P. 1
Struktur Atom

Struktur Atom

4.29

|Views: 10,285|Likes:
Dipublikasikan oleh arzadd

More info:

Published by: arzadd on May 19, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $5.00 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/10/2013

$5.00

USD

pdf

text

original

STRUKTUR ATOM

Komponen
Massa Muatan
gram sma Coulomb sme
Proton 1,67x10
-24
1,007276 +1,602x10
-19
+1
Neutron 1,67x10
-24
1,007276 0 0
Elektron 9,11x10
-28
0,0005486 -1,602x10
-19
-1
Simbol Atom suatu Unsur:
A
Z
X
X = nama unsur
A = bilangan massa (jumlah proton dan neutron)
Z = nomor atom (jumlah proton)
Pertanyaan:
Bagaimana penataan komponen itu dalam atom?
Mekanika klasik
MODEL RUTHERFORD:
- Atom merupakan sebagian besar ruang hampa
- Inti atom mempunyai muatan positif dan merupakan
massa atom, sedangkan elektron yang bermuatan
negatif berada jauh di luar inti
- Elektron berputar mengelilingi inti
Model itu ditentang oleh Maxwell
“Apabila suatu partikel yang bermuatan bergerak, partikel
itu akan menghasilkan radiasi elektromagnetik”

MODEL ATOM BOHR
Cahaya (radiasi elektromagnetik):
1
c
u
i
·

u
= frekwensi (Herzt) c = laju cahaya (3,0x10
8
m/detik)
λ = panjang gelombang (m)
Spektra atom:
Gambar 1 Spektra kontinyu
Gambar 2 Spektra garis
Spektra atom hydrogen pada daerah visible
Persamaan empiris Rydberg:
1/ λ = 109.789(1/n
1
-1/n
2
) cm
-1
, n = bilangan bulat postif
Pertanyaan:
656,3 nm 486,1 nm 434,0
merah hijau biru
2
410,1 nm
Bagaimana menerangkan spectra garis?
Energi radiasi elektromagnetik (Energi foton):
E
f
= h
u
h = tetapan Planck (6,626x10
-34
J/dt)
Postulat Bohr tentang model atom hidrogen:
m = massa electron, kg
v = kecepata gerak elektron
ε
0
= 8,854x10
-12
C
2
m
-1
J
-1
(Permitivitas ruang hampa)
Nilai mrv yang diijinkan adalah kelipatan bilangan bulat n
dari h/2Л
2
nh
mrv
r
· (4)
Persamaan (3) dapat diubah menjadi
2 2
0
( )
nh
e
mr
rr
r
· (5)
+
n=1
n=2
n=3
n=4
r
3
Perjabaran Bohr:
2
2
0
1
4
p
e
F
r rr
·
(1)
2
f
mv
F
r
· (2)
Keadaan seimbang
2 2
0
4
( ) e mrv
mr
rr
· (3)
atau
2
0
( )
nh
r
m e
r
r
· (6)
Energi total elektron, E = E
k
+ E
p
2
2
0
1
( )
2 4
e
E mv
r rr
·
(7)
4
2 2 2
0
1
( )
8
me
E
h n r
·
(8)
atau
2
n
A
E
n
· (9)
dengan
4
18
2 2
0
2,18 10
8
me
A x J
h r

· ·
Penjelasan Spektra Atom:
2 1 2 1
2 2
1 2
1 1
( ) E h E E A
n n
v

A · · ·
(10)
1
2 2
1 2
1 1 1
109.730( )cm
n n i

·
(11)
4
Masalah:
- Mengapa elektron berada pada orbit tertentu?
- Teori Bohr tidak mampu menjelaskan atom berelektron
banyak
MODEL MEKANIKA GELOMBANG
1. Hipotesis de Broglie (1924):
“Jika Gelombang elektromagnetik dapat berkelakuan
sebagai partikel maka partikel juga dapat berkelakuan
sebagai gelombang”
Einstein: E
f
= mc
2
dan Max Planck: E = h
u
E = h
u
= mc
2
atau λ = h/mc
Untuk partikel, c diganti v (kecepatan gerak partikel)
λ = h/mv  h = pλ
Jadi, elektron dalam atom memiliki sifat gelombang!
 Gelombang harmonis  Bilangan kuantum
n = ∞
n =
4
n = 3
n = 2

