Anda di halaman 1dari 31

TABAYYUN MENURUT AHLUS-SUNNAH

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsi Al Indunisiy




TABAYYUN
BERBEDA DENGAN HAWA NAFSUAHLUL BIDAH

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo A
Di Darul Hadits
-semoga Alloh menjaganya
TABAYYUN MENURUTAHLUS SUNNAH
DENGAN HAWA NAFSUAHLUL BIDAH




Disusun Oleh:
Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsi Al
Indunisiy
Hadits Salafiyyah Dammaj Yaman
semoga Alloh menjaganya- Malam Rabu, tanggal 11
Shofar 1433 H


2
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

SUNNAH
DENGAN HAWA NAFSUAHLUL BIDAH
l Qudsi Al
Salafiyyah Dammaj Yaman
Malam Rabu, tanggal 11



3
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m


,=' -=' - --

' ' - -=' : { '' -, `-' -,-, '--= ,' ' ,-'=-

- -,' ` - '-
-,-' , ' } ' ' '- -=

-=- - ` ' ` +- )) : ',-''- '-=` '--


- '- - ' '-- . ' - -' - '-

- _

'

-=+ '-

- _

'

-= -
,' =' '- _

'

-=+ '+=-, - '+-,-, ',-' -= (( ' -=- _'= '- - +''


- '- ,-=:
Sesungguhnya Alloh taala telah menurunkan Al Quran untuk menjadi
petunjuk bagi para hamba-Nya. Alloh taala berfirman:

'

' = '' -'

' - , ,

' , - - -

'

- - ,

' ' +

'

+
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang
lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mumin yang
mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (QS. Al
Isro: 9).

Dan Alloh telah memudahkan Al Quran bagi kaum Mukminin yang niatnya
bersih, dan bersungguh-sungguh mencurahkan daya untuk mempelajari
dan memahaminya. Alloh taala berfirman:

- - +

' '

' '

- - ,

'
Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka
adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al Qomar: 17).
Juga berfirman:

- , +

' '

-, ' = ,

' , - - = -

' _ -

'

'

' - -
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan
Kami, pastilah Kami akan memberi mereka petunjuk kepada jalan-jalan
keridhoan Kami, dan sesungguhnya Alloh itu benar-benar bersama dengan
orang yang berbuat ihsan. (QS Al Ankabut 67)



4
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Akan tetapi para pengekor hawa nafsu terhalangi dari memahami Al
Quran. Alloh taala berfirman:
'

' = '

' - -

- ' +

- = =

'

- ' ,'

- -

'

- +

- ,

'

' =

- + ,

'

' _

'

+ =

+ -


Dan siapakah yang lebih zholim daripada orang yang telah diperingatkan
dengan ayat-ayat Robbnya lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa
yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah
meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak)
memahaminya, dan (kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan
sekalipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak
akan mendapat petunjuk selama-lamanya. (QS. Al Kahfi: 57).
Di antara contoh kasus nyata ketidakpahaman para pengekor hawa nafsu
terhadap Al Quran adalah slogan mereka untuk
MENGHARUSKAN MANUSIA UNTUK TABAYYUN (MENCARI
KEJELASAN) KEPADA PIHAK MEREKA SECARA LANGSUNG,
DALAM BERITA YANG DIRASA MERUGIKAN PIHAK MEREKA,
SEKALIPUN TELAH ADA BUKTI DAN SAKSI. [1]
Perkara ini telah saya jelaskan dalam kandungan beberapa risalah, akan
tetapi berhubung ada permintaan untuk menjelaskannya lagi dan terulang-
ulangnya pengkaburan yang dilakukan oleh parahizbiyyun, maka saya
dengan memohon pertolongan kepada Alloh akan berusaha memenuhinya,
semoga Alloh memberikan keberkahan di dalamnya. Wabillahittaufiq:

BAB SATU: DALIL YANG DIPAKAI AHLUL AHWA DALAM
MENGHARUSKAN ADANYA TABAYYUN TERHADAP BERITA
ORANG YANG TERPERCAYA

Beberapa ikhwah Salafiyyun telah beberapa kali menantang Ahlul Ahwa
untuk menampilkan dalil yang mereka pakai untuk mengharuskan Adanya
Tabayyun terhadap berita tsiqoh (Orang Yang Terpercaya), ternyata
mereka berdalilkan firman Alloh taala:



5
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

] =

- -

'' + =

- ' -

-, -

- , -

' -

-'

' =

- -

' ' + ,

' ,

'

' - _

' =
, - '

- ] ] ==' / 6 ]
Wahai orang-orang yang beriman jika datang kepada kalian seorang fasiq
dengan suatu berita, maka carilah kejelasan, jangan sampai kalian
menimpakan kecelakaan pada suatu kaum dengan ketidaktahuan sehingga
jadilah kalian menyesal dengan apa yang kalian lakukan. (QS Al Hujurot 6).
Mereka berkata: dalam ayat ini Alloh memerintahkan untuk tabayyun
terhadap berita!
Di antara ahlul ahwa ada yang berdalilkan dengan kisah Umar ibnul
Khoththob dan Abu Musa Al Asyariy '-+-= - - :
: `-' '- ' ', ' , - --= ,'= `-' '- '=' - -= _' _-- - '=
'- ', '- '= '= '= '- -- ` -` ,'= `-' _-- - ,'=
- _'- - - -- ' - '- '- _-- -, '- ,'= ) : ' `` ---`
_=' ` ' ( _-- - ' ' ` -,-- _'= -,-'-' '
= -''- '= '-' =- ' -,- =, ' ,-= ---' -= =- -,- = -= '
- - ' = -- '- _-- '- ', ' -, '- ,-' '- ', ' = ' -
'=- _'= '-= -- ` '=' - ', ' -, '- ,'= - _'- - - -- '
-`- --=' '-,- -- '-- - '=-- ' '- ,'= - _'- - - ) . '-- ==
] 2154 ]).
Datanglah Abu Musa kepada Umar ibnul khoththob seraya berkata:
Assalamualaikum, ini Abdulloh bin Qois. Tapi beliau tidak diidzinkan
masuk. Lalu beliau berkata lagi: Assalamualaikum, ini Abu Musa.
Assalamualaikum, ini Al Asyariy. Kemudian beliaupun pulang. Maka
Umar ibnul khoththob berkata: Kembalikan dia kepadaku, kembalikan dia
kepadaku, maka datanglah Abu Musa. Maka Umar berkata: Wahai Abu
Musa, apa yang membuat Anda kembali? Kami tadinya sedang dalam
kesibukan. Maka Abu Musa menjawab: Saya mendengar Rosululloh _'-
'- ,'= - bersabda: Meminta idzin itu tiga kali, jika engkau diidzinkan
maka masuklah, jika tidak maka kembalilah.
Umar berkata: Engkau harus mendatangkan padaku bayyinah (bukti) atas
kebenaran adanya hadits ini. Jika tidak maka aku akan menindakmu. Maka
pergilah Abu Musa. Umar berkata (pada orang-orang di sampingnya): Jika
dia mendapatkan bayyinah, kalian akan mendapatinya ada di samping



6
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

mimbar sore ini. Tapi jika dia tidak mendapatkan bayyinah kalian tak akan
mendapatinya. Manakala Abu Musa datang pada sore hari, mereka
mendapatinya di mimbar. Maka Umar berkata: Wahai Abu Musa, apa yang
akan engkau katakan? Apakah engkau telah mendapatinya? beliau
menjawab: Iya, Ubai bin Kab. Umar berkata: Adil. Wahai Abuth Thufail,
apa sih yang diucapkan olehnya? Ubai bin Kab menjawab: Aku
mendengar Rosululloh '- ,'= - _'- mengucapkan itu. Wahai Ibnul
Khoththob, janganlah engkau menjadi siksaan terhadap para Shohabat
Rosululloh '- ,'= - _'-. Maka Umar menjawab: Subhanalloh, aku
hanyalah mendengar sesuatu lalu aku ingin mencari ketetapan. (HR.
Muslim (2154) dengan lafazh ini. Asal hadits juga diriwayatkan Al Bukhoriy
(2062)).
Mereka berkata: di dalam kisah ini Umar ibnul Khoththob ingin tatsabbut
terhadap kabar Abu Musa!
Mereka juga punya syubhat: Orang tsiqoh juga bisa keliru!

