Anda di halaman 1dari 2

Kanker Nasofaring atau yang lebih dikenal dengan kanker THT ini adalah jenis kanker yang tumbuh

di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Penyebab kanker Nasofaring belum jelas, namun penyebab kanker ini dapat berkembang ke bagian mata, telinga, kelenjar leher dan otak. Resiko terkena penyakit kanker nasofaring yaitu orang yang banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, makanan dan minuman yang panas atau bersifat panas dan merangsang selaput lendir, seperti yang mengandung alkohol. Selain itu bisa juga terjadi karena sering menghisap asap rokok, asap minyak tanah, asap kayu bakar, asap obat nyamuk atau asap candu. Begitu juga sering menghisap udara yang penuh asap Limfoma malignum atau istilah medisnya Non Hodgkin Lymphoma (NHL), adalah kanker ganas yang terdiri atas sel darah putih ganas yang menyebabkan pembengkakan menyeluruh kelenjar getah bening disekujur tubuh : leher, ketiak, lipat paha, mesenterium/jaringan lemak perut, para cardial dikanan-kiri jantung, dst. Kenapa kelenjar getah bening membengkak? Kelenjar getah bening ibarat pabrik yang membuat sel-sel darah putih. Dari germinal center akan terbentuk sel limfosit muda yang disebut limfoblast, makin matang bergerak ketepi menjadi limfosit matur. Limfosit ada yang T-limfosit ada B-limfosit. T-limfosit akan sekolah dulu di kelenjar thymus, untuk mengenali segala sesuatu tentang cara melawan bakteri, kuman, virus, jamur, dll yang memasuki tubuh kita. Sedangkan B-limfosit akan khusus menangani hal/kejadian berkaitan dengan imunitas. Limfoit-B berasal dari imunoblast yang kemudian akan berkembang menjadi sel plasma. Dalam keadaan normal sel-sel darah: sel darah merah, sel darah putih dan trombosit akan berkembang dari muda/imatur menjadi matang/matur didalam sumsum tulang. Begitu sel darah menjadi matur, akan segera keluar dari sumsum tulang dan ikut aliran darah keseluruh tubuh. Jadi bila ditemukan sel-sel darah imatur, yang masih muda dan belum matang didalam aliran darah tepi, maka hal ini dikatagorikan abnormal/patologis dan patut dilacak lebih jauh.. Apabila sel darah putih imatur (limfoblast) tidak berkembang menjadi sel darah putih matur, berarti maturasi sel darah putih terhenti sampai disana (maturation arrest), dan tidak akan pernah menjadi matur. Maka limfoblast seperti ini akan bersifat ganas, dan sel-sel ganas akan membelah diri tidak terkendali sehingga mendominasi populasi sel darah didalam tubuh kita. Keseimbangan populasi antara sel darah merah, sel darah putih dan trombosit menjadi terganggu. Inilah awal terjadinya kanker sel darah Dampak dari proliferasi sel darah putih yang tidak terkendali, sel darah merah akan terdesak, jumlah sel eritrosit menurun dibawah normal yang disebut anemia. Selain itu populasi limfoblast yang sangat tinggi juga akan menekan jumlah sel trombosit dibawah normal yang disebut trombopenia. Bila kedua keadaan terjadi bersamaan, hal itu akan disebut bisitopenia yang menjadi salah satu tanda kanker darah Secara kasat mata penderita tampak pucat, badan seringkali hangat dan merasa lemah tidak berdaya, selera makan hilang, berat badan menurun disertai pembengkakan seluruh kelenjar getah bening : leher, ketiak, lipat paha, dll.

Penyebabnya apa? Umumnya pada penyakit kanker hampir selalu disertai oleh susunan dan jumlah khromosom yang tidak normal. Kelainan khromosom pada limfoma dapat disebabkan oleh : infeksi virus EBV (Epstein-Barr Virus) dan bahan kimia dari pollutant, makanan dan minuman. Paparan bahan kimia pada saat ini agak sulit untuk dihindari, karena berkaitan dengan life style atau gaya hidup modern saat ini. Jadi industrialisasi dan modernisasi ibarat pisau bermata dua : satu sisi menguntungkan/mempermudah hidup dan satu sisi lainnya merugikan yaitu munculnya berbagai kanker yang sampai saat ini masih sulit ditanggulangi.. Kemajuan teknologi akan membawa serta dampak negatif bagi seluruh isi planet dunia dimana kita hidup, tidak terbatas pada manusia tetapi juga tanaman dan binatang.. So, think twice and be wise in applying technology And last but not least, pikiran yang tidak tenang/stressful, kemarahan yang meledak-ledak, kesedihan yang teramat dalam, dengki dan irihati semua itu akan memicu secara tidak langsung terjadinya kanker melalui neurotransmitter yang dikeluarkan pada setiap prilaku yang negatif tersebut..

Definisi kanker nasofaring Sebenarnya apa kanker nasofaring itu? Kanker nasofaring adalah kanker yang berasal dari sel epitel nasofaring yang berada di rongga belakang hidung dan di belakang langit-langit rongga mulut. Letaknya yang berdekatan, membuat penyebarannya menjadi mudah terjadi pada bagian mata, telinga, kelenjar leher dan otak. Penyebab kanker nasofaring sebenarnya multifaktor. Tidak hanya rokok, bahan makanan yang menggunakan pengawet maupun rumah dan tempat kerja yang dipenuhi asap beresiko menimbulkan kanker. "Virus Epstein barr, faktor genetik, faktor lingkungan maupun perilaku diet yang tidak tepat, juga bisa mempengaruhi terjadinya kanker nasofaring," beber Linda. Telinga berdengung dan terasa penuh pada satu sisi tanpa disertai rasa sakit sampai dengan pendengaran berkurang bisa jadi merupakan gejala dini kanker nasofaring. Gejala dini lainnya bisa berupa mimisan pada hidung yang terus berulang, ingus bercampur darah, hidung tersumbat terus-menerus dan pilek pada satu sisi saja. Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara memeriksaakan diri ke dokter bila mengalami keluhan pada telinga dan hidung. Untuk gejala lanjut dapat diketahui dari kelenjar getah bening leher yang membesar, nyeri dan sakit kepala, kemudian pada mata terjadi penglihatan ganda, juling dan kelopak mata menutup pada sisi yang terkena. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menciptakan pola hidup dan lingkungan yang sehat, mengurangi konsumsi makan yang memakai pengawet, dan menghindari polusi udara dan tentunya hindari mengkonsumsi rokok. Bagi yang sudah terlanjur mengidap kanker nasofaring dapat melakukan terapi maupun penyinaran, tergantung pada stadium. "Untuk stadium satu hanya diberikan terapi radiasi saja, sedangkan untuk stadium lebih tinggi di perlukan kombinasi radiasi dan kemoterapi," jelas Linda.