Anda di halaman 1dari 87

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Kimia merupakan ilmu yang termasuk rumpun IPA, oleh karenanya kimia mempunyai karakteristik sama dengan IPA. Karakteristik tersebut adalah objek ilmu kimia, cara memperoleh, serta kegunaannya. Kimia merupakan ilmu yang pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya kimia juga diperoleh dan dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). Kimia adalah ilmu yang mencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat. Oleh sebab itu, mata pelajaran kimia di SMA/MA mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat yang melibatkan keterampilan dan penalaran. Ada dua hal yang berkaitan dengan kimia yang tidak terpisahkan, yaitu kimia sebagai produk (pengetahuan kimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori) temuan ilmuwan dan kimia sebagai proses (kerja ilmiah). Oleh sebab itu, pembelajaran kimia dan penilaian hasil belajar kimia harus memperhatikan karakteristik ilmu kimia sebagai proses dan produk. Kimia merupakan ilmu yang termasuk rumpun IPA, oleh karenanya kimia mempunyai karakteristik sama dengan IPA.

Mata pelajaran Kimia perlu diajarkan untuk tujuan yang lebih khusus yaitu membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman, dan sejumlah kemampuan yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta

mengembangkan ilmu dan teknologi. Tujuan mata pelajaran Kimia dicapai oleh peserta didik melalui berbagai pendekatan, antara lain pendekatan induktif dalam bentuk proses inkuiri ilmiah pada tataran inkuiri terbuka. Proses inkuiri ilmiah bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran kimia menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Salah satu diantara implementasi kebijakan pendidikan saat ini yang perlu ditingkatkan pengupayaaannya adalah pelaksanaan dan penerapan kurikulum dan silabus pada bidang studi Kimia di tingkat Sekolah Menengah Tingkat Atas. Dalam rangka pengupayaan pelaksanaan proses belajar mengajar yang optimal, untuk memahami konsep-konsep materi Kimia digunakan berbagai cara, baik metode, model, dan media Pembelajaran. Salah satu materi Kimia disekolah yang masih dianggap sulit oleh siswa adalah kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Berdasarkan pengalaman tahun tahun sebelumnya bahwa kompetensi kelarutan dan hasil kali kelarutan selalu memperoleh nilai yang tidak memuaskan, disamping itu berdasarkan hasil ulangan harian pada kompetensi sebelumnya siswa yang tuntas hanya 16 Orang atau 64 %, dimana kompetensi asam basa merupakan konsep awal siswa untuk memahami konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan mencapai kompetensi yang

diinginkan, maka penulis sebagai salah satu tenaga pengajar Kimia SMA Negeri 2 Magelang mencoba memanfaatkan Media Pembelajaran berbasis IT sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman konsep tentang kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Berdasarkan uraian di atas, mendorong penulis untuk mengangkat masalah ini menjadi bahan penelitian dengan judul Pemanfaatan Media berbasis IT sebagai salah satu upaya meningkatkan Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada Siswa Kelas XI IPA3 SMAN 2 Magelang Semester GenapTahun 2010/2011.

B. Rumusan Masalah Dan Pemecahannya 1. Rumusan Masalah Bertolak dari latar belakang masalah diatas permasalahan yang akan akan diteliti dalam penelitian ini adalah; a. Bagaimana media pembelajaran berbasis I.T dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya meningkatkan kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada proses pembelajaran kimia di kelas XI IPA3semester genap tahun 2010/2011 di SMA Negeri 2 Magelang b. Bagaimana media pembelajaran berbasis I.T mampu meningkatkan kompetensi Kelarutan dan HasilKali Kelarutan pada proses pembelajaran kimia di kelas XI IPA3semester genap tahun 2010/2011 di SMA Negeri 2 Magelang c. Bagaimana perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan memanfaatkan Media Berbasis I.T

2. Pemecahan Masalah Pemecahan masalah dalam penelitian ini dilakukan dengan

memberikan pembelajaran pada siswa dengan memanfaatkan media berbasis I.T setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: a. Guru sebelum menyampaikan materi terlebih dahulu membagi kelompok ,setiap kelompok terdiri dari 5 siswa b. Setiap kelompok menghadapi satu komputer c. Guru mulai pembelajaran dengan mengaktifan komputer secara sentral dan ditayangakan dengan LCD d. Guru memberikan informasi dengan menggunakan CD pembelajaran kimia dengan materi kelarutan hasil kali kelarutan e. Siswa bisa menyimak melalui komputer maupun layar didepan kelas f. Setelah materi disampaikan , guru memandu siswa untuk menyelesaikan soal-soal dalam CD pembelajaran tersebut Untuk pertemuan yang kedua langkah langkah sama seperti diatas tetapi tidak membentuk kelompok. Masing-masing siswa menghadapi satu komputer.

C. Tujuan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini disusun dengan tujuan: 1. Mendiskripsikan proses pemanfaaatan media berbasis I.T untuk meningkatkan kompetensi Kelarutan dan Hasilkali Kelarutan 2. Mendiskripsikan media berbasis I.T mampu meningkatan kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

3. Mendiskripsikan media berbasis I.T mampu mengubah perilaku siswa dalam pembelajaran kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

D. Manfaat Penelitian Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan disusunnya penelitian tindakan kelas ini adalah: 1. Bagi Guru a. Membantu guru dalam upaya menanamkan kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada siswa secara efektif b. Membantu guru menciptakan situasi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan 2. Bagi siswa a. Membantu siswa dalam mencapai kompetensi kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan secara efektif b. Membantu siswa mengembangkan kreatifitas dalam situasi proses

pembelajaran yang menarik dan menyenangkan 3. Bagi KepalaSekolah a. Sebagai masukan bagi Kepala sekolah untuk memprogramkan peningkatan Sumber Daya Manusia bagi guru dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. b. Sebagai masukan bagi Kepala sekolah untuk mengoptimalkan penerapan Media Pembelajaran berbasis IT pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar sebagai upaya peningkatan 4. Bagi Peneliti

Sebagai bahan masukan untuk penelitian selanjutnya mengenai hubungan dengan bidang studi kimia.

BAB II LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Kajian Pustaka Hasil penelitian penggunaan media pembelajaran berbasis I.T dalam upaya meningkatkan minat belajar yang dilakukan Yuliana Setiasih dilaksanakan pada siswa kelas XI semester 2 SMA Negeri 2 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009 ternyata dapat meningkatkan minat belajar siswa. Merujuk penelitian diatas penulis mencoba meneliti untuk siswa SMAN2 Magelang dalam upaya meningkatkan kompetensi kelarutan dan hasilkali kelarutan untuk siswa XI IPA 3. B. Landasan Teori 1. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran (Sudrajat 2008:1). Penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Pembelajaran perlu dilakukan dengan sedikit ceramah dan metode metode yang berpusat pada guru, serta lebih menekankan pada interaksi siswa. Pada pelaksanaan KTSP menghendaki adanya perubahan pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa dan berfokus pada perkembangan kognitif siswa , dimana siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif dan mereka harus berpartisipasi dalam proses belajar mengajar, terutama mereka harus terlibat dalam proses berfikir ( Purbadi; 2008;1). Hal ini sesuai dengan Teori Konstrukivisme dalam pembelajaran lebih memberikan tempat kepada siswa atau subyek didik dari pada guru. Ciri-ciri proses pembelajaran konstruktivisme (M. Asrori; 2008;28-29) :

a. Menekankan pada proses belajar, bukan proses mengajar. b. Mendorong terjadinya kemandirian dan inisiatif belajar pada siswa. c. Memandang siswa sebagai pencipta kemauan dan tujuan yang ingin dicapai. d. Berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses, bukan menkan pada hasil. e. Mendorong siswa untuk mampu melakukan penyelidikan. f. Menghargai peranan pengalaman kritis dalam belajar. g. Mendorong berkembangnya rasa ingin tahu secara alami pada siswa. h. Penilaian belajar lebih menekankan pada kinerja dan pemahaman siswa. i. Mendasarkan proses belajarnya pada prinsip-prinsip teori kognitif. j. Banyak menggunakan terminologi kognitif untuk menjelaskan proses pembelajaran; seperti : prediksi, inferensi, kreasi dan analisis. k. Menekankan pentingnya bagaimana siswa belajar. l. Mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam dialog atau diskusi dengan siswa dan guru. m. Sangat mendukung terjadinya belajar kooperatif. n. Melibatkan siswa dalam situasi dunia nyata. o. Menekankan pentingnya konteks dalam belajar. p. Memperhatikan keyakinan dan sikap siswa dalam belajar. q. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuan dan pemahaman baru yang didasarkan pada pengalaman nyata. Belajar kooperatif adalah bayangan teori pembelajaran konstruktivisme, dimana kooperatif diartikan kegiatan belajar aktif melibatkan siswa dalam belajar berkelompok. Model-model belajar kelompok adalah sebagai berikut :

a. Numbered Heads Together Langkah langkah : 1) Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 2) Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakan. 3) Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya. 4) Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 5) Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjukkan nomor yang lain. 6) Kesimpulan. b. Cooperative Script Langkah-langkah : 1) Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2) Guru membagikan wacana atau materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3) Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4) Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan

memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : Menyimak/mengkoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap.

Membantu

mengingat/menghafal

ide-ide

pokok

dengan

menghubungkan

materi

sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5) Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya serta lakuakn seperti diatas. 6) Kesimpulan siswa bersama-sama guru. 7) Penutup. c. Student Teams Achievement Divisions (STAD) Langkah-langkah : 1) Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku dll). 2) Guru menyajikan pelajaran. 3) Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggotaanggota kelompok. Anggotanya lalu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4) Guru memberi kuis /pertanyaan kepada seluruh siswa pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5) Memberi evaluasi. 6) Kesimpulan. d. Jigsaw (Model Tim Ahli) Langkah-langkah : 1) Siswa dikelompokkan dalam = 4 anggota. 2) Tiap orang dalam dalam team diberi bagian materi yang berbeda. 3) Tiap orang dalam dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan.

4) Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/ sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka. 5) Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap-tiap anggota hanya mendengarkan dengan sungguhsungguh. 6) Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi. 7) Guru memberi evaluasi. 8) Penutup. e. Mind Mapping Langkah-langkah : 1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2) Guru mengemukakan konsep /permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/ sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternative jawaban. 3) Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang. 4) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternative jawaban hasil diskusi. 5) Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. 6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.

f. Group Investigation Langkah-langkah : 1) Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen. 2) Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok. 3) Guru memanggil ketua-ketua kelompok untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi / tugas yang berbeda dari kelompok lain. 4) Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan. 5) Setelah diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok. 6) Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan. 7) Evaluasi. 8) Penutup. 2. Media Pembelajaran Media diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi (Rahadi; 2003: 9) Sedangkan manfaat media pembelajaran antara lain (Rahadi : 2003 :18-19) : a. Media dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih kongkrit. Media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu. Sesuatu yang terjadi diluar kelas, bahkan diluar angkasa dapat dihadirkan di dalam kelas melalui bantuan media. b. Media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia. Objek-objek pelajaran yang terlalu kecil, terlalu besar atau terlalu jauh dapat kita pelajari melalui bantuan media. Demikian pula objek berupa proses/kejadian yang sangat cepat atau sangat lambat, dapat kita saksikan dengan jelas melalui

media, dengan cara memperlambat atau mempercepat kejadian, misalnya, proses perkembangan janin dalam kandungan selama Sembilan bulan dapat dipercepat dan disaksikan melalui media hanya dalam waktu beberapa menit saja. Sebaliknya, ketika anak belajar teknik menendang bola atau melakukan smash permainan bulu tangkis yang cepat dapat dipelajari dengan cara memperlambat gerakan tersebut melalui bantuan media (slow motion). c. Media juga dapat menyajikan objek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka dan berbahaya ke dalam kelas. Peristiwa terjadinya gerhana matahari total yang jarang sekali terjadi dapat disaksikan oleh siswa setiap saat melalui media rekaman. Terjadinya gunung meletus yang berbahaya dapat pula disaksikan siswa di kelas melalui media. d. Informasi pelajaran yang disajikan dengan media yang tepat akan memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan pada siswa Media pembelajaran juga diartikan sebagai berikut manusia, materi atau kejadian yang membantu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Dengan kata lain media cenderung diartikan alat-alat grafis, photografis atau elektronika untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual dan verbal (Arsyad : 2006: 234). Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pembelajaran, maka media itu disebut Media Pembelajaran (Crys Fajar : 2008:3). 3. Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan di SMA Negeri 2 Magelang, materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan merupakan salah satu kompetensi yang diajarkan pada kelas XI semester 2. Dalam penelitian ini digunakan standar kompetensi 4. Yaitu memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya dengan kompetensi dasar 4.6 yaitu memprediksi terbentuknya endapan dari dari suatu reaksi berdasarkan prinsip

kelarutan dan hasil kali kelarutan. Dalam materi kimia, Kelarutan didefinisikan sebagai berikut : Kelarutan Molar yaitu Jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan jenuh (mol per liter) sedangkan Kelarutan adalah jumlah gram zat terlarut dalam 1 liter larutan jenuh (gram per liter). Adapun hasil kali kelarutan suatu senyawa adalah hasil kali konsentrasi molar dari ion-ion penyusunnya, dimana masingmasing di pangkatkan dengan koefisien Stoikiometri-nya dalam persamaan kesetimbangan. C. Kerangka Berfikir Pada prose pembelajaran Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan media pembelajaran berbasis IT maka siswa lebih mudah memahami konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan secara langsung, sehingga pemahaman konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dapat dengan mudah terpetakan pada siswa dalam proses pembelajaran. D. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka berpikir tersebut, hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Media Pembelajaran Berbasis IT sebagai salah satu sarana pembelajaran berbasis IT sebagai salah satu sarana pembelajaran kimia KompetensiKelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dapat meningkatkan pemahaman kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan bagi siswa kelas XI IPA3 2010/2011 di SMA Negeri 2 Magelang.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang direncanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi .Siklus tersebut dapat dilihat pada gambar

berikut:(Subyantoro:2009:141)

OBA

RP

SIKLUS SIKLUSII

SIKLUS II
O

O Bagan 1 Proses Penelitian Tindakan Kelas Keterangan : OBA: Observasi awal P:Perencanaan T: Tindakan

O:Obsevasi R:Refleksi RP: Revisi Perencanaan

Observasi ini dilakukan sebelum mulai melaksanakan siklus I dan siklus II .Obsevasi ini dilakukan dengan melihat langsung keadaan kelas . Tujuannya ialah agar peneliti mengetahui gambaran yang tepat kondisi siswa dalam kelas, kesulitan yang dialami oleh siswa, masalah-masalah tersebut.Hal itu bisa menjadi pedoman,apakah sudah ada kesesuaian antara permasalahan yang dihadapi siswa dengan media yang akan digunakan.

1. Perencanaan : memilih materi pelajaran, membuat rencana pembelajaran, menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran, membuat instrument untuk mengukur afektif ,psikomotor dan alat test serta membuat angket. 2. Pelaksanaan Tindakan : melaksanakan rencana pembelajaran yang telah dibuat dengan memakai Media Pembelajaran Berbasis IT. siswa diminta melakukan pengamatan terhadap materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Siswa dibimbing untuk berani untuk mengemukakan pendapat, bertanya dan menjawab pertanyaan guru dan melaksanakan test pada setiap akhir siklus untuk menguji minat dan prestasi. 3. Observasi : melakukan oleh observer atau peneliti untuk mengamati baik ranah afektif maupun ranah psikomotor siswa dalam pembelajaran kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan menggunakan Media Pembelajaran Berbasis IT , untuk mengetahui kognitif siswa digunakan alat test,sedangkan angket untuk mengetahui minat siswa terhadap pelajaran kimia dan minat terhadap media berbasis I.T 4. Refleksi : pada tahap 4 ini dilakukan analisa hasil observasi, kemudian dilakukan refleksi apakah tindakan penelitian dengan memanfaatkan Media Pembelajaran Berbasis IT dapat meningkatkan pemahaman konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada siswa. Hasil analisa digunakan untuk merencanakan siklus selanjutnya. B. Setting Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian Tindakan kelas (Classroom Action Research) dilakukan selama kurang lebih 2 bulan, yaitu antara bulan April sampai dengan Mei 2011, sesuai

dengan pengembangan silabus dan system penelitian pada kurikulum tingkat satuan pendidikan pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan untuk kelas XI IPA3. 2. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Magelang, yang beralamat di Jalan Urip Sumohardjo - Kelurahan Wates, Kota Magelang. Pada tahun pelajaran 2010/2011, SMA Negeri 2 Magelang memiliki 21 rombongan belajar Kelas XII : 7 rombongan belajar, Kelas XI : 7 rombongan belajar, Kelas X : 7 rombongan belajar dengan jumlah siswa kelas XI sebanyak 102 Siswa. 3. Subyek Penelitian Sebagai subyek dalam kegiatan penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 2 Magelang tahun Pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 25 siswa, terdiri atas 7 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan 4. Instrumen Penelitian a. Lembar obsevasi terdiri dari lembar obsevasi penilaian afektif dan lembar obsevasi penilaian psikomotor b. Lembar angket yang terdiri lembaran yang berisi pertanyaan yangberisi minat terhadap mata pelajaran kimia dan minat terhadap penggunaan media berbasis I.T c. Lembar soal materi kelarutan dan hasil kali kelarutan 5. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini berasal dari siswa sebagai subyek penelitian, guru dan teman sejawat sebagai observer dan dokumen yang relevan, sebagai berikut :

a. Data presentase afektif siswa dalam proses pembelajaran. b. Data presentasi psikomotor siswa dalam proses pembelajaran c. Data hasil test prestasi belajar siswa d. Data presentasi angket minat terhadap mata pelajaran kimia dan minat

terhadap penggunaan media berbasis I.T 6. Teknik dan Alat Pengumpulan Data a. Teknik Pengumpulan Data 1) Tes Tes digunakan untuk mengetahui tingkat kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada setiap siklus peneliti memberikan tes secara tertulis untuk memahami kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 2) Non Tes Teknik non tes yang dipilih pada penelitian ini adalah teknik observasi dan minat. Observasi digunakan untuk mengetahui respon dan sikap siswa terhadap pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis IT, keseriusan siswa dalam belajar, kemampuan siswa dalam belajar, kemampuan siswa dalam menggali ide dan kecepatan serta ketepatan siswa dalam memahami kompetensi kelarutan dan hasil kali kelarutan, angket digunakan mengetahui minat siswa dalam memahami kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dan minat siswa terhadap media berbasis I.T. b. Alat Pengumpulan Data 1) Butir Soal Test

Mengingat bahwa yang di teliti adalah pemahaman siswa terhadap konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan, maka butir soal yang dibuat berupa butir soal test essay bukan butir soal test pilihan ganda. Aspek yang dinilai melalui test ini meliputi pemahaman konsep. Dengan indikator nilai test : Sangat baik jika nilai tes siswa 81 100 Baik jika nilai tes siswa 71 80 Cukup jika nilai tes siswa 69 70 Kurang jika nilai tes siswa < 69

2) Lembar observasi Berupa catatan tentang kejadian-kejadian yang secara langsung dapat diamati, seperti respond dan sikap siswa, psikomotor siswa dalam memahami kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 3) Lembar angket Berupa lembaran yang berisi pertanyaan yang berkaitan dengan minat siswa dalam memahami kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan serta minat belajar siswa siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media berbasis IT. 7. Validasi Data Data yang dianalisa merupakan data hasil tes prestasi belajar (achievement) karena itu validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi isi. Validasi isi digunakan untuk mengetahui apa yang sudah diketahui siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan validasi isi ini, tes digunakan untuk mengungkap kemampuan siswa dalam memahami kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan.