BAB DUA: BANTAHAN TERHADAP PENDALILAN AHLUL
AHWA DENGAN AYAT TABAYYUN

Firman Alloh taala:
] =

- -

'' + =

- ' -

-, -

- , -

' -

-'

' =

- -

' ' + ,

' ,

'

' - _

' =
, - '

- ] ] ==' / 6 ]
Wahai orang-orang yang beriman jika datang kepada kalian seorang fasiq
dengan suatu berita, maka carilah kejelasan, jangan sampai kalian
menimpakan kecelakaan pada suatu kaum dengan ketidaktahuan sehingga
jadilah kalian menyesal dengan apa yang kalian lakukan. (QS Al Hujurot 6)
Jawaban pertama: Ayat ini bukanlah memerintahkan kita untuk
bertabayyun terhadap berita secara mutlak, hanya saja perintah ini
ditujukan kepada kita jika ada ORANG FASIQ datang membawa berita.
Al Imam Ibnu Katsir - -= berkata:



7
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

, '-- =, `-' '

'

-= ,' -'-' -= -`-''- _''- -', - -` -- - '

-=- ' -'


,---' ,-- '-- = - _+- _-- '-- '=' , . ,` - ,--- ] 7 / 370 ]
Alloh taala memerintahkan untuk tatsabbut (mencari ketetapan) tentang
kabar dari orang fasiq agar disikapi dengan hati-hati agar tidak ditegakkan
hukuman berdasarkan ucapannya sehingga jadilah kenyataannya- dia
berdusta atau salah, sehingga jadilah orang yang menghukumi dengan
perkataan si fasiq tadi telah berjalan di belakangnya, padahal Alloh telah
melarang untuk mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.
(Tafsirul Quranil Azhim/7/hal. 370).
Al Imam Asy Syinqithiy - -= berkata:
,- _'= ==' - - ,` ' : '-+-- ` : - -- '--- '= -'-'
-`-' , =, -' = -'-' , '' '- --,-= ). -' ,--- ',-' -
-''- ] 7 / 469 ]
Ayat dari suroh Al Hujurot ini menunjukkan kepada dua perkara. Yang
pertama adalah: bahwasanya orang fasiq jika datang dengan suatu berita
yang memungkinkan untuk diketahui hakikatnya: dan apakah yang
dikatakan si fasiq ini benar ataukah dusta, maka wajib untuk tatsabbut di
situ. (Adhwaul Bayan/7/hal. 469).
Sementara kasus kita sekarang ini adalah: seorang salafiy adil tsiqoh
datang dengan persaksian bahwa si fulan berkata demikian dan demikian,
atau datang dengan membawa rekaman muhadhoroh terbuka yang isinya
si fulan berkata demikian dan demikian. Maka sangat tidak pantas
menjadikan ayat yang berlaku untuk orang fasiq ditimpakan kepada orang
tsiqoh.
Alloh taala berfirman:
- ' ='' -'

' - =

- - ,

''

' =

'

- , -' =

- = ,

' - =

' -

-' - - ' , = -
-

= , ' -
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami
akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian
mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. (QS. Al Jatsiyah:21)
Lebih jelasnya lagi adalah:



8
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Jawaban kedua: sesungguhnya ayat tabayyun ini mengaitkan perintah
untuk tabayyun, pada suatu sifat, yaitu shifatul fisq (kefasikan), dengan
huruf FA (ARTINYA: MAKA), sebagai gambaran sebab akibat, maka ini
menunjukkan bahwasanya sifat tersebut adalah illah (motif) dari perintah
tadi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah - -= berkata ketika membicarakan
perintah untuk menyelisihi orang kafir:
= ,= - ' '= - _'= , '-' =- -' _'= =' - - ) . -' '--
,----' ] 1 / 172 ]).
Sang pembuat syariat menjadikan hukum tadi sebagai akibat dari sifat
tersebut dengan huruf FA (artinya: maka), maka hal ini menunjukkan
bahwasanya sifat tadi adalah illah untuk hukum tadi, dari beberapa segi.
(Iqtidhoush Shirothol Mustaqim/1/hal. 172).
Jika telah jelas bahwasanya illah dari perintah tabayyun tadi adalah:
fasiqnya sang pembawa berita, maka masuklah kita pada kaidah yang
terkenal:
'-= = `'-' '' _- , =' ' ) . -=-' - ] 2 / 182 ]
Karena sesungguhnya hukum itu beredar bersama illah yang
berpengaruh, dalam keadaan ada ataupun tiada. (Ushul As
Sarkhosi/2/hal. 182).
Jika ada illah, berlakulah hukum, tapi jika illah tadi tidak ada, maka hukum
tadipun tiada. Jika yang membawa berita adalah orang fasiq, maka kita
diperintahkan untuk tabayyun. Tapi jika yang membawa berita adalah
orang tsiqoh, maka tidaklah kita diperintahkan tabayyun.
Maka dari itu, sungguh keliru perintah Ahlul Ahwa untuk tabayyun
langsung kepada mereka saat orang tsiqoh membawa berita yang
memojokkan mereka.
Jawaban ketiga: justru firman Alloh taala ini adalah dalil Ahlussunnah
tentang bolehnya menerima berita tsiqoh tanpa harus tabayyun.
Ayat ini berbentuk SYARAT (jika terjadi demikian dan demikian, maka
harus berbuat ini dan itu). Dan pola SYARAT itu punya mafhum
mukholafah.



9
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Al Imam Asy Syinqithiy - -= berkata:
-'`' : _''- ' ` ' -= - - -` '+- ,'= -- '- : }

-'

' =
-,--

' -

- { ', `

`= - -' ,= ' '--- -'=' --''=- +-- -= -'= ,'- ,


--- ,--' ). -''- -' ,--- ',-' - ] 7 / 469 ]
Yang kedua: dia itu adalah perkara yang dipakai sebagai dalil oleh para
ahli ushul tentang dibolehkannya menerima berita dari orang yang adil,
karena firman Alloh taala: Jika datang pada kalian orang yang fasiq
dengan suatu berita maka carilah kejelasan menunjukkan dengan DALIL
KHITHOB, yaitu mafhum mukholafah (yang dipahami dari kebalikannya)
bahwasanya orang yang datang dengan membawa berita itu, jika dia bukan
orang fasiq, bahkan dia adalah orang adil, TIDAKLAH HARUS TABAYYUN
TENTANG BERITANYA. (Adhwaul Bayan/7/hal. 469).
Dalam ayat ini Alloh taala memerintahkan untuk melakukan tabayyun jika
ada orang fasiq datang dengan suatu berita. Maka dipahami dari ayat ini
bolehnya menerima berita orang tsiqoh dan menjadikannya sebagai dasar
untuk bertindak dan sebagainya. Al Imam Al Bukhory rohimahulloh
meletakkan Kitab Akhbaril Ahad dalam Shohihnya:
-' =' -= '= '= '- '-
Bab dalil-dalil yang datang dalam penerimaan kabar satu orang yang jujur
..
lalu beliau rohimahulloh menyebutkan beberapa dalil di antaranya adalah:
}

' -

-'

' =

- - ,

' ' + ,

' ,

- , -

- {
Al Imam Al Qurthubiy - -= berkata:
-'-' -= -- -= -`-''- '+, - '-- -` `= ' =' -= - _'= ,' ,` .
) --' ,--- / 16 / 312 )
Dalam ayat ini ada dalil tentang diterimanya berita satu orang jika dia itu
adil, karena Alloh taala di dalam ayat ini hanyalah memerintahkan
tatsabbut pada penukilan berita orang fasiq. (Al Jami Li Ahkamil
Quran/16/hal. 312).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh berkata:



10
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

,-= '--- -' '-'= -'- -` '= -` ' '--- ,- - ' ' ''+=- '- ,--
- -'-' ' ,- -' -=, ' _+-, ` =' ' '--- -'-` _'= =- '`
'-'- '+-= ..
..Karena Alloh menyebutkan motif perintah tabayyun tadi dengan jika
datang pada kita orang yang fasiq yang membawa berita, khawatir kita
akan menimpakan sesuatu pada suatu kaum dengan kebodohan. Andaikata
setiap orang yang ditimpai sesuatu berdasarkan suatu berita itu demikian
(harus ditabayyuni), niscaya tak akan terjadi perbedaan antara orang adil
dengan orang fasiq. Bahkan dalil-dalil ini jelas menunjukkan tidak
terlarangnya menimpakan hukuman dengan berdasarkan berita dari satu
orang yang adil secara mutlak.. (Majmu/15/307)
Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh dalam rangka meruntuhkan syubuhat
Mutazilah dalam masalah khobarul Ahad menyebutkan beberapa dalil di
antaranya adalah dengan ayat tatsabbut. Beliau berkata:
-` '' ,-, ` -= ' ' ,-`-' _' '-=, ` - =' -= --- =' _'= ,
'' -=, _-= -`-''-.
Dan ini menunjukkan keharusan menerima kabar satu orang, karena dia
itu tidak butuh tatsabbut. Andaikata kabar satu orang itu tidak
memberikan faidah ilmu, pastilah Alloh memerintahkan untuk tatsabbut
sampai akhirnya menghasilkan ilmu. (Mukhtashor hal. 577)([2]).
Al Imam Abdurrohman As Sadiy - -= berkata:
- - -= - _'= --' -`' ' ' ,--' -`-' -'-' -= -= =' -
'' -= --- '-' -= _'= ,' ,- - -, ' - _'= '
'--, '-' ' +' '- '- , -- -'-' -= - ,` ', ] - [ ='
'

'- -' ' -''- ,-' ) . -' ,--- / 799 ).