n = 1
Absorpsi Emisi
5
A

0
-A/16
-A/9
-A/4

-A
Pertanyaan:
Bagaimana perilaku elektron dalam ruang tiga dimensi dan
bagaimana fungsi gelombang?
Schroedinger (1926) mengusulkan persamaan matematik
untuk gelombang elektron dalam atom hydrogen:
2 2 2 2 2
2 2 2 2 2
8
( ) 0
m
E V
x y z x h
r o+ o+ o+ o+
+ + + + ·
o o o o
Ψ = amplitudo fungsi gelombang elektron
E = energi total sistem
V = energi potensial sistem
m = massa elektron
h = tetapan Planck
x, y, dan z = koordinat Cartesian
Penyelesaian untuk Ψ (disebut fungsi gelombang) didekati
dengan koordinat polar:
Ψ(r,θ,φ) = R(r)Θ(θ)Φ(φ)
R(r) = Fungsi gelombang radial (bergantung jarak)
Θ(θ)Φ(φ) = Fungsi gelombang angular (bergantung sudut)
Penyelesaian Persamaan memunculkan 3 tetapan yang
disebut bilangan kuantum (n, l, dan m
l
)  Ψ
n,l,ml
Nilai Ψ
2
sebanding dengan kebolehjadian menemukan
electron. Ruang di sekitar ini yang boleh jadi ditemukan
electron disebut “Orbital”
Orbital s (l = 0, m
l
= 0)
6
Orbital p (l = 1, m
l
= 0, -1, +1)
Orbital d (l = 2, m
l
= 0, -1, +1, -2, +2)
Hubungan antara n, l dan m
l
:
1. Dalam atom H, nilai n rendah orbital lebih stabil dan
energi hanya bergantung pada nilai n. Untuk atom dengan
electron lebih dari satu, energi juga bergantung pada l
2. Jenis orbital ditentukan oleh bilangan kuantum l:
l = 0, orbital; l = 1, orbital p; l = 2 orbital d; l = 3 orbital f.
3. Untuk setiap jenis terdapat 2l+1 orbital, yaitu 1 untuk s, 3
untuk p, 5 untuk d, dan 7 untuk f, Angka itu menunjukkan
jumlah nilai m
l
yang menggambarkan orientasi orbital.
4. Ada sejumlah n jenis orbital dalam setiap tingkatan
energi ke n.
Bilangan kuantum ke empat (spin), m
s
= + ½
5. Setiap orbital dapat terisi dua elektron, sesuai dengan
dua nilai m
s
yang diijinkan.
Konfigurasi Elektron:
7
- Prinsip Aufbau
- Aturan Hund
Urutan tingkat energi orbital
Tabel Periodik Unsur
SIFAT ATOM
1. Ukuran (Jejari) atom
8
- Bergantung pada kondisi saat pengukuran
- dipengaruhi oleh n dan muatan inti efektif (Z*)
- Pada periode tertentu dari kiri ke kanan ukuran
meningkat karena n tetap, Z* naik
- Pada satu golongan jejari meningkat karena Z*
meningkat lambat, n bertambah
3. Energi Ionisasi
- Bergantung pada jejari atom
- Konfigurasi electron
4. Afinitas Elektron
- Bergantung pada jejari atom
- Konfigurasi electron
9
5. ENERGI KISI (LATTICE ENERGY):
Energi yang dibebaskan apabila ion-ion dalam ujud gas
gas yang saling terpisah menyatu membentuk kristal.
M
+
(g) + X
-
(g)  MX(p)
Pers. Born-Lande
)
1
1 (
4
0 0
2
0
n r
e Z ANZ
U − =
− +
πε
U
0
= energi kisi
A = Tetapan Madelung, bergantung pada struktur kristal
N = Bilangan Avogadro, 6,02 x 10