8. Proses Triangulasi Data Moleong (2007 : 327 334 ) merumuskan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan mengikuti hasil reformasi Lincoln, Guba dan Patton. Untuk menguji keabsahan data yang akan diperoleh dalam penelitian ini digunakan teknik-teknik diatas dengan penjelasan sebagai berikut : 1) Perpanjangan keikutsertaan : mangandung arti keterlibatan peneliti secara cukup (prolonged engagement) dalam berinteraksi dengan subyek penelitian, peneliti terlibat langsung dalam proses dokumentasi dan analisis soal secara intensif dengan tidak mewakilkan pada orang lain. 2) Ketekunan pengamatan berarti mencari interprestasi secara konsisten dengan berbagai cara dalam kaitannya dengan proses analisis yang konstan. 3) Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi penyidik. Teknik tersebut dilakukan dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lain untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pengamat lain dalam hal ini adalah guru teman sejawat. 4) Pengecekan sejawat melalui diskusi dilakukan karena pada penelitian ini akan melibatkan orang lain dalam menganalisa hasil PTK. Diskusi dilakukan pada kasus dimana peneliti mempunyai pemahaman ganda.

9. Analisa Data Analisis data dilakukan dengan menggunakan deskreptif komparatif untuk menganalisis data yang diperoleh baik dari tes maupun non tes (observasi dan angket). Analisis ini dilakukan dengan membandingkan nilai tes anatar siklus I dibandingkan dengan nilai tes siklus II. Data hasil analisis nilai tersebut diselaraskan dengan data hasil observasi dan angket. 10. Indikator Kinerja Indikator kinerja pada penelitian tindakan kelas ini bersifat kuantitatif dan kualitatif. Indikator kuantitatif dalam kompetensi ini sebagai berikut: a. Jika pada tiap siklus tindakan, siswa memper oleh nilai hasil belajar minimal 69 (batas tuntas /kkm) b. Dinyatakan tidak berhasil, jika pada tiap siklus tindakan siswa memperoleh nilai hasil belajar < 69 c. Dinyatakan berhasil secara klasikal, jika pada tiap siklus tindakan 85% dari jumlah siswa KKM) d. Dinyatakan tidak berhasil secara klasikal, jika pada tiap siklus tindakan siswa yang memperoleh nilai hasil belajar < 69 Prosentase < 85% dari jumlah siswa. Indikator kulitatif dalam kompetensi adalah sebagai berikut ; Indikator yang bersifat kualitatif merupakan penilaian terhadap perilaku belajar siswa ke arah positif atau negatif. Siswa dikatakan berhasil apabila menunjukkan perubahan-perubahan perilaku ke arah positif. Perubahan ini ditandai memperoleh nilai hasil belajar minimal 69 (batas tuntas

dengan meningkatnya persentase perilaku siswa ke arah positif sebesar 70%. 11. JADWAL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan 2 ( dua ) siklus yaitu siklus I dan siklus II yang dilaksanakan pada: Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian RINCIAN Melapor Kepada Kep. Sek. Sosialisasi Program Menyusun Satuan Pemb. Menyusun Instrumen Melaksanakan Penelitian Evaluasi (Refleksi) Kemajuan Menyusun Laporan Sosialisasi Kemajuan Melaporkan Kepada Kep. Sek. Menulis Laporan Ke Proyek Menulis Buletin JADWAL Jun Jul Ags Sep Okt

Apr Mei X XX XXX XXX XXXX XXXX

X XX X X X XX X X

12. PERSONALIA PENELITIAN Dilaksanakan sendiri / Secara individu 13. RENCANA ANGGARAN Rincian penggunaan anggaran pada pelaksanaan penelitian ini dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 2. Rencana Anggaran NO 1 2 JENIS KOMPONEN BIAYA Tim Koordinasi dan Pelaporan KEGIATAN Bantuan transport siswa Koordinasi dengan pembimbing, sekolah Pelaporan hasil berupa soft copy dan hard copy 3 Biaya Operasional Penyusunan proposal Pengadaan buku referensi Penyusunan instrument Penyusunan dan pengadaan media mengajar Bahan habis pakai (kertas, ATK) Sewa Computer Dokumentasi Pengolahan data 4 5 Biaya Perjalanan Pembuatan Laporan Transport selama PTK Penyusunan laporan Pembuatan exbanner dan penggandaan 200.000,200.000,125.000,300.000,200.000,75.000,75.000,200.000,dan pengadaan 125.000,dan penjilidan 50.000,300.000,250.000,100.000,JUMLAH 400.000,-

Seminar dan Publikasi PTK

Penggandaan Makalah Konsumsi Seminar Publikasi hasil PTK

200.000,400.000,300.000,-

JUMLAH TOTAL

3.500.000,-

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Siklus I 1. Perencanaan Pada tahap ini peneliti memilih materi pelajaran, mempersiapkan perangkat pembelajaran yaitu membuat rencana pembelajaran, menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran, membuat instrument untuk mengukur afektif ,psikomotor dan alat test serta membuat angket. 2. Pelaksanaan Penelitian tindakan siklus I ini dilaksanakan dari tanggal 4 dan 6 Mei 2011 Bahan kajian siklus I adalah kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan menggunakan Media Pembelajaran Berbasis IT. Kegiatan pelaksanaan pada siklus I adalah sebagai berikut: a. Kegiatan awal 1) Mengkondisikan kelas dengan melakukan apersepsi dan memotivasi siswa 2) Menyiapkan Media Pembelajaran berbasis IT (Laptop, LCD, CD pembelajaran). 3) Membentuk kelompok masing-masing 5 orang siswa 4) Setiap kelompok menggunakan satu Komputer b. Kegiatan Inti Eksplorasi 1) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan informasi kegiatan pembelajaran

2) Menjelaskan materi dengan menggunakan Media Pembelajaran berbasis IT. Secara sentral masing masing kelompok memperhatikan pada satu komputer ( ruang kelas berada di laboratorium computer ) Gambar kegiatan eksplorasi adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan informasi kegiatan pembelajaran

Gambar 2. Menjelaskan materi dengan menggunakan Media Pembelajaran berbasis IT Elaborasi 3) Guru memberikan latihan soal-soal kepada siswa

4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah Kegiatan Elaborasi dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 3. Siswa mengerjakan latihan soal

Gambar 4. Siswa berdiskusi dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah

Konfirmasi 5) Guru menjadi nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah (soal-soal)

6) Guru memberi umpan balik positif dan penguatan terhadap keberhasilan kegiatan siswa 7) Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif Gambar kegiatan Konfirmasi dalam pelaksanaan penelitian sebagai berikut:

Gambar 5. Guru menjadi nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah

Gambar 6. Guru memberi umpan balik positif dan penguatan terhadap keberhasilan kegiatan siswa

c. Kegiatan Akhir 1) Guru membimbing siswa menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran. 2) Guru melakukan penilaian dan refleksi terhadap yang sudah dilakukan 3) Guru menyampaikan rencana kegiatan tindak lanjut 4) Guru memberikan tugas individu 5) Penyampaian rencana kegiatan untuk pertemuanberikutnya Adapun hasil belajar pada kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan menggunakan Media Pembelajaran Berbasis IT yang dilakukan pada Siklus I sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil Test Siklus Pertama NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 SUBJEK R01 R02 R03 R04 R05 R06 R07 R08 R09 R10 R11 R12 R13 R14 R15 NILAI Test 40 85 80 80 55 80 60 60 85 100 85 85 75 80 95

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

R16 R17 R18 R19 R20 R21 R22 R23 R24 R25

75 90 75 40 75 70 55 65 75 60

TABEL 4. Analisis Hasil test Siklus I NO NILAI 81 100 71 80 69 70 <69 Jumlah KATEGORI JUMLAH SISWA 1 2 3 4 Sangat Baik Baik Cukup Kurang 7 9 1 8 25 28% 36% 4% 32% 100 % PROSENTASE

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa hasil belajar siswa sebelum diadakan tindakan kelas adalah sebesar 64 % siswa memperoleh hasil belajar dibawah standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 69. Setelah diadakan tindakan, ternyata hasil belajar siswa mengalami perubahan. Hal ini bisa dilihat dari hasil tes siklus I yang menunjukkan bahwa 28 % siswa, memperoleh hasil belajar tergolong kategori sangat baik, 36 % siswa tergolong baik, 4 % tergolong kategori cukup baik, dan 32 % siswa tergolong kategori kurang baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disampaikan bahwa terjadi penurunan sebesar 32% dibandingkan

dengan sebelum diadakan tindakan. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh pada siklus I ini sebesar 68%. 3. Pengamatan Hasil pengamatan/observasi pada siklus pertama terhadap penilaian afektif dan psikhomotorik siswa dapat di lihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Hasil Observasi Penilaian Afektif dan Psikhomotorik Siklus I NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 SUBJEK R01 R02 R03 R04 R05 R06 R07 R08 R09 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 Afektif 17 18 13 17 18 16 15 18 20 14 20 18 19 15 17 17 17 18 Total Skor Psikhomotorik 12 12 12 11 11 10 12 12 11 12 10 10 13 13 12 12 8 13

19 20 21 22 23 24 25

R19 R20 R21 R22 R23 R24 R25

17 18 16 16 19 15 15

11 11 10 11 10 7 12

Berdasarkan tabel diatas bahwa hasil penilaian afektif dan psikhomotorik pada siklus I dapat diketahui bahwa: Tabel.6 Afektif Skor Tertinggi Skor terendah Rata-rata skor Total Skor 20 13 16.92 Psikhomotorik Skor Tertinggi Skor terendah Rata-rata skor Total Skor 13 7 11.12

Pengamatan dalam pelaksanaan pembelajarn dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 7. Guru pengamat sedang mengamati pelaksanaan pembelajaran

4. Refleksi Berdasarkan hasil analisis data dan pengamatan selama berlangsungnya tindakan pada siklus I ditemukan kendala-kendala yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya, yaitu: a. Skenario pembelajaran belum dapat berjalan dengan baik, mengingat pada saat penggunaan Media Pembelajaran Berbasis IT berupa CD pembelajaran, terdapat kesalahan teknis yaitu tidak dapat di operasikan pada setiap komputer yang ada di hadapan masing-masing kelompok sehingga seluruh siswa tidak mampu mengoperasikan secara maksimal . b. Siswa kurang antusias dalam mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami c. Siswa belum dapat menggunakan waktu secara efisien dalam menyelesaikan tugas dikarenakan jumlah dalam satu kelompok terlalu banyak. Berdasarkan ketiga hal diatas, maka hal-hal yang peneliti perhatikan dan perbaiki pada siklus ke dua adalah: a. Guru perlu lebih mempersiapkan sarana dan pra sarana dalam kegiatan pembelajaran. b. Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa

sehingga siswa bisa lebih antusias untuk mengajukan pertanyaan yang belum dipahami. c. Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan mengurangi jumlah kelompok dan setiap siswa mengahadapi satu komputer, sehingga seluruh siswa dapat memanfaatkan mengoperasikan Media Pembelajaran Berbasis IT berupa CD pembelajaran.

