Anda di halaman 1dari 6

http://www.fardhani.

com/2009/11/28/9-jenis-finishing-kayu-yang-perlu-anda-ketahui/

Ingin perabot anda tampil menarik dan tahan lama? Tentunya butuh perawatan lebih, tidak hanya sekedar memberi warna atau memberi lapisan. Anda perlu pelapis furniture untuk perabot kayu anda. Karena fungsi finishing kayu sendiri tidak hanya memberi hasil akhir yang sesuai keinginan anda, tetapi juga mampu membuat koleksi anda menjadi awet, terlindung dari kerusakan dan gangguan rayap. Jenis kayu juga sangat berperan dalam penentuan finishing, kayu dengan serat yang bagus akan sangat disayangkan bila ditutup dengan cat, karena keindahan serat akan tertutup sehingga menghilangkan keunikan dan keeksotisan kayu. Pelapis sendiri terbagi menjadi pelapis transparan (clear finish) dan pelapis non transparan (opaque finish). Anda akan belajar bersama-sama tentang kedua jenis pelapis ini dengan disertai kelebihan dan kekurangannya. Untuk jenis pelapis transparan ada 4 jenis : 1. Politur Jenis pelapis ini memiliki kelebihan bila anda ingin berubah-ubah lapisan dan bisa digunakan untuk interior maupun eksterior. Tetapi karena lapisan ini cenderung tipis maka mudah memudar, sehingga anda harus sering melapis ulang apabila material kayu anda ingin tetap terlihat indah.

2. NC (Nutricellulose) Isu tentang green building juga memaksa para produsen pelapis kayu menciptakan jenis pelapis yang ramah lingkungan karena terbuat dari getah pohon. Tetapi sayangnya jenis pelapis ini sudah jarang didapatkan karena bahan bakunya yang sudah langka. 3. Melamine Melamine akan membuat perabotan kayu anda menjadi halus, karena jenis pelapis ini akan menutup dengan sempurna pori-pori kayu sehingga memberi kesan mewah. Jenis pelapis ini hanya cocok untuk ditempatkan di dalam rumah (interior), apabila anda bosan akan sulit untuk melakukan pelapisan ulang sehingga diperlukan pengamplasan terlebih dahulu baru dilakukan pelapisan yang baru. Selain itu bau yang menyengat pada furniture setalah dilakukan pelapisan, membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan bau tersebut, sebagai antisipasi pada ruangan anda yang akan menggunakan furniture dengan pelapis melamine maka bukaan dan jendela dengan sirkulasi yang lancar sangat diperlukan. 4. PU (Polyerethan) Jenis pelapis ini mirip dengan pelapis melamine hanya saja jenis PU memiliki kelebihan tidak mengeluarkan bau yang menyengat sehingga aman untuk kesehatan.

Hanya saja harganya masih sangat mahal sehingga masih jarang digunakan oleh tukang-tukang kayu sebagai material pelapis. Selain pelapis transparan, anda juga bisa menggunakan pelapis non transparan yang juga memiliki varian yang beragam. 1. Cat Duco Pilihan untuk cat duco sangat beragam, sehingga sangat cocok digunakan untuk furnitur anak yang membutuhkan warna yang bervariasi. Tetapi pelapis ini relatif mahal harganya dan membutuhkan tahapan pelapisan yang cukup banyak untuk menghasilkan kualitas yang baik, selain itu furnitur yang sudah dicat dengan cat duco serat asli kayu tersebut tidak dapat dikembalikan. 2. Veneer Tampilan pelapis ini bagus dan alami karena memang jenis pelapis ini menggunakan serat kayu asli. Tetapi ternyata ada harga yang harus dibayar untuk hasil tersebut karena memang anda akan mengeluarkan dana yang cukup lumayan untuk pelapis ini, dan yang perlu anda ingat jenis pelapis ini sangat tipis sehingga diperlukan lem yang sangat kuat agar tahan lama. 3. Laminate Variasi motif dan warnanya beragam disesuaikan dengan selera anda, hanya saja tekstur yang licin membuat pelapis laminate terlihat tidak alami apabila digunaka pada furniture kayu anda. 4. Tacon Pelapis ini memiliki tekstur sehingga terkesan alami, kekurangan dari pelapis ini disebabkan warna yang mudah memudar dan berubah menjadi kekuningan sehingga mengurangi keindahan perabot kayu anda. 5. PVC (polyvynil carbonate) PVC paling banyak ditemui di sekeliling anda, karena pelapis ini lebih awet dan harganya paling terjangkau bila dibandingkan dengan pelapis lain. Hanya saja penampilannya tidak alami dan bahannya kurang ramah lingkungan. Jadi, jenis pelapis kayu boleh beragam, tetapi pilihan tetap ada di tangan anda sepenuhnya. Ok, selamat memilih

