Anda di halaman 1dari 25

HEPATITIS B PADA ANAK DAN PENCEGAHANNYA

Pembimbing: dr. Yahya G. Lubis, Sp.A

Disusun Oleh: Widya Trianita

DEFINIS

Hepatitis B (HBV) proses peradangan yang mengenai sel-sel hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB).

EPIDEMIOLOGI

Risiko penularan adalah paling besar jika ibu juga HBeAg positif HBV : konsentrasi tinggi dalam darah, serum, air liur dan eksudat serosa, Masa inkubasi: 45-160 hari

ETIOLOGI HBV: famili hepadnavirus Diameter 42-nm, HBV mempunyai genom DNA sirkuler, sebagian helai ganda tersusun sekitar 3.200 nukleotid. Replikasi HBV terjadi terutama dalam hati

A. Virion dan filamen HBsAg B partikel HBsAg 20nm

PATOGENESIS

CARA PENULARAN
Parenteral Non-parenteral

MANIFESTASI KLINIS
asimtomatik merasa tidak enak badan, anoreksia, dan nausea, panas badan ringan, nyeri diabdomen kanan atas warna urin bertambah gelap dan warna tinja menjadi pucat artritis atau lesi kulit, Pemeriksaan fisik:kulit dan membrana mukosa tampak ikterik, hepatomegali, splenomegali dan limfadenopati.

LABORATORIUM
Pemeriksaan

Fungsi Hati Serologis: HBsAg HBcAg HBeAg HDV

Test HBsAg anti-HBc anti-HBs HBsAg anti-HBc anti-HBs HBsAg anti-HBc anti-HBs HBsAg anti-HBc IgM anti-HBc anti-HBs HBsAg anti-HBc IgM anti-HBc anti-HBs HBsAg anti-HBc anti-HBs negative negative negative negative positive positive negative negative positive positive positive positive negative positive positive negative negative negative positive negative Rentan terhadap infeksi

Terbentuk natural imun karena pernah terinfeksi Imun karen vaksinasi

Infeksi akut

Infeksi kronis

1. 2. 3. 4.

Resolus Anti HBc positif palsu low level infeksi kronik Sembuh dari infeksi akut

DIAGNOSIS Diagnosis hepatitis B ditegakkan dari gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan serologis: HBsAg HBeAg Antibodi IgM untuk HBcAg (IgM anti-HBcAg) anti-HBsAg dan anti-HBcAg

DIAGNOSIS BANDING
Bervariasi menurut umur. Ikterus fisiologis Penyakit hemolitik sindrom hemolitik-uremik Leptospirosis brusellosis Batu empedu Obat-obatan

KOMPLIKASI Hepatitis fulminan akut hepatitis kronis sirosis dan karsinoma hepatoseluler primer Glomerulonefritis membranosa

PENCEGAHAN
Imunisasi aktif Imunisasi pasif Pencegahan

JADWAL IMUNISASI

PENATALAKSANAAN

Tirah baring Diit Obat anti virus Interferon Lamivudin

PROGNOSIS Prognosis pengidap kronik HBsAg sangat tergantung dari kelainan histologis yang didapatkan pada jaringan hati 40% pengidap infeksi HBV kronik sirosis atau karsinoma hepatoseluler HBsAg negatif 1% dari pengidap kronik

KESIMPULAN Hepatitis B (HBV) adalah suatu proses nekroinflamatorik yang mengenai sel-sel hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Risiko penularan adalah paling besar jika ibu juga HBeAg positif; 70-90% dari bayinya menjadi terinfeksi secara kronis bila tidak diobati. Diagnosis hepatitis B ditegakkan dari gejala klinis, pemeriksaan fisisk, dan pemeriksaan penunjang pencegahan penyakit ini untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. pengelolaan penderita hepatitis virus B dengan tirah baring, diit, dan obat anti virus

DAFTAR PUSTAKA

Ranuh IGN, dkk. Hepatitis B. Dalam: Pedoman Imunisasi Di Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Satgas Imunisasi-Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2008.Hal: 13541. Behrman R, Kliegman R, Jenson H. Hepatitis B. Dalam: Nelson, Ilmu Kesehatan Anak. Edisi 17. Jakarta: EGC. 2004. Hal: 1327-32. CDC. A Comprehensive Immunization Strategy to Eliminate Transmission of Hepatitis B Virus Infection in the United States. Available At URL: www.cdc.gov/mmwr/pdf/rr/rr5416.pdf. Accessed On June 8,2010. Markum, A.H.. Hepatitis virus B. Dalam: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak,. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2005. Hal 523-27. Price SA, Wilson LM. Hepatitis Virus. Dalam: Patofisilogi Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Edisi Enam. Volume 1. Jakarta: EGC. 2006. Hal: 485-93. Hay W, Levin M, Sondheimer J, Deterding R. Hepatitis B. Dalam: Current Diagnosis & Teratment. Edisi 9. Jakarta: EGC. 2006. Hal: 621-629. Hepatitis B Information for Health Professionals. Available At URL: http://www.cdc.gov/hepatitis/HBV/HBVfaq.htm#. Accessed on June 8, 2010. Recommendation for Screening, Monitoring, and Referral of Pediatric Chronic Hepatitis B. Available at URL: http://hepb.org/pdf/HBF_PedsPaper_Nov%202009.pdf. Accessed on June 8, 2010.

Wajib: Imunisasi Hepatitis B pada Anak.Available at URL: http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/01/09/imunisasiwajib-imunisasi-hepatitis-b-pada-anak/. Accessed on June 8,2010. Vaccines To Prevent Hepatitis A And Hepatitis B. Available from URL: http://www.cdc.gov/idu/hepatitis/vaccines.pdf. Accessed June 8, 2010. Jadwal Imunisasi. Available From URL: http://id.wikipedia.org/wiki/Jadwal_imunisasi. Accessed June 8, 2010. Behrman R, Kliegman R, Jenson H. Imunisasi. Dalam: Nelson, Ilmu Kesehatan Anak. Edisi 17. Jakarta: EGC. 2004. Hal: 236-243. Hardjosaputra P, Purwanto L, Kemalasari T, Kunardi L. Data Obat di Indonesia. Edisi kesebelas. Jakarta: PT. Muliapurna Jayaterbit. 2008. Hal: 806. Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. 2009 dan Terapeutik FKUI. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. 2009