Pelaksanaan refleksi antara peneliti dengan guru pengamat pada siklus I dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 8. Peneliti bersama guru pengamat sedang melakukan refleksi

Gambar 9. Guru Pengamat Bersama Peneliti Berdiskusi untuk mengadakan perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya B. Deskripsi Hasil Siklus II 1. Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yaitu membuat rencana pembelajaran siklus II, menyiapkan sarana dan prasarana

pembelajaran, membuat instrument untuk mengukur afektif ,psikomotor dan alat test serta angket untuk siklus kedua. 2. Tahap kegiatan dan pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada 11 dan 13 Mei 2011. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan refisi pada siklus I sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 10. Pada Siklus II Setiap Siswa Memegang Satu Komputer

Gambar 11. Guru pengamat sedang melakukan pengamatan pembelajaran pada siklus II

Hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai tes siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7. Hasil Test Siklus Kedua NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 SUBJEK R01 R02 R03 R04 R05 R06 R07 R08 R09 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 R21 R22 R23 R24 NILAI Test 69 80 80 100 80 80 80 85 80 70 70 50 100 80 100 60 100 100 50 80 100 70 75 90

25

R25

70

TABEL 8. Analisis Hasil test Siklus II NO NILAI KATEGORI JUMLAH SISWA 1 2 3 4 81 100 71 80 69 70 <69 Jumlah Sangat Baik Baik Cukup Kurang 8 9 5 3 25

PROSENTASE

32% 36% 20% 12% 100 %

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan 32 % siswa, memperoleh hasil belajar tergolong kategori sangat baik, berarti ada peningkatan sebesar 4 % dibandingkan dengan hasil siklus I, 36 % siswa tergolong baik, 12 % tergolong kategori cukup baik, berarti ada peningkatan 8 % dibanding dengan hasil siklus I, dan 20 % siswa tergolong kategori kurang baik, berarti ada penurunan sebesar 12 % dibandingkan dengan siklus I. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh pada siklus II ini sebesar 88 %. 3. Pengamatan Hasil pengamatan/observasi pada siklus kedua terhadap penilaian afektif dan psikhomotorik siswa dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 9. Hasil Observasi Penilaian Afektif dan Psikhomotorik Siklus II NO 1 2 3 4 SUBJEK R01 R02 R03 R04 Afektif 20 19 20 19 Total Skor Psikhomotorik 16 15 16 14

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

R05 R06 R07 R08 R09 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 R21 R22 R23 R24 R25

20 20 20 20 19 20 20 20 18 20 18 20 19 20 17 20 19 19 20 20 19

16 16 16 15 16 14 16 15 16 16 16 13 16 13 16 15 16 14 16 16 15

Berdasarkan tabel diatas bahwa hasil penilaian afektif dan psikhomotorik pada siklus II dapat diketahui bahwa: Tabel. 10

Afektif Skor Tertinggi Skor terendah Rata-rata skor

Total Skor 20 17 19.44

Psikhomotorik Skor Tertinggi Skor terendah Rata-rata skor

Total Skor 16 13 15.32

Kegiatan pengamatan oleh guru pengamat dapat dilihat pada gambar berikut:

4. Refleksi Refleksi pelaksanaan siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, aktifitas siswa, dan kerjasama siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Akan tetapi masih dijumpai siswa yang belum dapat menggunakan waktu seefisien mungkin dalam menyelesaikan tugas.

C. Pembahasan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA3 SMAN 2 Magelang. Dalam proses belajar mengajar selama ini diketahui bahwa kemampuan anak dalam mata pelajaran Kimia masih rendah, hal ini terbukti dari hasil ulangan harian pada materi sebelumnya siswa yang tuntas hanya 16 Orang atau 64 % yang masih rendah. Dengan adanya hal tersebut maka dalam penelitian ini saya menggunakan media pembelajaran berbasis IT sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman konsep tentang materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Media adalah Media pembelajaran juga diartikan sebagai berikut manusia, materi atau kejadian yang membantu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,

keterampilan atau sikap. Dengan kata lain media cenderung diartikan alat-alat grafis, photografis atau elektronika untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. Pada proses pembelajaran Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan media pembelajaran berbasis IT maka siswa lebih mudah memahami konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan secara langsung, sehingga pemahaman konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dapat dengan mudah terpetakan pada siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan terhadap Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada Siswa Kelas XI IPA3 SMAN 2 Magelang Kompetensi setelah diberikan tindakan pembelajaran dengan penggunaan media pembelajaran berbasis IT media pembelajaran berbasis IT. Hal ini dapat dilihat pada pelaksanaan pembelajaran Kimia pada Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan penggunaan media pembelajaran berbasis IT dan hasil perbandingan perolehan skor dari masing-masing siswa. Pelaksanaan pembelajaran Kimia pada Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan penggunaan media pembelajaran berbasis IT pada Siswa Kelas XI IPA3 SMAN 2 Magelang meliputi : a. Kegiatan awal 1) Mengkondisikan kelas dengan melakukan apersepsi dan memotivasi siswa 2) Menyiapkan Media Pembelajaran berbasis IT (Laptop, LCD, CD pembelajaran). 3) Membentuk kelompokmasing-masing 5 orang siswa 4) Setiap kelompok menggunakan satu Komputer 2) Kegiatan Inti Eksplorasi

1) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan informasi kegiatan pembelajaran 2) Menjelaskan materi dengan menggunakan Media Pembelajaran berbasis IT. Secara sentral masing masing kelompok memperhatikan pada satu komputer ( ruang kelas berada di laboratorium computer ) Elaborasi 3) Guru memberikan latihan soal-soal kepada siswa 4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi

dalammenganalisis dan menyelesaikan masalah Konfirmasi 5) Guru menjadi nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah (soal-soal) 6) Guru memberi umpan balik positif dan penguatan terhadap keberhasilan kegiatan siswa 7) Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif 3) Kegiatan Akhir 1) Guru membimbing siswa menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran. 2) Guru melakukan penilaian dan refleksi terhadap yang sudah dilakukan 3) Guru menyampaikan rencana kegiatan tindak lanjut 4) Guru memberikan tugas individu 5) Penyampaian rencana kegiatan untuk pertemuanberikutnya Penggunaan media pembelajaran berbasis IT dalam pembelajaran Kimia pada Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan menimbulkan rasa senang pada siswa tanpa terbebani oleh kekangan berpikir keras serta siswa juga akan lebih tertarik dan

mengikuti dengan semangat dalam pembelajaran, namun tetap ada tujuan yang ingin dicapai melalui pembelajaran dengan media ini. Penggunaan media pembelajaran berbasis IT ini dapat memotivasi siswa dalam belajar kimia sehingga siswa tidak mudah bosan dalam belajar. Pembelajaran Kimia pada Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan menggunakan media pembelajaran berbasis IT dapat meningkatkan hasil belajar mereka, baik pada penilaian afektif, psikhomotorik maupun kognitifnya. Peningkatan Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada Siswa Kelas XI IPA3 SMAN 2 Magelang dapat dilihat sebagai berikut : 1. Penilaian Kognitif (Hasil Belajar) Peningkatan hasil belajar siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dapat dilihat pada grafik berikut:

40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Sgt baik Baik Ckp baik Krg Baik
Siklus I Siklus II Perbandingan

Berdasarkan grafik di atas diketahui bahwa hasil tes siklus I yang menunjukkan bahwa 28 % siswa, memperoleh hasil belajar tergolong kategori sangat baik, 36 % siswa tergolong baik, 4 % tergolong kategori cukup baik, dan 32 % siswa tergolong kategori kurang baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disampaikan bahwa terjadi penurunan sebesar 32% dibandingkan dengan sebelum

diadakan tindakan. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh pada siklus I ini sebesar 68%. Hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan 32 % siswa, memperoleh hasil belajar tergolong kategori sangat baik, berarti ada peningkatan sebesar 4 % dibandingkan dengan hasil siklus I, 36 % siswa tergolong baik, 12 % tergolong kategori cukup baik, berarti ada peningkatan 8 % dibanding dengan hasil siklus I, dan 12 % siswa tergolong kategori kurang baik, berarti ada penurunan sebesar 20% dibandingkan dengan siklus I. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh pada siklus I sebesar 64% dan siklus II sebesar 88%. 2. Penilaian Afektif Penilaian afektif meliputi kehadiran di kelas, kemauan membawa modul, ketertiban siswa di kelas, perhatian mengikuti pelajaran dan kejujuran siswa dalam mengerjakan tugas dari guru. Berdasarkan hasil analisis pada siklus I dan siklus II rata-rata skor yang diperoleh para siswa meningkat secara signifikan yakni pada siklus I sebesar 16.92 dan siklus II sebesar 19.44 3. Penilaian Psikhomotorik Penilaian psikhomotorik yang meliputi mengoperasikan media

