Anda di halaman 1dari 14

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM : PENYEDIAAN SARANA KHUSUS UNTUK ORANG LANJUT USIA (LANSIA), ORANG CACAT, IBU HAMIL, DAN ANAK DIBAWAH UMUR PADA KAPAL PENUMPANG PT PELNI. BIDANG KEGIATAN : PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA GAGASAN TERTULIS (PKM-GT)

Diusulkan Oleh : AHZAR D 311 09 253 (Angkatan 2009)

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

HALAMAN PENGESAHAN

1.Judul

: Penyediaan Sarana Khusus Untuk Orang Lanjut Usia (Lansia), Orang Cacat, Ibu Hamil, Dan Anak Dibawah Umur Pada Kapal Penumpang PT Pelni.

2. Bidang Kegiatan 3. Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM c. Jurusan d. Universitas e. Alamat dan No.Hp f. Alamat email 4. Anggota Penulis 5. Dosen Pendamping a. Nama lengkap b. NIDN

: PKM- GT

:AHZAR : D 311 09 253 : Teknik Perkapalan : Universitas Hasanuddin : Jalan Sejati UNHAS / 082344151175 : ahzarnaval@yahoo.co.id : 1 orang

: Sabaruddin Rahman, ST.MT, : 19760719 200112 1 001

Makassar, 28 Mei 2013 Menyetujui, Ketua Jurusan Pelaksana Kegiatan

Daeng Paroka, ST.MT.PhD NIP. 197201181998921991

Ahzar NIM. D 311 09 253

Pembantu Rektor III Unhas

Dosen Pembimbing

Ir. Nasaruddin Salam, MT NIP. 19591220 1986011 001

Sabaruddin Rahman, ST.MT, NIM. 19760719 200112 1 001

KATA PENGANTAR

ALHAMDULILLAH,.. Puji syukur kami panjatkan ke hadirat ALLAH SWT. yang telah memberikan rahmat dan berkahNya kepada kami sehingga Program Kreativitas Mahasiswa dengan judul Penyediaan Sarana Khusus untuk Orang Lanjut usia (Lansia), orang Cacat, Ibu Hamil dan Anak dibawah umur Pada Kapal Penumpang PT.PELNI dapat diwujudkan. Tak lupa juga Shalawat serta Salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Yang telah menghancurkan zaman jahiliyah dan membawa manusia ke zaman yang terang benderang.

Seperti kita ketahui bersama bahwa pengguna jasa pelayaran di Indonesia terdiri dari berbagai macam usia. Kondisi Masyarakat Indonesia yang majemuk, menjadi suatu keunikan sendiri bagi kondisi pelayaran di Indonesia. Serta Kondisi Masyarakat pengguna jasa pelayaran mulai dari orang lanjut usia,orang cacat,ibu hamil,dan anak dibwaha umur perlu mendapat perhatian khusus dari operator Perusahaan Pelayaran, dalam hal ini PT.PELNI selaku operator Pelayaran yang terkenal di Indonesia.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam gagasan sederhana ini, namun terlepas dari itu, semoga gagasan tertulis ini dapat bermanfaat untuk para pelaku Perusahaan Pelayaran dalam melayani pengguna jasa pelayaran agar tercipta kenyamanan dan keselamatan selama pelayaran.

Sekian dari penulis, semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua, terima kasih Wassalam.

Penulis Makassar, Mei 2013

DAFTAR ISI
Halaman pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi Ringkasan 2 3 4 5 6 8 11 12

Pendahuluan 5 Gagasan Kesimpulan Daftar Pustaka Biodata

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kondisi Penumpang 1 Gambar 2. Kondisi Penumpang 2 Gambar 3. Kondisi Penumpang 3 5 6 6

RINGKASAN

Di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan, sebagian besar jasa angkutannya di dominasi oleh angkutan perairan. Berbagai perusahaan pelayaran pun mulai bermunculan seiring bertambahnya kebutuhan dan minat masyarakat terhadap angkutan pelayaran. Dalam Hal ini PT.PELNI (Pelayaran Indonesia) sebagai perusahaan pelayaran milik negara memegang peranan penting dalam angkutan pelayaran di Indonesia. Dengan banyaknya masyarakat yang memilih menggunakan angkutan pelayaran sebagai

transportasi yang utama, maka perusahaan pelayaran dalam hal ini PT.PELNI sudah semestinya memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang hingga sampai di tempat tujuannya. Tidak Seimbangnya jumlah penumpang dan kapal yang tersedia, sering kali membuat membludaknya penumpang pada kapal PELNI. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan bahkan dapat mengancam keselamatan penumpang selama pelayaran. Apalagi bila terdapat penumpang lanjut usia,orang cacat, ibu hamil dan anak di bawah umur, dapat mengganggu penumpang lain, sehingga dibutuhkan sarana khusus untuk menunjang para lansia,orang cacat, dan ibu hamil serta anak dibwaha umur. Untuk itu, perhatian dari operator perusahaan pelayaran sangat dibutuhkan terhadap penumpang terutama untuk penumpang penumpang khusus seperti para lansia, orang cacat, ibu hamil, serta anak di bawah umur. Perhatian tersebut dapat berupa akses khusus ke atas kapal, pelayanan tempat khusus selama pelayaran, dan pelayanan lain yang menunjang sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan pelayaran.