Bahkan yang wajib ketika datang kabar dari orang fasiq adalah tatsabbut
dan tabayyun. Jika ada alamat-alamat dan faktor penyerta yang
menunjukkan pada kejujurannya, beritanya tadi bisadiamalkan dan
dibenarkan. Tapi jika alamat-alamat tadi menunjukkan kedustaannya,
maka didustakanlah dia dan tidak diamalkan. Maka dalam ayat ini ada dalil
bahwasanya berita orang yang jujur itu diterima, dan berita dari orang
yang pendusta itu ditolak, sementara berita dari orang fasiq itu dihentikan
dulu sebagaimana yang telah kami sebutkan. Oleh karena itu dulu Salaf



11
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

menerima riwayat-riwayat dari kebanyakan Khowarij yang terkenal
kejujurannya, sekalipun mereka itu fasiq. (Taisirul karimir Rohman/hal.
799).
Jawaban keempat: Hikmah diperintahkan tabayyun terhadap kabar fasiq
adalah agar jangan sampai kita menimpakan suatu musibah kepada suatu
kaum berdasarkan ketidaktahuan, sehingga akhirnya kita menyesal. Alloh
taala berfirman:
]

, - '

'

' - _

' = =

- -

'' + =

- ' -

-, - ] ] ==' / 6 ]
jangan sampai kalian menimpakan kecelakaan pada suatu kaum dengan
ketidaktahuan sehingga jadilah kalian menyesal dengan apa yang kalian
lakukan. (QS Al Hujurot 6).
Al Imam Asy Syaukaniy - -= berkata dalam tafsir ayat ini:
'= = -, ' -` ''+= ''' , -`-, ' -` ,--, ' -- '=' ` ) _-
,-' / 7 / 10 ).
dikarenakan kesalahan dari orang yang tidak mencari kejelasan perkara
dan tidak mencari kepastian dalam masalah tersebut itulah yang sering
terjadi, dan itu merupakan kebodohan, karena tidak bersumber dari ilmu.
(Fathul Qodir/7/hal. 10).
Adapun kasus kita sekarang ini adalah: Ahlussunnah membongkar
kebatilan Ahlul Ahwa berdasarkan persaksian dan berita orang tsiqoh. Dan
telah lewat ucapan para imam bahwasanya kabar satu orang tsiqoh itu
memberikan faidah ilmu, bukan sekedar dugaan belaka, apalagi dikatakan
sebagai kebodohan.
Kalaupun kita mengalah dan mengatakan bahwasanya berita tsiqoh tidak
memberikan faidah ilmu, tapi hanya GHOLABATUZH ZHONN (tidak pasti,
akan tetapi kemungkinan besar benar), maka yang dimikian itu tidaklah
menghalangi kita untuk menerima dan mengamalkannya, karena hal itu
bukanlah masuk dalam kategori JAHALAH (ketidaktahuan), maka kami
Ahlussunnah tidaklah melanggar ayat.
Al Imam Al Qurthubiy - -= berkata:



12
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

''' - ,'' ,'-''- '--'' ''+=- `-= ' , ' ' _'= ', '-- _- '
+-=-' . '--- ' -'= -=, ` - - ''+=''- -' '-- . ,--' ''--'
+-' '+'- ' ) . --' ,--- / 16 / 313 )
Jika dia memutuskan dengan sesuatu memberikan faidah dugaan yang
dominan (kemungkinan besar benar), bukanlah yang demikian itu
merupakan pengamalan dengan ketidaktahuan, seperti memutuskan
perkara dengan dua saksi yang adil, dan menerima ucapan seorang alim
mujtahid. Hanyalah dikatakan beramal dengan ketidaktahuan: jika
menerima perkataan orang yang tak bisa memberikan faidah dugaan yang
dominan (kemungkinan besar benar) jika ucapannya diterima. Masalah ini
disebutkan oleh Al Qusyairiy, dan yang sebelumnya adalah Al Mahdawiy.
(Al Jami/16/hal. 313).
Maka bagaimana lagi jika orang tsiqoh yang membawa berita tadi juga
memperkuat beritanya dengan rekaman suara yang didapatkan dari
muhadhoroh umum? Maka yang demikian itu bukanlah kebodohan, bukan
pula sekedar dugaan kuat, bahkan ini memberi faidah ilmu.
Maka lebih tidak pantas lagi bagi dai hizbiyyin seperti Muhammad
Afifuddin (Pengasuh/Pengajar Pesantren al-Bayyinah Gresik) yang
terbongkar kebatilannya dengan rekaman di muhadhoroh umum tadi-
untuk menamai para ikhwah tadi sebagai sufaha (orang-orang tolol).
Jawaban kelima: upaya meruntuhkan kabar orang tsiqoh terhadap
hizbiyyin, dengan talbis TABAYYUN memang sudah menjadi kebiasaan
para Ahlul Ahwa. Asy Syaikh Robi Al Madkholiy - -= berkata:
' -` -

'-' _---' -'-' -` '-' _+--' -'--' -'- -`-''- '


+'

'-,--

'-,-'- - -'-' -=' - ` -' ` == '-= ,'= '-


`-' '-' ,'-=' '+-` --' '-'= +=- -` ) . ,-' -`-' / _,-''
- -= '=-' ' - _,- / 322 ).
Dan termasuk dari prinsip-prinsip yang rusak dan menentang manhaj
Salaf adalah: prinsip rusak yang dinamai secara zholim dan bohong dengan
Tatsabbut. Dan itulah yang berjalan di atasnya Adnan Arur, lalu Al
Maghrowi, lalu Abul Hasan Al Maribi, dan dia adalah orang yang paling
keras talbis, makar, dan penerapan pokok ini di antara mereka, di dalam
menghadapi ulama Sunnah dan thullabnya, dan untuk melindungi ahlul



13
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

bathil dan ahludh dholal. (At Tatsabbut fisy Syariah hal. 322/Majmuur
Rudud).
Asy Syaikh Abu Ibrohim bin Sulthon Al Adnani -hafizhahulloh- berkata
tentang metode Al Quthbiyyah yang ketiga:
`''`' ,--' ',- -'-' ''- - ,- - _,-' ',- ' : -

', -' ' -

'
`''`' +-',-- '- --- + += -

`'= '-' -' - +-'- ,-=-'


: -`-' _' =' . +' `--` ' - `, =--' - _-= ,=-'

'`'- '
`=- ,-- -`- _' , '-=, ` +-- '= '- ,--' -`-' +

-'- -' ,-'-'


,= ) . ---' ,--' / - -= ' / 116 ).
Manakala mereka mengetahui bahwasanya garis-garis dan tujuan mereka
telah tersingkap, mereka berseru dengan sarana yang ketiga yang mereka
sebutkan di dalam kejadian Kunar- demi merealisasikan tujuan-tujuan
mereka, yaitu dakwah kepada tatsabbut. Maka jadilah mereka
memperbanyak penyebutannya, dan mencari dalil untuk mendukungnya
dengan dalil-dalil syariyyah, sampai mereka memberikan gambaran pada
para pendengar dan pembaca bahwasanya mereka adalah ahli tatsabbut
dan tabayyun. Maka berita yang datang dari mereka, tidak butuh kepada
tatsabbut dan tabayyun, berbeda dengan yang lain. (Al Quthbiyyah hal.
116)
Metode muhdats ini juga diambil oleh hizbiy terkenal Muhammad Al
Mahdiy dalam kitabnya Maalim Fil Jarh Wat Tadil Indal Muhadditsin
(hal. 343), dia mengkritik Al Imam Al Wadiiy - -= dengan berkata:
Beliau tidak tatsabbut dalam penukilan (Jinayatu Abdirrohman Wa
Hizbihi/7/Abu Hatim Yusuf Al Jazairiy).
Begitu pula Mariyyah mempopulerkan syiar hizbiyyin ini:
MENGHARUSKAN TABAYYUN TERHADAP KABAR DARI TSIQOH. Lihat
dalam Al Minzhorul Kasyif (hal. 9/ Asy Syaikh Muhammad Ba Jammal
- -=), Jinayatu Abdirrohman Wa Hizbihi (hal. 7/Abu Hatim Yusuf Al
Jazairiy), Zajrul Awi (1/hal. 6 dst.), dan Bayanud Dass Wat Talfiqot (hal.
4-5/Abu Umamah Abdulloh Al Jahdariy - -=).
Termasuk ekor hizbiyyah mereka adalah Muhammad Afifuddin As Sidawiy
yang mencerca orang membongkar kebatilannya -dengan rekaman
muhadhoroh dirinya sendiri- tanpa mau tabayyun langsung kepadanya.



