Anda di halaman 1dari 31

Kelompok 6 : Musliha Saleh Nur Hidayah Armawati Sophia Ririn Kali

Definisi Seluruh bentuk imbalan yang diberikan perusahaan atas jasa yang diberikan oleh pekerja. PSAK 24 mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja. Ada empat jenis imbalan kerja, yaitu : - imbalan kerja jangka pendek - imbalan pascakerja - imbalan kerja jangka panjang lainnya - pesangon pemutusan kerja

Sebagai kewajiban, jika pekerja telah memberikan jasanya dan berhak memperoleh imbalan kerja yang akan dibayarkan di masa depan; dan Sebagai beban, jika perusahaan menikmati manfaat ekonomis yang dihasilkan dari jasa yang diberikan oleh pekerja yang berhak memperoleh imbalan kerja.

Imbalan kerja yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasa (selain dari pesangon Pemutusan Kontrak Kerja (PKK) dan imbalan berbasis ekuitas) Contoh: Upah, gaji, dan iuran jaminan sosial. Cuti-berimbalan jangka pendek (compensated absences) Hutang bagi laba dan hutang bonus Imbalan non moneter (non monetary benefits) yang diberikan secara gratis atau melalui subsidi untuk pekerja seperti : a. Jaminan kesehatan, b. Rumah, dan c. Mobil, barang atau jasa lainnya.

Pengakuan gaji & upah. Diakui pada saat pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam satu periode akuntansi sebesar : Jumlah tak terdiskonto (undiscounted amount) atas imbalan kerja yang diperkirakan untuk dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut. Cuti berimbalan jangka pendek Cuti boleh diakumulasi Diakui pada saat pekerja memberikan jasa yang menambah hak cuti berimbalan di masa depan. Cuti tidak boleh diakumulasi Diakui pada saat cuti terjadi.

Cuti berimbalan jangka pendek (lanjutan) Diakui dan diukur sebesar jumlah tak terdiskonto dari perkiraan biaya imblan kerja jangka pendek dalam bentuk cuti berimbalan. Perusahaan harus mengukur perkiraan biaya cuti berimbalan yang boleh diakumulasi sebagai tambahan yang diperkirakan akan dibayar oleh perusahaan akibat: Hak belum digunakan; dan Terakumulasi pada tanggal neraca.

Program Bagi Laba dan Bonus Perkiraan Program bagi Laba dan Bonus diakui jika, dan hanya jika: Mempunyai kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif atas pembayaran beban tersebut sebagai akibat dari peristiwa masa lalu; dan Kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal. Kewajiban kini timbul jika, dan hanya jika, perusahaan tidak mempunyai alternatif realistis lainnnya kecuali melakukan pembayaran.

Contoh: Perusahaan mempunyai kewajiban membagi laba sebesar 5% kepada seluruh karyawan yang sudah bekerja selama 1 tahun penuh. Apabila laba tahun berjalan Rp 100 milyar, maka perusahaan harus mengakui utang dan beban sebesar Rp 5 milyar.

Meliputi: Tunjangan pensiun Imbalan pasca kerja lain, seperti: asuransi jiwa pasca kerja dan tunjangan kesehatan pasca kerja. Klasifikasi Program Iuran Pasti Kewajiban perusahaan terbatas pada jumlah yang disepakati sebagai iuran pada entitas (dana) terpisah. Jadi jumlah imbalan kerja yang diterima pekerja ditentukan berdasar iuran yang dibayarkan perusahaan. Risiko aktuarial dan risiko investasi ditanggung pekerja.

Program Imbalan Pasti. Kewajiban perusahaan adalah menyediakan imbalan yang dijanjikan kepada pekerja maupun mantan pekerja. Risiko aktuarial dan risiko investasi ditanggung perusahaan. Risiko Aktuarial dan Risiko Investasi Risiko aktuarial adalah imbalan diterima lebih kecil dari yang diperkirakan. Risiko investasi adalah investasi tidak cukup untuk memenuhi imbalan yang diperkirakan.

Program multi pemberi pekerja dan program pemerintah diklasifikasikan sebagai iuran pasti atau imbalan pasti berdasarkan persyaratan dari program tersebut, termasuk setiap kewajiban konstruktif di luar persyaratan formal.