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih menggunakan angkutan pelayaran sebagai transportasi yang utama, maka perusahaan pelayaran dalam hal ini PT.PELNI sudah semestinya memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang hingga sampai di tempat tujuannya. Berbagai masalah yang akhir-akhir ini terjadi menyangkut keselamatan dan kenyamanan penumpang selama pelayaran antara lain : jumlah penumpang yang melebihi kapasitas muatan, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan karena banyak penumpang yang tidak mendapatkan fasilitas seperti tempat tidur dan tempat barang, juga masalah seperti banyak penumpang yang tidak disiplin sehingga mengganggu penumpang yang lainnya, serta masalah-masalah teknis dan non teknis yang mengganggu keselamatan dan kenyamanan penumpang selama pelayaran. Keberadaan penumpang-penumpang khusus seperti penumpang lanjut usia, orang cacat, ibu hamil, dan anak-anak dibawah umur perlu mendapat perhatian khusus dari pihak penyedia jasa pelayaran agar tidak mengganggu kenyamanan selama pelayaran, baik untuk penumpang lain, maupun untuk kru kapal lainnya. Penyediaan sarana khusus untuk penumpang-penumpang khusus tersebut sangat diharapkan seperti akses khusus untuk penyandang cacat, tempat tidur dan sarana lainnya untuk lansia, ibu hamil serta anak dibawah umur. Seringkali kita temukan kasus seperti pingsannya beberapa penumpang akibat berdesak-desakkan, penumpang kapal yang melebihi kapasitas menyebabkan penumpang menempati tempat-tempat yang tidak semestinya seperti di depan WC, di lorong kapal, di bawah tangga, bahkan di dekat tempat sampah. Kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pelayaran, apalagi bila kondisi tersebut harus dialami oleh penumpangpenumpang khusus tersebut, bisa menyebabkan terkenanya penyakit bagi anak-anak di bawah umur, bisa bahaya bagi ibu hamil, dan terganggunya penumpang lain. Oleh karena itu penyediaan sarana khusus sangat diharapkan agar tercipta kenyamanan dan keselamatan pelayaran.

Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan gagasan tertulis ini antara lain : 1. Menciptakan keselamatan dan kenyamanan pelayaran baik untuk penumpang maupun kru kapal. 2. Memberikan gagasan atau ide dalam peningkatan pelayanan PT.PELNI terhadap penumpang khususnya para lansia, penyandang cacat, ibu hamil dan anak dibawah umur. 3. Membantu para pelaku usaha pelayaran, agar memperhatikan hak hak para penumpang khususnya para lansia, orang cacat, ibu hamil, dan anak dibawah umur yang mempunyai keterbatasan. 4. Penyediaan Sarana Khusus untuk penumpang lansia,penyandang cacat, ibu hamil, dan anak dibawah umur.

Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan gagasan ini yaitu : 1. Untuk penulis, memberikan sebuah ide baru dalam pelayanan penumpang bagi perusahaan pelayaran khususnya untuk penumpang yang memiliki keterbatasan (lansia, penyandang cacat,ibu hamil, dan anak dibawah umur) 2. Bermanfaat untuk para penumpang terutama penumpang khusus seperti para Lansia, penyandang cacat,ibu hamil, dan anak dibawah umur agar dapat menikmati pelayanan yang diberikan sehingga dapat tercipta kenyamanan dan keselamatan pelayaran 3. Bagi perusahaan pelayaran dalam hal ini PT.PELNI, dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat menyediakan sarana khusus yang menunjang untuk penumpang lansia, penyandang cacat, ibu hamil, dan anak dibawah umur.

