padam pada saat LDR mendapat cahaya cukup terang, apabila LDR tidak mendapat cahaya makan komponen ini akan menyala. Mekanisme rangkaian LDR menggunakan komponen konduktor di antara dua pin. Dan pada saat permukaan terkena cahaya maka akan terjadi perubahan resistansi dari komponen tersebut. Mekanisme dalam LDR yaitu suatu peristiwa perubahan nilai konduktansi bahan semikonduktor pada saat energi foton diserap oleh cahaya.

2.6 Sensor Air Sistem otomasi ataupun kontroler tidak akan lepas dengan apa yang disebut 'sensor'. Karena suatu sistem pengendali secara garis besar mempunyai prosedur dan rangkaian proses yang saling berkaitan. Bermula dari proses

15

perubahan yang ditangkap dan diolah oleh pengolah sinyal/data yang kemudian diteruskan sebagai keluaran dari olah data dalam bentuk kondisi pengendalian. Transduser adalah alat yang mengubah suatu energi dari satu bentuk ke bentuk lain, yang merupakan elemen penting dalam sistem pengendali. Secara umum transduser dibedakan atas dua prinsip kerja, yaitu yang pertama adalah transduser input, dapat dikatakan bahwa transduser ini akan mengubah energi non-listrik menjadi energi listrik. Kedua, transduser output adalah kebalikannya, mengubah energi listrik ke bentuk energi non-listrik. Sensor adalah alat untuk mendeteksi atau mengukur sesuatu yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor itu sendiri terdiri dari transduser dengan atau tanpa penguat atau pengolah sinyal yang terbentuk dalam satu sistem pengindera. Dalam lingkungan sistem pengendali dan robotika, sensor memberikan kesamaan yang menyerupai mata, pendengaran, hidung, lidah yang kemudian akan diolah oleh kontroler sebagai otaknya. Sensor air sebenarnya adalah sensor yang jalurnya dibuat sendiri pada PCB. Jalur sensor air ini dibuat berdekatan namun tidak saling terhubung antar jalur, sehingga apabila terkena air jalur akan terhubung, karena air merupakan salah satu konduktor yang baik. Agar jalur dari tembaga pada PCB tidak terkorosi oleh air hujan, maka jalur dilapisi timah.

Gambar 2.7 Sensor Air

2.7 Xtal XTAL merupakan komponen yang berfungsi untuk membangkitkan frekuensi osilasi dengan stabilitas yang sangat tinggi.Frekuensi osilasi didapat dari efekpiezoelektrik. Bahan yang banyak digunakan adalah kristal kuarsa.Kristal ini

16

mempunya satuan Hz. Untuk ukurannya macammacam seperti 1 MHz, 4 MHz, 8 MHz, 12 MHz dan lainlain.

Gambar 2.8 Bentuk Fisik dan Simbol Xtal

Kristal juga mempunyai stabilitas suhu yang sangat bagus. Lazimnya nilai koefisien suhu kristal berada dikisaran 50ppm direntangan suhu operasi normal dari -20C sampai dengan +70C. Bandingkan dengan koefisien suhu kapasitor yang bisa mencapai beberapa persen. Untuk aplikasi yang menuntut stabilitas suhu yang lebih tinggi, kristal dapat dioperasikan didalam sebuah oven kecil yang dijaga agar suhunya selalu konstan. Material yang mempunyai bentuk struktur kristalin, sepertikuarsa mempunyai satu sifat unik yaitu mampu menghasilkan tegangan listrik ketika diberi tekanan mekanikal dan juga sebaliknya, berubah bentuk mekanikalnya ketika diberi tegangan listrik. Sifat ini dikenal dengan nama efekpiezoelectric. Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk menghasilkan resonansi listrikmekanik, sehingga kristal akan bergetar pada frekuensi alami tertentu jika diberi tegangan listrik bolak-balik. Frekuensi alami ini ditentukan oleh potongan dan dimensi keping kristal, yang ditetapkan pada saat pembuatan. Karena potongan dan dimensi keping kristal dapat dikontrol secara presisi pada saat proses produksi, maka kristal mempunyai frekuensi getar alami yang sangat akurat. Akurasi kristal umumnya berada pada kisaran 30ppm, dengan akurasi yang lebih tinggi juga tersedia walaupun harganya tentu lebih mahal.