23
pasangan ion/mol
Z
+
, Z
-
= muatan kation dan anion
π = 3,14159
n = eksponen Born, bergantung pada konfigurasi
E
0
= 8,85 x 10-12 C
2
J
-1
m
-1
R
0
= Jarak antar inti
e = muatan electron, 1,6 x 10
-19
C
r
E
tot
E
tol
E
tar
E U
0
10
Nilai tetapan Madelung beberapa kristal:
Struktur Bil. Koordinasi A
Natrium klorida, NaCl 6:6 1,474756
Sesium klorida, CsCl 8:8 1,76267
Seng blenda, 4:4 1,63806
Wurtzit, 4:4 1,64132
Fluorit, 8:4 2,51939
Rutil, 6:3 2,408
b-Kristobalit, 4:2 2,298
Korundum, 6:4 4,1719
Nilai n beberapa konfigurasi
He 5
Ne 7
Ar, Cu
+
9
Kr, Ag
+
10
Xe, Au
+
12
Contoh soal:
Hitung energi kisi, U
0
, untuk natrium klorida.
r
0
= penjumlahan jejari ion Na
+
dan Cl
-
(2,83 x 10
-10
m)
n = rerata dari Na
+
dan Cl
-
(8)
U
0
= -755 kJ/mol  energi kisi NaCl = 755 kJ/mol (energi
yang dibebaskan apabila ion Na
+
dan Cl
-
dalam ujud gas
menyatu membentuk kristal NaCl sebanyak 1 mol).
Eksperimen diperoleh 757 kJ/mol
Siklus Born-Haber:
• Pembentukan kristal ionik dari unsur-unsurnya dapat
dinyatakan dengan suatu siklus.
• Energi yang terlibat pada setiap proses dapat
dinyatakan dengan perubahan entalpi (ΔH)
Untuk NaCl diperoleh:
ΔH
f
= ΔH
A(Na)
+ ΔH
A(Cl)
+ ΔH
EI
+ ΔH
AE
+ U
0
11
Beberapa perhitungan ΔH dengan siklus Born-Haber
1. ΔH
f
NaCl dan NaCl
2
dari U
0
yang telah diketahui
U
0
(298)
-757 kJ/mol U
0
(298) -2180 kJ/mol
ΔH
EI(Na)
+496 kJ/mol ΔH
EI(Na)
+496 kJ/mol
ΔH
EI(Na
+
)
+4562 kJ/mol
ΔH
AE(Cl)
-349 kJ/mol ΔH
AE(Cl)
-698 kJ/mol
ΔH
A(Cl)
+121 kJ/mol ΔH
A(Cl)
+242 kJ/mol
ΔH
A(Na)
+108 kJ/mol ΔH
A(Na)
+108 kJ/mol
ΔH
f(NaCl)
-381 kJ/mol
-411 kJ/mol
(eksperimen)
ΔH
f(NaCl2)
+2530 kJ/mol
Untuk NaCl
2
Z
+
= 2
struktur NaCl
2
sama dengan NaCl  A=2,52
U
0
= -2189 kJ/mol
1. ΔH
f
CaF
U
0
(298) -795 kJ/mol
ΔH
EI(Ca)
+590 kJ/mol
ΔH
AE(F)
-328 kJ/mol
ΔH
A(Cl)
+121 kJ/mol
ΔH
A(Ca)
+178 kJ/mol
ΔH
f(CaF)
-276 kJ/mol
Mengapa CaF tidak stabil?
2CaF  CaF
2
+ Ca ΔH
r
= -670 kJ/mol
ΔH
f(CaF2)
= -1220 kJ/mol
Latihan: Dengan siklus Born-Haber, hitung ΔH
f
untuk CuCl
dan CuCl
2
. Bagaimana keberadaan di alam?
EFEK JEJARI ION
12
Jejari Ion  ditentukan dengan Kristalografer sinar-X
Faktor yang mempengaruhi jejari ion:
- Nomor atom/posisi dalam TPU
- Muatan
- Bilangan koordinasi
Jejari ion poliatomik?
NH
4
+
dan SO
4
=
-Ditentukan dari data AH
f
 U
0
 r (disebut: Jejari
termokimia)
r NH
4
+
= 151 pm dan r SO
4
=
= 244 pm
Efisiensi Pengepakan kristal
13
Manakah pengepakan yang stabil?
Perbandingan Jejari
- Stuktur Kristal dipengaruhi oleh perbandingan jejari r
+
/r
-
- Perbandingan r
+
/r
-
untuk geometri octahedral dapat
dihitung sbb.
707 , 0 45 cos
2 2
2
= =
+
+ −