GAGASAN

Kondisi Terkini
Dewasa ini dengan semakin bertambahnya petumbuhan penduduk, maka semakin bertambah pula kebutuhan akan transportasi. Indonesia sebagai Negara kepulauan lebih mengandalkan transportasi laut sebagai sarana penghubung dari satu pulau ke pulau lain. Hal ini disebabkan karena biaya yang dikeluarkan untuk tiket kapal relative lebih murah, disbanding dengan tiket pesawat, sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan, terutama masyarakat ekonomi bawah. Salah satu operator pelayaran di Indonesia yaitu PT.PELNI adalah perusahaan pelayaran dengan armada kapal terbanyak. Pelni lebih menekankan jasanya kepada pelayanan kapal penumpang yang disertai dengan bagasi barang untuk keperluan ekspedisi. Saat ini Pelni sudah memiliki armada kapal sebanyak 25 buah, ditambah 3 kapal sebagai armada cadangan. Jumlah ini masih belum seimbang bila dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 255 juta orang. Dengan kondisi yang tidak seimbang tersebut, maka tidak jarang terjadi membludaknya penumpang bahkan melebihi kapasitas muat (overcapacity). Hal ini tidak saja mengganggu kenyamanan penumpang, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan para penumpang. Menurut Undang Undang RI. No.17 Tahun 2008, pasal 1 ayat 1, pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim. Dari Undang-undang tersebut jelas bahwa, keselamatan adalah hal yang utama dalam pelayaran.

Masalah Utama Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang


Menurut Undang-Undang No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran ,Bab IV,pasal 42: Perusahaan angkutan di perairan wajib memberikan fasilitas khusus dan kemudahan bagi penyandang cacat,wanita hamil, anak dibawah usia 5 tahun, orang sakit, dan orang lanjut usia. Namun hal ini kurang mendapat perhatian serius dari crew kapal PT.PELNI, baik itu nakhoda maupun awak kapal lainnya. Membludaknya penumpang dari kapasitas muat menjadi salah satu alasan yang rasional apabila kita melihat banyaknya

penumpang yang tidur di lorong-lorong kapal, di depan pintu-pintu, dan tempat lain yang tidak semestinya ditempati, yang dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan penumpang selama pelayaran. Selain dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain, kondisi seperti ini dapat juga mengganggu anggota crew yang lain, seperti ABK yang akan membersihkan ruangan kapal, crew kapal yang akan memeriksa tiket, dan teknisi lainnya. Hal seperti ini perlu mendapat perhatian serius dari crew PT.PELNI selaku badan hukum yang mestinya menerapkan aturan-aturan yang berlaku agar hal-hal yang dapat mengganggu penumpang selama pelayaran tidak terjadi. Bahaya yang dapat terjadi antara lain anak di bawah umur dapat dengan mudah terserang penyakit apabila harus tidur di dekat wc, tempat sampah, atau lantai kapal tanpa adanya tempat khusus, ibu-ibu hamil dapat terganggu dengan keadaannya apabila harus menempati lorong-lorong kapal, begitu pula dengan para penyandang cacat akan kesulitan dalam mengantri makanan, dan juga dapat mengganggu penumpang yang lain apabila tidak diberikan tempat yang khusus, serta para lansia yang mempunyai keterbatasan dalam bergerak sehingga akan kesulitan dan menyulitkan.

Gambar 1

Gambar di atas merupakan potret Kapal penumpang milik PT Pelni, KM Kelimutu dengan kapasitas 1.500 penumpang, mengangkut 3000 lebih penumpang tujuan Ambon. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Penumpang meluber hingga ke koridor kapal. Tampak Anak-anak dibawah umur dan Lansia tidak mendapat

fasilitas yang layak sebagai akibat dari membludaknya penumpang.

Umumnya mereka

adalah penumpang kelas ekonomi. Setiap tahunnya lonjakan penumpang terus bertambah, saatnya pemerintah memperhatikan sarana tranportasi yang merakyat ini, agar lebih manusiawi.

Gambar 2

Gambar 3

Beberapa gambar lain juga menunjukkan beberapa penumpang yang memiliki anak dibawah umur tampak tidur di bawah tangga dan pintu keluar-masuk, sehingga dapat beresiko terinjaknya sang anak oleh penumpang lain atau dapat tertimpa barang bawaan yang berlalu lalang di atas kapal. Selain itu kondisi berdesak-desakkan dalam kapal dapat berakibat fatal bagi para orang tua dan orang cacat, bisa berakibat pingsan atau terjepit sehingga membahayakan keselamatan.

