TINJAUAN KLINIS

TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK

Pembimbing : dr. Riana Sari, Sp. P Diajukan Oleh : Ndarumas Vany K.N. J 500080011

IDENTITAS PASIEN
*Nama *Jenis kelamin *Umur *Alamat *Agama *Suku *Tanggal pemeriksaan *No. Register
: An. V
: perempuan : 8 bulan

: Karangmojo, Tasikmadu
: Islam : Jawa

: 22 Juni 2013
: 069XXX

ANAMNESIS
• Batuk dan pilek satu bulan yang tidak sembuh-sembuh.

Keluhan Utama

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang pertama kali ke poli anak tanggal 19 Juni 2012 diantar oleh ibunya dengan keluhan batuk dan pilek yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diberikan obat. Ibu pasien mengatakan bahwa anaknya sering batuk dan pilek yang kadang-kadang diobati sembuh tapi kemudian kambuhkambuhan lagi dan menetap sampai lama, bisa sampai berminggu-minggu.

Batuk tidak mengeluarkan dahak, tidak ada darah. Pasien kadangkadang panas selama batuk dan pilek tersebut. Selama sakit, nafsu makan pasien berkurang dan berat badan pasien menurun. Pasien tampak rewel.

Keluhan tambahan lainnya: sesak (-),muntah (-), diare (-). Menurut pengakuan ibu pasien tidak ada anggota keluarga lainnya yang mengalami batuk dan pilek seperti yang dialami pasien.

Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis tanggal 22 Juni 2013 di Poli Anak BBKPM Surakarta.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Disangkal : Riwayat sakit jantung Riwayat sakit paru Riwayat asma Riwayat kejang Riwayat alergi Riwayat diare Riwayat opname Diakui : Riwayat demam Riwayat batuk pilek .

RIWAYAT PRIBADI Riwayat kelahiran Riwayat gizi Riwayat imunisasi Riwayat pertumbuhan dan perkembangan Berdasarkan KMS berada pada garis normal tetapi saat sakit mengalami penurunan berat badan Lahir normal/spontan ASI hanya sampai berumur 3 bulan Imunisasi dasar. kecuali campak Cukup bulan .

Riwayat Keluarga • • • • • Riwayat sakit jantung Riwayat sakit paru Riwayat asma Riwayat atopi Riwayat sakit serupa : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal Riwayat kesehatan lingkungan • Di lingkungan tempat tinggal tidak ada yang menderita penyakit paru • Ayah pasien merokok • Udara dingin pada tempat tinggal pasien disangkal .

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Vital sign Compos Mentis (GCS 15 : E4 V5 M6) BB Gizi : 7 kg : Kurang Nadi Pernafasan Suhu : 145x/ menit : 40x/ menit : 38.6 oC .

OEDEM PALPEBRA (-/-).PEMERIKSAAN FISIK KULIT IKTERIK (-). EXOFTALMUS (-/-). DARAH (-/-). TELINGA DEFORMITAS (-/-). MULUT SIANOSIS (-). LIDAH TIFOID (-). BEKAS GARUKAN (-). TURGOR KULIT MENURUN (-). KEPALA BENTUK MESOCEPHAL. SIMETRIS. LEHER TRAKEA DI TENGAH. GUSI BERDARAH (-).7 MM. REFLEK CAHAYA (+/+) NORMAL. DARAH (-/-). STRABISMUS (-/-). PUCAT (-). PUPIL ISOKOR DENGAN DIAMETER (3/3) MM. MUDAH RONTOK (-). MATA KONJUNGTIVA ANEMIS (-/-). NYERI TEKAN (-). EKIMOSIS (-). SEKRET (-/-). DEFORMITAS (-). PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA (-/-). . SKLERA IKTERIK (-/-). KULIT HIPEREMIS (-). KERING (-). PAPIL LIDAH ATROPI (-). HIDUNG NAFAS CUPING HIDUNG (-). STOMATITIS (-). LUKA PADA SUDUT BIBIR (-). PURPURA (-). PEMBESARAN TIROID (-). ACNE (-). SEKRET (-/-). PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING (+) DIAMETER 0. KULIT KERING (-). HIPERPIGMENTASI (-). PETECHIAE (-). SIKATRIK BEKAS OPERASI (-). RAMBUT WARNA HITAM. LUKA (-).