o
r r
r
r- = 0,707r
-
+ 0,707r
+
 0,293r
-
= 0,707r
+
414 , 0
707 , 0
293 , 0
= =

+
r
r
+ - +
+
+ +
-
-
- -
-
+ +
+
+
+
+
+
-
-
- -
- -
-
14
-
-
-
-
+
45
o
-
2r
-
r
-
+ 2r
+
+ r
-
= 2r
-
+ 2r
+
-
Perbandingan Jejari dan Bilangan Koordinasi (BK)
BK Geometri Perbandingan
jejari batas
Struktur
4 Tetrahedral
6 Oktahedral
8 Kubus
12 Kuboktohedral
Wurtsit, Seng blenda
NaCl, rutil
CsCl, fluorit
Tidak ditemukan
dalam kristal ionik
Contoh:
Predeksikan struktur:
- BeS (r
Be
2+ = 59 pm, r
S
= = 170 pm)
- NaCl (r
Na
+ = 116 pm, r
Cl
- = 167 pm)
- CsCl (r
Cs
+ = 181 pm, r
Cl
- = 167 pm)
Perubahan Struktur oleh perubahan perbandingan jejari:
Untuk Senyawa yang berbeda jumlah kation dan anion:
SrF
2
(r
Sr
2+ = 132 pm, r
F
- = 119 pm)
15
0,414; 2,42
0,732; 1,37
0,414; 2,42
r
Sr
2+/ r
F
- = 1,11  BK maksimum Sr
2+
= 8
r
F
- / r
Sr
2+ = 0,90  BK maksimum F
-
= 8 (boleh kurang)
Sesuai stoikiometri: BK Sr
2+
dua kali dari BK F
-
 yang
dimungkinkan fluorit.
Bagaimana dengan:
- SnO
2
(r
Sn
4+ = 83 pm, r
O
= = 0,126 pm)
- K
2
O (r
K
+ = 152 pm, r
O
= = 0,126 pm)
Beberapa fakta:
ZnS (r
+
/r
-
= 88 pm/170 pm = 0,52)  Wurtzit (bukan rutil!)
HgS (r
+
/r
-
= 0,68)  struktur wurtzit
Mengapa???
Karakter Kovalen dalam Ikatan Ionik
- Ikatan dua atom berbeda dapat dipandang sebagai
ikatan campuran kovalen dan ionic
- Jika ionic lebih dominan  disebut ikatan ionic dan
sebaliknya
- Ikatan kovalen dapat didekati mulai dari ikatan ionic 
Berdasarkan aturan Fajans yang memandang adanya
efek kation kecil dan bermuatan tinggi pada anion.
- Jika anion besar dan cukup “lunak”, kation mampu
mempolarisasi anion dan dalam keadaan ekstrim kation
masuk ke awal electron memberikan ikatan kovalen.
Fajans mengusulkan aturan yang mengestimasi kondisi di
mana kation dapat mempolarisasi anion dan memuncul-
kan karakter kovalen.
16
Polarisasi meningkat apabila:
1. Kation berukuran kecil dan bermuatan tinggi
Potensial ionic kation Φ = Z
+
/r
Li
+
= 14 Be
2+
= 48 B
3+
= 120
Na
+
= 9 Mg
2+
= 28 Al
3+
= 56
K
+
= 7 Ca
2+
= 18 Ga
3+
= 49
Si
4+
, P
5+
, dan Cl
7+
 tidak pernah ionic
2. Anion berukuran besar dan muatan tinggi
Polarizabilitas anion berkaitan dengan “kelunakan” 
deformabilitas awan electron
I
-
, Se
2-
, dan Te
2-
, As
3-
dan P
3-
 cenderung membentuk
ikatan kovalen
Bagaimana dengan kation besar bermuatan rendah
dengan anion kecil bermuatan rendah?
3. Konfigurasi electron kation
- Φ  hanya mempertimbangkan muatan total ion
(diasumsikan shielding electron iner efektif 100%).
- Kekuatan mempolarisasi (polarizing power)
bergantung pada muatan inti efektif (Z* = Z-S).
- Untuk ion logam transisi di mana ada satu electron
atau lebih dalam orbital d (kurang baik melindungi
inti) memiliki kekuatan lebih tinggi dalam
mempolarisasi anion.
- Kemampuan mempolarisasi ion dengan konfigurasi
(n-1)d
x
ns
0
> (n-1)s
2
(n-1)p
6
ns
0
- PP Hg
2+
(BK = 6, r = 116 pm) > Ca
2+
(r = 114pm)
17
Manfaat konsep polarisasi dalam menerangkan sifat
senyawa:
1. Titik lebur atau titik didih
Senyawa Titik lebur
(
o
C)
Senyawa Titik lebur
(
o
C)
BeCl
2
405 LiF 845
CaCl
2
782 LiCl 605
NaBr
2
747 LiBr 550
MgBr
2
700 LiI 449
AlBr
3
97,5 CaCl
2
782
HgCl
2
276
2. Kelarutan garam dalam pelarut air
Senyawa Ksp
AgF Larut
AgCl 2x10
-10
AgBr 5x10
-13
AgI 8x10
-17
3. Panjang ikatan Ag halida
Senyawa r
+
+ r
-
(pm) r
eks
(pm)

