Anda di halaman 1dari 2

sakitnya bertambah parah atau lama “Sesungguhnya Allah telah meletakkan

sembuhnya. setengah shalat dan puasa bagi orang


Allah l berfirman: musafir dan (demikian pula) bagi wanita
menyusui dan yang hamil.” (HR. An-Nasai,
‫ﭲ ﭳﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ‬ 4/180-181, Ibnu Khuzaimah, 3/268, Al- Vol.17/03/1429H/2008
Baihaqi, 3/154, dan dishahihkan oleh
‫ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿﮀ ﮁ ﮂ‬
Edisi Khusus Ramadhan
Asy-Syaikh Al-Albani t)
‫ﮃ ﮄ ﮅ ﮆﮇ ﮈ ﮉ‬ Yang tidak wajib berpuasa namun
HUKUM PUASA RAMADHAN
wajib meng-qadha (menggantinya) di hari
‫ﮊ ﮋ ﮌ ﮍﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒﮓ ﮔ‬ lain adalah wanita haidh dan nifas.
Telah terjadi kesepakatan di antara Al-Ustadz Abu Abdirrahman Al-Bugisi
‫ﮕ ﮖﮗ‬ fuqaha bahwa wajib atas keduanya untuk
berbuka dan diharamkan berpuasa. Jika Puasa Ramadhan merupakan salah sebelum fajar maka tidak ada puasa
“Maka barangsiapa di antara kamu ada
mereka berpuasa, maka dia telah melakukan satu dari kewajiban puasa yang ditetapkan baginya.” (HR. Ahmad dan Ashabus
yang sakit atau dalam perjalanan lalu ia
amalan yang bathil dan wajib meng-qadha. syariat yang ditujukan dalam rangka taqarrub Sunan)
berbuka, maka wajib baginya berpuasa
Diantara dalil atas hal ini adalah hadits (mendekatkan diri) kepada Allah. Asy-Syaikh Muqbil
sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari- t
hari yang lain.” (Al-Baqarah: 184) Aisyah x: Hukum puasa sendiri terbagi menyatakan bahwa hadits ini mudhtharib
Demikian pula bagi wanita hamil dan ِّ ‫َكا َن ُي ِصيُْبنَا َذِل َك َفنُأَْمُر ِب َق َضاِء‬
‫الصيَ ِام َو َال‬ menjadi dua, yaitu puasa wajib dan puasa (goncang) walaupun sebagian ulama

َّ ‫ُنأَْمُر ِب َق َضاِء‬
sunnah. Adapun puasa wajib terbagi menjadi
menyusui yang khawatir terhadap janinnya َ ‫الص‬
ِ‫الة‬ 3: puasa Ramadhan, puasa kaffarah (puasa
menghasankannya.
atau anaknya bila dia berpuasa, wajib Namun mereka mengatakan bahwa
baginya meng-qadha puasanya dan bukan tebusan), dan puasa nadzar. ini adalah pendapat Ibnu ‘Umar, Hafshah,
“Adalah kami mengalami haidh lalu ‘Aisyah, dan tidak ada yang menyelisihinya
membayar fidyah menurut pendapat yang
kamipun diperintahkan untuk meng-qadha Rukun Berpuasa dari kalangan para shahabat.
paling kuat dari pendapat para ulama.
puasa dan tidak diperintahkan meng-qadha a. Berniat sebelum munculnya fajar shadiq. Persyaratan berniat puasa sebelum
Hal ini berdasar hadits Anas bin Malik Al-
shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah n : fajar dikhususkan pada puasa yang hukumnya
Ka’bi z, bersabda Rasulullah n:
َ ‫إِ َّن اهللَ َع َّز َو َج َّل َو َض َع َعن المُْ َساِف ِر ِن ْص‬
‫ف‬ wajib, karena Rasulullah n pernah datang
ِ Wallahu a’lam ِ َّ‫إِمَّنَا اْ َأل ْع َم ُال ِبالنِّي‬
‫ات‬ kepada ‘Aisyah x pada selain bulan
ُْ‫م‬ َ
‫البْلى َوال ْر ِض ِع‬ ُْ‫الص ْو َم َو َعن ح‬
َّ ‫الةِ َو‬ َ ‫الص‬
َّ
ِ “Sesungguhnya amalan itu tergantung Ramadhan lalu bertanya: “Apakah kalian
niatnya.” (Muttafaqun ‘alaih dari hadits mempunyai makan siang? Jika tidak maka
saya berpuasa.” (HR. Muslim)
‘Umar bin Al-Khaththab z)
Diterbitkan di bawah Yayasan Asy Syariah dengan Masalah ini dikuatkan pula dengan
Juga hadits Hafshah x, bersabda
Akta Notaris no.16 tanggal 31 Mei 2005 perbuatan Abud-Darda, Abu Thalhah, Abu
Rasulullah n: Hurairah, Ibnu ‘Abbas dan Hudzaifah ibnul
Penanggung Jawab: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc Redaktur Ahli: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-
Maidani, Al-Ustadz Abdul Haq, Al-Ustadz Abdul Jabbar ‫ال ِصيَا َم‬ ِ ِّ ‫َم ْن مَلْ جَْي َم ِع‬
َ ‫الصيَا َم َقبْ َل اْل َف ْجر َف‬ Yaman. Ini adalah pendapat jumhur.
Para ulama juga berpendapat bahwa
‫َلُه‬
Koordinator: Ristyandani Sekretaris: Abu Harits Bendahara: Taufik Distribusi: Slamet
Widodo persyaratan niat tersebut dilakukan pada
Alamat Redaksi: Wisma Kun Salafiyyan, Jl. Palagan Tentara Pelajar 99 RT 6 RW 34, Sedan setiap hari puasa karena malam Ramadhan
“Barangsiapa yang tidak berniat berpuasa
Sariharjo, Ngaglik, Sleman Telepon: (0274) 7170587 E-mail: pakis_jogja@yahoo.co.id memutuskan amalan puasa sehingga untuk
4
mengamalkan kembali membutuhkan niat yang menjadi tanda dimulainya seseorang puasa terhadap orang kafir, orang gila, kami. Dan kami ke masjid lalu kami buatkan
yang baru. Wallahu a’lam. menahan makan, minum dan yang semisalnya anak kecil, orang sakit, musafir, wanita mereka mainan dari wol, maka jika salah
Berniat ini boleh dilakukan kapan serta diperbolehkan shalat Shubuh. haidh dan nifas, orang tua yang lemah seorang mereka menangis karena (ingin)
saja baik di awal malam, pertengahannya Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas c serta wanita hamil dan wanita menyusui. makan, kamipun memberikan (mainan
maupun akhir. Ini pula yang dikuatkan oleh bahwa Rasulullah n bersabda: Bila ada orang kafir yang berpuasa, tersebut) padanya hingga mendekati buka
jumhur ulama (bahwa niat cukup dengan hati puasa." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
َّ ‫اْل َف ْجُر َف ْج َرا ِن َفأََّما اْ َأل َّو ُل َفإَِّنُه َال حُْيرُم‬
‫الط َعا َم‬
karena puasa adalah ibadah di dalam Islam
dan tidak dilafadzkan dan makan sahurnya ِ maka tidak diterima amalan seseorang Sementara itu, bagi orang-orang
seseorang sudah menunjukkan dia punya
niat berpuasa, red)
‫الةَ َوأَ َّما الثَّاِني َفإَِّنُه حُْي ِرُم الط َعا َم‬
َّ َ ‫الص‬َّ ‫َو َال حُ ِي ُّل‬ kecuali bila dia menjadi seorang muslim lanjut usia yang sudah lemah (jompo),
orang sakit yang tidak diharapkan sembuh,
َ ‫الص‬
َ‫الة‬ َّ ‫َوحُ ِي ُّل‬
dan ini disepakati oleh para ulama.
Adapun orang gila, ia tidak wajib berpuasa dan orang yang memiliki pekerjaan berat
b. Menahan diri dari setiap perkara yang karena tidak terkena beban beramal. Hal ini yang menyebabkan tidak mampu berpuasa
“Fajar itu ada dua, yang pertama tidak
membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar berdasarkan hadits ‘Ali bin Abi Thalib z dan tidak mendapatkan cara lain untuk
diharamkan makan dan tidak dihalalkan
hingga terbenamnya matahari. memperoleh rizki kecuali apa yang dia
shalat (Shubuh). Adapun yang kedua (fajar) bahwa Rasulullah n bersabda:
Telah diriwayatkan oleh Al-Imam lakukan dari amalan tersebut, maka bagi
adalah yang diharamkan makan (pada
Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim hadits َ‫ َعن مْج‬:‫الَثٍة‬
‫الُْن ْو ِن َحتَّى يَ ِفيْ َق‬ َ ‫ُرِف َع اْل َقَل ُم َع ْن َث‬ mereka diberi keringanan untuk tidak
waktu tersebut) dan dihalalkan shalat.” ِ
‫وعن النائم حتى يستَي َق َظ وعن‬
dari ‘Umar bin Al-Khaththab zbahwa berpuasa namun wajib membayar fidyah
‫الصب َحتَّى‬
ِ‫َ َ ِ َّ ِ ِ َ َّ َ ْ ْ َ َ ِ َّ ي‬
(HR. Ibnu Khuzaimah, 1/304, Al-Hakim,
Rasulullah n bersabda: 1/304, dan Al-Baihaqi, 1/377) yaitu memberi makan setiap hari satu orang
‫حَْيتَِل َم‬ miskin.
‫الليْ ُل ِم ْن َه ُهنَا َوأَْد َر َك النَّ َهاُر ِم ْن‬
َّ ‫إَِذا أَْقبَ َل‬ Namun para ulama menghukumi
riwayat ini mauquf (hanya perkataan Ibnu Berkata Ibnu Abbas c: “Diberikan
َّ ‫س َف َق ْد أَْف َط َر‬
“Diangkat pena (tidak dicatat) dari 3
‫الصاِئ ُم‬ َّ ‫ت‬
ُ ‫الش ْم‬ ِ ‫َه ُهنَا َو َغ َرَب‬ ‘Abbas c dan bukan sabda Nabi n). golongan: orang gila sampai dia sadarkan
keringanan bagi orang yang sudah tua
Di antara mereka adalah Al-Baihaqi, Ad- untuk tidak berpuasa dan memberi makan
“Jika muncul malam dari arah sini (barat) diri, orang yang tidur hingga dia bangun
Daruquthni dalam Sunan-nya (2/165), Abu setiap hari kepada seorang miskin dan tidak
dan hilangnya siang dari arah sini (timur) dan anak kecil hingga dia baligh.” (HR.
Dawud dalam Marasil-nya (1/123), dan ada qadha atasnya.” (HR. Ad-Daruquthni
dan matahari telah terbenam, maka telah Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Tarikh- dan Al-Hakim dan dishahihkan oleh
berbukalah orang yang berpuasa.” (HR. Meski anak kecil tidak memiliki
nya (3/58). Juga diriwayatkan dari Tsauban keduanya)
Al-Bukhari dan Muslim) kewajiban berpuasa sebagaimana dijelaskan
dengan sanad yang mursal. Sementara Anas bin Malik z tatkala
Puasa dimulai dengan munculnya hadits di atas, namun sepantasnya bagi orang
diriwayatkan juga dari hadits Jabir dengan sudah tidak sanggup berpuasa maka
fajar. Namun kita harus hati-hati karena tua atau wali yang mengasuh seorang anak
sanad yang lemah.Wallahu a’lam. beliau memanggil 30 orang miskin lalu
terdapat dua jenis fajar, yaitu fajar kadzib agar menganjurkan puasa kepadanya supaya
(memberikan pada mereka makan) sampai
dan fajar shadiq. Fajar kadzib ditandai terbiasa sejak kecil sesuai kesanggupannya.
Siapa yang Diwajibkan Berpuasa? mereka kenyang. (HR. Ad-Daruquthni
dengan cahaya putih yang menjulang ke atas Sebuah hadits diriwayatkan
Orang yang wajib menjalankan 2/207 dan Abu Ya’la dalam Musnad-nya
seperti ekor serigala. Bila fajar ini muncul Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz x:
puasa Ramadhan memiliki syarat-syarat 7/204 dengan sanad yang shahih. Lihat
masih diperbolehkan makan dan minum “Utusan Rasulullah n mengumumkan
tertentu. Telah sepakat para ulama bahwa Shifat Shaum An-Nabi, hal. 60)
namun diharamkan shalat Shubuh karena di pagi hari ‘Asyura agar siapa di antara
puasa diwajibkan atas seorang muslim yang Orang-orang yang diberi keringanan
belum masuk waktu. kalian yang berpuasa maka hendaklah dia
berakal, baligh, sehat, mukim, dan bila ia untuk tidak berpuasa namun wajib atas
Fajar yang kedua adalah fajar shadiq menyempurnakannya dan siapa yang telah
seorang wanita maka harus bersih dari haidh mereka menggantinya di hari yang lain
yang ditandai dengan cahaya merah yang makan maka jangan lagi dia makan pada sisa
dan nifas. adalah musafir, dan orang yang sakit yang
menyebar di atas lembah dan bukit, menyebar harinya. Dan kami berpuasa setelah itu dan
Sementara itu tidak ada kewajiban masih diharap kesembuhannya yang apabila
hingga ke lorong-lorong rumah. Fajar inilah kami mempuasakan kepada anak-anak kecil
dia berpuasa menyebabkan kekhawatiran
2 3