. reguler. intensitas normal. bising (-).PEMERIKSAAN FISIK (cor) Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak Palpasi : Iktus kordis tidak kuat angkat Perkusi : Batas jantung kiri atas : SIC II linea parasternalis sinistra kiri bawah : SIC V 2 cm medial linea midclavicularis sinistra kanan atas : SIC II linea parasternalis dextra kanan bawah : SIC IV linea parasternalis dextra pinggang jantung : SIC II-III parasternalis sinistra Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni.

PEMERIKSAAN FISIK (pulmo) • INSPEKSI : KELAINAN BENTUK (-). PELEBARAN VENA SUPERFISIAL (-). SPIDER NEVI (-). SIMETRIS (+). RETRAKSI OTOT BANTU PERNAPASAN (-) • PALPASI - : FREMITUS DEPAN BELAKANG + + + + + + + + + + + + KETINGGALAN GERAK DEPAN BELAKANG . KETINGGALAN GERAK (-).

wheezing (-/-) . ronki (-/-).PEMERIKSAAN FISIK (pulmo) • Perkusi S S S : S S S S S S S S S S: sonor • Auskultasi : SDV (+/+).

pekak alih (-). hepar tidak teraba membesar.PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN Inspeksi : dinding perut // dinding dada. defans muskuler (-). pitting edema (-). pucat (-). undulasi (-) Palpasi : supel. lien tidak teraba membesar. deformitas (-) . eritema palmar (-). akral hangat (+). distended (-) Auskultasi : peristaltik (+) normal Perkusi : timpani. sikatrik (-). spoon nail (-). venektasi (-). nyeri tekan (-) EXTREMITAS SUPERIOR et INFERIOR Clubbing finger (-). sianosis (-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG Skoring TB Tes Mantoux Radiologi .

BTA Kavitas(+) BTA tidak Kontak dengan penderita BTA(+) (-)/ tidak tahu Uji tuberkulin Negatif - jelas Positif ≥ 10mm atau ≥5mm pada keadaan imunosupresan 3 Berat badan berdasarkan KMS - Bawah garis merah/ riwayat Klinis gizi buruk ( BB/U BB turun/ tidak naik dalam 2 < 60%) bulan berturut. infiltrat konsolidasi pembesaran lobar infiltrat (+) Total skor 6 .SKORING TB PARAMETER Kontak dengan penderita Tidak jelas 0 1 2 3 SKOR 0 Hanya laporan keluarga.turut 0 Demam tanpa sebab jelas Batuk Pembesaran kelenjar limfe koli. tidak nyeri Ada pembengkakan Infiltrat kelenjar segmental/ atelektasis - pembesaran Klasifikasi (+). inguinal Pembengkakan tulang/ sendi panggul Foto rontgen thorak normal/ tidak jelas < 3 minggu Normal/ tidak jelas ≥ 2 minggu ≥ 3 minggu - - 0 1 1 0 1 ≥ 1cm jumlah > 1. aksila.

TEST MANTOUX TANGGAL 19 JUNI 2013 Mantoux test 10mm .

pulmo corakan vesikuler kasar.Radiologi ( Rontgen Toraks PA ) 12 Juni 2013 Gambaran : Cor normal. .hilus sinistra menebal. infiltrat di paratrakeal. diafragma sinus normal. Kesan : proses spesifik.