Solusi Yang Ditawarkan


Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan di atas antara lain : 1. Perusahaan pelayaran dapat menyediakan sarana khusus seperti akses khusus atau jalur khusus di tangga kapal untuk para lansia dan penyandang cacat serta ibu hamil dan anak dibawah umur agar tidak lagi berdesak-desakkan dengan penumpang lain ataupun buruh pelabuhan yang membawa barang berat, sehingga tidak mengganggu keluar masuknya pelabuhan dan dapat menjaga keselamatan penumpang terutama penumpang khusus tersebut. 2. Dapat tersedianya ruangan atau kabin khusus untuk penumpang lanjut usia, anak dibawah umur, ibu hamil, dan penyandang cacat, sehingga tidak perlu lagi tidur d lorong-lorong kapal, atau tempat-tempat lain di kapal yang tidak layak atau bukan diperuntukkan untuk penumpang. Agar dapat menjaga keselamatan ibu hamil dan anaknya, mencegah terserangnya penyakit untuk anak dibawah umur, dan memberikan tempat yang nyaman untuk para lansia dan penyandang cacat, agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. 3. Para kru kapal harus lebih memahami aturan aturan tentang pelayaran terutama yang berhubungan dengan keselamatan penumpang, agar dapat mensosialisasikan kepada para penumpang akan hak-hak penumpang selama pelayaran.

Langkah-Langkah Strategis Yang Dilakukan Dalam Pencapaian


Langkah strategis yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan adalah

mengemukakan gagasan kepada Para Perusahaan Pelayaran khususnya PT.PELNI untuk kemudian di tinjau dan segera menyadari bahwa betapa penting keselamatan penumpang selama pelayaran. Dan sesegera mungkin dapat menyediakan sarana dan peningkatan pelayanan khususnya untuk para penumpang Lansia, penyandang cacat, ibu hamil, dan anak dibawah umur, seperti yang tertuang dalam UU.No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran ,Bab IV,pasal 42. Sosialisasi juga harus diberikan kepada penumpang, agar para penumpang dapat memahami hak-hak mereka dan hak-hak penumpang lainnya selama pelayaran, sehingga tidak ada hal-hal yang terjadi antar sesame penumpang selama pelayaran demi terciptanay keselamatan dan kenyamanan pelayaran.

KESIMPULAN

GAGASAN YANG DIAJUKAN Penyediaan sarana khusus untuk penumpang lansia, penyandang cacat, ibu hamil, dan anak dibawah umur pada kapal PELNI demi terciptanya kenyamanan dan keselamatan pelayaran yang merupakan hak bagi seluruh penumpang. Beberapa langkah yang harus ditempuh untuk pencapaian tersebut antara lain : 1. Mengemukakan gagasan kepada para pengusaha pelayaran tentang penyediaan sarana dan pelayanan khusus untuk penumpang lansia, penyandang cacat, ibu hamil, dan anak dibawah umur sesuai dengan UU.No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran ,Bab IV,pasal 42 2. Sosialisasi kepada kru kapal tentang masih banyaknya hak-hak penumpang yang terabaikan. Terutama hak khusus yang mesti diberikan kepada penumpang lansia, penyandang cacat, ibu hamil, dan anak dibawah umur. 3. Sosialisasi kepada Penumpang tentang hak-hak yang mesti mereka terima selama pelayaran.

Langkah langkah tersebut diharapkan mampu menunjang tercapainya pencapaian gagasan yang telah dikemukakan antara lain untuk realisasi penyediaan sarana dan pelayanan khusus kepada penumpang lansia, penyandang cacat, ibu hamil, dan anak dibawah umur agar dapat tercipta kenyamanan dan keselamatan pelayaran khususnya untuk para penumpang dan seluruh kru kapal.

DAFTAR PUSTAKA Undang Undang No.17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia Pedoman Khusus Keselamatan Dan Keamanan Pelayaran oleh Capt. Hengky Supit.2009 Syamsuddin,M, 2004,Jurnal:Perlindungan Hukum Konsumen Penumpang Laut Yogyakarta

http://www.slideshare.net/BpNafri/keselamatan-pelayaran

http://id.wikisource.org/wiki/Kitab UndangUndang_Hukum_Dagang/Buku_Kedua/Bab_III

http://pelayaran.net/tag/tugas-nahkoda-kapal/

BIODATA PENULIS

Nama Lengkap

:AHZAR

Tempat Tanggal lahir : Bau-Bau, 12 MEI 1991 NIM Jenis Kelamin Alamat No. Telepon Riwayat Pendidikan : D 311 09 253 : Perempuan : Jl. Sejati Unhas (Pondok Griya Sahabat) : 082344151175 : SDN 03 Baubau SMPN 1 Baubau SMAN 1 Baubau Perkapalan (2009) Pengalaman Organisasi : -Anggota Organisasi Kemahasiswaan Jurusan Perkapalan (OKJP) Fakultas Teknik, UH 2009 (1997) (2003) (2006)

Universitas Hasanuddin, Fakultas Teknik, Jurusan

Makassar, 30 MEI 2013

AHZAR D 311 09 253