AgF 248 246 -2
AgCl 296 277 -19
AgBr 311 289 -22
AgI 320 281 -39
4. Dekomposisi MCO
3
 MO + CO
2
Senyawa Temperatur dekomposisi (
o
C)
BeCO
3
Tidak stabil
MgCO
3
350
CaCO
3
900
SrCO
3
1290
BaCO
3
1360
CdCO
3
350
PbCO
3
350
MODEL MOLEKUL (IKATAN KOVALEN)
18
- Jika interaksi dua atom dari unsur yang sama atau sedikit
berbeda sifatnya  ikatan kovalen (sharing/penggunaan
bersama pasangan elektron oleh dua atom yang
berikatan)
- Gaya apa yang bekerja?
Contoh H
2
:
- Bagaimana atom-ataom diikat bersama membentuk
senyawa dan bagaimana rumus dan struktur senyawa
ditentukan oleh ikatan antar atom?
STRUKTUR LEWIS
- Penulisan struktur kimia yang menggambarkan distribusi
electron valensi
- Setiap unsure memiliki symbol Lewis menggambarkan
jumlah electron valensi
Unsur Gol IA  X.
Gol IIA  .X.
Gol IIIA  .X.
Gol IV  .X.
Gol VA  :X.
Gol VIA  :X.
Gol VII  :X.
Aturan penulisan struktur Lewis
1. Hitung semua EV atom penyusun ion/molekul. Jika ion
tambahkan 1 elektron untuk setiap muatan (-) dan
kurangkan untuk setiap muatan (+).
2. Tetapkan atom pusat dan atom ujung, lalu buat ikatan
antar keduanya dengan menempatkan sepasang electron
untuk setiap ikatan.
+ + + +
19
3. Lengkapi dengan 8 elektron untuk setiap atom ujung,
kecuali atom H (hanya 2 elektron).
4. Tempatkan kelebihan electron pada atom pusat sebagai
pasangan
5. Jika atom pusat masih kurang dari 8 elektron, ikatan
rangkap dibuat sehingga tercapai octet.
Latihan: buat struktur Lewis untuk CCl
4
, CO
3
=
, SF
4
- Aturan Oktet mutlak berlaku hanya untuk atom C, N, O
dan F
- Atom dengan nomor atom kurang dari 4 dapat kurang
dari 8 elektron dan unsure periode 3 dapat mengalami
ekspansi
IKATAN KOORDINASI
- Jumlah electron valensi atom bebas sering berbeda
dengan setelah membentuk molekul  sharing electron
berasal dari salah satu atom  Ikatan kovalen koordinasi
()
Muatan Formal (MF)
- Adanya ikatan kovalen koordinasi dapat ditunjukkan oleh
“muatan formal (MF)”
- MF = ΣEV – ½(ΣEI)- ΣENI
- MF = + (-)  electron lebih sedikit (banyak daripada
atom netral.
- ΣMF dalam molekul = nol, dalam ion = muatan ion
Latihan:
Tentukan MF untuk molekul CO, molekul yang terbentuk
dari Cl
3
P dan BBr
3
, Cl
3
P dan N(CH
3
)
3
.
20
RESONANSI
- Ion CO
3
=
- Setiap struktur disebut “struktur penyumbang”
- Fakta: ketiga ikatan bersifat sama
- Pasangan electron terdistribusi ke setiap ikatan secara