http://www.edupaint.com/cat/pengetahuan-dasar/905-read-110915-yuk-lihat-jenis-jenis-catfinishing-untuk-memperindah-rumah.html

Membuat rumah tampil menarik bisa dilakukan dengan cara mengaplikasikan cat. Ya, mengecat adalah langkah paling mudah dalam merenovasi sebuah hunian agar terlihat indah. Selain ketersediaan warnanya yang beragam, teknik pengerjaannya juga tidak terlalu sulit.

Oleh karena itu, untuk mengaplikasikannya Anda bisa lakukan sendiri. Cat biasanya diterapkan sebagai tahapan finishing dari renovasi maupun pembangunan sebuah rumah dan akan menentukan hasil akhirnya. Nah, berikut adalah jenis cat yang banyak dijadikan sebagai finishing dalam memperindah tampilan hunian, yuk kita simak sama-sama!!!

Cat Tembok

Adalah jenis cat yang digunakan untuk mengecat tembok/dinding dan plafond. Terdapat banyak pilihan warna sesuai selera. Bahan pelarutnya menggunakan air (water based).

Cat Kayu

Jenis cat yang diperuntukkan khusus untuk material dari bahan kayu seperti pintu, jendela, kusen dan list plang. Bahan pengencernya menggunakan tiner (solvent based). Tampilannya ada yang mengkilat (gloss) dan tidak mengkilat (dof).

Cat Plitur

Khusus diaplikasikan pada kayu. Bahan pengencernya ada yang menggunakan air ataupun tiner. Selain plitur, cat kayu transparan lainnya adalah melamik, PU, dan NC.

Cat Besi

Jenis cat finishing yang biasa diaplikasikan untuk bahan yang terbuat dari metal seperti pagar besi, teralis serta pintu, jendela dan kusen dari alumunium. Bahan pengencernya menggunakan tiner.

Cat Duco

Cat duco sama dengan cat besi, digunakan untuk melapisi material metal seperti pagar besi, tralis dan kusen dari alumunium, tetapi cat duco pengeringannya lebih cepat di bandingkan cat besi karena kualitas tiner sebagai bahan pengencernya berbeda. Itulah jenis-jenis cat yang banyak dipakai untuk finishing untuk membaut hunian tampil lebih menarik.

http://www.rumahide.com/jenis-lantai
Lantai merupakan salah satu unsur pembentuk rumah dan menentukan identitas suatu rumah. Jenisnya pun sangat beragam dengan harga yang beragam pula sesuai dengan desain dan kebutuhan. Secara umum bahan penutup lantai yang ada di pasaran dapat dibenakan menjadi 2 katagori yaitu jenis lantai alami dan buatan. Bebatuan yang dipotong seperti marmer, granit dan limestone merupakan lantai alami. Sedangkan semen, keramik, dan vinyl dikatagorikan sebagai lantai buatan. Lantai Kayu

Sejak dahulu kayu merupakan bahan bangunan yang umum dan banyak tersedia sehingga dapat digunakan untuk semua elemen bangunan seperti lantai, dinding, konstruksi bangunan dan atap. Lantai kayu sampai sekarang masih menjadi bahan yang popular untuk rumah tinggal karena kesan estetika yang alami serta kemampuannya untuk memberikan kehangatan di dalam ruang. Kayu yang fleksibel dapat memberikan suasana elegan, klasik, modern maupun kontemporer. Teknologi produksi lantai kayu telah berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Jenis lantai parket yang dikenal secara umum adalah generasi lantai kayu yang menggantikan lantai papan untuk rumah panggung. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut : - Parket yang terbuat dari kayu solid atau dikenal dengan Solid Parquet - Parket yang terbuat dari kayu asli dengan teknologi layer untuk mencapai tingkat kestabilan yang sempurna dikenal dengan engineer parquet - Parket yang bahannya terbuat dari bubuk kayu ( MDF ) dan diberi lapisan bertekstur kayu pada permukaannya. Untuk lebih jelasnya baca Jenis material lantai kayu, kelebihan dan kekurangannya.