pembelajaran, melakukan petunjuk yang ada dalam media pembelajaran, mengerjakan soal yang ada dalam media pembelajaran dan keaktifan bertanya pada saat proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil analisis pada siklus I dan siklus II rata-rata skor penilaian psikhomotorik yang diperoleh para siswa

meningkat secara signifikan yakni pada siklus I sebesar 11.12 dan siklus II 15.32 Peningkatan yang telah diuraikan di atas sesuai dengan pendapat Rahadi (2003 :18-19) yang menyatakan bahwa manfaat media adalah: Media dapat membuat

materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih kongkrit, Media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia, Informasi pelajaran yang disajikan dengan media yang tepat akan memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan pada siswa. Peningkatan hasil belajar Kimia materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan didukung oleh partisipasi siswa, keaktifan siswa dalam pembelajaran, siswa kreatif dalam mengikuti pembelajaran Kimia, adanya kolaborasi dengan guru pengamat, motivasi dari guru dan peneliti dan adanya penggunaan media pembelajaran berbasis IT. Adanya media yang menarik tersebut membuat mereka menikmati serta antusias dalam pembelajaran, pembelajaran menjadi kongkrit. Selain itu faktor yang menurut peneliti menghambat dalam kegiatan pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis IT adalah kesalahan teknis pada pelaksanaan tindakan siklus I di ruang laboratorium komputer, dimana semua computer yang dipakai oleh siswa tidak dapat mengaplikasi CD sebagai media pembelajaran berbasis IT sehingga anak kurang konsentrasi pada pembelajaran karena terganggu dengan kendala teknis tersebut. Namun dengan usaha meminta bantuan guru TIK dan peneliti mampu mengatasi kendala tersebut dan mampu menarik perhatian serta minat siswa dalam pembelajaran Kimia pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan media pembelajaran berbasis IT.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan analisa data mengenai hasil tindakan kelas dan observasi penelitian tentang peningkatan Pemanfaatan Media berbasis IT sebagai salah satu upaya meningkatkan Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada Siswa Kelas XI IPA3 SMAN 2 Magelang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil belajar siswa sebelum diadakan tindakan kelas adalah sebesar 64 % siswa memperoleh hasil belajar dibawah standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 69. Pelaksanaan penelitian ini dalam pelajaran Kimia pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan media pembelajaran berbasis IT. Dalam penelitian ini, penggunaan media pembelajaran berbasis IT dilakukan oleh 25 subjek yaitu seluruh Siswa Kelas XI IPA3 SMAN 2 Magelang. 2. Penggunaan media pembelajaran berbasis I.T mampu meningkatkan kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan pada proses pembelajaran kimia di kelas XI IPA3semester genap tahun 2010/2011 di SMA Negeri 2 Magelang, hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 64% dan siklus II meningkat menjadi 88%. 3. Terjadi perubahan perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran Kimia pada kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan memanfaatkan Media Berbasis I.T, hal ini dapat dilihat pada peningkatan rata-rata skor hasil penilaian afektif pada siklus I sebesar 16.92 dan siklus II sebesar 19.44 dan psikhomotorik pada siklus I sebesar 11.12 dan siklus II 15.32.

B. Saran Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut : 1. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pemecahan masalah pembelajaran Kimia khususnya pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan 2. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi yang dapat menjadi pijakan dalam mengembangkan pendekatan dan media pembelajaran yang lebih efektif dalam SK, KD, dan materi pokok lain dalam pembelajaran Kimia maupun dalam mata pelajaran yang lain. 3. Bagi Siswa, berlatih untuk kreatif berfikir dalam menerima pembelajaran Matematika sehingga Termotivasi untuk memanfatkan fasilitas yang telah disediakan oleh sekolah baik yang berupa alat peraga atau sarana prasarana yang lainnya 4. Bagi Sekolah, dapat menjadi pertimbangan kebijakan dalam melaksanakan pembelajaran Kimia di sekolah khususnya dan mata pelajaran lain pada umumnya

DAFTAR PUSTAKA

Aristo,Rahadi,2003,Media pembelajaran,Jakarta ;Departemen Pendidikan Nasional Asrori, Mohammad,2008,Penelitian Tindakan Kelas,Bandung:CV Wacana Prima

Asrori,Mohammad,2008, Psikologi Pembelajaran,Bandung:CV Wacana Prima. Azhar,Arsyad 2002,Media pembelajaran ,Jakarta; PT,Raja Grafindo Persada. Azwar,Saifudin,2004,Metode Penelitian,Jakarta,Pustaka Pelajar. Chang,Raymond,2004,Kimia Dasar Konsep-Konsep inti,Jakarta:Penerbit Erlangga. Fajar,Crys,2008 Media Pembelajaran Kimia,Yogyakata:Departemen PendidikanNasional UNY. Moleong,LexyJ.,2007,MetodologiPenelitianKualitatif,Bandung RemajaRosdakarya Purba,Michael,2007,Kimia kelas XI 2 B ,Jakarta : Penerbit Erlangga Purbadi,Sukisman,2008,ModelModelPembelajaranInovatif,Yogyakarta:Departemen Pendidikan Nasional U N Y. Rimy,Yoko,2008,Bahan Diklat PenelitianTindakan Kelas pada seminar P T K : Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Subyantoro, 2009,Penelitian Tindakan Kelas,Semarang; Universitas DiponegoroSemarang. Sudrajat,A. 2008 Judul:.darihttp://www.psb.psma.org/content/blog/pengertianpendekatan-strategi-metode-tehnik pembelajaran . (diunduh 19 Februari 2011) Suprayekti,2003,Interaksi Belajar Mengajar,Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Lampiran 1 Curriculum Vitae

1. Nama Lengkap dan Gelar 2. NIP/NUPK 3. Tempat dan Tanggal Lahir 4. Jenis Kelamin 5. Pangkat, Golongan 6. 7. Jabatan 8. Alamat sekolah Magelang Utara

:KUMAR PUJIATI,S.Pd. : 196707132006042005/8045745647300003 : Magelang,13 Juli1967 : Perempuan : Penata Muda Tk.!/ iiib : Guru : Jalan Urip Sumoharjo Kel Wates Kota Magelang Kec.

Nomor telepon/Fax Alamat Email 9. Alamat rumah MertoyudanKec.Mertoyudan Nomor telepon/Hp 10. Riwayat Pendidikan I Mertoyudan

: (0293) 363669 : sman2magelang@yahoo.co.id : Soka RT002/RW001

Kel

Kab. Magelang : (0293)312978/085878945222 : SD Mertoyudan Ilulus Th 1980,SMP Negeri Lulus 1983, SMA K I Kota Magelang Lulus Th1986, Program Diploma 3 Pendidikan Kimia IKIP Negeri Semarang Lulus Th 1990,Sarjana Pendidikan Kimia Lulus Th 1994

11. Pengalaman Penelitian yang relevan

:Magelang April , 2011

(KUMAR PUJIATI,S.Pd.)

Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata pelajaran : KIMIA Kelas/ Semester : XI/ 2 Pertemuan ke : 1( SIKLUS 1) Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi :Memahami sifat sifat larutan asam basa , metode pengukuran pengukuran dan terapanya. Kompetensi Dasar :Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan. Indikator : 1..Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut 2.Menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan Dengan tingkat kelarutan atau pengendapannya 3.Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air 4.Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang Sukar larut berdasarkan data harga atau sebaliknya I.Tujuan Pembelajaran : Dengan kegiatan ini pembelajaran ini diharapkan Siswa dapat : -Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar l Larut. - Menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan Dengan tingkat kelarutan atau pengendapannya - Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air - Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang Sukar larut berdasarkan data harga atau sebaliknya II. Materi Ajar : Kelarutan dan Hasil kali Kelarutan III. Metode Pembelajaran: Diskusi Informasi IV. Media : LCD, CD pembelajaran, Lap Top ( Media Pembelajaran berbasis I.T ) V. Langkah - langkah Pembelajaran : a. Kegiatan awal Mengkondisikan kelas dengan melakukan apersepsi dan memotivasi siswa Menyiapkan Media Pembelajaran berbasis IT (Laptop, LCD, CD pembelajaran). Membentuk kelompokmasing-masing 5 orang siswa Setiap kelompok menggunakan satu Komputer b.Kegiatan Inti Eksplorasi

Menyampaikan tujuan pembelajaran dan informasi kegiatan pembelajaran Menjelaskan materi dengan menggunakan Media Pembelajaran berbasis IT. Secara sentral masing masing kelompok memperhatikan pada satu komputer ( ruang kelas berada di laboratorium computer ) Elaborasi Guru memberikan latihan soal-soal kepada siswa Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dalammenganalisis dan menyelesaikan masalah Konfirmasi Guru menjadi nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah (soal-soal) Guru memberi umpan balik positif dan penguatan terhadap keberhasilan kegiatan siswa Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif C. Kegiatan Akhir Guru membimbing siswa menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran. Guru melakukan penilaian dan refleksi terhadap yang sudah dilakukan Guru menyampaikan rencana kegiatan tindak lanjut Guru memberikan tugas individu Penyampaian rencana kegiatan untuk pertemuanberikutnya VI. Alat / Bahan / Sumber Belajar Sumber : Buku Kimia CD pembelajaran Bahan : Lembar Kerja VII. Penilaian : Jenis Tagihan -Tugas Mandiri -Ulangan

Bentuk Instrumen Performans ( kinerja dan Sikap) Laporan tertulis Tes Tertulis

Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata pelajaran : KIMIA Kelas/ Semester : XI/ 2 Pertemuan ke : 2( SIKLUS 2) Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Memahami sifat sifat larutan asam basa , metode pengukuran pengukuran dan terapanya. Kompetensi Dasar : Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan. Indikator : 1. Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan 2. Menentukan pH larutan dari harga Ksp nya 3.Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp I.Tujuan Pembelajaran : Dengan kegiatan ini pembelajaran ini diharapkan Siswa dapat : - Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan - Menentukan pH larutan dari harga Ksp nya -Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp II. Materi Ajar : Kelarutan dan Hasil kali Kelarutan

III. Metode Pembelajaran: Diskusi Informasi IV. Media : LCD, CD pembelajaran, Lap Top ( Media Pembelajaran berbasis I.T ) V. Langkah - langkah Pembelajaran : a. Kegiatan awal Mengkondisikan kelas dengan melakukan apersepsi dan memotivasi siswa Menyiapkan Media Pembelajaran berbasis IT (Laptop, LCD, CD pembelajaran). Masing masing anak menggunakan satu komputer b.Kegiatan Inti Eksplorasi Menyampaikan tujuan pembelajaran dan informasi kegiatan pembelajaran Memberikan pengarahan agar para siswa lebih memperhatikan. Menerangkan materi dengan menggunakan CD pembelajaran( dilakukan oleh guru secara sentral) ruangan kelas menggunakan laboratorium Komputer.