merata  order ikatan = 11/3  ion teresonansi
- Struktur gabungan disebut “hibrida resonansi”
Latihan:
Bagaimana struktur penyumbang ion SO
4
=
, tentukan
struktur paling stabil (hibrida resonansi)!
Prinsip Elektronetralitas
- Elektron terdistribusi dalam molekul sedemikian
sehingga muatan sisa pada setiap atom sama dengan
nol atau hampir nol.
- Perkecualian: hydrogen dan logam yang sangat
elektropostif yang cenderung bermuatan postif dan atom
sangat elektronegatif yang menyukai muatan negative.
Aturan penentuan struktur penyumbang (SP) yang
mendekati hibrida resonansi:
1. SP harus memiliki posisi atom sama atau mirip.
Perbedaan hanya pada posisi electron
2. Semua SP harus memiliki jumlah pasangan electron
sama
3. SP harus tidak memiliki perbedaan posisi electron
terlalu jauh
4. Muatan sejenis tidak berada atom yang berdekatan dan
yang tidak sejenis berjauhan
5. SP di mana muatan positif pada atom elektropositif dan
negative pada atom elektronegatif lebih disukai
6. Jumlah ikatan kovalen lebih banyak lebih disukai pada
SP.
21
Latihan:
Buatlah SP untuk C
6
H
6
, HN
3
(asam asoat), N
3
-
(ion asida),
CH
3
COCH
2
, BF
3
- Resonasi terstabilkan oleh energi resonansi (ER)
ER benzene = 155 kJ/mol, naftalen = 314 kJ/mol, CO =
439 kJ/mol
- Mengapa keasamaan HClO , HClO
2
< HClO
3
< HClO
4
?
ELEKTRONEGATIVITAS (EN)
Pauling
- Definisi: Kekuatan atom dalam molekul untuk menarik
pasangan electron ke dirinya sendiri
- Skala EN dihitung dari “kelebihan” energi ikatan
∆ = 96.49 (EN
A
-EN
B
)
2
atau EN
A
-EN
B
= 0,102√∆
Contoh:
ikatan Cl-F memiliki energi ikatan sumbangan dari ikatan
kovalen nonpolar dan polar
Kontribusi nonpolar (teoritik)
E
np
= (
ECl-Cl
+ E
F-F
)/2 = (242 +158)/2 = 200 kJ/mol
E
ikat
(eksperimen) = 255 kJ/mol,
Kontribusi polar (∆) = 255–200 = 55 kJ/mol
EN
A
-EN
B
= √(55/96,49) = 0,76
- Panas pembentukan, ∆H
f
0
, = ∆ (untuk molekul AB)
- Untuk molekul AB
n
: EN
A
-EN
B
= 0,102√∆/n
Untuk senyawa yang mengandung N dan O dikoreksi
karena kestabilan ekstra N
2
dan O
2
, masing-masing:
N
2
= 942-(3x160) = 462 kJ/mol N
2
atau 231 kJ/mol N
O
2
= 494 – (2x142) = 210 kJ/mol O
2
atau 105 kJ/mol O
-∆H
f
0
= n x 96,49(EN
A
-EN
B
)
2
– 231n
N
– 105n
O
22
Karakter Ionik Parsial dalam Ikatan Kovalen
- Distribusi electron dalam ikatan kovalen atom tidak