2.8 Kapasitor Kapasitor atau sering disebut sebagai kondensator adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan

17

ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday yang berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibandingkan komponen lainnya. Kapasitor diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk

tabung.Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.

Gambar 2.9 Macam-Macam Kapasitor

Satu komponen kapasitor biasanya terbuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan di antara kedua logam tersebut ada bahan isolator yang kerap disebut dielektrik. Dielektrik adalah bahan yang bisa mempengaruhi nilai dari kapasitansi fungsi kapasitor.adapun bahan dielektrik

18

yang sangat banyak di pakai adalah keramik, udara, kertas, metal film, gelas, vakum dan lain sebagainya. Kapasitor mempunyai beraneka macam bentuk dan ukuran, tergantung dari kapasitas kapasitor, tegangan kerja, dan lain sebagainya.Fungsi kapasitor terbagi atas 2 kelompok yaitu kapasitor yang mempunyai kapasitas yang tetap dan kapasitor yang mempunyai kapasitas yang bisa diubah-ubah atau dengan kata lain kapasitor variabel. Sifat dasar dalam suatu kapasitor adalah bisa menyimpan muatan listrik, serta juga mempunyai sifat yang tidak bisa dilalui arus DC (direct current) dan bisa dilalui arus AC (alternating current) serta juga bisa berfungsi sebagai impedansi (resistansi yang nilainya tergantung dari frekuensi yang didapatkan). Fungsi kapasitor dalam satu rangkaian elektronika adalah sebagai kopling, penggeser fasa, filter pada satu rangkaian power supply, pembangkit frekuensi pada suatu rangkaian osilator serta juga dipakai untuk menghindari percikan bunga api pada suatu saklar. Cara kerja kapasitor dalam suatu rangkaian adalah mengalirkan elektron menuju kapasitor.Pada waktu kapasitor telah dipenuhi dengan elektron, tegangan akan alami perubahan. Kemudian elektron akan keluar dari suatu kapasitor dan mengalir menuju rangkaian yang membutuhkannya. Dengan demikian kapasitor akan membangkitkan reaktif suatu rangkaian. Tetapi tidak bisa pungkiri, walau satu komponen kapasitor mempunyai bentuk dan ukuran yang berlainan, namun fungsi kapasitor terus sangat dibutuhkan dalam satu komponen elektronika atau rangkaian elektronika.

2.9 Resistor Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang dirancang untuk menahan arus listrik dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir. Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering

19

digunakan.Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikelkromium). Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu.Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.

Gambar 2.10 Bentuk Fisik Resistor

Secara lengkap fungsi resistor adalah sebagai berikut: 1. Resistor berfungsi sebagai pembagi arus. 2. Resistor berfungsi sebagai pembatas/pengatur arus. 3. Resistor berfungsi sebagai penurun tegangan. 4. Resistor berfungsi sebagai pembagi tegangan. 5. Resistor berfungsi sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.

2.10 Trimpot Trimpot adalah kependekan dari Tripotensiometer.Potensiometer

merupakan variabel resistor yang paling sering digunakan.Pada umumnya, potensiometer terbuat dari kawat atau karbon.Pada saat ini potensiometer lebih banyak terbuat dari bahan karbon.Ukurannya pun lebih kecil, namun dengan resistansi yang besar.

20

Sifat dan karakteristik dari trimpot tidak jauh berbeda dengan potensiometer.Hanya saja, trimpot ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan potensiometer.Perubahan nilai resistansinya juga dibagi menjadi dua, yakni linier dan logaritmik. Huruf B yang tertera pada trimpot menyatakan perubahan nilai resistansinya secara logaritmik, sedangkan huruf A untuk perubahan secara linier. Untuk mengubah nilai resistansinya, kita dapat memutar lubang tengah pada badan trimpot dengan menggunakan obeng.

Gambar 2.11 Macam-Macam Bentuk Fisik Trimpot

2.11 Kabel Pelangi

Gambar 2.12 Kabel Pelangi

21

Kabel pelangi berfungsi untuk menghubungkan kaki-kaki dari komponen elektronika (atau jalur rangkaian) yang dibangun di atas papan PCB matriks.Selain itu kabel pelangi juga digunakan untuk meghubungkan antar IC mikrokontroler ke komputer saat sedang memasukkan program ke dalam IC mikrokontroler.

BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA ALAT

3.1 Analisa Diagram Blok Berikut ini adalah diagram blok dari cara kerja alat automatic roof: Input Sensor Cahaya Sensor Air Switch 1 Switch 2 AT89C51 Output Proses L293D Motor DC

Gambar 3.1 Diagram Blok Automatic Roof

3.1.1 Blok Input Automatic roof memiliki empat input yang mempengaruhi outputnya, diantaranya faktor lingkungan yaitu sensor cahaya berupa cahaya matahari dan sensor air berupa air hujan. Sensor cahaya menggunakan LDR (Light Dependent Resistor) yang dihubungkan ke LM324 sebagai komparator.Sedangkan sensor air dibuat jalurnya secara manual sehingga jalur terhubung saat terkena air hujan.

22

Switch1 dan switch 2 digunakan untuk menghentikan putaran motor DC. Dimana switch 1 untuk memberhentikan saat atap membuka dan switch 2 untuk memberhentikan saat atap menutup. Keempat input ini kemudian dihubungkan ke mikrokontroler AT89C51 untuk diproses sesuai dengan program yang telah dibuat.

3.1.2 Blok Proses Semua input akan diproses pada mikrokontroler AT89C51 yang sudah diprogram. Keempat input di atas akan masuk ke port 1 pada mikrokontroler dan setelah diproses outputnya ada di port 2. Dimana hubungan input/output pada rangakaian automatic roof adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Input/Output Automatic Roof INPUT Kondisi Matahari Gelap Gelap Terang Terang Kondisi Cuaca Hujan Cerah Hujan Cerah OUTPUT Gerakan Atap Menutup Menutup Menutup Membuka Motor DC Diam

Switch 1 dan 2

3.1.3Blok Output Output pada rangakaian automatic roof adalah gerakan pada motor DC yang menggerakkan atap. Keluaran dari mikrokontroler AT89C51 masuk ke IC L293D untuk menentukan arah putar motor DC yang dipasang pada atap sehingga atap bisa bergerak membuka atau menutup sesuai dengan arah putar motor DC. Dalam rangkaian ini motor DC menggunakan dinamo.

23

3.2 Analisa Rangkaian 3.2.1 Rangkaian MinSys Berikut ini adalah rangkaian minsys dari automatic roof:

Gambar 3.2 Rangkaian MinSysAutomatic Roof

24

Otak pada rangkaian automatic roof adalah AT89C51. Input yang masuk pada port 1 akan diproses dan keluarannya masuk ke L293D melalui port 2 yang akan menentukan arah putar motor DC. Sedangkan untuk proses dalam IC AT89C51 programnya yang akan dibahahas pada sub bab 3.4 makalah ini. AT89C51 mempunyai rangkaian osilator sebagaisumber detak

mikrokontroler dengan xtal atau kristal 12 MHz. Sumber detak(clock) ini yang menentukan besarnya atau kecepatan siklus mesin yang diperlukan untuk membaca setiap satu perintah. Kapasitor yang terhubung dengan kristal digunakan untuk menstabilkan sistem yang besarnya 33pF. Pada pin 9 adalah reset master, dimana perubahan tegangan dari rendah ke tinggi akan mereset AT89C51.Misal terjadi error pada rangkaian, makapush button yang terhubung ke reset ditekan, maka rangkaian akan mereset. Sumber tegangan yang merupakan keluaran dari rangkaian

regulatordisambungkan menuju Vcc pada port 40 dan EA pada port 31,dimana tegangan pada jalur ini adalah 5V, dan port 20 sebagai ground. Port 2 pada AT89C51 sebagai output ke IC L293D untuk pengatur arah putaran motor DC. IC L293D akan bekerja jika diberikan suplai tegangan sebesar +5 volt pada pin 16. EN1 mengendalikan DIRA1 (pin 2 untuk IN1) dan DIRB1 (pin 7 untuk IN2), Setiap IC buffer akan mengeluarkan logika sesuai dengan inputnya pada pasangan outputnya masing-masing. Buffer 1 akan mengeluarkan output pada MA1 (pin 3 untuk OUT1) dan buffer 2 akan mengeluarkan output pada MB1 (pin 6 untuk OUT2). IC L293D akan mengeluarkan logika pada output berdasarkan masing-masing inputnya tergantung kepada kondisi dari masingmasing enable-nya. Jadi apabila salah satu dari P2.0 atau P2.1 bernilai logika 1 maka motor akan berputar, namun jika kedua port bernilai logika sam-sama 0 atau sama-sama 1 maka motor tidak akan berputar.

3.2.2 Rangkaian Komparator Berikut ini adalah rangkaian dari komparator menggunakan IC LM324 dengan LDR sebagai inputnya.

25

Gambar 3.3 Rangkaian Komparator

Cara kerjanya adalah pada saat intensitas cahaya disekitar LDR membesar, maka hambatan LDR akan mengecil. Hal ini menyebabkan tegangansemakin mengecil.Dan sebaliknya, jika intensitas cahaya disekitar LDR semakin besar, maka hambatan pada LDR semakin kecil.Hal ini menyebabkan tegangansemakin besar. Tegangan keluaran LDR masuk ke kaki 2 pada LM324. Apabila LDR mendapat cahaya maka tegangannya kecil, dikomparasikan dengan kaki 3 yang terhubung dengan trimpot maka keluaran dari LM324 bernilai logika 1 karena tegangan di trimpot lebih besar dari tegangan LDR. Dan sebaliknya, apabila LDR tidak mendapat cahaya maka tegangannya besar dan melebihi tegangan trimpot, sehingga keluaran dari LM324 bernilai logika 0.

GND VB + Vout VA Vcc

Gambar 3.4 Skematik LM324 sebagai Komparator

26

Rumus Vout untuk rangkaian komparator: Vout = ( VB VA ) . 90 % Vcc Terlihat pada rumus, terdapat operasi (Vb Va). Fungsi dari operasi tersebut pada rangkaian komparator adalah sebagai penanda, dimana hasil dari pengurangan tersebut hanya menandakanVout bernilai positif atau negatif dari hasil 90 % Vcc.

Gambar 3.5 Sinyal pada Komparator

Pada komparator bentuk sinyal output akan menjadi low atau high tergantung pada Vref di kaki 2 (-). Ketika sinyal input naik dan mulai menyentuh tegangan referensi, maka tegangan outputnya akan langsung menuju high. Dan ketika sinyal input turun dan menyentuh tegangan refernsi maka tegangan outputnya menuju low. Karena itulah tegangan yang keluar dari rangkaian komparator ini menjadi sinyal kotak.

3.2.3 Rangkaian Sensor Rangkaian sensor air adalah jalur yang dibuat manual di PCB seperti pada Gambar 3.6 dimana jalur akan terhubung apabila terkena air karena air merupakan konduktor yang baik.

Gambar 3.6 Rangakaian Sensor Air 3.3 Flowchart Automatic Roof 27

Mulai

P1.0 = 0 atau P1.1= 0

Buka

Y Y Tutup T P1.3 = 0

P1.2 = 0 T

Stop

Gambar 3.7 Flowchart Program

Berikut ini adalah penjelasan flowchart untuk sistem rangkaian automatic roof: 1. 2. Input mulai. Jika P1.0 atau P1.1 bernilai logika 0 maka ke input tutup, tetapi jika tidak ke input buka. 3. Pada input tutup jika P1.2 bernilai logika 0 maka ke input stop, tetapi jika tidak kembali ke proses mulai. 4. Pada input buka jika P1.3 bernilai logika 0 maka ke input stop, tetapi jika tidak kembali ke proses mulai. 5. Input stop kembali ke mulai.

3.4 Analisa Program

28

Listing program yang digunakan penulis pada rangkaian automatic roof adalah sebagai berikut:

$mod51 org 0h mov p1,#00fH mov p2,#0fFH mulai: jnb p1.0,tutup jnb p1.1,tutup sjmp buka buka : jnb p1.2,stopbuka mov p2,#0FEH sjmp mulai stopbuka : mov p2,#0FCH sjmp mulai

tutup : jnb p1.3,stoptutup mov p2,#001H sjmp mulai stoptutup : mov p2,#000H sjmp mulai ret end

Berikut ini adalah penjelasan programnya:

29

Tabel 3.2 Penjelasan Program Listing Program $mod51 Penjelasan Instruksi ini digunakan sebagai inisialisasi agar simulator dapat mengidentifikasi program yang dibuat dalam bahasa asembler. org 0h Untuk menulis program di alamat 0heksa pada register mikrokontroler. mov p1,#00fH mov p2,#0fFH mulai : jnb p1.0,tutup jnb p1.1,tutup sjmp buka buka : jnb p1.2,stopbuka mov p2,#0FEH sjmp mulai stopbuka : mov p2,#0FCH sjmp mulai tutup : jnb p1.3,stoptutup mov p2,#001H sjmp mulai stoptutup : mov p2,#000H sjmp mulai ret end Memindahkan 0F heksa (00001111b) ke port 1 Memindahkan FF heksa (11111111b) ke port 2 Sebagai label bernama mulai Jika P1.0 berlogika 0 maka lompat ke label tutup Jika P1.1 berlogika 0 maka lompat ke label tutup Lompat ke label buka Sebagai label bernama buka Jika P1.2 berlogika 0 maka lompat ke label stopbuka Memindahkan FE heksa (11111110b) ke port 2 Lompat ke label mulai Sebagai label bernama stopbuka Memindahkan FC heksa (1111100b) ke port 2 Lompat ke label mulai Sebagai label bernama tutup Jika P1.3 berlogika 0 maka lompat ke label stoptutup Memindahkan 01 heksa (00000001b) ke port 2 Lompat ke label mulai Sebagai label bernama stoptutup Memindahkan 00 heksa (00000000b) ke port 2 Lompat ke label mulai Return atau kembali ke program Akhir dari program

3.5 Cara Kerja Alat

30

Faktor lingkungan berupa cahaya merupakan salah satu input dari rangkaian automatic roof.Dimana cahaya yang ditangkap oleh LDR membuat tegangan di LDR menjadi kecil.Saat dikomparasikan dengan tegangan trimpot yang sudah diatur sebesar 0,8V didapatkan tegangan pada LDR lebih kecil dari pada tegangan trimpot, sehingga keluaran dari LM324 bernilai 1.Keluaran dari LM324 ini masuk ke port 1.0 pada mikrokontroler AT89C51. Dari program di atas jika port 1.0 bernilai 1 maka atap akandalam keadaan terbuka. Saat cahaya menjadi gelap, maka tegangan pada LDR menjadi besar melebihi tegangan trimpot.Sehingga keluaran pada komparator bernilai 0 yang masuk ke port 1.1.Dari program di dapat port 2 menjadi 01 heksa yang membuat L293D memberi perintah putaran ke motor DC. Dan saat mendapat penekanan dari switch 1 yang tersambung pada port 1.2 maka motor akan berhenti berputar karena pada program diberi 00 heksa untuk port 2. Selama LDR masih tidak mendapat cahaya maka selalu mendapat kondisi seperti di atas dan atap akan selalu menutup. Tetapi jika LDR kembali mendapat cahaya maka keluaran dari komparator bernilai 1 maka sesuai program maka L293D akan membuat arah putar motor DC menjadi sebaliknya dan berhenti sampai menekan switch 2. Switch 2 diprogram untuk memberhentikan putaran motor DC saat membuka. Faktor lingkungan kedua yang mempengaruhi kerja automatic roof ini adalah air, yang pada aplikasinya adalah air hujan.Sensor air dibuat dan dihubungkan dengan mikrokontroler AT89C51 pada port 1.1.Apabila sensor air terkena air maka mendapat logika 0, sehingga mengeluarkan tegangan output pada L293D yang membuat motor DC berputar atau menutup. Setelah itu sama seperti sensor cahaya, saat mendapat penekanan dari switch 1 maka motor akan berhenti berputar. Selama sensor air masih terkena air maka atap akan selalu menutup. Apabila sensor air sudah tidak terkena air lagi, maka sesuai dengan program, apabila P1.1 bernilai 1 maka IC L293D akan memberikan arah putaran yang berlawanan sampai menekan switch 2. Dimana switch 2 pada port 1.3 jika ditekan bernilai logika 0 dan membuat motor DC berhenti berputar. Saat sensor tidak terkena air terus menerus maka sensor dalam keadaan diam karena port 1.1 selalu bernilai 1.

