Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Di jaman modern ini, teknologi elektronika berkembang dengan pesat

seiring dengan berkembangnya kebutuhan manusia. Salah satunya adalah teknologi sistem kendali otomatis yang digunakan untuk menggerakkan sebuah benda dari suatu tempat ke tempat lain sesuai dengan yang dikehendaki. Dengan perkembangan sistem mikrokontroler dalam sistem kendali yang semakin maju, maka memudahkan untuk melakukan pengontrolan terhadap suatu perangkat secara otomatis. Salah satu contoh penggunaan mikrokontroller adalah pada pembuatan robot line follower, yaitu robot yang dapat bergerak (mobile) mengikuti jalur panduan garis. Mobile robot adalah tipe robot yang paling populer dalam penelitian dunia robotik. Mobile robot sering menjadi daya tarik, tidak hanya bagi kalangan peneliti, tapi juga bagi kalangan awam. Dari segi manfaat, penelitian tentang berbagai tipe mobile robot diharapkan dapat membantu manusia dalam melakukan otomasi dalam transportasi, platform bergerak untuk robot industri, eksplorasi tanpa awak dan banyak lagi.[1] Robot line follower bukanlah hal baru dalam penelitian robotika di Indonesia, sebagai wujud nyata dari aktifitas di bidang robotika ini adalah dengan selalu diadakannya perhelatan nasional yang diberi nama Kontes Robot dan Robot Cerdas Indonesia (KRI/KRCI) yang diikuti oleh para mahasiswa Perguruan Tinggi negeri dan swasta yang berlomba-lomba membuat robot yang andal. Sejak awal kemunculannya, KRI/KRCI sudah mendapatkan sambutan yang baik dari kalangan akademisi dan engineers. Oleh karena itu, dari tahun ke tahun KRI/KRCI semakin membaik, baik dari segi penyelenggaraannya dan juga dari segi kualitas robot hasil inovasi masing-masing tim peserta. Selain Kontes Robot Indonesia dan Robot Cerdas Indonesia (KRI/KRCI), tiga tahun belakangan ini Institut Teknologi Bandung (ITB) juga mengadakan sebuah kontes robot yang khusus memperlombakan robot-robot line follower. Kontes tersebut dinamakan Ganesha Line Follower Robot (GALELOBOT),. Kriteria penilaian dalam GALELOBOT meliputi kecepatan robot, kemampuan robot mengikuti lintasan setengah lingkaran dengan jari-jari minimal 20 cm serta kemampuan robot melalui lintasan tanjakan dan turunan dengan sudut maksimal 1

15 derajat. Melihat kriteria penilaian yang dijadikan standar penilaian pada ajang GALELOBOT di atas, maka dirasa perlu diadakan suatu penelitian dengan membuat sebuah robot line follower yang mampu melalui lintasan setengah lingkaran dengan jari-jari kurang dari 20 cm serta mampu melalui lintasan tanjakan dan turunan dengan sudut lebih dari 15 derajat dan penerapan sensor infra merah sebagai pendeteksi garis warna. Selain itu dalam pembuatan robot line follower ini akan ditambahkan pula kemampuan dalam mengatasi rintangan, yaitu jalan yang tidak rata.

1.2

Rumusan Masalah Dengan latar belakang yang tersebut diatas maka permasalahan yang

timbul adalah bagaimana membuat sebuah robot line follower yang mampu: 1. Melalui lintasan setengah lingkaran dengan jari jari kurang dari 20 cm? 2. Melalui lintasan tanjakan dan turunan dengan sudut lebih dari 15 derajat? 3. Mengirimkan barang ke tempat tujuan secara otomatis

1.3

Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk merancang bangun robot line follower yang berfungsi sebagai alat proses pengiriman barang secara otomatis menggunakan sensor photo diode berbasiskan mikrokontroler AT89S52 2. Mengaplikasikan dan menerapkan pelajaran rangkaian digital, elektronika dasar, serta microprocessor dan mikrokontroller yang telah dipelajari selama masa perkuliahan berlangsung 3. Dapat membuat sebuah robot line follower yang mampu melalui lintasan setengah lingkaran dengan jari jari kurang dari 20 cm. 4. Dapat membuat sebuah robot line follower yang mampu melalui lintasan tanjakan dan turunan dengan sudut lebih dari 15 derajat. 5. Dapat membuat robot line follower yang mampu mengirimkan barang secara otomatis berdasarkan jalur yang telah ditentukan

1.4

Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Agar dapat menambah pengetahuan penulis serta pembaca tentang mikrokontroller dan aplikasinya 2. Agar para pembaca serta penulis dapat menerapkan kemampuan robot sebagai perangkat untuk membantu pekerjaan sehari hari. 3. Serta penulis berharap agar dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil suatu kebijakan dan terobosan - terobosan baru dalam dunia teknik komputer maupun elektronika bagi masyarakat pada umumnya dan bagi mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang robotika pada khususnya.