14
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Al Imam Muqbil Al Wadii -rahimahulloh- pernah ditanya: sebagian orang
menolak ucapan kritikus dari kalangan ulama sunnah terhadap sebagian
ahlul bida dengan alasan bahwasanya orang yang dikritik ini belum
dikomentari oleh ulama yang lain. Dia berkata,Di manakah fulan dan
fulan, kenapa mereka tidak berbicara? Seandainya kritikan tadi benar
niscaya mereka akan mengikutinya. Maka apakah disyaratkan dalam
komentar dan kritikan terhadap seseorang itu haruslah mayoritas dari
ulama atau semuanya- telah mengkritiknya juga? Terutama jika sang
kritikus ini telah mengetahui berdasarkan bukti tentang ucapan si mubtadi
ini, dari sela-sela muhadhoroh-muhadhoroh dan tulisan-tulisannya.
=' : --', +- _'--' -' '- = ', ''--' - - ! ='- ' --
- : ' --= - -= : ' ,- - _,=, -` : -''= _,=, -, +
- -= ,'= _', ''- _'= _' --- = _,=, - --= - -= -= '- --=
`- _'= ,-' - -' '-'= - ''= ' _' = ,- - _,=, = = '
,-'--' =` _+-- '--' -, '' -=- '- =, ---

- - ,

' ' + ,

' ,
-

' -

-'

' =

- , - '

'

' - _

' = =

- -

'' + =

- ' -

-, -

- , ' '-'=
' '-'= - _'= - -' ,` - -- ,' --- ' '-'= ,` +-- '- ---
,--- '--- -'-' '-'= '--- '--- '- = ', ,----' '--'-'' -''=- --'- -' +-''
,='--' '--'-'' _''- -'=-- - -= -- - -=' ` +-' '+, ', - -`, ` '-'
-`-
Beliau -rahimahulloh- menjawab,Ya ya. Permasalahannya -wahai ikhwan-
orang-orang itu tidak membaca mushtholah. Atau mereka itu membacanya
dan membikin pengkaburan! Kami katakan pada kalian dengan sesuatu
yang lebih besar daripada ini: Anggaplah bahwasanya Ahmad bin Hanbal
berkata,Tsiqoh sementara Yahya bin Main berkata,Kadzdzab
(pendusta). Maka apakah membahayakan dia ucapan Yahya padahal telah
diselisihi oleh Ahmad bin Hanbal? Tentu. Ucapan Yahya adalah kritikan
yang terperinci. Beliau mengetahui apa yang tidak diketahui oleh Ahmad
bin Hanbal. Terus apa? Bayangkan jika Yahya bin Main mengkritiknya
sendirian. Maka berdasarkan ini jika seorang alim dari ulama zaman ini
bangkit dan memaparkan bukti-bukti tentang kesesatan Muhammad Al
Ghozali atau Yusuf Al Qordhowi atau manhajul Ikhwanil Muslimin, kita
terima dan wajib untuk menerimanya. Alloh taala berfirman: Wahai
orang-orang yang beriman jika datang kepada kalian orang fasik membawa
berita maka carilah kejelasannya agar jangan sampai kalian menimpakan
suatu kejelekan kepada suatu kaum dengan ketidaktahuan sehingga jadilah



15
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

kalian menyesal atas apa yang kalian lakukan. Ya. Jika datang kepada kita
orang yang adil kita terima sebagaimana pemahaman dari ayat ini. Jika
datang kepada kita orang yang adil kita terima. Di manakah kalian dari ayat
ini? Yang ayat ini menunjukkan bahwasanya jika datang kepada kita orang
yang adil dengan suatu berita kita terima? Dan jika datang kepada kita
orang yang fasik kita cari dulu penjelasannya. Lalu apa wahai ikhwan? Yang
penting, orang-orang itu adalah tukang bikin pengkaburan. Mereka
menyelisihi ulama kita terdahulu dan yang belakangan. Alhamdulillah, aku
memuji Alloh _''- -'=-- bahwasanya masyarakat tidak mempercayaimu
wahai orang linglung mereka tidak mempercayai ucapanmu. (Al
Ajwibatun Nadiyyah/Imam Al Wadii -rahimahulloh-)
Asy Syaikh Robi Al Madkholi -hafidhahulloh- berkata:
, -`'

'-` ' '--` ' -- ' ' '-= = - ' '-= _'= -, '--,
'= --''- - '-- ' -'-' -= - - = '=` ,'= --- =, =-'
'- ` -

- -- ` -=- '- '- ` -

- '- -=' -'-' ,

`'--=
'- =''- '-' ` -- , -` -- , '- +-, -, ' '- ' ' '- ' `
' --' -' -= ,''-` - + '= '-, -'+- --- - ' - '-- ,' - `
= ,''-'- -`' '= ,-'-' '-` -' ` ' ` =' '+,
'+--= ,''- '-- - _'-- - +-,''- -= - ,' - _--, '-
, ,, ' '-= '+--

'-,- `-` - -- , ` = '+---


Agama kita berdiri di atas berita orang-orang adil, di antara kaidah-
kaidahnya adalah berita dari orang-orang adil. Maka jika seorang yang adil
menukilkan kepadamu suatu perkataan, maka pada asalnya berita itu
adalah shohih, dan wajib untuk engkau membangun hukum di atasnya. Dan
Alloh telah memperingatkan dari berita orang fasik. Maka jika ada orang
yang dikenal kefasikannya dan mendatangimu dengan suatu berita, jangan
kau dustakan dia. Telitilah dulu karena ada kemungkinan bahwasanya si
fasik ini jujur dalam berita tersebut. Tatsabbut nggak apa-apa. Adapun
sekarang: adil disusul dengan adil, adil disusul dengan adil, menulis dan
bersaksi ucapannya justru tidak diterima. Dia menukilkan ucapan orang
yang sesat dengan hurufnya ternyata persaksiannya tidak diterima. Mereka
justru berkata: haqid (dendam). Ini adalah termasuk uslub-uslub (metode)
ahlul bida wal fitan pada zaman ini kita mohon pada Alloh keselamatan-
yang tidak dikenal oleh khowarij ataupun rofidhoh ataupun ahlul bida
pada masa-masa silam. Orang-orang itu mendatangi umat dengan metode,



16
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

kaidah, manhaj, fitnah dan musykilah yang jika kau kumpulkan itu semua
demi Alloh- tak ada yang tersisa dari agama ini sedikitpun. Jika kau
kumpulkan metode dan kaidah-kaidah mereka itu, mereka tidak
menyisakan Islam ini sedikitpun. Di antaranya adalah berita orang-orang
yang adil. Mereka ingin menggugurkannya dst (Al Mauqifush Shahih/
Syaikh Robi Al Madkkholi/hal. 22)
Asy Syaikh Muhammad Umar Bazimul -hafidhahulloh- dalam bantahannya
terhadap syubuhat Abul Hasan Al Mishriy berkata: Seyogyanya untuk
dibedakan antara mengikuti ijtihad dalam suatu permasalahan ijtihadiyah,
dengan mengikuti kabar dari seorang alim. Karena mengikutinya dalam
permasalahan ini adalah termasuk dalam bab Menerima berita orang
tsiqoh dan itu adalah wajib. Kecuali jika tampak kesalahannya. Maka tidak
bisa di dalam kedudukan ini dikatakan,Aku tidak diharuskan menerima
ucapan orang alim ini. Atau aku tidak menerima ucapannya tentang si
fulan sampai aku sendiri yang mendapati kesalahannya secara langsung.
Ini semua adalah penggunaan ungkapan yang bukan pada tempatnya. Maka
jika ada orang yang telah engkau kenal, lalu datang kritikan yang terperinci
terhadapnya dari seorang alim yang tsiqoh, pada asalnya ucapan si alim ini
adalah diikuti ([3]). Dan jangan kau katakan,Aku tidak mengenalnya, maka
aku tidak mengambil kritikan yang terperinci ini sampai aku sendiri yang
mendapati kesalahannya secara langsung. Tidak bisa dikatakan seperti ini.
Dan hal itu adalah keluar dari jalan salaf dalam permasalahan ini (Ibaroh
Muuhimah/Syaikh Muhammad Umar Bazimul -hafidhahulloh-/27)
Jawaban keenam: kebatilan para hizbiyyun yang menjadikan KEHARUSAN
TABAYYUN sebagai senjata untuk meruntuhkan kabar tsiqoh, pada
hakikatnya memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kebatilan
mutazilah yang menjadikan KHOBAR AHAD LA YUFIDUL ILM sebagai
senjata untuk membatalkan kabar tsiqoh. Kedua kelompok Ahlul Ahwa ini
sama-sama bersatu untuk menjadikan berita satu orang tsiqoh itu tidak
teranggap. Hanya saja mutazilah menyatakan: Jika orang yang tsiqoh itu
didukung oleh para tsiqot yang lain sampai mencapai derajat mutawatir,
maka baru boleh memberikan faidah ilmu. Sedangkan para hizbiyyun
pada penerapannya mereka tidak menganggap banyaknya tsiqot yang
membawa berita itu memberikan faidah ilmu, sampai adanya tabayyun
langsung ke pelakunya. Dan cukuplah kenyataan ini memberikan gambaran
akan bahayanya kejahatan syubuhat hizbiyyun.



17
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Jawaban Ketujuh: orang-orang yang mendapatkan taufiq dari Alloh, setelah
menelaah dengan cermat tafsir ayat tabayyun di atas, pahamlah dirinya
bahwasanya pendalilan para hizbiyyun dengan memakai ayat tabayyun
tersebut di atas pada hakikatnya menjadi bumerang untuk menghantam
diri mereka sendiri. Demikianlah kebiasaan ahlul batil, dalil yang mereka
pakai justru membantah kebatilan mereka sendiri. Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyyah - -= berkata: Dan demikianlah ahlul bida, hampir-hampir
mereka itu tidak berdalil dengan suatu dalil syariy ataupun dalil aqliy,
kecuali dalam keadaan dalil-dalil tadi ketika direnungkan justru menjadi
argumentasi untuk menghantam mereka sendiri, bukan untuk mendukung
mereka. (Majmuul Fatawa/6/hal. 254).

