Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MATA KULIAH EKONOMI TEKNIK (SKW 643)

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Teknik yang dibina oleh : Tri Basuki Joewono

Disusun Oleh : DENNY HAMDANI NPM : 2010831048

PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN BANDUNG TAHUN 2013

1.

Pendahuluan Untuk lebih mengetahui serta mendalami ilmu ekonomi teknik maka

penulis akan mencoba membahas permasalahan mengenai BCR (Benefit Cost Ratio analysis) dalam pekerjaan Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi, Sejauh ini pembahasan biaya dan manfaat proyek berkisar pada segi finansial yang melihat apakah proyek yang diusulkan akan dapat memikul kewajiban membayar diharapkan. Atau lebih spesifik, tinjauan dikaitkan dengan tujuan finansial suatu usaha sektor swasta yang menginginkan peningkatan kekayaan perusahaan yang dicerminkan oleh kenaikan nilai saham ekuitas. Dalam pada itu, terdapat satu macam tinjauan lain yang menitik beratkan pada analisis aspek sosial ekonomi. (Dunn, William N., 2000) menyatakan bahwa analisis biaya kembali dana yang digunakan dan memenuhi tingkat keuntungan yang

adalah suatu pendekatan untuk rekomendasi kebijakan yang memungkinkan analis membandingkan dan menganjurkan suatu kebijakan dengan bentuk uang. Analisis biaya manfaat selain dapat digunakan

manfaat

menghitung total biaya dalam bentuk uang dan total keuntungan dalam merekomendasikan tindakan kebijakan, dapat juga digunakan untuk mengevaluasi dalam pelaksanaannya dalam Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi kesalahan untuk mengambil sebuah keputusan proyek. kinerja kebijakan. Penulisan ini diharapkan agar dapat memahami aplikasi BCR sebagai dasar pegangan atau rujukan dimana berfungsi dalam meminimalkan Untuk mengkaji kelayakan proyek sering digunakan pula kriteria yang

cara

untuk

disebut benefit cost ratio (BCR). Penggunaannya amat dikenal dalam mengevaluasi penekanannya ditujukan kepada manfaat (benefit) bagi kepentingan umum dan mengabaikan kriteria ini.

proyek-proyek untuk kepentingan umum atau sektor publik. Disini meskipun bukan keuntungan finansial perusahaan, namun bukan berarti perusahaan swasta 1

mengetahui besaran keuntungan/kerugian serta kelayakan suatu proyek. Dalam

Analisis

manfaat-biaya

merupakan

analisis

yang

digunakan

untuk

perhitungannya, analisis ini memperhitungkan biaya serta manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan suatu program. Dalam analisis benefit dan cost perhitungan manfaat serta biaya ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Analisis ini mempunyai banyak bidang penerapan. Salah satu bidang penerapan yang umum menggunakan rasio ini adalah dalam bidang investasi. ini mempunyai penekanan dalam perhitungan tingkat keuntungan/kerugian suatu Sesuai dengan makna tekstualnya yaitu benefit cost (manfaat-biaya) maka analisis program atau suatu rencana dengan mempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan serta manfaat yang akan dicapai. Penerapan analisis ini banyak digunakan oleh para investor dalam upaya mengembangkan bisnisnya. Terkait hanya didasarkan pada rasio tingkat keuntungan dan biaya yang akan dikeluarkan atau dalam kata lain penekanan yang digunakan adalah pada rasio finansial atau keuangan. Dibandingkan penerapannya dalam bidang investasi, penerapan Benefit Cost Ratio (BCR) telah banyak mengalami pengembangan ekonomi daerah. Dalam bidang pengembangan ekonomi daerah, pengembangan suatu proyek. Relatif berbeda dengan penerapan BCR di bidang dengan hal ini maka analisis manfaat dan biaya dalam pengembangan investasi