Elaborasi Guru memberikan tugas berupa soal-soal. memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan soal-soal secara individu Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal di depan kelas Konfirmasi Guru menjadi nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Guru memberi umpan balik positif terhadap keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif Kegiatan Akhir Guru memberi tugas individu. o. Penyampaian rencana kegiatan untuk pertemuan berikutnya VI.Alat / Bahan / Sumber Belajar Sumber : Buku Kimia CD pembelajaran Bahan : Lembar Kerja VII. Penilaian : Jenis Tagihan -Tugas Mandiri -Ulangan

Bentuk Instrumen Performans ( kinerja dan Sikap) Laporan tertulis Tes Tertulis

Lampiran 4 KRITERIA PENILAIAN PSIKOMOTORIK SIKLUS II Aspek yang dinilai Skor Mengoperasikan media 4 pembelajaran 3 2 1 Kriteria Mengoperasikan media dengan baik dan benar Mengoperasikan media dengan baik tetapi masih ada petunjuk yang belum dioperasikan sesuai dngan penjelasan guru Mengoperasikan media dengan baik tetapi banyak petunjuk yang belum dioperasikan sesuai dengan penjelasan guru Tidak dapat mengoperasikan media dengan baik dan benar Melakukan semua petunjuk yang ada dalam media pembelajaran Mengoperasikan media denga benar tetapi masih 1 petunjuk yang belum dioperasikan Mengoperasikan media denga benar tetapi masih 1-2 petunjuk yang belum dioperasikan Mengoperasikan media denga benar tetapi masih >2 petunjuk yang belum dioperasikan Mengerjakan semua soal yang ada di dalam media pembelajaran Ada 1-2 soal yang tidak dikerjakan di dalam media pembelajaran Ada 3-5 soal yang tidak dikerjakan di dalam media pembelajaran Lebih dari 5 soal yang tidak dikerjakan di dalam media pembelajaran Bertanya > 4 kali pada saat PBM berlangsung Bertanya 3-4 kali pada saat PBM berlangsung Bertanya 1-3 kali pada saat PBM berlangsung

Melakukan petunjuk 4 yang ada dalam media pembelajaran 3 2

Mengerjakan soal yang 4 ada di dalam media pembelajaran 3 2 1 Keaktifan bertanya 4 pada saat Proses Belajar Mengajar 3 (PBM) 2 1

Tidak pernah bertanya pada saat PBM berlangsung

Lampiran 5 KRITERIA PENILAIAN AFEKTIF SIKLUS II Aspek yang dinilai Kehadiran di kelas Skor 4 3 2 1 Kriteria Hadir di kelas tepat waktu Hadir di kelas tetapi terlambat 5 menit Hadir di kelas tetapi terlambat 5-10 menit Hadi di kelas tetapi terlambat >10 menit Selalu membawa modul pelajaran Kimia pada saat mata pelajaran Kimia Tidak membawa modul pelajaran Kimia 1 kali Tidak membawa modul pelajaran Kimia 1-2 kali Tidak membawa buku pelajaran Kimia >2 kali Mengikuti petunjuk yang disampaikan guru dengan tertib Mengikuti petunjuk yang disampaikan guru tetapi kurang tertib Tidak mengikuti petunjuk yang disampaikan guru Tidak mengikuti petunjuk yang disampaikan guru dan membuat keributan di kelas Tidak pernah berbicara dengan teman pada saat mengikuti pelajaran Kimia Berbicara 1 kali dengan teman pada saat mengiikuti pelajran Kimia Berbicara 1-2 kali dengan teman pada saat mengiikuti pelajran Kimia Berbicara >2 kali dengan teman pada saat

Kemauan membawa 4 buku Kimia 3 2 1

Ketertiban kelas

siswa

di 4 3 2 1

Perhatian pelajaran

mengikuti 4 3 2 1

Kejujuran siswa

4 3 2 1

mengiikuti pelajran Kimia Mengerjakan tugas yang diberikan guru sendiri Mengerjakan tugas yang diberikan guru dan sesekali bertanya kepada teman Mengerjakan tugas yang diberikan guru dan sering bvertanya kepada teman Mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan melihat pekerjaan teman yang lain

Lampiran 6 KRITERIA PENILAIAN PSIKOMOTORIK SIKLUS II Aspek yang dinilai Skor Mengoperasikan media 4 pembelajaran 3 Kriteria Mengoperasikan media dengan baik dan benar Mengoperasikan media dengan baik tetapi masih ada petunjuk yang belum dioperasikan sesuai dngan penjelasan guru Mengoperasikan media dengan baik tetapi banyak petunjuk yang belum dioperasikan sesuai dengan penjelasan guru Tidak dapat mengoperasikan media dengan baik dan benar Melakukan semua petunjuk yang ada dalam media pembelajaran Mengoperasikan media denga benar tetapi masih 1 petunjuk yang belum dioperasikan Mengoperasikan media denga benar tetapi masih 1-2 petunjuk yang belum dioperasikan Mengoperasikan media denga benar tetapi masih >2 petunjuk yang belum dioperasikan Mengerjakan semua soal yang ada di dalam media pembelajaran Ada 1-2 soal yang tidak dikerjakan di dalam media pembelajaran

1 Melakukan petunjuk 4 yang ada dalam media pembelajaran 3

Mengerjakan soal yang 4 ada di dalam media pembelajaran 3

2 1 Keaktifan bertanya 4 pada saat Proses Belajar Mengajar 3 (PBM) 2 1

Ada 3-5 soal yang tidak dikerjakan di dalam media pembelajaran Lebih dari 5 soal yang tidak dikerjakan di dalam media pembelajaran Bertanya > 4 kali pada saat PBM berlangsung Bertanya 3-4 kali pada saat PBM berlangsung Bertanya 1-3 kali pada saat PBM berlangsung Tidak pernah bertanya pada saat PBM berlangsung

Lampiran 7 KRITERIA PENILAIAN AFEKTIF SIKLUS II Aspek yang dinilai Kehadiran di kelas Skor 4 3 2 Kriteria Hadir di kelas tepat waktu Hadir di kelas tetapi terlambat 5 menit Hadir di kelas tetapi terlambat 5-10 menit Hadi di kelas tetapi terlambat >10 menit Selalu membawa modul pelajaran Kimia pada saat mata pelajaran Kimia Tidak membawa modul pelajaran Kimia 1 kali Tidak membawa modul pelajaran Kimia 1-2 kali Tidak membawa buku pelajaran Kimia >2 kali Mengikuti petunjuk yang disampaikan guru dengan tertib Mengikuti petunjuk yang disampaikan guru tetapi kurang tertib Tidak mengikuti petunjuk yang disampaikan guru Tidak mengikuti petunjuk yang

Kemauan buku Kimia

1 membawa 4 3 2 1

Ketertiban kelas

siswa

di 4 3 2 1

Perhatian pelajaran

mengikuti 4 3 2 1

Kejujuran siswa

4 3 2 1

disampaikan guru dan membuat keributan di kelas Tidak pernah berbicara dengan teman pada saat mengikuti pelajaran Kimia Berbicara 1 kali dengan teman pada saat mengiikuti pelajran Kimia Berbicara 1-2 kali dengan teman pada saat mengiikuti pelajran Kimia Berbicara >2 kali dengan teman pada saat mengiikuti pelajran Kimia Mengerjakan tugas yang diberikan guru sendiri Mengerjakan tugas yang diberikan guru dan sesekali bertanya kepada teman Mengerjakan tugas yang diberikan guru dan sering bertanya kepada teman Mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan melihat pekerjaan teman yang lain

Lampiran 8 ALAT EVALUASI PADA SIKLUS I 1. Tulis hubungan kelarutan dengan hasil kali kelarutan untuk elektrolit berikut: a. Al ( OH )3 b. Ca3 ( PO4)2 c. Mn (OH )3 d. Ni3 ( AsO4)2 2. Sebanyak 100 ml larutan jenuh Magnesium Fluorida( MgF2) pada 180C di uapkan dan diperoleh 7,6 mg MgF2 padat. Berapa Ksp MgF2 pada 180 C ( Ar Mg=24, F=19 ) 3. Diketahui Ksp dari Ag2CrO4 pada 250 C = 2,4 x 10-12. berapa kelarutan molar dari Ag2CrO4 pada 250 C 4.Pada suhu tertentu kelarutan AgCl dalam air sebesar 1,435 mg L-1 a. Berapa kelarutan dalanm satuan mol L-1 jika Mr AgCl = 143,5 ? b. Tentukan [Ag+] dan [Cl-] dalam larutan jenuh AgCl tersebut c. Tentukan Ksp-nya

Lampiran 9 Kunci Jawaban Evaluasi Siklus I Jawaban: 1.a. Al(OH)3(s) Al3+(aq) + 3OH-(aq) s s 3s -1 jika kelarutan Al(OH)3 = s mol L , maka konsentrasi ion Al3+= s mol L-1 dan konsentrasi ion OH- = 3s mol L-1 Ksp = [Al3+] [OH-]3 = (s) = 27s4
b.Ca3 ( PO4)2 (aq) s 3Ca2+(aq) + 2PO433s 2s
2+ 3