BAB TIGA: BANTAHAN TERHADAP PENDALILAN DENGAN
KISAH UMAR DAN ABU MUSA
Adapun syubuhat mereka dengan tuntutan Umar terhadap Abu Musa -
'-+-= - untuk mendatangkan bayyinah, maka jawaban kami adalah sebagai
berikut:
Jawaban pertama: Telah lewat dalil dari Al Quran tentang bolehnya
menerima berita orang tsiqoh tanpa tabayyun. Maka jika ucapan Umar di
atas memang berbeda dengan ketentuan Al Quran, maka siapakah yang
hendak didahulukan? Firman Alloh ataukah ucapan Umar?
Jawaban kedua: Rosululloh '- ,'= - _'- beberapa kali menerima berita
tsiqoh tanpa tabayyun. Di antaranya adalah:
Hadits Aisyah '+-= - -:
'' --'= = : ', ''- '- ,'= - _'- - - _'= ',-- - - --= -- - '=
''- - = '- ` -- -, -,-, '- ---' - -,, ` _,=- = ',-- '- - -
'- ,'= - _'- - - '- '-= - ' '= + -'= ,- ) ''- - =
''- ,-- -, ,-, '- - ) '=-' == ) 2211 ( '-- ) 1714 )).
Hind binti Uqbah istri Abu Sufyan masuk menemui Rosululloh ,'= - _'-
'- seraya berkata: Wahai Rosululloh, sesungguhnya Abu Sufyan adalah
pria yang pelit sekali, tidak memberiku nafkah yang mencukupi saya dan
anak-anak saya, kecuali apa yang saya ambil dari hartanya tanpa



18
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

sepengetahuannya. Apakah saya berdosa dengan perbuatan itu? maka
Rosululloh '- ,'= - _'- bersabda: Ambillah dari hartanya sebatas kadar
yang baik yang mencukupimu dan mencukupi anak-anakmu. (HR. Al
Bukhoriy (2211) dan Muslim (1714)).
Hadits Ibnu Abbas '-+-= - -:
'= '- ,'= - _'- - - , --' ' ' '-+-= - - '-= - - -= =
--' = ,' -- '+,' -, --' = -= - - = -, '- ,'= - _'-
,- '=,- - _=' '-= _'= - -, - - ', ''- =` -' _' --'
' == ' - ' -= _=' '=' _'= -`, ` ) . '=-' == ) 1513 ( '--
) 1334 )).
Dulu Al Fadhl diboncengkan oleh Rosululloh '- ,'= - _'- , lalu
datanglah wanita dari Khotsam. Maka mulailah Al Fadhl memandangnya,
dan wanita itupun memandang Al Fadl. Dan mulailah Rosululloh ,'= - _'-
'- memalingkan wajah Al Fadhl ke arah lain. Maka wanita itu berkata:
Wahai Rosululloh, sesungguhnya kewajiban Alloh terhadap para hamba-
Nya untuk berhaji mendapati ayah saya dalam keadaan sudah tua renta, tak
bisa kokoh di atas kendaraan. Apakah boleh saya berhaji untuknya? Beliau
menjawab: Iya. Dan yang demikian itu pada Hajjatul Wada (haji
perpisahan). (HR. Al Bukhoriy (1513) dan Muslim (1334)).
Hadits Aisyah '+-= - - :
'' '- ,'= - _'- --' --'= : -- -' '- ,'= - _'- --' -
- _=-- ,'= -'--' '- ,'= - _'- - - _' '- ,'= - _'- - -
--'- = - - ', ''- '+' ' - '- '= - -- ' -''-, ,'
' _'- ''- = '- ,-=- -' ,-- '- ,'= - _'- - - '+' '- '' -'-
-=' . ,=' ) . '-- == ) 2442 )).
Para istri Nabi '- ,'= - _'- mengutus Fathimah binti Rosululloh - _'-
'= '- , untuk menemui Rosululloh '- ,'= - _'-, maka dia meminta idzin
untuk masuk dalam keadaan beliau berbaring bersamaku di selimutku.
Maka beliau mengidzinkannya masuk. Maka fathimah berkata: Wahai
Rosululloh sesungguhnya para istri Anda mengutus saya kepada Anda,
mereka meminta keadilan dalam hak putri Abu Quhafah (Aisyah). Dan
aku diam saja. Maka Rosululloh '- ,'= - _'- menjawab:Wahai anakku
sayang, bukankah engkau mencintai apa yang aku cintai? Dia menjawab:



19
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Iya. Beliau bersabda: Maka cintailah wanita ini (Aisyah) (HR. Muslim
(2442)).
Hadits Abu Musa Al Asyariy -= - -:
'-== -,''- =- '- ,'= - _'- --' =- '-'- ' -= - - _-- - =
'- - =` - - '-= - '- ' = '- ,' ,='+- ' '- _-- '
--=''- -'=-' _' '---,-- '---'' -,-- '-- - - `= ,--= ,-` ,--= ```
_-- ,= '- ,'= - _'- --' '-- ',-= '-- _-= - '--' '' - - -= '--
,--' ` -, '-' '-, '-' - '- ' -,= ,-= -- '-- '= =+''- '---- -
-'=-' _' =' -' - '- ,'= - _'- --' --= _'= '-- --
-- '-- '' - '-- ,= -= '- '-= '-- --= _'= -= = =' -,
'' ,=-' ,--=' -= ' ,-= - -- = =- =+''- '---- ' - '--
-'= , '- ,'= - _'- - - _- -- - ` '' -- -- '- ,'= - _'-
- _'- '- - ' --=''- '--' -' '- ''= ,
` - , '- ,'= '- ,'= - _'- - -' ' '- _-= '-- - ` '-'
, ` _, ` ` - ''- '- ,'= - _'- --'' ' '- '=- - '- =-
' '- ' ' -= - -- ', '' '- ,'= - _'- --' '= '-' ,'= ' '' '
'' '-= -,--' -- ' = = -'=-` ' -- - ='- ,' ' '
- - ',-' - '- ,=' = -''-, `'- --', -,--' '=- _-- '- , -'
'- ,'= - _'- --' +' ' '-- +--- = ` ) . '=-' == ) 4231 -
4232)).
Telah sampai berita pada kami tentang keluarnya Nabi '- ,'= - _'-, dan
kami saat itu ada di Yaman. Maka kamipun keluar untuk berhijroh kepada
beliau. Aku dan kedua saudaraku, aku yang paling kecil. Salah satunya
adalah Abu Burdah, yang lain adalah Abu Ruhm. Kami dalam rombongan
limapuluh dua atau limapuluh tiga atau limapuluh sekian orang dari
kaumku. Kamipun menaiki kapal. Ternyata kapal kami melemparkan kami
ke Najasyi di Habasyah. Maka kami berjumpa dengan Jafar bin Abi Tholib.
Kami tinggal bersamanya hingga kami semua tiba di Madinah, kami
berjumpa dengan Nabi '- ,'= - _'- ketika Khoibar ditaklukkan. Ada
sekelompok orang berkata pada kami yaitu para pengendara kapal-:
Kami telah mendahului kalian dengan hijroh. Asma binti Umais masuk, -
dan dirinya termasuk orang-orang yang hijroh ke Najasyi dan tiba bersama
kami- mengunjungi Hafshoh istri Nabi '- ,'= - _'- -. Lalu masuklah
Umar menemui Hafshoh dalam keadaan Asma ada di sisinya. Ketika Umar
melihat Asma dirinya bertanya: Siapakah wanita ini? Hafshoh berkata:



20
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Asma binti Umais. Umar bertanya: Apakah dia itu habasyiyyah (yang
ikut hijroh ke Habasyah)? Apakah dia itu pengendara kapal? Asma
menjawab: Iya. Umar berkata: Kami telah mendahului kalian dengan
hijroh, maka kami lebih berhak dengan Rosululloh '- ,'= - _'- daripada
kalian. Maka marahlah Asma dan berkata: Sama sekali tidak. Demi Alloh,
kalian bersama Rosululloh '- ,'= - _'-, beliau memberi makan orang
yang kelaparan di antara kalian, menasihati orang yang bodoh di antara
kalian, sementara kami di negri orang-orang yang jauh dan kami benci, di
Habasyah. Yang demikian itu adalah di jalan Alloh dan jalan Rosululloh _'-
'- ,'= -. Demi Alloh aku tak akan makan makanan dan tak akan minum
minuman sampai saya berbicara kepada Rosululloh '- ,'= - _'- . dulu
kami diganggu dan ditakut-takuti. Aku akan menyebutkan itu pada Nabi
'- ,'= - _'- dan menanyai beliau. Demi Alloh aku tak akan berdusta,
ataupun menyeleweng, ataupun menambahi.
Manakala Nabi '- ,'= - _'- datang, berkatalah Asma: Wahai Nabiyalloh,
sesungguhnya Umar berkata demikian dan demikian. Rosululloh - _'-
'- ,'= berkata: Apa jawabanmu kepadanya? Asma menjawab: Saya
menjawab demikian dan demikian. Rosululloh '- ,'= - _'-
bersabda: Dia tidaklah lebih berhak daripada kalian. Dia dan teman-
temannya mendapatkan satu hijroh. Dan kalian pengendara kapal
mendapatkan dua hijroh. Asma berkata: Sungguh aku melihat Abu Musa
dan para pengendara kapal mendatangiku secara berkelompok-kelompok
menanyaiku tentang hadits ini. Tiada sesuatupun di dunia yang lebih
menggembirakan mereka dan lebih agung di dalam jiwa-jiwa mereka
daripada sabda Nabi '- ,'= - _'- kepada mereka. Dst. (HR. Al Bukhoriy
(4231-4232)).
Kesimpulannya adalah: Nabi '- ,'= - _'- saat mendengar berita tsiqoh
beliau menerimanya dan menjawab dan menghukumi sesuai dengan
kandungan berita tadi, dan tidak mengharuskan tabayyun langsung ke
orang yang dibicarakan.
Jika ada orang berkata: Rosululloh '- ,'= - _'- diperkuat dengan wahyu
sehingga tak perlu tabayyun!