perkembangan analisis BCR antara lain yaitu penerapannya dalam bidang

perkembangan. Salah satu

analisis ini umum digunakan pemerintah daerah untuk menentukan kelayakan investasi, penerapan BCR dalam proses pemilihan suatu proyek terkait upaya pengembangan ekonomi daerah relatif lebih sulit. Hal ini dikarenakan aplikasi BCR dalam sektor publik harus mempertimbangkan beberapa aspek terkait social benefit (social welfare function ) dan lingkungan serta tak kalah penting adalah faktor efisiensi. Faktor efisiensi mutlak menjadi perhatian menimbang terbatasnya dana dan kemampuan pemerintah daerah sendiri. Secara terinci aspek-aspek tersebut juga mempertimbangkan dampak penerapan suatu program dalam masyarakat baik secara langsung (direct impact) maupun tidak langsung (indirect

impact) faktor eksternalitas, ketidakpastian (uncertainty), risiko (risk) serta shadow price. Terkait perhitungan risiko dan ketidakpastian, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan asuransi dan melakukan lindung nilai (hedging). Efisiensi ekonomi merupakan kontribusi murni suatu program dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga yang menjadi perhatian utama dalam publik adalah redistribusi sumber daya. penerapan BCR dalam suatu proyek pemerintah yang berkaitan dengan sektor Terkait dengan penerapan BCR dalam perekonomian suatu daerah, maka

sesuai dengan pedoman penyusunan anggaran berbasis kinerja, pemerintah harus menentukan target kinerja.Target tersebut ditetapkan berdasarkan prioritas alternatif terbaik dilakukan berdasarkan alasan perbandingan antara life cycles tertentu. Dalam hal ini, BCR tidak hanya membantu pengambil kebijakan untuk benefit dengan biaya yang dikeluarkan, melainkan juga dapat membandingkan proyek telah diputuskan untuk dilakukan, sehingga manfaat yang kedua dari memilih alternatif terbaik dari pilihan yang ada, yang dalamhal ini pemilihan alternatif-alternatif tersebut. Analisis BCR masih dapat diterapkan ketika suatu dilakukannya analisis BCR adalah dapat mengontrol perkembangan dari proyek yang bersangkutan pada tahun-tahun ke depan. Manfaat ketiga dari penerapan BCR adalah BCR dapat digunakan untuk evaluasi suatu proyek yang telah selesai dikerjakan. Tujuan dilakukannya evaluasi ini adalah untuk mengetahui kinerja suatu proyek dan hasil analisis yang telah dilakukan dapat digunakan untuk dapat menentukan pilihan yang tepat dan anggaran dapat dialokasikan secara efektif. Pemilihan alternatif dan penentuan prioritas ini berkontribusi pada penetapan suatu proyek dalam kapasitas pengembangan daerah tidak mutlak

perbaikan program yang selanjutnya. Berdasarkan hasil analisis ini, pemerintah pencapaian anggaran berbasis kinerja, yang merupakan salah satu pilar reformasi anggaran. Telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa landasan utama hanya dilakukan berdasarkan variabel manfaat dan biaya. Dalam pengembangan 3

ekonomi suatu wilayah, analisis utama yang harus dikedepankan oleh pemerintah daerah adalah sejauh mana kontribusi suatu proyek dalam komunitas dan ekonomi lokal suatu wilayah. 2. Rumusan Masalah

Jaringannya pada suatu Daerah Irigasi bisa diterapkan? 3. Tujuan Penelitian

Bagaimana penerapan BCR dalam pekerjaan Pembangunan Bendung dan

dan jaringannya pada suatu Daerah Irigasi bisa terlaksana. 4. Studi Literatur

untuk mendata manfaat dan biaya dari pembangunan pekerjaan bendung

Metode Benefit Cost Ratio adalah salah satu metode yang sering digunakan dalam tahap-tahap evaluasi awal perencanaan investasi atau sebagai analisis tambahan dalam rangka menvalidasi hasil evaluasi yang telah dilakukan dengan metode lainnya. Di samping itu, metode ini sangat baik dilakukan dalam rangka mengevaluasi proyek-proyek untuk kepentingan umum (publik) yang berdampak langsung pada masyarakat banyak. Dampak yang dimaksud baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif (Giatman, 2005). Metode BCR ini memberikan penekanan terhadap nilai perbandingan antara aspek manfaat (benefit) yang akan diperoleh dengan aspek biaya dan kerugian yang akan ditanggung (cost) dengan adanya suatu nilai investasi. Adapun metode benefit cost ratio (BCR) ini adalah sebagai berikut :

