Anda di halaman 1dari 20

Hyperemesis Gravidarum

Pembimbing dr. Hartono Hadisaputro, SpOG(K)

Def : Mual dan muntah berlebihan, lebih dari 10x dalam 24 jam yang terjadi pada ibu hamil sampai usia kehamilan 16 minggu dan tidak sembuh dengan terapi sederhana sehingga mengganggu kesehatan kegiatan sehari - hari. Sindroma ini ditandai
Penurunan BB > 5% Dehidrasi dan produksi keton Defisiensi nutrisi Kelainan metabolik dan elektrolit Tidak mampu malakukan aktivitas sehari - hari

Etiologi

Penyebab hiperemesis gravidarum (HG) adalah multifaktorial Beberapa peneliti mengemukan etiologi dari hiperemesis gravidarum antara lain :
Hormon HCG dan Estrogen Penyebab psikologik Imunologik

Hormon hCG

Banyak alasan yang dihubungkan antara hCG dan HG antara lain :


Peningkatan hormon hCG pada kehamilan terjadi pada saat timbulnya gejala mual dan muntah Gemelli hCG , ditemukan angka HG Wanita hamil trisomi 21 dimana hCG gejala mual muntah

Penyebab psikologik

Menurut teori psikoanalisis mual dan muntah dianggap sebagai psikosomatik Mual dan muntah gambaran histeria melawan keinginan yang tidak diinginkan dan sebagai sarana mengekspresikan perasaan yang tidak diinginkan Mual dan muntah sarana menolak kehamilan akibat konflik dengan ibu kandung maupun suami Teori lain kehamilan menyebabkan kepekaan terhadap suggestion mual dan muntah

Imunologi

Teori ini didasarkan pada penemuan adanya pengaturan sekresi hCG oleh sitokin Ketidakseimbangan sekresi sitokin TH1/TH2, sitokin TH2 > dominan sekresi hCG HG Ketidakseimbangan ini dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron, progesteron dan estrogen sekresi IL-4 dan menginhibisi sekresi sitokin oleh TH1 Peningkatan IL-4 akan menyebabkan HG

Patofisiologi Muntah : keadaan dimana isi traktus gastrointestinal keluar semua melalui mulut Mual : pengenalan sadar terhadap eksitasi bawah sadar pada daerah medula yang secara erat berhubungan dengan atau merupakan bagian dari pusat muntah Mekanisme mual muntah belum diketahui dengan pasti. Pusat muntah bilateral terletak di MO dekat traktus solitarius Impuls motorik ditransmisikan dari pusat muntah melalui saraf kranialis V,VII, IX, X dan XII ke traktus GI atas dan melalui saraf spinal ke diafragma dan otot abdomen.

Patofisiologi

Transmisi impuls ini akan menimbulkan efek :


Pernafasan dalam Os. Hiodeum dan laring mendorong sfringter krikoesofageal supaya membuka Penutupan glotis dan pengangkatan palatum mole untuk menutup nares posterior.

Kemudian timbul kontraksi kuat dari diafragma ke arah bawah bersamaan dengan kontraksi serentak dari semua otot abdomen Kontraksi ini akan menekan lambung tek intragastrik sfingter gastroesofageal berelaksasi ekspulsi isi lambung keatas melalui esofagus

Patofisiologi

Faktor resiko BB > 170 pound Gamelli Usia ibu < 20 thn Asma yang tidak diobati Diit tinggi lemak Epilepsi Stress sosial yang berat Makan yang berlebihan sebelum dan selama hamil Riwayat : HG kehamilan sebelumnya, motion sickness, sensitif terhadap kontrasepsi, migraine, alergi, gastritis, saudara atau ibu dengan riwayat HG, hipertensi, penyakit ginjal dan diit yang buruk

Diagnosa

Gejala hiperemesis bisa muncul pada umur kehamilan 4 6 mgg dan akan membaik pada usia 15 20 mgg, namun ada beberapa kasus yang relaps Gejala yang dikeluhkan penderita bervariasi antara lain :
Kulit kering dan pucat, penurunan jumlah urin, lemah lesu dan mudah lelah Penurunan berat badan, mual-muntah, saliva berlebihan

Diagnosa

Penurunan sensitifitas terhadap bau, suara, gerak dan cahaya Psikologik : depresi dan cemas

Pada pemeriksaan laboratorium


Peningkatan benda keton , ureum, hematokrit dan pH urin Penurunan Na, K, Cl, Mg Peningkatan enzim hati : SGOT/PT, bilirubin

Hasil lab. Menggambarkan derajat beratnya HG

Kriteria diagnosis
Tingkat I
Muntah terus menerus Perasaan lemah Nafsu makan Berat badan menurun Nyeri epigastrium Nadi 100x/m TD sistemik menurun Turgor kulit Lidah kering Mata cekung

Derajat II
Tampak lemah & apatis Turgor lebih Lidah kering & kotor Nadi kecil & cepat Suhu naik Mata agak ikterik Berat badan turun Mata cekung Tekanan darah turun Hemokonsentrasi Oliguria Konstipasi Nafas berbau aseton & aseton urin

Derajat III
Keadaan umum lebih payah Muntah berhenti Kesadaran menurun mulai somnolen sampai koma Nadi lebih kecil dan lebih cepat Suhu lebih tinggi Tensi lebih turun Ensefalopati Wernicke (nistagmus, diplopia, perubahan mental) Ikterus

Pengelolaan

Pengelolan rawat jalan pada mual muntah


Makan dan minum sedikit demi sedikit namun sering dan berhenti sebelum kenyang Mengghindari bau makan yang bisa memicu timbulnya muntah

Pengelolaan pada HG harus dirawat di rumah sakit dan istirahat total Ibu hamil dengan faktor psikologis yang dominan akan membaik selama dalam perawatan di RS namun akan kembali kambuh saat pulang dari RS. Pada kondisi ini terapi psikologis akan sangat membantu

Selama perawatan di RS Pemasangan infus kristaloid dehidrasi, defisit elektrolit dan ketidakseimbangan asam basa Balance cairan Pengukuran BB dan benda keton dalam urin setiap hari Hipokalemi ;
oral ; pisang, jeruk,kismis, tomat segar, kentang parenteral, tidak dalam larutan dektrose

Puasa muntah yang berlebihan, lamanya puasa bervariasi dari beberapa kepustakaan Ada yang menganjurkan makan dan minum setelah 24 jam tidak muntah dan tidak memerlukan obat anti emetik Pemberian nutrisi setelah puasa dimulai dengan 6 sendok makan tanpa cairan dan minum diberikan setelah 1jam makan

Penderita yang sudah dapat makan dianjurkan untuk


Menghindari makan yang berlemak Menghindari makanan yang pedas dan tablet besi Makan makanan yang kering dan lembut Makanan yang tinggi protein Makan roti kering pada pagi hari sebelum bangun Makan dalam jumlah sedikit tapi sering

Obat obat golongan anti emetik dapat digunakan, namun responnya bervariasi pada masing individu Pada kasus relaps maka antiemetik yang memberikan hasil memuaskan merupakan terapi first line