21
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Kita jawab: pada asalnya perbuatan Rosululloh '- ,'= - _'- yang terkait
dengan syariat adalah merupakan bagian dari syariat untuk umatnya juga.
Al Imam Abu Bakr Ibnul Arobiy - -= berkata:
,--=' = -` ` -, -- - -- -=- - -= '-
Dan apa yang dilakukan oleh Muhammad '- ,'= - _'--, dilakukan juga
oleh umatnya. Yaitu: karena pada asalnya adalah: tidak ada kekhususan.
(dinukil oleh Ibnu Hajar - -= dalam Fathul Bari/3/hal. 189/Bab
Shufufushy Syibyan).
Adapun upaya menghalangi untuk mengikuti Nabi dengan alasan
bahwasanya Nabi '- ,'= - _'- diperkuat oleh wahyu, maka hal ini
menjurus pada pengurangan sekian banyak syariat yang berlaku pada
umat ini dengan alasan: Amalan tadi hanya khusus untuk Nabi saja!
pengkhususan itu butuh pada dalil, dan tidak mungkin para hizbiyyun
sanggup mendatangkan dalil yang mendukung pernyataan tadi.
Al Imam Ibnul Mundzir dan Al Imam Al Khoththobiy - '-+-= berkata:
-= -` ,'- ` -`- ` ,--='
Khushushiyyah itu tidak tetap kecuali dengan dalil, sementara pada
asalnya adalah: tiada pengkhususan. (dinukil oleh Ibnu Hajar - -=
dalam Fathul Bari/1/hal. 272/Babul Ma).
Jika telah jelas yang demikian itu, maka kita katakan: Termasuk dari
sunnah Rosululloh '- ,'= - _'- adalah BOLEHNYA MENERIMA KHOBAR
TSIQOH TANPA TABAYYUN.
Jika para hizbiyyun menganggap bahwasanya Umar ibnul Khoththob -
-= - MENGHARUSKAN TABAYYUN TERHADAP KABAR TSIQOH, maka kita
katakan pada mereka sebagaimana ucapan Ibnu Umar '-+-= - -:
- -- ''- - ` -- - _--- = '- ,'= - _'- '- -- ) '-- ==
) 1233 )).
Maka sunnah Alloh dan sunnah Rosul-Nya '- ,'= - _'- lebih berhak
untuk diikuti daripada sunnah si fulan, jika engkau itu jujur. (HR. Muslim
(1233)).



22
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Jawaban ketiga: para shohabat yang lain +-= - - juga mau menerima
berita tsiqoh tanpa mengharuskan tabayyun. Di antaranya adalah:
Sikap Ibnu Abbas '-+-= - - :

, _''

' '

' - =

'

'

, - = - , - ' -

, - -

_ - - _ - -

- ,

' _ - -

= _ - - .

- =

'


Said bin Jubair -rahimahulloh- berkata,Aku berkata kepada Ibnu Abbas t:
Sungguhnya Nauf Al Bikali menyangka bahwasanya Musa yang bersama
Khidhr- bukanlah Musa Bani Isroil, akan tetapi hanya dia itu Musa yang
lain. Maka beliau berkata,Musuh Alloh itu bohong. (HSR Al Bukhori/ 112
dan Muslim/ 6313)
Sikap Ibnu Umar '-+-= - - :
' -, - _,=, = : -' -+=' -- --''- -' ' - ' - ,-= '- -'
'- ,'= - _'- - - '=- - = '-,-' ' '-'- ,--- ,='= ,-=' -='-=
'- ----' =--' `= '=' - -= - --= '-' -' ` -, '-= '-''-
- -='- -- ''-- = =` -,-, = '-= -='- -='-= '- '- ' `' ,
` -=, +- +-'- - '' ---, -' -, '- '-'- + -
- --= - '=, ' -- - +- +-- - - -=' -' ,-' ' ' - -`
'- ---' '- = `- =` ' -= -''- -, _-= -- - -
Yahya bin Yamar berkata: Dulu yang pertama kali berbicara tentang
taqdir di Bashroh adalah Mabad Al Juhaniy. Maka berangkatlah aku dan
Humaid bin Abdirrohman Al Himyariy untuk berhaji atau berumroh. Kami
berkata: Andaikata kita berjumpa dengan salah seorang dari shohabat
Rosululloh '- ,'= - _'- untuk kita tanyai tentang apa yang dikatakan
oleh orang-orang itu tentang taqdir. Maka kami dipertemukan dengan
Abdulloh bin Umar ibnul Khoththob saat masuk masjid. Maka aku dan
sahabatku mengiringinya, yang satu di sebelah kanan, yang lain di sebelah
kiri. Aku mengira bahwasanya sahabatku mewakilkan pembicaraan
kepadaku. Kukatakan: Wahai Abu Abdirrohman, sesungguhnya telah
muncul dari arah wilayah kami sekelompok orang yang membaca Al
Quran, memperdalam ilmu, -dan menyebutkan beberapa keadaan mereka-
dan mereka menyatakan bahwasanya taqdir itu tidak ada, dan bahwasanya
perkara ini baru. Maka beliau menjawab: Jika engkau berjumpa dengan
mereka maka kabari mereka bahwasanya aku berlepas diri dari mereka,
dan merekapun berlepas diri dariku. Demi Dzat yang dengan-Nya Abdulloh



23
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

bin Umar bersumpah, andaikata salah seorang dari mereka punya semisal
gunung Uhud emas lalu dia menginfaqkannya, Alloh tak akan menerima
darinya sampai dia beriman kepada taqdir. (HR. Muslim (8)).
Jika para hizbiyyun menganggap bahwasanya perbuatan Umar -= - -
menyelisihi perbuatan para shohabat '-+-= - - ini, maka ketahuilah
bahwasanya perbuatan Umar bukanlah hujjah. Yang jadi hujjah adalah Al
Quran dan As Sunnah serta Ijma.
Syaikhul Islam - -= berkata:
- = ` -'=-' - ,= -''=, ' '' '--' == _-'=-' '-'' - ' -
-''=, ' _' : - '--`'- ==- ,' -''= - = '- ) . '--' -=- / 1 / 283 -
284).
Dan barangsiapa berkata dari kalangan ulama bahwasanya perkataan
shohabi adalah hujjah maka dia mengucapkan itu hanyalah jika ucapan
shohabi itu tidak diselisihi oleh Shohabat yang lain, dan tidak diketahui
adanya nash yang menyelisihinya sampai dengan ucapan beliau:- adapun
jika diketahui bahwasanya ada shohabat yang menyelisihi ucapan shohabat
tadi, maka perkataannya itu bukanlah hujjah, berdasarkan kesepakatan
ulama. (Majmuul Fatawa/1/hal. 283-284).
Jawaban keempat: Umar ibnul Khoththob -= - - sendiri mau menerima
berita tsiqoh tanpa tatsabbut. Misalnya adalah kisah pengambilan jizyah
majusi.
'-, - -= ' : _= '= ,-- -- ''=- '-+`= - -= , - -'= _- '-''= -
,'- - =' '--' - ' - -= --' '- ,-' - -- '- '-'-' -=` =
- ,=' = -= , ' =-' - =- ,- --- -- - '=' - -=
= =- - '= '- ,'= - _'- - - = - -=' -= +- _-= =-'
Amr bin Dinar - -= berkata: Aku pernah duduk di bersama Jabir bin
Zaid dan Amr bin Aus, lalu Bujalah menceritakan hadits pada keduanya
pada tahun tujuh puluh, tahun hajinya Mushab ibnuz Zubair dengan
memimpin ahlul Bashroh, di samping tangga Zamzam. Beliau berkata:
Dulu aku adalah juru tulis Juz bin Muawiyah, paman Al Ahnaf, lalu
datanglah surat dari Umar ibnul Khoththob setahun sebelum wafatnya
beliau. Isinya adalah: Pisahkanlah di antara mahrom-mahrom dari
majusi. Sebelumnya Umar tidak mengambil jizyah dari Majusi sampai