serupa biasanya tidak simetri  lebih ke atom dengan
EN lebih besar.
- Kovalen polar: gabungan antara struktur kovalen dan
ionic
- Kovalen nonpolar (∆EN) < 0,5
- Makin besar ∆EN, makin besar polaritas atau karakter
ionic
Bagaimana menentukan polaritas / karakter ionic?
Pauling mengusulkan  Momen Dipol, μ
μ = muatan pada satu kutub x jarak antar kutub
(D, Debye), 1 D = 3,34x10
-30
Cm
Contoh:
HF, jarak antar atom = 91,7 pm
Jika ionic sempurna (100%)  q = 1,6 x 10
-19
C
μ = 4,4 D
Fakta: μ = 1,98 D  karakter ionic = 1,98/4,4 = 45%
Latihan:
Molekul HCl memberikan μ = 1,03 D. Jika panjang ikatan
136 pm, tentukan berapa % ionic molekul itu?
Pauling mengusulkan hubungan:
2
) )(
4
1
(
1
B A
EN EN
e FKI
− −
− =
FKI = Fraksi karakter ionic
23
∆EN < 0,5 (% ionic < )  Kovalen
∆EN > 1,7 (% ionic > 50 )  Ionik
Muatan Atom Lewis-Langmuir (LL)
- MF  mengasumsikan bahwa semua ikatan 100%
kovalen (EN sama)
- BO  mengasumsikan bahwa semua ikatan 100% ionic
(EN berbeda jauh)
- Fakta: Ikatan berada di antara dua asumsi itu!!
Muatan LL  mengoreksi MF dengan memasukkan EN
Untuk molekul AB
n
:
) ( 2 - EV MLL
A ∑ ∑ ∑
+
− =
n
B A
A
EN EN
EN
EB
Contoh:
MLL
F
dalam HF
29 , 0
2,2) 4,0
4,0
2( - 6 - 7 MLL
F
− =
+
=
24
∆EN
% Ionik
MLL
F
dalam BF (:B=F:)
0 , 1
2,0) 4,0
4,0
(3x2)( - 2 - 7 MLL
F
+ =
+
=
(MF = +2)
Latihan:
Hitung MLL atom H dalam H
2
O, atom C dan C
2
H
2
Untuk molekul diatomic, ikatan polar  molekul polar 
senyawa polar
Untuk Molekul poliatomik, ikatan polar  molekul dapat
polar atau nonpolar bergantung geometri
Momen dipol molekul = resultan dipole semua ikatan
Contoh:
H2O  ikatan polar  molekul polar (V)
CO2  ikatan polar  molekul nonpolar (Linear)
VSEPR DAN GEOMETRI MOLEKUL
- VSEPR (valence shell electron pair repulsion)  hukum
Coulomb dan Prinsip Pauli
- Pasangan electron valensi dalam atom menempati
posisi sedemikian sehingga tolakan antar pasangan
serendah mungkin
- Untuk pasangan electron ikatan, posisi atom mengikuti
posisi pasangan elektron
- 2 pasang  linear; 3 pasang  segitiga planar; 4
pasang  tetrahedral; 5 pasang  bipiramida segitiga; 6
pasang  octahedral
Pengaruh pasangan electron bebas
- Tolakan PE-PE > PE-PI > PI – PI
- Mengapa sudut ikat dalam CH
4
>NH
3
>H
2
O
- Bandingkan sudut ikat NO
2
+
, NO
2
dan NO
2
-
25
TEORI IKATAN VALENSI
Bagaimana keterlibatan orbital atom pada pembentukan
ikatan dalam molekul?