BAB IV

31

PENUTUP

4.1 Kesimpulan Pada rangkaian automatic roof atap akan menutup apabila LDR terkena cahaya.Hal ini dikarenakan apabila LDR terkena cahaya maka hambatannya kecil sehingga tegangannya pun juga kecil.Setelah dikomparasikan dengan tegangan pada trimpot menggunakan IC LM324 di dapat keluaran 1 yang berarti atap terbuka.Sedangkan apabila LDR tidak mendapat cahaya maka hambatannya besar dan tegangan juga menjadi besar.Tegangan ini lebih besar dari tegangan yang dihasilkan trimpot. Maka keluaran dari komparator bernilai 0 yang artinya motor DC akan bergerak untuk menutup atap. Sama seperti cara kerja LDR, sensor air akan bekerja saat terkena air. Apabila jalur pada sensor air terhubung karena terkena air maka akan mengeluarkan masukan 0 pada mikrokontroler. Tetapi jika air tidak mengenai sensor air maka atap akan terbuka sesuai dengan program yang telah dibuat. Program telah dibuat sebelumnya dalam bahasa assembly kemudian dimasukkan ke mikrokontroler AT89C51 yang berfungsi sebagai otak dari rangkaian automatic roof ini.Selain itu arah perputaran pada motor DC untuk membuka atau menutup atap diatur oleh IC L293D.

4.2 Saran Dalam mengerjakan perakitan prototype automatic roof, yang harus diperhatikan adalah kekuatan putar motor DC.Tegangan untuk kekuatan putar motor DC harus diseuaikan dengan besar prototype dan rangkaian yang digunakan.Apabila dengan satu sumber tegangan tidak kuat menarik atap, maka gunakan dua sumber tegangan. Satu sumber untuk rangkaian dan satu sumber lagi untuk motor DC. Selain itu dalam pengerjaan rangkaian dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian agar jalur tidak ada yang terhubung singkat dan hasilnya menjadi

32

rapi.Terutama pada pemasangan kabel juga harus teliti agar tidak salah menyambungkan kabel yang dapat membuat IC rusak.

DAFTAR PUSTAKA

33

http://tutorial-elektronika.blogspot.com/2009/02/ic-lm-324.html, tanggal akses : 18 April 2013

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27353/3/Chapter%20II.pdf, tanggal akses : 18 April 2013

http://exsandc.blogspot.com/2012/12/op-amp-sebagai-komparator.html, tanggal akses : 20 April 2013

http://kanip-fismandor.blogspot.com/2013/02/ic-mikrokontrolerat89s51.html, tanggal akses : 20 April 2013

http://www.kajianpustaka.com/2012/10/mikrokontroller-at89c51-arsitekturdan.html#.UXIJUKJTD9c, tanggal akses : 20 April 2013

http://staff.ui.ac.id/internal/040603019/material/DCMotorPaperandQA.pdf, tanggal akses : 20 April 2013

http://palleko.blogspot.com/2012/06/rangkaian-ldr.html, tanggal akses : 20 April 2013

http://depokinstruments.com/2011/07/29/teori-dasar-ldr-dan-rangkaian-ldrdalam-pengembangan, tanggal akses : 20 April 2013

www.freewebs.com/kapeha/sensor.doc, tanggal akses : 20 April 2013 http://ini-robot.blogspot.com/2012/06/driver-motor-l293d-motor-driveric.html, tanggal akses : 20 April 2013

http://leselektronika.blogspot.com/2012/07/kristal-xtal-oksilator.html, tanggal akses : 21April 2013

http://www.elektronikaonline.com/majalah-elektronika/kristal.htm, tanggal akses : 21April 2013

http://id.wikipedia.org/wiki/Kondensator, tanggal akses : 21April 2013 http://komponenelektronika.org/fungsi-kapasitor.htm, tanggal akses : 21April 2013

http://www.unhas.ac.id/elektro/elda/?p=66, tanggal akses : 21April 2013 http://komponenelektronika.net/fungsi-resistor.htm, tanggal akses : 21April 2013

34

http://www.sahabat-informasi.com/2012/04/macam-macam-jenis-jenisresistor.html, tanggal akses : 21April 2013

http://resistor777.blogspot.com/p/trimpot-trimmer-potensio.html, tanggal akses : 21April 2013

http://blog.politekniktelkom.ac.id/30209248/?p=257, tanggal akses : 21April 2013

http://www.datasheetcatalog.org/datasheet/SGSThomsonMicroelectronics/m Xuqyux.pdf, tanggal akses 15 : Mei 2013

http://pdf1.alldatasheet.com/datasheet-pdf/view/56215/ATMEL/AT89C51 .html, tanggal akses 15 : Mei 2013

http://www.datasheetcatalog.com/datasheets_pdf/L/2/9/3/L293D.shtml, tanggal akses 15 : Mei 2013

Azis Muslim, et al, Makalah Proyek Mikroprosesor, Fload Detector, 2012 Amri Arifianto, Skripsi, COUNTER DAN TRANSPORTER BARANG BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89C51, 2005

35

36