24
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Abdurrohman bin Auf bersaksi bahwasanya Rosululloh '- ,'= - _'-
mengambil jizyah dari majusi Hajar. (HR. Al Bukhoriy (3156)).
Contoh yang lain adalah: hadits Ibnu Abbas '-+-= - - dalam kasus
wabah di Syam:
= -= '- -='= - '-,-- ' = - -=' -= '= - -- '-'
` '+- -- '- _ ,'= --- ` '- - --- -, '- ,'= - _'- -
-- ` -= - -= ' -- ==-
lalu datanglah Abdurrohman bin Auf, semula menghilang karena
sedang mengurusi sebagian hajatnya, seraya berkata: Sesungguhnya saya
memiliki ilmu dalam masalah ini. Saya mendengar Rosululloh ,'= - _'-
'- bersabda: Jika kalian mendengar wabah di suatu negri, maka
janganlah kalian masuk ke dalamnya. Dan jika wabah tadi ada di negri yang
kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar darinya karena lari
darinya. Maka Umar memuji Alloh kemudian berangkat pulang. (HR. Al
Bukhoriy (5729) dan Muslim (2219)).
Al Imam Ibnu Abdil Barr rohimahulloh dalam menjelaskan kisah
penerimaan Umar hadits Abdurrohman bin Auf rodhiyallohu anhuma
tentang thoun berkata:
+= - - '- _- - -' '=, '- =' -= '--- _'= ,' ,
' +,'= - - -=-- -'=-' ='-= ' ' ` =' -= - '``
= - -='-' -, ) '' -= - =, '-- -= - =, ` =' = - ) = '-
+- ' - `- -, = = - : ' ' ' --`- - -,-- '--- -' '=
= = - ' -' `= ' -'-' --` --, ' -= -`-, '--- '= :
'=-'' ,---' =- ) ,+--' 14 / 347 )
Dan di dalam hadits ini ada dalil penggunaan kabar satu orang,
penerimaannya dan pengharusan amal dengannya. Dan ini adalah hadits
yang paling jelas dan paling kuat yang kami lihat dari sisi atsar-atsar dalam
menerima kabar satu orang. Hal itu dikarenakan pada saat itu kejadiannya
di kalangan sekumpulan para shahabat dan di kehadiran mereka dalam
suatu perkara yang membuahkan isykal bagi mereka. Maka Umar tidak
berkata pada Abdurrohman bin Auf Engkau cuma satu orang. Dan satu
orang itu kabarnya tidak wajib diterima. Yang wajib diterima hanyalah
kabar keseluruhan orang.



25
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Alangkah besarnya kesesatan orang yang mengatakannya. Padahal Alloh
Azza Wajalla berfirman:
} ' =

- - ,

' ' + ,

' ,

- , -

' -

-'

{
Wahai orang-orang yang beriman jika datang kepada kalian seorang fasiq
dengan suatu berita, maka carilah kejelasan. (QS Al Hujurot)
dibaca juga: (--`-)
Maka jika ada seorang adil datang dengan suatu berita lalu ditatsabbuti dan
tidak dilaksanakan, niscaya menjadi samalah antara orang fasiq dan orang
adil. Dan ini menyelisihi Al Quran. Padahal Alloh Azza wajalla berfirman:
'=-'' ,---' =-
Apakah Kami jadikan orang-orang yang bertaqwa seperti orang-orang
yang jahat?
(At Tamhid 14/347).
Dan akan datang tambahan contoh-contoh penerimaan Umar berita tsiqoh
tanpa harus tsabbut.
Jawaban keenam: bukanlah Umar menuntut Abu Musa mendatangkan
bayyinah dikarenakan Umar meyakini HARUSNYA Tabayyun terhadap
kabar tsiqoh. Hanya saja saat itu ada beberapa pegawai di dekat Umar, dan
beliau ingin mendidik orang-orang di sampingnya itu untuk berhati-hati
terhadap hadits Rosululloh '- ,'= - _'-. Ibnu Hajar - -= berkata:
, ` --- ' -= _= - - -- '- - ' '+-' '- ,= ,' --, _-= --
' - '- _-- -` ' -= - '= - -= -- += '-' - '=
' '- ,'= - _'- - - = ,=' _'= '-' =-, ` -' -+-
,= = ,- = '-' ',' -= '- = --' _-- '- +-'-'= - =
'- ,'= - _'- - - _'= '-' --, ,-= -' -+- ' - '- _-- -`
- ,= _'= '-,-` - - _-- -` -= '- '-- '+,' - -' ,-= - ,-= ,
= - _'- - -' - - ' ,= - - , =- -`-- --= ' '- ,'
--=' '-,- -- '-- - '=-- '- '- ,'= - _'- - - '=- _'= '-= - `
-`- . ,= +-' - ,'= =, '-' =' -= -`-' -- =, '- - ' -= -
-' ' ,= _' =-' - ,=' = '+= , - -' ,- --- =' ' -=
+= - -= -= , --=, -' -= - ' ' ---, '- ' _ -`--, '
'- ,'= - _'- - - = ,=' '-=, = -= `-`'- '-' -' -=' -=



26
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

=-''- -', _-= ,'= -, ' - '-,- - +-', ' , =, '-- =-'' ) . _-
'-' / 11 / 30 ).
Dan berdalilkan dengan ini orang yang menyatakan bahwasanya berita
orang yang adil tapi sendirian itu tidak diterima sampai bergabung
dengannya orang lain, sebagaimana dalam persaksian. Ibnu Baththol
berkata: ini adalah perkataan yang salah dari orang yang
mengucapkannya, dan tidak tahu madzhab Umar. Telah datang pada
sebagian jalur bahwasanya Umar berkata pada Abu Musa: Sesungguhnya
aku tidak menuduhmu, tapi aku ingin manusia tidak bersikap lancang
terhadap hadits dari Rosululloh '- ,'= - _'-.
Kukatakan: tambahan ini ada di Muwaththo dari Robiah dari beberapa
ulama mereka bahwasanya Abu Musa dan menyebutkan kisah- dan di
akhirnya: maka Umar berkata kepada Abu Musa: Sesungguhnya aku tidak
menuduhmu, tapi aku takut manusia asal bicara atas nama Rosululloh _'-
'- ,'= -.
Dan di dalam riwayat Ubaid bin Hunain yang barusan aku isyaratkan: pada
Abu Musa: Demi Alloh Sesungguhnya engkau benar-benar terpercaya
terhadap hadits dari Rosululloh '- ,'= - _'-. Tapi aku ingin untuk
tatsabbut. Dan seperti itu riwayat dari Abu Burdah ketika Ubai bin Kab
berkata pada Umar: Janganlah engkau menjadi siksaan terhadap para
Shohabat Rosululloh '- ,'= - _'-. Maka Umar menjawab: Subhanalloh,
aku hanyalah mendengar sesuatu lalu aku ingin mencari ketetapan.
Ibnu Baththol berkata: Maka diambil dari kisah ini tatsabbut dalam berita
satu orang yang bisa saja dia itu lupa dan sebagainya. Dan Umar telah
menerima berita satu orang adil sendirian dalam masalah pewarisan
wanita dari diyat suaminya, dan pengambilan jizyah dari majusi, dan kisah-
kisah yang lain. Akan tetapi Umar itu biasa mencari ketetapan jika ada
sesuatu yang mengharuskannya untuk bersikap demikian.
Ibnu Abdil Barr berkata: Bisa jadi hadir di sisi Umar orang yang belum
lama masuk Islam sehingga beliau takut bahwasanya salah seorang dari
mereka nantinya membikin-bikin hadits dari Rosululloh '- ,'= - _'-
dalam masalah roghbah (minat dan harapan kuat) dan rohbah (rasa takut)
dalam rangka mencari jalan keluar dari masalah yang dia masuki. Maka
Umar ingin mengajari mereka bahwasanya barangsiapa berbuat sedikit



27
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

saja dari yang demikian itu harus diingkari sampai mendatangkan jalan
keluar. (Fathul Bari/11/hal. 30/Babut Taslim Wal Isti`dzan).

BAB EMPAT: BANTAHAN SYUBUHAT ORANG TSIQOH JUGA
BISA SALAH
Sebagian hizbiyyun saat ditanya: Kenapa engkau mengharuskan tabayyun
terhadap kabar tsiqoh? dia menjawab: Dia bisa keliru dalam
menyampaikan berita.
Maka jawaban kami adalah: memang benar bahwasanya manusia itu bisa
keliru. Orang tsiqoh juga bisa salah dalam menyampaikan berita. Dan
bukanlah definisi orang tsiqoh itu: orang yang tak pernah keliru, hanya
saja dia itu adalah orang yang jujur, dan kebenaran beritanya itu jauh lebih
dominan daripada kekeliruannya. Al Imam Adz Dzahabiy - -= berkata:
-`' = - ,' : _'=

- , ` '

--' ,= ' -

'- , ' - _ = , `

' , `

-
= ' ) . ,=' _'-- '= -' / 17 )
Bukanlah definisi orang tsiqoh itu adalah bahwasanya dirinya itu tak
pernah keliru ataupun tak pernah salah.siapakah yang selamat dari yang
demikian itu kecuali orang yang mashum yang tidak dibiarkan di atas
kesalahan? (Al Muqizhoh/hal. 17).
Maka jika orang itu lurus agamanya, dan kebenaran beritanya jauh lebih
banyak daripada kekeliruannya, maka dia adalah tsiqoh. Adapun
kekeliruannya yang jarang saat dibandingkan dengan kebenarannya, maka
hukum itu dibangun di atas perkara yang dominan. Al Imam Ibnul Qoyyim
- -= berkata: Hukum-hukum itu hanyalah untuk perkara yang dominan
dan banyak, sementara perkara yang jarang itu dihukumi tidak ada.
(Zadul Maad/5/hal. 374).
Maka jika tiada dalil yang menunjukkan kesalahan seorang tsiqoh dalam
beritanya, maka pada asalnya adalah diterimanya beritanya, dan tidak
boleh ditolak atau disalahkan tanpa hujjah. Al Qurthubiy - -= berkata:
- '- ,''- '=' ' ' ', ` _

'

` ) . +--' / 15 / 99 ).