(3s)3

Ksp Ca3 ( PO4)2 = [Ca ] = (3s)3 = 108s5

[PO43-]2 (2s)2

c.Mn (OH )3 (s) s

Mn3+(aq) + 3OH-(aq) s 3s

jika kelarutan Mn(OH)3 = s mol L-1, maka konsentrasi ion Mn3+= s mol L-1 dan konsentrasi ion OH- = 3s mol L-1

Ksp = [Mn3+] [3OH-] = (s) (3s)3

= 27s4

d.Ni3 ( AsO4)2 s

3 Ni 2+(aq) + 2AsO43-(aq) s 3s

jika kelarutan Ni3(AsO4)2 = s mol L-1, maka konsentrasi ion Ni2+= 3s mol L-1 dan konsentrasi ion AsO43- = 2s mol L-1

Ksp = [Ni2+] [AsO43-] = (3s)3 = 108s5 (2s)2

2.Jumlah mol MgF2

= 1,22 x 10-4 mol

= 0,0012 mol L-1

MgF2(s) s

Mg2+(aq) + 2F-(aq) s 2s

Ksp MgF2 = [Mg2+] [F-]2 = (s) = 4s3 = 4 (0,0012)3


3.Dalam larutan jenuh Ag2CrO4 terdapat kesetimbangan sebagai berikut : Ag2CrO4 (s) s 2 Ag+(aq) + CrO42-(aq) 2s s

(2s)2

= 6,9 x 10-9

jika s menyatakan kelarutan molar dari Ag2CrO4 maka Ksp = 4s3

Ksp = 4s3 = 2,4 x 10-12 s3 = 6 x 10-13 s = = 8,43 x 10-5

Jadi, kelarutan molar Ag2CrO4 pada suhu 25oC adalah 8,43 x 10-5mol L-1

4.a. s AgCl

= 1,435 mg L-1

= 1,435 x 10-3 gL-1

= 10-5 mol L-1 AgCl (s) Ag+(aq) + Cl-(aq)


10-5 mol L-1 10-5 mol L-1 10-5 mol L-1

Jadi, [Ag+] [Cl-] Ksp AgCl

= 10-5 mol L-1 = 10-5 mol L-1 = [Ag+][Cl-]

= 10-5 x 10-5 = 10-10 Atau dengan rumus Ksp AgCl = s2 = (10-5)2 = 10-10

Norma Penilaian tiap skor 5 Nilai = jumlah skor/ 2

Lampiran 10 CONTOH HASIL SISWA EVALUASI SIKLUS I

Lampiran 11 ALAT EVALUASI PADA SIKLUS II

JAWABLAH SOAL SOAL DI BAWAH INI DAN TULISKAN JAWABANMU DI LEMBAR JAWABAN YANG TELAH DISEDIAKAN! 1. Pada suhu tertentu harga Ksp Ca(OH)2 = 4 x 10-12, hitunglah kelarutan Ca(OH)2 dalam air pada suhu tersebut 2. Berapa gram Mg (OH)2 yang larut dalam 250 ml air pada suhu 7 derajat Celcius, jika pada suhu tersebut Ksp Mg (OH)2 = 3,2 x 10 -11 (Mr Mg(OH)2 = 58) 3. Periksalah dengan suatu perhitungan, apakah terbentuk endapan Ca(OH)2 jika 10 ml larutan CaCl2 0,2 M dicampur dengan 10 ml larutan NaOH 0,2 M Ksp Ca(OH)2 = 8 x 10 -6 4. Kelarutan AgCl dalam air adalah 1 x 10 -5 M. hitung kelarutan AgCl dalam CaCl2 0,05 M 5. Ksp Pb Br2 = 4 x 10 -23 hitung konsentrasi PbBr2, dalam larutan Pb(NO3)2 0,1 M 6. Diketahui Ksp Ca(OH)2 = 5 x 10 -6 tentukan Ph CaCl2 0,05 M saat mulai mengendap dengan di tetesi larutan NaOH

Lampiran 12 Kunci Jawaban Evaluasi Siklus II 1. Ksp Ca(OH)2 = 4 x 10-12 Ca(OH)2 Ca 2+ +2OHS S 2S

Ksp

= S. (2S)2 = 4S3

Ksp 4S3 S3

= 4.10-12 = 4.10-12 = .10-12

2. Mg (OH)2 S

Mg 2+ +2OHS 2S

Ksp Mg (OH)2 Ksp 3,2 x 10 -11 3,2 x 10 -11 4S3 S3 S3 S

= = =
=

3,2 x 10 -11 (Mg 2+) (OH-)2 S. (2S)2 4S3 32 . 10-12 8. 10-12 2.10-4

= = = =

Dalam 250 ml = M n = = = = = Massa = =

0,25 liter

MxV 2.10-4 . 0,25 0,5 x 10-4 5.10-5 5.10-5 x 58 0,0029 gram

3. Mol CaCl2

= =

0,01 x 0,2 0,002

= = 0,1 M 0,01 . 0,2

Mol NaOH

= = =

0,1 M 2Cl0,2 M

CaCl2 0,1 M NaOH 0,1 M

Ca2+ 0,1 M Na+ 0,1 M

OH0,1 M

Jadi, konsentrasi ion Ca2+ dalam campuran = 0,1 M dan konsentrasi ion OH- = 0,01 M Qc = = = (Ca2+) ( OH-)2 0,1 (0,1)2 10-5

Karena Qc> Ksp maka pada pencampuran itu terbentuk endapan Ca(OH)2

4. AgCl 10-5 Ksp AgCl

Ag+ 10-5 =

+ Ag +

Cl10-5 Cl-

= =

10-5 . 10-5 10-10

Misal kelarutan AgCl dalam CaCl2 AgCl S Ag+ S + ClS

= S Molar

Ag+ ClCl

= = =

5M S + 0, 1 0, 1 (S<0, 1)

CaCl 0, 05 Ksp AgCl 10-10 S

Ca2+

2Cl0, 1

= (Ag+) (Cl-) = S. 0, 1 = 10-9 M

5. Ksp PbBr2 Pb(NO3)2 0, 1 M

4 x 10-13 Pb2+ + 0, 1 M

2NO3

PbBr2 S

Pb2+ S

2Br

Pb2+ Ksp

= = =

(0, 1 + 5) M. S<0, 1 maka, S diabaikan PbBr2 Pb2+ = + (Br-) 2 0, 1 (Br-) 2

= 0, 1

4 x 10-13 (Br-) 2 (Br-) = =

4 x 10-12 2 x 10-6 M

PbBr2 10-6

Pb2+

2Br 2.10-6

PbBr2 =

10-6 M

6. Ksp Ca(OH)2 CaCl2 CaCl2 0, 05 Ca (OH) 2 S

= = Ca2+ 0, 05 Ca2+ S

5.10-6 0, 05 + 2Cl-

2OH2S

Ca2+

= =

S + 0, 05 (S Sangat kecil) 0, 05

Ksp Ca (OH) 2 = 5. 10-6 S2 S = = =

Ca2+

2OH-

0, 05. S2 = 10-2 2S 2.10-2 2-log 2 10 + log 2 10-4

Karena (OH-) = = POH PH = =

NORMA PENILAIAN TIAP NOMOR DIBERI SKOR=5 NILAI = JUMLAH SKOR /3

Lampiran 13 CONTOH HASIL SISWA EVALUASI SIKLUS II

Lampiran 14 HASIL ANGKET MINAT SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN KIMIA DAN TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS IT SIKLUS I Keterangan Pilihan Jawaban : SS S TS STS = Sangat Setuju = Setuju = Tidak Setuju = Sangat Tidak Setuju

NO 1.

PERTANYAAN Saya mempersiapkan diri sebelum pelajaran Kimia dimulai Saya tidak mempersiapkan sebelum pelajaran Kimia dimulai diri

SS

TS

STS

20 (80%) 5 (20%)

2.

5 (20%)

20 (80%)

3.

Kimia merupakan mata pelajaran yang membosankan dan sulit untuk dipelajari Kimia merupakan mata pelajaran yang menyenangkan dan mudah untuk dipelajari Kimia merupakan mata pelajaran yang tidak bermanfaat di kemudian hari Kimia merupakan mata pelajaran 7 (28%) yang bermanfaat di kemudian hari

9 (36%)

15 (60%) 1 (4%)

4.

12 (48%) 13 (52%)

5.

13 (52%) 12 (48%)

6.

18 (72%)

7.

Saya selalu mengikuti kegiatan belajar 12 (48%) 13 (52%)

mengajar mata pelajaran Kimia 8. Saya tidak pernah mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Kimia Saya selalu bertanya apabila menemui 3 (12%) materi yang tidak saya pahami pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Kimia Saya tidak pernah bertanya apabila menemui materi yang tidak saya pahami pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Kimia Saya selalu mengerjakan soal latihan 2 (8%) yang diberikan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung Saya tidak pernah mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung Saya menyukai guru yang mengajar 8 (32%) mata pelajaran Kimia menggunakan media pembelajaran yang menarik Saya tidak menyukai guru yang mengajar mata pelajaran Kimia menggunakan media pembelajaran yang menarik Saya tidak dapat mengikuti materi 3 (12%) pelajaran dengan baik apabila dijelaskan dengan media komputer Saya dapat mengikuti pelajaran dengan baik materi 2 (8%) apabila 4 (16%) 10 (40%) 15 (60%)

9.

14 (56%) 8 (32%)

10.

7 (28%)

14 (56%) 4 (16%)

11.

23 (92%)

12.

2 (8%)

21 (84%) 2 (8%)

13.

17 (68%)

14.

18 (72%) 7 (28%)

15.

15 (60%) 3 (12%)

16.