Lantai Marmer dan Granit

Jenis lantai ini merupakan bahan tambang yang langsung diambil dari alam. Marmer dan granit merupakan jenis batuan yang terbentuk dalam waktu ratusan tahun dan tidak dapat diperbaharui. Pengolahannya hanya memerluakan proses pemotongan dan penghalusan saja. Ketersediaannya di alam yang terbatas menyebabkan harganya sangat mahal di pasaran . Lantai marmer sangat kuat dan tidak getas cocok untuk menahan beban yang berat. Marmer bersifat dingin sehingga dapat menyejukan suhu di dalam ruangan. Tampilannya pun sangat mewah dengan beragam motif dan corak. Namum perawatannya lebih sulit dibandingkan jenis lantai lainnya. Lantai granit pada prinsipnya hampir sama dengan marmer, hanya secara kasat mata warnanya lebih gelap. Ketersediaan jenis batuan ini di alam lebih langka menyebabkan harganya juga lebih mahal dari marmer. Lantai Keramik

Keramik adalah jenis penutup lantai yang paling popular digunakan di Indonesia. Ini disebabkan karena harganya yang sangat variatif, dari yang murah sekitar Rp. 25.000 / m2 sampai yang harganya diatas Rp. 100.000 / m2. Motif warna dan ukuran keramik pun sangat beragam dari motif marmer, polos, serat kayu dan masih banyak lagi. Penggunaanya pun tidak hanya untuk lantai, dinding pun tampak lebih indah jika dilapisi keramik. Tapi harus diperhatikan karena kekuatan keramik dinding pasti lebih kecil dari keramik lantai yang menahan beban. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca di Jenis-Jenis Keramik, kelebihan dan kekurangannya. Lantai Vinyl

Lantai ini sangat praktis untuk mengubah tampilan ruangan. Dibagian bawahnya terdapat lem yang mudah direkatkan pada lapisan plesteran atau lantai keramik. Kalau sudah bosan anda tinggal melepasnya dan menggantinya dengan motif lain. Pemasangannya sangat mudah sehingga bisa dilakukan sendiri. Perawatannyapun sangat mudah. Hampir sama dengan lantai keramik. Material ini sangat kuat, tahan api dan air sehingga banyak juga digunakan di bangunanbangunan publik. Banyak digunakan sebagai alternative lantai parket karena harganya lebih murah dan tahan rayap. Lantai vinyl tersedia dalam vinyl tile ( kotak atau persegi) dan vinyl sheet (bentuk gulungan/rol). Harganya pun variatif berkisar antara Rp. 60.000 350.000.

Lantai Karpet

Lantai karpet dapat dibagi menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah karpet satuan yang biasa dipakai sebagai aksen pemanis ruangan. Motif dan warnanya sangat beragam dengan bahan baku yang beragam pula. Ukurannya pun barmacam-macam dengan bentuk kotak, persegi ataupun lingkaran. Jenis kedua adalah karpet yang secara permanen ditempel pada lantai seluruh ruangan. Lantai jenis ini hanya cocok dipakai di daerah subtropis atau ruangan yang memakai AC/pendingin udara. Kita sering menemuinya di kantor atau kamar hotel. Kelebiahannya adalah kesan hangat dan kemudahan pemasangannya. Cocok juga untuk tempat bermain anak karena permukaannya yang tidak keras. Lantai karpet lebih sulit dibersihkan jika terkena noda dan cairan dibanding jenis lantai yang lain. Perawatannya pun lebih mahal harus memakai penyedot debu atau dibawa ke dry cleaning. Banyak lagi alternative material untuk lantai yang tidak dapat saya tuliskan satu persatu. Semua tergantung bentuk desain dan selera anda. Mungkin juga anda ingin memadukan berbagai jenis lantai ini pada rumah anda. Selamat berkreasi