28
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Yang lebih utama adalah: sang rowi yang adil dan bersikap pasti dalam
riwayatnya, tidak boleh dirinya itu dianggap keliru selama masih
memungkinkan. (Al Mufhim/15/hal. 99).

BAB LIMA: BUKAN BERARTI KITA DIANJURKAN UNTUK
BERMUDAH-MUDAH MENERIMA BERITA
Seluruh penjelasan di atas bukanlah bermakna kita asal-asalan menerima
berita, karena urusannya tidaklah ringan. Alloh taala berfirman:

` - -

- = '

-'

' - -

' _ - -'

' =

' ,

' ' -

`
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan
hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al Isro:
36).
Abdulloh bin Umar -semoga Alloh meridhoi keduanya- berkata: Aku
mendengar Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
'

' - -

= , _

- =

' -

'

= -

, ,

' ' -

- - '

- .
dan barangsiapa berkata tentang seorang mukmin dengan suatu
perkara yang tidak ada pada dirinya, maka Alloh akan menjadikan dia
tinggal di dalam rodghotul khobal (perasan penduduk neraka) sampai dia
keluar dari apa yang diucapkannya. (HR. Abu Dawud (3592) dan
dishohihkan Imam Al Wadiy -semoga Alloh merohmatinya- dalam Ash
Shohihul Musnad (755)).
Hanya saja jika yang datang membawa berita adalah orang tsiqoh, maka
pada asalnya berita adalah jujur dan benar, dan kita tidak diwajibkan
untuk tabayyun terhadapnya. Dan tidak ada yang memindahkan dari asal
kecuali dengan dalil yang kuat. Walid bin Rosyid Suaidan berkata:
'-'' _''- - +-= -- -' ='-' ) : - ` -` = '-' - ', ,''
,'= -'`' ) ( -` =' -- -'-' ,-=- / 3 ).
Para ulama _''- - +-= menetapkan kaidah yang berkata: Dalil itu
dituntut dari pihak yang memindahkan sesuatu dari asalnya, dan bukan



29
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

dituntut dari pihak yang kokoh di atas asalnya. (Tahqiqul Mamul Fi
Dhobth Qoidatil Ushul/hal. 3).
Adapun jika dalam suatu kasus terbukti dengan dalil yang Hukum ini
berdasarkan lahiriyyahnya. Al Imam Asy Syafiiy - -= berkata:
-' -' - '' _'= =' '-' ' '-- ) . ` / 1 / 423 )
Dan hanyalah para hamba itu dibebani berhukum dengan lahiriyyah dari
perkataan dan perbuatan. (Al Umm/1/hal. 423).
Dan lahiriyyah dari berita orang tsiqoh adalah kebenaran (kesesuaian
dengan kenyataan), maka kita terima berita tadi, sampai benar-benar ada
hujjah yang menunjukkan bahwasanya dalam hal ini yang betul adalah
demikian dan demikian.
Adapun barangsiapa setelah itu ingin memastikan kebenaran berita, maka
hal itu bagus, tanpa mewajibkan apa yang tidak diwajibkan oleh syariah,
dan tanpa mencela orang yang mencukupkan diri dengan apa yang
dianggap cukup oleh syariah. kata Syaikhul Islam - -= : Hanyalah yang
diikuti dalam penetapan hukum-hukum Alloh adalah: Kitabulloh, sunnah
Rosul-Nya '- ,'= - _'- dan jalan As Sabiqunal Awwalun. Tidak boleh
menetapkan hukum syariy tanpa ketiga prinsip ini, baik secara nash
ataupun istimbath sama sekali. (Iqtidhoush Shirothil Mustaqim/2/hal.
171).
kuat akan terjadinya kesalahan dari sang pembawa berita padahal dia itu
tsiqoh tapi tidak mashum- maka kewajiban kita adalah mengikuti apa
yang lebih kuat dalilnya tersebut, tanpa menyalahkan kaidah yang tegak di
atas Kitabulloh, sunnah Rosul-Nya '- ,'= - _'- dan jalan As Salafush
Sholih.
,-''' - -=' '= _''- -

([1]) Berikut ini petikan kalimat-kalimat dari pelawak Muhammad
Afifuddin as-Sidawi (Asal Sidayu,Gresik,Jawa Timur):
Telah mengabarkan kepada kami dari Abu ad-Daruquthni (Tegal) berkata
Ana dianggap berdusta, ditanya siapa yang menyebarkan dan buktinya



30
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

mana ? dan kenapa tidak tabayyun dulu ? Afifuddin (Gresik) berkata Ana
masih hidup dan bisa dihubungi selesai- pada senin, 30 Muharram
1433H
Berkata Afifuddin al-Hizbi (Gresik) Alhamdulillah semua yang disebarkan
(yakni rekaman suaranya sendiri, ;ed) tidak sesuai kenyataan ini akibat
tidak ada perna upaya tabayyun dalam beritayang ada hanya bara amarah
dan kebencian kepada saudaranya sendiri.sampaikan kepada yang sebar
berita suruh tabayyun, ana masih hidup dan bisa dihubungi.. selesai-
pada senin, 30 Muharram 1433H
berkata Abu ad-Daruquthni (Tegal) ..antum mengatakan dikaset
(maksudnya rekaman itu adalah suara afifuddin sendiri ;ed)
Setelah dikabarkan bahwa rekaman itu adalah suaranya sendiri, lalu dia
mulai mengeluarkan jurus lama:
Berkata Afifuddin al-Hizbi (Gresik) Pantas saja fitnah membara para
penyebar berita sufaha, yang disampaikan akhi adalah fatwa syaikh imam
beliau sendiri tidak ingkari orang yang qunut, tidak ada yang perlu
dipermasalahkan masing-masing syaikh punya pandangan lainnya, ana
juga tidak tolak fatwa ulama lain, hanya sekedar sampaikan berita dari
mabar, boleh ikhwah dammaj amalkan fatwa ulama itu sangat bagus tidak
perlu diingkari fatwa ulama lain apalagi anggap sebagai anti dammaj, yang
jelas semua sepakat doakan dammaj semoga lepas dari kondisi sekarang
selesai-
Berikut petikan sebagian isi rekaman Afifuddin (bandingkan dengan jurus
talbis nya diatas)
Berkata Afifuddin (Gresik) ..Barusan tadi menjelang ashar saya SMS adik
saya yang di Mabar(Yaman) di tempatnya Syaikh Muhammad Al-Imam,
saya menanyakan, Bagaimana? Apakah sudah ada fatwa dari kalangan
masyayikh terkait dengan Qunut Nazilah tentang kasus Dammaj?
Dia balas; disampaikan bahwasanya penjelasan dari Syaikh Muhammad
Al-Imam, Qunut nazilah itu ialah Qunut yang dilakukan oleh Nabi,
diistilahkan dengan Qunut Nabawi. Itu doa yang dipanjatkan kaum
muslimin untuk kehancuran orang-orang kafir. Sementara yang terjadi
antar muslimin. Syiah (Zaidiyah) muslim, tidak kafir. Sehingga kasusnya ini


sama seperti pengepungan pada masa Khalifah Utsman, ketika beliau
dikepung oleh kaum khawarij. Maka beliau mengatakan,
tidak melaksanakan qunut n
secara pribadi, bukan dengan qunut nazilah, untuk keselamatan teman
teman kita, dan beliau tidak mengingkari ketika ada pihak
sudah melaksanakan qunut nazilah.
nabi, Qunut Nazilah hanya ditujukan untuk orang
kafir... Dammaj perang, Shona
ayemMabar aman..aman..luar mahad kacau.


sama seperti pengepungan pada masa Khalifah Utsman, ketika beliau
dikepung oleh kaum khawarij. Maka beliau mengatakan, yang lebih tepat,
tidak melaksanakan qunut nazilah, tapi tetap bersabar,berdoa kepada Allah
secara pribadi, bukan dengan qunut nazilah, untuk keselamatan teman
teman kita, dan beliau tidak mengingkari ketika ada pihak
sudah melaksanakan qunut nazilah. Tapi yang lebih tepat, sesuai petunju
nabi, Qunut Nazilah hanya ditujukan untuk orang
Shona demonstrasi..diAden..Adem
aman..aman..luar mahad kacau.

31
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

sama seperti pengepungan pada masa Khalifah Utsman, ketika beliau
yang lebih tepat,
azilah, tapi tetap bersabar,berdoa kepada Allah
secara pribadi, bukan dengan qunut nazilah, untuk keselamatan teman-
teman kita, dan beliau tidak mengingkari ketika ada pihak-pihak yang
Tapi yang lebih tepat, sesuai petunjuk
nabi, Qunut Nazilah hanya ditujukan untuk orang-orang