14 (56%) 9 (36%)

dijelaskan dengan media komputer 17. Komputer tidak dapat digunakan 2 (8%) sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran Kimia Komputer dapat digunakan sebagai 7 (28%) media pembelajaran dalam mata pelajaran Kimia Kimia menjadi tidak menarik apabila dijelaskan dengan menggunakan media komputer Kimia menjadi lebih menarik apabila 4 (16%) dijelaskan dengan menggunakan media komputer Saya menyukai belajar Kimia lewat 1 (4%) media komputer Saya tidak menyukai belajar Kimia 7 (28%) lewat media komputer Saya lebih memahami materi Kimia 1 (4%) yang diajarkan dengan media pembelajaran komputer Saya tidak memahami materi Kimia yang diajarkan dengan media pembelajaran komputer Kelarutan dan hasil kali kelarutan 2 (8%) merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Kimia yang dapat dijelaskan dengan media komputer Kelarutan dan hasil kali kelarutan 2 (8%) merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Kimia yang tidak dapat dijelaskan dengan media komputer Kelarutan dan hasil kali kelarutan 4 4 (16%) 12 (48%) 7 (28%)

18.

14 (56%) 4 (16%)

19.

7 (28%)

19 (76%) 4 (16%)

20.

15 (60%) 6 (24%)

21.

12 (48%) 11 (44%) 1 (4%)

22.

15 (60%) 3 (12%)

23.

11 (44%) 13 (52%)

24.

8 (32%)

16 (64%) 1 (4%)

25.

21 (84%) 2 (8%)

26.

19 (76%)

4 (16%)

27.

11

merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Kimia yang sulit dipahami tanpa menggunakan simulasi 28. Kelarutan dan hasil kali kelarutan 5 merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Kimia yang mudah dipahami tanpa menggunakan simulasi Kelarutan dan hasil kali kelarutan merupakan materi dalam mata pelajaran Kimia yang sesuai apabila diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran berbantuan komputer Kelarutan dan hasil kali kelarutan merupakan materi dalam mata pelajaran Kimia yang tidak sesuai apabila diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran berbantuan komputer Media pembelajaran berbantuan 3 komputer membuat saya berminat mempelajari mata pelajaran Kimia lebih serius Media pembelajaran berbantuan komputer tidak membuat saya berminat mempelajari mata pelajaran Kimia lebih serius Media pembelajaran berbantuan komputer membuat belajar Kimia menjadi menyenangkan Media pembelajaran berbantuan 1 komputer tidak membuat belajar 4 16

29.

21

30.

21

31.

12

32.

15

33.

19

34.

18

Kimia menjadi menyenangkan

Lampiran 15 ANGKET MINAT SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN KIMIA DAN TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS IT SIKLUS II Keterangan Pilihan Jawaban : SS S TS STS = Sangat Setuju = Setuju = Tidak Setuju = Sangat Tidak Setuju

NO 1.

PERTANYAAN

SS

S 23 (92%)

TS

STS

Saya mempersiapkan diri sebelum 2 (8%) pelajaran Kimia dimulai Saya tidak mempersiapkan sebelum pelajaran Kimia dimulai diri

2.

23 (92%) 2 (8%)

3.

Kimia merupakan mata pelajaran yang membosankan dan sulit untuk dipelajari Kimia merupakan mata pelajaran 2 (8%) yang menyenangkan dan mudah untuk dipelajari Kimia merupakan mata pelajaran yang tidak bermanfaat di kemudian hari

3 (12%)

20 (80%) 2 (8%)

4.

20 (80%) 3 (12%)

5.

1 (4%)

15 (60%) 9 (36%)

6.

Kimia merupakan mata pelajaran 13 (52%) 12 (48%) yang bermanfaat di kemudian hari Saya selalu mengikuti kegiatan belajar 3 (12%) mengajar mata pelajaran Kimia Saya tidak pernah mengikuti kegiatan 22 (88%)

7.

8.

14 (56%) 11

belajar Kimia 9.

mengajar

mata

pelajaran

(44%)

Saya selalu bertanya apabila menemui 2 (8%) materi yang tidak saya pahami pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Kimia Saya tidak pernah bertanya apabila menemui materi yang tidak saya pahami pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Kimia Saya selalu mengerjakan soal latihan 3 (12%) yang diberikan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung Saya tidak pernah mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung Saya menyukai guru yang mengajar 3 (12%) mata pelajaran Kimia menggunakan media pembelajaran yang menarik Saya tidak menyukai guru yang mengajar mata pelajaran Kimia menggunakan media pembelajaran yang menarik Saya tidak dapat mengikuti materi pelajaran dengan baik apabila dijelaskan dengan media komputer Saya dapat mengikuti materi 2 (8%) pelajaran dengan baik apabila dijelaskan dengan media komputer Komputer tidak dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam

18 (72%) 5 (20%)

10.

3 (12%)

21 (84%) 1 (4%)

11.

22 (88%)

12.

21 (84%) 4 (16%)

13.

22 (88%)

14.

21 (84%) 4 (16%)

15.

3 (12%)

18 (72%) 4 (16%)

16.

20 (80%) 3 (12%)

17.

21 (84%) 4 (16%)

mata pelajaran Kimia 18. Komputer dapat digunakan sebagai 2 (8%) media pembelajaran dalam mata pelajaran Kimia Kimia menjadi tidak menarik apabila dijelaskan dengan menggunakan media komputer Kimia menjadi lebih menarik apabila 2 (8%) dijelaskan dengan menggunakan media komputer Saya menyukai belajar Kimia lewat 2 (8%) media komputer Saya tidak menyukai belajar Kimia lewat media komputer Saya lebih memahami materi Kimia 1 (4%) yang diajarkan dengan media pembelajaran komputer Saya tidak memahami materi Kimia yang diajarkan dengan media pembelajaran komputer Kelarutan dan hasil kali kelarutan 3 (12%) merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Kimia yang dapat dijelaskan dengan media komputer Kelarutan dan hasil kali kelarutan merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Kimia yang tidak dapat dijelaskan dengan media komputer Kelarutan dan hasil kali kelarutan 1 (4%) merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Kimia yang sulit dipahami tanpa menggunakan 23 (92%)

19.

1 (4%)

22 (88%) 2 (8%)

20.

22 (88%) 1 (4%)

21.

20 (80%) 3 (12%)

22.

4 (16%)

19 ((76%)

2 (8%)

23.

19 (76%) 5 (20%)

24.

5 (20%)

19 (76%) 1 (4%)

25.

21 (84%) 1 (4%)

26.

2 (8%)

20 (80%) 3 (12%)

27.

15 (60%) 9 (36%)

simulasi 28. Kelarutan dan hasil kali kelarutan merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Kimia yang mudah dipahami tanpa menggunakan simulasi Kelarutan dan hasil kali kelarutan 1 (4%) merupakan materi dalam mata pelajaran Kimia yang sesuai apabila diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran berbantuan komputer Kelarutan dan hasil kali kelarutan merupakan materi dalam mata pelajaran Kimia yang tidak sesuai apabila diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran berbantuan komputer Media pembelajaran berbantuan 1 (4%) komputer membuat saya berminat mempelajari mata pelajaran Kimia lebih serius Media pembelajaran berbantuan komputer tidak membuat saya berminat mempelajari mata pelajaran Kimia lebih serius Media pembelajaran berbantuan 2 (8%) komputer membuat belajar Kimia menjadi menyenangkan Media pembelajaran berbantuan komputer tidak membuat belajar Kimia menjadi menyenangkan 8 (32%) 16 (64%) 1 (4%)

29.

22 (88%) 2 (8%)

30.

3 (12%)

22 (88%)

31.

21 (84%) 3 (12%)

32.

3 (12%)

21 (84%) 1 (4%)

33.

20 (80%) 3 (12%)

34.

2 (8%)

21 (84%) 2 (8%)

PEMERINTAH KOTA MAGELANG DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 2 MAGELANG Jln. Urip Sumoharjo Wates Kota Magelang telp : (0293) 363669 Kode Pos : 56113

SURAT KETERANGAN Dengan ini, saya, Kepala SMA Negeri 2 Magelang menerangkan bahwa: Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan : KUMAR PUJIATI,S.Pd : 196707132006042005 : Penata Muda Tk.I/IIIb

Selain penelitian yang sedang diusulkan, penulis saat ini tidak memiliki kegiatan penelitian sebagai berikut. Status Status Penelitian Sumber No Judul Penelitian Keanggo Dana Mulai Berakhir taan

saat ini sedang mengusulkan penelitian sebagai berikut. Rencana Penelitian Status No Judul Penelitian Keanggo taan Pemanfaatan berbasis salah IT satu Media Individu sebagai upaya Mulai Bulan April 2011 Berakhi r Bulan Mei 2011

Sumbe r Dana APBD Propins i

meningkatkan Kompetensi Kelarutan dan Hasil Kali

Kelarutan pada Siswa Kelas XI IPA3 SMAN 2 Magelang Semester GenapTahun 2010/2011

Surat Keterangan ini dibuat sebagai kelengkapan pengajuan usulan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tahun 2011. Magelang , April 2011 Kepala S M A Negeri 2 Magelang

K U S D I Y A N T O,S.Pd NIP.195205221982031001 Lampiran 17 FOTO-FOTO KEGIATAN SIKLUS I

Lampiran 18 FOTO-FOTO PEMBELAJARAN SIKLUS II

PEMERINTAH KOTA MAGELANG DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 2 MAGELANG Jln. Urip Sumoharjo Wates Kota Magelang Telp. (0293) 363669 Kode Pos : 56113

USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PEMANFAATAN MEDIA I.T SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

PADA SISWAKELASXI IPA 3SMA N 2 MAGELANG SEMESTER GENAP TAHUN 2010/2011 OLEH : KUMAR PUJIATI,S.Pd. NIP ; 196707132006042005 SEKOLAH; SMA N 2 MAGELANG PEMERINTAH KOTA MAGELANG DINAS PENDIDIKAN KOTA MAGELANG SMA NEGERI 2 MAGELANG APRIL 2011

LAMPIRAN