1.5

Ruang Lingkup Masalah Agar perancangan yang dibahas tidak terlalu luas dan menyimpang dari

topik yang telah ditentukan, maka penulis hanya membatasi pada : 1. Mikrokontroler yang dipakai adalah mikrokontroler AT89S52 produksi ATMEL yang merupakan keluarga MCS-52 Intel. 2. Sensor yang digunakan adalah sensor infra merah sebanyak empat buah. Sedangkan warna lintasan yang digunakan adalah garis putih di atas objek yang berwarna hitam. 3. Untuk mampu mengangkut barang, maka robot line follower ini menggunakan konsep dua roda dengan gearbox yang di terapkan seperti pada roda kendaraan lapis baja (tank) atau traktor 2 roda, untuk menggerakan robot lurus ke depan jalankan kedua motor ke depan secara bersamaan dan serentak, untuk bergerak mundur jalankan kedua motor ke belakang, untuk belok kiri maka roda kanan di putar ke depan roda kiri ke belakang sebaliknya untuk belok kanan maka roda kiri di putar ke depan roda kanan ke belakang. Sehingga gerakan belok menjadi kurang halus karena robot line follower ini tidak menggunakan roda kemudi (idle wheel), tetapi mampu melewati rintangan karena digunakan gearbox.

1.6

Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dan

fungsi alat dengan tujuan dan kegunaan tertentu.[4] Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini adalah metode penelitian eksperimen, Adalah suatu penelitian yang berusaha mencari dan merancang alat tertentu terhadap alat atau komponen yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat sampai menjadi suatu fungsi alat dalam penelitian ini sebagai objek adalah Rancang bangun robot line follower untuk proses pengiriman barang secara otomatis menggunakan sensor inframerah berbasiskan mikrokontroler AT89S52. Pada penelitian kali ini, berlokasi di Jl. Gelogor carik Gang Nuri Pondok Gedangan Denpasar Selatan, Bali. Telp. +6281353368817 serta yang saya gunakan sebagai objek penelitian adalah robot line follower berbasiskan mikrokontroler AT89S51 yang akan saya rancang.

1.6.1

Jenis Data Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah:

1. Berdasarkan sifatnya Data Kuantitatif adalah data yang berupa angka yang bisa dihitung seperti jumlah pin out mikrokontroler AT89S52. 2. Berdasarkan sumber 1. Data Primer adalah data yang pertama kalinya dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti dan merupakan data mentah yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan pihak yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan, kemudian akan diolah untuk tujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan.
2.

Data Sekunder adalah data yang sudah diolah oleh pihak lain seperti lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data yang digunakan oleh peneliti. [2]

1.6.2

Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang akan

dilakukan adalah : 1. Teknik observasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung ke perusahaan tersebut. 2. Teknik wawancara yaitu dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada pihak-pihak yang berkompeten

1.6.3

Teknik Analisis Data Di dalam analisis data ini saya menggunakan satu metode

analisis data yaitu Deskriptif Komparatif. Deskriptif Komparatif adalah teknik analisis data dengan menjabarkan fakta-fakta yang sesungguhnya yang ada hubungannya dengan masalah yang dibahas guna ditarik satu kesimpulan. [3]

1.6.4

Metode Analisa Metode Analisa yang digunakan adalah pembuatan Flowchart

1.6.5

Implementasi Sistem Desain program diterjemahkan ke dalam kode-kode

dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah penulis tentukan, program yang dibangun langsung diuji.

1.6.6

Pengujian Sistem Penyatuan unit-unit program diuji secara keseluruhan (system

testing). Sekali program dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika internal software, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji dan padaa eksternal fungsional, yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan input yang dibatasi akan memberikan hasil actual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

1.6.7

Operasi Dan Pemeliharaan Mengoperasikan program dilingkungannya dan melakukan

pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan karena adaptasi dengan situasi sebenarnya.

1.6.8

Penulisan Laporan Pada tahap akhir akan dibuat sebagai laporan atas kegiatan-

kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya dalam pembuatan sistem yang mencakup seluruh penelitian dan hasil yang diperoleh selama penelitian.