Entitas mungkin membayar premi asuransi untuk program imbalan pascakerja. Entitas harus memperlakukan program seperti ini sebagai program iuran pasti, kecuali entitas memiliki kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif : (a) untuk membayar imbalan kerja secara langsung ketika jatuh tempo, atau (b) untuk membayar jumlah tambahan jika perusahaan asuransi tidak membayar seluruh imbalan kerja masa mendatang terkait dengan jasa pekerja periode sekarang dan periode sebelumnya.

Pengakuan dan Pengukuran Apabila pekerja telah memberikan jasa kepada perusahaan selama satu periode, maka perusahaan harus mengakui iuran terutang: Sebagai KEWAJIBAN (beban terakru), setelah dikurangi dengan iuran yang elah dibayar. Jika iuran tersebut melebihi iuran terutang untuk jasa sebelum tanggal neraca, maka kelebihan tersebut diakui sebagai Aset (Beban Dibayar Dimuka); dan Sebagai BEBAN, kecuali ditentukan lain oleh PSAK lainnya. Pengungkapan Perusahana mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai BEBAN untuk program iuran pasti.

Pada hakekatnya, perusahaan menanggung risiko aktuarial dan risiko investasi. Biaya yang diakui tidak harus sebesar iuran untuk satu periode Proses akuntansi meliputi tahap tahap sebagai berikut: Menggunakan teknik aktuarial untuk membuat estimasi yang andal dari jumlah imbalan yang menjadi hak pekerja. Perusahaan perlu menentukan variabel yang mempengaruhi biaya imbalan seperti: Imbalan yang diberikan pada periode kini dan periode lalu. Estimasi (asumsi aktuarial) tentang variabel demografi seperti tingkat perputaran pekerja, mortalitas, dsb. Variabel keuangan seperti: tingkat kenaikan gaji, biaya kesehatan.

Mendiskontokan imbalan Menentukan nilai wajar aset program. Menentukan total keuntungan dan kerugian aktuarial. Menentukan besarnya biaya jasa lalu saat program diterapkan pertama kali. Menentukan keuntungan atau kerugian saat saat program diciutkan (kurtailment) atau diselesaikan.

Cuti berimbalan jangka panjang; imbalan pengabdian; Imbalan cacat permanen; Hutang bagi laba dan bonus yang dibayarkan selama 12 bulan atau lebih setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasanya; Kompensasi ditanguhkan yang dibayar dalam 12 bulan atau lebih sesudah akhir dari periode pelaporan saat jasa diberikan.

Pengakuan dan Pengukuran Jumlah yang diakui sebagai kewajiban untuk imbalan kerja jangka panjang lainnya adalah total nilai bersih dari jumlah berikut ini: nilai kini kewajiban imbalan kerja pada tanggal pelaporan, dikurang nilai wajar aset program pada tanggal pelaporan (jika ada) di luar kewajiban yang akan diselesaikan secara langsung.

Untuk imbalan kerja jangka panjang lainnya, perusahaan harus mengakui jumlah bersih berikut sebagai beban atau penghasilan, kecuali PSAK lain mewajibkan atau membolehkan imbalan tersebut termasuk dalam biaya perolehan aktiva: Biaya jasa kini; Biaya bunga; Hasil yang diharapkan dari aktiva program dan dari hak penggantian; Keuntungan dan kerugian aktuarial Biaya jasa lalu Dampak penciutan (kurtailment) atau penyelesaian program.

Perusahaan harus mengakui pesangon PKK sebagai kewajiban dan beban jika dan hanya jika, perusahaan berkomitmen untuk; Memberhentikan seseorang atau sekelompok orang pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela. Pengukuran. Jika pesangon jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah tanggal neraca, maka besarnya pesangon PKK harus didiskontokan.

Program Iuran Pasti. Entitas harus mengungkapkan jumlah biaya iuran pasti untuk periode dan jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi sebagai beban untuk program iuran pasti. Program Imbalan Pasti Entitas harus mengungkapkan informasi berikut tentang program imbalan pasti (kecuali program multi pemberi kerja yang dicatat sebagai program iuran pasti.

Imbalan Jangka Panjang Lainnya. Untuk setiap kategori imbalan jangka panjang lainnya yang diberikan oleh entitas kepada pekerja, maka entitas harus mengungkapkan sifat imbalan, jumlah kewajiban dan status pendanaan pada tanggal pelaporan. Pesangon Pemutusan Kerja Untuk setiap kategori pesangon pemutusan kerja yang diberikan oleh entitas kepada pekerja, maka entitas harus mengungkapkan sifat imbalan, kebijakan akuntansi, dan jumlah atas kewajiban dan status pendanaan pada tanggal pelaporan.

Menurut PSAK No. 18 Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Akuntansi dan Pelaporan Dana Pensiun. Program Pensiun dapat dibedakan menjadi dua yaitu Program Pensiun luran Pasti (PPIP) dan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP). Dana Pensiun dapat berupa Dana Pensiun Pemberi Kerja atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Kewajiban Aktuaria Dalam laporan keuangan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP, perlu diungkapkan penjelasan yang memadai mengenai sumber perhitungan kewajiban aktuaria seperti metode penilaian dan asumsi aktuarial yang digunakan aktuaris, nama aktuaris dan tanggal laporan aktuaris yang terakhir. Frekuensi Penilaian Aktuarial Dalam laporan keuangan Dana Pensiun harus disebutkan tanggal laporan aktuaris terakhir yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan yang bersangkutan.

Laporan Keuangan Dana Pensiun Laporan keuangan Dana Pensiun terdiri dari laporan aktiva bersih, laporan perubahan aktiva bersih, neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan Aktiva Bersih Laporan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang jumlah aktiva bersih yang tersedia untuk membayar kewajiban manfaat pensiun kepada peserta pada tanggal laporan.

Laporan Perubahan Aktiva Bersih Laporan ini berisi informasi tentang perubahan atas jumlah aktiva bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun, serta menguraikan penyebab perubahan tersebut yang diperinci atas pertambahan dan atau pengurangan yang terjadi selama suatu periode tertentu. Neraca, Perhitungan Hasil Usaha dan Laporan Arus Kas Neraca, laporan hasil usaha dan laporan arus kas disusun berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Pelaporan Laporan Keuangan yang berazas utama biaya historis.

Penilaian Aktiva Dana Pensiun Aktiva Dana Pensiun dinilai sesuai dengan SAK yang berlaku, namun mengingat tujuan Dana`Pensiun dan kekhususan informasi yang diperlukan maka dalam neraca, untuk aktiva tertentu disamping nilai historis perlu ditentukan pula nilai wajarnya. Penyajian Informasi dalam Laporan Keuangan Laporan keuangan Dana Pensiun perlu mengungkapkan informasi relevan antara lain sebagai berikut : o laporan aktiva bersih o laporan perubahan aktiva bersih o neraca : posisi keuangan Dana Pensiun nilai historis,

perhitungan hasil usaha : pendapatan dan beban investasi, beban administrasi, pendapatan lain-lain; laporan arus kas : laporan arus kas disajikan sesuai dengan sifat kegiatan usaha Dana Pensiun selama periode pelaporan; catatan atas laporan keuangan.

Pengungkapan Informasi tentang hal tersebut di bawah ini perlu diungkapkan secukupnya dalam catatan atas laporan keuangan, antara lain : o penjelasan mengenai program pensiun serta perubahan yang terjadi selama periode laporan, o nama pendiri Dana Pensiun dan mitra pendiri (jika ada); o penjelasan singkat mengenai kebijakan akuntansi yang penting, o penjelasan mengenai kebijakan pendanaan, o rincian portofolio investasi, o perhitungan kewajiban aktuaria, metode penilaian, asumsi aktuarial, nama dan tanggal laporan aktuaris terakhir (dalam hal PPMP).

Jakarta, Februari 2011 - PT Indosat Tbk (ISAT) telah melakukan rasionalisasi jumlah karyawannya dengan memberhentikan sekira 1.200 karyawannya. Pemberhentian ini pun tampaknya masih akan dilakukan lagi oleh perseroan, Chief Corporate Services Officer Indosat Noor SDK Devi menuturkan jika pengurangan jumlah karyawan merupakan hal yang biasa dilakukan perusahaan-perusahaan untuk memaksimalkan anggarannya dalam rangka mengurangi beban keuangan perseroan "Rasionalisasi itu kita akan lakukan tiap tahun. Dia menyebut jika pemberhentian karyawan yang dilakukannya ini mirip dengan program pensiun dini da mengaku karyawan yang diberhentikan ini pun mendapatkan uang pensiun. "Sifatnya ini voluntary.

Landasan teori UU No. 13 tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan: Pasal 150 tentang Ketentuan mengenai pemutusan hubungan kerja dalam undang-undang ini meliputi pemutusan hubungan kerja yang terjadi di badan usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara, maupun usaha-usaha sosial dan usahausaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain. Pasal 156 (1) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.