Daftar Abnormalitas Anamnesis  Batuk dan pilek yang tidak sembuh sudah 1 bulan  Sering demam  Berat badan turun dalam 1 bulan  Nafsu makan kurang dan rewel B.7mm  Suhu 38. Pemeriksaan Penunjang  Skoring tb = 6  Mantoux tes positif 10mm  Foto rontgen thorax kesan proses spesifik .RESUME / DAFTAR MASALAH A. Daftar Abnormalitas Pemeriksaan Fisik  Pembesaran kelenjar getah bening sinistra diameter 0.6 ◦C C.

ASSESMENT TB PARU ANAK .

POMR (Problem Oriented Medical Record) Daftar masalah Assesment P Diagnosis P. Monitoring -batuk dan pilek 1 bulan Tb paru anak . Terapi P.Skoring TB -Mantoux tes -OAT INH 70 mg -Evaluasi Klinis -Evaluasi radiologi pada akhir -demam -nafsu makan turun -BB turun -Bilas lambung -PA -Serologi -Foto thorax Rifampisin 70mg Pyrazinamide 210mg -vit B6 -simtomatis: pengobatan paracetamol syr 3x1cth .

PROGNOSIS • AD VITAM • AD FUNGSIONAM • AD SANATIONAM : DUBIA AD BONAM : DUBIA AD BONAM : DUBIA AD BONAM .

TINJAUAN PUSTAKA TUBERKULOSIS ANAK Definisi • Tuberkulosis (TB) adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis Etiologi • Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Ada 2 macam mycobacteria yang menyebabkan penyakit tuberculosis yaitu tipe human ( berada dalam bercak ludah dan droplet ) dan tipe bovin yang berada dalam susu sapi .

penularan Droplet Infection .

PATOGNESIS .

.

.

• anoreksia • berat badan menurun menjadi semakin kurus. Gejala sistemik • demam • malaise • keringat malam. .MANIFESTASI KLINIS Gejala respiratori • batuk lebih dari 2 minggu • batuk bercampur darah • bisa juga nyeri dada dan sesak napas.

MASA DI ABDOMEN DAN SEBAGAINYA. .GEJALA UMUM • BERAT BADAN MENURUN BERTURUT-TURUT SELAMA 3 BULAN TANPA SEBAB JELAS ATAU TIDAK NAIK SELAMA 1 BULAN MESKIPUN DENGAN INTERVENSI GIZI • ANOREKSIA DAN GAGAL TUMBUH (FAILURE TO THRIVE) • DEMAM LAMA/BERULANG TANPA SEBAB JELAS • PEMBESARAN KGB SUPERFISIAL SEPERTI: KGB LEHER. INGUINAL DAN SEBAGAINYA • GEJALA SALURAN NAPAS SEPERTI BATUK LAMA LEBIH DARI 30 HARI • GEJALA GI TRACT SEPERTI DIARE LAMA/BERULANG.

COCCITIS. ENSEFALITIS TB • TB MATA: KONJUNGTIFITIS FLIKTENUARIS.GEJALA SPESIFIK • TB KULIT (SCROFULODERMA) • TB TULANG SEPERTI: GIBBUS (SPONDILITIS). TUBERCLE CHOROID • DAN LAIN-LAIN . BENGKAK • TB OTAK DAN SYARAF: MENINGITIS TB. PINCANG.

biopsi Sistem Scoring TB ANAK . bilasan lambung.DIAGNOSIS PASTI PP IDAI Ditemukannya basil TB dari bahan yang diambil dari pasien misalnya sputum.

DIAGNOSIS Anamnesis Pemeriksaan Fisik SYSTEM SCORING Pemeriksaan Penunjang .

SYSTEM SCORING TB .