Untuk mengetahui apakah suatu rencana investasi layak atau tidak layak setelah menggunakan metode ini adalah jika : BCR > 1 _ investasi layak (feasible) BCR < 1 _ investasi tidak layak (unfeasible) BCR = 0 _ investasi netral

Dalam analisis benefit cost ratio perhitungan manfaat serta biaya ini merupakan

satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Metode benefit cost rasio didefinisikan sebagai perbandingan (rasio) nilai ekivalen dari manfaat terhadap nilai ekivalen dan AW. Nama lain dari benefit cost ratio adalah rasio investasi secara umum, dari biaya-biaya dimana metode nilai ekivalen yang biasa digunakan adalah PW metode benefit cost rasio dapat membantu penggunanya dalam proses pengambilan keputusan, menambah alternatif atau pilihan dan mengurangi biaya dihitung dengan persamaan berikut : a. Konvesional (PW) alternatif yang tidak efektif. Berdasarkan definisinya, benefit cost rasio dapat

Dimana :

PW (0) = Nilai sekarang (PW) dari (0)

B I S

= Manfaat dari proyek yang diusulkan = Nilai sisa dari investasi

= Investasi awal dari proyek yang diusulkan = Biaya operasional dan perawatan dari proyek yang diusulkan

b. Termodifikasi (PW)

Q&M

c. Konvensional (AW)

Dimana : B

AW (0) = Nilai ekivalen tahunan (AW) dari (0) CR Q&M = Manfaat dari proyek yang diusulkan awal dikurangi nilai sisa) = Jumlah perolehan modal (nilai ekivalen tahunan dari investasi = Biaya operasi dan perawatan dai proyek yang diusulkan

d. Termodifikasi (AW)

5. Lingkup Pekerjaan Lingkup dari pekerjaan Pembangunan bendung dan jaringan irigasi ditinjau Segi Biaya

dari : 1.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan bendung dan jaringan irigasi sangatlah besar, adapun biaya biaya tersebut adalah sebagai berikut : Investasi awal a. c. f.

Biaya yang dikeluarkan pada tahap ini meliputi : b. d. e. Biaya Pembebasan Lahan Biaya Kajian Biaya Sosialisasi Biaya Perencanaan

Biaya Pembangunan Bendung lengkap dengan fasilitasnya

Biaya Pembangunan Bangunan Irigasi lengkap dengan irigasinya

Operasi a. c. b.

Biaya untuk Gaji Penjaga Bendung jaringan irigasi Peningkatan Sumber Daya

Biaya operasional untuk keperluan pengoperasian bendung dan Pelatihan, Bintek dan kursus lainnya Manusia dengan mengadakan 7

d. a. c. f. b. d. e. g.

Pemeliharaan

Biaya Sarana Penunjang Juru Perbaikan Pintu Bendung Pengerukan Sedimentasi Perbaikan Pintu Bangunan Sadap Peningkatan Sarana dan Prasarana Bangunan Bendung Peningkatan Sarana dan Prasarana Bangunan Irigasi Rehab Bangunan Bendung Rehab Bangunan Penunjang

2.

Segi Manfaat

Adapun manfaat dari dibangunnya bendung dan jaringan irigasi bagi masyarakat adalah sebagai berikut : ternak dan lain-lain Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air baku, dimana air dari saluran irigasi dapat dipergunakan sebagai sumber air baku, irigasi,

Bisa sebagai pengendali banjir bagi daerah-daerah disekitarnya, hal ini mengalami banjir akibat tidak tertampungnya air hujan yang turun; ataupun irigasi.

sangat berguna karena seringkali pada musim hujan daerah daerah Dapat bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya sebagai drainase Dapat dijadikan objek Wisata bagi masyarakat disekitarnya sehingga menambah penghasilan bagi masyarakat setempat. memancing ikan atau beternak ikan. Dapat bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya sebagai tempat

Daftar Pustaka
Dunn, William N. (2000). Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Giatman, M. (2005). Ekonomi Teknik. Jakarta: Pt. Raja Grafindo Persada. Universitas Gajah Mada.