Slater dan Pauling: Ikatan kovalen terjadi akibat adanya
overlap (penumpukan) orbital atom  orbital molekul
Contoh:
1. Pembentukan molekul H
2
2. Pembentukan molekul HF
Molekul H
2
O diharapkan terbentuk dari overlap 1s(H)
dengan 2p(O)  sudut HOH = 90
o
Fakta: sudut HOH = 104,5
o
Molekul NH
3
diharapkan terbentuk dari overlap 1s(H)
dengan 2p(N)  sudut HNH = 90
o
Fakta: sudut HOH = 107,5
o
Molekul CH
4
diharapkan terbentuk dari overlap 1s(H)
dengan 2p(C)  sudut HCH = 90
o
atau 1s(H) dengan
2p(C)  sudut HCH tak menentu.
Fakta: sudut HOH = 109,5
o
+
1s 1s Overlap 1s-1s
+ + + +
+ + +
1s 2p Overlap 1s-2p
+ +
26
Hibridisasi
- Pencampuran dua orbital atau lebih menghasilkan orbital
baru (orbital hibrida)
- Jumlah orbital orbital sama dengan jumlah orbital atom
Contoh:
Hibridisasi s dan p menghasilkan 2 orbital hibrida sp (hasil
penambahan dan pengurangan orbital) yang orientasinya
berlawanan  linear
27
+
+ -
+ + -
-
+ +
Geometri molekul dan hibridisasi:
Pembentukan ikatan rangkap:
Contoh: C
2
H
4
dan C
2
H
2
28
Ikatan dapat terjadi dari π(p-p) atau π(p-d)
Ikatan rangkap lebih kuat (energi ikat lebih besar, ikatan
lebih pendek) daripada ikatan tunggal
C-C C=C CΞC
Panjang ikatan, pm 154 134 120
Energi ikat, kJ/mol 356 682 962
N-N N=N NΞN
Panjang ikatan, pm 145 125 110
Energi ikat, kJ/mol 240 450 942
Ikatan pada unsur dan senyawa
Periode 2:
- Gol 5,6, dan 7 membentuk unsur molekular diatomik
- Pembentukan ikatan rangkap lebih disukai (kekuatan
ikatan π hampir sama dengan ikatan σ)
Periodik 3 atau lebih:
- Menyukai pembentukan ikatan tunggal membentuk
polimer
- Sifat beberapa unsur dan senyawa:
Gol 3 Gol 4 Gol 5 Gol 6
BCl
3
(g)
Td. 12,5
o
C
CO
2
(g)
Ts. -78,5
o
C
N
2
(g)
Td. -195,8
o
C
O
2
(g)
Td. -182,96
o
C
Al
2
Cl
6
(s)
Ts. -177,8
o
C
SiO
2
(s)
Tl. 2330
o
C
P
4
(s)
Tl. 590
o
C
S
8
(s)
Tl. 95,5
o
C
- Gol 7  semua membentuk molekul diatomik
Interaksi antarmolekul dan intramolekul
29
30

2

  c

= frekwensi (Herzt) c = laju cahaya (3,0x108 m/detik) λ = panjang gelombang (m)

Spektra atom:

Gambar 1 Spektra kontinyu

Gambar 2 Spektra garis

Spektra atom hydrogen pada daerah visible
656,3 nm 486,1 nm 434,0

410,1 nm

merah

hijau

biru

Persamaan empiris Rydberg: 1/ λ = 109.789(1/n1-1/n2) cm-1, n = bilangan bulat postif Pertanyaan:

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->