Anak didiagnosis TB jika jumlah skor ≥6.Diagnosis dengan sistem skoring ditegakkan oleh dokter. kulit). kalsifikasi dengan infiltrat. Jika dijumpai Skrofuloderma (TB pada kelenjar dan langsung didiagnosis tuberkulosis. pasien dapat Berat badan dinilai saat pasien datang. evaluasi lebih Gambaran sugestif TB berupa: pembesaran kelenjar hilus atau paratrakeal dengan atau tanpa infiltrat. (skor maksimal 13) Pasien usia balita yang mendapat skor 5. konsolidasi segmental/lobar: milier. Demam dan batuk tidak respons terhadap terapi Foto toraks bukan alat diagnostik utama pada TB anak Semua anak dengan reaksi cepat BCG harus dievaluasi dengan sistem skoring TB anak. atelektasis. tuberkuloma . dirujuk ke RS untuk lanjut.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Uji Tuberculin Radiologis Mikrobiologis .

. BUKAN HIPEREMI ATAU ERITEMANYA. PENYUNTIKKAN 0. SECARA INTRAKUTAN DI BAGIAN VOLAR LENGAN BAWAH.UJI TUBERKULIN 1.1 ML PPD (PURIFIED PROTEIN DERIVATIVE) RT-232TU ATAU PPD S 5TU. 2. PENGUKURAN  INDURASI YANG TIMBUL. PEMBACAAN  48-72 JAM SETELAH PENYUNTIKAN. 3.

DESTROYED LUNG DAN LAIN-LAIN. ATELEKTASIS. .PEMERIKSAAN RADIOLOGI • GAMBARAN X-FOTO DADA PADA TB PARU TIDAK KHAS • PALING MUNGKIN KALAU DITEMUKAN PEMBESARAN KELENJAR HILUS DAN KELENJAR PARATRAKEAL • FOTO LAIN: MILIER. KONSOLIDASI. KAVITAS. BRONKIEKTASIS. KALSIFIKASI. EFUSI PLEURA. INFILTRAT.

PENATALAKSANAAN .

.PENATALAKSANAAN Kategori Anak (2RHZ/ 4RH) •TAHAP INTENSIF SELAMA 2 BULAN DIBERIKAN INH (H). PIRAZINAMID (Z) MASING-MASING TIAP HARI. RIFAMPICIN (R). •TAHAP LANJUTAN SELAMA 4 BULAN DIBERIKAN INH (H) DAN RIFAMPICIN (R) MASING-MASING TIAP HARI.

dosis maksimal 1 250 mg/hari Streptomisin: 15–40 mg/kgBB/hari. dosis maksimal 300 mg/hari Rifampisin: 10-20 mg/kgBB/hari.DOSIS INH: 5-15 mg/kgBB/hari. dosis maksimal 1 000 mg/hari . dosis maksimal 2 000 mg/hari Etambutol: 15-20 mg/kgBB/hari. dosis maksimal 600 mg/hari Pirazinamid: 15-30 mg/kgBB/hari.

disesuaikan dengan dosis dewasa  Obat harus diberikan secara utuh. .Dosis KDT (R75/H50/Z150 dan R75/H50) pada anak 2 BULAN TIAP HARI RHZ (75/50/150) 1 tablet 2 tablet 3 tablet 4 tablet 4 BULAN TIAP HARI RH (75/50) 1 tablet 2 tablet 3 tablet 4 tablet BERAT BADAN (KG) 5-9 10-14 15-19 20-32 Keterangan:  Bayi dengan berat badan kurang dari 5 kg dirujuk ke rumah sakit  Anak dengan BB ≥ 33 kg . tidak boleh dibelah  OAT KDT dapat diberikan dengan cara: ditelan secara utuh atau digerus sesaat sebelum diminum.

KOMPLIKASI Pada anak komplikasi biasanya terjadi pada 5 tahun pertama setelah infeksi terutama 1 tahun pertama. . Penyebaran limfohematogen menjadi TB milier atau meningitis TB atau efusi pleura biasanya terjadi 3-6 bulan setelah infeksi primer. dan TB ginjal dan kulit terbanyak setelah 5 tahun dari infeksi primer. TB tulang dan sendi terbanyak terjadi dalam 3 tahun pertama.

PENCEGAHAN •VAKSIN BCG •KEMOPROFILAKSIS .

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful